ARJUNA

ARJUNA
AKU KANGEN YANK


__ADS_3

Siang hari.


Arjuna dan Dini tiba di rumah Kartika memakai motor sendiri - sendiri.


Saat sudah di dalam rumah.


Arjuna tak melihat keberadaan Kartika,lalu ia teringat bahwa Kartika telah pergi ke London.


" Asemmm....Aku lupa kalau pacarku ke London..." ucap Arjuna dalam hati.


Arjuna mengganti pakaiannya,lalu ke dapur untuk makan. Saat membuka tudung nasi,Arjuna melihat lauk dan sayur.


Sore harinya,Arjuna menyiram bunga.


" Diampuut....Belum sehari gak ketemu,kok aku kangen ya...."


" Seandainya London itu dekat..Pasti aku datangin...Lah ini jauh pakai banget..." ucap Arjuna dalam hati.


Sementara Dini membersihkan rumah,setelah itu ke teras menemui Arjuna.


" Sepi ya dek .." ucap Dini.


" Iya ..." ucap Arjuna.


Saat malam hari tiba .


Arjuna bersama Dini di ruang keluarga belajar bersama


" Dek...." ucap Dini.


" Apa mbak ?" ucap Arjuna.


" Desy itu suka sama kamu loh.." ucap Dini.


" Iya..Aku tahu mbak..." ucap Arjuna.


" Kenapa gak kamu kasih tahu aja jika sudah punya pacar..." ucap Dini.


" Malas aku mbak.....Aku dah bilang padanya,bahwa aku nyaman menjadi teman saja "


" Mbak pacaran apa enggak?" ucap Arjuna.


" Enggak....Oh iya...Ini kan kak Tika gak ada,terus kalau kamu pengen bercinta gimana?" ucap Dini.


" Hemmm....Gak tahu dek..Paling sabun.." ucap Arjuna.


" Datangin kak Nur aja dek..." ucap Dini.


" Gak ahh ..Kalau berangkat sekolah jauh..." ucap Arjuna.


" Hemmm...Gimana kalau kamu bercinta denganku?" ucap Dini.


" Gak mbak ..Nanti mbak hamil terus Kartika bisa marah sama aku .." ucap Arjuna.


Arjuna berdiri lalu berjalan ke arah kamar Kartika.


Setelah berada di kamar,Arjuna berebah. Tercium aroma tubuh Kartika.


" Duh gusti....Kenapa aku jadi kangen ya...Baru aja di tinggal..."


Arjuna mengecek ponsel,nampak centang satu di chat WA .


" Aiissh....Gak aktif lagi..." ucap Arjuna dalam hati.


Tiba - tiba ponselnya berdering nada panggil,di layar muncul nama Nurmala.


" Halloo...." ucap Arjuna.


" Lagi apa sayang ..." suara Nurmala.


" Lagi berebah ..." ucap Arjuna. Arjuna tahu bahwa Nurmala menyukai dirinya,tapi Arjuna lebih menyukai Kartika ketimbang Nurmala.


" Sendirian ya...Kasihaaaan...." suara Nurmala.


" Kak Nur seh di sana...." ucap Arjuna.


" Maunya seh aku tidur di sana,tapi besok pagi - pagi ada rapat yank..." suara Nurmala.


" Ooo...Begitu...Kira - kira kapan ya kak Tika pulang .." ucap Arjuna.


" Paling tiga minggu baru pulang .." suara Nurmala


" Lama banget yank...." ucap Arjuna.


" Kalau sebentar aja rugi,belum uang tiketnya,mungkin kak Tika sekalian berlibur..." suara Nurmala.


" Aku pengen ke sana eee kak..." ucap Arjuna


" Arjuna...." suara Nurmala.


" Iya...." ucap Arjuna.


" Apakah kamu mencintaiku..." suara Nurmala.


" Heemmm...Kenapa kak Nur tanya seperti itu?" ucap Arjuna


" Gakpapa,cuman pengen nanya aja..." suara Nurmala.


" Cinta seh kak,tapi..." ucap Arjuna.


