Ariana Untuk Rangga

Ariana Untuk Rangga
Episode Enam


__ADS_3

Pagi itu Arin dan Donny sudah berada di pesawat.


Setelah meminta izin pada kakek dan neneknya, akhirnya Arin memutuskan untuk ikut bersama Donny ke Jakarta.


Lagipula kebetulan besok adalah hari ulangtahun ibunya, dan dia berencana untuk memberikan kejutan untuk ibu yang sudah lama tidak dia temui.


Pukul delapan pagi, pesawat yang mereka tumpangi bertolak dari bandara internasional Kuala Namu menuju ke Jakarta.


"Arin, abang berencana memperkenalkan Arin ke papa dan mama abang. Arin gak masalah kan? Ya meskipun Arin udah kenal papa dan mama, tapi dulu kan jarang ketemu. Apalagi sejak Arin pindah."


"Arin oke aja bang. Tapi, nervous juga sih. Mama abang kan kelihatan agak galak.."


Ucap Arin polos.


Donny tertawa sumringah.


"Dari dulu mama emang cerewet, tapi sebenarnya hatinya lembut kok."


Jawab Donny.


"Bang, gimana kalo seandainya keluarga abang gak suka sama Arin?"


"Haishh.. Kamu ini ngomong apa sih Rin. Keluarga abang justru gak sabar ingin ketemu kamu, bahkan kemarin mama yang mendesak abang untuk bawa calon menantunya pulang."


Ucap Donny.


Tentu saja perkataan Donny membuat Arin menjadi salah tingkah.


"Tapi keluarga abang gak minta kita untuk buru-buru nikah kan?"


Pertanyaan Arin membuat Donny tertawa geli.


"Hahahahaa.. Kamu nih ya Rin, kan abang udah bilang. Abang akan tunggu sampai Arin siap untuk menjadi istri abang. Abang gak akan memaksa Arin, begitu juga dengan keluarga abang. Memang sih, awalnya mama minta untuk disegerakan. Tapi setelah mama tahu status Arin masih mahasiswa, mama setuju untuk ditunda."


Jawab Donny.


"Syukurlah.. Arin harap Arin gak akan mengecewakan keluarga abang."


Ucap Arin.


---------


Akhirnya mereka tiba di bandara Soekarno-Hatta.


Supir pribadi keluarga Donny sudah menunggu mereka. Sebelum bertolak dari Medan, Donny sudah meminta supir untuk menjemput mereka di bandara.


"Leganya... Menghirup udara di tanah kelahiran.."


Ucap Arin sambil membuka kaca mobil.


Dua tahun sudah Arin tak pulang ke kota ini. Suasananya masih sama seperti terakhir kali dia pulang. Kemacetan di jalan tol, polusi udara, keramaian, Jakarta jauh lebih hingar bingar dibandingkan Siantar, kota kecil tempat dia tinggal bersama kakek dan neneknya sekarang. Meski begitu, dikota inilah dia selalu merasa pulang.


Banyak kenangan indah tersimpan disini. Masa kecil yang bahagia, dengan keluarga yang utuh. Tanpa disadari, Airmata Arin berlinang mengingat semua kenangan indah dikota ini. Dan tak dapat dipungkiri, dia sangat merindukan masa itu. Saat dimana kedua orangtuanya masih saling melengkapi satu sama lain.

__ADS_1


Hatinya perih, saat kembali pada kenyataan bahwa itu semua hanya kenangan. Banyak hal yang tak dia mengerti, dan semua hal buruk itu terjadi begitu saja. Dia terpisah dari ibunya, begitu juga dengan abang kandungnya yang memilih pergi dari rumah.


"Arin, kamu kenapa?"


Tanya Donny yang melihat Arin menangis.


"Oh, Ehm.. Gak apa kok bang.. Arin cuma teringat aja kenangan masa kecil Arin dikota ini. Sangat bahagia rasanya bisa pulang kerumah."


Jawab Arin berbohong.


"Ya, kamu benar Rin.. Banyak kenangan manis di kota ini yang gak bisa terlupa. Kamu ingat gak, kita pernah hujan-hujanan ditaman bertiga sama Ardan. Besoknya kamu demam, Ardan marah banget sama abang. Karena awalnya abang yang mengajak kamu hujan-hujanan. Hampir dua minggu Ardan gak mau bicara sama abang."


