ARJUNA

ARJUNA
PINDAH KE RUMAH LIANA


__ADS_3

Pagi hari.


Seperti biasa Arjuna datang lebih awal.


Nampak Arjuna duduk di dalam kelas memainkan ponselnya.


" Ar...."


Arjuna mendengar suara itu nampak tak asing,suara itu adalah suara Liana. Lantas Arjuna melihat ke arah Liana.


" Kenapa kamu kemarin cepat menghilangnya?" ucap Liana.


" Aku lari Na..." ucap Arjuna.


" Papahku marah sama aku,gara - gara aku gak tahu kossanmu" ucap Liana.


" Ya maaf...." ucap Arjuna.


" Ini dari mamahku..." ucap Liana memberikan kantong plastik.


" Apa ini?" ucap Arjuna.


" Buka aja..."


Arjuna membuka kantong plastik,nampak ada kotak plastik untuk makanan yang bertuliskan Tupper ware,1 teh Kotak dan 1 kotak susu.


" Jangan di hilangkan kotak makannya,mamahku bisa marah" ucap Liana.


" Diamput...Kalau hilangkan bisa beli lagi..Masa gak mampu cuman kotak makanan" ucap Arjuna dalam hati.


" Iya...Makasih ya...." ucap Arjuna.


" Aku masuk ke kelas dulu..." ucap Liana lalu pergi.


" Bajingan....Bro...Kamu apakan cewek promadona di sekolah ini?"


Arjuna tak menjawab ucapan teman sekelasnya yang bernama Rio.


" Kamu pelet kah si Liana itu?" ucap Rio.


" Hiduplah seperti sungai yang mengalir,meskipun terlihat diam. Tapi bisa menghanyutkan.." ucap Bayu.


" Ancooook...." ucap Rio.


Bel tanda masuk sekolah berbunyi.


Renata muncul dari pintu kemudian duduk.


Tak terasa bel istirahat berbunyi.


Arjuna yang perutnya sudah lapar membuka makanan pemberian Liana .


" Ini kebanyakan" ucap Arjuna dalam hati melihat isi di dalam kotak Tupperware. Sebab 1 kotak berisi 3 wadah .


" Ren..." ucap Arjuna.


" Apa" ucap Renata.


" Ini ada makanan,aku gak habis makan sendirian.." ucap Arjuna.


" Kamu ngajakin aku makan sepiring berdua?" ucap Renata.


" Enggak...Ini kan ada tiga kotak,aku gak habis...Kalau gak mau juga gakpapa seh" ucap Arjuna.


" Tumben kamu di bawain makan sebanyak itu" ucap Renata


" Ya gak tahu...Namanya juga di kasih..Mau gak?" ucap Arjuna.


"Enggak..." ucap Renata.


" Yakin...." ucap Arjuna.


" Tumben kamu ngomong sama aku dan nawarin makanan,biasanya kamu diam aja,seperti patung." ucap Renata.


Arjuna menyendok makanan.


" Buka mulutmu..Aaaaa" ucap Arjuna.


Renata reflek buka mulut.


" Cieeeee.....Jadian ya..." ucap siswi di seberang Arjuna.


" Kenapa kamu nyuapin aku?" ucap Renata.


" Katanya laper " ucap Arjuna lalu makan.


Renata mengunyah makanan di mulutnya.


" Wuuiiih...Tadi Liana...Sekarang Renata...Dasar playboy..." ucap Rio.


" Kamu kenal Liana Ar?" ucap Renata.


" Kenal...Kenapa?" ucap Arjuna.


" Tadi Liana datang,ngasih makanan ke Arjuna" ucap Rio.


" Ini makanan dari Liana Ar?" ucap Liana.


" Iya...Aku di kasih..Aaaa." ucap Arjuna sambil menyodorkan makanan.


" Gak Ar...Nanti aku makan di kantin aja..." ucap Renata.


" Ya udah kalau gak mau...." ucap Arjuna lalu makan.


Liana muncul lalu berjalan ke tempat Arjuna berada.


" Gimana Ar? " ucap Liana.


" Ar...Aku mau lagi dong di suapin" ucap Renata.


" Tadi katanya gak mau...Nah ambil sendiri..." ucap Arjuna.


" Suapin...." ucap Renata manja.


" Jiangkreek...Rio" ucap Arjuna.


" Aku gak mau ikut campur...Salahmu sendiri jadi cowok kok playboy" ucap Rio


" Wasssuuu..." ucap Arjuna.


" Kalian pacaran?" ucap Liana.


" Enggak..." ucap Arjuna.


" Iya..." ucap Renata berbarengan dengan Arjuna.


" Ngawur kamu Ren...Kapan kita jadiannya? " ucap Arjuna.


" Waktu itu kamu nembak aku,dan aku belum bisa menjawabnya,jadi jawabanku iya. Aku mau jadi pacarmu" ucap Renata.


Liana membalikkan badan lalu berjalan.


" Aku gak suka punya teman yang berbohong..." ucap Arjuna


Mendengar ucapan Arjuna,Liana menghentikan langkahnya " Ternyata aku di kerjain sama Renata...Awas aja kamu" ucap Liana dalam hati.


Liana kembali ke Arjuna,lalu menarik kursi dan duduk di samping Arjuna.


" Kalau kamu suka,tiap hari akan aku bawakan makanan untukmu Ar" ucap Liana.


" Gak usah Na....Aku gak mau ngerepotin kamu" ucap Arjuna.


" Enggak....Malah mamaku suka jika kamu makan masakannya.." ucap Liana.


" Besok aku juga bawa makanan untukmu Ar... " ucap Renata.


Arjuna mengarahkan sendok berisi makanan ke mulut Liana.


Liana membuka mulutnya,Arjuna memasukkan makanan ke dalam mulut Liana.


" Lagi dong Ar..." ucap Renata.


Arjuna menyuapi Renata.


" Wassuu ..Di dalam kelas malah ngelihatin orang pacaran..Mending aku keluar sajalah..." ucap Rio lalu pergi.


" Nanti aku antar ya.." ucap Liana.


" Gak usah Na..." ucap Arjuna.


" Nanti malam kamu jualan gak Ar?" ucap Renata.


" Stop jualan aku Ren..." ucap Arjuna.


" Kenapa berhenti ..? Padahal enak loh makanan yang kamu jual" ucap Renata.


" Kamu jualan Ar?" ucap Liana.


" Iya...Tapi sudah enggak lagi..." ucap Arjuna.


Makanan yang ada di kotak makanan pun habis.


" Jualan apa?" ucap Liana.


" Kebab sama Martabak..." ucap Arjuna.


" Kenapa berhenti ?" ucap Liana .


" Aku gak bisa cerita..." ucap Arjuna.


" Apa dia telilit hutang ya,terus motornya di jual. Makanya dia jalan kaki" ucap Liana dalam hati.


" Ini kotak makanannya besok aja ya tak kembalikan..." ucap Arjuna.


" Sekarang aja ." ucap Liana.


" Belum aku cuci..." ucap Arjuna.


" Gakpapa..."


Arjuna mengembalikan kotak makanan tersebut.


" Aku kembali ke kelas dulu ya Ar" ucap Liana.


" Iya... Suwun yoo.." ucap Arjuna.


Setelah Liana pergi.


" Kamu sudah lama kenal dengan Nana?" ucap Renata.


" Baru 3 harian lah...Kenapa?" ucap Arjuna.


" Gimana kamu kenal sama Nana,? Ku lihat kamu itu orangnya diam dan jarang ngomong" ucap Renata.


" Aku pernah menolong cewek yang hampir tertabrak,tapi aku gak perhatikan wajahnya" ucap Arjuna.


" Kok bisa kamu gak perhatikan wajahnya?" ucap Renata.


" Ya karena habis nolong aku langsung menjauh...Eh ternyata yang ku tolong satu sekolahan denganku..." ucap Arjuna.


