
Sesampai di ruang tamu,Arjuna melihat 4 orang berdiri. Salah satunya pria lanjut usia.
Mereka adalah Ki Surya,Duaji ,Heri dan Aryana.
Lalu ada satpam.
" Maaf mas,mereka menerobos masuk..." ucap satpam.
Arjuna memberi kode untuk keluar. Satpam tersebut kembali depan.
" Ada apa pak...?" ucap Arjuna.
" Panggil dukunmu menemui kami sekarang..." ucap Duaji.
"Sepertinya mereka adalah pelaku yang mengirim santet.." ucap Arjuna dalam hati menduga tiga pria itu adalah dukun.
" Dukun? Maaf...Jenengan niki sinten ?" ucap Arjuna.
" Aku Susno Duaji....Ingin menantang dukun yang melindungi rumah ini..." ucap Duaji.
" Di rumah ini gak ada dukun bapak..." ucap Arjuna.
" Hei bocah....Cepat panggilkan dukunmu ke sini..." ucap Heri,badannya lebih gempal,sedangkan yang lainnya tidak.
Mulut Ki Surya komat kamit,lalu mengarahkan telapak tangan kanannya ke arah Arjuna.
Arjuna melihat cahaya hitam melesat ke arahnya,ia pun mengelak.
" Anak itu bisa mengetahui seranganku..." ucap Ki Surya dalam hati.
Ki Surya mencoba lagi,namun ia akan menyerang wanita yang ada di samping pemuda tersebut.
" Lebih baik kalian pergi dari sini .." ucap Hana.
Ki Surya mengarahkan telapak tangan kanan ke arah Hana.
Hana melihat cahaya hitam melesat ke arahnya segera menggeser tubuhnya.
Arjuna mendengar suara langkah kaki dari belakang,ia pun menoleh.
Nampak Gabrian mengintip di balik tembok.
" Jangan mendekat...." ucap Arjuna lalu melihat ke depan lagi.Ia melihat pria tua membisikkan sesuatu ke salah satu pria.
" Pergilah...Atau aku telpon polisi..." ucap Hana.
Mulut ke empat pria itu komat - kamit membaca mantra,lalu mengarahkan telapak tangan ke arah Arjuna dan Hana.
Arjuna dan Hana melihat cahaya hitam segera mengelak.
" Serang mereka..." ucap Ki Surya.
Ke tiga pria itu lantas merengsek maju menyerang. Duaji dan Aryana menyerang Arjuna,sementara Heri menyerang Hana.
Ki Surya diam mengamati,sambil mengusap jenggotnya yang panjang tersebut .
Arjuna menahan serangan kedua pria tersebut.
Sementara Hana mengelak,lalu melesatkan pukulan di sertai tenaga dalamnya ke perut Heri.
Buuuugghhhh....... Heri terkena pukulan di perut,kemudian mundur,ia memegangi perutnya yang terasa sangat sakit sekali.
" Bajingan....Ternyata pukulannya kuat juga..." ucap Heri dalam hati. Lantas ia pun mengerahkan semua kekuatan yang ia miliki,lalu menyerang Hana.
Ki Surya melihat Heri yang sedang melawan wanita cantik,namun berulang kali Heri terkena pukulan. Ia pun langsung melesat di saat Heri melayangkan serangannya.
Hana memukul wajah Heri,Ki Surya memukul perut Hana.
Secara bersamaan,Heri terkena pukulan,dan Hana juga terkena pukulan dari Ki Surya .
Hana merasakan sakit yang luar biasa di bagian perut setelah di pukul,ia pun mundur .
Braaaak....Duaji menabrak sofa,lalu tergeletak tak sadarkan diri akibat terkena pukulan dari Arjuna di bagian belakang leher.
Hana meringkuk kesakitan.
" Masss....Sakiiiiit...." ucap Hana merintih kesakitan pada bagian perutnya.
Arjuna melayangkan pukulan sekuat tenaga ke dada Aryana.
BUUGHHH.....BUUUGGHHH....
Lalu memukul wajah Aryana.
BUUUGGHHH.....
Aryana jatuh kelantai,Arjuna segera menghampiri Hana.
Namun di halangi Ki Surya.
Ki Surya mengarahkan serangan ke Arjuna,namun serangannya hanya mengenai ruang kosong.
Sebuah pukulan mengenai punggung Ki Surya.
BUUUGHHH.....
Kraaack.....salah satu tulang rusuk patah akibat pukulan yang di arahkan Arjuna.
