ARJUNA

ARJUNA
SURAT CINTA


__ADS_3

Jum'at.


Pagi hari.


Arjuna pergi ke sekolah bersama Dini menggunakan sepeda motor NMAX keluaran terbaru.


Saat berkendara,Arjuna merasakan berbeda dari motor Supra Fit yang pernah ia kendarai.


" Perjalanan jauh gak bakalan capek kalau begini.." ucap Arjuna dalam hati merasa senang.


Sesampai di sekolah,Arjuna berpas - pasan dengan Dion yang memakai sepeda motor BEAT.


" Jangkreek...Motor anyar cook..." ucap Dion.


Arjuna memarkirkan motornya.


" Iya dong..." ucap Arjuna.


" Berapa bulananne? " ucap Dion.


Dini berjalan meninggalkan Arjuna.


" Tebak berapa?" ucap Arjuna.


" Sejuta setengah,rong juta.." ucap Dion.


" Salah...Kalau tebakanmu benar,nanti aku tambahin rokoknya.." ucap Arjuna.


" Hemm...Limang atus,limang juta..wes emboh.." ucap Dion.


" Cash...." ucap Arjuna.


" Juancook....Waassuu.. " ucap Dion.


Mereka pun berjalan menuju kelas.


" Sekarang apa nanti rokoknya?" ucap Arjuna.


" Nanti aja pas pulangan...Kalau aekarang di mintain teman - teman.."


" Masa seh kamu pernah bertemu dengan Angga? " ucap Dion.


" Iya,sebelum aku di tabrak..Jika dia ngaku,pasti aku gak di tabrak." ucap Arjuna.


" Yang nabrak kamu ngasih uang untuk benerin motormu apa enggak? Atau dia kabur?" ucap Dion.


" Di gantiin motor baru. " ucap Arjuna.


" Jadi motor itu dari yang nabrak?" ucap Dion.


" He eh....Aku di tawarin Ninja atau CBR,tapi aku pilih nimex aja.." ucap Arjuna.


" Gemblung...Kenapa gak pilih Ninja cook. Aku kalau jadi kamu pilih Ninja.." ucap Dion.


" Bensinnya itu loh cook..." ucap Arjuna.


" Gampang itu,kamu jualan bunga aja..Nanti kan dapat uang.." ucap Dion.


" Iya juga seh..." ucap Arjuna.


" Tapi bagus itu jika dia mau gantiin sepeda motor baru..Coba enggak..." ucap Dion.


" Nanti lanjut lagi.." ucap Arjuna lalu masuk ke dalam kelas.


Saat Arjuna duduk,Desy menoleh ke arah Arjuna.


" Kamu sakit apa Jun..?" ucap Desy.


Arjuna menoleh ke Desy.


" Aku sakit hati karena kamu menolak cintaku.." ucap Arjuna.


" Preeet..Kamu aja gak ada bilang kok" ucap Desy.


" Aku di tabrak..." ucap Arjuna.


" Di tabrak apa?" ucap Desy.


" Di tabrak pacarmu karena aku menggodamu.." ucap Arjuna.


" Aku mana punya pacar.." ucap Desy.


" Oh iya lupa...Yang nabrak itu cewek,berarti kakakmu yang nabrak..." ucap Arjuna.


" Kakakku cowok semua..." ucap Desy.


" Gak kok...Aku di tabrak sama cewek ,terus aku gak sadarkan diri,pas bangun aku dah di rumah sakit.." ucap Arjuna.


" Ooo...Begitu.."


" Ada PR matematik..." ucap Desy.


" Halaman berapa?" ucap Arjuna.


" Halaman 47 " ucap Desy.


" Oke...Suwun infonya ya Des..." ucap Arjuna lalu mengambil buku pelajarannya.


" Kamu gak ikut grup kelas " ucap Desy.


" Ikut,tapi gak ada bahas soal PR" ucap Arjuna.


Bel tanda masuk berbunyi.


Tak lama kemudian Bu Sinta masuk.


Salah satu siswa memberi komando untuk mengucapkan salam. Setelah itu bu Sinta mulai mengabsen.


" Arjuna Dwi Raharjo " ucap bu Sinta.


" Hadir bu..." ucap Arjuna.


