Arabella Dan Sistem Kecantikan

Arabella Dan Sistem Kecantikan
Lelaki Playboy


__ADS_3

Ketika sampai di rumah sewanya, Arabella masuk ke dalam kamarnya dan merebahkan dirinya ke atas kasur.


"Queen System, apa menurutmu cukup bagus aku melakukan pekerjaan sampingan?", itu lah pertanyaan yang pertama kali Arabella keluarkan sesaat setelah merebahkan diri.


[ Ding! ]


Muncul jawaban notifikasi dari Queen System.


[ Tentu nona ]


[ Apa anda baru saja mencari pekerjaan sampingan? ]


"Hm.. sebenarnya aku sudah diterima sebagai pelayan restoran itu sejak semalam, hihi"


[ Baiklah, nona ]


[ Lakukan pekerjaan sampingan, tapi anda tetap tidak boleh melupakan misi terakhir anda, yaitu mendekati Andrew ]


Arabella bangkit dan termangu sejenak di atas kasurnya. Ia bahkan bertemu dengan lelaki itu sepuluh menit lalu, di restoran. Tapi entah kenapa ketika melihat lelaki itu, Arabella seakan lupa dengan tugas dari Queen System. Keseganan nya terhadap lelaki itu membuat otaknya refleks melupakan tugas dari tuan sistemnya.


Arabella sebenarnya juga bingung padanya dirinya sendiri. Ia tidak mengerti dirinya itu sebenarnya segan, atau takut dengan lelaki itu.


Hm..., Arabella bergumam. Kalau di fikir fikir, yang dirasakan Arabella sebenarnya, adalah rasa segan. Ia segan untuk mendekati lelaki seperti Andrew Darian, karena lelaki itu berasal dari keluarga kaya raya, pewaris CEO pula.


Arabella lebih tertarik mengejar lelaki sederhana, tampan dan menggemaskan. Richard contohnya.


"Eh? Kenapa aku malah teringat dengan kak Richard? Astaga, pergi jauh jauh! Pergi jauh jauh!", ujar Arabella seorang diri sambil menepuk nepuk kepalanya sendiri. Kalau ada orang tak dikenal yang melewati kamar Arabella, pasti orang itu akan berfikir bahwa Arabella adalah orang gila karena menepuk nepuk kepala sendiri.


"Tuan sistem, aku tidak menyukai lelaki itu, jadi harus bagaimana?", tanya Arabella dengan wajah memelas. Ia mengerucutkan bibirnya.


Seandainya tuan sistem itu melihat wajahnya dalam keadaan seperti itu, tuan sistem itu tentu akan merasa gemas.


[ Ini adalah misi dari kami, nona. Tidak ada hubungan apakah anda menyukai lelaki itu atau tidak ]


Arabella yang mendengar itu membulatkan matanya.


Eh? Kau yang menyuruhku untuk mendekati lelaki itu kan? Masa kau tak fikirkan perasaan ku?, tanya Arabella dalam hati dengan kesal.


[ Anda tau kan, kalau anda memilih untuk tidak mengerjakan tugas itu, kami akan menarik semua hadiah yang pernah kami berikan kepada anda ]


Arabella membulatkan matanya lagi untuk kedua kalinya, "Wah, kalau misalnya aku berhasil mendapatkan hati lelaki itu, apa aku harus berpacaran dengannya?", tanya Arabella.

__ADS_1


[ Jangan hanya berpacaran, tapi menikahlah dengannya ]


"Uhuk! Uhuk!", Arabella langsung terbatuk batuk keras, seakan akan berusaha tersedak biji durian ke dalam kerongkongan nya.


"Wah, tuan sistem, kau bukan hanya menentukan misi untuk membuatku glow up, tapi kau juga ingin menentukan jodohku. Apa kau ini sebenarnya dewa langit?"


[ Nona, jika kami adalah dewa di langit, kami tentu tidak akan bisa memantaumu, bukan? ]


Arabella mengangguk angguk kan kepala, "Benar juga yah.. tapi, kalian pasti punya banyak asisten yang bisa diturunkan ke bumi kan?", Arabella mulai bicara seakan akan dunia tempat dia bernafas adalah dunia perdewaan.


"Halo.. tuan sistem?", tanya Arabella sambil menatap ke seluruh langit langit kamarnya.


[ Ding! ]


[ Kami ingin meluncurkan sebuah misi sederhana untuk anda ]


"Eh.. kok kamu mengubah topik, sih?", tanya Arabella.


[ Misi nya adalah, melakukan olahraga dan diet. Untuk misi olahraga, anda dapat melakukan olahraga dimanapun, termasuk gym. Olahraga yang dilakukan adalah untuk menguruskan badan ]


Arabella mengernyitkan keningnya, "Kalau ke gym, artinya itu menghabiskan uangku"


[ Tetap ingat nona, semua uang yang anda keluarkan untuk menjalankan misi akan kami ganti sebanyak 10 kali lipat ]


*


Keesokan harinya, pukul 07.30 pagi..