Ki Surya terdorong maju.Ia tak menyangka pemuda yang ia serang gerakannya sangat cepat
" Mana yang sakit " ucap Arjuna melihat Hana merintih kesakitan.
Heri hendak menyerang Arjuna yang sedang duduk jongkok,namun di cegah oleh Ki Surya lalu memberi kode untuk segera pergi. Heri menurut,ia segera mendekati Aryana.
" Perutku mas ..." ucap Hana.
Arjuna melihat ke arah orang - orang yang tadi menyerang berjalan menuju pintu.
" Om....Cepat ke sini ..." ucap Arjuna nyaring.
Gabrian yang mendengar suara Arjuna segera lari.
" Om.... Jagain Hana...Aku mau mengejar mereka..." ucap Arjuna
Arjuna segera melesat memakai kukuatannya mengambil keris,
Saat di balkon,Arjuna melihat Ki Surya naik ke mobil,lalu mobil itu berjalan. Segera saja Arjuna melompat,lalu mengejar mobil tersebut.
" Kalian harus mati....." ucap Arjuna dalam hati,ia sangat marah karena Hana kesakitan.
" Yashpal.....Bunuh orang - orang yang ada di mobil itu" ucap Arjuna sambil berlari.
Keris yang di pegang Arjuna melesat keluar dari sarungnya.
Arjuna melihat pohon tinggi,lalu melompat.Ia diam mengamati kerisnya yang sedang menyerang mobil tersebut.
Keris Arjuna menabrak kaca mobil yang di tumpang Ki Surya,lalu melesat ke kepala Ki Surya yang sedang duduk merintih kesakitan.
Jleeeb.....Keris itu menusuk dan menembus kepala Ki Surya,lalu melesat ke kepala Duaji.
Jleeeb.... Keris itu menusuk dan menembus kepala Duaji lalu menabrak kaca,
Heri yang sedang menyetir kaget melihat kacanya bolong,
Keris Arjuna berbelok arah,lalu melesat kembali ke mobil tersebut dan menembus kaca,lalu melesat ke kepala Heri.
Heri tak sempat menghindar.
Jleeeb.... Keris itu menusuk dan menembus kepala Heri lalu melesat ke Aryana yang tak sadarkan diri.
Heri tewas seketika setelah kepalanya berlubang akibat di tembus keris Arjuna. Heri ambuk ke depan hingga membuat mobil itu kehilangan kendali.
Braaaaaak......Mobil itu menabrak kendaraan lain lalu kendaaraan dari belakang kaget melihat ada mobil oleng dan menabrak,tak sempat menghindar.
BRAAAAAK....kendaaran di belakang menabrak mobil Ki Surya.
BRAAAAK....
BRAAAAK... Suara benturan. Rupanya mobil yang ada di belakang juga ikut menabrak.
Arjuna yang mengawasi dari kejauhan ada tabrakan beruntun merasa puas,karena ke empat orang yang ia incar telah tewas,ia pun segera kembali ke rumah Gabrian.
Sesampai di rumah.
Arjuna melihat Hana masih kesakitan.
" Juna....Hana bawa ke rumah sakit..." ucap Gabrian.
" Iya om..." ucap Arjuna.
Arjuna mengangkat Hana,
" Om ambil kunci mobil dulu Juna.." ucap Gabrian.
Arjuna sampai di mobil milik Gabrian yang biasa di pakai untuk berangkat kerja.
Gabrian datang,dan menekan tombol remot,setelah itu membukakan pintu.
Arjuna meletakkan Hana di kursi dan menutup pintu,lalu Arjuna masuk lewat pintu sebelahnya.
Gabrian menyalakan mesin mobil,lalu menjalankan mobil tersebut .
" Mas....Sakiiitt...." ucap Hana.
" Iya...Ini kita ke rumah sakit..." ucap Arjuna.
Arjuna memakai mata bathinnya untuk melihat apakah Hana terkena santet apa tidak. Saat Arjuna melihat di bagian perut, Arjuna tak melihat benda mencurigakan. Lalu ia pun heran,kenapa Hana bisa kesakitan.
Sesampai di rumah sakit,Arjuna mengangkat Hana,lalu berjalan masuk ke dalam.
30 menit kemudian.
Arjuna menunggu Hana di periksa.
Lalu muncul seorang perawat,
" Keluarga pasien atas nama Hana..." ucap perawat.
" Saya mbak..." ucap Arjuna.
" Mari ikut saya pak..." ucap perawat .
