ARJUNA

ARJUNA
MENGENDALIKAN KELUARGA GABRIAN


__ADS_3

Tok...Tok...Tok...suara ketukan.


Arjuna menoleh ke arah jendela lalu berjalan ke arah jendela untuk memastikan,apakah suara itu berasal dari jendela.


Setelah sampai,ia membuka korden.


Nampak sosok manusia berpakaian ala ninja,bergelantungan memegang atap yang terbuat coran semen agar tidak tempias.


Arjuna kaget,lalu ia menggunakan mata batinnya untuk melihat siapa sosok itu.


Arjuna melihat wajah Hana yang memakai pakaian ninja,


" jancoook...Dia Hana .." ucap Arjuna dalam hati, segera Arjuna membuka jendela. Hana masuk ke dalam lalu memeluk Arjuna kemudian melepaskan pelukannya.


" Kenapa Hana ke sini?' ucap Arjuna pelan.


" Aku gak mau mas tinggalin aku lagi...Jadi aku ke sini menyusulmu mas..." ucap Hana pelan.


" Mati aku..." ucap Arjuna dalam hati.Ia bingung akan berkata apa kepada Liana dan keluarganya jika ada Hana di rumah tersebut. Untuk mengembalikan Hana seperti dulu lagi, Arjuna gagal melakukannya. Karena salah mengucapkan mantra. Bukannya berhasil,malah membuat Hana semakin jatuh cinta kepada dirinya. Kemarin Arjuna mencoba lagi untuk menormalkan Hana. Ia pikir itu berhasil sebelum dirinya pulang. Tapi nyatanya malah membuat Hana semakin dekat dan gak mau jauh dari dirinya.


Muncul ide Arjuna,yakni Hana sebagai keluarga,toh warna kulitnya sama. Juga matanya sama. Sama - sama agak sipit. Dan Hana memiliki kemampuan,tapi tak seperti dirinya yang bisa berubah menjadi Harimau. Kemudian muncul ide lain untuk menundukkan Liana agar menurut kemudian semua keluarga Liana. Tapi ia bingung caranya bagaimana.


" Mas..." ucap Hana pelan.


" Hana...Apakah Hana datang ke sini sendirian? " ucap Arjuna pelan.


" Iya mas...Aku sendirian...Aku menginap di hotel ,karena aku kangen,jadi aku putuskan menemuimu mas" ucap Hana pelan.


" Begini saja....Besok aku temui adek di hotel setelah pulang sekolah,kemudian sorenya aku kembali. Nanti adek bisa tinggal di sini...Gimana" ucap Arjuna pelan.


" Serius mas..." ucap Hana pelan.


" Iya sayang....Aku serius.Sayang kembali ke hotel ya, oh iya berapa nomor sayang." ucap Arjuna pelan.


Hana memberitahu nomor ponselnya ke Arjuna.


" Beneran ya mas...Besok mas datang..." ucap Hana pelan.


" Iya sayang..." ucap Arjuna pelan.


Arjuna melihat ada cahaya merah datang.


" Bajingan....Dukun itu masih hidup..." ucap Arjuna dalam hati. Ia menarik lengan Hana karena cahaya merah itu mengarah ke Hana.


Kemudian Arjuna merapalkan ajiannya dan memukul cahaya merah tersebut.


Duaaar......Cahaya merah itu pecah,dan hilang.


" Jangan pergi dulu....".ucap Arjuna.


Arjuna mengambil kerisnya .


Cahaya merah kembali muncul saat Arjuna membuka lemari pakaian. Cahaya itu mengarah ke Liana yang terlelap tidur.


Hana segera berlari ke arah cahaya merah itu sebelum mengenai Liana,ia naik ke tempat tidur lalu memukul cahaya merah tersebut.


Duuuaaar..... Cahaya merah itu meledak di pukul Hana.


Akibat Hana naik ke tempat tidur,Liana terbangun.


" Diam di situ..." ucap Hana.


" Kamu siapa...?"


Liana melihat ke arah Arjuna yang mengambil keris.


" Sayang....Siapa wanita ini? Mengapa dia ada di dalam kamarku ." ucap Liana.


" Nanti aku jelasin...Sekarang ada yang mencoba mengirim santet lagi ke sini. Hana tolong jaga Liana .." ucap Arjuna lalu membuka jendela dan melompat.


" AAAAAAAKKKHHHH......" suara teriakan Evan.


Liana segera turun dari kamar tidur dan berlari ke kamar kakaknya . Hana mengikuti Liana.


" Kak...."


Dok...Dok....Dok....


" Kakak kenapa..." ucap Liana sambil mencoba membuka pintu,namun tidak bisa karena terkunci


" SAAKIIIT....TOLOOOONG.....' suara teriakan Evan.


" Minggir..." ucap Hana.


Liana menyingkir.