" Mana surat izinnya?" ucap bu Sinta.


Arjuna merogoh tasnya mengambil surat izin dari rumah sakit,sebab ia hanya mengirim foto lewat WA.


" Ini bu..." ucap Arjuna sambil memberikan surat tersebut.


Bu Sinta menerima lalu membuka surat tersebut dan Arjuna kembali ke kursinya.


0.0.0


Jam istirahat.


Arjuna keluar kelas mencari Angga. Sesuia petunjuk video yang di tunjukkan oleh Dion. Arjuna pergi ketempat itu.


Sesampai di tempat,Arjuna melihat dari kejauhan.


Nampak ada 3 orang siswa duduk jongkok sambil merokok di belakang gedung bulu tangkis.


" Asem...Dia gak ada lagi..." ucap Arjuna dalam hati. Kemudian Arjuna mencoba mencari di tempat lain.


Tak lama kemudian Angga muncul bersama teman - temannya dari arah lain.


Saat Arjuna akan melewati grombolan siswa yang sedang berkumpul,Arjuna sedikit membungkukkan badan.


" Permisi kak.." ucap Arjuna sambil berjalan.


" Berhenti...." ucap siswi 1.


Arjuna menghentikan langkahnya lalu melihat ke arah siswi yang menyuruh dia berhenti.


" Ada apa kak?" ucap Arjuna.


" Kamu kelas berapa?" ucap siswi 1.


" Kelas sepuluh kak.." ucap Arjuna.


" Siapa namamu ?" ucap siswi 2.


" Juna kak..Maaf kak,aku mau lanjut lagi.." ucap Arjuna.


" Tunggu dulu.." ucap siswi 1.


" Apa lagi seh kak?" ucap Arjuna.


" Kok aku gak pernah melihat kamu? Kamu kelas ipa atau ips?" ucap siswi 1.


" IPA kak..." ucap Arjuna.


" Serius kamu ambil IPA? ucap siswi 3.


" Iya kak..Maaf aku mau mencari kakak saya dulu kak..Permisi.." ucap Arjuna.


Siswi 2 menghadang Arjuna.


" Kita belum selesai bicara..."


" Boleh pinjam hapemu?" ucap siswi 2.


" Itu kakak punya hape,kenapa pinjam hapeku?" ucap Arjuna.


" Gue mau minta nomormu.." ucap siswi 2.


" Ngomong dong... 0812******* Itu nomorku kak" ucap Arjuna.


" Oke..." ucap siswi 2.


Arjuna melanjutkan lagi jalannya.


" Kemana dia ya..." ucap Arjuna dalam hati sambil meningkatkan indra pendengarannya.


Saat melewati WC di belakang sekolah,Arjuna mendengar suara rintihan orang sedang bercinta,namun suaranya pelan sekali.


Arjuna kembali lalu berdiri di depan pintu WC.


" Apa jangan - jangan di dalam ?" gumam Arjuna lalu menggunakan ilmu mata bathinnya.


Arjuna melihat seorang siswa duduk jongkok sambil memegang ponsel,matanya menatap layar ponsel.


" Asem...Nonton bhokep sambil ngising..." ucap Arjuna dalam hati. Lantas Arjuna menggedor pintu.


Doook....Dook...Dook....Dokk...


Siswa yang sedang buang air besar terkejut akibat suara gedoran pintu,hingga ponsel yang ia pegang terlepas lalu jatuh dan masuk ke kloset.


Arjuna langsung mengambil langkah seribu sambil menahan tawanya.


" Juancooooook...." ucap siswa itu jengkel dan marah,ponselnya terkena kotorannya sendiri.


Saat sudah agak dari wc tersebut,Arjuna berjalan pelan.


" Sokorin,gitu seh ngisink sambil nonton bhokep.." ucap Arjuna dalam hati.


Arjuna berjalan kembali ke kelasnya karena tak melihat keberadaan Angga,ia melihat kakaknya berjalan bersama temannya yang juga seorang wanita.


" Juna..." ucap Dini .


Arjuna datang menghampiri Dini.


" Opo mbak...?" ucap Arjuna.

__ADS_1


" Neh orangnya..Ngomong sudah " ucap Dini ke temannya.


" Hemm.. Juna,kita mau maen ke rumah. " ucap teman Dini.


