
Paginya, Arabella benar benar sudah bersiap siap untuk untuk pergi ke kampus dengan jam yang ditentukan oleh nomor tak dikenal itu semalam.
Pukul 06.40, Arabella sudah selesai dan keluar dari rumah kosnya. Ia juga sudah mengechat Andrew agar tak menjemputnya pagi itu. Karena pada pukul itu terlalu cepat, sementara di rumah sakit Andrew, orang orang datang pukul 8.
Arabella pun pergi naik taxi. Sesampainya di kampusnya, ia melihat kampus yang masih terlihat kosong. Setelah ia mencoba memasuki gerbang, ternyata tidak kosong sepenuhnya, sudah ada satpam penjaga gerbang dan beberapa mahasiswa. Tapi sebagian pintu kelas masih tertutup.
Hawa dingin begitu terasa saat memasuki gerbang kampus. Entah kenapa, padahal saat ini cuaca tidak mendung atau sedang hujan. Mungkin karena Arabella teringat dengan pesan pesan dari nomor tak dikenal itu.
Setelah memasuki gerbang kampus, Arabella terdiam. Si nomor tak dikenal itu tidak memberi tau tempat yang lebih detail untuk Arabella datangi. Ia hanya menyuruh Arabella untuk datang cepat ke kampus.
Arabella kemudian berjalan perlahan menuju kelasnya yang ada di lantai dua. Tiba tiba..
"Tolong!! Ada mayat disini!!"
Arabella membulatkan mata terkejut. Terdengar seorang mahasiswi berteriak di depan pintu kelas yang baru terbuka.
Teriakannya begitu keras hingga petugas penjaga gerbang menoleh dan segera berlari ke arahnya. Beberapa mahasiswa lain dan para dosen yang mendengar teriakannya pun ikut berlari kesana.
Arabella spontan ikut berlari melihat kerumunan. Tapi sebelum Arabella sempat memasuki area kelas itu, petugas penjaga gerbang menghalanginya. Beberapa petugas penjaga gerbang yang lain juga menghalangi para mahasiswa lain agar tidak memasuki kelas tersebut.
__ADS_1
Arabella mundur perlahan menjauhi kelas itu. Tapi Arabella rasanya tidak puas kalau belum melihat mayat yang dimaksud gadis tadi. Arabella berusaha berjinjit untuk dapat melihat sosok mayat yang ada didalam kelas, tapi tidak bisa.
"Astaga..", gumam Arabella seorang diri, ia teringat kembali dengan pesan dari nomor tak dikenal itu, "Apa ini maksudnya kejutan itu?"
Arabella melangkah pergi dari kerumunan karena ia tidak berhasil menembus kerumunan itu. Walaupun belum melihat mayatnya sama sekali, tapi Arabella yakin bahwa kondisi si mayat sangat mengerikan. Karena wajah si gadis yang berteriak tadi terlihat ketakutan dan seperti hendak menangis, begitu juga para dosen perempuan yang tak sengaja melihat mayat itu, langsung berteriak histeris.
Kalau kematian itu ialah kejutannya, pasti ada jejak dari si pembunuh itu, atau mungkin clue?, tanya Arabella dalam hati.
Fokus Arabella tiba tiba beralih ke arah sesuatu. Tong sampah.
Arabella pelan pelan berjalan menuju tong sampah yang tak jauh dari kelas tersebut. Ia berniat untuk mencari sesuatu, siapa tau ada sebuah jejak seperti sarung tangan, pisau, atau pun.. sebuah clue.
"Surat?"
Arabella membulatkan mata ketika melihat sebuah surat kecil yang masih rapi. Arabella segera mengambil surat kecil yang dilipat dua itu.
"Hei! Kau sedang apa?"
Arabella refleks menaruh surat itu cepat cepat ke dalam saku bajunya ketika mendengar suara seseorang dari belakang.
__ADS_1
Arabella berbalik, dan melihat seorang mahasiswa lelaki berjalan ke arahnya dengan tatapan intens.
"Kau sedang mencari apa di tong sampah itu?", tanya lelaki rambut gondrong itu. Arabella melirik name tag nya sekilas. Bram William, namanya.
"Ng.. tadi aku sedang mencari.. pelastik atau botol bekas", jawab Arabella. Lelaki itu masih menatapnya intens, lalu kemudian mengangguk angguk dan membentuk huruf o di mulutnya.
"Oo..", ujarnya pendek.
Arabella memasang senyum kecil, lalu segera berjalan pergi dari hadapannya.
Arabella segera pergi ke toilet agar ia bisa membaca surat itu tanpa ditanyai orang orang. Ketika sampai di toilet wanita yang kebetulan sedang kosong, Arabella membuka surat itu.
Lelaki itu pantas mendapatkannya!
Itu lah isi surat singkat tersebut. Tulisan tegak bersambung, yang Arabella tau ialah tulisan si pembunuh pada kasus yang dilihatnya akhir akhir ini.
"Ini saja?", tanya Arabella pelan.
Lalu ia mencoba membalik balik surat itu, mana tau ada tulisan lain. Nyatanya tidak ada. Surat itu bersih sekali, dan hanya ada tulisan singkat itu diatasnya.
__ADS_1
"Aku harus menemukan jejak lain. Pasti ada jejak yang lain"