" Kamu lebih mencintai kak Tika...?" suara Nurmala.


" Iya..." ucap Arjuna.


" Hemm...Apakah kamu gak bisa menyamakan rasa cintamu kepadaku seperti cintamu pada kak Tika?" suara Nurmala.


" Bisa ,tapi kak Tika nanti marah..." ucap Arjuna.


" Aku sama kak Tika sudah pernah membahas tentangmu...Bahwa setelah lulus nanti,kamu menikah dengan kak Tika,lalu kak Tika mempersilahkanmu untuk menikah lagi agar punya momongan. Kak Tika mau bila kamu menikah denganku..." suara Nurmala.


" Heemmm... Kak Tika gak marah jika aku menikahi adiknya?" ucap Arjuna.


" Enggak sayang ...Kak Tika malah senang banget..Jadi kita bisa berkumpul.. Asal sayang tahu,aku menyerahkan kesucianku karena aku mencintaimu ..." suara Nurmala.


" Baiklah ...Nanti setelah lulus,aku akan menikah dengan kak Tika dan kak Nur..." ucap Arjuna.


" Emang sayang kuat?" suara Nurmala.


" Kuatlah...Kan waktu itu dah aku buktikan..." ucap Arjuna


" Bukan itu sayang...Yang aku maksud,sayang kuat mencukupi kebutuhan kita berdua... Karena setelah menikah,sayang punya tanggung jawab menafkahi istrinya. Tidak melulu di ranjang sayang. Sayang harus bisa belikan baju,makanan, dan bila sudah punya bayi,sayang harus beli susu,beli popok..." suara Nurmala.


" Nanti aku cari kerja yank....Biar aku bisa mencukupi kebutuhan sehari - hari..." ucap Arjuna.


" Pinter....Kalau bisa di mulai sejak sekarang...Sayang buka usaha apa gitu...Jadi punya pemasukan sehari - harinya..." suara Nurmala.


" Usaha apa yank..." ucap Arjuna.


" Jualan apa saja yang penting menghasilkan uang,tapi jangan sampai mengganggu belajarmu..." suara Nurmala.


" Hemmm ...Nanti aku pikirkan yank..." ucap Arjuna .


" Sekarang kan banyak tuh jualan online,entah makanan atau barang,lalu kirimnya pakai jasa ojek online atau jasa ekspedisi..." suara Nurmala.


" Kalau kembang,bisa gak yank?" ucap Arjuna.


" Bisa....Nanti buat toko online,kemudian foto semua bungamu yank..." suara Nurmala.


" Ya deh...Nanti aku coba yank..." ucap Arjuna.


" Ya sudah kalau begitu..Aku istirahat dulu ya sayang..." suara Nurmala.


" Iya sayang..." ucap Arjuna.


" Ciumnya mana..." suara Nurmala.


" Emmuuaachh....Emmmuuuaachh...." ucap Arjuna


" Makasih sayang....Emmmuaachh....Love you.." suara Nurmala.


" Love you to .." ucap Arjuna.


Panggilan berakhir.


Arjuna meletakkan ponselnya di atas meja laci kecil,lalu berebah.


" Benar juga yang di katakan Nur ...Setelah menikah,tentu aku yang harus menafkahi. Jika aku gak kerja dan mengandalkan uang tabunganku...Lama - lama habis jika gak punya pemasukan...." ucap Arjuna dalam hati.


Arjuna memejamkan matanya,tak lama kemudian ia tertidur.


0.0.0


Setelah pulang sekolah,Arjuna mencari di internet cara menjual barang lewat internet. Setelah dapat,lantas Arjuna mencoba mendaftar. Ketika sudah berhasil mendaftar. Arjuna memfoto bunga yang ia tanam,kecuali bunga Tulip,bunga Lily dan bunga Anggrek milik Kartika.


Arjuna selesai memfoto bunga miliknya,kemudian memasukkan dalam daftar yang ia jual dalam toko online miliknya.


" Semoga aja ada yang beli..." gumam Arjuna.


