ARJUNA

ARJUNA
MENYERAHKAN KERIS KE HANA


__ADS_3

Setelah selesai acara ijab kabul,Arjuna memberikan amplop kepada Kyai kemudian berpamitan pulang.


Di dalam perjalanan pulang.


" Dek...Aku gak nyangka.Akhirnya kita menikah...." ucap Arjuna.


" Iya mas..."


" Mas...Aku pinjam ponselnya boleh?" ucap Hana.


" Adek mau menghubungi Bayu?" ucap Arjuna.


" Iya mas..." ucap Hana.


" Aku melarang sayang menghubungi mereka..." ucap Arjuna.


" Kenapa aku tidak boleh menghubungi keluargaku?" ucap Hana.


".Mereka saja tidak memberitahuku jika Kartika menikah dengan Imam.." ucap Arjuna.


" Mas masih dendam?" ucap Hana.


" Iya....Adek jangan hubungi mereka ya...Biar mereka merasakan apa yang aku rasakan, berbulan - bulan kami menanti kabar...." ucap Arjuna yang masih menyimpan dendam.


" Iya mas..Terus mas nanti bilang apa ke Gabrian dan keluarganya?.." ucap Hana.


" Aku gak perlu memberi tahu. Karena mereka masih dalam kuasaku dek,dan mereka masih menganggap adek ini bibiku" ucap Arjuna.


" Mas masih hipnotis mereka?" ucap Hana.


" Iya..Aku lakukan itu untuk menyembunyikan identitas sayang. Apakah sayang mau mereka mengetahui bila sayang sudah nenek - nenek tapi masih berpenampilan wanita 30 tahun? Terus sayang terkenal dan di undang ke TV " ucap Arjuna.


Terdengar suara adzan.


" Enggak mas...'


" Mas...Kita ke mesjid dulu..." ucap Hana.


" Iya..." ucap Arjuna.


" Nanti mas perhatikan orang wudu,apa saja yang di basuh. Lalu ikuti gerakan orang shalat" ucap Hana.


" Iya dek..." ucap Arjuna.


Sesampai di mesjid.


Arjuna memperhatikan orang sedang wudu. Setelah itu mempraktekkannya. Selesai wudhu,Arjuna masuk ke dalam mesjid.


Di saat masuk ke dalam mesjid,terdengar suara iqomat,para jamaah segera berdiri dan berbaris. Arjuna ikut berbaris,lalu mengikuti gerakan para jamaah.


" Kok mereka diam semua ya..." ucap Arjuna dalam hati.Lalu menoleh ke kanan kemudian ke kiri.


Setelah selesai shalat,Arjuna segera ke parkiran.


Namun Arjuna tak mendapati Hana.


Ia berpikir bahwa Hana masih di dalam mesjid.


Tak lama kemudian Hana muncul.


" Mas tadi ikut shalat kan?" ucap Hana.


" Iya..Kok mereka diam aja pas shalat?" ucap Arjuna.


Hana masuk ke dalam mobil,Arjuna membuka pintu lalu masuk ke dalam mobil.


" Shalat Dzuhur dan Ashar itu bacaannya pelan mas...Jadi seperti diam.." ucap Hana sambil memasang sabuk pengaman.


" Ooo..Begitu...." ucap Arjuna.


Hana menghentikan mobilnya.


" Mas...Aku mau beli buku..." ucap Hana lalu keluar.


Arjuna mengikuti Hana. Sesampai toko buku,Arjuna diam memperhatikan Hana mengambil buku,songkok ,sajadah dan mukena. Setelah itu masuk kembali ke mobil.


Di saat memasuki gerbang perumahan,Arjuna melihat ada sebuah mobil hitam terparkir.


" Berhenti dulu..." " ucap Arjuna.


" Mas mau ngapain?" ucap Hana.


" Mau lihat,di dalam mobil itu ada orang apa enggak." ucap Arjuna.


Hana menepikan mobil,lalu Arjuna keluar dan menghampiri mobil hitam tersebut.


Setelah sampai,Arjuna menggunakan mata batinnya. Arjuna melihat 2 orang pria menunduk.Meskipun kaca itu di kasih pelindung kaca bewarna hitam pekat,Arjuna tetap bisa melihat.


Tok...Tok...Tok... Arjuna mengetuk kaca.


" Keluar...Aku tahu kalian di dalam. Jika gak keluar. Jangan salahkan aku bila kalian mati .."


Pintu kaca terbuka,nampak dua pria di dalam mobil pakaiannya sama.


" Jawab jujur...Kalian suruhannya Bayu.." ucap Arjuna.


" Iya mas.." ucap pria 1.


" Segera kalian pergi dari perumahan ini,dan katakan pada dia. Jika ngotot mengawasiku. Kalian yang mati ...Pergi sana .." ucap Arjuna


Mereka pun pergi meninggalkan perumahan tersebut. Lalu Arjuna kembali masuk ke dalam mobil.


" Siapa dia mas...?" ucap Hana.


" Suruhannya si bangsat...Jika mereka kembali lagi. Aku akan membunuh mereka.." ucap Arjuna.


" Mas...Jangan asal membunuh,itu dosa mas .." ucap Hana.


" Aku gak peduli,jika tidak. Mereka tidak akan takut kepadaku..Aku gak maen - maen jika berhadapan dengan si bangsat itu .." ucap Arjuna.


" Dia masih marah sama Bayu ..." ucap Hana dalam hati.


Hana menjalankan mobilnya.


Sesampai di dalam kamar tidur.


Hana melepas jilbabnya.


 Arjuna memeluk Hana dari belakang.


" Mas..." ucap Hana.


" Sekarang kita suami istri,jadi aku boleh kan menyentuhmu? " ucap Arjuna.


" Boleh mas..." ucap Hana.


Akhirnya merekapun bercocok tanam.


Setelah selesai bercocok tanam.


" Nanti mas belajar ngaji ya..." ucap Hana.


" Ngaji? Untuk apa yank?" ucap Arjuna.


" Agar bisa membaca Al Qur'an mas...Aku gak mau punya suami yang gak bisa ngaji..." ucap Hana .


" Iya iya ...Nanti aku belajar ngaji,nanti ajarin aku belajar ya dek." ucap Arjuna .


" Iya mas...Kalau aku bisa .." ucap Hana.


" Hemmm..Mandi berdua yuk..." ucap Arjuna.


" Gendong..." ucap Hana manja.


Arjuna mengangkat tubuh Hana,lalu membawanya ke kamar mandi.


" Mas...Jika kulitku sudah keriput,mas masih mau denganku?" ucap Hana.


" Masih...Sampai maut memisahkan kita. Aku tetap selalu bersamamu" ucap Arjuna.


" Mas gak malu punya istri seperti aku?" ucap Hana.


" Ngapain malu...Kecuali aku menikah dengan nenek - nenek yang kulitnya sudah keriput. Kalau sayang kan kulitnya masih kencang,jepitannya juga enak..." ucap Arjuna lalu menyirami tubuh Hana.


" Mas suka ya sama jepitanku?" ucap Hana.


" Suka banget yank...Kalau di dalam kamar tidur gak usah pakai baju ya..." ucap Arjuna.


" Dingin mas...Nanti masuk angin.." ucap Hana.


" Ya sudah...Gak usah pakai pengaman,jadi aku bisa masuk.." ucap Arjuna.


" Iya mas....Tapi jangan tiap hari mas .." ucap Hana.


" Kenapa?' ucap Arjuna.


" Aku takut nanti mas bosan,terus mencari wanita lain .." ucap Hana.