Terdengar bunyi bel masuk.


" Pantesan...Mana mungkin dia bisa kenal dengan Liana. Kan dia pendiam. Rupanya Liana di tolong sama Arjuna..." ucap Renata dalam hati.


Di saat istirahat ke dua,Arjuna tidak keluar kelas,ia sibuk bermain game di ponselnya.


Muncul Liana dari pintu kemudian berjalan menghampiri Arjuna yang bermain ponsel.


" Ini Ar...." ucap Liana menyerahkan minuman kopi kemasan botol.


Arjuna melihat ke arah Liana dan menerima pemberian minuman tersebut,meskipun ia tak menyukai minuman kopi susu.


" Suwun Na..." ucap Arjuna.


Liana duduk di kursi Renata.


" Kamu gak keluar Ar?" ucap Renata.


" Enggak..." ucap Arjuna lalu melihat ke layar ponselnya.


" Kamu main apa seh?" ucap Liana.


" ML..." ucap Arjuna.


" Ikutan donk..." ucap Liana.


" Kamu juga main ML?" ucap Arjuna.


" Iya...Kamu sudah punya skin hero yang baru apa belum?" ucap Liana.


" Belum...Aku pakai skin hero yang biasa aja..." ucap Arjuna.


" Kami mau nyoba pakai skin hero yang baru apa enggak?' ucap Liana .


" Mau lah..." ucap Arjuna


" Neh...Pakai hapeku..." ucap Liana menyerahkan ponselnya.


Akhirnya mereka bertukar ponsel lalu bermain bersama.


Di saat mereka sedang main,muncul Renata.


" Minggir...Itu kursiku...." ucap Renata.


" Kamu duduk aja di kursi yang lain..." ucap Liana.


" Ogah ..Cepat minggir sana..." ucap Renata.


" Yang sopan ya...Aku ini seniormu...." ucap Liana.


" Brisik banget kalian..Kalau pacaran itu di luar aja sana..." ucap salah satu siswi yang sedang tiduran di lantai.


Renata mau gak mau mengalah.


Di saat bel tanda masuk,Liana sempat mengirim pesan ke ponsel.


" Suwun yo " ucap Arjuna sambil mengembalikan ponsel Liana.


" Iya..." ucap Liana lalu berdiri dan meninggalkan kelas Arjuna.


Di saat pulang sekolah,Arjuna tidak lagi menunggu sepi,ia langsung bergegas pergi.


Liana mendatangi kelas Arjuna,ia melihat kelas itu sudah kosong. Lalu menelpon Arjuna. Namun panggilan itu tak kunjung di angkat oleh Arjuna. Liana memutuskan pulang saja.


Di sisi Arjuna.


Arjuna telah sampai di kamar kossannya.


Saat ia hendak memainkan ponselnya,nampak 4 kali panggilan tak terjawab.


" Siapa ya...? Apa jangan - jangan si bangsat itu"


" Gak mungkin...Ini nomorku gak ada orang yang tahu,bahkan Nur saja gak tahu .." ucap Arjuna dalam hati.


Arjuna lantas mencuci pakaian. Setelah itu menjemur dan tidur


Ponsel Arjuna kembali bergetar di saat Arjuna tidur.


Arjuna membuka matanya dan melihat ada panggilan masuk.


Karena penasaran ia pun menerima panggilan itu.


" Kamu siapa" ucap Arjuna


" Ini nomorku Ar..."


Arjuna terbangun mendengar suara Liana.


" Aku mengirim pesan pakai hapemu ke hapeku.." suara Liana.


" Aku pikir si bangsat itu " ucap Arjuna.


" Si bangsat? Siapa yang kamu maksud itu" suara Liana.


" Orang yang aku benci..."


" Aku itu gak ada ngasih tahu nomorku ke orang lain,kecuali konter hape untuk isi pulsa..." ucap Arjuna.


" Tadi kenapa kamu gak ada" suara Liana.


" Aku pulang duluan Na..." ucap Arjuna.


" Pantesan...Aku itu mau tahu kossanmu..." suara Liana.


" Maaf..."


Terdengar suara hujan turun.


" Aku angkutin jemuran dulu..." ucap Arjuna lalu mematikan panggilannya.


Setelah mengambil jemuran,Arjuna berebah.


Hujan di luar semakin deras.


Ponsel Arjuna kembali bergetar,Arjuna menerima panggilan tersebut.


" Haloo..." ucap Arjuna.


" Di sana hujan deras gak Ar?" suara Liana.


" Deras banget " ucap Arjuna.


JEDDEEEEERRRR......suara petir sangat nyaring. Arjuna terkejut mendengar suara petir tersebut,lalu meringkuk ketakutan,karena teringat peristiwa yang merenggut nyawa kedua orang tuanya.


" Juna...."


" Hallooo...Arjuna....." suara Liana.


JEEEDDDEEEEERRRR...........


Arjuna tak mendengar suara Liana,karena ia sangat ketakutan.


Liana mencoba menelpon Arjuna kembali,namun tak di angkat oleh Arjuna.


" Maaak....Paaak....." ucap Arjuna.


Setelah hujan mulai reda,dan tak ada suara petir,Arjuna tertidur.


Malam harinya.


Tok...Tok....Tok....


" Juna...." suara Salwa.


Arjuna membuka matanya.


Tok...Tok...Tok...


" Arjuna..." suara Salwa.


" Iya mbak..." ucap Arjuna lalu bangun.


Ceklek....Kriiiiiieeet...


" Ayoo makan ..." ucap Salwa.


" Sebentar mbak..Aku cuci muka dulu..." ucap Arjuna.


" Cuci muka di kamar mandiku aja..." ucap Salwa.


"Sebentar aja mbak..." ucap Arjuna lalu ke kamar mandi.


" Mbak tunggu ya..." ucap Salwa.


Sesampai di kamar Salwa. Arjuna makan bersama sambil mengobrol.


Ponselnya bergetar panjang


Arjuna melihat ke layar,lalu mengangkat ponselnya.


" Halo...." ucap Arjuna.


" Tadi siang kenapa telponku gak di angkat?" suara Liana.


" Maaf,hujannya deras dan gak aku kasih suara,jadi gak dengar .Terus aku tidur." ucap Arjuna.


" Oooo...Begitu...Kamu lagi apa sekarang" suara Liana.


" Makan..." ucap Arjuna.


" Oh iya Ar... Motormu kamu jual kah?" suara Liana.


" Enggak..." ucap Arjuna.


" Jangan bohong..." suara Liana.


" Ngapain aku bohong...Gak ada gunannya.." ucap Arjuna.


" Kenapa gak kamu pakai ke sekolah..." suara Liana.


" Aku malas pakai...." ucap Arjuna.


" Gak kamu jual?" suara Liana.


" Enggak...Sebentar..."


" Kamu mau belikan aku motor?" ucap Arjuna.


" Iya...Tapi papahku yang mau belikan untukmu.." suara Liana.


" Gak usah Na...,dah dulu ya...Aku lagi makan neh" ucap Arjuna.


" Iya ..." suara Liana.


Panggilan berakhir.


" Kenapa kamu tolak....Kan bagus kalau ada yang ngasih kamu motor " ucap Salwa.


" Aku gak mau mbak..." ucap Arjuna.


" Kamu aneh,kalau mbak jadi kamu,mbak mau tuh,mayan buat adek mbak...." ucap Salwa.


# Esok paginya.


Arjuna telah berada di dalam kelas. Renata muncul. Lalu menyerahkan kotak makanan.


" Ini untukmu" ucap Renata.


" Jiangkreek....Beneran dia ngasih aku makanan..." ucap Arjuna dalam hati.


" Kamu ada bawa apa enggak?" ucap Arjuna.


Liana muncul dan menghampiri Arjuna.


Renata melihat Liana datang menghampiri.


" Kita makan berdua,seperti kemarin .." ucap Renata.