Arjuna mengikuti perawat tersebut. Mereka masuk di salah satu ruangan.
Arjuna melihat seorang wanita mengenakan jas putih khas dokter duduk di kursi.
" Silahkan duduk pak..." ucap bu dokter ramah.
" Iya..."
Arjuna duduk di kursi.
"Hana sakit apa bu dokter?" ucap Arjuna.
" Ibu Hana mengalami keguguran pak.." ucap b dokter.
" Apaaaa....!!!? "
"Keguguran?" ucap Arjuna terkejut dan tak percaya,bagaimana Hana bisa hamil,sedangkan usianya sudah tua.
" Iya pak...Jika sedang hamil muda,jangan di bolehkan bu Hana untuk kerja yang berat - berat pak..Akibatnya bisa keguguran..."ucap bu dokter .
" Waaassuuu...Aku pikir dia gak hamil..Gak tahunya bisa hamil..Diampuut." ucap Arjuna dalam hati.
" Iya bu dokter..Nanti aku kasih tahu .." ucap Arjuna.
" Maaf...Bapak ini siapanya bu Hana?" ucap bu dokter.
" Suaminya .." ucap Arjuna tanpa pikir panjang.
" Kalau bisa,bapak sebagai suaminya bantu pekerjaan istri. Agar tidak keguguran lagi ." ucap bu dokter .
" Heeemm... Dok. Bisa gak jika istri saya pakai KB.." ucap Arjuna. Ia tak ingin Hana hamil,karena dirinya masih sekolah.
" Bisa... "
" Bapak ingin istri bapak memakai alat KB apa? ucap bu dokter.
" Hemm... Maaf bu dokter. Saya gak tahu soal KB.." ucap Arjuna.
" Ada yang pil,suntik,spiral pak. Kalau mau lebih aman pakai alat kontrasepsi..." ucap bu dokter.
" Spiral itu apa ya dok?" ucap Arjuna.
" Spiral itu alat di masukkan ke dalam lubang istri bapak,untuk mencegah cairan masuk ke rahim ." ucap bu dokter.
" Hemm..Nanti aku tanya ke istri saya ya bu dokter.." ucap Arjuna.
Setelah itu Arjuna mendatangi Hana.
Nampak Hana terbaring di ranjang pasien. Arjuna berdiri di samping,sementara Gabrian menunggu di luar .
" Mas...Aku sakit apa?" ucap Hana.
" Keguguran dek ." ucap Arjuna.
" Mas...." ucap Hana.
Arjuna mengusap rambut Hana.
" Dah ..Gak usah sedih ya dek..." ucap Arjuna.
" Iya mas...."
" Nanti kita buat lagi ya mas...." ucap Hana.
" Jiangkreek...." ucap Arjuna dalam hati.
" Dek...Aku kan masih sekolah,adek pakai KB dulu ya,setelah aku lulus,barulah gak usah KB..." ucap Arjuna.
" Mas gak mau punya bayi ya.." ucap Hana.
" Mau...Tapi setelah aku lulus..Okee" ucap Arjuna.
__ADS_1
" Iya mas..." ucap Hana.
" Pinterr..." ucap Arjuna.
Setelah menebus biaya administrasi,mereka pun pulang kerumah.
# Sementara di TKP kecelakaan akibat ulah keris Arjuna.
Nampak jalanan menjadi macet total akibat insiden kecelakaan yang di akibatkan mobil yang di tumpang Ki Surya menabrak mobil lain dan mengakibatkan tabrakan beruntun.
pihak kepolisian datang ke TKP setelah mendapat laporan.
Salah satu polisi menanyakan ke salah satu korban tabrakan beruntun. Seorang polisi lagi memeriksa kendaraan yang di tumpangi Ki Surya.
Suara sirine mobil ambulan terdengar,awalnya terdengar pelan makin lama makin nyaring,kemudian berhenti di seberang jalan yang berlainan arah. Petugas ambulan segera keluar dari dalam mobil menuju lokasi kejadian kecelakaan.
Nampak polisi itu melihat dari kaca depan untuk memastikan korban. Ia melihat semua penumpang dan supir diam tak bergerak. Lantas memanggil rekannya.
Mereka pun segera memecahkan kaca untuk membuka pintu.
Pyaaarr.....Kaca terpecah.
Polisi segera membuka pintu,lalu menegapkan tubuh sang supir.