" Enggak...Aku gak akan bosan,buktinya tiap hari aku selalu menyentuhmu yank..." ucap Arjuna.


Selesai shalat magrib,Hana mengajari Arjuna membaca IQRA.


" Ba a ta,ta ta a, a ba ta. " ucap Arjuna.


" Kalau yang ini di baca tsaa...Ujung lidah mas di gigi depan seperti ini. Tsaa..Tsaa..." ucap Hana.


" sa..saa..Kenapa gak baca Al Qur'an aja dek." ucap Arjuna.


" Bukan sa...Tapi Tsaaa..."


Hana membuka IQRA 6.


" Sayang bisa baca tulisannya ini?" ucap Hana.


Arjuna melihat tulisan tersebut.


" Enggak bisa..." ucap Arjuna.


" Mas pertama kali masuk sekolah di ajarin a be ce atau langsung membaca?" ucap Hana.


" ABC dululah dek..Mana bisa aku langsung baca.." ucap Arjuna.


" Begitu juga belajar ngaji...Mas harus tahu huruf Al Qur'an..Agar bisa membacanya" ucap Hana.


" Besok setelah mas pulang sekolah,mas belajar shalat ya..." ucap Hana.


" Iya.." ucap Arjuna.


Tok...Tok...Tok...suara pintu di ketuk.


" Juna .." suara Evan.


" Bentar kang..."


" Aku temui Evan dulu dek..."


Arjuna berjalan ke pintu lalu membuka pintu.


" Ono opo...?" ucap Arjuna.


" Jadi gak..Kalau jadi,ayo kita pergi.." ucap Evan.


" Bentar...Ini malam minggu kah?" ucap Arjuna.


" Iya dodol..." ucap Evan.


" Jancok...Lupa aku. Sebentar aku ngomong ke Hana dulu"


Arjuna berjalan ke arah Hana.


" Dek...Aku lupa ada janji sama Evan.Aku pergi dulu ya..." ucap Arjuna.


" Mas mau kemana?" ucap Hana.


" Aku ada janji sama kang Evan ketemuan sama teman - temannya" ucap Arjuna


" Jangan minum alkohol dan merokok ya mas.." ucap Hana.


" Iya ...Aku pergi dulu..Dan jangan hubungi keluarga sayang" ucap Arjuna.


" Iya mas...Mas pulangnya jangan larut malam,songkoknya lepas aja mas" ucap Hana.


" Iya sayang...." ucap Arjuna lalu pergi.


Setelah Arjuna pergi,Hana berjalan ke lemari pakaian,ia sempat melihat kotak terbuat dari kayu. Ia mengambil kotak tersebut lalu membukanya.


Nampak di dalam kotak itu kosong.


Hana mengira di dalam kotak itu ada keris Arjuna. Namun ternyata tidak. Ia ingin sekali menghubungi Bayu,namun karena dirinya telah menjadi istri Arjuna,mau gak mau menuruti ucapan Arjuna. Ia terpaksa menikah dengan Arjuna karena tak ingin keluarganya celaka. Jika tidak,Arjuna akan bertindak sesuai dengan ucapannya. Untuk mengalahkan Arjuna pun dirinya ragu,apakah bisa menang atau tidak. Sebab dirinya sudah dua kali di kalahkan.


" Ya Allah....Semoga jalan yang aku pilih ini benar..Hamba tak ingin keluarga besar hamba mati..." ucap Hana dalam hati.


Di sisi Arjuna.


Di saat Arjuna berjalan bersama Evan.


" Kita main kartu lagi kah kang?" ucap Arjuna.


" Yoi....Kamu yang main..Mereka penasaran denganmu dan menantangmu. Jangan sampai kalah..." ucap Evan.


" Jangkreek.." ucap Arjuna.


" Aku lihat bibimu pakai jilbab dan bercadar.." ucap Evan.


" Iya...Biar orang lain gak lihat wajah cantik bibiku ."


Di saat akan masuk ke dalam mobil.


" Yasphal....Kesini"ucap Arjuna.Sengaja ia memanggil kerisnya,karena Hana ada di rumah dan bisa menangkis serangan santet. Jadi ia tak perlu khawatir lagi.


Sebuah keris melesat dari atap rumah.


Tap.....Arjuna menangkap kerisnya.


Mereka pun masuk ke dalam mobil. Evan yang mengemudi.


Sesampai di tempat yang di tuju


Arjuna melihat beberapa mobil terparkir,dan juga sepeda motor. Beberapa orang berdiri dan berjalan.


" Ayoo..." ucap Evan.


Saat akan masuk,Evan menunjukkan kartu ke salah satu pria berbadan kekar yang berdiri di depan pintu. Pria berbadan kekar melihat kartu yang di tunjukkan oleh Evan mempersilahkan Evan.


" Mana kartumu?" ucap penjaga.


" Dia di undang oleh bosmu...." ucap Evan.


Mereka masuk ke dalam sebuah bangunan tingkat 3.


Arjuna diam tak bicara,ia menaiki anak tangga. Di saat akan memasuki pintu,ada dua orang berdiri.


" Kami ke sini sudah ada janji, dengan bos kalian..." ucap Evan.


" Siapa namamu?" ucap penjaga 1.


" Evan dan ini Arjuna..." ucap Evan.


Penjaga 1 membuka pintu. Arjuna dan Evan masuk ke dalam ruangan.


Arjuna melihat 11 orang,1 wanita berparas cantik dan seksi 10 pria,rata - rata pria berusia 40 tahun ada pula yang 50 tahun. Dan pakaian mereka sangatlah bagus.


Asap rokok memenuhi ruangan. Ada pula yang menenggak minuman beralkohol


" Kirain kamu gak akan datang..." ucap pria 1.


" Datanglah " ucap Evan.


" Bawa uang taruhannya kan.." ucap pria 2.


" So pasti...Tapi bukan aku yang maen " ucap Evan


" Dia yang maen?" ucap pria 3 menunjuk ke arah Arjuna.


" Iya.." ucap Evan.


Arjuna diam tak bicara.


Hingga akhirnya permainan pun di mulai.


Evan memberikan uang ke Arjuna. Sebelumnya ia iseng bermain kartu dengan Arjuna,namun Arjuna selalu menang. Hingga akhirnya Evan mengajak Arjuna pergi untuk bermain judi kartu.


" Taruhan awal 5 juta " ucap pria.


Arjuna meletakkan uang 5juta di meja.


" Asem...Betnya banyak banget...Untung si Kepang ( Evan) bawa duit banyak..." ucap Arjuna dalam hati.


Wanita berpakaian seksi membagikan kartunya.


Arjuna menggunakan mata batinnya untuk melihat kartu lawan. Lalu ia berpura - pura mengintip kartunya sendiri.


" Tambah 10 juta " ucap pria 2 sambil meletakkan uang di meja.


Arjuna tahu kartu yang di pegang pria 2 lebih bagus daripada miliknya.


" Aku gak ikut .." ucap Arjuna.


Pemain lain mengikuti pria 2.


" Goblok...Kartu jelek kok ikut" ucap Arjuna dalam hati.


Akhirnya pria 2 menang.


Wanita itu mengumpulkan kartu,lalu membagikan lagi.


Arjuna tidak ikut.


" Katanya hebat,bisa main...Kok berhenti?' ucap pria 3.


" Namanya permainan,harus punya strategi pak...Jika enggak ya kita kalah..." ucap Arjuna.


Di saat putaran ke 4.Arjuna memegang kartu yang bagus.


" Tambah 20 juta " ucap pria 4 sambil meletakkan uang.


" Aku tambah 5" ucap pria 1.


