ARJUNA

ARJUNA
Arjuna Putra Yusfiri


__ADS_3

"Peraih nilai Ujian Nasional tertinggi tingkat SD Penanggungan diraih oleh Arjuna Putra Yusfiri."


Tepuk tangan terdengar riuh.


Semua orang memberi ucapan selamat kepada ayah Juna.


"Selamat Pak Yus,,,putra jenengan sangat pintar." Ucap Pak kepala Sekolah sambil berjabat tangan dengan ayah Arjuna.


Ayah dengan bangga menerima ucapan selamat dari para orang tua yang hadir pada acara kelulusan sekolah dasar.


Sampai di rumah ibuk sudah menyambut Juna ,,,nasi tumpeng sudah tersedia dan siap dimakan bersama tetangga - tetangga dalam istilah Jawa nya bancaan.


"Selamat ya Leh... anak ibuk hebat." ucap ibuk sambil memeluk Juna.


"Semoga kamu terus berprestasi sampai dewasa,,, semoga kamu bisa jadi sarjana Leh ,,gak kayak ibuk Bapak yang hanya tamatan SD." Doa ibuk ke Juna.


"Amin." sahut Bapak.


"Ayo Buk ,,,, Leh,,, semua undangan sudah datang,,, ayo segera keluar kita makan bareng - bareng!" imbuh Bapak.


Tetangga dan teman - teman Juna sudah banyak yang berkumpul di depan rumah Juna,,,,ibuk membuat syukuran kecil - kecilan untuk merayakan keberhasilan Juna mendapat nilai Ujian Nasional tertinggi se kabupaten tingkat sekolah dasar .


Ibuk sudah masak tumpeng dan teman- temannya untuk dimakan bersama ,suasana tampak damai,,, semua warga saling bersenda gurau dan tak lupa selalu memuji Juna.


"Juna ,,,kamu jadi daftar masuk ke SMP xxx?" tanya salah satu teman Juna.


"Iya donk." Jawab Juna singkat


"Di sana tempat sekolah nya anak orang kaya Jun ,,kata bapak ku, " Ucap salah seorang


teman lgi


" Bukan hanya tempat sekolah anak orang kaya,,, tempat sekolah anak pintar juga," kata Juna dengan sedikit penekanan.

__ADS_1


"Lagi pula Bapakku juga orang kaya,, hehehehe,,,? imbuh Juna


"Kenapa ga masuk sekolah negeri saja sih Jun,,,di SMP xxx kan juga harus tes buat masuk nya,,,kalo kamu g lulus tes bagaimana kamu nanti jadi g bisa masuk SMP negeri malah masuk SMP swasta?" ucap salah satu teman Juna lagi


"Kalian meremehkan aku???" tanya Juna ke taman - temannya


"Ya gak lah,,, semua tau kamu pintar,, lagi pula kamu nanti sekolah disana sama siapa..kita semua sudah daftar di sekolah negeri." ucap teman Juna lagi.


"Ada Banyu.. Banyu daftar disana juga,, lagi pula aku mau bukti kan ke seseorang kalo bapak ibuk ku itu pekerja keras, bukan pencari sumbangan," ucap Juna dengan penuh keyakinan.


"Jadi kamu lebih memilih berteman dengan Banyu si anak bunda yang manja itu?"tanya seorang teman lagi.


"Nak ... jangan ngobrol terus...ayo makan!" saran seorang ibu-ibu.


Acara syukuran pun berjalan dengan lancar dan Alhamdulillah masakan ibuk mendapatkan banyak pujian dari semua yang hadir.


***


Juna Bisa masuk SMP favorit yang di inginkan dengan mudah.


Bahkan ketika ujian masuk SMP Juna bisa mengerjakan soal - soalnya sendiri dan punya temannya yang bernama Banyu, tanpa ketahuan dan lolos tentu nya.


Banyu adalah sahabat Juna dari SD. Banyu selalu membawa mainan yang mahal ke sekolah. Uang sakunya banyak ,, dia sering mentraktir teman - teman nya di kantin. Tapi sikap Banyu yang manja sering membuat dia dijauhi teman sekelas nya. Hanya Juna yang selalu setia berteman dengan dia.


