Arabella Dan Sistem Kecantikan

Arabella Dan Sistem Kecantikan
Mengecek CCTV


__ADS_3

Kau takkan bisa menangkap ku! Permainan ku belum selesai! Kau lihat saja nanti!


Nael refleks meremas surat kecil itu sampai remuk.


"Nael.. kenapa kamu nampak marah?", tanya wanita parubaya itu. Wajahnya tampak khawatir.


"Tidak apa apa, nyonya. Terimakasih banyak atas suratnya", ujar Nael lalu segera beranjak pergi dari sana.


Nael lalu berlari cepat menuju mobilnya yang agak jauh dari tempat tadi. Ketika masuk ke dalam mobilnya, ia memutar balik arah dan melaju dengan kecepatan tinggi.


"Aku akan mendapatkan mu. Lihat saja nanti"


*


Esoknya, tepatnya pagi pukul 7, Arabella sudah selesai dari kamarnya untuk bersiap siap pergi ke kampus. Di halaman rumahnya, sudah terlihat mobil putih milik Andrew


Ketika Arabella memasuki mobil itu, ia merasa senang ketika melihat tak ada perempuan cantik lagi di dalam mobil. Andrew sepertinya sudah benar benar berubah. Tapi tobat mendadak lelaki playboy itu masih belum diketahui penyebabnya oleh Arabella.


"Arabella, kau masih ingat apa yang kukatakan semalam kan?", tanya lelaki itu tiba tiba sambil menyalakan mobil.


"Yang mana, tuan?"


"Tentang rencana pernikahan kita, tentu saja", ujar Andrew.


"Ng.. iya, ingat"


"Nah, bagaimana pendapatmu?", tanya lelaki itu.


Arabella diam sejenak. Masalah pernikahan nya dengan Andrew ada dua.


Yang pertama, ia takut Sophia masih muncul lagi. Karena yang ia tau, Andrew dan Sophia pernah saling mencintai, dan Sophia ialah teman masa kecil lelaki itu. Teman masa kecil tentunya akan susah terlupakan bukan? Arabella takut jika pernikahan dirinya dengan Andrew telah berjalan, tiba tiba Sophia kembali. Itu benar benar akan membuatnya kecewa.


Yang kedua, tentang dirinya yang harus lepas dari detektif. Arabella tidak mungkin akan melal nya. Karena itu sumber penghasilan terbesarnya. Walaupun toko kue nya semakin berkembang, tapi penghasilan nya menjadi detektif berkali kali lipat dari itu. Dan ditambah lagi dengan Arabella akan diberi hadiah besar oleh tuan sistem jika berhasil menyelesaikan misi detektif nya.


Tentunya Arabella tidak bisa meninggalkan dunia detektif nya. Rasanya akan sayang sekali.


"Arabella, bagaimana? Kau mau menikah denganku kan?", Andrew memecah lamunannya.


"Ng.. aku tidak bisa meninggalkan dunia detektif ", Arabella menundukkan kepalanya.


Andrew terlihat menghela nafas panjang.


"Baiklah, aku akan memberi mu waktu lagi untuk berfikir panjang", ujar lelaki itu.


"Oh ya, aku mau kita makan siang bersama nanti. Pulang dari kampus. Kita bisa pergi ke restoran mahal lain, kau pilih sesuka hatimu. Kau mau kan?", lanjut lelaki itu dengan nada santai.


Drrtt... Drrtt..


Arabella tidak sempat menjawab karena tiba tiba handphone nya berbunyi. Nael menelepon. Arabella segera mengangkat telepon itu.


"Halo?"

__ADS_1


"Arabella, pulang dari kampus aku ingin kau mengecek CCTV di area gerbang komlek rumah Vino. Kau bisa kan?", tanya Nael dari seberang sana.


"Oh, baiklah", ujar Arabella lalu menutup telepon.


"Itu siapa?", tanya Andrew tiba tiba.


"Ng.. temanku, tuan", jawab Arabella asal.


"Oh..", lelaki itu menjeda,"Jadi.. kau bisa makan siang bersama ku hari ini kan?", lelaki itu mengulang pertanyaan tadi.


"Maaf, tuan. Aku tadi dapat tugas dari pihak kepolisian", jawab Arabella.


Terlihat raut sedikit kecewa dari lelaki itu.


"Baiklah"


*


Ketika pulang dari kampus, Arabella langsung pergi ke halte untuk mencari Taxi. Dia sudah memberi pesan ke Andrew agar lelaki itu tak perlu menjemputnya ke kampus.


Saat di taxi, telepon nya dengan Nael sedang tersambung.


"Vilia sudah ada disana. Kalian berdua berpencar lah, cek semua CCTV yang ada di daerah situ", ujar Nael


"Baik"


Setelah perjalanan lima menit, Arabella sampai di depan gerbang komplek rumah Vino. Sudah ada seorang wanita berseragam putih berdiri di pinggir trotoar, yang dikenal Arabella ialah Vilia.


