Antara Aku Kamu Dan Dia

Antara Aku Kamu Dan Dia
Rumit


__ADS_3

Aku tak tahu apakah Daniel masih marah atau dia sedang dalam keadaan apa dan bagaimana, sejak kejadian kemarin dia tak menghubungiku, dan aku pun juga tak menghubunginya. Aku memang sudah jelas salah namun aku harus apa lagi. Semua seolah memang sudah harus begini alurnya. Andai saja aku sutradaranya atau aku penulis skenarionya pasti sudah kubuat mulus mulus saja alur ceritaku ini. Sayang semua ini hanya bayangan dan hayalan belaka, karena nyatanya aku hanya mampu menjalaninya dan berusaha memilih yang terbaik untuk hidupku sendiri. Namun nyatanya apa yang ku kira baik untukku belum untuk mereka. Semua seolah serba salah, aku tak tau lagi mana yang baik dan buruk, semua seolah sama saja tak ada bedanya.


Entahlah hari ini Daniel tak kunjung datang untuk menjemputku, baru kali ini dia seperti ini, dulu semarah apapun dia denganku dia tetap datang menjemputku, tapi tidak kali ini. Mungkin dia masih sangat marah denganku. Apa iya aku memang sangat membuatnya marah? ahhhh entahlah pusing jika harus begini terus.


Akhirnya aku jalan kaki ke sekolah, memang ini sudah terlalu siang entahlah aku nanti telat atau tidak. Aku tetap berjalan dengan semua pikiran yang campur aduk tak karuan.


"Ta... yok brangkat sama aku." sapa mas Arta yang sudah berhenti disampingku.


"hmm... aku jalan saja lah mas .."


"yakin kamu mau jalan? apa kamu tak takut terlambat ini sudah jam 7 kurang 5 menit Ta.


"haahhh yang bener mas?"


"sudah naik


akhirnya akupun tanpa menjawab langsung naik saja. Aku rasa aku tak ada pilihan. Entah apa yang akan terjadi lagi jika Daniel sudah ada di sekolah dan tau aku bersama mas Arta kembali. Dan benar dugaanku sudah ada Ayu dan Ima yang seperti menungguku dengan cemas.


Aku turun dan berjalan menuju gerbang dan mereka sontak terkaget melihatku dengan mas Arta. Entah apa yang ada dibenak mereka saat melihatku turun dari motor mas Arta.

__ADS_1


Kuyakin mereka berdua pasti kepo dan menyelidik untuk menanyaiku.


Ima mulai tersadar melihatku dan berlari menghampiriku dan Ayu hanya berjalan dibelakang Ima.


"Ta.. kok lo bisa sama mas Arta? Daniel mana?" tanya Ima


"lhoh Daniel bukannya uda berangkat ya?"


"kamu berantem ya sama Daniel?" tanya Ayu


"hemm seperti yang kamu kira Yu.. masalah yang aku bicarakan kamu waktu itu."


"bukan gitu maksudku Ma.. tapi kamu suka keceplosan depan Daniel makanya aku sengaja nggak cerita ke kamu"


kamipun berjalan menuju kelas sambil menunggu Daniel. Tapi sayang... hingga jam pelajaran dimulai Daniel tak juga tampak. Entah dia kemana, memang sejak kejadian itu tak ada kabar dari dia ataupun aku. Sama sama diam, tanpa memberikan kabar atau sekedar perhatian kecil menanyakan keadaan.. Aku akui aku yang salah aku telah abaikan dia.. dia yang seharusnya tau tapi malah tak ku anggap. Maafkan aku jika kamu mengira aku yang egois terhadap hubungan kita, aku begini untuk menjaga hubungan kita. Aku tak mau semua berakhir sia sia. Aku menyayangimu Niel.. kuharap kamu mengerti keadaan ini. Kamu kemana saja Niel.. apa hari ini kamu tidak masuk sekolah.. apa kamu baik baik saja.. atau kamu kenapa...


