Arabella Dan Sistem Kecantikan

Arabella Dan Sistem Kecantikan
Berhasil Di Rebut Lagi


__ADS_3

Keesokan harinya..


Ketika waktu masih menunjukkan pukul 06.55, Richard sudah sampai di kelasnya. Ia duduk di bangkunya dengan kepala yang ia letakkan di atas meja, lalu menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Lelaki itu tampak akan segera tidur. Kelasnya masih terlihat sepi, jadi waktu yang tepat untuk tidur.


Tapi saat ia baru saja menutup mata, tiba tiba seorang gadis bertubuh gemuk menghampirinya, berdiri didepan mejanya.


"Halo kak..", Richard mendengar suara seorang gadis, ia juga merasakan tangan nya diketuk ketuk pelan.


Richard mendongakkan kepalanya, dan melihat Arabella tengah tersenyum lebar menampakkan deretan gigi putihnya.


Sejenak, ia merasa muncul lelehan hangat dalam hatinya ketika melihat senyum itu. Tapi setelahnya, ia langsung membuka matanya lebar lebar, memukul pipinya satu kali untuk menyadarkan dirinya bahwa yang difikirkannya tadi adalah salah.


Hal itu malah membuat Arabella mengerutkan alisnya terheran heran.


Kena sawan apa lagi kak Richard ini?, tanyanya dalam hati.


"Ada apa?"


"Ng.. eh, ini kak", Arabella menyodorkan sebuah kantung  yang cukup besar kepada Richard, "3000 dollar ya kak?"


Richard membulatkan matanya, lalu segera membuka kantung itu dan mengecek isinya, "Eh, tidak tidak! Aku tak mau uang ini. Aku mau jam tanganku kembali!"


"Eits.. itu jam tanganku tau kak. Aku yang pertama memiliki nya!"


"Tapi sudah kubeli, dan kau telah mencurinya dariku!"


"Aku tidak mencuri kak, ini kan aku sudah memberikan kakak uangnya"


"Tapi kau menyuruh Brandon untuk mencuri jam ku. Meskipun kau membayarnya, sama saja kau telah mencuri!"


Terjadi perdebatan antara mereka berdua. Richard diam sejenak, ia mencoba tidak marah marah terhadap gadis gendut itu.


"Kak, itu namanya bukan mencuri", ujar Arabella pelan. Richard menoleh.


"Jadi?"


"Itu namanya membeli dengan paksaan, hehe"


Richard berdecak, "Kembalikan jam tangan itu, aku tak mau kita berdebat masalah ini sampai air liurku habis dan mulutku kebas. Cepat kembalikan!"


"Tidak kak, sudah kubeli. Maaf ya kak, ini ambil saja uangnya. Kalau kurang, beri tau aku ya kak! Terimakasih!!", Arabella langsung berlari melesat keluar dari kelas itu, meninggalkan Richard yang masih terpelongo di tempatnya.


*


Saat istirahat..


Richard keluar menuju ruangan olahraga. Ia baru saja keluar dari toilet, mengganti pakaian nya disitu. Setelah memasuki pintu ruangan olahraga, ia melirik ke kanan dan ke kiri untuk memantau seseorang.

__ADS_1


"Hari ini Arabella ada pelajaran olahraga, aku harus curi jam dia", gumam Richard pelan sambil terus memantau ke dalam ruangan yang berisi banyak gadis gadis yang bersiap siap melakukan senam.


"Tapi.. kemana gadis itu?", tanyanya seorang diri karena ia tak menemukan gadis yang dicarinya.


"Richard.."


"Eh..!", Richard memekik kaget karena Brandon tiba tiba muncul di belakangnya.


"Ah, ternyata kau.."


"Kau sedang apa disini? Mengintip gadis gadis?"


Richard langsung menjitak kepala lelaki itu, "Aku sedang..."


Richard menghentikan kalimatnya. Karena ia sadar sesuatu. Brandon adalah orang yang membantu Arabella mencuri jam tangannya. Tak mungkin ia memberi tau rencananya pada lelaki itu, bisa bisanya lelaki itu nantinya akan menggagalkan rencana nya.


"Apa?"


"Tidak", Richard berjalan untuk beranjak pergi dari tempat itu. Brandon mengejarnya, "Hei bro.."


"Hm?"


"Kenapa kau tak mau menjual jam tangan itu pada Arabella? Apa karena sesuatu?"


Richard menghentikan langkahnya. Tapi ia hanya terdiam beberapa saat, tak memilih untuk menjawab pertanyaan itu. Karena ia berfikir kalau Brandon tau alasannya, lelaki itu pasti akan meledeknya.


Brandon berdecak, "Ah, tidak mungkin!"


Richard juga ikut berdecak, "Hei, itu tidak penting. Yang perlu dipertanyakan adalah, kenapa kau membantu gadis itu untuk mencuri?"