"Hai..", Arabella mencoba menyala wanita yang baru dikenalnya itu.


"Iya, saya"


"Baiklah, kita berpencar saja Arabella. Di depan sana ada kemudahan jalan. Aku ke arah kiri, kau ke arah kanan.", Ujar Vilia. Arabella mengangguk.


"Baiklah."


Setelah itu mereka berdua pun berpencar , melihat lihat CCTV sesuai dengan jalur yang telah ditentukan tadi.


Arabella pergi berjalan kaki untuk mencari toko atau bangunan di jalan itu yang memiliki CCTV. Arabella rasa, yang diberikan hanyalah mengecek satu cctv yang pertama kali ditemukan terlebih dahulu. Kalau di situ tidak terlihat sosok lelaki dengan motor ninja hitam itu melintas, artinya si lelaki itu tidak melewati jalan itu.


Arabella berhasil mendapatkan cctv dari sebuah ruko sederhana. Cctv yang berhadapan langsung dengan jalan. Ketika Arabella mencoba meminta izin untuk mengecek cctv disitu, ia tidak menemukan apapun. Dia tak melihat adanya sosok lelaki dengan motor ninja hitam melintasi jalan itu.


"Berarti lelaki itu melintas ke jalan sebelah kiri", ujar Arabella.


Arabella lalu kembali ke tempat awalnya. Dan ternyata, ketika Arabella sampai ke tempat awalnya, Vilia juga sudah kembali.


"Arabella, aku menemukan lelaki itu melintas, aku melihatnya di cctv", ujar Vilia. Arabella mengangguk.


"Iya, aku tidak menemukan motor ninja hitam melintas di jalan itu", ujar Arabella.


"Baiklah, sekarang, apa kita akan melanjutkan perjalanan kita mengejar lelaki itu?", tanya Vilia.

__ADS_1


Arabella berfikir sejenak.


Drrtt.. drtttt..


Tapi tiba tiba teleponnya berbunyi. Arabella segera mengeluarkan hp nya dari saku rok nya, dan melihat nama Nael disitu.


"Halo?", Arabella memulai percakapan.


"....", terdengar suara Nael yang samar samar.


Arabella tidak bisa mendengar suara lelaki itu, mungkin karena sinyal, dan di depan trotoar tempat mereka berdiri saat ini juga banyak kendaraan lewat. Jadi terdengar cukup berisik.


"Sebentar ya, disini suaranya kurang jelas", uajr Arabella pada Vilia.


Vilia mengangguk, lalu Arabella berjalan sejauh beberapa meter agar mendapatkan tempat yang lebih sepi.


"Halo, Nael?"


"Bagaimana hasilnya? Kalian menemukannya?", tanya Nael di seberang sana.


"Iya, motor ninja hitam itu mengarah ke jalan sebelah kiri", jawab Arabella.


"Oh, baiklah.", ujar Nael. Kau keduanya terdiam sesaat tanpa memutuskan sambungan telepon.


"Nael, apa kau sedang sibuk? Aku ingin bertanya sesuatu", ujar Arabella cepat.


Arabella tiba tiba teringat tentang pesan Rachel yang dipesankannya sejak cukup lama. Gadis itu ingin tau bagaimana sosok wanita yang disukai Nael.


"Tidak, aku sedang tidak sibuk. Aku sedang menunggu Chriss untuk datang kesini", jawab Nael.


Arabella berfikir sejenak. Otaknya juga perlu berfikir keras hanya untuk sekedar menanyakan hal ini. Padahal, pertanyaan ini bukan darinya, tapi dari Rachel, yang diperantarai olehnya. Tapi entah kenapa jantungnya berdegup saat hendak menanyakan itu.


"Nael.. seperti apa karakter wanita yang kau sukai?", tanya Arabella cepat.


"Ha?"


"Eh?", Arabella refleks menoleh ke arah Vilia yang tiba tiba sudah disampingnya.


Arabella pun refleks menutup telepon.


"Astaga, Vilia", ujar Arabella kesal.


"Oh, maaf, Arabella. Aku tadi hanya ingin menanyakan padamu tentang cctv tadi. Aku tak sengaja mendengarnya, sungguh", ujar Vilia.


"Baiklah, tidak apa apa. Lagipula pertanyaan itu bukan dari ku", ujar Arabella. Vilia mengernyitkan dahi heran.


"Jadi dari siapa?"


"Temanku", jawab Arabella.


"Siapa namanya?", tanya Vilia.

__ADS_1


"Eh? Kenapa kau mau tau?", tanya Arabella sambil tertawa kecil.


"Haha, baiklah, lupakan saja. Mari kita lanjutkan pencarian"


__ADS_2