Andrew baru saja selesai rapat dengan rekan rekan kerjanya. Saat ini ia tengah berjalan keluar dari ruang rapat nya untuk segera pulang. Tapi baru saja ia keluar dari ruangan itu, ada tiga orang wanita cantik yang langsung menghampiri nya. Andrew mengenal ketiga wanita single itu, mereka adalah klien teman kantornya.


"Hai, tuan. Apakah anda mengingat saya?", tanya salah seorang wanita cantik itu . Andrew mengangguk walaupun ia lupa nama ketiga wanita tersebut.


"Iya, aku ingat", jawab Andrew yang membuat wanita itu tersipu malu.


"Oh, maaf tuan. Rapat anda sudah selesai kan? Bagaimana kalau kita pergi ke cafe bersama? Saya juga akan ajak rekan kerja anda yang lain", ujar salah seorang wanita yang lain. Andrew menggeleng.


"Maaf, aku sedang tidak berminat untuk ke cafe saat ini. Aku sedang ingin pergi ke suatu tempat ", jawab Andrew sambil melewati ketiga perempuan cantik itu. Tapi salah seorang wanita itu mengejar Andrew.


"Mau kemana tuan?", tanya wanita berambut lurus panjang itu.


"Hm.. sebenarnya saya berniat untuk pergi ke gym. Saya perlu ke gym hari ini karena besok saya akan lembur ", jawab Andrew.

__ADS_1


"Ng.. boleh saya dan teman teman saya ikut?", tanya wanita cantik berambut lurus panjang itu. Kedua wanita cantik yang tadi bersamanya pun ikut menghampiri nya.


"Hm.. boleh"


Ketiga wanita cantik itu spontan tersipu malu. Malah salah seorang dari mereka langsung memeluk lengan Andrew. Tapi Andrew langsung menepis tangan itu dengan cepat.


"Tuan, memangnya kenapa?", tanya wanita ber dress kuning dengan wajah cemberut, wanita yang barusan memeluk lengan Andrew tadi.


"Kau sangat tidak sopan memperlakukan hal tak senonoh itu kepada atasanmu", jawab Andrew dengan raut wajah kesal. Perempuan itu pun langsung membisu.


Andrew menatap ke arah dua perempuan yang lain, "Jika kalian memang ingin ikut ke gym, kita bisa pergi bersama, tapi dengan catatan tidak melakukan hal tak senonoh tadi"


Kedua perempuan yang ditatapnya, juga perempuan ber dress kuning tadi mengangguk pelan, "Baiklah tuan"


*


Pukul 08.00..


Arabella baru saja sampai di sebuah gym besar yang tak jauh dari rumahnya. Sebelumnya, ia pergi ke ATM dulu untuk mengambil uangnya. Ia pergi ke gym dengan bersenandung ria. Entah kenapa rasanya senang kali bisa memegang banyak uang. Rasanya ia ingin sekali menghabiskan uangnya cepat cepat karena nanti ujungnya juga akan diganti berkali kali lipat oleh Queen System.


Sesampainya di sebuah gym yang bernama Sailor Gym, ia segera masuk dan memilih milih tempat.


"Hm.. olahraga untuk orang diet apa ya?", gumamnya sambil melihat lihat ke berbagai deretan alat olahraga.


"Kalau olahraga tinju bagus juga kan untuk mengecilkan lemak tangan?", tanyanya seorang diri sambil melihat ke arah beberapa lelaki penuh otot yang tengah berlatih tinju.


"Malas deh, isinya lelaki semua", lanjutnya.


Ia lalu mencari cari ke deretan lain.


"Hm.. angkat besi sepertinya lebih bagus untuk mengecilkan lemak di lengan", gumam Arabella polos sambil mencari area tempat untuk angkat besi.


Tapi baru saja Arabella memasuki ruangan angkat besi, matanya langsung tertuju kepada seorang lekaki yang dikenalnya . Arabella membulatkan mata melihatnya.


Itu tuan Andrew, gumam Arabella dalam hati.


Andrew pun juga ikut membulatkan matanya melihat kemunculan gadis itu. Tapi yang membuat Arabella terkejut bukan karena apa, melainkan karena lelaki itu tengah memakai kaus oblong , sambil mengangkat barbel dan dikelilingi oleh tiga wanita cantik dan seksi.


Hm.. lelaki ini play boy juga, batin Arabella.


Ketika melihat Arabella, Andrew menjatuhkan barbel yang ia pegang. Ketiga wanita cantik itu pun langsung menoleh ke arah kemana Andrew melihat.

__ADS_1


"Lelaki Playboy", gumam Arabella pelan, lalu pergi dari sana.


__ADS_2