Antara Aku Kamu Dan Dia

Antara Aku Kamu Dan Dia
Ancaman Arin


__ADS_3

Aku masih menyembunyikan perasaan tak karuanku dan juga pesan dari Arin yang masih aku rahasiakan dari Daniel. Ya walau ku yakin Daniel sudah mampu untuk menebak bahwa tangisku karna hubungan ku dan dirinya diantara persahabatanku sendiri. Daniel selalu bisa menerka apa yang kurasakan tanpa aku menceritakannya, dia begitu peka, dia begitu mengertiku, dan hal ini yang semakin membuatku berat tuk melepaskannya untuk Arin. Aku takut Arin semakin nekat, aku takut karana aku kenal Arin dia yang sangat egois jika menginginkan sesuatu hal yang harus menjadi miliknya. ahh rasanya aku sedang berada pada tempat yang keliru. aku tak tau dan tak bisa lagi berfikir jernih. Haruskah aku mengalah pada Arin... ah tidak aku tak mungkin melepaskan Daniel untuknya. Aku tak kan rela dengan hal itu. tapii... bisa apa aku jika benar benar Arin sudah berulah. Aku bingung sekali, tak mungkin aku terus terang akan pesan itu pada Daniel. Tapi bisa apa aku...


ahhhhhh..... kenapa semua harus terjadi... kenapa....


apa salahku,, apa aku tak boleh bahagia Tuhan.. kenapa semua kisahku selalu begini... kenapa aku tak bisa benar benar merasakan bahagia yang sangat... kenapa bahagia ku selalu penuh rintangan, kenapa semua berujung seperti ini... Dari dulu... dulu sekali... aku selalu merelakan rasaku untuk kebahagiaan orang orang yang kusayangi. apa kali ini harus terulang kembali disaat aku benar benar sudah merasakan apa itu cinta dan kasih sayang dari Daniel.


Andai aku bisa memutar waktu dan aku bisa mengatur alur cerita yang akan terjadi pasti tak kan kubiarkan semua ini terjadi Tak mungkin ku relakan semua kebahagiaanku menjadi tangis karna ulahku sendiri.


Bodoh... ya aku sangat bodoh begitu bodohnya aku memilih menyakiti diri sendiri tanpa sebuah perlawanan yang berarti. Seolah menganggap rasa ini tak ada artinya, seolah rasa ini akan sirna begitu saja. Bodohnya aku sangat bodoh...


aku hanya mampu berharap entah dimana harapan itu akan membawaku sampai kemana.. namun semua orang pasti ingin harapan yang baik bukan...? begitu pula denganku. Harapan akan kebersamaan dengan Daniel yang tak kan terpisahkan.


Hari ini kurasakan langkah yang begitu berat. Berat akan pemikiran dan kekawatiranku sendiri.


**ta.. aku benar benar mencintai daniel.


jangan biarkan aku tersiksa dengan rasa yang tak pernah kurasakan sebelumnya

__ADS_1


maaf ta tapi aku tak pernah merasakan rasa begitu dalam seperti ini pada lawan jenisku**


pesan Arin yang setiap hari selalu menghantuiku. Memang aku tak merespon pesan itu namun setiap hari selalu seperti itu yang dia kirimkan padaku. lantas bagaimanakah aku bisa damai dengan rasa dan pikiranku ini... apa aku bisa...


hemmm Ini salah satu cara Arin tuk menerrorku sepertinya.. dengan begitu dia berharap aku melepaskan Daniel. begitu rupanya... iya ini mungkin taktiknya untuk membuatku terkecoh.. atau apa... apa dia benar benar jujur dengan apa yang dia katakan. Aku memang tak pernah melihat dia mengirimkan pesan berulang yang pada intinya isi pesan itu sama. apa dia benar benar jujur.. apa dia benar benar sudah sangat memiliki rasa untuk Daniel. Tapi harusnya dia tau bahwa aku dan daniel saling menyayangi. dan kita sudah ada hubungan lebih dari teman. apa iya aku harus melepaskannya...