" Kapan?" ucap Arjuna.


" Pulang sekolah ini..." ucap teman Dini.


" Hemmm...Bentar,aku tanya sama kakakku dulu.." ucap Arjuna lalu mengambil ponselnya.


" Jam segini masih jam istirahat.." ucap Arjuna dalam hati sambil menghubungi Kartika.


Tuuut....Tuuuut....Tuuut....


" Halloo..." suara Kartika.


" Kak...Temannya mbak Dini mau maen kerumah.." ucap Arjuna.


" Cewek apa cowok?" suara Kartika.


" Cewek kak,boleh apa enggak?" ucap Arjuna.


" Boleh....Tapi awasin ya jika saya belum pulang..." ucap Kartika.


" Siap..."


Arjuna mematikan telpon.


" Boleh...Maen aja kerumah." ucap Arjuna lalu berjalan ke kelasnya.


Tak terasa waktu menunjukkan pukul sebelas siang.


Suara bell tanda pulang sekolah berbunyi.


Saat Arjuna sudah sampai di parkiran,ia mengambil rokok di dalam jok kemudian menunggu Dini dan juga Dion.


Dini lebih dulu muncul bersama teman - temannya,lalu naik ke sepeda motor.


" Ayo jalan..." ucap Dini.


" Engko sek mbak.." ucap Arjuna.


" Kamu nungguin siapa?" ucap Dini.


" Dion..." ucap Arjuna.


" Sebentar..Lagi nunggu " ucap Dini kepada teman - temannya.


Arjuna melihat Dion berjalan sambil mengobrol dengan temannya.


" Juancook...Di tungguin lha kok malah ngerumpi" ucap Arjuna.


" Sory Ar..."


Arjuna memberikan 2 bungkus rokok ke Dion.


" Suwun yoo.." ucap Dion.


" Iyoo..Aku pulang duluan.." ucap Arjuna lalu menjalankan motornya.


" Berhenti di Indomaret dek..." ucap Dini.


" Iya..." ucap Arjuna.


Setelah sampai di rumah,Arjuna mengawasi teman - teman Dini.


Sementara Kartika sibuk di dapur.


Nampak Dini berdiri lalu berjalan lalu di ikuti teman - temannya yang berjumlah 3 orang. Dini masuk ke dalam kamar tidur di ikuti teman - temannya lalu menutup pintu.


Kartika muncul menghampiri Arjuna sambil membawa minuman dingin.


" Di mana mereka?" ucap Kartika.


" Di kamar kak.." ucap Arjuna.


" Kasih tahu Dini..Jangan boleh dia makan di kamar,nanti bersemut.."ucap Kartika.


Arjuna berjalan ke kamar Dini.Setelah sampai ia mengetuk pintu.


Tok....Tok...Tok...


" Mbak...." ucap Arjuna.


Pintu terbuka separo.


" Apa?" ucap Dini.


Arjuna melihat ke dalam.


Nampak teman - teman Dini makan snack.


" Jangan makan di dalam kamar, kalau makan di luar saja..." ucap Arjuna.


" Ini kan kamarku..." ucap Dini.


" Ini rumahku...."


Kartika sambil berjalan menghampiri.


" Tolong jaga kebersihannya..." ucap Kartika.


Teman - teman Dini keluar dari kamar lalu duduk di kursi tamu .


" Nanti kan aku bersihin kak..." ucap Dini.


" Makan dan minum di luar saja..Jangan di dalam kamar..." ucap Kartika lalu berjalan.


Setelah agak jauh,Arjuna duduk di lantai lalu membuka yutub sambil mengawasi Dini.


Setelah teman - teman Dini pergi,Arjuna merawat bunganya.


Esok harinya.


Arjuna mencari Angga di jam istirahat ke dua.


Saat sudah sampai,Arjuna melihat Angga bersama 4 pria. Mereka duduk jongkok memegang rokok di jari masing - masing.


Arjuna berjalan ke arah Angga berada.


" Siapa itu?" ucap pria 1.


Angga dan yang lainnya menoleh ke Arjuna.


" Itu Arjuna..." ucap Angga lalu berdiri di ikuti 3 temannya.


" Kenapa waktu itu aku tanya kamu gak mau ngaku?" ucap Arjuna.