Ucap Donny terkenang.


"Dan ujung-ujungnya jadi baikan karena belain Arin waktu diganggu sama teman yang lain.."


Sambung Arin.


Donny tertawa sumringah.


"Tapi jujur, waktu itu abang memang benar-benar merasa bersalah. Abang beberapa kali mau jenguk Arin, tapi Ardan gak mengizinkan abang masuk. Bahkan abang sampai menunggu didepan rumah Arin seharian loh, cuma untuk minta maaf sambil membawa coklat kesukaan Arin."


"Masak sih? Tapi bang Ardan gak cerita soal itu loh.."


Ucap Arin.


"Ya mungkin waktu itu dia benar-benar marah sama abang. wajar aja sih, kalau abang di posisi Ardan abang juga pasti marah."


Jawab Donny.


Ujar Arin.


"Ya, abang paham. Ardan cuma gak mau kamu kenapa-kenapa. Ardan kan sangat menyayangi kamu Rin. Dan abang juga."


Arin melirik sekilas pada Donny yang sedang tersenyum tulus.


"Abang tau gak gimana reaksi bang Ardan waktu tau Arin pacaran sama abang?"


Donny menggeleng.


"Bang Ardan marah besar.. dia bilang gini : Arin, abang gak setuju kalau Arin pacaran sama Donny. Dia pasti playboy, dari tampangnya udah kelihatan. Pasti banyak perempuan yang udah dia goda."


Arin menirukan gaya bicara Ardan.


Donny semakin terpingkal, apalagi saat Arin sampai meniru wajah marah Ardan saat video call dengannya.


"Abang akan berusaha untuk meyakinkan Ardan, kalau abang memang benar-benar mencintai adik semata wayangnya ini, dan abang akan selalu menjaga Arin seperti yang Ardan lakukan. Abang akan buktikan kalau abang layak untuk Arin."


Ucap Donny sambil mengusap kepala Arin.


"Gombal...."


Ucap Arin sambil mendorong pundak Donny.

__ADS_1


"Tapi cuma sama Arin.."


Balas Donny sambil tersenyum.


---


Akhirnya mereka tiba di rumah keluarga Donny. Di depan rumah tampak mama Donny yang sudah menunggu mereka.


"Akhirnya sampai juga.. Mana calon menantu mama?"


Mama Donny langsung menghambur dengan penuh semangat.


Arin keluar dari mobil, kemudian menghampiri tante Retno yang sedang memeluk putranya.


"Assalamualaikum tante.."


Ucap Arin dengan sopan sambil menyalim tangan tante Retno.


"Waalaikumsalam.. Jadi, ini dia gadis cantik yang membuat anak mama kasmaran.. Nama kamu siapa sayang?"


"Ariana Dahlia tante, tapi tante boleh panggil Arin aja."


Jawab Arin sambil tersenyum.


"Arin ini anaknya tante Wulan dan Om Malik ma, tetangga kita dulu.. Mama ingat kan, hampir setiap hari aku main sama Ardan dan Arin."


Ucap Donny.


"Arin?"


Tante Retno memperhatikan wajah Arin dengan seksama.


"Kamu, benar anaknya Wulan?"


Tanya Tante Retno.


"Iya tante, saya Arin. Tapi ya wajar sih kalo tante lupa, soalnya udah lama juga kan kita gak ketemu."


Jawab Arin.


"Oh.."


Mendadak wajah tante Retno tampak datar, seolah tak senang.


"Tante dekat dengan ibu saya?"


Tanya Arin.


"Gak, sama sekali gak dekat. Tapi siapa sih yang gak kenal Wulan Ayu Ningsih. Dia kan seorang beauty influencer yang lagi naik daun, bahkan sampai kehidupan pribadinya pun menjadi tranding di media."


Jawab Tante Retno sinis.


"Donny, mama hari ini ada arisan dengan teman-teman mama. Papa juga harus kembali bekerja. Kamu tahu sendiri kan, papa kamu adalah salah satu pejabat negara dan tokoh masyarakat. Tentu harus menjadi contoh yang baik, dan terbebas dari cela juga gosip miring."

__ADS_1


Ucapan Tante Retno seolah memberikan sindiran telak pada Arin.


__ADS_2