" Ar...Kok kamu gak balas WAku?'" ucap Liana.


Arjuna mengambil ponsel,lalu mengecek.


" Maaf,hapeku selalu gak aku kasih suara,jadi gak tahu..." ucap Arjuna.


" Kasih suara dong....Oh iya.. Aku bawa banyak makanan,kita makan berdua" ucap Liana.


" Heemmmm...."


Arjuna menggaruk - garuk rambutnya ,karena bingung melihat ke dua mahkluk yang bernama wanita memperebutkan dirinya. Padahal ia ingin tenang tanpa gangguan wanita di sekolah barunya.


" Kita makan di sini aja bertiga...Gimana?" ucap Arjuna.


" Bertiga...? Sama siapa?" ucap Liana.


" Ini Renata ngasih aku makanan tadi...." ucap Arjuna.


Liana melihat ke arah Renata dengan tatapan tajam dan gak suka. Setelah itu pergi.


" Ar...Aku minta nomor WAmu dong" ucap Renata.


" Maaf...Bukannya gak mau. Aku gak bisa ngasih ke orang lain..." ucap Arjuna.


" Kenapa Liana kamu kasih nomor WAmu?" ucap Renata.


" Dia diam - diam ngambil nomorku kemarin.." ucap Arjuna.


Renata merebut ponsel Arjuna.


" Asem...Main rebut aja .." ucap Arjuna dalam hati.


Setelah mendapatkan nomor ponsel Arjuna,Renata mengembalikan ponsel Arjuna.


Tak terasa jam istirahat pun tiba.


" Ayo makan Ar . " ucap Renata.


" Sebentar.... " ucap Arjuna.


" Nunggu Liana?" ucap Renata.


Liana muncul sambil membawa tas belanja.


" Iya...." ucap Arjuna.


Liana menarik kursi ke dekat Arjuna,dan meletakkan makanan di meja.


" Yang ini bawa pulang,dan ini kita makan bareng..." ucap Liana.


Renata membuka kotak makanan yang di berikan ke Arjuna,lalu menyuapi Arjuna


" Buka Ar ..." ucap Renata.


" A...( Renata memasukkan makanan ke mulut Arjuna. Aku bissaah sendiriiii.." ucap Arjuna.


" Sial...Dia duluan lagi .." ucap Liana dalam hati.


Liana tak mau kalah dengan Renata..Ia juga menyuapi Arjuna.


" Ciieeee....Sekarang gantian neh yang nyuapin" ucap salah satu siswi.


Arjuna menelan makanannya.


" Maya...Sini ..Bantuin aku habiskan makanan" ucap Arjuna memanggil siswi yang tadi bicara.


" Ogahh....Nanti aku di labrak sama kedua pacarmu..." ucap Maya.


Arjuna mengarahkan kedua telapak tangannya,karena Liana dan Renata sama - sama menyodorkan makanan.


" Aku kebelet ..." ucap Arjuna lalu segera berlari.Ia sengaja berbohong karena gak mau kedua wanita itu menyuapi dirinya terus - terusan.


Sesampai di tempat agak sepi,Arjuna berhenti,ia duduk jongkok lalu memainkan ponselnya.


" Untung aku bisa kabur ...Jika enggak. Aku kekeyangan terus ngantuk." ucap Arjuna dalam hati.


Beberapa menit kemudian.


Liana menelpon Arjuna.


" Asem....Ganggu aja..." ucap Arjuna melihat ke layar panggilan masuk .

__ADS_1


Arjuna membiarkan saja panggilan tersebut,setelah itu mengantongi ponselnya dan berjalan.


Saat Arjuna berjalan melewati pintu,Arjuna merasakan ada yang menyentuh pundaknya .


" Bangkek...Kok tahu aku di sini "ucap Arjuna dalam hati lalu membalikkan badan. Arjuna melihat seorang guru wanita yang belum ia kenal.


" Bisa minta tolong .." ucap guru itu .


" Minta tolong apa bu?" ucap Arjuna.


" Belikan teh tawar hangat ..." ucap ibu itu


" Bisa bu..." ucap Arjuna.


" Ini uangnya..." ucap ibu itu .


" Gak usah bu...." ucap Arjuna lalu pergi.


Sesampai di kantin,Arjuna memesan teh hangat tawar.


Muncul Liana dan menghampiri Arjuna.


" Kenapa kamu malah ke kantin Ar? Ucap Liana.


" Di suruh beli teh " ucap Arjuna.


Pesanan Arjuna telah jadi dan Arjuna membayarnya kemudian berjalan. Liana mengikuti Arjuna.


" Siapa yang nyuruh?" ucap Liana.


" Aku gak tahu namanya..Tapi yang jelas dia guru .." ucap Arjuna.


Arjuna telah sampai dan mengetuk pintu,ia menghampiri guru yang memintanya untuk membelikan teh tawar. Sementara Liana menunggu di luar sambil melihat ke arah Arjuna.


" Ini bu tehnya..." ucap Arjuna sambil meletakkan di meja.


" Iya...Terima kasih ya.." ucap ibu itu.


Arjuna berjalan keluar.


" Aku pikir kamu kabur,terus makan di kantin." ucap Liana.


" Emang aku kabur..." ucap Arjuna dalam hati.


" Nanti di lanjut istirahat ke dua ya..." ucap Liana.


" Hemmm...Gimana kalau makan di kantin" ucap Arjuna.


" Kamu gak mau makan masakanku ya" ucap Liana.


" Mau...Maksudku,makan di kantin. Terus minumnya beli .Begitu. " ucap Arjuna.


" Oke.....Aku kembali ke kelas ya. ." ucap Liana.


" Iya .." ucap Arjuna.


#Skip hingga hari sabtu.


Hari demi hari di lalui Arjuna,semenjak dirinya di kossan. Ada yang berbeda dari sebelumnya. Biasanya di temani Nurmala dan Hana,kini di isi kedua cewek beda kelas yakni Liana dan Renata. Liana yang ingin tahu letak kossannya berada,Arjuna selalu menghindar. Ia ingin hidup menyendiri.Hanya mbak Salwa yang selalu menemani dirinya ketika malam tiba. Ia menganggap mbak Salwa sebagai kakaknya sendiri,begitu juga dengan Salwa. Perlahan perasaan Arjuna ke Nurmala telah sirna,sebab Nurmala telah berhianat yakni berbohong,sehingga Arjuna membencinya


Nampak Arjuna duduk menyimak penjelasan dari gurunya,muncul rasa kangen kepada Hana. Entah kenapa sosok Hana sangat melekat pada di hatinya. Muncul ide untuk bertemu dengan Hana.


" Nanti malam kerumah Nur,ambil motor lalu ke sana..." ucap Arjuna dalam hati sambil menyimak penjelasan gurunya.


Teeeeeet.....Teeeeeet......Teeeeeeeeeet.... Suara bel tanda pulang.


Arjuna menyimpan bukunya. Setelah berdo'a bersama,Arjuna segera keluar kelas,ia memakai ilmunya untuk kabur dari kejaran dua wanita yang mengejarnya.


Setelah sampai di teras rumah Nurmala.


Arjuna tak melihat kendaraan milik Nurmala.


" Bagus...Dia belum pulang..." ucap Arjuna dalam hati.


Arjuna mengeluarkan kunci sepeda motor dalam tas,kemudian membuka gerbang. Dan pergi meninggalkan rumah Nurmala.


Setelah sampai di teras kossan. Arjuna melihat Dimas berjalan ke arahnya.


" Wiih...Motor baru Jun..." ucap Dimas.


" Motor lama kang...Cuman baru ku ambil" ucap Arjuna.


" Lama di Dealer..." ucap Dimas.


" Di rumah orang kang...Aku nitip.."ucap Arjuna.


" Ooo....Kirain kamu baru beli ..." ucap Dimas.