Hana memakai kekuatannya mendobrak pintu.


BRAAAAAK...... Sekali dorongan,pintu berhasil di dobrak.


Liana masuk ke dalam dan melihat kakaknya mengerang kesakitan.


" Tolongin kakakku" ucap Liana.


" Aku gak bisa...." ucap Hana.


Arjuna muncul dari pintu kamarnya.


" Hanaaa...." ucap Arjuna agak nyaring.


" Aku di sini mas..." suara Hana.


Arjuna segera menuju ke asal suara Hana.


Begitu sampai di kamar Evan.


" Sayang,tolongin kak Evan..." ucap Liana.


Arjuna segera merapalkan mantranya,dan meletakkan telapak tangan di bagian kepala Evan,lalu menggerakkan telapak tangannya.


Satu persatu benda bermunculan dari telapak tangan Arjuna. Tak hanya kepala saja,Arjuna menggerakkan telapak tangan kanannya di tubuh Evan.


Setelah selesai.


" Aku mau ngecek yang lain...." ucap Arjuna lalu keluar kamar Evan.


Hana mengikuti Arjuna.


Saat di lantai bawah,Arjuna mendengar suara kesakitan dari kamar orang tua Liana.


Arjuna segera berlari,lalu mendobrak pintu kamar.


BRAAAKK.....


Arjuna segera menghampiri ayahnya Liana, yang mengerang kesakitan,tak hanya ayahnya Liana,ibunya juga mengerang kesakitan.


Setelah mengobati ayahnya Liana,Arjuna mengobati ibunya Liana. Gabrian melihat Hana,lalu melihat istrinya di obati Arjuna. Ia tak memperdulikan sosok berpakaian seperti ninja hitam bersama Arjuna,ia lebih peduli ke istrinya.


Setelah selesai mengobati ibunya Liana.


" Om...Aku pergi dulu untuk mengecek yang lain..Dan segera berkumpul,agar aku bisa menjaga kalian. " ucap Arjuna lalu berlari.


Hana hendak berlari mengejar Arjuna,namun ia melihat ada cahaya merah muncul hendak menyerang pria yang telah di sembuhkan Arjuna.


Hana segera melesat memukul cahaya merah tersebut.


Kedua orang tua Liana tak dapat melihat cahaya merah tersebut.


Duuuaaar...... Suara ledakan saat Hana berhasil memukul cahaya tersebut.


" Cepat berkumpul..." ucap Hana.


" Ternyata dia wanita..." ucap Gabrian saat mendengar ucapan Hana.


" Ayo pah...." ucap Angelina.


Mereka kemudian keluar kamar,saat keluar kamar,Gabrian melihat pintunya rusak akibat di buka paksa,ia tak mempermasalahkan hal tersebut,yang penting dirinya dan kuluarganya selamat. Uang masih bisa ia cari,namun nyawa tak bisa.


Satu persatu berkumpul di ruang keluarga.


Hana serangan silih berganti berdatangan,ia dengan cepat menghancurkan bola cahaya merah tersebut.


Terakhir Arjuna datang bersama seorang satpam.


" Sepertinya serangan ini lebih lama di bandingkan sebelumnya,dan pelakunya lebih dari satu orang. Aku minta ke kalian untuk menunggu di luar pagar rumah...Sekarang" ucap Arjuna.


Arjuna melihat seranga muncul lagi,ia segera melesat dengan cepat ke arah serangan tersebut.


Duuaarr..... Suara ledakan,namun ledakan itu tidak seberapa nyaring.


" Dompet dan kunci ada di kamar Juna" ucap Gabrian.


" Hana...Antarkan om Rian ke kamar.." ucap Arjuna.


" Iya mas..." ucap Hana lalu menemani Gabrian.


Setelah itu mereka masuk ke dalam mobil lalu keluar dari rumah. Mereka berhenti tidak jauh dari rumah. Sementara Arjuna dan Hana masih berada di halaman rumah.


" Yashpal...Kembalilah...."


Muncul keris di hadapan Arjuna,keris itu melayang.


" Apakah kamu berhasil membunuhnya?"


Keris itu bergoyang kanan dan kiri.


" Apa kamu bingung dengan arah serangan itu?"


Keris itu bergoyang maju mundur.


" Sial...Rupanya serangan ini dari berbagai arah..." ucap Arjuna.


" Mas....Sepertinya ada yang menanam benda yang mengakibatkan serangan itu.." ucap Hana.


" Iya...Tapi aku gak tahu tempatnya sayang..." ucap Arjuna.


" Mas tahan serangan,aku akan mencoba mencarinya..." ucap Hana.


" Sudah malam,susah untuk mencarinya.." ucap Arjuna.


Hana berjalan meninggalkan Arjuna.


Arjuna melihat ada serangan muncul lagi.


