Arabella Dan Sistem Kecantikan

Arabella Dan Sistem Kecantikan
Mengajak Makan Bersama


__ADS_3

Ketika sampai di kampus, wanita yang duduk di belakang Arabella, tepatnya Rachel, kembali menanyakan hal yang dipertanyakan nya kemarin.


"Arabella, kau sudah menanyakannya pada Nael?", tanys gadis itu yang membuat Arabella mengernyit heran.


"Tentang.."


"Tentang wanita yang disukainya, tentu saja"


Arabella menepuk dahinya karena ia benar benar lupa dengan hal tersebut. Lagi pula, lelaki dingin itu selalu sibuk dengan tugasnya, Arabella tentu segan jika bertanya tentang hal seperti itu.


"Belum. Ng.. maaf ya?"


"Huh! Ini sudah kedua kalinya kau lupa!", pekik Rachel kesal.


"Iya, aku minta maaf. Lagipula, Nael selalu sibuk akhir akhir ini", ujar Arabella.


"Eh? Kau tau dia sibuk dari mana? Kau menguntitnya kah?", tanya Rachel yang membuat Arabella langsung menutup mulutnya.


"Bukan, bukan seperti itu. Maksudku..  aku sudah tidak melihatnya agak lama. Jadi aku fikir.. dia sibuk"


"Kau tanyakan dari chat saja", usul Rachel.


"Kenapa tidak kau saja yang menanyakannya?"


"Arabella!! Tolonglah!! Dia tak mengenalku, tentu saja aku segan", pekik gadis itu.


"Aku juga segan", Arabella menjeda, "Menurutku, butuh waktu lebih lama untuk menanyakan semua itu"


*


Ketika pulang dari kampus, seperti biasa, Andrew langsung menjemput gadis itu di area parkir. Setelah Arabella memasuki mobil, Andrew melajukan mobilnya dan mereka berdua terdiam selama beberapa menit.

__ADS_1


"Kalau kau kuajak makan malam di restoran, apa kau mau?", tanya Andrew tiba tiba. Arabella menoleh sambil mengerjapkan mata.


Itu baru pertama kalinya ia dengar ajakan makan malam dari mulut lelaki itu.


"Hm.. maaf, Tuan, sebenarnya.. aku takut kalau pergi malam malam dengan laki laki yang tak kukenal", ujar Arabella jujur.


"Eh? Memangnya kau tak mengenalku?", tanya Andrew.


"Bukan begitu, maksudku.. aku hanya ingin jaga jaga diri saja", ujar Arabella.


"Nah, kau dengan lelaki detektif itu bagaimana pula? Waktu itu kau bahkan mau diajak pergi berdua di mobilnya, padahal kau baru mengenal lelaki itu kan?", tanya Andrew.


"Itu siang hari tuan, beda suasananya ", jawab Arabella. Andrew menepuk dahi.


"Kau fikir di saat siang hari dia tak bisa menculikmu?"


"Ng.. aku rasa.."


"Aku rasa.. Nael bukan orang jahat seperti itu."


"Kau baru mengenalnya saat itu, dari mana kau tau dia tidak berniat menculikmu? Bisa saja kan?", tanya Andrew lagi.


Arabella terdiam sejenak.


"Lagipula, lelaki itu detektif rahasia kan? Artinya, hampir tidak ada orang yang mengetahui identitas nya. Harusnya kau lebih percaya padaku, karena ayahku adalah orang yang sangat terkenal di kota ini, dan otomatis orang orang pun juga banyak mengenaliku."


"Tapi tuan.. aku hanya akan pergi dengan lelaki itu untuk bertugas, tidak pernah untuk yang lain", ujar Arabella jujur.


"Yeah, baiklah. Jadi jangan salahkan aku jika aku pergi bertugas dengan perempuan lain dalam satu mobil", balas Andrew. Arabella mengangguk.


Ah, lagipula dari dulu kau memang playboy, ujar Arabella dalam hati.

__ADS_1


Andrew menoleh ke Arabella sejenak, lalu kembali fokus menyetir.


"Jadi.. bagaimana? Kau mau atau tidak?", tanya lelaki itu.


"Tidak, tuan"


"Kalau makan siang? Hari ini?", tanya Andrew yang membuat Arabella tersedak.


"Ng.. aku.."


"Apa kau sedang ada tugas dari pihak kepolisian?", Andrew bertanya hal lain, padahal Arabella belum sempat menjawab.


"Tidak ada"


"Nah, jadi kita bisa makan bersama hari ini", simpul lelaki itu.


Kenapa tuan Andrew tiba tiba mengajakku makan siang bersama?, tanya Arabella dalam hati.


"Tuan.. kenapa kau tiba tiba mengajakku makan bersama?"


"Sebenarnya ayahku yang menyuruhnya. Dia menyuruhku untuk mengajakmu makan bersama sekali sekali", jawab Andrew jujur.


Pantas saja, ternyata dia disuruh, ujar Arabella dalam hati.


"Baiklah, Arabella, sekarang kau bisa pilih restoran mana yang ingin kau kunjungi. Kita akan langsung pergi kesitu"


Arabella terdiam sejenak, karena ia sendiri memang belum pernah ke restoran manapun yang ada di kota ini. Yang pernah ia kunjungi hanyalah sebuah cafe kecil, itupun ia hanya sekedar minum kopi saja, dan itupun dibayari oleh Rachel.


Karena Arabella hanya diam, Andrew pun membuka suara.


"Baiklah, kita akan pergi ke restoran termahal di New York ini", ucapnya santai.

__ADS_1


__ADS_2