Saat sudah tegap,mereka terkejut melihat kening supir itu mengeluarkan darah,lalu memeriksa yang lainnya. Begitu selesai memeriksa. Mereka terkejut,bagaimana bisa korban mengalami luka di bagian kepala,dan kepala itu terdapat lubang.
" Aneh....Biasanya kalau korban kecelakaan tidak seperti ini..." ucap polisi A.
" Benar...Kalau tertembak..Aku rasa tidak,lukanya cukup lebar, seperti tertusuk tombak hingga tembus..." ucap polisi B.
Wartawan berdatangan untuk meliput kecelakaan tersebut. Beberapa warga menjadi wartawan dadakan,mereka merekam secara live tempat kejadian kecelakaan. Salah seorang pemuda memegang ponselnya dan berkata " Hallo Gaaiisss... Telah terjadi kecelakaan beruntun neh di jalan Hayam wuruk. Macet parah gaaaisss...."
Korban yang menderita luka ringan segera di obati di tempat kejadian,sementara korban luka berat langsung di bawa ke rumah sakit terdekat.
# Di sisi Arjuna.
Arjuna melihat kalender mau akhir bulan,lalu ia teringat akan janjinya bertemu dengan Ayu.Meskipun di hatinya masih marah,namun ia harus menepati janjinya.
Arjuna mengambil ponselnya lalu menelpon memakai nomor yang tak biasa ia pakai untuk WA.
Tuuuut....Tuuuut....Tuuuut....
" Halloo..." suara Ayu.
" Bu....Apakah besok ingin bertemu?" ucap Arjuna langsung ke topik.
" Iya....Ibu ingin sekali bertemu denganmu." suara Ayu.
" Baiklah...Besok datang saja,nanti aku kirim alamatnya. Dan ibu harus sendirian tanpa di temani.." ucap Arjuna.
" Iya...Ibu akan sendirian...' suara Ayu.
Arjuna mematikan panggilan,lalu mengirim alamat untuk ketemuan.
Esok harinya.
Setelah pulang sekolah,Arjuna mandi lalu memakai pakaian untuk bertemu dengan Ayu.
Hana menghampiri Arjuna.
" Mas mau kemana?" ucap Hana.
" Aku mau menemui bu Ayu,sayang di rumah aja..." ucap Arjuna.
" Iya mas...Mas lama apa enggak" ucap Hana .
" Enggak lama,paling 2 jam " ucap Arjuna. Setelah selesai,Arjuna segera meluncur ke tempat janjian.
Setelah sampai di tempat yang Arjuna tentukan
Arjuna melihat suasana cafe lumayan agak ramai,lalu melihat wanita berjilbab tapi tidak bercadar . Arjuna mengenali wanita itu,dia adalah Ayu.
Arjuna berjalan ke tempat Ayu.
Ayu berdiri setelah Arjuna dekat,lalu memeluk Arjuna.
" Ibu pikir kamu tidak datang...." ucap Ayu lalu melepas pelukannya.
" Datang...Apakah ibu di antar?" ucap Arjuna.
" Iya...Tapi mereka ada di luar.."
Mereka kemudian duduk.
" Mau pesan apa Juna - chan...?" ucap Ayu.
" Kopi hitam saja .." ucap Arjuna.
Ayu memanggil pelayan,setelah memesan,Ayu menghadap ke Arjuna lagi. Ia merasa senang dapat bertemu dengan putranya yang telah lama tidak bertemu.
" Apakah tadi kamu sekolah?" ucap Ayu.
" Iya.." ucap Arjuna.
" Apakah Juna - chan masih marah ? " ucap Ayu.
" Iya...Aku masih marah denganmu. Aku ke sini karena menepati janjiku..." ucap Arjuna.
Ayu menghela nafasnya,ia berpikir Arjuna sudah tidak marah dengan dirinya.
Pelayan datang,lalu meletakkan minuman di meja dan pergi.
" Jika saja ibu bisa memutar waktu,ibu akan memutarnya. Agar Dini tidak meninggal Arjuna.." ucap Ayu.
" Seharusnya ibu berpikir sebelum bertindak, " ucap Arjuna.
" Maafkan ibu....Ibu tidak berpikir. Karena ibu memikirkan mu..."
" Kamu pergi terlalu cepat,ibu tidak bisa menghubungimu..Ibu pikir,kamu pulang kerumah Kartika...Makanya ibu datang ke sana..." ucap Ayu.
Arjuna menyeruput kopinya lalu di letakkan kembali.
