Antara Aku Kamu Dan Dia

Antara Aku Kamu Dan Dia
indahnya pelangi hanya sesaat


__ADS_3

Hari telah berganti namun suasana masih terasa sepi. Sepi karena kejujuran dan kebenaran terungkap membuat Arin semakin marah pada Ita. Ita sebenarnya tak enak hati pada Arin. Tapi mau bagaimana lagi dia sendiri tak mungkin melepaskan Daniel behitu saja. Ita bingung dan bimbang lantaran Arin adalah sahabatnya, Ita berharap semua baik baik saja namun Arin justru memunjukkan sikap ketidak terimaannya dengan cara diam tanpa menggangap Ita yang ada didekatnya. Rumah semakin tersasa seoi karna keheningan dan kesunyian antara mereka berdua.


Aku harus apa dan bagaimana sekarang.. aku tak mungkin memilih diantara mereka... aku tak mau kehilangan sahabatku namun aku juga tak ingin melepaskan Daniel. Jujur aku sudah terlalu nyaman dengan hubunganku dengan Daniel dan aku tak mau melepasnya.. aku takut dan aku tak bisa.. tapi bagaimana dengan Arin.. Oh Tuhan.. bantu aku.. aku yerjebak dalam sebuah pilihan yang tak mungkin ku pilih satu diantaranya. Arin ku ingin kamu mengerti rasaku ini. aku tak tahu jika yang kamu maksud selama ini adalah pacarku Rin.. aku harus apa sekarang aku bingung. Sampai kapan aku harus merasakan keheningan ini. Sungguh berat jika aku harus benar benar memilih.. ahh sudahlah lebih baik nanti aku bicarakan dengan Daniel dulu. dan sekarang aku harus berani menghentikan keheningan ini. tapi aku harus memulai pembicaraan apa... alu harus ngobrol apa yaaa... ah sebaiknya aku coba dengan meminta maaf saja pada Arin siapa tau dia akhirnya mau mengerti.


"em Rin... aku.. minta maaf soal kemarin... kuharap kamu ngerti.. bukan maksudku membohongimu. maaf Rin.. maaf...


"kenapa kamu nggak cerita sih Ta.. kenapa?"


" maaf aku nggak tau jika yang kamu maksud adalah pacarku. dan aku juga sering menceritakanmu pada Daniel bahkan saat kamu kesini dulu dan mengajak aku ketempat tongkrongan itu Daniel sudah tahu.. cuma kita tak paham jika yang kamu maksud Dia itu Daniel...


belum sempat ku jelaskan secara detail.. kulihat pipi Arin sudah basah dengan air mata, matanya seolah memperlihatkan kekecewaan dan kemarahan seolah rasa dihianati itu tertuju padaku. aku semakin merasa tak enak hati.. harus apa lagi aku.. aku sungguh tak mampu untuk memilih. Andai kamu tau postingan Daniel dulu Rin mungkin kamu tak sekecewa ini padaku. aku hendak melanjutkan ceritaku namun kulihat Arin semakin menunjukkan kekecewaannya padaku. Aku terdiam kembali.. berusaha menunggu Arin siap dengan ceritaku kembali.


Hening kembali menyapa diantara aku dan Arin. dan keheningan itu terpecah oleh datangnya Daniel yang tanpa kabar..


"Meith... sapa Daniel saat melihatku dan Arin diteras rumah depan


"kamu Niel... kok tumben kesini nggak ngabari dulu sih?


"aku sudah telfon kamu tapi tak ada respon jadi sepulang latihan aku langsung kesini..


"oh iya hp ku di kamar Niel... aku nggak denger.. bentar tak ambil dulu ya..


"ngapain kamu ambil, nggak usah toh aku uda disini.. oh iya nih camilan buat kamu sama Arin.


"iya... makasih ya...


akhirnya mereka bertiga duduk dan tetap ada keheningan yang sedikit lama.. Daniel mencoba menjelaskan pada Arin agar mereka bisa baik baik saja.