" Yasphal...Aku capek,kamu saja ya yang menangkis..." ucap Arjuna lalu duduk di lantai.


Keris itu segera melesat dan menghancurkan bola merah tersebut.


30 menit kemudian.


" Masss...."


Arjuna menoleh ke arah Hana berada.


" Ambilkan linggis..."


Mendengar permintaan Hana,Arjuna berdiri lalu mencari alat tersebut. Setelah ketemu,Arjuna kembali sambil membawa cangkul dan parang.


" Mana linggisnya?" ucap Hana.


" Gak ketemu,adanya ini...Sayang dapat buntelan itu..?" ucap Arjuna.


" Aku merasakan benda itu di tanam di sini mas." ucap Hana sambil menunjuk ke taman


Arjuna memegang cangkul,lalu mencangkul tanah tersebut. Hingga akhirnya,Arjuna menemukan kain hitam di ikat kain putih.


" Gilaaa....Aku aja susah mencari buntelan ini, kalau dia sebentar aja...Asemmm..." ucap Arjuna dalam hati.


" Di buang tempat yang jauh mas..." ucap Hana.


" Oke...." ucap Arjuna.


Arjuna segera mengambil buntelan kain tersebut,kemudian lari menggunakan ilmu Harimaunya.


Tak sampai 10 menit,Arjuna kembali.


" Mas buang kemana?" ucap Hana.


" Sungai..." ucap Arjuna.


Muncul ide Arjuna.


" Tunggu sebentar di sini.." ucap Arjuna lalu melompat ke arah Balkon lantai 2. Arjuna mengambil kotak keris untuk melihat mantra,agar tak salah lagi dalam pengucapan,setelah itu kembali lagi ke tempat Hana.


" Mas...Panggil mereka..." " ucap Hana.


" Iya...Ini aku mau menyusul ke sana" ucap Arjuna..


Arjuna pergi menyusul Gabrian untuk memberitahukan sudah aman. Setelah itu kembali lalu muncul 2 mobil dan berhenti.

__ADS_1


Gabrian keluar dari mobil di ikuti yang lain.


" Apakah sudah aman Juna...? Om takut akan ada serangan lagi..." ucap Gabrian.


" Hemmm....Om tenang saja." ucap Arjuna.


" Siapa wanita yang bersamamu itu Juna?" ucap Gabrian.


" Dia keluargaku om,namanya Hana..Dan apakah Hana boleh tinggal di sini?" ucap Arjuna.


" Boleh..." ucap Gabrian.


Mereka kemudian masuk kedalam rumah.


Sesampai dibruang keluarga.


" Juna...Apakah kamu berhasil membunuh dukun itu?" ucap Angelina.


" Belum tante...Tapi aku ada cara untuk menangkal santet itu" ucap Arjuna.


" Apa penangkalnya Juna? Biar om carikan apa yang kamu cari.." ucap Gabrian.


" Gak perlu om...Kalian hanya menelan darahku saja." ucap Arjuna.


" Darahmu?" ucap Angelina.


" Iya tante...Hanya satu tetes saja..Jika gak mau tidak apa - apa" ucap Arjuna.


" Baiklah... Tante mau..." ucap Angelina.


" Om mau gak?" ucap Arjuna..


" Iya om mau" ucap Gabrian.


Mereka pun mau mengikuti saran Arjuna.


Arjuna melepaskan cincinnya lalu merapalkan mantra dalam hati .kemudian melukai jari tangannya menggunakan kuku Harimau. Satu persatu menelan darah Arjuna. Hanya keluarga Gabrian yang menelan.


" Baiklah....Dengarkan ucapanku..."


Arjuna memberi sugesti kepada keluarga


" Baiklah...Sekarang kalian kembali ke kamar masing - masing " ucap Arjuna setelah memberi Sugesti.


Kedua orang tua Liana dan Evan berjalan ke kamarnya.


" Mas....Aku nanti tidur di mana?" ucap Hana.


" Di kamarku saja," ucap Arjuna.


" Terus cewek itu?" ucap Hana menunjuk Liana.


"bertiga dengan Liana..." ucap Arjuna.


Sesampai di depan kamar.


Hana menarik Arjuna.


" Mas...Aku gak mau tidur sama dia " ucap Hana.


" Iya..." ucap Arjuna.


" Apakah dia pacarnya mas...?"


Arjuna menggaruk - garukkan kepalanya. Bingung mau jawab apa.


" Mas.."


" Mas boleh pacaran dengan Liana,tapi jangan tinggalin aku mas...Aku mohon" ucap Hana.


Arjuna tak menduga Hana akan berkata seperti itu,ia pikir Hana akan marah dan meninggalkan dirinya. Jika iya. Maka ia akan mengembalikan seperti semula.


" Aku gak akan ninggalin kamu dek.." ucap Arjuna.