Sesampai di dalam kamar kossan. Ponselnya bergetar,Arjuna melihat Liana yang menelpon.


" Haloo..." ucap Arjuna.


" Kamu di mana Ar" suara Liana.


" Di hatimu..." ucap Arjuna.


" Serius..." suara Liana.


" Di kossan...Ada apa Na?" ucap Arjuna.


" Mamahku... Kakinya seperti nginjak duri ketika jalan,di cek gak ada apa - apanya Ar .." suara Liana.


" Kena pecahan kaca itu.." ucap Arjuna.


" Lantai di rumah itu selalu di bersihkan Arjuna...Kirim alamatmu..Nanti aku jemput" suara Liana.


" Gak usah....Aku yang ke sana..." ucap Arjuna.


" Sekarang ya Ar" suara Liana.


" Aku ganti baju dulu,baru kesana.." ucap Arjuna.


" Oke...Aku tunggu" suara Liana


Panggilan berakhir.


Arjuna segera mengganti pakaian,kemudian meluncur ke rumah Liana menggunakan sepeda motor NMAX.


Di tengah perjalanan,ada mobil berhenti,ada dua orang berdiri depan mobil tersebut. Mereka adalah orang suruhan Bayu untuk mencari Arjuna. Saat Arjuna lewat.


" Eh itu Arjuna..." ucap pria 1.


" Mana...Mana...." ucap pria 2 celingukan..


" Barusan lewat tadi...Ayo kita kejar..." ucap pria 1 lantas masuk dalam mobil


Saat mereka mengejar,mereka kehilangan jejak.


" Sial....Kehilangan jejak lagi..." ucap pria 1.


" Sepertinya dia tinggal gak jauh dari sini..." ucap pria 2.


Setelah menempuh perjalanan,akhirnya Arjuna sampai di depan gerbang rumah Nurmala yang begitu besar.Tiba - tiba perutnya mules ingin buang air besar.


Seorang satpam penjaga rumah Liana datang menghampiri.


" Maaf pak...Tadi aku di telpon untuk segera datang ke sini oleh Liana..." ucap Arjuna.


" Iya mas...." ucap satpam lalu membuka pintu pagar.


Arjuna menaiki sepeda motornya dan menjalankan motornya. Sesampai di parkiran,ia turun lalu berjalan ke pintu yang terbuka


"Permisi..." ucap Arjuna .


Seorang pemuda datang menghampiri.


Arjuna yang melihat pemuda itu teringat akan foto yang di pajang di dinding rumah Liana.


" Kamu Arjuna?" ucap Pemuda itu.


" Iya kang ..." ucap Arjuna.


" Ayo masuk...Kamu di tunggu sama mamahku"


Arjuna mengikuti pemuda tersebut.


" Kamu yang mengobati sakitnya papahku?" ucap pemuda itu.


" Iya kang..." ucap Arjuna.


Liana melihat Arjuna berjalan bersama kakaknya,lalu menghampiri.


" Kamu ke sini naik apa Ar?" ucap Liana.


" Motor..." ucap Arjuna.


" Ngojek?" ucap Liana.


" Motorku sendiri Lia..."


Sesampai di ruang keluarga,Arjuna melihat ibunya Liana duduk bersama suaminya.


Ayahnya Liana berdiri lalu menghampiri Arjuna.


" Maafin om...Tadinya om mau bawa mamahnya Lia ke kossanmu..." ucap ayahnya Liana .


" Gakpapa om....Kaki sebelah mana yang sakit tante.." ucap Arjuna.


" Sebelah kiri Juna" ucap ibunya Liana.


Arjuna memakai ilmu mata bathinnya untuk mengecek.


" Ada telur ayam kampung?" ucap Arjuna.


" Ada...Ini" ucap ayahnya Liana sambil menunjuk.


Arjuna mengambil telur ayam kampung,kemudian mengucapkan mantra dengan lirih kemudian menempelkan di telapak kaki ibunya Liana dan menggerakkan telur tersebut.


Mereka diam melihat aksi yang di lakukan Arjuna.


" Coba ibu berjalan..." ucap Arjuna.


Ibunya Liana berdiri lalu berjalan.


" Gimana mah.. " ucap kakaknya Liana.


" Sudah gak sakit lagi..."


" Terima kasih ya Juna..." ucap ibunya Liana.


" Iya Tante..."


Ayahnya Liana menempelkan amplop di tangan Arjuna


" Gak usah om....." ucap Arjuna menolak.


" Gakpapa...Ini buat beli bensinmu..." ucap ayahnya Liana.


" Beneran om... Uang yang kemarin masih ada... " ucap Arjuna


" Gakpapa Arjuna...Jika gak ada kamu,gak tahu gimana lagi om mengobati penyakit ini. Waktu om sakit sudah berobat ke singapura,namun hasilnya sama.Tapi sama kamu,penyakit om hilang.." ucap ayahnya Liana.


" Ya udah deh...Tapi nanti jangan ya om..Kalau om ngasih lagi,aku gak mau ngobatin lagi .." ucap Arjuna.


" Baiklah....Kamu mau minta apa? Mobil,motor atau rumah?" ucap ayahnya Liana.


" Gak minta apa - apa...Cuman minta" ucap Arjuna.


" Minta apa Ar?" ucap Liana.


" Minta izin pinjam toilet...Aku kebelet om dah gak tahan..." ucap Arjuna.


" Ayo ikut aku..." ucap Liana.


Arjuna mengikuti Liana.


Ayahnya Liana menggelengkan kepala melihat Arjuna berjalan bersama Liana.


Setelah buang air besar,Arjuna duduk bersama di ruang keluarga. Liana duduk di samping Arjuna.


" Arjuna...Kenapa kamu gak mau ngasih tahu alamat kossanmu?" ucap ayahnya Liana.


" Gimana ya...Aku pengen sendirian om..." ucap Arjuna.


" Apakah kamu mau buka usaha lagi?" ucap ayahnya Liana.


" Untuk sementara stop dulu om..." ucap Arjuna.


" Kenapa stop?" ucap ayahnya Liana.


" Kamarnya sempit jika mau jualan lagi..." ucap Arjuna .


" Juna...Apakah ayahmu seorang paranormal?" ucap kakaknya Liana.


" Bukan kang..Bapakku ya petani biasa." ucap Arjuna.


" Terus...Kamu belajar darimana tentang ilmu dukun itu" ucap kakaknya Liana.


" Di ajarin sama mbahkung" ucap Arjuna.


" Apakah kamu punya jimat untuk melindungi dari ilmu santet?" ucap kakaknya Liana.


" Gak punya kang...." ucap Arjuna.


" Kamu bisa mengirim balik santet itu gak Jun?" ucap kakaknya Liana.


" Gak bisa kang...Aku hanya bisa mengobati. Untuk mengirim atau mengembalikan santet aku gak bisa..." ucap Arjuna.


" Ku pikir bisa...Kalau bisa aku mau minta tolong kembalikan ke pengirim santet itu" ucap kakaknya Liana.


" Liana bisa kang" ucap Arjuna.


" Kirain bisa...." ucap Arjuna.


" Kalau pelet?" ucap kakaknya Liana.


" Gak pake pelet juga bisa kang,sampeyan bisa di kejar sama cewek yang sampeyan suka..." ucap Arjuna


" Caranya?" ucap kakaknya Liana.


" Tempelin kotoran ayam ke hidung cewek yang sampeyan taksir,di jamin cewek itu akan ngejar sampeyan..." ucap Arjuna.


"Ha .. Ha ....Ha ..Ha ....Ha....Ha.....Ha...." Liana dan ibunya tertawa.


" Wasssuuuu.....Itu gak usah kamu kasih tahu aku juga sudah tahu..." ucap kakaknya Liana.


" Aku gak punya kang....Mending jadi diri sendiri aja. Nanti cewek itu yang ngejar sampeyan."ucap Arjuna.