Setelah selesai memasukkan foto,Arjuna berpikir bahwa bunga yang di milikinya tak sebanyak yang di miliki penjual bunga.


" Hemmm...Sepertinya aku harus ke hutan mencari bunga Anggrek..."


" Tapi..."


" Jika aku mencari pulang sekolah,gak bisa lama - lama aku ke hutan.."ucap Arjuna dalam hati.


Muncul ide untuk mencari pekerjaan di jam sore hari.


" Kalau aku kerja sore,pulangnya tengah malam,terus aku ngantuk. Gak fokus belajar....Diampuut..." gumam Arjuna.


Arjuna mengambil selang lalu menyirami tanaman,karena jarang hujan sehingga tanamannya perlu di siram. Jika tidak maka akan layu dan mati. Sementara lahan di sebelah rumah,bulan depan baru bisa di garap.


Malam harinya.


Arjuna bersama Dini di ruang keluarga.


" Mbak...." ucap Arjuna.


" Hemmm..." suara Dini.


" Enaknya jualan apa ya .." ucap Arjuna.


" Gak tahu...Tapi kalau mau jualan itu jangan yang sama dek...Misal di sini ada yang jual bakso dan mie ayam. Kamu jualan aja kebab atau burger gitu setelah pulang sekolah..Kenapa? kamu mau jualan dek" ucap Dini.


" Iya juga ya....Berarti kita harus punya lapak untuk jualan..." ucap Arjuna.


" Jualan aja di depan rumah dek....Kan bisa sambil menjaga rumah ini...Dan aku gak mau di tinggal sendirian..." ucap Dini.


" Tumben mbak pinter..." ucap Arjuna.


" Opoo..Dadi selama ini aku goblok gitu?" ucap Dini.


" Enggak mbak....Lagi datang bulan kah? kok sensi banget..." ucap Arjuna.


" Iya ...Aku lagi datang bulan..." ucap Dini.


" Hemmm.... Di sana ada mini market...Terus ada yang jual Burger, Hemmmm .." ucap Arjuna.


" Rejeki itu sudah ada yang ngatur dek...Kalaupun sama,tapi rejekinya berbeda..." ucap Dini.

__ADS_1


" Iya ustadzah...." ucap Arjuna.


" Gusti pangeran gak tidur....Asal kita berdo'a. Pasti di kabulkan..." ucap Dini.


Arjuna memegang kening Dini.


" Normal....." ucap Arjuna.


Dini menggelitiki Arjuna.


" Ha....Ha....Ha ..Ha....Ha...."


" Geli mbak....Ha ...Ha ..Ha....Ha..." ucap Arjuna.


Dini menghentikan aksinya.


" Asem ... Geli tahu .." ucap Arjuna.


" Biarin....."


" Dek ....Aku pengen ngulangi lagi yang waktu itu kita di hutan..." ucap Dini.


" Pakai karet itu aja mbak..." ucap Arjuna.


" Gak enak...Masih enakkan yang asli ." ucap Dini.


" Kalau mau asli,ada badaknya mbak .." ucap Arjuna.


" Emangnya larutan apa .." ucap Dini.


" Hemmm ..Kalau kita jualan burger aja gak seberapa laku mbak .." ucap Arjuna.


" Tambahin jualan apa gitu,bisa Jus atau apalah dek .." ucap Dini.


" Oh iya...Jus aja mbak...Kan kak Tika punya blender...Jadi kita beli etalase,meja,kompor sama alat - alat yang lain..." ucap Arjuna.


" Tapi jangan di depan gerbang dek kalau jualannya..Nanti kak Nur Datang bawa mobil,kita bongkarin tempat usahanya .." ucap Dini.


" Ya di suruh parkir gak jauh dulu,setelah tutup,barulah mobilnya masuk.." ucap Arjuna.


" Kalau kak Tika keluar pakai mobil gimana?" ucap Dini.


" Iya juga seh....."


" Hemmmmm....."