Arjuna melihat peserta mengikuti ucapan pria 1. Lantas ia juga meletakkan uang di meja.


' Nanggung 20 pak. Ini aku tambahin 10 juta..Biar cepat ..." ucap Arjuna.


3 orang mengikuti Arjuna


Pria 1 diam berpikir. Lalu meletakkan taruhannya.


Wanita seksi meletakkan kartu sehingga menjadi 4 kartu


Arjuna menggunakan mata batinnya lagi untuk melihat kartu selanjutnya.


" Yess...Full House..." ucap Arjuna dalam hati kesenangan mengetahui kartu yang di pegangnya sangat bagus.


" Tambah 100 juta .." ucap pria 2.


" 40 juta.." ucap pria 4.


" Aku berhenti..." ucap pria 1.


Arjuna tersenyum. Sebab pria 2 kartunya kembar 3 namun nilainya kecil dari pada milik Arjuna,sementara pria 4 kartunya berurutan nilainya,namun tidak sama warna. Sementara pria 1 hanya two pair.


" Aku ikut..." ucap Arjuna sambil meletakkan uang di meja.


" Tambah 30 juta" ucap pria 2.


" Ikut...." ucap Arjuna.


Pria 4 nampak mikir,apakah lanjut apa tidak.


" Ikut...." ucap pria 4.


Wanita seksi mengambil kartu dan membuka kartu tersebut.


" Tambah 50 juta .." ucap pria 2.


" Tambah 200juta..." ucap pria 4 melihat kartunya berurutan.


" Waasssu..." ucap Pria 2 ikut dengan pria 4


" Tambah 100 juta...." ucap Arjuna.


" Aku taruhkan semuanya..." ucap pria 4.


" Semuanya itu berapa?" ucap pria 2.


" 660 juta " ucap pria 4.


" .Kang....Ada uangmu gak?" ucap Arjuna.


" Ada di ATM..." ucap Evan.


" Aku ikut...." ucap Arjuna.


" Kalau kalah aku jitakin kepalamu" ucap Evan.


" Tenang aja...." ucap Arjuna.


Nampak pria 2 berpikir. Lalu ia menyorong semua uang yang ia bawa.


" Buka kartu kalian" ucap pria 1.


Mereka pun membuka kartunya.


" JUANCOOOK....Kartunya dia malah Full House..." ucap pria 4.


" Sepurane pak...Uang jenengan aku ambil" ucap Arjuna.


Pria 4 memukul meja lalu berdiri dan meninggalkan kursi,karena kalah. Pria 2 juga ikut meninggalkan kursinya


Arjuna tersenyum puas bisa memenangkan permainan tersebut.


" Lanjut atau sudahan?" ucap pria 1.


" Aku sudahan aja pak..." ucap Arjuna.


" Jangan pergi..Aku masih ingin bermain' ucap pria 3.


" Serius pak?" ucap Arjuna.


" Iya...Berikan dia minuman yang enak" ucap pria 1.


" Maaf pak...Saya gak minum alkohol" ucap Arjuna.


" Kalau aku minum,terus mabuk bisa kalah aku. Belum lagi Hana memarahiku.." ucap Arjuna dalam hati.


" Ya sudah...Ayo lanjut maen lagi.." ucap pria 3.


" Oke...." ucap Arjuna .


Permainan pun di lanjut.


Arjuna selalu menggunakan mata batinnya untuk melihat kartu lawan dan juga kartu selanjutnya.


Hingga akhirnya Arjuna berhasil menguras uang pria 1 dan 3.


" Sepurane loh pak...." ucap Arjuna


Arjuna memasukkan uang ke dalam tas milik Evan.


" Iya....Nanti kita maen lagi . " ucap pria 3.


" Maaf,saya pamit undur diri..." ucap Arjuna.


" Nanti saja kalian pergi.."


Pria 1 memberi kode.


Tak lama kemudian muncul 6 wanita cantik berpakaian seksi.


" Kalian pilih saja...Dan gak usah bayar..." ucap pria 1.


" Terima kasih pak atas tawarannya..Kami harus pulang.." ucap Arjuna.


Arjuna dan Evan pergi meninggal ruangan tersebut.


Di saat mereka berjalan ke arah pintu keluar,terdengar suara dentuman musik.


" Mau mampir ke dalam apa enggak Jun?" ucap Evan.


" Sampeyan mau uang itu hilang?" ucap Arjuna.


" Enggak...Ya udah kita pulang aja.


Mereka kemudian keluar lalu masuk ke dalam mobil.


" Malam ini kita menang besar Juna..." ucap Evan.


Evan menjalankan mobilnya.


" Iya kang..." ucap Arjuna.


" Aku 60 kamu 40 ya..." ucap Evan.


" Oke....Atur aja kang .." ucap Arjuna.


" Aku gak nyangka jika mereka membawa uang lebih 1 M..Padahal aku bawa cuman 700juta loh " ucap Evan.


" Terus yang di ATM sisa berapa kang? " ucap Arjuna.


" Sisa 400 juta .." ucap Evan.


" Jancook....Kalau om Gabrian tahu gimana tuh kang?" ucap Arjuna.


" Yang pastinya marah besar Jun...Eh,kenapa kamu gak mau milih cewek tadi?" ucap Evan.

__ADS_1


" Gak ah...Aku dah janji gak akan menyentuh wanita lain.." ucap Arjuna.


" Ya jangan bilang dong...Terus adekku gimana?" ucap Evan.


" Aku sudah bilang ke dia bahwa kita temenan aja..." ucap Arjuna.


 Di saat dalam perjalan pulang. Mereka di cegat 9 motor di jalan sepi. Mereka berboncengan semua.


" Jancok...Sepertinya mereka ada yang gak terima Jun..." ucap Evan.


" Sampeyan gak usah khawatir kang.'


Arjuna membuka sedikit jendelanya lalu mengeluarkan keris.


" Keluar lo..." ucap pria 1 masih mengenakan helm.


" Yashpal...Bunuh orang - orang yang mengelilingi mobil ini. " ucap Arjuna.


Keris itu segera keluar dari jendela,lalu membunuh orang - orang yang mengelilingi mobil Evan. Sementara seseorang duduk di atas motor mengawasi dari kejauhan sambil merekam.


Satu persatu berjatuhan akibat jantungnya di tembus oleh keris Arjuna.Ada pula yang kepalanya tertembus.


Pria yang merekam terkejut melihat teman - temannya berjatuhan.


" Apakah kerismu yang membunuh mereka semua?" ucap Evan.


" Iya kang"


Arjuna menurunkan lagi kaca mobil sambil melihat kerisnya membunuh orang - orang yang ingin mencoba merampok.


Lalu melihat pengendara motor berhenti sambil merekam.


" Ternyata ada yang ngawasin dan merekam." ucap Arjuna dalam hati.


" Orang yang duduk di motor itu juga bunuh ..." ucap Arjuna.


Keris Arjuna melesat ke arah pria yang merekam.


Jleeebbbbb.....keris Arjuna menusuk dada pria itu hingga tembus.


Pria yang merekam kejadian itu merasakan dadanya sakit lalu ambruk.


Arjuna melesat ke arah pria itu sebelum ambruk untuk mengambil ponselnya,setelah itu menyingkirkan jasad orang - orang yang tewas,karena menghalangi jalan.


Setelah beres,Arjuna masuk ke dalam.


" Ayo kang..Kita tinggalkan tempat ini."


Evan segera menjalankan mobilnya


" Yasphal...Ke sini" ucap Arjuna.


Keris Arjuna melesat ke arah Arjuna,kemudian menutup jendela.