" Kamu itu siapa aku?"


Angga mencengkram kerah baju Arjuna.


" Berani - beraninya nyuruh aku haah..." ucap Angga.


Arjuna mengepalkan tangannya erat - erat lalu memukul pipi Angga sekuat tenaga.


BUUUUUGGGHHHH......


Cengkreman tangan Angga di kerah Arjuna lepas,mulutnya mengeluarkan darah.


3 teman Angga tak terima melihat Angga di pukul,mereka pun menyerang Arjuna.


" Bajingaaan..." ucap Angga marah.


Pria 1 menyerang Arjuna,ia melayangkan pukulan ke arah Arjuna.


Arjuna mengelak sambil memberi tendangan .


Buuugghhh....


Pria 2 mengarahkan tendangan setelah Arjuna memukul.


Arjuna segera melompat lalu memberi tendangan ke pria 2.


Buuuuuughhh... Tendangan Arjuna mengenai kepala pria 2.


Pria 2 mendapat tendangan di kepala lalu oleng dan menabrak tembok.


Angga yang hendak memuku Arjuna,langsung di tendang oleh Arjuna.


Buuuuggggghh...... Angga termundur karena terkena tendangan di dadannya.


Pria 3 melihat 2 temannya terkena serangan dari Arjuna lantas menyerang Arjuna.


Arjuna menangkap kepalan tangan pria 3 lalu menendang ke arah perut.


Pria 1 kembali menyerang Arjuna.


Arjuna mengelak,lalu memberi tendangan berputar.


Buuuggghhhh....Pria 1 mendapat tendangan di punggung lalu terdorong dan jatuh.


Angga melihat teman - temannya tak bisa melawan Arjuna memutuskan lari.


Arjuna melihat Angga kabur lantas menggunakan ilmu Harimaunya kembali.


Kerah belakang Angga di pegang oleh Arjuna.


Arjuna segera menarik,


Angga terjatuh,3 kancing baju terlepas.


Arjuna mengarahkan kaki ke perut Angga.


Buuugghh...Buuggghhh...


" Emangnya aku takut sama kamu..."


Arjuna merasakan seseorang berlari kearahnya,karena ia menggunakan insting Harimau.


Nampak pria 4 membawa potongan besi berlari.


" Diam di situ,kamu kabur,aku patahin kakimu" ucap Arjuna lalu melesat ke arah pria 4 yang badannya lebih besar darinya memakai ilmu Harimau.


Pria 4 kaget melihat Arjuna tiba - tiba menghilang,tiba - tiba ia merasakan pukulan sangat kuat di pungung.


Buuughh...Buuugghh...Buuughhh....


Pria 4 terdorong,lalu melihat kebelakang,Arjuna langsung melayangkan pukulan ke wajah .


Buuuuughh....


Pria 4 merasakan pusing,lalu ia menggelengkan kepalanya untuk menghilangkan rasa pusingnya.


Arjuna hendak memukul lagi ke pria 4.


"BERHENTIIIII......" suara teriakan pria dewasa.


Arjuna menarik tangannya lalu menoleh. Ia melihat pak Syaiful berjalan bersama 3 orang siswa.


" Kenapa kalian berkelahi di sini?" ucap pak Syaiful.

__ADS_1


" Maaf pak..Ini semua gara - gara Angga.." ucap Arjuna.


" Semuanya..Ikut bapak ke ruang BP..." ucap pak Syaiful.


Arjuna berjalan mengikuti pak Syaiful.


Angga di bantu temannya yang datang bersama pak Syaiful.


Sesampai di ruang BP.


Arjuna berdiri agak jauh dari Angga dan teman - temannya.


Di hadapannya ada pak Syaiful dan bu Sandra.


" Jelaskan kepadaku,mengapa kalian berkelahi di belakang gedung bulu tangkis." ucap bu Sandra.


" Dia memukul Angga bu.." ucap pria 2.


" Angga...Apakah benar kamu di pukul?" ucap bu Sandra.


" Iya bu..Dia datang lalu memukuli saya.." ucap Angga sambil menunjuk.


Bu Sandra melihat ke arah Arjuna.


" Kenapa kamu memukuli Angga?" ucap bu Sandra.


