
Hari berganti hari dan bulan pun berganti bulan,, Juna dengan kuliah dan perkebunannya, Manda dengan karier nya,, kesibukan mereka membuat hubungan mereka sangat renggang.
"Leh... nak Manda lama gak kesini ,, hubungan kalian baik - baik saja kan?"Tanya Bibi
Tidak ada jawaban dari Juna.
Bibi mengerti dengan kediaman Juna,,, bibi tidak bertanya lagi.
***
Sepulang kuliah Juna mampir ke kafe , hujan turun rintik-rintik membasahi dinding kaca kafe, kafe sepi,, secangkir cappucino menemani Juna menghabiskan waktu di kafe itu.
Sementara itu ,di lain tempat Amanda sedang siaran life di salah satu channel TV swasta pada acara gossip ,,di sana Amanda ditunjuk sebagai salah satu bintang tamunya ,, saat diwawancarai wartawan tentang kekasih nya Amanda bilang dia singgle dan sudah lama putus dengan pacarnya.
Juna menyaksikan acara itu di kafe,, sesak dada Juna menyaksikan nya,, Juna meraih gitar yang ada dipojokkan kafe,, dia mulai mencurahkan isi hati nya,,lagu menunggu tanpa batas waktu by Fadly ma
Aku masih ada di sini
Masih dengan perasaanku yang dahulu
Tak berubah dan tak pernah berbeda
Aku masih yakin nanti milikmu
Aku masih di tempat ini
Masih dengan setia menunggu kabarmu
Masih ingin mendengar suaramu
Cinta membuatku kuat begini
Aku merindu
Kuyakin kau tahu
__ADS_1
Tanpa batas waktu
Kuterpaku
Aku meminta
Walau tanpa kata
Cinta berupaya
Engkau jauh di mata tapi dekat di doa
Aku merindukanmu
Aku masih di dunia ini
Melihatmu dari jauh bersama dia
Walau pasti kuterbakar cemburu
Aku merindu
Kuyakin kau tahu
Tanpa batas waktu
Kuterpaku
Aku meminta
Walau tanpa kata
Cinta berupaya
O-o-o-o-o ...
__ADS_1
Aku merindu
Kuyakin kau tahu
Tanpa batas waktu
Aku terpaku
Aku meminta
Walau tanpa kata
Cinta berupaya
Engkau jauh di mata tapi dekat di doa
Aku merindukanmu
Aku merindukanmu
Aku merindukanmu
Tanpa disadari oleh Juna ada sepasang bola mata indah yang menitihkan air mata mendengar nyanyian Juna.
***
Juna menghentikan nyanyian nya dan keluar dari kafe ,,, dia membiarkan air hujan membasahi tubuhnya,,,,mengingat kejadian yang telah dilihat nya tadi membuat Juna menghentikan langkahnya,,dia tidak menyangka kata putus yang dipilih Amanda untuk hubungan mereka,yang ditakutkan Juna terjadi juga akhirnya, dan seluruh dunia sudah mengetahui nya sekarang Arjuna bukan milik Amanda dan sebaliknya Amanda bukan milik Arjuna.
Juna berdiri mematung dan memejamkan matanya,,,dia ingin berteriak tapi mulutnya menolak untuk mengeluarkan teriakan itu. Dadanya sesak,,, sakit seperti ditusuk-tusuk. Air hujan menghapus jejak air mata sang Arjuna.
Hati Juna memang menangis tapi mulutnya tersenyum simpul,,, dalam hati dia berkata apa yang sedang dilakukan nya,,, bukankah dia sudah menduga jauh - jauh hari..kalo hal ini pasti akan terjadi. Bukankah Juna juga sudah membuat keputusan untuk melanjutkan hidupnya dengan mengambil gelar doktor dan melepaskan Amanda agar mengejar mimpi nya .
Hati memang tidak bisa ditebak,,, sebaik apapun kita berusaha tegar,, tetap lah hanya DIA lah yang mampu membolak-balik kan hati tapi Juna tidak pernah membayangkan rasanya akan se sakit ini.
"Juna ayo bangkit,,, masih banyak hal baik yang menantimu,, salah satu nya adalah jodohmu." Bisik hati Juna.
__ADS_1
Sebuah payung menghalangi air hujan membasahi tubuh Juna... dia membuka kedua matanya dan tampak terkejut mendapati sosok wanita yang memayungi nya