Banyu dari keluarga terpandang, ayahnya seorang pengusaha. Dia sudah terbiasa menempel dan bergantung pada Juna yang seorang anak petani .


Setiap ada ulangan dia selalu memelas kepada Juna ,,kalo nilainya buruk dia pasti dimarahi bundanya. Juna sebenarnya ikhlas membantu nya tapi waktu itu Juna hanya lah anak SD yang berharap ada timbal balik nya,, setiap selesai membantu Banyu,, Juna akan mendapatkan kesempatan meminjam mainan - mainan baru yang mahal milik Banyu.


Selain itu karena Banyu ,Juna bisa makan makanan yang enak,, Ayahnya sering ke luar kota dan membawa oleh-oleh tentunya,,,dan Juna adalah orang pertama yang dicari dia untuk berbagi.


***


Banyu anak yang mudah bergaul,, dengan embel-embel nama orang tuanya tentu saja mudah baginya untuk punya banyak teman .

__ADS_1


Waktu SMP juga begitu, banyak yang ingin menjadi temannya tapi yang dia cari cuma Juna, Juna lah satu - satunya yang banyu anggap teman yang tulus berteman dengan dia.


Banyu waktu SMP,, dia sudah bawa motor sendiri ,,waktu itu masih jarang yang punya motor dan anak SMP mana boleh naik motor tapi Banyu sudah dibelikan oleh bundanya sebagai fasilitas ke sekolah,dan tentunya Juna yang beruntung,, Juna tiap hari bisa nebeng dia.


Tiba waktu kelulusan SMP ,Banyu bingung karena orang tuanya akan pindah ke kota. Tidak ada lagi teman yang bisa mengerjakan tugas-tugas nya.


Tibalah hari kelulusan SMP. Di acara kelulusan SMP itulah Juna terakhir bertemu Banyu.


Dan sehari setelah kelulusan ,,, ibu Juna dipanggil Allah.


***


Waktu itu sawah akan panen,padi mulai menguning,ibuk dan bapak memasang orang-orangan sawah untuk menghalau burung, karena bapak ada janji dengan pak RT untuk pergi ke "penyuluhan tani"bapak pulang duluan,ibuk menyelesaikan sendiri memasang orang-orangan sawah. Ibuk pulang dari sawah kemalaman, sudah hampir magrib ibuk belum pulang-pulang.


Bapak pulang dari penyuluhan tani segera bergegas mencari ibuk, karena menurut kepercayaan orang disini , warga tidak boleh keluar rumah waktu Maghrib, magrib adalah waktu jin keluar .


Sekitar pukul 21.00 ibuk ditemukan warga di bawah pohon besar,, itupun dengan bantuan ketua adat atau istilah nya dukun.


Bersyukur ibuk bisa ditemukan, karena pernah ada kejadian warga pulang dari sawah tidak pernah ditemukan.


Tapi setelah kejadian itu,,ibuk sering menangis dan tertawa sendiri,, ketua adat bilang ada anak perempuan kecil yang mengikuti ibuk. pandangan nya sering kosong. Dan seminggu setelahnya ibuk dipanggil Allah SWT untuk selamanya nya.


Juna sangat sedih,,berhari - hari Juna tidak keluar kamar. Juna sering mengigau. Ketua adat bilang ibuk ingin mengajak Juna


***


Suatu hari Juna melihat bapak berbicara dengan ketua adat. Dengan alasan tak ingin Juna bersedih karena ingat terus dengan ibuk. Bapak menitipkan Juna pada adiknya yang tinggal di desa sebelah.


Bibi Retno adalah adik bapak Juna. Dia tidak punya anak,,Juna sering juga menginap di rumahnya jadi tidak ada alasan tidak kerasan .


Paman Samsul ,suami Bibi Retno.


Paman seorang karyawan pabrik pengolahan kulit, karena kinerja paman yang bagus,dia diangkat sebagai supervisor dan di pindah ke kantor pusat pabrik pengolahan kulit di pusat.

__ADS_1


Bapak menyuruh Juna untuk ikut paman dan bibi pindah ke kota. Dengan tinggal di tempat baru bapak berharap Juna bisa kembali ceria dan mengikhlaskan kepergian ibuk.


__ADS_2