" Aku marah dan kecewa dengan Kartika, padahal aku sudah memberitahunya. Jika dia menemukan pria yang dia cintai lalu menikah. Aku rela melepaskannya,asal dia jujur padaku. " ucap Arjuna.
" Juna - chan...Ibu mau nanya. Tapi jangan marah,ini pertanyaan dari ibu sendiri..."
" Apa yang kamu lakukan pada Ne" ucap Ayu tak sempat menyelsaikan ucapannya karena di potong oleh Arjuna.
" Dia bukan nenekku..."ucap Arjuna.
" Baiklah...Apa yang kamu lakukan ke bu Hana?" ucap Ayu.
" Aku akan mengatakannya,tapi ibu harus janji untuk tidak mengatakan ke siapapun,termasuk Bayu bangsat itu..." ucap Arjuna.
" Baiklah...Ibu janji...Tidak akan menceritakan ke siapapun termasuk ke suamiku" ucap Ayu.
" Aku memberlakukannya seperti seorang kekasih,aku memberi perhatian dan juga kasih sayang. " ucap Arjuna.
" Apakah kamu selalu tidur bersama? " ucap Ayu.
" Iya..." ucap Arjuna.
Ayu menghela nafasnya.
" Ibu sarankan jangan di lakukan lagi Juna - chan...Itu dosa..." ucap Ayu.
" Etooo...Bukankah itu ajaran islam?" ucap Ayu.
" Iya..Tapi aku kejawen..Bukan islam. Manunggaling kawulo gusti.." ucap Arjuna.
10 menit kemudian,Arjuna memutuskan kembali.
2 bulan kemudian.
Hana telah memakai KB atas permintaan Arjuna,begitu juga dengan Liana. Sehingga Arjuna bebas bercinta dengan mereka kapanpun ia mau,tanpa mengkhawatirkan mereka hamil.
Arjuna menepati janjinya,ia sebulan sekali menemui Ayu,tapi tidak ditemani Hana,hanya di temani Liana.
Selama Hana tinggal di rumah Gabrian,Hana tidak keluar rumah atas permintaan Arjuna.
Nampak Arjuna baru saja selesai bercinta dengan Liana.
" Yank..." ucap Liana.
" Iya..." ucap Arjuna.
" Hari ini sayang mau ke mana?" ucap Liana.
" Di rumah aja...Ini mau ke taman..." ucap Arjuna lalu memakai pakaiannya.
Setelah memakai pakaian,Arjuna keluar dari kamar Liana lalu berjalan menuju taman.
Saat akan melewati pintu rumah.
" Mas..."
Arjuna berhenti lalu menoleh ke arah Hana .
Hana memakai rok selutut,kaos lengan pendek rambut terurai indah serta make up tipis menempel di wajah Hana.
Arjuna yang melihat wajah Hana,tak bosan - bosan memandang wajah cantik Hana. Dirinya merasa jatuh cinta kepada Hana.
" Mas mau ke mana?" ucap Hana.
" Ke taman sayang.." ucap Arjuna.
" Aku temanin ya mas .." ucap Hana.
" Kita ke kolam aja..." ucap Arjuna.
Mereka kemudian ke kolam renang.
Setelah sampai di kolam renang,mereka duduk di kursi panjang.
" Tadi mas ngelonin Liana ya.." ucap Hana.
" Iya sayang....Sayang mau..." ucap Arjuna.
Hana menganggukkan kepalanya.
Arjuna merangkul Hana,lalu mencium pipinya.
Emmmuaachh ....
" Sebentar dulu ya sayang...Dengkulku rasanya mau copot.." ucap Arjuna.
" Jalan - jalan yuk mas ..Aku bosen di rumah terus .." ucap Hana.
" Jalan - jalan ke mana?" ucap Arjuna.
" Ke taman atau ke pantai gitu..." ucap Hana.
" Heemmm...Baiklah...Hari minggu kita jalan - jalan..." ucap Arjuna.
Hana memeluk Arjuna .
" Aku normalkan apa enggak ya...Kalau di normalkan. Aku gak ada yang ngajarin saat ada tugas yang gak ku bisa kerjakan. Jika gak aku normalkan. Si bangsat itu pasti akan menemuiku..."
" Heemmm...."
" Lebih baik gak usahlah...." ucap Arjuna dalam hati.
" Yank...Bila sayang bertemu orang yang menghajarku di rumah sakit gimana?" ucap Arjuna.
" Aku akan menghajarnya yank,jika dia berani menghajarnya..." ucap Hana.
