Antara Aku Kamu Dan Dia

Antara Aku Kamu Dan Dia
kecemburuan Adnan


__ADS_3

"yuk Meit kita pulang" ajak daniel yang mendatangi bangku ita


"iya yuk niel"


"ehem ehem.. roman romannya ada yang sedang kasmaran nih.. ternyata benar ya Yu kata orang orang kalau ada yang dimabuk cinta itu dunia serasa milik berdua"


"iya Ma kita mah udah ngontrak nggak dianggap pula"


"hehe kalian bisa aja.. yuk kita pulang bareng bareng ya kan niel?" sambil melihat ke arah daniel


daniel pun hanya tersenyum tipis dan mereka berjalan bersama sama sampai didepan gerbang karna Ima dan Ayu telah ditunggu orang tuanya didepan gerbang.


Dan akhirnya ita dan daniel berjalan berdampingan menuju parkiran, tanpa disadari dibelakang mereka ada Adnan yang berjalan lirih dan enggan untuk mendahului.


"Meit ntar aku anter kamu sampai depan rumah kamu boleh kan?"


"kan arah rumah kamu berlawanan dengan jalan menuju rumahku Niel, sampai jalan pertigaan itu saja."


"nggak papa kok Meit..aku juga pengen tau rumahmu."


"atau nggak samai gang rumahku aja niel.. aku nggak enak tar ngerepotin kamu lagii"


"idalah Meit kamu tinggal tunjukin aja arahnya, aku yang ngajak kamu untuk pulang kuantar masak aku nurunin cewek sampai ditengah jalan ya nggak mungkin lah aku kan lelaki tak seharusnya begitu.


"ya udah deh jika itu tak merepotkan kamu."


" aku ambil motor dulu ya.. kamu tunggu sini jangan kemana mana"


saat menunggu Daniel mengambil motor kedalam parkiran, ada Sisil dan Dina yang berboncengan dari dalam parkiran dan melihat Ita yang duduk d bangku samping pintu parkiran.


"itukan Ita" kata Dina memberitahu Sisil sambil menunjuk ke arah Ita


'oh iya, nungguin siapa ya dia.. nggak biasanya dia nunggu diparkiran..apa jangan jangan dia nunggu adnan lagi" gerutu sisil yang kesal


"kok kamu mikir gitu sih sama Ita, ita kan orangnya baik dia juga uda bilang sama kita kan kalau dia dan adnan hanya teman. lebih baik kita samperin aja dia kita tanya langsung"


"boleh juga ide kamu ya udah kita samperin dia"

__ADS_1


"haii Ta" teriak Dina


"heii kukira kalian uda pulang karna aku tak bertemu digerbang"


"kamu nunggu siapa ta?" tanya dina yang tetap diatas motor dengan sisil


"oh aku nunggu Daniel Din.."


"Daniel? Daniel siapa ta?" saut sisil yang curiga pada Ita.


"dia temen sekelas ku Sil.. bentar lagi pasti nonggol.. tar aku kenalin deh."


"oh nggak usah deh ta kita pulang duluan aja ya.. kapan kapan aja" ucap sisil sembari menyalakan motornya.


"daaa Ita.." saut Dina sambil melambaikan tangannya


"daaa..kalian hati hatii" teriak ita yang juga melambai ke arah sisil dan dina yang mulai menjauh


adnan yang baru sampai didepan parkiran pun menghampiri ita dan bertanya.


"oh kamu Nan.. aku lagi nunggu temen"


"siapa? cewek atau cowok?"


"cowok Nan, namanya Daniel temen sekelas aku" jawab ita santai namun membuat Adnan yang mendengar seolah kesal dan ada percikan cemburu dalam hatinya.


Belum sempat Adnan bertanya lagi pada Ita Daniel pun sudah datang diantara mereka dengan motor sportnya.


"maaf ya Meit aku jadi buat kamu nunggu lama.."


