
aku terlelap setelah memikirkan semua. tak lama aku seperti mendengar ada yang memanggil namaku.. aku tetap terdiam dan merasa samar samar tuk membuka mata.
tok tok tok..
"ta..meita.." teriak kakak
"dek.. bangun ada yang nyari"
"Dasar kebo" teriaknya lagi dan sontak membangunkanku
"adanya anjing." jawabku sembari membuka pintu
"hoamm... apa an sih bang.. orang enak enak tidur juga.."
"tuh pacarmu datang."
"pacar??"
"sudah sana keluar"
aku keluar masih dengan memakai kaos yang sedikit ketat dan hanya memakai hotpant.
teras depan sudah ada ibu dan daniel yang mengobrol. setelah ibu tau ita keluar ibu pun beranjak masuk rumah dengan membawa bungkusan entah apa.
"eh kamu sudah bangun ta.. daniel nunggu kamu dari tadi. ya udah ya niel ibu masuk dulu. terimakasih uda bawain ibuk" sembari membawa bungkusan itu kedalam
"kamu niel? ada apa?"
"kamu kenapa sih meit? chatku nggak kamu balas dan telfonku pun tak kamu jawab sama sekali"
"aku nggak tau dari tadi aku tidur.."
"maaf jika aku telah membuatmu marah tapi katakan apa salahku biar aku tau dan aku tak mengulanginya"
"oh iya tadi kamu kemana niel kok nggak masuk kelas?" tanyaku menyelidik
"oh tadi.. tadi aku dipanggil pak.abi untuk ikut rapat"
"pak Abi? rapat?"
"iya pak abi guru ekstra basket itu loh meit.."
"oh.." jawabku singkat dan acuh.
"apa kamu marah karna ini? kenapa kamu nggak tanya sih, kan aku bisa kasi tau kamu."
__ADS_1
"yee.. kenapa jadi aku yang jadi tersangka."
"kalau kamu kayak gini jadi buat aku tambah sayang tau"
"eishh apaan sih kamu"
dan akhirnya aku pun percaya dengan kata kata daniel, walau masih ada yang membuat hati ini ragu..
tertawa bersama dan bercerita sembari menikmati makanan ringan yang dibawakan oleh daniel, ya.. saat daniel datang dia membawa 2 kantong kresek, satu untukku yang penuh dengan makanan ringan dan juga susu uht kotak. dan satunya diberikan pada ibu yang isinya entahlah aku belum tau karna sedari tadi aku tak memberikan daniel minum karna aku yang kesal dengannya namun daniel tak mempermasalahkan hal itu...
*****
didalam rumah diruang tamu..
aris yang sebenarnya sangat penasaran dengan kedatangan daniel dan dengan apa yang mereka bicarakan. aris duduk dikursi dekat jendela yang tak jauh dari pintu bermaksud untuk sedikit mendengar apa yang mereka obrolkan hingga ada canda tawa diantara mereka. namun usahanya sia sia karna suasana yang sangat ramai oleh canda dan obrolan dari teman teman kakak ita yang berada didalam rumah.
arg..sebenarnya mereka sudah pacaran apa belum sih, dan maksud ita tadi memilihku untuk pulang bersama apa hanya untuk membuat dia cemburu saja. kenapa mereka baik baik saja.. padahalkan tadi ita acuh.
Hari sudah semakin siang dan menjelang sore.. daniel pulang dan sebagian dari teman teman kakaknya juga pulang..
hemmm... daniel daniel.. sebegitunya ya kamu.. apa kamu benar benar serius sampai sampai hanya karna ku abaikan chat dan telfonmu saja kamu langsung datang kemari. apa iya semua ini untuk membuatku tersipu dengan sikapmu.. apa semua benar benar tulus..
ntahlahhh apa yang masih menganjal dalam otakku aku belum bisa benar benar menerimamu niel.. memang kamu sering menyipu malu rasa ini tapi aku masih merasa ada keraguan dalam hati ini entah karna aku masih tak mau kejadian kejadian lalu terulang kembali atau entah memang karna apa..
"dekk.. serius nih nanya..jawab jujur"
"tanya apaan sih bang tanya aja.."
"kamu ini sebenarnya pacaran apa nggak sih sama si daniel itu?"
"temenan aja sih, deket juga iya tapi kalau pacaran nggak bang.. kenapa.. tumben abang kepo"
"beneran nggak pacaran?"
"ngapain juga bohong sama abang, apa apa kan aku selalu andalin abang"
"tapi ta.. kalau beneran nggak ada hubungan yang lebih ngapain dia tiap kesini pasti bawain kamu jajan dan roti atau apa aja buat ibu juga, dan yang dia bawa itu lebih dari 100rb.. bayangin aja kamu.. kalau kamu yang ada 100rb pasti kamu simpen dan kalau buat jajan pasti cukup buat seminggu kan.. nah inii..."
"entahlah bang aku juga nggak tau padahal suda sering aku larang loh tapi tetep aja.. ya mungkin buat dia uang segitu uda biasa, kan abang tau sendiri motor yang dipakai aja bukan motor biasa"
"sepertinya dia itu mau cari simpatimu dek.. lama lama juga suka ya kan?"
"yee abang ini.. apaan sih.."
"udaa jujur jangan jangan kamu uda ada rasa sama dia lagii hahaa"
__ADS_1
kringg kringg kringgg
"tu hpmu bunyi jangan jangan daniel yang telfon.."
"yee ngapain dia telfon.. paling juga ima."
saat melihat layar hp ita terkaget karna tebaan kakaknya benar
hah daniel ngapain sih telfon.. bisa abis diledek abang nih.. aduhh gimana nih.. angkat nggak ya..
"sttt ngapain bengong.. angkat tuh berisik amat, emang siapa yang telfon.."
"em anu... bang sii ima" jawabku terbata bata..karna bingung
"hallo ma.. ada apa?" ucap ita sembari pergi meninggalkan kakaknya dan menuju kamarnya
apaan sih meita ini.. emang dia sudah tidur dan nggak baca siapa yang telfon. bisa bisanya dia panggil aku ima..
"heh niel.. ngapain kamu telpon malam malam,, bisa abis aku sama abang.."
"oh kirain kamu tadi uda tidur dan ngira aku ima, nggak apa sih meit.. cuma ada yang mau aku omongin aja"
"emang nggak bisa besok disekolah aja ngomongnya?"
"ya justru itu aku ngomongnya sekarang.. karna besok nggak bisa..
belum selesai daniel berbicara sudah dipotong oleh ita
"nggak bisa apa sih.. uda malam nih.. aku juga uda ngantuk tau. uda uda kamu chat aja.. aku mau tidur."
tutt tutt tutt.. ita mematikan telfon sebelum daniel berbicara.
kamu ini kenapa sih meit.. hari ini kamu benar benar membuatku merasa bingung dengan semua sikapmu.
klunting..
👦 meit.. besok aku nggak bisa jemput kamu untuk berangkat kesekolah dan kemungkinan aku juga nggak bisa antar kamu pulang, kamu nggak papakan berangkat dan pulang sendiri"
Daniel melohat hpnya secara terus memerus.. tapi tak kunjung ada balasan dari ita. daniel merasa bingung dan terus menunggu balasan dari ita.
aduh meit kenapa sih chatku nggak kamu baca, akukan nunggu balasan chat darimu.. apa kamu sudah tidur.. atau kamu memang sengaja tak membalas chatku..
argggg....kenapa...
daniel mengacak acak rambutnya karna merasa bingung dengan sikap meita..
__ADS_1