" Bagus ...Jadi aku gak perlu repot - repot melawan Bayu. Biar ibunya sendiri yang melawan anaknya..." ucap Arjuna dalam hati.
# Minggu.
Pagi hari.
Tak terasa memasuki hari minggu.
Setiap malam,secara bergiliran Arjuna menggarap Liana dan Hana secara terpisah.
Nampak Hana duduk di meja rias mengoleskan lipstik di bibirnya . Pakaian yang di pakai Hana sedikit terbuka.
Arjuna datang menghampiri.
" Sudah siap apa belum yank ..?" ucap Arjuna lalu merangkul Hana dari belakang.
" Sebentar lagi mas..." ucap Hana.
" Sayang semakin cantik..." ucap Arjuna.
" Mas juga semakin tampan..." ucap Hana.
30 menit kemudian. Mereka pun pergi menggunakan mobil Toyota Camry .
Awalnya Arjuna hendak meminta Evan untuk menyupir,tapi Evan akan pergi ke gereja bersama kedua orang tuanya dan juga Liana. Lalu Juna menghubungi Gabrian untuk meminta kunci mobil.
" Mas...Enaknya kemana mas...?" ucap Hana sambil menyetir.
" Alun - alun . Tapi kalau sayang mau ke tempat lain ya monggo" ucap Arjuna.
Sebenarnya Arjuna ingin menyetir mobil tersebut,karena belum seberapa lancar,takutnya nabrak.
" Alun - alun aja mas..." ucap Hana.
Sesampai di Alun - alun jogja,mereka berjalan kaki menikmati pemandangan serta jajanan kuliner.
Arjuna menyuapi Hana,begitu juga dengan Hana. Hana menyuapi Arjuna.
Saat sudah siang hari,terdengar adzan Dzuhur. Dulu saat Hana belum terkena pengaruh dari Arjuna,Hana akan mengambil air wudhu sebelum adzan. Kini tidak lagi,Hana mendengar suara adzan nampak biasa saja.
Tak jauh dari Arjuna berada,ada Nurmala yang berjalan bersama dengan temannya. Nurmala melihat Arjuna duduk sambil menikmati makanan.
" Arjuna..."
Nurmala melihat wanita yang menyuapi Arjuna.
" Eh..Itu kan bu Hana...."
__ADS_1
Nurmala teringat akan ucapan kakaknya,bila neneknya Imam yakni bu Hana tidak ada di rumah,entah pergi kemana dan tak ada kabar.
" Kok bisa bu Hana bersama Arjuna..."
Nurmala ingin menghampiri Arjuna.
" Samperin apa enggak ya...?"
" Lebih baik aku telpon kak Tika saja..." ucap Nurmala dalam hati.
Nurmala mengambil ponselnya lalu menelpon kakaknya sambil menjauh dari Arjuna.
Tuuuut....Tuuut....Tuuutt....
" Halo dek .." suara Kartika.
" Kak ....Aku lihat bu Hana.." ucap Nurmala.
" Haaa...!! Kamu lihat di mana?" suara Kartika.
" Dekat alun - alun kak..Dia bersama Arjuna ." ucap Nurmala..
" Arjuna...Ya sudah,aku kasih tahu dulu ke suamiku dulu ya dek" suara Kartika.
" Iya kak..." ucap Nurmala lalu mematikan panggilannya.
Nurmala melihat lagi ke arah Arjuna berada. Dirinya masih mencintai Arjuna,meskipun Arjuna tak mencintai dirinya. Nurmala memutuskan untuk menemui Arjuna.
" Sebentar Win...Aku mau kesana" ucap Nurmala berkata kepada temannya lalu berjalan.
Saat sudah dekat dengan Arjuna,Arjuna menoleh ke Nurmala.
" Arjuna...."
Nurmala duduk di kursi.
" Apakah kita bisa memulai dari awal lagi?" ucap Nurmala.
" Enggak...Aku gak mau..." ucap Arjuna.
" Mengapa kamu bisa bersama dengan bu Hana?" ucap Nurmala penasaran.
" Bukan urusanmu..." ucap Arjuna.
" Baiklah...Itu memang bukan urusanku..."
" Aku masih mencintaimu Arjuna...Aku akan melakukan apapun yang kamu inginkan,dan aku tidak akan mengulangi kesalahanku.." ucap Nurmala.
Ponsel Nurmala berdering. Lalu Nurmala melihat ke layar ponselnya. Nampak pak Bayu yang menelpon.
Nurmala berdiri lalu berjalan menjauhi Arjuna.
