
Jujur saja sebenarnya kemarin aku sangat bahagia. Bahagia tiada tara. Aku benar benar tak sabar menunggu hari esok, pasti Daniel sudah mau berbicara denganku. Ku harap begitu dan jangan seperti kemari lagi... oh rindunya hati ini akan semua hal yang selalu kita lewati dengan canda dan tawa.
Penasaran juga sih dari mana dia bisa tau tentang lukaku apa tadi dia mendengar obrolanku dengan mas Arta, apa iya tadi memang terdengar olehnya.. atau jangan jangan mas Arta yang memberitahunya. Ahh sudah biarlah yang jelas dia sudah ada niatan untuk tau kabarku aku sudah cukup senang dari pada seperti hari hari kemarin.
(Ta tetap hati hati dengan situasi ya, takut Arin lebih nekat dari hari kemarin) isi pesan dari mas Arta.
(iya mas, makasih uda diingetin)
Entah aku harus menjawab apa pada pesan mas Arta, yang jelas dia sudah menolongku kemarin kalau tak ada mas Arta mungkin lukaku jauh lebih parah dan aku tak bisa melawan Arin. Semua memang sudah terlanjur terjadi mau bagaimanapun juga aku harus bertahan dengan Daniel. Tak mungkin aku lepaskan semua untuk Arin lagi..
Hari ini aku tak ada kegiatan sama sekali aku hanya berdiam diri di dalam kamarku sambil mendengarkan musik di radio. Santai sambil rebahan saja sesekali ku mainkan ponselku melihat ada pesan atau tidak, dan kali ini iseng iseng lah aku ingin sekali membuat status dilaman media sosialku pepesbuk kutulis saja bahwa hari ini hari yang istimewa.
hari penuh dengan kejutan. Mawar yang layu dan kukira akan mati kini mulai tegap kembali oleh siraman sang pemilik yang sempat pergi..
begitulah kira kira setatus yang ku tulis dilaman media sosialku papesbuk. Wahh ternyata banyak komen yang masuk juga, tumben banget kali ya hehe...
**jonny123 wahh ada yang bahagia
nafnaf mawarnya sudah mereka kembali
liun00 ku kira akan terganti denganku rupanya masih dengan sang pemilik
bayuindro wow sudah kembali rupanya sang pemilik
asiha09 ada yang berbunga bunga rupanya...
__ADS_1
AyuCute semoga bahagia selalu
dan masih banyak lagii komentar komentar yang masuk, dan semua hanya aku baca tanpa aku membalasnya.... namun mataku lama lama tertuju pada salah satu komentar dari akun RiuRin
RiuRin hanya sesaat dan bisa saja mawar itu justru mati karna siraman yang terlalu lama dan akarnya sudah mengering dan lambat akan musnah**.
apa sih nih orang usil banget... yang lain aja biasa aja dan mendukung ini malah buat komen kayak gini ih benar benar buat mood jadi nggak enak aja. Siapa sih orang ini, dan sepertinya aku tak mengenal akun ini, rasanya asing untukku. Ah biarlah ya.. namanya juga media sosial apalagi pepesbuk pasti banyak orang yang iri dan nggak senang dengan postingan orang.
Sudah sore ternyata, kuletakan ponselku dan aku bergegas membersihkan diri dan lanjut rebahan sambil nunggu makan malam bersama keluargaku. Hati yang senang membuat bibir ini tak berhenti tersenyum sendiri tak habis pikir kenapa aku bisa bisanya sebahagia ini, senyum senyum sendirian dan terus membayangkan sang kekasih pujaan hati ini Daniel... ahh begitu lebaynya aku kali ini tapi inilah yang dirasa oleh orang yang kasmaran hehe.. dunia serasa memihak padaku dan membawaku melayang dalam buaian asmara.
Hari yang tak ingin kulewatkan begitu saja, waktu yang tak ingin kubuat sia sia. Biasanya kalau bahagia gini aku, Ayu dan Ima selalu telfonan berbagi cerita bahagia dan berujung ledekan satu sama lain. Tapi kali ini tidak, aku serasa tak bisa berfikir sangking senangnya hati jadi tak memberi kabar pada mereka.
*esok hari..
