Arabella Dan Sistem Kecantikan

Arabella Dan Sistem Kecantikan
Panggilan Mendadak


__ADS_3

Andrew baru saja sampai di sebuah restoran mewah, salah satu cabang restoran miliknya. Seperti biasa, restoran itu tampak ramai pengunjung. Tapi kedatangan lelaki itu kesana bukan untuk melihat bagaimana keadaan restoran miliknya itu, melainkan untuk mencari sosok seorang gadis yang bekerja di sana.


Arabella.


Setelah keluar dari pintu mobil, lelaki itu segera menuju pintu masuk restoran.


Ketika memasuki ruangan utama, pandangan semua orang di ruangan, terutama para wanita, langsung tertuju dan terpana ke arahnya. Selain terpana karena ketampanannya, orang orang juga tentu terpesona karena ia adalah anak sang CEO terkaya di kota mereka.


Tapi Andrew sudah biasa dengan tatapan itu, jadi ia mengabaikannya.


Lelaki itu berjalan menuju dapur restoran, tempat dimana para pelayan dan koki menyajikan makanan.


Brak !


"Dimana Arabella?!", Andrew berucap dengan nada tinggi, membuat pandangan semua orang di situ langsung tertuju ke arahnya.


"E-eh.. tuan muda.. ", salah seorang pelayan langsung menundukkan kepala hormat.


"Ck, aku bukan meminta hormat mu. Aku bertanya tentang Arabella, gadis gemuk yang menjadi pelayan disini "


"Ng.. Arabella.. oh, d-dia baru saja pindah tuan..", jawab salah seorang pelayan dengan tergagap.


"Kemana?"


"Ng.. maaf, tuan. Kami tidak tau"


Jawaban itu membuat tangan Andrew terkepal. Ia mulai tak dapat mengendalikan kemarahannya.


"Permisi.."


Tiba tiba terdengar suara seorang lelaki dari jendela dapur.


"Saya mencari perempuan bernama Arabella Cathan yang bekerja disini", ujar lelaki tak dikenal itu.


Andrew menoleh sejenak. Lelaki itu tampak sedikit lebih muda darinya. Lelaki itu tampan, harus diakui, dan kalau dilihat lihat memang seperti seumuran dengan Arabella.


Tapi yang menarik perhatian Andrew adalah, ada setangkai bunga mawar merah di tangan nya.


Jangan bilang lelaki itu pacarnya, batin Andrew dalam hati.


"Oh.. dia pindah? Baiklah nona, terimakasih", lelaki itu berbalik badan dan berjalan pergi.


Andrew mengikutinya hingga sampai di depan pintu restoran, "Hei.."


Lelaki muda itu menoleh, dan langsung menyembunyikan bunga mawar yang dipegangnya tadi ke belakang punggungnya.


Eh? Lelaki berjas ini yang tadi memanggilku?


"Ya, tuan?"


Andrew berjalan mendekat, "Kau kenal Arabella Cathan?"


"Ya, saya mengenalnya"

__ADS_1


Andrew mengangguk angguk, "Kamu pacarnya?", tanya Andrew blak blakan.


Lelaki ini siapa sih? Kenapa tiba tiba menanyakan hal itu?


"Bukan, tuan"


"Apa hubungan mu dengan gadis itu?"


"Ng.. kami satu kampus"


"Satu kelas?"


"Tidak.."


"Kau juga sedang mencari tempat kerja baru gadis itu?"


Eh.. pria ini kenapa bertanya terus?


"Hm.. sebenarnya begitu"


"Oke, terimakasih", Andrew berjalan menuju mobilnya.


Kembali menuju ke mobilnya, ia menutup pintu mobil dengan keras, membuat Handry yang di sampingnya sedikit terheran dengan kemarahan tuan mudanya.


"Tuan.. anda baik baik saja?", tanya Handry pelan.


Andrew menyalakan mobilnya, ia diam selama beberapa saat.


Handry menyerapi kata kata tuan mudanya itu dengan baik. Tapi dalam hatinya ia sedikit merinding, karena pertama kalinya ia melihat tuan mudanya membanting pintu mobil.