" Arjuna...Om pengen kamu tinggal di sini " ucap ayahnya Liana


" Maaf om...Aku hanya orang desa," ucap Arjuna.


Liana menyender ke Arjuna.


" Om gak mempermasalahkan kamu anak desa atau anak pelosok...Yang jadi masalah,kamu mau gak?" ucap ayahnya Liana.


" Tante akan memasukkanmu di universitas ternama," ucap ibunya Liana.


" Makasih tante atas tawarannya.. Tapi..." ucap Arjuna.


" Terima aja Juna....Jika orang jahat itu mengirim santet lagi,kamu bisa langsung menyembuhkan..." ucap kakaknya Liana.


" Aku pikir - pikir dulu ya om..." ucap Arjuna.


Arjuna merasakan ponselnya bergetar panjang,lalu mengecek ponselnya.


Nampak nama Renata muncul menelpon.


Arjuna membiarkan panggilan tersebut.


" Kok dia tahu nomormu?" ucap Liana melihat nama Renata di ponsel Arjuna.


" Dia mengambil ponselku.Makanya dia tahu nomorku.." ucap Arjuna.


" Om tinggal dulu ya Juna.." ucap ayahnya Liana.


" Iya om..." ucap Arjuna.


Kedua orang tua Liana meninggalkan Arjuna.


" Kalian satu kelas?" ucap kakaknya Liana.


" Enggak kang....Aku kelas satu" ucap Arjuna.


" Kok panas ya.....Bentar Juna..Aku tinggal dulu" ucap kakaknya Liana lalu pergi.


" Ar...." ucap Liana.


" Iya..." ucap Arjuna.


" Kamu tinggal di rumahku aja ya..." ucap Liana.


" Malu aku Na...." ucap Arjuna.


" Malu kenapa?" ucap Liana.


" Ya gimana ya...."


" Aku lebih suka ngekos." ucap Arjuna


" Apakah kamu merasa minder dengan keadaanku bahwa aku ini anak orang kaya?" ucap Liana.


" Hehehehe....Iya.Itu kamu tahu.."ucap Arjuna.


" Kalau aku anak orang miskin gimana?" ucap Liana .


" Ya aku gak mau" ucap Arjuna.


" Kenapa gak mau?" ucap Liana.


" Karena aku gak mau membebani keluargamu..." ucap Arjuna.


" Kalau aku sepertimu?" ucap Liana.


" Mungkin..." ucap Arjuna.


" Nanti malam jalan - jalan yuk...." ucap Liana.


" Maaf,nanti malam aku ada perlu" ucap Arjuna.


" Kamu mau ketemuan sama Renata?" ucap Liana.


" Enggak ..Ini gak ada sangkut pautnya dengan Renata.." ucap Arjuna .


" Kamu mau menemui pacarmu?" ucap Liana.


" Aku gak punya pacar.." ucap Arjuna.


" Serius kamu gak punya pacar?" ucap Liana.


"Ya sudah kalau gak percaya." ucap Arjuna.


Liana berdiri lalu meraih tangan Arjuna.


" Ikut aku..." ucap Liana.


" Ke mana?" ucap Arjuna.


" Ayoo..." ucap Liana menarik Arjuna.


Mau gak mau Arjuna mengikuti Liana. Rupanya Liana mengajak ke kamarnya di lantai atas.


" Ini kamar apa lapangan Na?" ucap Arjuna melihat ruangan kamar sangat luas.


" Kamar lah"


" ML yuk..." ucap Liana.


" Ayoo..." ucap Arjuna lalu membuka ponselnya dan duduk di ranjang.


" Pakai Wifi aja,biar enak..." ucap Liana .


" Aku gak tahu paswodnya..." ucap Arjuna.


" Sini hapemu..." ucap Liana.


Arjuna menyerahkan ponselnya,setelah itu mereka bermain bersama.


" Kamu main PUBG gak Ar?" ucap Liana sambil menatap layar ponsel.


" Gak Na....Mau maen hapeku gak kuat..." ucap Arjuna.


" Ganti ponsel aja...Seperti hapeku ini" ucap Liana.


" Mending buat yang lain uangnya Na..." ucap Arjuna. Ia tahu harga ponsel yang di miliki Liana,yakni di atas 10 juta. Sebab ponsel Liana khusus ponsel gammer.


" Kamu mau hape yang seperti punyaku?" ucap Liana.


" Ya maulah....Tapi kalau beli enggak deh.Hape ini sudah cukup .." ucap Arjuna.


" Yeeeei....Menang..." ucap Liana.


" Kamu sering maen game?" ucap Arjuna.


" Kalau suntuk ya maen game atau gak keluar rumah"ucap Liana.


" Tadi itu masakanmu atau masakan ibumu Na?" ucap Arjuna.


" Masakanku,kenapa Ar? " ucap Liana.


" Gakpapa.." ucap Arjuna.


" Kamu pikir itu masakan mamahku atau pembantu gitu?" ucap Liana.


"Iya...Habisnya enak banget..." ucap Arjuna.


" Tapi masih kalah sama masakannya Hana..."


" Eh aku kan mau kerumahnya Hana" ucap Arjuna dalam hati. Ia kangen dan ingin bercinta dengan Hana.


" Lia...Aku pulang dulu ya..." ucap Arjuna.


" Kenapa buru - buru" ucap Liana.


" Aku ada perlu...." ucap Arjuna.


" Nanti aja kamu pulang,sekalian malam mingguan di sini...Ya mau ya....Kalau gak mau,aku maen ke kossanmu" ucap Liana.


" Diamput..." ucap Arjuna dalam hati.


" Ya udah deh...Jam enam aku pulang ya" ucap Arjuna.


" Jam Sembilan kamu pulang" ucap Liana.


" Lah...Aku mau mandi..." ucap Arjuna.


" Mandi di rumahku..." ucap Liana.


" Emmoh...Nanti kamu ngintip" ucap Arjuna.


" Ngapain aku ngintipin kamu mandi..." ucap Liana.


Liana berebah,kepalanya di taruh di paha Arjuna sambil memainkan ponselnya.


Arjuna melihat Liana seperti Hana,karena memakai celana pendek dan kaos tangtop. Ia dapat melihat benda di balik kaos meskipun tidak semuanya terlihat.


" Juna...." ucap Liana sambil meletakkan ponselnya karena bosan bermain ponselnya.


" Apa Na?" ucap Arjuna.


" Heemmm....Akuu...."


Tok.....Tok....Tok.... Suara pintu.


" Siapa seh..." ucap Liana.


" Lili...." suara kakaknya Liana.


" Apa kak" ucap Liana.


" Bukain pintunya ...." suara kakaknya Liana.


Liana turun dari tempat tidur dan membuka pintu.


Kakaknya Liana melihat ke arah Arjuna.


" Mau ikut gak Ar .." ucap kakaknya Liana.


" Kemana kang?" ucap Arjuna.


" Nongkrong...Malam mingguan " ucap kakaknya Liana.


" Nanti aku ada perlu kang...." ucap Arjuna.


" Ya sudah kalau gak mau" ucap kakaknya Liana lalu pergi.


Liana menutup pintu dan menguncinya,kemudian berjalan ke arah Arjuna.


" Kamu mau kemana Ar. ?" ucap Liana.


" Aku ada perlu...Mungkin sampai besok malam baru pulang " ucap Arjuna.


" Mau jalan - jalan sama Renata ya?" ucap Liana.


" Enggak..... Ada urusan aku Na..."


Arjuna berdiri.


" Aku pulang dulu ya ..." ucap Arjuna.


" Aku ikut ya..." ucap Liana.


" Gak usah Na,tempatnya itu jauh...." ucap Arjuna.


" Ya sudah...Aku mau lihat kossanmu" ucap Liana.


"Senin aja ya...Soalnya aku buru - buru" ucap Arjuna.


" Oke....Hari senin ..Janji?" ucap Liana.