" Maaf bu.Kemarin saya mencari Angga tidak letemu,dan hari ini saya kembali mencarinya,saya lihat Angga berama 3 temannya merokok. Saya ingin bertanya kenapa waktu itu aku tanya kamu gak mau ngaku,terus dia jawab kamu itu siapa aku,berani - beraninya nyuruh aku.." ucap Arjuna.


" Memangnya apa yang kamu tanyakan?" ucap bu Sandra.


" Keberadaan rumah Angga bu,sebab saya tidak mengenalnya,hanya tahu nama dan kakak saya berpacaran dengan Angga. Minggu mbakku ngakunya pergi ke Klaten di antar pacarnya,namun keluarga saya di Klaten tidak melihat mbakku datang. Hapenya gak aktif. Malam rabu baru pulang,saya cemas bu mbakku gak ada pulang " ucap Arjuna.


" Hukum aja anak itu,emangnya di sini itu pasar apa.." ucap pak Syaiful.


" Angga...Apakah yang di ucapkan hemmm..Siapa nama lengkapmu?" ucap bu Sandra.


" Arjuna Dwi Raharjo bu.." ucap Arjuna.


" Apakah yang di ucapkan Arjuna itu benar?" ucap bu Sandra.


" Iya bu..Tapi malam senin aku antar pulang bu.." ucap Angga.


" Kenapa mbakku gak ada pulang?" ucap Arjuna.


" Mana aku tahu,..." ucap Angga.


" Bohong...." ucap Arjuna.


" Ya sudah kalau gak percaya.." ucap Angga.


" Bangsat....Mau aku hajar lagi kah?Meskipun kamu membawa satu kelas,aku gak akan takut. Aku akan menghadapimu.."ucap Arjuna.


" DIAAAM..." teriak bu Sandra.


" Arjuna...Ini sekolahan. Apakah kamu mau jadi preman di sini?" ucap bu Sandra.


" Tidak bu..." ucap Arjuna.


" Apakah kamu sudah bertanya ke mbakmu tentang mengapa tidak ada pulang?" ucap bu Sandra.


" Sudah bu...Jawabannya mbakku pergi bersama pacarnya.." ucap Arjuna.


" Mbakmu kelas berapa?" ucap bu Sandra.


" Kelas sepuluh bu..." ucap Arjuna.


" Kasih dia hukuman skorsing 20 hari..." ucap pak Syaiful.


" Sudah tahu kan sekolah ini ada peraturannya,di larang merokok di lingkungan sekolah." ucap bu Sandra.


" Tahu bu..." ucap Arjuna dan 3 siswa,sementara Angga diam saja.


Bu Sandra mengetik di komputer,lalu muncul kertas di mesin printer.Setelah itu mentandatangani kertas itu tak lupa memberi stempel dan melipatnya,kemudian memasukkan dalam amplop


" Arjuna..Kamu ibu hukum skorsing dua belas hari sekolah...Surat ini berikan kepada orang tuamu" ucap bu Sandra sambil menyodorkan surat.


" Iya bu..." ucap Arjuna.


Arjuna berjalan mengambil surat tersebut.


" Jangan ulangi lagi,jika kamu ulangi. Ibu akan memanggil kedua orang tuamu.." ucap bu Sandra.


" Serius bu,ibu bisa memanggil orang tua saya?" ucap Arjuna.


" Emangnya saya main - main apa?saya akan memanggil kedua orang tuamu ke sekolah." ucap bu Sandra.


" Panggil sekarang aja bu...." ucap Arjuna.


" Dah kamu kembali ke kelasmu sana...Ingat. Jangan berbuat masalah lagi,dan untuk kalian."


" Sebelumnya kalian sudah masuk ke ruangan ini dengan kasus yang sama." ucap bu Sandra.


Arjuna yang hendak bicara lagi,tak jadi bicara,ia pun berjalan meninggalkan ruangan BP.


Sesampai di depan pintu kelas yang terbuka,Arjuna melihat pak gurunya bernama Iwan sedang mengajar,ia pun masuk kedalam.


" Kenapa kamu baru masuk ke kelas?" ucap pak Iwan.


" Maaf pak,tadi saya di panggil ke ruang BP." ucap Arjuna.


" Ruang BP?" ucap pak Iwan.