Arjuna berpikir keras mengenai lokasi tempat untuk berjualan,sebab depan rumahnya selalu ada kendaraan yang lewat. Kecuali di atas jam 9 malam,barulah sepi.


" Gimana kalau buat warung di samping mbak..?" ucap Arjuna.


" Katanya mau berkebun..Gimana seh.." ucap Dini.


" Kan buatnya kecil aja,yang penting ada stand untuk jualan. Aku juga bisa menanam sayuran mbak..." ucap Arjuna.


" Terserah kamu aja dek .." ucap Dini.


" Nanti mbak bantu aku ya..." ucap Arjuna


" Iya kalau gak ada tugas sekolah.Kalau ada gak bisa bantu .." ucap Dini.


" Ya sudah...Nanti aku buat warung di sebelah..." ucap Arjuna.


" Tunggu kak Tika pulang saja dek..." ucap Dini.


" Iya mbak...." ucap Arjuna.


Tak lama kemudian Arjuna pergi ke kamar,sesampai di kamar Arjuna melihat chat yang ia kirim ke Kartika.


" Bajingan....Masih centang satu..." ucap Arjuna dalam hati.


Lalu Arjuna mengirim pesan ke Nurmala. Tak lama kemudian Nurmala menelpon Arjuna.


" Halo sayangku..." suara Nurmala.


" Hallo juga sayang...Lagi apa?" ucap Arjuna.


" Lagi nunggu sayang nelpon..." suara Nurmala.


" Eh yank....Aku bingung neh..." ucap Arjuna.


" Bingung kenapa?" suara Nurmala.


" Kenapa chatku centang satu...Apakah kak Tika belum sampai di London." ucap Arjuna


" Gak tahu...Ini juga chatku centang satu yank." suara Nurmala.


" Kirain punyaku aja...Oh iya...Aku pengen jualan makanan,tapi jualanannya di depan rumah,atau gak samping tanah kosong ini" ucap Arjuna.


" Jualan apa yank...?" suara Nurmala.


" Jualan burger atau gak kebab gitu..." ucap Arjuna.


" Ide yang bagus ...Terus kapan di mulainya?" suara Nurmala.


" Ini idenya mbak Dini...Cuman jika mobilnya kak Tika keluar,kita repot mindahin meja yank..." ucap Arjuna.


" Kenapa gak pakai rombong yang di dorong itu yank...Jadi enak kalau geser..." suara Nurmala.


" Oh iya ya....Kalau pakai rombong lebih mudah menggesernya...Harga rombong itu berapa ya..." ucap Arjuna.


" Gak sampai Lima juta yank...Itu sudah bagus." suara Nurmala.


" Terus setelah itu beli peralatannya,sama bahan buat burger..." ucap Arjuna.


" Sayang beneran mau jualan makanan di depan rumah...?" suara Nurmala.


" Iya sayang...Buat belajar mencari uang..." ucap Arjuna.


" Sayang kan kerja..Gimana mau bantu...?" ucap Arjuna.


" Nanti aku bantu cari tempat di mana yang jual bahan makanan itu,jangan asal beli bahan loh ya sayang...Soalnya ada yang enak,ada pula yang tidak enak .." suara Nurmala.


" Iya sayang ..." ucap Arjuna.


" Yank...Aku pengen..." suara Nurmala.


" Pengen apa yank?" ucap Arjuna.


" Pengen khon### sayang ..." suara Nurmala.


" Ya datang kesini lah yank..." ucap Arjuna.


" Gak bisa...Banyak kerjaanku yank ..Mana si Faisal resek lagi..." suara Nurmala.


" Resek kenapa yank ..?" ucap Arjuna.


" Dia itu sok ganteng aja,gombalin aku terus." suara Kartika.


" Cuekin aja yank...." ucap Arjuna.


Nurmala pun bercerita.


40 menit kemudian mereka tidur.


Esok paginya.


Berhubung Kartika tidak ada,mau gak mau Dini dan Arjuna memasak untuk sarapan.


Hanya telur goreng,serta nasi dan saus sambal yang mereka makan. Karena Dini tidak pintar memasak,Arjuna pun begitu. setelah itu pergi ke sekolah.


