
"Ada pembunuhan... lagi..."
Arabella masih membeku di tempatnya setelah mendengar kabar itu.
"Dimana?"
"Fordham university"
Arabella melihat Vilia langsung membulatkan mata mendengar itu.
"Itu.. kampusku", ujar Vilia dengan tatapan yang masih terlihat tak menyangka.
Arabella terfikir sejenak. Ia bertanya tanya kenapa kali ini korban yang diincar oleh si pembunuh ialah mahasiswa.
"Siapa korbannya?"
"Namanya masih dirahasiakan. Tapi, tadi aku melihat ada banyak wartawan dan pihak kepolisian lain disitu.", ujar Bram.
"Nampaknya mereka akan memasukkan berita itu ke stasiun televisi"
"Bagaimana dengan Nael? Dia sedang ada dimana?", tanya tuan Steve.
"Dia masih disana. Aku akan pergi kesana lagi untuk mengusut kasus ini", ujar Christ.
Arabella yang mulai pusing karena mendengar kabar kematian lagi hanya bisa diam di tempatnya.
*
Ketika pulang dari kantor polisi, Arabella langsung pergi ke kamarnya dan merilekskan tubuhnya sejenak.
Kerena teringat dengan kata kata tuan Hans yang menduga bahwa berita pembunuhan itu akan disiarkan di tv, Arabella kemudian beranjak keluar dari kamar menuju ruang tv.
Ia membuka tv nya dan benar saja, ia melihat ada stasiun tv yang menayangkan tentang berita pembunuhan di Fordham University itu.
"Astaga.. ini semakin rumit", Arabella memijat kepalanya pelan.
"Padahal aku tidak diberikan tugas apapun. Tapi.. entah kenapa aku merasa.."
[ Ding! ]
__ADS_1
Kata kata Arabella terhenti ketika muncul suara notifikasi dari Queen System.
[ Misi ke delapan di luncurkan. Kami meminta anda untuk mencari tau siapa pelaku atas kasus pembunuhan salah seorang mahasiswa di Fordham University ]
"Astaga, sudah kuduga", ucap Arabella pasrah sambil memijat keningnya lagi.
"Tuan sistem, aku bahkan belum menyelesaikan misi kelima, keenam, dan ketujuh", ujar Arabella.
[ Iya, anda memang tidak boleh melupakan misi misi Anda sebelum nya yang belum tertuntaskan. Tapi misi yang kami berikan tetap akan berjalan. Untuk misi kelima hingga misi kedelapan, kami tidak memberi batas waktu ]
[ Intinya jika anda berhasil menyelesaikan misi itu, anda akan mendapatkan hadiah besar dari kami. Jika anda menyerah, maka semua hadiah yang pernah kami berikan akan kami tarik kembali ]
Arabella berfikir sejenak.
"Ini benar benar rumit. Aku.. aku tak bisa menyerah begitu saja", gumam Arabella pelan.
[ Ding! ]
[ Kami harap juga begitu ]
[ Dan kami sudah memberi keringanan pada anda. Kami hanya meminta anda untuk campur tangan dalam menemukan sang pelaku pembunuhan, bukan menyuruh Anda untuk mencari pelaku seorang diri ]
"Hanya saja..", Arabella menjeda, "... aku takut terlibat menjadi list korban selanjutnya"
*
Keesokan harinya...
Arabella baru saja sampai di halaman kampusnya. Ketika ia memasuki kelasnya, ia langsung menemukan Rachel menyambutnya didepan pintu dengan sangat senang.
"Arabella, aku senang sekali. Sungguh, argh..!"
Gadis itu terkikik sendiri, membuat Arabella penasaran apa yang membuatnya begitu senang lagi pagi ini.
Tapi kemudian Arabella langsung teringat tentang gadis itu yang pernah memberikan jam tangan pada Nael.
Apa karena jam tangannya di notis oleh Nael?, itulah yang dipertanyakan Arabella.
"Ada apa?", tanya Arabella pada gadis itu. Gadis itu berhenti melompat lompat sejenak.
__ADS_1
"Hm.. coba tebak?", tanya Rachel.
"Karena.. Nael menotis jam tanganmu?", tebak Arabella.
"Bukan. Karena ayahku memberikan mobil baru sebagai hari ulang tahunku!! Ah, senangnya.."
Arabella menepuk jidatnya.
"Eh, omong omong, yang kau katakan tadi memang benar kah?", tanya Rachel dengan mata membulat.
"Tentang Nael menotis jam tangan mu?", tanya Arabella.
"Iya!!"
"Ng.. tidak tau. Aku kan hanya menebak"
"Oh, baiklah. Aku kira itu nyata.", ujar Rachel dengan wajah agak kecewa.
"Nael sudah dua hari tidak hadir. Kenapa ya? Apa kau tau?", lanjut Rachel.
"Benarkah? Semalam dia juga tidak datang?"
"Iya, dia tidak datang. Aku juga sudah melihat ke kelasnya hari ini, dia tidak datang juga.", jawab Rachel.
Arabella hanya diam sejenak dan menerka nerka kenapa Nael tidak hadir selama dua hari berturut turut.
"Dan jam tangan yang kuberikan semalam, masih ada di lacinya. Aku baru saja mengambil nya tadi pagi. Untung saja tidak dicuri orang", ujar Rachel, lalu ia berjalan mengambil tas nya dan mengeluarkan sebuah kotak hitam kecil yang Arabella kenal ialah kota tempat menyimpan jam tangan.
"Arabella..", Rachel menjeda kalimatnya sambil menyodorkan kotak jam tangan itu ,"Tolong berikan ini padanya ya."
Arabella menatap kotak hitam itu sejenak, lalu mengambilnya.
"Jangan lupa katakan padanya, bahwa... itu ialah hadiah dari seorang gadis yang menyukainya diam diam selama hampir satu tahun", lanjut Rachel pelan.
Arabella menaikkan sebelah alisnya, tak menyangka kalau ternyata Rachel telah menyukai lelaki itu selama hampir satu tahun.
"Astaga, kenapa aku tiba tiba puitis seperti ini? Hahahah. Kau berikan saja padanya oke? Sebut namaku ya, Rachel. Oke? Jangan lupa", ujar Rachel dengan senyum lebar.
Arabella membalas senyumnya lalu menjawab, "Tentu".
__ADS_1