Jam istirahat sudah berlalu pelajaran sudah dimulai tapi tetap daniel tak datang. Jika dia ada rapat atau ada hal mengenai basket biasanya setelah jam istirahat dia muncul tapi ini tidak.. aku benar benar kawatir dibuatnya, apa semua ini karna aku.. kenapa kamu begini Niel.. apa hubungan kita benar² akan hancur.. kenapa semua harus terjadi... Jam pulang sekolah masih tak ku jumpai juga..


"eh tumben Daniel nggak masuk Ta?"

__ADS_1


"ah lo Ma ngapain juga tanya kaya nggak tau Daniel aja lo.. "


"heh gue tanya Ita ngapain sih lo ikut nyerocos jawab Yu?"


"ih kalian kyak anak kecil aja.. sudah sudah tu jemputan kalian uda nunggu. Sana pulang"


"sensi amat luh Ta.. iya iya gue pulang. da....." jawab Ima sambil berlalu berjalan mendahului


"Ta gue pulang duluan. gue harap lo dan Daniel baik baik saja... tar lo kabarin ya biar lo nggak bimbang, gue ada buat lo Ta."


"makasih ya Yu..."


Ku berjalan pulang dengan rasa dan pikiran tak karuan. Pikiranku melayang, perasaanku gundah, aku takut jika semua berakhir begitu saja. aku takut Daniel benar benar meninggalkan hubungan ini. Aku ingin sekali menghibunginya tapi aku belum punya nyali. Semua terasa begitu berat untuk ku jalani. Semenjak hari itu aku benar benar tak tahu ada dijalan dan arah mana aku melangkahkan kaki ku untuk hubunganku dan Daniel. Mungkin memang sulit, berat dan amat tak bisa diterima untuk Daniel tapi aku tak ada cara lain. Maafkan aku Daniel semua yang ku ambil adalah caraku untuk mencari yang teraman untuk kita. Salah mungkin jika aku mengambil semua keputusan ini sendiri tapi aku bisa apa.. aku tak bisa menyepelekan Arin.. Dia jauh sangat berbahaya dari apa yang kamu pikirkan. Caranya jauh lebih didepan dari apa yang kita pikirkan. Semua yang kita sangka tak sejalan dengan apa yang akan dilakukan oleh Arin.


Ku tahu kamu pasti marah Niel.. ku tahu kamu kecewa, ku tahu kamu tak kan habis pikir dengan apa yang aku lakukan. Tapi percayalah aku tak ada niat untuk mengecewakanmu.. Aku janji cepat atau lambat aku akan menceritakan semua kerumitan yang aku alami ini. Rasa ini masih sama, rasa ini masih menetap, rasa ini masih milikmu Niel.. ku berharap sama dengan apa yang ada dalam hatimu masih aku yang menjadi pemiliknya. Hari ini aku masih bungkam dan memilih diam membisu seribu bahasa bahkan aku mengabaikanmu karna aku sendiri takut jika kamu masih memyimpan amarah dan kamu tak menerima semua penjelasanku ini. Ku harap besok kamu sudah masuk ke sekolah Niel.. jujur saja aku sangat gelisah karna kamu yang tak masuk sekolah dan kita yang tak saling bertukar kabar. Ku harap kamu baik baik saja walau aku tahu tidak dengan hatimu saat ini.


Daniel... aku merindu dengan semua yang ada pada dirimu... Senyumanmu yang selalu membawaku hanyut dalam ketenangan saat kerisauan melanda, perhatianmu yang membuatku luluh dalam kasih, aku memang bukan yang terbaik namun aku ingin yang terbaik... Aku masih milikmu, aku masih kekasihmu, aku masih menyayangimu, dan aku tak ingin semua berakhir seperti tersambar badai yang amat tak disangka dan begitu mengejutkan.


Doaku selalu yang terbaik untukmu Daniel...... semoga kerumitan kerumitan ini lekas memudar pelan pelan dan membaik seperti sediakala...

__ADS_1


__ADS_2