Arabella Dan Sistem Kecantikan

Arabella Dan Sistem Kecantikan
Menemukan Clue


__ADS_3

Ketika Arabella membuka matanya, ia langsung terbelalak melihat jarum jam sudah menunjukkan pukul 07.55!


"Hari ini ujian!"


Mengingat itu, ia langsung beranjak dari tempat tidurnya, pergi mandi, memakai seragam, dan pergi ke kampus tanpa sarapan karena memang sudah terlambat.


"Baguslah, hari ini tuan Andrew tidak menjemputmu", ujar Arabella seorang diri.


Sebenarnya ia bukan ingin mengatakan bahwa itu bagus. Ia sedang kesal sebenarnya.


Setelah menyiapkan tasnya, ia pun pergi keluar dari pintu rumah menuju halte pinggir jalan untuk mendapatkan Taxi.


Sesampainya di kampus, Arabella segera berlari menuju pintu gerbang. Pintu gerbang bahkan sudah hampir ditutup.


Arabella menyelipkan dirinya untuk memasuki celah sempit gerbang itu, kemudian berlari masuk.


"Oh, baiklah! Aku bahkan tak tahu dimana jadwalku ujian!", ujar Arabella. Ia lupa untuk melihat jadwal ujiannya di Mading semalam.


Ia melihat halaman kampus sudah kosong, para mahasiswa pasti sudah masuk ke kelas dan mengerjakan ujian.


Ia lalu segera melihat lihat ke mading pada setiap dinding kelas untuk melihat jadwal dirinya hari ini.


Setelah berkeliling keliling selama satu menit, akhirnya ia menemukan namanya di Mading sebuah kelas.


"Permisi, nyonya. Maaf, saya terlambat", ujar Arabella pada seorang dosen pengawas yang duduk di kursi depan kelas.


"Baiklah, nak. Segera masuk. Letakkan tas mu di depan situ ya", ujar wanita itu sambil menunjuk ke arah tumpukan tas yang ada didepan kelas.


Tumpukan tersebut benar benar asal asalan, banyak tas tertimpa timpa. Arabella pun ikut menaruh tas nya asal disitu, lalu segera menuju bangkunya untuk melaksanakan ujian.


*


Ketika waktu ujian hampir selesai, lebih tepatnya tersisa lima menit lagi, Arabella menjadi satu satunya mahasiswa yang masih mengerjakan ujian didalam kelas itu. Semua mahasiswa yang lain sudah keluar kelas.


"Baiklah..", Arabella menjeda kalimatnya sambil kembali memperhatikan jawaban jawaban yang ia pilih di komputer itu, "Sudah selesai"


Arabella kemudian mengambil tas nya didepan kelas, satu satunya tas yang tersisa disitu.


"Akhirnya selesai juga", ujarnya sambil menghembuskan nafas lega.


Setelah keluar kelas, ia tiba tiba dihampiri oleh Rachel yang berlari dari kejauhan.

__ADS_1


"Arabella, kau di panggil ke ruang BK"


Arabella langsung mengern dahi heran.


"Ng.. untuk apa?"


"Kata mereka untuk introgasi tentang kejadian semalam. Semalam kau termasuk mahasiswa yang datang paling cepat", jawab Rachel.


Arabella menghela nafas panjang, lalu segera berjalan menuju ruang BK.


Ketika sampai di ruang BK, ia menemukan seseorang yang ia kenal juga kena intrupsi dari guru BK. Angel.


"Angel, semalam kau datang cepat juga?", tanya Arabella pada gadis itu.


"Iya"


"Kau sempat melihat... jasadnya?"


"Iya. Benar benar mengerikan!", jawab Angel dengan mata membulat.


Arabella melirik ke arah mahasiswa lain juga dipanggil untuk di interogasi. Ada satu orang perempuan, satu orang lelaki.


Setelah di introgasi, ternyata satu orang perempuan itu ialah sosok yang pertama kali menemukan jasad dan berteriak. Kemudian si lelaki itu, Arabella ingat bahwa dia juga sempat memasuki kelas tersebut, sebelum akhirnya petugas penjaga gerbang datang dan menyuruh mereka berdua keluar.


"Aku pergi ke kelas itu saat kelas itu sudah kosong. Aku pergi kesana untuk menemui Edo", ujar Angel.