" Iya pak,saya di suruh istirahat selama 12 hari sekolah.." ucap Arjuna.


" Kamu melanggar tata tertib sekolah?" ucap pak Iwan.


" Iya pak,saya berkelahi dengan kakak kelas,terus saya di kasih surat ini ( Arjuna menunjukkan surat) di suruh ngasihkan ke orang tua saya " ucap Arjuna.


" Ya udah..Duduk sana.." ucap pak Iwan.


" Terima kasih pak..." ucap Arjuna lalu berjalan ke kursinya.


Setelah sampai,Arjuna mengambil buku dan alat tulis.


0.0.0


Di rumah Kartika.


Nampak Arjuna sedang bersiap - siap pergi ke kuburan orang tuanya setelah memindahkan keris.


Dini datang menghampiri Arjuna.


" Tadi kamu menghajar Angga?" ucap Dini.


" Iya..." ucap Arjuna.


" Kenapa kamu menghajar pacarku?" ucap Dini.


" Tanya aja sendiri " ucap Arjuna lalu pergi meninggalkan Dini.


Sesampai di pemakaman umum.


Arjuna berjalan ke arah makam ke dua orang tuanya. Setelah sampai di makam,Arjuna duduk jongkok lalu mencabuti rumput di pusara.


Setelah bersih dari rumput liar.


" Maak...Aku dapat surat dari guru,katanya di suruh memberikan surat ini ke orang tua.."


Arjuna mengeluarkan air matanya,karena teringat kedua orang tuanya saat masih hidup.


" Aku bacain ya mak..."


Arjuna membuka surat lalu membacanya.


Setelah selesai membaca surat.


" Mak...Kata guru BP,dia bisa manggil mak dan bapak..."


" Oh iya mak...Aku dapat sepeda motor baru mak.Gara - gara di tabrak.."


" Coba mak ada,pasti aku ajak jalan - jalan.."


" Maaaak..."


"Aku kangeen..." ucap Arjuna.


Air mata Arjuna mengalir deras.


Di sisi Kartika.


Kartika naik berangkat ke sekolah memakai mobil,karena ia akan pergi ke toko perhiasan setelah pulang .


Sesampai di toko perhiasan,Kartika mengeluarkan kalung milik Arjuna.


" Selamat datang kak..Mau beli perhiasan yang seperti apa.." ucap wanita menyapa Kartika.


" Maaf mbak..Saya hanya ingin memeriksakan perhiasan milik adik saya.."


Kartika mengeluarkan kalung milik Arjuna. Ia baru sempat mendatangi toko itu.


" Apakah ini berlian atau bukan.." ucap Kartika sambil menyodorkan kalung.


Wanita itu menerima kalung tersebut dan memperhatikan kalung itu.


" Tunggu sebentar ya kak,saya akan memeriksanya "


wanita itu memgambil alat,lalu mennggunakan alat itu mengecek batu liontin.


" Ini berlian asli kak.." ucap wanita itu.


Kartika terkejut mengetahui bahwa kalung Arjuna adalah asli berlian,lalu timbul berbagai pertanyaan di pikirannya.mengapa Arjuna di buang oleh orang tuanya,apakah karena harta warisan ataukah Arjuna anak haram ataukah Arjuna di buang suaminya karena mengincar harta istri.


Setelah itu,Kartika memutuskan langsung pulang kerumah.


Saat mau sampai di rumah,Kartika melihat Arjuna turun dari sepeda motor lalu mambuka pintu pagar.


Kartika membuka kaca jendela.


" Dek...Sekalian.." ucap Kartika.


Arjuna membuka pintu pagar lebar - lebar.


Sesampai di dalam rumah.


" Ikut kakak sebentar"


Arjuna mengikuti Kartika.


Di dalam kamar tidur,Kartika mengunci pintu lalu dudul di samping Arjuna.


" Tadi aku pergi ke toko emas yank..."


" Terus aku periksa kalung sayang.."


" Ternyata itu batu berlian..." ucap Kartika.


" kalau sayang suka ambil saja..." ucap Arjuna lalu menyerahkan surat dari guru BP.


" Apa ini yank?" ucap Kartika.


" Surat cinta..." ucap Arjuna.

__ADS_1


__ADS_2