" Iya janji....Aku pergi dulu ya..." ucap Arjuna.


" Iya...." ucap Liana.


" Oh iya...Hapeku gak aktif sebelum aku kembali." ucap Arjuna.


" Kenapa begitu?" ucap Liana.


" Karena aku gak mau di ganggu...Jika di ganggu urusannya jadi kacau..." ucap Arjuna.


" Oke..." ucap Liana.


Arjuna berpamitan ke orang tua Liana,kemudian pergi ke kossan.


# Hari senin.


Arjuna menepati janjinya,akan tetapi ia lebih dulu sampai di kossan karena berlari menggunakan keahlian ilmu Harimau kemudian mengirim lokasi di mana ia berada ke Liana.


Setelah menunggu,akhirnya Liana datang.

__ADS_1


" Jauhnya kossanmu Ar.." ucap Liana sambil berjalan ke arah Arjuna.


" Dekat kok...."ucap Arjuna.


Mereka kemudian masuk ke dalam kamar kos Arjuna.


Liana melihat foto cewek di bingkai foto tertempel di tembok.


" Siapa cewek di foto itu ?" ucap Liana sambil menunjuk.


" Dini...." ucap Arjuna.


" Pacarmu Ar?" ucap Liana,ia merasa cemburu melihat Arjuna memiliki foto cewek lain.


" Kakakku...Dia sudah meninggal..." ucap Arjuna.


" Eh....!!! Maaf....Aku pikir cewek itu foto pacarmu" ucap Liana.


" Kalau orang yang belum kenal ya pasti di kiranya aku itu pacaran,padahal kakak beradik..." ucap Arjuna .


" Gak ada ACnya ya Ar?" ucap Liana.


" Gak ada....Adanya kipas..." ucap Arjuna.


Arjuna menyalakan kipas angin kemudian melepas seragam sekolah.


Liana melihat Arjuna hanya memakai kaos dalam saja,saat melihat punggung,ia melihat sesuatu yang aneh kemudian menarik ke atas.


Terlihatlah Tato gambar Harimau putih di punggung. Arjuna segera menurunkan kaosnya.


" Ar....Kamu punya tato?" ucap Liana.


" Iya..." ucap Arjuna.


" Kapan kamu mentattonya?" ucap Liana.


" Kelas dua smp" ucap Arjuna.


" Aku mau lihat Ar..." ucap Liana.


Arjuna menaikkan kaosnya.


Liana meraba punggung Arjuna.


" Gak sakit kah saat di tato ?" ucap Liana.


" Sakit banget...." ucap Arjuna.


" Kenapa kamu mentato badanmu?" ucap Liana.


" Ini Tato ciri khas keluargaku. Bagi yang bisa menguasai ilmu yang di berikan mbahkung,akan memiliki tatto." ucap Arjuna.


" Ooo....Begitu...."


" Tiap hari kamu selalu beli makanan ya Ar" ucap Liana.


" Enggak..Kan kamu tiap hari ngasih aku makan." ucap Arjuna.


" Malamnya?" ucap Liana.


" Di belikan sama mbak Salwa..." ucap Arjuna.


" Siapa mbak Salwa itu?" ucap Liana.


" Dia nyewa kossan di sini ....Maaf loh,adanya air putih.." ucap Arjuna sambil menyodorkan botol Aqua besar dan gelas plastik.


" Kakakmu meninggal karena apa Ar?" ucap Liana.


" Ketabrak truck saat nyebrang..." ucap Arjuna.


" Kenapa gak kamu tolongin?" ucap Liana.


" Saat kejadian aku gak bersama mbakku Lia,jika dia bersamaku,pasti aku selamatkan. Ini semua gara - gara si bangsat itu..." ucap Arjuna.


Liana membuka baju sekolahnya karena merasa gerah,kemudian berebah di kasur.


Arjuna masuk kamar mandi karena kebelet BAB,selesai BAB,ia melihat Liana tertidur.


" Lah...Malah tidur..." ucap Arjuna dalam hati.


Arjuna memperhatikan Liana tidur,wajahnya begitu cantik dan imut. Arjuna berpikir,kenapa Liana begitu menyukai dirinya. Padahal dirinya tak memiliki siapa - siapa lagi,dan bukan orang kaya. Sedangkan ada siswa yang berangkat menggunakan mobil,kenapa Liana malah memilih dirinya.


Arjuna merasakan kantuk,ia pun memutuskan untuk tidur.


Liana membuka matanya.Ia tadi berpura - pura tidur saat Arjuna keluar kamar mandi.


Ia melihat Arjuna memejamkan matanya,lalu Liana memejamkan matanya dan tertidur.


Sore harinya.


Arjuna membuka matanya karena Liana mencium pipinya.


" Kamu mau pulang Na?" ucap Arjuna.


" Iya...Tapi nanti.."


" Heemmmm...Ar..."


" Aku pikir kamu akan terima tawaran papahku" ucap Liana.


" Aku mau mandiri Lia...Oh iya apakah kamu tahu orang yang memusuhi papahmu?" ucap Arjuna.


" Mungkin saingan bisnis papaku Ar yang melakukannya .." ucap Liana.


" Kalau saja aku bisa membuat penangkal,pasti aku buatkan . Biar orang tuamu gak kena lagi" ucap Arjuna


" Hemmm... Awalnya aku itu ragu tentang ilmu santet itu Ar,tapi setelah melihat isi dalam telur dan ayahku sembuh. Aku jadi percaya. Padahal setiap malam aku berdo'a kepada tuhan agar penyakit papahku itu hilang..." ucap Liana.


" Kamu mau makan apa?" ucap Arjuna.


" Kamu mau keluar beli kah Ar?" ucap Liana.


" Iya...." ucap Arjuna.


" Besok aja ya...Besok aku ke sini lagi" ucap Liana .


" Oke...." ucap Arjuna.


" Tapi kamu yang jemputin aku..." ucap Liana..


" Asemmm" ucap Arjuna.


" Kami gak mau ya...?" ucap Liana..


" Iya...Aku mau...Habis pulang sekolah atau sore?" ucap Arjuna.


" Pulang sekolah aja...." ucap Liana.


" Siap tuan putri..." ucap Arjuna.


Liana memakai seragam sekolahnya.


" Aku pulang dulu ya Ar.." ucap Liana..


" Iya...." ucap Arjuna.


Arjuna mengantar Liana hingga ke teras .


Saat di teras,Arjuna melihat Salwa datang.


" Nanti malam mau nasi goreng apa nasi rames Jun?" ucap Salwa.


" Sembarang mbak...." ucap Arjuna..


Liana pergi meninggalkan kossan Arjuna.


" Dia pacarmu?" ucap Salwa.


" Teman mbak..." ucap Arjuna.


" Teman apa teman ?" ucap Salwa.


" Emboh...." ucap Arjuna lalu berjalan masuk,Salwa mengikuti Arjuna.


" Mana kunci motormu Jun..." ucap Salwa.


" Di kamar mbak,mau beli sekarang kah?" ucap Arjuna.


" Ya nanti,biar mbak gak ganggu kamu pas mbak minjam motor..." ucap Salwa.


#Di tempat lain.


Nampak seorang pria berumur 40 an tahun turun dari mobil, pria itu mendatangi rumah paranomal bernama Ki Sugeng.


Ketika sudah di dalam rumah.


" Ki....Aku melihat bahwa Rian istrinya baik - baik saja..." ucap pria itu.


" Hemmmm...Berarti ada orang yang bisa menyembuhkannya.." ucap Ki Sugeng.


" Aku ingin semuanya keluarganya terkena Ki...Bahkan pembantunya juga..." ucap pria itu .


" Baiklah...."


" Apakah kamu menginginkan mereka mati " ucap Ki Sugeng.


" Boleh..Biar musuhku hilang..." ucap pria itu.