Arabella menaikkan sebelah alisnya heran menatap Angel. Ia bertanya tanya apa yang memangnya ingin dibicarakan mereka berdua di kelas yang kosong, bahkan kelas ekonomi 1 itu bukan kelas mereka berdua.


"Kau sedang fikir bahwa aku pembunuh nya? Aku hanya pergi berbincang bincang dengan Edo di kelas itu, karena kelas yang lain masih ada murid. Kami memang sengaja mencari kelas yang kosong", jelas Angel tanpa Arabella minta.


Setelah introgasi selesai, tak ada perbincangan lagi antara Arabella dengan Angel. Di saat introgasi, Arabella hanya menjelaskan bahwa ia datang cepat, lalu mendengar seseorang berteriak, kemudian pergi untuk melihat langsung apa yang sedang diteriaki itu.


Guru BK juga tak menanyakan hal hal yang mencurigakan pada Arabella.


Ketika sudah keluar dari gerbang, Arabella segera pergi ke halaman parkir, mencari Andrew manatau lelaki itu menjemput nya kali ini.


Ketika sampai di area parkir, ia tak melihat mobil lelaki itu. Halaman parkir juga sudah hampir kosong.


Jadi Arabella memutuskan untuk mencoba mengechat lelaki itu dulu. Ia membuka tas lalu mencari hp nya.


"Tunggu tunggu.. ini...", ujar Arabella kebingungan dengan isi yang ada di dalam tas tersebut.

__ADS_1


Sebuah buku catatan usang, sebungkus rokok, ada hp juga, tapi bukan hp miliknya.


"Ini... bukan tas ku? Tapi tas ku begini juga. Apa jangan jangan tertukar?", tanya Arabella seorang diri.


Lalu ia mencoba mengambil buku catatan usang tersebut untuk mencari tau nama pemilik nya.


Bram William


"Oh! Tas ini punya lelaki gondrong semalam!"


Lalu Arabella kembali memasukkan buku catatan usang itu ke dalam tas. Baru saja ia hendak berjalan keluar dari area parkir untuk mengembalikan tas itu, langkahnya terhenti ketika melihat sebuah surat kecil didalam tas.


Arabella melihat ukuran surat itu sama kecilnya dengan ukuran surat yang ia temukan di tong sampah semalam.


Arabella mengambil surat kecil itu lalu membukanya.


Kebetulan sekali orang tuanya sedang tak ada di rumah! Jadi aku bisa leluasa!


"Tulisan tegak bersambung..", gumam Arabella pelan.


"I-ini.. lelaki ini pasti mengambilnya juga dari tong sampah, semalam", lanjut Arabella.


Arabella berfikir untuk memotret surat ini, tapi hp nya tidak ada.


"Sudahlah, lagipula aku sudah hafal isinya", ujar Arabella lalu memasukkan surat itu kembali ke dalam tas, dan menutup resleting tas tersebut.


"Hei!"


Arabella menoleh ke belakang. Terlihat seorang lelaki berambut gondrong yang menegurnya semalam di dekat tong sampah tengah berjalan menuju ke arahnya.


"Oh, kau... Iya, aku tau ini tas mu. Aku baru saja hendak mengembalikan nya", ujar Arabella sambil menyodorkan tas yang dipegangnya kepada lelaki bernama Bram William itu.


Lelaki itu pun mengambilnya. Dan kemudian, Arabella baru sadar bahwa ternyata lelaki itu juga menggendong tas yang sama di punggungnya. Itu tentunya tas milik Arabella.


"Ini tasmu kan?", tanyanya sambil menyerahkan tas yang dipunggung nya tadi.


"Iya,", Arabella menjawab sambil mencoba mengecek ngecek isi dalam tasnya.


"Tenang saja, aku tak mengecek ngecek apapun didalam tasmu. Aku tak mengambil apapun dari situ", ujar Bram.


"Oh.. iya, benar. Tak ada yang hilang. Terimakasih ya", ujar Arabella sambil memasang senyum kecil.

__ADS_1


Lelaki itu mengangguk, kamu segera pergi dari sana. Arabella menatap kepergian lelaki itu sambil berfikir keras keras, apakah surat kecil yang ia temukan dalam tas lelaki itu hanyalah iseng saja atau benar benar dari si pembunuh.


__ADS_2