" Jika gak bawa keris gimana tadi Jun?' ucap Evan.


" Ya lama kang...Aku harus melawan mereka." ucap Arjuna sambil melepas kartu pada ponsel yang ia ambil dari pria yang merekam.


Sesampai di halaman rumah.


Evan menghitung uang hasil judi tersebut,lalu memberikan uang kepada Arjuna.


" Nanti kalau polisi mencari mu gimana Jun?" ucap Evan.


" Tenang aja kang...Aku gak meninggalkan barang bukti,jadi aman..." ucap Arjuna.


" Aman ya..." ucap Evan.


" Aman lah..." ucap Arjuna.


Mereka pun masuk ke dalam rumah,namun sebelum itu Arjuna menyuruh kerisnya kembali ke atap.


Sesampai di depan pintu kamar. Arjuna tak bisa membuka pintu.


Tok...Tok...Tok...


" Yank...Bukain pintunya...'


Ceklek....Ceklek....Krieeeettt...


" Kok di kunci pintunya?" ucap Arjuna.


" Sekarang jam berapa mas?" ucap Hana.


" Gak tahu dek..." ucap Arjuna.


" Aku nungguin mas..Mau nelpon aku gak punya hape..." ucap Hana.


" Besok beli hape..Yuk tidur..." ucap Arjuna.


" Aku khawatir mas..." ucap Hana.


" Maaf ya sayang,aku gak lihat jam.Jadi aku gak tahu jika sudah tengah malam..." ucap Arjuna .


Hana mencium asap rokok di pakaian Arjuna.


" Mas merokok.." ucap Hana.


" Enggak...." ucap Arjuna.


" Ganti bajunya mas...Aku gak suka bau asap rokok..." ucap Hana.


Arjuna melepas pakaiannya,lalu mengambil pakaian di lemari tak lupa meletakkan tas kresek berisi uang di lamari, Setelah memakai pakaian lalu berebah di ranjang,Hana ikut berebah di ranjang.


Kemudian Arjuna memeluk Hana. Mereka tidur saling berhadapan.


" Sayang menungguku mau maen?" ucap Arjuna


" Enggak...Aku khawatir mas."


Hana tidak mencium aroma alkohol maupun asap rokok di mulut Arjuna.


" Mas gak ngerokok kan?' ucap Hana.


" Enggak...Kalau aku merokok kenapa dek?" ucap Arjuna.


" Mas tidur di luar" ucap Hana.


" Kok gitu .." ucap Arjuna


" Aku gak suka bau asap rokok..." ucap Hana.


Arjuna memencet hidung Hana,lalu memejamkan matanya .


# Di TKP saat Arjuna di hadang.


Nampak 2 mobil polisi dan 2 mobil ambulan di lokasi kejadian. Para polisi memeriksa tubuh korban yang tewas.


" Sepertinya pelaku yang melakukan ini sama dengan kejadian waktu itu" ucap polisi 1.


" Iya pak...Mereka tewas dengan kondisi tubuhnya tertusuk dan juga kepalanya. Meskipun memakai Helm,dapat di tembus.." ucap polisi 2.


Seorang polisi menghampiri polisi 1 yang merupakan Kapolres.


" Maaf pak...Salah satu korban merupakan anggota polisi yang masih aktif.." ucap polisi 3.


" Yang mana anggota polisi itu?" ucap polisi 1.


" Di sana pak...." ucap polisi 3 sambil menunjuk.


Lantas polisi 1 menghampiri jasad tersebut.


Setelah sampai,ia di berikan kartu identitas.


" Iya...Segera hubungi komandan mereka..." ucap polisi 1.


# Di tempat diskotik.


Di salah satu ruangan,nampak pria tua menenggak minuman keras. Pria tua itu menunggu kabar dari anak buah untuk merampok Evan. Namun sudah 1 jam lebih tak ada kabar.


Tok...Tok...Tok... suara pintu di ketuk lalu muncul seorang pria yang merupakan anak buah dari pria tua tersebut


" Bos ...Maaf ganggu,aku ada berita penting bos.." ucap anak buah.


" Berita apa? " ucap bos.


Anak buah pria tua itu berjalan lalu memberikan ponselnya .


" Ini bos...Ada berita pembunuhan,dan sepertinya yang meninggal itu adalah temanku bos..." ucap anak buah.


Pria tua itu melihat ponsel anak buah.


Nampak di ponsel itu menayangkan berita pembunuhan misterius.


" Bajingan...Siapa yang membunuh mereka.." ucap bos marah.


2 jam kemudian, Polisi mendatangi bangunan itu untuk meminta keterangan,sebab polisi itu menemukan kartu tanda anggota club malam yang mereka datangi. Namun mereka menutup mulut tentang perjudian yang mereka lakukan,sebab salah satu peserta yang ikut judi merupakan anggota legislatif yang membekingi tempat itu. Jika membocorkan,maka tamat riwayat club malam tersebut.


# Di sisi Bayu.


Bayu tidak tahu bahwa ibunya telah menikah dengan Arjuna,sebab tak ada laporan dari anak buahnya dan juga Arjuna selalu mengawasi gerak gerik mobil yang parkir dan menandai siapa saja pemilik kendaraan tersebut.


Nampak Bayu sedang memeriksa berkas di meja.


Terdengar suara nada pesan. Bayu menekan layar ponsel yang ada di dekatnya.


From Komandan.


Maaf pak,saya mengganggu,tadi malam ada peristiwa pembunuhan. Korban tewas terbunuh. Mereka tewas karena dada dan kepalanya tertembus benda tajam pak. Sepertinya Arjuna yang telah melakukan itu.


" Arjuna...? Kenapa Arjuna membunuh? Pasti ada sesuatu yang terjadi..." ucap Bayu dalam hati.


Bayu mengambil ponselnya lalu membalas.


To Komandan.


Selidiki kasus itu. Mengapa korban bisa tewas . Tapi jangan beritahu jika kemungkinan Arjuna yang melakukannya.


From Komandan..


Siap pak..


Bayu melanjutkan kembali memeriksa berkas.


.


#Di sisi Arjuna.


Nampak Hana memeluk Arjuna sambil memejamkan mata. Kemudian Hana membuka matanya dan bangun.


Hana melihat jam di dinding


Pukul 3.10.


Hana perlahan bangun dan turun dari tempat tidur.


" Mau kemana yank?" ucap Arjuna,namun matanya masih terpejam.


" Shalat tahajud mas..." ucap Hana.


Selesai shalat tahajud,Hana berdo'a minta ampunan kepada Allah karena dosa yang ia lakukan.Setelah itu.


" Ya Allah...Ridhoilah keputusan hamba. Hamba ingin Arjuna menjadi pengikutmu ya Allah. Hamba tak ingin Arjuna salah jalan. " ucap Hana dalam hati.


Beberapa menit kemudian,Arjuna mendengar Hana mengaji. Lantas ia pun bangun lalu duduk di samping Hana.


Hana berhenti membaca Al Qur'an.


" Ada apa mas?" ucap Hana.


" Suaramu bagus sekali...Aku jadi teringat sama anaknya pak haji" ucap Arjuna.


" Anaknya pak haji? Dia pacar mas" ucap Hana.


" Nanti aku cerita yank...Sayang lanjutin aja. Aku mau dengar.." ucap Arjuna.


Hana melanjutkan ngajinya. Arjuna diam mendengarkan Hana melantunkan ayat Al Qur'an.


Hana menoleh ke Arjuna sambil mengaji.