Setelah bel istirahat berbunyi,seperti biasa Arjuna menemani Desy.


Namun Arjuna memikirkan tantang usahanya untuk mendapatkan uang.


" Ar...." ucap Desy


Arjuna tak menjawab,ia terus memikirkan apakah berjualan kebab saja ,atau burger .


Desy menepuk pundak Arjuna.


" Eh....!!!! Arjuna tersentak kaget lalu menoleh.


" Ada apa Des?" ucap Arjuna.


" Kamu ngelamunin apa?" ucap Desy


" Makanan Des .." ucap Arjuna.


" Makanan? Kamu gak punya uang?" ucap Desy .


" Punya ..Cuman bukan masalah aku ingin beli makanan.." ucap Arjuna.


" Terus .?" ucap Desy.


" Nanti aja aku cerita...Yok ke kantin .." ucap Arjuna.


Ketika sudah berada di kantin.


Desy menikmati soto,sedangkan Arjuna diam memikirkan usaha apa yang akan ia buka.


" Kamu mikirin apa seh Jun?" ucap Desy.


" Hemmm....Kamu tahu gak tempat yang biki rombong dari almunium?" ucap Arjuna .


" Rombong ..?"


" Kalau dari baja ringan aku tahu,emang buat apaan rombong itu?"ucap Desy.


" Buat usaha..." ucap Arjuna.


Arjuna mengambil ponselnya lalu menghubungi Dion.


" Opo Ar..?" suara Dion.


" Kamu tahu tempat yang membuat rombong dari almunium Yon.." ucap Arjuna.


" Tahu...Kamu mau beli?" suara Dion.


" He eh...." ucap Arjuna.


" Kenapa gak cari yang seken aja Ar...Agak murah ." suara Dion.


" Kalau sesuai dengan yang aku inginkan gak masalah..." ucap Arjuna.


" Kamu di mana?" suara Dion.


" Di hatimu . " ucap Arjuna.


" Jancook..." suara Dion.


" Kantin..." ucap Arjuna.


" Ya sudah,aku kesana.." suara Arjuna.


Panggilan berakhir.


Tak lama kemudian muncul Dion,lalu duduk di samping Desy.


" Kamu mau cari rombong pentol apa bakso Ar..?" ucap Dion.

__ADS_1


" Rombong seperti yang jualan Kebab itu loh Yon...Tapi ada rodanya. Biar enak kalau di pindahin." ucap Arjuna.


" Ooo...Rombong Kebab...Kenapa gak buat sendiri aja..." ucap Dion.


" Aku gak bisa buat,kalau bisa ya aku buat sendiri..." ucap Arjuna.


" Lah...Desy kan serba bisa...Kenapa gak minta bantuan sama Desy..." ucap Dion.


" Aku mana bisa..." ucap Desy.


" Hemm.....Sebentar..."


Dion mengecek marketplace di ponselnya.


" Ada neh .." ucap Dion lalu menyerahkan ponselnya ke Arjuna


Arjuna menerima lalu melihat ke layar.


" Boleh neh...." ucap Arjuna melihat rombong kebab dari Almunium yang ada kaca dan rodanya.


" Telpon aja...Di situ ada nomornya .." ucap Dion.


Arjuna mencatat nomor penjual rombong.


" Kamu mau jualan Kebab kah Ar?" ucap Desy.


" Antara jualan Kebab atau burger..." ucap Arjuna.


" Wuiiih....Jadi pengusaha dong .." ucap Dion.


" Buat sampingan Yon,belajar berbisnis...Kalau gak laku ya makan sendiri,terus jualan yang lain..." ucap Arjuna


" Misal penjualanmunsepi,jangan patah semangat,sambil nunggu pembeli. Kamu baca shalawat aja Ar..." ucap Dion.


" Shalawat...?" ucap Arjuna


" Iya....Ustadku bilang begitu..." ucap Dion.