Di sekolah tak ada kegiatan sama sekali hanya bergosip ria, jajan dan kegiatan kegabitan para siswa yang telah isai ujian. Tapi hari ini tak seseru dan tak semenyenangkan hati karna tiba tiba ada sosok yang tak menyenangkan. Ya dia adalah Arin.
hah... mas Arta maksud Daniel apa.. apa dia ingin mengklarifikasi semua yang membuatnya marah. Oh Tuhan apa lagi ini..
Ternyata oh ternyata Daniel sudah tau semua soal Arin dari mas Arta makanya dia sudah chat aku kemarin dan kedatangan Arin diketahui oleh mas Arta makanya mas Arta ke sekolah dan menelfon Daniel dengan strategi tetap seperti yang pernah kulakukan dan mas Arta dulu. Ya..aku berpira pura dekat dengan mas Arta dan sudah tak ada hubungan dengan Daniel sejak adanya kesalah pahaman dan tuduhan Arin yang disampaikan ke Daniel.
Sandiwara... ya akhirnya kita memainkan sandiwara yang luar biasa untuk mengelabuhi Arin, dan karna mas Arta tak mau aku terluka lagi seperti hari itu dan Daniel pun sama setelah mendengar semua cerita mas Arta kemarin dia menyadari dan tak mau aku kenapa napa. Ahhh beruntungnya diriku ini dikelilingi oleh orang orang yang menyayangiku dengan tulus hati.
sandiwara dimulai...
sebelum Arin masuk kawasan sekolah kita sudah bersiap. Daniel ada di lapangan basket dengan teman temanya seolah habis bermain basket, dan aku ada di kelas bersama Ayu, mas Arta ada dikantin. Oh iya dalam sandiwara ini kita juga melibatkan Ayu biar makin greget haha
__ADS_1
Arin tiba dan melihat area sekeliling, ia menuju lapangan basket dan tanpa sengaja mas Arta berpura pura menabraknya. Mas Arta pura pura sedang asik dengan ponselnya. Arin tanpa ekspresi dan berlalu menuju lapangan basket.
"Ta aku di depan kelas kamu kesini ya... ucap mas Arta melalui telfon didekat Arin. karna lapangan basket ada didepan kelas jadi sengaja mas Arta sesikit mengencangkan suaranya
"jangan bilang kamu nanti baper dengan masa lalumu karna di depan kelas ada anak basket ya... sambung mas Arta lagi
akhirnya aku dan ayu menuju lokasi tersebut di depan kelas dan di hadapan lapangan basket.
saat didekat Arin Ayu langsung menjalankan perannya...
"Ah lo Ta... ngajak gue kesini cuma mau jadiin gue obat nyamuk antara lo sama Arta ya.. ah kenapa aku tadi main iya iya aja... ucap Ayu meledek sedikit keras sehingga Arin mengetahui keberadaanku dan Ayu.
Begitu Arin menyadari kehadiranku aku langsung berjalan mendekati mas Arta yang duduk di depan kelas.
"ku kira kamu nggak mau temui aku disini karna lagi ada orang main basket..
"apa hubungannya? tanyaku
"ah kamu mas... Ita kan sudah move on lama dari tuh bola basket, masak iya ita uda sama mas masih ada masa lalu haha
"kamu bisa aja Yu... sekarang Ita jauh lebih fokus sama bola sepak dari pada bola basket dan itu harus, karna aku yang jauh lebih baik bukan
"iya iya percaya... jawabku sambil mencubit hidung mas arta dan dibalas cubitan dipipiku olehnya.
begitu seterusnya kita memainkan sandiwara dengan baik dan rapi, hingga pulang sekolah pun aku diantar oleh mas Arta karna ternyata Arin membuntuti kita.
__ADS_1
sandiwara ini memang berhasil mengelabuhi Arin namun tanpa tersadari justru membawa masalah kembali. Ya...Daniel sangat cemburu dengan sandiwara ini. Dia cemburu dengan adegan yang tak pernah terancang yaitu saat aku memencet hidung mas Arta, dan mas Arta mencubit pipiku. Ya memang semua diluar rencana tapi memang ini rencana ku sendiri dan mas Arta untuk mengerjain Daniel juga... Ayu pun sempat kaget dengan sandiwara diluar skenario itu... sangat berhasil bukan... inilah yang dikatakan oleh pepatah... menyelam sambil minum air hahahaaaa