Saat melihat Arjuna,dirinya teringat dengan mantan suaminya yang bangun dan duduk di sampingnya mendengarkan dirinya mengaji.


10 menit sebelum adzan subuh.


" Mas..." ucap Hana.


" Iya .." ucap Arjuna.


" Sebentar lagi shalat subuh ..Mas ke mesjid sekarang ya.." ucap Hana.


" Iya..."


 Arjuna lalu berdiri dan memakai celana panjang dan juga baju kemeja serta songkok.


" Aku pergi dulu..." ucap Arjuna.


" Iya mas...Hati - hati..." ucap Hana.


Arjuna berjalan ke pintu .Hana berdiri lalu berjalan mengunci pintu.


" Kok sepi ya..." ucap Arjuna dalam hati melihat hanya beberapa orang saja di dalam mesjid. Lalu ia pun duduk menunggu shalat berjamaah.


Di saat shalat jamaah di mulai. Dan masuk rakaat ke dua. Arjuna mengikuti gerakan orang - orang tanpa membaca apapun.


" Allahhuma fiman hadait" suara imam.


Arjuna yang langsug sujud mengetahui jamaah tidak sujud lantas berdiri lagi.


' Juancook....Kirain tadi langsung sujud" ucap Arjuna dalam hati mengikuti jamaah lainnya mengadahkan tangan.


Selesai shalat,Arjuna langsung pulang kerumah.


Tok....Tok....Tok... Arjuna mengetuk pintu kamar.


Hana membuka pintu,Arjuna masuk ke dalam kamar.


" Aneh tahu dek.." ucap Arjuna.


" Aneh kenapa mas?" ucap Hana.


" Masa aku sujud,orang - orang masih berdiri dan berdo'a" ucap Arjuna.


" Itu do'a qunut mas...Setiap shalat subuh,selalu do'a qunut.." ucap Hana.


" Oooo...Begitu..." ucap Arjuna.


" Mas ..Aku lihat di lemari ada kotak kayu. Itu kotak apa mas?" ucap Hana.


" Itu kotak keris dek..." ucap Arjuna.


" Di mana kerisnya?" ucap Hana penasaran.


" Lagi ngeronda di luar" ucap Arjuna.


" Ngeronda?" ucap Hana.


" Iya...Takutnya pas kita tidur ada santet datang menyerang kita. Jadi aku suruh kerisku ngeronda..." ucap Arjuna.


" Mas...Aku bisa memberi penangkal agar santet itu tidak masuk ke rumah ini" ucap Hana.


" Caranya?" ucap Arjuna.


" Dengan membaca ayat Al Qur'an sambil menaburkan garam kasar atau air ke sekeliling rumah..." ucap Hana.


" Yakin dengan cara itu bisa?" ucap Arjuna.


" Insya Allah mas..." ucap Hana.


" Hemmm...Boleh tuh..." ucap Arjuna .


4 jam kemudian.


Nampak Arjuna dan Hana bergandengan tangan berjalan di salah satu mall. Hana mengenakan pakaian muslim dan bercadar. Sementara Arjuna memakai celana panjang,baju kemeja dan sandal jepit.


" Mampir beli sandal mas..." ucap Hana.


" Oke..." ucap Arjuna.


Mereka masuk ke dalam stand sandal.


Hana mengambil salah satu sandal yang di pajang.


" Coba mas pakai" ucap Hana.


Arjuna memasukkan kaki kanannya.


" Kebesaran..."


Hana mengambil sandal yang lain,lalu Arjuna mencoba.


"Nah...Yang ini pas..." ucap Arjuna.


" Mas suka sandal itu? " ucap Hana.


" Hemmm..Lebih suka pakai sandal jepit seh dek..." ucap Arjuna.


" Janganlah mas...Masa jalan - jalan pakai sandal jepit.." ucap Hana.


" He...He...He...He...He..."


" Kalau adek mau,pilih saja...Nanti aku yang bayar .." ucap Arjuna.


Setelah melakukan pembayaran.


" Mas...Pakai sandalnya..." ucap Hana.


" Iya sayang..." kemudian Arjuna mengeluarkan sandal yang ia beli dan memakainya. Sandal jepit yang tidak di pakai di masukkan dalam tas belanja.


" Hemm...Sekarang kita ke toko baju ya..." ucap Arjuna.


" Iya mas...." ucap Hana.


Sesampai di toko baju.


Hana melihat - lihat harga baju tersebut.


" Mas ..Harganya mahal..." ucap Hana.Ia tak ingin uang tabungan Arjuna habis karena membeli pakaian yang mahal. Sebab Arjuna tidak ingin dirinya mengeluarkan uang pribadi.


" Gakpapa...Sayang pilih yang mana sayang suka..Aku akan bayar.." ucap Arjuna.


" Nanti uang mas habis " ucap Hana.


" Enggak...." ucap Arjuna.


Setelah selesai memilih,Arjuna membayar dengan uang cash.


" Sekarang kita beli hape..." ucap Arjuna.


" Aku lihat di laci ada hape mas..." ucap Hana.


" Itu hapeku yang lama..." ucap Arjuna.


" Gak usah beli hape mas...Aku pakai hape mas yang lama aja..." ucap Hana.


" Jangan...Di situ banyak foto mbakku...Nanti hilang. Dah..Sayang beli aja hape baru...Aku yang bayarin...Jadi sayang gak usah khawatir dan aku gak akan meminta sepeserpun duit milikmu." ucap Arjuna.


" Injih mas ... "


" Mas....Mas gak beli baju muslim?ucap Hana.


" Buat apa?" ucap Arjuna.


" Ya buat shalat mas..." ucap Hana.


" Ya udah deh...Tapi sayang yang pilihkan ya..." ucap Arjuna.


Setelah membeli pakaian,Mereka kemudian berjalan ke stand penjualan ponsel.


Di saat berjalan,Arjuna melihat seorang gadis cantik berjilbab berjalan bersama kedua orang tuanya.Arjuna mengenali mereka.Pria tua yang memakai songkok putih adalah pak Maulana Ibrahim,orang yang dulu pernah mengantarkannya pulang.


" Assalam mu'alaikum pak haji..." ucap Arjuna.


" Wa'alaikum salam warah matullah...Hemm...Arjuna?" ucap Ibrahim.


" Injih pak..Kirain bapak lupa.." ucap Arjuna lalu bersalaman dan tak lupa cium tangan.


" Ya enggak....Gimana kabarmu Juna?" ucap Ibrahim.


" Baik pak haji...Oh iya,si Anisnya mana pak haji..." ucap Arjuna tak melihat kucing.


" Ini..." ucap Ibrahim.


" Ini bukan si Anis,tapi si jutek pak haji..." ucap Arjuna.


" Apa kamu bilang?' ucap Nisa.


" Gak kok...Cuman si galak aja..." ucap Arjuna.


" Lagi belanja ya Juna..?'" ucap Ibrahim.


" Iya pak haji... Eh galak,mana kucingmu?'


Nisa diam tak menjawab


" Pak haji,aku boleh gak maen kerumah pak haji" ucap Arjuna.


" Mau apa kamu ke rumahku?" ucap Nisa.


" Mau ambil kucingmu lah..." ucap Arjuna.


" Aku laporin ke polisi jika kamu berani ambil kucingku..." ucap Nisa.


" Aku kan dah ijin sama ayahmu...Ya kan pak haji..." ucap Arjuna.


" Bi....Jangan kasih kucing Nisa bi ke cowok aneh ini..." ucap Nisa.


Ibrahim hanya tersenyum.


" Ya sudah kalau begitu pak haji...Aku mau lanjut lagi...Assalam mu'alaikum " ucap Arjuna.