" Ayo yank...Kita pergi dari sini .." ucap Arjuna.
Arjuna membayar makanan,lalu pergi meninggalkan tempat tersebut.
Tak lama kemudian Nurmala kembali,ia tak melihat Arjuna di tempatnya.
" Sial....Dia pergi lagi .." ucap Nurmala.
Di sisi Arjuna
Nampak Arjuna dan Hana berjalan di sebuah mall. Hana memegang lengan Arjuna.
Lalu mereka pun masuk ke sebuah toko pakaian wanita.
Arjuna melihat pakaian wanita di gantung.
" Yank....Kalau kamu pakai ini,sepertinya jadi tambah seksi..." ucap Arjuna.
" Mas pengen aku pakai ini?" ucap Hana.
" Iya..." ucap Arjuna.
Akhirnya Arjuna memilih pakaian untuk Hana,ada yang seksi ada pula yang tidak.
Setelah membayar barang yang di pilih.
" Mas... Pulang yuk..." ucap Hana.
" Ayoo..." ucap Arjuna.
Saat mobil yang kendarai hampir sampai di rumah Gabrian,Arjuna melihat 3 mobil berada di depan rumah Gabrian dan beberapa pria memakai kaca mata hitam.
" Bajingan...Nurmala memberi tahu ke Bayu.." ucap Arjuna dalam hati.
" Berhenti yank...Kita jangan pulang dulu,ada Bayu di depan rumah..." ucap Arjuna.
" Iya mas..." ucap Hana lalu memutar balik.
Arjuna teringat akan kerisnya..
" Berhenti dulu yank..." ucap Arjuna.
" Kenapa mas?" ucap Hana.
" Aku mau ngambil kerisku .." ucap Arjuna.
Hana mengehentikan mobil. Arjuna keluar lalu melesat ke arah rumah Gabrian memakai kekuatannya.
5 menit kemudian Arjuna kembali,dan masuk ke dalam mobil.
" Kita ke hotel dulu yank..." ucap Arjuna.
Sesampai di dalam kamar hotel,Arjuna duduk di kasur.
" Mas...."
Arjuna tak menjawab,ia memikirkan langkah apa yang ia ambil. Apakah kembali ke rumah Gabrian atau pergi meninggalkan rumah Gabrian bersama Hana.
Hana duduk di samping Arjuna.
" Mas mikirin apa? " ucap Hana.
" Aku mikir,apakah kita kembali ke rumah Gabrian atau kita pergi dari sini..." ucap Arjuna.
" Pergi dari sini aja mas...Tapi aku ikut...Jangan tinggalin aku..."ucap Hana yang sudah cinta mati dengan Arjuna. Dalam pikirannya hanyalah Arjuna dan Arjuna.
" Baiklah...Kita pergi dari sini yank..." ucap Arjuna.
" Iya mas...Kemanapun mas pergi,aku ikut. Karena aku mencintaimu mas .." ucap Hana.
" Iya sayang... Aku juga mencintaimu .."
Hana mencium Arjuna. Arjuna menyambut,lalu mereka pun bercinta.
Selesai bercocok tanam.
" Kita langsung pergi dari sini yank..." ucap Arjuna .
" Iya mas...Tapi aku mandi dulu" ucap Hana.
Setelah selesai mereka mandi. Mereka segera meninggalkan hotel tersebut.
# Di sisi Bayu.
Nampak Bayu duduk bersama dengan Melisa.
Di Gazebo.
Ponselnya berdering nada panggil.
Bayu mengambil ponselnya,ia melihat Imam yang menelpon.
" Assalam mu'alaikum...." ucap Bayu.
" Wa'alaikum salam warahmatullah...Bi,aku mendapat kabar dari Nur. Katanya Nur dia melihat Arjuna bersama mbah Putri bi.." suara Imam.
" Apaa...!! Sama Arjuna..?" ucap Bayu .
" Iya bi.." suara Imam.
" Oke...Abi akan nelpon Nur dulu. Assalam mu'alaikum..." ucap Bayu.
" Wa'alaikum salam warahmatullah ." suara Imam.
Bayu mematikan panggilan,lalu mencari kontak Nurmala.
" Kenapa sayang?" ucap Melisa.
" Ibu bersama Arjuna" ucap Bayu lalu menempelkan ponselnya di telinga.
Tuuu....Tuuut....Tuuutt...
" Sama Arjuna..Kata pengawal,ibu tidak ada di sana...Kok bisa bersama Arjuna..?" ucap Melisa.