Brandon hanya tertawa kecil, menggaruk kepalanya yang tidak gatal, "Ng.. ya..."


"Dan lebih gila lagi, ketika mencuri jam tangan itu kau juga membawa lari celanaku. Kau tau? Aku keluar dari kamar mandi cuma pakai boxer, aku mencarimu kemana mana!", omel Richard dengan kesal.


Semalam, tepatnya ketika jam pelajaran olahraga, Brandon dan lelaki itu pergi ke toilet untuk mengganti pakaian olahraga. Richard meminta Brandon untuk memegangkan pakaian olahraga dan baju seragamnya, karena di dalam kamar mandi tersebut tidak ada gantungan baju. Ia juga meminta Brandon memegangkan jam tangannya.


Tak ia sangka ketika ia membuka pintu kamar mandi, Brandon sudah tidak ada, membawa lari jam tangan mahalnya, hingga pakaiannya.


"Sekarang aku mau kau membantuku mencuri jam tangan itu kembali!"


*


Masih di jam istirahat..


Para mahasiswa kelas hukum 1 tampak mulai keluar satu persatu dari kelas. Saat ini kelas mereka ada pelajaran olahraga. Jadi mereka semua akan pergi mengganti pakaian olahraga, dan melakukan senam di ruangan olahraga.


Saat ini Arabella bersama Rachel tengah sibuk mengantri di toilet umum kampus, karena di bagian toilet wanita sudah penuh.

__ADS_1


Dari antrian, mereka adalah antrian terakhir. Butuh lima menit lebih untuk menunggu semua deretan antrian yang ada didepan. Ketika sampai giliran mereka, Arabella memasuki toilet terlebih dahulu.


"Rachel, tolong pegangkan almamater ku, rok ku, dan t-shirt ku ya?", ujar Arabella yang telah masuk ke toilet, sambil menyodorkan beberapa pakaian yang ia sebutkan tadi pada Rachel.


"Oke", Rachel mengambil pakaian pakaian itu.


"Oh!", pintu kamar mandi dibuka lagi, Arabella menyodorkan jam tangannya  pada Rachel, "Pegangkan jam tanganku juga ya, aku takut jam tangan itu jatuh"


"Iya", Rachel menuruti dan mengambil jam tangan yang disodorkan padanya tadi.


Sambil menunggu Arabella bersemedi di dalam sana, Rachel bersiul kecil. Tapi tak berapa lama setelah itu, ia melihat dua orang lelaki berjalan menghampirinya. Rachel mengenal kedua lelaki itu. Ketika mata mereka bertemu, lelaki berambut cepak hitam tampak menaruh jari telunjuknya di depan bibir, menyuruh Rachel untuk tidak berisik.


"Permisi, siapa yang di dalam toilet?", tanya lelaki itu dengan berbisik.


"Ng, Arabella", jawab Rachel.


"Berikan jam tangan itu padaku", lanjut Lelaki itu santai tanpa beban. Ia berkata masih dengan suara berbisik.


"Eh? Untuk ap-"


"Ssttt.. ini penting, cepat berikan jam tangan itu padaku..", potong Richard, masih dengan suara berbisik.


Rachel yang terbengong, segera memberikan jam tangan hitam yang dipegangnya kepada lelaki itu. Lelaki itu tersenyum puas, seakan baru saja mendapatkan sebuah kemenangan luar biasa.


"Thank you", ujarnya, masih dengan senyum puas.


Sreeek..


Pintu toilet tiba tiba terbuka, terlihat Arabella yang sudah berganti pakaian dengan pakaian olahraga. Ketika matanya bertemu dengan mata lelaki itu, ia membulatkan mata, apalagi ketika melihat jam tangan miliknya tengah berada di tangan lelaki itu.


"Kak, itu jam tanganku!", Arabella berusaha untuk mengambil jam tangannya, tapi Richard menaikkan tangannya ke atas, sehingga gadis itu perlu melompat lompat untuk dapat meraih jam tangan itu.


"Kak, kembalikan!"


Richard bukannya memberikan jam tangan itu, ia malah mengeluarkan sekantung uang penuh dari saku celananya, dan menyodorkannya pada Arabella, "Ini 3000 dollar"


Richard menjatuhkan kantung berisi uang itu ke depan kaki Arabella.


"Kak!"


"Sama sama"


Arabella memasang wajah masam, tiba tiba ia begitu kesal dengan lelaki itu. Sementara Richard, lelaki itu terkekeh kecil melihat wajah Arabella yang mulai merah padam. Menggemaskan menurutnya.


"Kalau kau berfikir untuk mencuri jam ini lagi, maaf, aku akan menyimpannya di tempat tersembunyi", ujar Richard dengan nada meledek, membuat Arabella semakin kesal.


Arabella membiarkan lelaki itu berjalan pergi. Dalam hatinya, ia sangat kebingungan.

__ADS_1


Habislah, tuan sistem akan sangat marah padaku!


__ADS_2