" Wa'alaikum salam warah matullah.." ucap Ibrahim.


" Nanti malam aku ambil kucingmu..." ucap Arjuna lalu berjalan.


" Ku laporin ke polisi..." ucap Nisa.


Arjuna diam tak menjawab


" Siapa mereka mas...?" ucap Hana.


" Itu pak Maulana Ibrahim yank..Beliau yang mengantarku pulang..." ucap Arjuna.


" Yang sayang maksud anak pak haji itu Nisa kah yank?" ucap Hana.


" Iya...Nanti aku cerita yank...." ucap Arjuna.


Sesampainya di stand penjualan ponsel.


" Masnya cari ponsel apa? Kita punya ponsel keluaran terbaru mas. Dan ada cash backnya" ucap pelayan toko.


" Yang ini aja mas..." ucap Hana menunjuk ponsel yang harganya murah.


" Yakin pilih yang ini?" ucap Arjuna.


" Iya mas...Soalnya aku cuman buat nelpon sama kirim pesan aja .." ucap Hana.


" Ya sudah...Mbak...Yang ini mbak" ucap Arjuna.


" Mbaknya gak mau pilih hape Samsung..Ada yang terbaru,ram 8 .." ucap pelayan belum sempat menyelesaikan ucapan di jawab oleh Hana.


" Enggak mbak ..Aku pilih yang itu saja.." ucap Hana.


" Baik...Mau beli apa mbak,kita ada headset bluetooth seri terbaru.." ucap pelayan.


" Enggak...Terima kasih,aku hanya ingin membeli kartu perdana,." ucap Hana.


Arjuna membayar ponsel tersebut lalu pergi meninggalkan stand penjualan ponsel.


" Kita kemana lagi yank?" ucap Arjuna.


" Pulang aja mas..." ucap Hana.


" Gak pergi jalan - jalan?" ucap Arjuna


" Terserah mas...Tapi saat adzan kita ke mesjid " ucap Hana.


" Oke sayangku...."


" Hemm...Aku mau ke kuburan orang tuaku dek.." ucap Arjuna.


" Iya mas..." ucap Hana.


Arjuna menunjukkan di mana letak kuburan orang tuanya berada.


Namun belum sampai di kuburan,mereka singgah ke mesjid untuk shalat. Kemudian mereka mampir ke warung makan.


Arjuna duduk di samping Hana. Ketika makanan datang,Arjuna menyendok makanan milik Hana.


" Buka cadarnya dek" ucap Arjuna.


" Mas...Aku bisa makan sendiri..." ucap Hana.


Arjuna meletakkan sendoknya.


" Sudah gak mau ku suapin ya..." ucap Arjuna.


" Bukannya gak mau mas,aku kan pakai cadar,nanti wajahku kelihatan gimana?"


Arjuna diam tak menjawab. Dan tak melihat ke arah Hana.


" Mas marah ya?" ucap Hana.


" Enggak...Aku cuman kesal aja. Mending sayang gak pakai cadar,agar aku bisa nyuapin sayang" ucap Arjuna.

__ADS_1


" Mas pengen wajahku di lihat orang.."


Arjuna diam tak menjawab.


" Ya sudah..Mas suapin aku ya..Maaf ya mas...Jangan marah ya..." ucap Hana.


Arjuna menoleh ke Hana.


" Iya...." ucap Arjuna lalu mengambil sendok dan menyuapi Hana.


Hana mengangkat cadarnya dan membuka mulut. Arjuna memasukkan makanan ke dalam mulut Hana.


" Mas masih marah?" ucap Hana.


" Enggak,aku gak marah sama orang yang ku sayang..." ucap Arjuna.


Hana menyendok makanan lalu menyuapi Arjuna.


" Iya... Cuman mas kesal kan?" ucap Hana.


" Iya dek..." ucap Arjuna.


Selesai makan,mereka melanjutkan perjalanan lagi.


" Mas....Gimana kalau mas tinggal di rumahku?' ucap Hana.


" Aku gak mau ...Nanti bertemu dengan Dion dan Bayu...." ucap Arjuna.


" Aku gak enak mas,numpang di rumah Gabrian..." ucap Hana.


" Tunggu lulus,baru kita cari rumah yank.."


" Nanti beli kembang buat nyekar yank.." ucap Arjuna.


" Injih mas..." ucap Hana.


Sesampai di tempat tujuan. Mereka berjalan menuju di mana letak makam orang tua Arjuna.


Setelah sampai,Arjuna menaburkan bunga di dalam kantong plastik.


" Pak...Mak...Maaf aku baru datang menjenguk mak.."


"Aku sekarang sudah nikah mak...Ini istriku..Namanya Hana. Cantik kan orangnya mak..."


Air mata Arjuna keluar.


" Aku kangen kalian....Seandainya kalian masih hidup...Aku akan membahagiakan kalian. Aku punya banyak uang mak." ucap Arjuna.


Arjuna terdiam beberapa saat. Kemudian berdiri.


" Aku pulang dulu ya mak...Pak...Kapan - kapan aku ke sini lagi .." ucap Arjuna.


Mereka pun pergi meningggalkan pemakaman itu.


" Mas.... Aku pengen mas cerita soal anak pak haji itu. Tapi kalau mas gak cerita juga gakpapa" ucap Hana sambil menyetir.


" Dulu waktu masih bersama Kartika. Aku belum belum menyentuh Nurmala yank. "


" Nah pas aku bilang ke dia bahwa aku menggauli Nurmala. Kartika mendiamkan aku yank..."


" Karena aku di diamkan,jadi aku merasa tidak di butuhkan lagi,jadi aku pergi dari rumahnya tanpa pamit..."


" Aku pergi ke hutan dan menginap di sana,lalu karena bosen,aku mutuskan berkelana saja..."


" Terus gak tahu jam berapa itu,aku mau tidur di atas pohon,pas naik di pohon. Aku dengar ada suara orang ngaji..."


" Suaranya bagus banget seperti suara sayang...Lalu aku samperin dengan cara naik ke atap..."


Arjuna menceritakan hingga di antar oleh pak haji ke rumah Kartika.


" Nah...Kartika peluk aku dan minta maaf...Begitu yank..." ucap Arjuna


" Oooo...Aku pikir mas pacaran dengan anak pak haji .." ucap Hana.


" Ogahh...Sama cewek jutek dan galak..." ucap Arjuna.


" Aku juga galak loh mas..." ucap Hana.


" Masa seh?" ucap Arjuna.


" Iya...Kalau gak terima aku tegur gara - gara rokok,aku hajar orang itu. Gak peduli badannya gede sekalipun..." ucap Hana.


" Jiangkreek..." ucap Arjuna.


" Pernah dulu itu pak kades datang kerumah,dan merokok di dalam rumah. Aku ambil rokok yang masih nyala dan bungkus rokok serta korek,lalu ku buang keluar." ucap Hana.


" Pak Kadesnya marah gak yank?" ucap Arjuna.


" Marah dia mas...Terus pas di pos ronda,ada orang menyalakan rokok,aku bilang menjauh. Dia gak mau dan gak terima jika rokoknya ku buang. Ya aku hajar aja..." ucap Hana.


" Sadis coook..." ucap Arjuna dalam hati.


" Makanya itu,mas jangan merokok. Kalau mau merokok harus di luar,ketika selesai merokok,mas harus gosok gigi dan ganti pakaian" ucap Hana.


" Kalau rokok elektrik gimana yank?' ucap Arjuna.


" Hemm..Rokok eletrik gak masalah yank..Tapi jangan di dalam rumah..Oh iya..."