ini bukanlah hal yang mudah bagi ku... ini sama halnya maju jurang mundurpun jurang. tak ada pilihah selain berdiam. Namun jika berdiam saja satu memaksa jatuh satu menyuruh jatuh... bingungkan.. ya begitulah.. penuh dengan misteri.. entah kapan berakhirnya semua ini. aku tak paham aku tak tahu. ahhh sudahlahh bisa apa aku ini.. sabarlah. ... sabar ta semua akan baik baik saja.


mengikuti arus yang bagaima lagi ... semua serba salah dan keliru. tak ada pilihan yang kiranya tepat. Hanya mampu berandai andai dan berharap tak kan ada bencana datang.


Jujur saja sebenarnya aku risih dengan pesan yang Arin kirimkan secara berulang, rasanya ingin sekali ku gampar tapi dia sahabatku, kita sudah lama bersahabat dan aku tak mau persahabatan ini hancur hanya karna urusan laki laki. Disini aku tak bisa berfikir jernih dan tenang rasanya aku tak karuan. Semua sudah terlanjur terjadi mau tidak mau ini sebuah resiko dan aku harus menghadapi semuanya.


klunting... bunyi ponsel ku berdering tanda notif sebuah pesan, kuharap Daniel yang mengirimkan pesan. Karna dia adalah mood booster buat ku...


**ta..bagaimana dengan keputusan yang akan kau ambil? aku ini sahabat mu sahabat yang selalu ada untukmu, hanya kali ini aku ingin kamu melepaskan Dia untukku. aku benar benar sudah terlanjur memiliki rasa yang sangat besar.


apa kamu tak mau merelakannya untukku? apa kamu tak ingat apa yang sudah kulakukan untuk mu?

__ADS_1


beginikah caramu membalas semua yang telah aku lakukan untukmu ta**?


arggg siall ternyata Arin. Apa apaan sih dia... selalu mengirimkan pesan yang menyudutkan saja, rasanya semakin membuatku naik pitam. Kenapa pula dia bilang seperti itu, apa dia tidak ikhlas selama ini membantuku yang selalu dia bilang saudaranya sendiri.. apa dia minta imbalan dari segala yang telah dia perbuat??


aku sudah cukup diam untuk pesan pesan berulangmu Rin.. please jangan buat aku semakin merasa emosi dan tidak terima.. selama ini aku juga pernah berkorban untukmu. aku juga pernah melepaskan orang yang aku sayang untukmu dan malah membantumu untuk dekat dengannya kenapa kali ini kamu minta lagii... setiap kamu pinta aku selalu mengalah bahkan tentang rasaku sendiri yang sering kuabaikan hanya untuk mu.. andai kamu ingat semuanya.. apa kamu benar benar lupa atau aku harus mengingatkanmu...


Maaf Rin... untuk kali ini aku tidak bisa melepaskan Daniel untukmu, aku sangat menyayanginya. balasku singkat saja aku malas jika telalu menjelaskan atau bertele tele toh dia tak akan paham dengan semuanya.


oh jadi gini kamu denganku. Gini ya kamu sahabat sendiri. tak ku kira Ta kamu seegois ini dengan ku.. setelah apa yang pernah kulakukan untukmu.


sudah kuduga balasan darinya pasti tak mengenakkan hati ini. ahhh malas sekali jika aku meladeninya tak kan ada habisnya.


**ingat ya Ta.. aku tak kan tinggal diam.. apa yang ku mau pasti aku dapatkan dengan cara apapun itu aku pasti bisa miliki Daniel.


aku tidak main main kali ini.. tunggu saja tanggal mainnya. kamu yang akan menyesalinya dan kamu yang akan menangis**.


sial...dia malah mengancamku.. oh Tuhan harus apakah aku . aku yakin kali ini dia amat serius dengan apa yang ia inginkan, aku tau dia adalah orang yang sangat berambisi tinggi dan sangat egois.. selalu melakukan apapun maunya dengan cara licik dan kotornya..

__ADS_1


aku tak tahu harus seperti apa lagi... aku benar benar takut jika hal buruk terjadi...


__ADS_2