__ADS_1


"oh iya Rin.. kamu memang mau pindah kesini lagi.. Meitha sempat menceritakan kamu kalau kamu mau pindah disini.. basa basi Daniel memulai percakapan ditengah keheningan...


agak lama menunggu Arin menjawab pertanyaan Daniel. namun mereka tetap menunggu Arin berkata. dan Meitha hanya mendengar sambil asik sendiri memakan camilan dari Daniel.


"iya rencananya sih gitu...


"wah asik tu kalau kamu jadi pindah Rin.. kapan kapan aku ajak keliling sama Meitha kita bisa nongkrong bareng nanti aku kenalin kamu sama teman temanku juga.


"iya Rin ... betul tuh kata Daniel.. kita kan uda lama juga gk keluar santai Rin. selaku ditengah obrolan


"oh.. iya boleh kapan kapan. jawab Arin singkat


"emang mau nongkrong dimana Niel? di tempatmu dulu itu? atau dimana?


"gampanglah Meit, pokok kita atur aja pas aku free nggak ada jadwal latihan, kalau kaya gini masih dan pasti capek aku


"hari ini aku latihan basket Rin jadwal rutinan.


"oh emang kalau nggak ada event atau apa gitu tetap latihan ya kamu? tanya Arin kembali dan Ita tak mau menyela karna takut Arin merasa tak suka dengan pertanyaan Arin


"iya mau ada atau tidak ada latihan pasti rutin, tuh tuh yang biasanya jadi suporter kesiangan.. haha.. jawab Daniel sambil mengejek Ita


Ita hanya membalas dengan senyuman dan tolehan saja karna mulutnya masih penuh dengan makanan.


"em Ita sering ikut kamu latihan ya.. hari ini kenapa kamu nggak ikut Ta? apa karna ada aku?


"tadi aku nggak jemput, biasanya aku yang selalu ajak dia biar rame aja sama ocehannya.

__ADS_1


"apaan sih Niel... awas aja kamu ngajak aku lagi aku nggak mau.


"yee kan kannn... salah lagi aku.. becanda sayang. jawab Daniel singkat dan lupa jika ada Arin dengan polosnya memanggil ita dengan sebutan sayang.


"kalian sering seperti ini ya


"maksudnya Rin? tanyaku memotong pertanyaan arin


"ya suka rame sendiri, suka becanda... jawab Arin


"kok tanyamu gitu Rin.. kayak aku nggak pernah risuh sama kamu aja.. kan kita juga kayak gini


"iya Ta paham.. pikirku kalau sama cowok kamu jaim


"yahh Meitha mana kenal jaim... sama temenku yang baru kenal aja uda kayak kenal dari dulu. makanya jarang kuajak nongkrong takut dia diculik


"apaan diculikkk??y uda gede gini masak diculik..


"perasaannya sayanggg bukan kamunya hehe


akhirnya keheningan yang sempat mencekam memudar dan mereka saling ledek satu sama lain. Ita merasa lega dan senang karna semua mulai membaik.


Semoga nanti dan seterusnya aku dan Arin sudah tidak ada rasa yang mengusik diantara kita. Aku berharap suatu saat Arin bisa menerima semua keadaan ini dan tak ada lagi perselisihan diantara kita kembali.


tampak senyuman yang menghiasi wajah Arin. tapi entah senyumnya lain tapi ahhh aku mikir apa sih... sudah bagus aku dan Arin bisa tertawa bersama lagii kenapa selalu berfikir yang tidak tidak sih. ayolah Ta berdamailah dengan akal pikiranmu jangan curiga dan buruk sangka lagii... buang semua pikiran jelekmu ta... ingatlahh bahwa kamu dan arin akan baik baik saja dan tak kan ada masalah lagii..


badai memang pasti berlalu dan akan ada pelangi yang indah setelah hujan menyapa. Namun pelangi itu bukanlah kebahagiaan yang kau rasa ... karna pelangi selalu hadir sesaat setelah kita mulai mengaguminya. setelah kita tersepona oleh indahnya ia menghialng entah kemana dan datangnya tak lagi bisa dipastiakn ...

__ADS_1


indah memangg namun dia cepat sirna...


__ADS_2