"oh iya nggak papa kok Niel yuk pulang" sembari ita naik ke atas motor Daniel.


"gue duluan bro" ucap daniel yang mengarah pada Adnan sembari meninggalkan parkiran. Adnan tak menjawab sepatah pun karna ia merasa sedang mendapatkan lawan untuk menaklukan hati ita.


si tempat alain ada sisil yang berhenti disebuah warung tak jauh dari parkiran. Sisil.ingin membuktikan bahwa ita tak membohonginya dengan membawa bawa nama daniel untuk mengecoh nya.


aku akan liat sebenarnya kamu itu benar benar jujur pada ku atau tidak jika kamu memang sudah tak ada hubungan lagi dengan adnan.

__ADS_1


dina pun hanya duduk sambil menikmati minumanya dan menyaksikan temanya yang sedaritadi melihat arah jalan dengan raut muka yang jengkel.


"sudahlah sil kamu nunggunya sambil duduk.santai aja tar juga ita lewat kita tau, sepertinya ita memang berkata jujur pada kita, nggak mungkin kan dia bohongi kita."


"diam kamu Din.. kita kan nggak tau hati orang yang sebenarnya, bisa saja dia baik didepan tapi busiluk dibelakang kita, secara sekarang kita uda tak sekelas lagi sama dia jadi kita nggak akan tau."


"ya aku sih hanya berfikir positif aja sama Ita, kan selama ini dia baik baik saja sama kita, dan dia tak pernah buat kita kecewa.."


"ssssttttt.... bisa diam sebentar nggak sih kamu din"


Mendengar sisil yang berbicara seolah ingin meledak dina un memilih diam dan sesekali dina juga melihat arah jalan untuk memastikan bahwa ita memang tak berbohong.. dan nampak tak jauh dari mereka sosok ita yang di bonceng oleh daniel menggunakan motor sportnya.


"ehh itu ita sil.. tu kan bener dia nggak sama adnan. kamu sih sil nggak percaya sama ita, kan ita baik"


"iya dehh aku ngaku salah, kali ini kamu bemar din.."


" wahh beruntung banget tuh si Ita dibonceng cowok uda ganteng keliatanya tajir juga.." ucap Dina secara tak sadar dan membayangkan Daniel


"ya udah yuk kita pulang din!"


"ehh sill harusnya kita tadi temenin ita di parkiran nunggu tu cowok ganteng apa lagi ita tadi sempat bilang mau kenalin kita sama temenya.. kan rumayan aku bisa kenalan sama tu cowok" ucap dina yang masih membayangkan Daniel.


Adnan yang melihat Ita begitu dekat dengan Daniel pun semakin panas apa lagi dia tau kalau Daniel mengantar Ita sampai rumah.. karna tak sengaja Adnan melihat daniel masuk ke gang rumah Ita. Adnan sangat kesal karna selama ini dia hanya mengantar ita sampai gang saja.


sampai didepan rumah..


Ita pun menawarkan Daniel untuk mampir kerumahnya tapi karna ini kali pertama daniel mengantar ita dia pun enggan karna daniel belum mengetahui jauh tentang ita dan keluarganya.


"Niel mampir dulu yuk" ucap ita saat baru turun dari motor daniel


"makasih Meit.. kapan kapan aja aku pasti mampir, atau kalau boleh aku akan main kerumah mu.."


"ohh.. tentu saja boleh.. kalau gitu makasih ya uda antar aku sampai depan rumah"


"iya sama sama meit" jawab daniel dengan senyuman tipis dan menghidupkan motornya berlalu meninggalkan ita.


jujur perhatiannya itu membuatku nyaman dan membuatku tersenyum, entah karna kekagumanku pada sosok yang sangat perhatian itu atau hanya perasaanku saja yang merasa dia berbeda. karna selama ini aku hanya mengenal sosok kakakku dan adnan kekasihku dulu.. dan dia yang kini tiba tiba hadir dengan sejuta perhatian.

__ADS_1


__ADS_2