"Apa ada yang bisa saya bantu, tuan?", Handry menawarkan bantuan.


"Perintah kan para bodyguard ku untuk mencari tempat kerja barunya!"


*


Arabella baru saja pulang dari restoran baru tempat ia bekerja. Ia melirik ke arah jam dinding. Pukul 4 sore.


"Huam... aku mengantuk"


Gadis itu berjalan menuju kamarnya. Sekilas ia melihat ibunya tengah memasak di dapur dengan tenang.


Ia berjalan lesu ke kamarnya karena ia tengah merasa sangat lelah. Setelah menaruh tasnya, ia langsung melemparkan tubuhnya ke atas tempat tidur.


[ Ding! ]


[ Nona, kenapa anda pindah kerja?! ]


Arabella sontak langsung terbangun. Queen System baru saja menegurnya.


"Tuan sistem, kau tau dari mana sih?", tanya Arabella bingung.


Ia heran bagaimana tuan sistem digital nya itu bisa mengetahui hampir setiap gerak geriknya. Bukan hanya kabar dia pindah pekerjaan semalam, tapi saat Arabella menolak panggilan dari tuan Andrew pun tuan sistem itu mengetahuinya.

__ADS_1


Ah, aku tanya begitu pun tuan sistem takkan menjawabnya.


[ Nona, sebaiknya kau kembali ke restoran sebelumnya tempat anda bekerja! ]


"Eh? Kenapa kau yang mengatur pekerjaan ku, tuan sistem? Bukankah kau hanya sebuah sistem kecantikan?"


[ Karena di restoran itu anda bisa lebih dekat dengan tuan Andrew Darian ]


Arabella bergumam, "Hm.. benar juga yah. Om itu pasti tak tau restoran baru tempatku bekerja"


Eh, tapi aku ke restoran itu bukan untuk bertemu dengan lelaki itu, tau! , omel Arabella dalam hati.


"Oh ya, tuan sistem, bagaimana jika -"


"Arabella, ibu baru saja membuat pancake!!"


Arabella mendengar suara ibunya dari luar kamar. Mendengar kata pancake, salah satu cemilan kesukaannya, Arabella langsung melesat keluar dari kamarnya.


"Siap maa!!", Arabella keluar kamar dan langsung menuju dapur, meninggalkan tuan sistem yang masih ingin berbicara dengannya.


Setelah selesai mengambil pancake nya, ia duduk santai di sofa sambil membuka tv.


Drrtt... drtttt..


Tiba tiba terdengar suara dering handphone dari dalam kamarnya.


"Ck, siapa lagi itu yang menelepon?", tanya Arabella kesal karena merasa ada yang menganggu waktu istirahat nya. Lalu dengan malas ia beranjak menuju kamarnya.


Setelahnya ia membawa handphone nya itu ke ruang tv. Di ruang tv yang menyala cukup keras itu lah dia menjawab telepon.


"Halo?"


"Halo?", terdengar jawaban dari seorang lelaki yang Arabella kenal.


"E-eh.. kak Nael, ada apa kak?"


"Kau mendapat panggilan dari kepala polisi. Ada tugas wawancara"


Arabella agak gelagapan, "Sekarang kak?"


"Ya, sekarang"


Arabella beralih menatap ke arah pancake nya dengan wajah kasian, seakan akan ia adalah seorang ibu yang tak rela meninggalkan anaknya.


"Baiklah kak"


Tuut..


Arabella menutup telepon, lalu menghela nafas pasrah.


Pancake yang ada di depannya masih panas, dan belum ia makan sedikitpun. Padahal ia sudah sangat ingin sekali memakan pancake itu, tapi ia sedang ada tugas mendadak.


"Mama.. Arabella pergi dulu, ada tugas mendadak!!", ujar Arabella dari ruang tv. Setelah mengambil tas di kamar nya dengan cepat, ia segera keluar dari rumahnya menuju kantor polisi yang ia tuju.

__ADS_1


__ADS_2