" Baiklah....Tapi aku gak bisa melakukannya sekarang..." Ki Sugeng.


" Kenapa tidak sekarang?" ucap pria itu.


" Gak bisa ,aku ada perlu,nanti aku akan menghubungimu." ucap Ki Sugeng.


" Baiklah...." ucap pria itu


" Sekalian bawakan ayam cemani 1 ekor ketika aku telpon.." ucap Ki Sugeng.


" Baik Ki...." ucap pria itu.


#Di sisi Arjuna.


Arjuna di undang oleh orang tuanya Liana untuk datang ke rumah. Sementara pengawal Bayu telah memgetahui di mana Arjuna tinggal. Sebab mereka mengikuti Arjuna saat memakai sepeda motor NMAX.


Nampak Arjuna memilih pakaian yang pantas,setelah itu memakai pakaian tersebut. Ia melihat kerisnya di dalam lemari di tambah malam ini adalah malam minggu.


" Bawa gak ya?'


" Heeemmmm....."


" Bawa sajalah....Kalau ada rajia,tinggal kusuruh kerisku terbang melayang" ucap Arjuna dalam hati.


Setelah selesai,Arjuna segera meluncur ke rumah Liana menggunakan sepeda motor NMAX.


Pengawal Han memakai sepeda motor mengikuti Arjuna dari belakang.


Sesampai di rumah Liana. Arjuna di sambut hangat.


Mereka kemudian duduk di ruang keluarga.


" Maaf ya Arjuna..Om mengundangmu ke sini,karena malam ini perayaan pernikahan om..." ucap Gabrian.


" Iya om....Gakpapa."


" Semoga pernikahan om dan tante langgeng hingga maut yang memisahkan"ucap Arjuna.


" Amiin ...." ucap keluarga Gabrian serempak.


" Om lihat dan perhatiin,apakah kalian pacaran?" ucap Gabrian.


" Enggak om..." ucap Arjuna.


" Kalau pacaran jangan sampai kelewat batas,dan om gak melarang. Tapi ada syaratnya"


" Kamu harus buktikan bahwa kamu pantas menjadi pendamping Liana nanti" ucap Gabrian.


" Nah itu dia om...."


" Jujur aja om..Aku itu minder berada di sini,karena aku menghargai om. Makanya aku datang .." ucap Arjuna.


" Dulu om juga sepertimu...Lalu om berusaha keras agar menjadi orang sukses . Dan terbukti...Om sekarang sukses seperti ini. "


" Om menawarimu kerja sama" ucap Gabrian.


" Kerja sama apa om?" ucap Arjuna.


" Kamu kan suka bisnis jualan,bagaimana om modalin kamu buka usaha..." ucap Gabrian.


" Maaf om,bukannya aku menolak. Tapi untuk modal usaha,aku sudah punya om..Cuman waktunya itu belum sempat..." ucap Arjuna.


" Ooo...Begitu." ucap Gabrian.


" Ayo pah kita berangkat sekarang" ucap Angelina.


" Kita makan di restoran Ar .." ucap Liana.


Mereka pun pergi ke restoran.


Sesampai di restoran,pelayan restoran menyambut kemudian meletakkan makanan dan minuman yang telah di pesan Gabrian.


Gabrian menyerahkan tas kecil yang ia bawa ke Arjuna.


" Om punya sesuatu untukmu,terimalah" ucap Gabrian sambil memberikan tas tersebut.


" Lah...Biasanya yang di undang itu memberi hadiah om..." ucap Arjuna.


" Iya,tapi karena kamu spesial. Jadi yang merayakan memberi hadiah..." ucap Gabrian.


" Terima kasih ya om.." ucap Arjuna menerima pemberian Gabrian.


Setelah selesai makan,mereka pun kembali ke rumah.


Sesampai di depan rumah,biasanya pintu pagar di buka oleh satpam. Namun pintu pagar tak kunjung di buka. Supir turun kemudian mengecek.


" Ini pak Gimin ( satpam) gimana seh ..kok gak di buka pintu gerbangnya" ucap Gabrian.


Supir kembali.


" Maaf pak,tadi aku cek lewat celah pagar, si Gimin gak ada..." ucap supir.


Arjuna membuka pintu mobil,lalu keluar kemudian melompati pagar yang tingginya 3 meter.


Gabrian yang melihat aksi yang di lakukan Arjuna terkejut.


Pintu pagar terbuka,sang supir segera menjalankan mobilnya.


Arjuna melihat satpam yang biasa berjaga tergeletak di lantai sambil mengerang kesakitan.


" Paklek...Sampeyan sakit apa?" ucap Arjuna.


" Gak tahu...Tiba - tiba....Ssssh...Kepalaku terasa sakit dan kakiku juga..Aaaakhhh." ucap satpam sambil menahan rasa sakit.


Arjuna menggunakan mata bathinnya.


" Bajingan....."


Arjuna melihat satpam itu terkena santet. Segera saja ia menghampiri ayahnya Liana yang keluar dari mobil.


" Maaf pak ... Pak satpamnya kena santet,tolong ambilkan telur ayam kampung...Sekarang...." ucap Arjuna. lalu kembali ke satpam.


Tak lama kemudian muncul Evan membawa plastik berisi telur ayam kampung.


" Ini Jun..." ucap Evan sambil memberikan plastik tersebut


Arjuna menerima,lalu segera mengobati satpam tersebut.


Setelah selesai di obati,satpam itu tak merasakan sakit.


" Terima kasih mas...." ucap satpam.


" Sama - sama pak...Sejak kapan paklek sakit?" ucap Arjuna.


" Pas mas pergi kurang lebih 30 menitan tiba - tiba kepalaku sakit banget,rasanya mau meledak.


Arjuna meninggalkan satpam,ia berjalan bersama Evan.


" Gawat Ar...Jika kita tadi gak pergi. Kemungkinan kita juga kena..." ucap Evan


" Iya...Sepertinya ada sesuatu yang di letakkan di pekarangan rumah sampeyan kang..." ucap Arjuna.


Sesampai di dalam rumah,Gabrian mendatangi Arjuna. Ia memberi tahu bahwa asisten rumah tangganya juga mengerang kesakitan.Arjuna segera menghampiri lalu mengobati.


Setelah selesai mengobati, Gabrian membawa Arjuna ke ruang kerjanya bersama istrinya.


" Arjuna...Om mohon kamu tinggal di sini, om takut jika santet itu datang lagi .." ucap Gabrian.


Arjuna nampak berpikir tawaran dari ayahnya Liana.


" Tante akan membayarmu,berapapun yang kamu minta..." ucap Angelina.


" Gimana ya om...Aku ingin mandiri om..." ucap Arjuna.


" Bila kamu menyukai putriku,om merestuinya tanpa syarat...Bila perlu kalian tunangan..." ucap Gabrian.


Arjuna menggaruk - garukkan rambutnya meskipun tidak gatal,karena ia bingung.


" Om...Tante....Aku akan membantu om..Untuk Liana itu gak usah om..Aku sadar diri kok om...Aku ini orang miskin. Gak mungkin bisa memiliki putri om yang kaya raya .." ucap Arjuna.


" Tidak ...Kamu pantas mendapatkan putriku,karena kamu menyelamatkan dia dan juga melindungi keluarga kami" ucap Angelina.


" Heeemmmm....Baiklah...Aku akan tinggal di sini dan mencari siapa pelakunya...Bila sudah ketemu,aku akan membunuhnya..." ucap Arjuna.


" Jangan kamu bunuh Juna...Nanti kamu masuk penjara..." ucap Gabrian .


" Polisi juga gak bakalan tahu bila aku adalah orang yang membunuhnya om...Jadi om tenang saja.." ucap Arjuna.


" Baiklah....Tapi jangan sampai polisi tahu..." ucap Gabrian.


" Iya om...." ucap Arjuna.


" Kalau bisa,malam ini kamu tinggal di sini ya Juna..." ucap Angelina.