" Di dalam lemari aku lihat ada plastik hitam itu apa mas?" ucap Hana.


" Uangku dek..." ucap Arjuna.


" Kok gak di masukkan ke bank mas?" ucap Hana.


" Belum sempat dek,..." ucap Arjuna.


Setelah sampai dan masuk ke dalam kamar tidur. Arjuna melepas pakaiannya.


" Mandi berdua yuk dek?" ucap Arjuna.


" Bentar lagi adzan mas...Jadi mas duluan aja. Terus ke mesjid..." ucap Hana.


" Iya...iya .." ucap Arjuna.


Setelah Arjuna pulang dari mesjid.


" Mas mau makan apa belajar?" ucap Hana.


" Adek laper gak?" ucap Arjuna.


" Sedikit..." ucap Hana.


" Ya udah..Kita makan dulu..."


Mereka keluar kamar .


Arjuna berpas - pasan dengan Liana saat di tangga.


" Dah makan apa belum Na?" ucap Arjuna .


" Sudah...." ucap Liana.


" Juna..."


Arjuna menoleh kebelakang,nampak Evan menuruni anak tangga. Sementara Liana lanjut menaiki anak tangga.


" Kamu sudah lihat berita belum?" ucap Evan..


" Berita apa kang?" ucap Arjuna.


Evan menunjukkan sebuah kabar berita di ponselnya ke Arjuna.


" Yang ini..." ucap Evan.


" Oooo...Sudah.Ne aku lihat.." ucap Arjuna.


" Jancook..." ucap Evan.


" Aku mau makan dulu kang...Laper..." ucap Arjuna lalu pergi meninggalkan Evan.


Sesampai di meja makan. Hana melayani Arjuna. Ia menuangkan nasi ke piring Arjuna ,lalu sayur dan lauk.


" Habis makan,nanti mas belajar shalat ya..." ucap Hana.


" Iya dek..." ucap Arjuna.


Setelah selesai makan,mereka masuk ke dalam kamar. Hana mengajari Arjuna bacaan shalat.


" Yank...Itu beneran di baca?" ucap Arjuna.


" Iya mas...Tapi jangan terlalu nyaring." ucap Hana.


" Oh iya,adek beneran bisa buat pagar penangkal santet?" ucap Arjuna.


" Bisa...." ucap Hana.


Arjuna berjalan ke lemari untuk mengambil uang tas kresek berisi uang,kemudian kembali ketempat semula.


Arjuna membuka ikatan tas plastik,ia mengambil 5 gepok uang 100 ribuan.


" Ini buatmu yank...Yang ini aku bawa buat peganganku.." ucap Arjuna.


" Banyak banget mas...Katanya mas di gaji 10 juta..." ucap Hana.


" Itu uang hasil aku maen kartu yank.." ucap Arjuna.


" Main kartu..? Sayang maen judi?" ucap Hana.


" Ya maen kartu pakai uang,tapi uang yang ku pakai punyanya Evan.." ucap Arjuna.


" Aku gak mau terima mas jika uang itu hasil judi.." ucap Hana.


" Kenapa adek gak mau?" ucap Arjuna.


" Judi itu haram sayang ..Dan di larang dalam agama..Sayang kembalikan saja ke Evan.." ucap Hana.


" Kok di kembalikan?" ucap Arjuna.


" Iya...Aku gak mau terima,dan sayang jangan pakai uang hasil judi...Jika gak mau mengembalikan,biar aku yang kembalikan.."


" Sini uang yang mas pegang..." ucap Hana.


" Aku kasihkan om Rian aja yank..." ucap Arjuna.


" Tadi sayang belikan aku baju dan ponsel pakai uang judi?" ucap Hana.


" Iya...." ucap Arjuna.


" Mas..... Aku gak mau makan uang haram,kalau dari gaji sayang gak masalah..." ucap Hana.


" Ribet amat seh...Kan sayang kalau di kembalikan dek" ucap Arjuna.


" Mas....Kita ini islam. Islam di larang bermain judi. Dan hasil judi itu haram..Nanti mas masuk neraka,aku juga bisa masuk,karena tidak memberitahukan ke mas..Kembalikan ya mas..." ucap Hana.


" Iya..." ucap Arjuna.


" Masukkan uang mas itu ke kantong plastik dan kembalikan uang ini" ucap Hana.


" Aku kasih ke om Rian ya dek" ucap Arjuna.


" Terserah mas ..Yang penting uang ini jangan mas bawa lagi,dan jika dia gak mau,kasihkan ke Evan.." ucap Hana.


Arjuna memasukkan uang yang ia pegang,lalu berjalan keluar untuk memberikan uang hasil judi ke Gabrian.


Sesampainya di ruang keluarga,Arjuna tak melihat om Rian,ia hanya melihat tante Lina.


" Kasihkan dia aja lah..." gumam Arjuna lalu berjalan mendekati Angelina.


" Tante..." ucap Arjuna.


" Iya Juna..." ucap Angelina.


" Ini buat om dan tante .." ucap Arjuna sambil memberikan kantong kresek berisi uang.


Angeline menerima sambil berkata" Ini apa?"


" Uang tante..." ucap Arjuna.


" Uang.."


Angelina membuka ikatan plastik. Nampaklah tumpukan uang.


" Ini uang siapa?" ucap Angelina.


" Itu uang hasil aku maen kartu tante,bibiku bilang gak mau terima,sebab uang judi dan di suruh mengembalikan. Jadi aku kasih ke tante aja."


" Aku memerintahkan tante untuk menyimpan dan membagi uang itu ke om Rian. Jika mau pakai saja... " ucap Arjuna.


" Iya Juna..." ucap Angelina.


Arjuna pergi meninggalkan Angelina.


Sementara Angelina berdiri lalu masuk ke dalam kamar.


Nampak Gabrian sedang duduk menatap layar laptopnya.


" Paah..." ucap Angelina.


" Hemmm..." suara Gabrian.


" Mama di kasih uang sama Arjuna,katanya suruh bagi dua.." ucap Angelina.


" Arjuna memberikan mama uang? ".


Angelina meletakkan di meja laku membuka kantong plastik.


"Eh...!!! Ini beneran dari Arjuna ma?" ucap Gabrian terkejut dan tak percaya.


" Iya...Katanya ini uang hasil main kartu. Bibinya gak mau terima.." ucap Angelina.


" Kenapa Arjuna tidak menyimpannya?" ucap Gabrian.


" Mama di suruh menyimpan dan membagi dua ke papa. Bila mau pakai,ya pakai aja.."


Angelina mengambil sebagian.


" Itu bagian papa..." ucap Angelina.


" Mama simpan saja di lemari besi.." ucap Gabrian.


Angelina mengambil lalu menyimpan uang itu ke lemari besi.


Di sisi Arjuna.


" Mas sudah memberikan uang itu?" ucap Hana.


" Sudah... Padahal banyak loh dek..Rugi tahu.." ucap Arjuna.


" Maasss...."


" Jika uang itu di dapat secara halal gak masalah..." ucap Hana.


Arjuna duduk di ranjang,lalu Hana ikut duduk.


" Aku berencana membeli rumah dengan uang itu..' ucap Arjuna.


" Mas dengarin aku..."


" Meskipun kita tinggal di rumah berdinding bambu gak masalah,yang penting mas kerja yang halal." ucap Hana.


" Terus pekerjaanku ini gimana? Halal apa enggak?" ucap Arjuna.


" Halal mas ..Mas kan melindungi keluarga ini dari santet.." ucap Hana.


" Ribet...." ucap Arjuna.