" Aku bukan islam Yon...." ucap Arjuna


" Gak masalah....Mau islam atau bukan..Insya Allah...Allah akan membuka rejekimu..." ucap Dion.


" Hemm...Nanti aku coba deh..." ucap Arjuna.


" Kapan kamu jualannya?" ucap Dion.


" Gak tahu....Peralatan aja belum beli ..Ne masih cari rombong dulu ." ucap Arjuna.


" Kalau jualan burger,aku tahu tempat pabriknya . Beli roti di situ di jamin fressh dan enak Ar .." ucap Dion.


" Kalau kulit Kebab?" ucap Arjuna


" Di situ juga jual...." ucap Dion.


" Josss itu...." ucap Arjuna.


Terdengar suara bell tanda masuk.


" Nanti antarin aku ke sana ya..." ucap Arjuna.


" Siap delapan enam..." ucap Dion.


Mereka pun kembali ke kelas masing - masing .


Di saat istirahat ke dua.


Arjuna mengajak Dion ke kantin untuk ngopi. Desy mengikuti Arjuna. Sesampai di kantin,seperti biasa Arjuna memesan dua gelas kopi,dan satu gelas es jeruk untuk Desy.


Setelah itu duduk di kursi.


" Emang kamu beneran mau jualan Ar?" ucap Dion.


" Iya Yon...Kalau ngandalin uang tabunganku,lama - lama habis aku pakai..." ucap Arjuna.


" Jualan itu pertama ada modal.." ucap Dion.


" Aku punya modal Yon.." ucap Arjuna


" Kedua tempat yang strategis..." ucap Dion


" Hemmm...Aku jualan di depan rumah aja ..Jadi kalau mau tutup lebih mudah. Lagian di depan banyak orang lewat Yon..." ucap Arjuna.


" Itu sudah cukup...Yang ketiga istikomah.."


Pesanan Arjuna datang,pelayan kantin meletakkan minuman di meja.


" Awali dengan berdo'a,lalu berusaha dan yang terakhir sabar.."


Seorang pemuda yang merupakan salah satu keluarga Han sedang menyamar di sekolahan Arjuna,duduk tak jauh dari Arjuna. Pemuda itu mendengar obrolan Arjuna dengan temannya.


" Sabar bila belum mendapatkan rejeki atau pembeli. "


" Jangan lupa sedekah...Supaya jualanmu lancar Ar .." ucap Dion.


" Iya pak ustadz .." ucap Arjuna.


" Tenanan iki..." ucap Dion.


" He eh ..." ucap Arjuna.


" Kalau rame...Terus tiba - tiba sepi. Biasanya ada yang sirik itu Ar...Ada yang naruh sesuatu di tempat usahamu..." ucap Dion.


" Heemm ...Nanti aku pasang CCTV di teras Yon..." ucap Arjuna.


" Rombongmu masukkan aja dalam pagar..."


" Soalnya ada tuh aku dengar dan itu nyata..."


" Dia itu awalnya jualan seperti biasa. Lama - kelamaan rame pembeli. Namun beberapa hari kemudian mendadak sepi. Saat itu ia tanya ke pelanggan yang biasa beli. Kenapa gak mampir lagi. Terus pelanggan itu bilang bahwa warungnya tutup. Dia membantah karena setiap hari buka.." ucap Dion.


" Ngeri juga ya...." ucap Arjuna.


" Namanya bisnis,pasti ada saingannya Ar...Atau gak kamu datang ke pak Kyai minta do'a. Agar usahamu lancar dan tidak mendapatkan bala..." ucap Dion.


" Aku ini kejawen Dion...Mosok sungkem karo pak kyai seh .." ucap Arjuna.


" Yo gak masalah.....Namanya juga minta do'a...Kecuali kamu melamar anaknya pak kyai,baru deh..." ucap Dion.


" Diampuuut...Yang ada aku di ceramahi dua puluh empat jam non stop...Terus di tendang..." ucap Arjuna.


" Kamu dah ambil jatah war apa belum..?" ucap Dion membahas game COC .


" Sudah...Sisa satu ." ucap Arjuna.