" Iya tante...Aku pulang dulu untuk mengambil barang - barangku" ucap Arjuna.


" Kamu naik mobil saja,biar mudah membawa barang...Dan Toni yang akan mengantarmu" ucap Gabrian.


Akhirnya Arjuna tinggal bersama keluarga Gabrian. Arjuna pergi ke kossannya.


Setelah sampai di kossan,Arjuna mengambil semua pakaian dan peralatan sekolah.


Begitu selesai memasukkan barang,Arjuna menghampiri kamar Salwa.


Tok...Tok....Tok...


" Mbak..." .


Pintu kamar terbuka.


" Aku pamit mbak..." ucap Arjuna.


" Pamit kemana?" ucap Salwa.


" Aku pindah...Maaf ya mbak jika aku ada salah kata selama tinggal di sini.." ucap Arjuna.


" Mbak gak akan maafin bila kamu gak makan...Tuh mbak sudah belikan nasi...Mbak dari tadi nungguin kamu pulang.." ucap Salwa.


" Asemm..." ucap Arjuna dalam hati. Mau gak mau Arjuna makan .


Di saat Arjuna makan nasi bungkus.


" Kamu pindah kemana Ar?" ucap Salwa.


" Aku pindah ke rumah temanku mbak..." ucap Arjuna.


" Padahal mbak senang loh kamu tinggal di sini. Jika kamu gak ada,mbak gak ada teman curhat..." ucap Salwa.


" Itu kang Dimas bisa jadi teman curhat mbak..." ucap Arjuna.


" Ogaaah....." ucap Salwa.


Selesai makan,Arjuna memberikan uang ke Salwa.


" Ini untuk mbak..." ucap Arjuna.


" Gak usah Ar...Mbak masih punya simpanan" ucap Salwa.


" Gakpapa mbak... Atau gak uangnya kirim ke mamaknya mbak..."


" Aku pergi dulu mbak .." ucap Arjuna.


Salwa memeluk Arjuna.


" Kalau ada waktu,maen kesini ya Ar.." ucap Salwa lalu melepas pelukannya.


" Iya mbak.." ucap Arjuna.


Setelah berpamitan ke Salwa,Arjuna berpamitan ke ibu kos sambil menyerahkan kunci kamar. Setelah berpamitan,Arjuna pergi meninggalkan rumah kossan.


# Rumah Gabrian


Arjuna sampai di halaman rumah,lalu keluar dari mobil dan berjalan sambil menenteng kantong plastik berisi peralatan sekolah.


Di ruang tamu,Arjuna melihat Liana bersama ayahnya duduk di sofa. Gabrian berdiri lalu menghampiri Arjuna.


" Nanti Liana yang akan menunjukkn kamarmu Juna....Om tinggal dulu,mau istirahat. " ucap Gabrian.


" Iya om...." ucap Arjuna.


Liana menghampiri Arjuna.


" Ayo Ar...." ucap Liana.


Arjuna mengikuti Liana. Liana membawa Arjuna menuju lantai dua.


Sesampai di depan pintu kamar,Liana membuka pintu kamar.


" Ini kamarmu...." ucap Liana.


Arjuna melihat pintu kamar Liana.


" Kita bersebelahan?" ucap Arjuna.


" Iya.."


Mereka masuk kedalam kamar. Arjuna meletakkan barangnya di lantai.


" Ar ...." ucap Liana.


" Iya...." ucap Arjuna lalu duduk di ranjang.


Liana duduk di samping Arjuna.


" Hemmm... Apakah kamu menyukaiku?"


Arjuna diam tak menjawab.


" Apakah karena aku anak orang kaya,lalu kamu tidak menyukaiku..?" ucap Liana.


" Iya...Aku sadar diri Liana...Bila kamu minta ini dan itu apa lagi yang harganya tak bisa aku beli,aku akan merasa kasihan padamu" ucap Arjuna.


Liana tersenyum.


" Papahku menyukaimu,dan merestui bila kita pacaran..." ucap Liana.


" Hemmm...." Arjuna berpikir.


" Aku tahu kemampuanmu ..Aku tidak akan meminta macam - macam padamu...Yang aku minta hanyalah jangan selingkuhi aku dan jangan bohongi aku" ucap Liana.


" Iya...Kalau itu aku mampu Liana.." ucap Arjuna.


" Jadi....?" ucap Liana.


" Apanya?"


Liana gregetan.


Arjuna menyentuh pundak Liana.


" Aku juga minta padamu,jangan hianati aku..Apapun yang ku minta padamu. Tolong lakukan saja..." ucap Arjuna.


" Maksudnya?" ucap Liana.


Arjuna menghela nafasnya.


" sebelumnya aku punya pacar,aku meminta ke pacarku untuk tidak menghubungi Bayu atau keluarganya. Tapi dia masih menghubungi Bayu. Malahan dia memasukkan Bayu ke dalam rumah..Setelah itu aku kabur..." ucap Arjuna.


" Bayu itu siapa pacarmu?" ucap Liana.


" Dia suaminya bu Ayu. Bu Ayu yang membawa mbakku pergi,lalu kecelakaan dan mbakku meninggal. Aku sangat membenci mereka...Aku sudah katakan pada mereka untuk tidak menemuiku,jika ngotot. Aku akan membunuhnya. Pas aku sakit,dia memberitahu ke Bayu. Aku kecewa sekali.." ucap Arjuna.


" Baiklah...Aku tidak akan mengkhianatimu Arjuna..." ucap Liana.


" Oke....Aku menerimamu..." ucap Arjuna.


" Terima apa?" ucap Liana.


" Sebagai pacarku..." ucap Arjuna.


" Kalau aku pacarmu,kenapa kamu gak memelukku?"


Arjuna memeluk Liana lalu melepas pelukannya.


" Apa kamu sungguh - sungguh mencintaiku Ar?" ucap Liana.


" Aku akan berusaha....Jika kamu tak mencintaiku dan mendapatkan pengganti yang lebih pantas untukmu. Aku rela melepaskanmu..Meskipun hatiku akan sakit lagi...." ucap Arjuna.


" Sakit lagi?" ucap Liana.


" Iya...Aku pernah punya pacar,dia pacar pertamaku. Tapi dia berhianat karena menikah dengan pria lain tanpa sepengetahuanku. Pria itu adalah anaknya Bayu bangsat..." ucap Arjuna.


" Aku gak paham...." ucap Liana.


Arjuna lantas bercerita tentang dirinya tinggal bersama Kartika dan Nurmala. Hingga Arjuna kabur dari rumah Nurmala. Tapi ia tak memberi tahu bahwa dirinya anak Bayu dan tak menceritakan kisah bercocok tanam.


" Begitulah kisahku.. Jika kamu masih mau bersamaku,aku akan menerimamu. Tapi jika tidak,gakpapa.Aku begini apa adanya..." ucap Arjuna.


" Aku tetap mencintaimu Arjuna...Dari ceritamu. Aku paham. Kamu di sakiti oleh Kartika dan Nurmala..." ucap Liana.


" Terima kasih..."


Hooooaaammmm......Liana menguap


" Kalau sayang ngantuk,tidur aja ...Sudah malam" ucap Arjuna.


" Hemmm...Aku tidur di kamarmu ya yank ." ucap Liana.


" Iya..." ucap Arjuna lalu mengambil barangnya untuk di masukkan dalam lemari.


Liana diam memperhatikan Arjuna yang merapikan pakaian dan peralatan sekolah .


Setelah selesai menggosok gigi ,Arjuna naik ke tempat tidur lalu berebah .


" Nanti bangunin aku ya sayang.." ucap Liana.


" Iya sayang..." ucap Arjuna.


Liana merangkul Arjuna,lalu memejamkan matanya,begitu juga dengan Arjuna.


" Dia gak berani menyentuhku? Padahal tidur sekamar" ucap Liana dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2