Tuuut...Tuuut...
" Hallo pak Bayu.." suara Nurmala.
" Apakah anda melihat melihat ibu saya bersama Arjuna?" ucap Bayu.
" Iya pak..Tadi saya duduk mengobrol,namun karena bapak menelpon saya menjauh.." ucap Nurmala.
" Anda ada di mana?" ucap Bayu.
" Di Alun - alun pak.." suara Nur.
" Baiklah...Terima kasih atas informasinya...Assalam mu'alaikum..." ucap Bayu.
" Wa'alaikum salam..." suara Nurmala.
Panggilan berakhir.
" Sayang....Aku pergi dulu untuk menemui ibu..." ucap Bayu.
" Iya sayang..." ucap Melisa.
Bayu menghubungi pengawalnya yang berada di Jogja.
Arjuna memakai ilmu menghilangnya untuk pergi ke Jogja,karena saat ini,ia berada di Jakarta.
Skip hingga Bayu berada di depan pagar rumah Gabrian.
Bayu turun dari mobil,lalu berjalan ke pagar. Bayu melihat sorang satpam berdiri tak jauh dari pagar.
" Selamat siang pak .." ucap Bayu.
Satpam itu berjalan mendekat sambil berkata" iya siang .."
" Apakah Arjuna ada di rumah?" ucap Bayu.
" Tidak ada pak..." ucap satpam.
" Hemm...Apakah Hana tinggal di sini pak?" ucap Bayu.
" Tidak pak..." ucap satpam.
" Kok enggak,tadi Nur bilang lagi bersama Arjuna" ucap Bayu dalam hati merasa aneh. Kemudian Bayu menghipnotis satpam tersebut,apakah ucapan satpam itu jujur atau bohong.
Bayu berhasil menghipnotis.
" Jawab pertanyaanku dengan jujur,jangan di tutup - tutupi.. Apakah Hana tinggal di sini" ucap Bayu.
" Iya pak...'ucap satpam.
" Diamput...Rupanya satpam itu bohong .." ucap Bayu dalam hati.
" Sudah berapa lama Hana tinggal di sini?" ucap Bayu.
" Sudah lebih dua bulan " ucap satpam.
" Juancook...Ternyata sudah dua bulan..." ucap Bayu dalam hati. Ia merasa kecolongan , sebab menurut informasi yang di peroleh,anak buahnya tidak melihat Hana,dan juga dari informasi dari satpam mau keluarga Gabrian tak melihat Hana.
" Apakah pak Gabriannya ada di rumah?" ucap Bayu.
" Tidak ada..." ucap satpam.
" Pergi kemana pak Gabrian?" ucap Bayu.
" Pak Gabrian sedang ada kebaktian di gereja " ucap satpam.
" Coba kamu cerita saat Hana datang ke sini" ucap Bayu.
Satpam itu bercerita di mulai dari serangan santet.
" Oooo...Jadi ibuku yang mendatangi Arjuna.." ucap Bayu dalam hati. Bayu awalnya berpikir bahwa Arjunalah yang membawa Hana ke rumah Gabrian.
" Baiklah...Aku akan menunggu..." ucap Bayu lalu masuk ke dalam mobil sambil menunggu.
Sejam kemudian mobil yang di tumpangi Gabrian muncul,lalu masuk ke dalam .
Bayu yang melihat 2 mobil melewati pintu pagar lantas keluar dari mobil dan menemui satpam.
"Apakah mobil itu ada Hana? " ucap Bayu.
" Tidak ada " ucap satpam.
Bayu kembali ke dalam mobil.
Di saat sebelum Adzan berkumandang,Bayu meninggalkan rumah Gabrian untuk shalat. Setelah selesai shalat,Bayu kembali lagi.
Bayu menunggu hingga pukul sembilan malam,namun Arjuna dan Hana tak kunjung pulang .
" Sial...Dia belum muncul" ucap Bayu dalam hati.
1 jam kemudian,Bayu memutuskan untuk kembali.
Esok harinya.
Bayu menunggu kabar dari anak buahnya mengenai ibunya. Apakah sudah pulang apa belum. Namun jawaban dari anak buahnya belum pulang.
" Siaal...Sepertinya Arjuna sudah tahu kalau aku mendatangi rumah Gabrian lalu pergi" ucap Bayu.
__ADS_1
Bayu menelpon komandan pasukan untuk memerintahkan memperluas pencarian ibunya dan juga Arjuna.
Setelah selesai menghubungi.