" Rata kan...?" ucap Dion.


" Yo rata lah..." ucap Arjuna.


" Kamu sudah tahu cara buatnya kah Ar?" ucap Dion.


" Buat apa Yon?' ucap Arjuna.


" Ya buat Kebab sama Burger .." ucap Dion.


" Enggak...." ucap Arjuna.


Dion menepuk keningnya.


" Mau usaha tapi gak tahu caranya?" ucap Dion.


" Gampang itu Yon...Aku nanti belajar buat. Kan ada internet..Tinggal buka yutub. Jadi deh..." ucap Arjuna.


" Kadang di yutub itu gak sesuai realita,mending kamu datangin yang jual Kebab. Terus kamu beli satu aja,lalu kamu lihatin cara membuatnya. Terus kamu bisa praktekkan di rumah..." ucap Dion.


" Heemm ..Boleh juga...Nanti aku coba .." ucap Arjuna .


" Kenapa gak jualan di depan mini Market aja Ar?" ucap Desy.


" Maunya seh begitu Des,tapi aku sambil nunggu kak Tika pulang dari London .


" London...Terus si spa itu..Hemmm" ucap Desy.


" Kak Nur..." ucap Arjuna.


" Iya kak Nur..." ucap Desy


" Gak bisa ikut...Soalnya belum mendapat hak Cuti..." ucap Arjuna.


" Bu Tika ke London ngapain Ar?" ucap Dion


" Papahnya kangen pengen bertemu..." ucap Arjuna.


" Pantes....Pas pelajaran bahasa Inggris kosong,bu Tika bisa ngajarin bahasa Inggris.." ucap Dion.


" Kamu kenal sama kak Tika Yon...?" ucap Desy.


" Kenal lah....Beliau itu guru SMPku...Pas kelas dua,Arjuna tinggal di rumah bu Kartika karena rumahnya kena longsor..." ucap Dion.


" Longsor?" ucap Desy.


" Iya..Emangnya kamu gak dengar berita tentang desa yang tenggelam itu kah Des .." ucap Dion.


" Dengar...Kalau gak salah desa Sukoharjo...Penduduknya gak ada yang selamat,hanya dua orang yang selamat.." ucap Desy


" Yang selamat itu kamu tahu gak siapa orangnya.?" ucap Dion.


" Enggak ..Emangnya kenapa?" ucap Desy.


" Yang selamat itu Arjuna dan Dini..." ucap Dion.


" Haah....!!!! Serius Yon?" ucap Desy tak percaya


" Tanyakan aja langsung ke orangnya " ucap Dion.


Desy melihat ke arah Arjuna.


" Iya ..Hanya aku dan mbak Dini yang selamat Des..." ucap Arjuna.


" Kenapa kamu gak cerita Ar?" ucap Desy.


" Kamu gimana seh Des....Kalau Arjuna cerita,nanti dia teringat sama orang tuanya,terus sedih...Kamu mau membuat Arjuna sedih?" ucap Dion.


" Dah..Sudah..."


" Orang tuaku sudah gak ada,terus bu Tika menawariku tinggal di rumahnya. Aku terima tawaran itu sampe sekarang ,begitu Des.." ucap Arjuna.


" Ooo...Begitu..." ucap Desy.


" Kamu kan sudah tahu identitas asliku,apakah kamu masih mau berteman denganku yang miskin dan gak punya keluarga?" ucap Arjuna.


" Enggak...Ngapain aku malu Ar .." ucap Desy.


" Berapa hari bu Tika ke Londonnya Ar?" ucap Dion.


" Gak tahu...Kak Nur aja juga gak tahu..Aku WA centang satu .." ucap Arjuna .


Mereka kemudian terdiam. Tak ada yang bicara. Arjuna memandang chat yang ia kirim ke Kartika. Nampak masih centang satu.


" Yank...Kamu lagi apa di sana .Semoga gak terjadi apa - apa..."

__ADS_1


" Aku kangen yank ..." ucap Arjuna dalam hati .


__ADS_2