" Aku sudah memagari rumah ini mas .." ucap Hana.


" Kapan?" ucap Arjuna.


" Tadi pagi.." ucap Hana.


" Yakin jika santet itu gak bisa masuk dek?" ucap Arjuna.


" Insya Allah....Kita serahkan kepada Allah mas .." ucap Hana.


Arjuna berdiri lalu berjalan ke arah jendela dan membuka jendela.


" yasphal...Kesini..".ucap Arjuna


Tak sampi 5 detik keris itu muncul di hadapan Arjuna. Arjuna memegang gagang keris,kemudian menutup jendela dan menguncinya.


Hana mendekati Arjuna.


" Boleh ku pegang gak mas?" ucap Hana.


" Jangan bunuh dia..Dia mau memegangmu.."ucap Arjuna lalu menyerahkan kerisnya ke Hana.


Hana menerima dan memperhatikan keris tersebut. Ia merasakan kekuatan mistis yang sangat kuat di keris tersebut.


" Mas dapat keris ini dari mana?" ucap Hana.


" Pemberian mbah kung"


" Keris itu sudah lama..Bahkan menurut cerita mbahkung sering di pakai buat menjaga desa agar tidak ada penjajah yang masuk ke desa.. ucap Arjuna.


" Berarti keris ini sudah lama ya mas?" ucap Hana.


" Iya...Bahkan sebelum belanda dan jepang ke tanah Jawa,keris ini sudah ada..." ucap Arjuna.


" Jika aku pegang langsung sebelum mas bilang ke keris itu,apa yang akan terjadi mas?" ucap Hana.


" Keris ini akan melukai adek.." ucap Arjuna.


" Mas...Aku takut jika keris ini melukaiku..." ucap Hana.


" Enggak...Dia tidak akan melukaimu..."


" Yasphal....Dia ini istriku...Jangan kamu sakiti dia..." ucap Arjuna.


Keris yang di pegang Hana bergerak. Hana terkejut.


" Mas...Kerisnya bergerak.." ucap Hana.


" Dia bilang iya..."


Hana memberikan keris itu pada Arjuna.


" Mas...Kok ada bekas noda darah?" ucap Hana.


" Tadi malam keris itu habis bunuh.." ucap Arjuna.


" Siapa yang mas bunuh?" ucap Hana.


" Gak tahu,tadi malam itu setelah pulang maun kartu ada yang mencegat kita, kalau aku turun ngeladenin,bisa lama. Dan Evan bisa ikut celaka. Jadi ya ku suruh keris itu untuk bunuh..." ucap Arjuna.


" Ooo...Begitu...."


" Mas jangan asal bunuh orang ya....Nanti mas di tangkap polisi " ucap Hana.


" Sebelum mereka menangkapku..Polisi itu akan mati lebih dulu ." ucap Arjuna.


" Aku gak mau mas jadi pembunuh berdarah dingin..."


" Aku lebih suka mas seperti orang biasa,tanpa membunuh orang..." ucap Hana.


" Tergantung dek...Jika mendesak ya aku bunuh..." ucap Arjuna.


" Mas cinta kan sama aku..." ucap Hana.


" Aku sangat mencintaimu Hana..." ucap Arjuna.


Hana tak ingin gegabah,ia harus segera memegang kendali keris itu. Jika tidak,keluarganya akan terancam. Lalu ia berkata lembut ke Arjuna.


" Turutin ucapanku mas...Keris ini aku yang bawa. Mulai sekarang mas jangan membunuh orang lagi. Aku gak mau punya suami seorang pembunuh..."


Nampak Arjuna berpikir.


" Maass.... Aku sangat mencintaimu mas...Tapi aku gak mau mas jadi seorang pembunuh. Sedikit - sedikit bunuh orang. Ya mas..."


" Mas mau...Jika kita punya anak,terus kelakuannya sama seperti mas?" ucap Hana.


" Enggak..." ucap Arjuna.


" Makanya itu..Mas mulai sekarang hiduplah dengan tenang,tanpa membunuh.."


Hana memeluk Arjuna dari belakang.


" Aku akan menemani mas sepanjang hidupku jika mas berhenti membunuh.." ucap Hana.


" Baiklah...."


Hana melepas pelukannya


" Tapi kalau ada orang yang berniat membunuhku gimana atau membunuh sayang?" ucap Arjuna.


" Apakah keris itu bisa menuruti dua orang sekaligus mas?" ucap Hana.


" Gak tahu..." ucap Arjuna.


" Coba tanyakan..." ucap Hana.


" Broo...Kamu bisa gak mempunyai tuan dua orang?"


Keris yang di pegang Arjuna bergerak kiri dan kanan.


" Meskipun dia istriku?"


Keris itu bergoyang maju mundur"


" Gak bisa yank"ucap Arjuna.


" Begini saja, mas serahkan keris itu padaku. "


Arjuna nampak berpikir.


" Mass...Mas sudah mendapatkanku,dan aku mencintaimu mas ...Apakah mas ragu dengan cintaku ini?" ucap Hana.


" Baiklah ..."


" Aku butuh darah sayang..." ucap Arjuna.


" Untuk apa darahku mas?" ucap Hana.


" Untuk kerisku...Sebentar..."


Arjuna berjalan ke meja belajar,kemudian mengambil buku dan pulpen. Ia menulis sesuatu di kertas,kemudian merobek kertas itu dan berjalan ke arah Hana.


" Ini nanti sayang baca di saat mengoleskan ke bilah keris ini..."


Arjuna melepas cincin,lalu melukai jarinya.


Hana melihat aksi di lakukan Arjuna teringat dengan Bayu.


" Apakah itu cincinya Bayu ya?" ucap Hana dalam hati.


Arjuna mengoleskan darah.


" Mana jarimu dek"


Hana menyodorkan tangannya.


Arjuna melukai tangan Hana,tapi tak bisa.


" Sayang pakai kalung merah delima?" ucap Arjuna.


" Iya..Sebentar aku lepas mas.." ucap Hana.


Hana melepas kalungnya. Kemudian Arjuna melukai jari Hana.


" sekarang baca itu sambil oleskan ke keris" ucap Arjuna.


Hana menuruti ucapan Arjuna.


Setelah selesai.


" Simpan baik - baik ya dek ..." ucap Arjuna.


" Iya mas..."


Hana menyimpan keris itu ke dalam kotak keris.


Lalu berjalan ke arah Arjuna.


" Mas ..Aku pengen..." ucap Hana manja.


" Pengen apa dek..." ?" ucap Arjuna


Hana memegang pisang Arjuna.


" Pengen ini..." ucap Hana.


" Ayoo...." ucap Arjuna.


Mereka pun segera melakukan bercocok tanam.


Setelah selesai,mereka berpelukan di dalam selimut.


" Mas ... " ucap Hana.


" Iya .." ucap Arjuna.


" Aku pengen kita tinggal di rumah sendiri..." ucap Hana.


" Hemm.....Nanti lah yank ..Jika uangku cukup,aku akan beli rumah" ucap Arjuna.


" Kelamaan mas...Kalau kita numpang,aku gak enak sama Gabrian.Mas harus belajar mandiri." ucap Hana.


" Hemmm.....Tunggu lulus ya dek.."


" Jadi,setelah lulus. Kita datang ke KUA,terus nikah resmi dan kita cari rumah kontrakan.." ucap Arjuna.


" Mas mau jualan lagi atau lanjut kuliah?" ucap Hana.

__ADS_1


" Dua - duanya...Pagi kuliah,malam jualan..." ucap Arjuna.


" Iya mas..." ucap Hana .


__ADS_2