" Malam ini kita berdua aja di kamar..Aku kangen mas..." ucap Hana.


" Iya sayang .."


Mereka kembali ketempat semula.


" Yank...Malam ini tidur di kamar sendiri..." ucap Arjuna.


" Iya sayang . " ucap Liana.


Liana berjalan ke arah kamarnya,Hana masuk ke dalam kamar Arjuna bersama Arjuna.


Hana melepaskan pakaiannya.


" Hana gak bawa baju ganti?" ucap Arjuna.


" Ada di hotel mas..." ucap Hana.


" Ya sudah...Pakai bajuku dulu ya...Nanti aku belikan baju untukmu" ucap Arjuna.


" Iya mas .." ucap Hana lalu ke kamar mandi.


Arjuna melihat jam.


" Jiangkrek....Ku pikir jam dua..Gak tahunya jam setengah empat..." ucap Arjuna dalam hati.


Hana muncul dari kamar mandi lalu duduk di samping Arjuna.


" Mas...." ucap Hana.


" Iya..." ucap Arjuna.


" Mas mau tidur....?" ucap Hana.


" Enggak....Aku mau.." ucap Arjuna lalu menciumi Hana sambil meraba - raba. Hingga akhirnya mereka bercocok tanam.


Setelah mereka bercocok tanam.Hana memeluk Arjuna.


" Mas..." ucap Hana.


" Iya dek..." ucap Arjuna.


" Aku mencintaimu mas..." ucap Hana.


" Iya...Aku juga mencintaimu..." ucap Arjuna.


" Jangan tinggalin aku lagi ya mas..." ucap Hana.


" Kalau sekolah gakpapa...Tapi jangan seperti kemarin..." ucap Hana.


" Iya sayang .." ucap Arjuna .


Arjuna sempat berpikir untuk meminta bantuan ke sang Ratu karena tak bisa mengembalikan Hana seperti semula,namun ia tunda dulu. Sebab ia juga membutuhkan Hana sebagai kebutuhan biologisnya.


" Jepitanku masih enak mas .." ucap Hana.


" Enak banget dek..." ucap Arjuna.


" Mas mau lagi?" ucap Hana.


" Nanti aja dek...Oh iya,Nanti adek jangan keluar rumah ya..." ucap Arjuna.


" Emangnya kenapa mas?" ucap Hana.


" Jangan..Turutin ucapanku..." ucap Arjuna.


" Baiklah .Aku itu sebenarnya mau mengembalikan kunci kamar hotel mas ." ucap Hana.


" Gak usah di kembalikan..."


Arjuna bangun


" Aku mau mandi dulu...Siap - siap mau sekolah..." ucap Arjuna


" Mas mau di bawakan bekal apa enggak?" ucap Hana.


" Ya mau lah yank..." ucap Arjuna.


" Ya sudah..Aku masak dulu ya .." ucap Hana.


" Iya...Tapi pakai baju ya dek ." ucap Arjuna.


" Iya mas....Aku pakai baju mas ya." ucap Hana.


" Iya ..Ambil aja di lemari.


1 jam kemudian.


Hana menemui Arjuna.


" Mas...Sarapannya sudah matang .." ucap Hana.


" Iya dek .." ucap Arjuna yang telah siap untuk pergi ke sekolah.


Arjuna mampir ke kamar Liana,setelah itu berjalan ke meja makan.


Di saat mereka sarapan.


Hana memakai pakaian Arjuna,yakni kaos lengn pendek ,celana pendek.Rambut terurai.


" Enak banget masakannya kak Hana .." ucap Liana.


" Iya enak...Kamu pintar memasak. Ajarin ibu ya Hana" ucap Angelina.


" Makasih atas pujiannya ,nanti aku ajarkan memasaknya bu.." ucap Hana.


Arjuna melihat body ibunya Liana sama dengan Hana.


" Oh iya tante...Nanti Hana berikan baju milik tante ya,soalnya Hana tidak membawa pakaian ganti...." ucap ucap Arjuna.


" Iya ..Nanti tante berikan ..." ucap Angelina.


Apapun yang Arjuna minta,mereka akan mengabulkan. Karena saat ini,Arjuna adalah penguasa di rumah itu. Dan mereka di bawah kendali Arjuna,kecuali para pembantu dan satpam. Meskipun di bawah kendali Arjuna,mereka bersikap seperti biasa. Hanya saat Arjuna memberi perintah saja,barulah mereka menurut bahkan bila di suruh bunuh diripun mereka akan melakukannya


" Oh iya om...Beritahu ke pembantu dan satpam,jangan beritahu bahwa Hana ada di sini ya om..." ucap Arjuna.


" Iya Juna..." ucap Gabrian.


Selesai sarapan,Arjuna dan Liana pergi sekolah.


# Di tempat lain.


Jauh dari rumah Gabrian.


Di sebuah rumah,nampak di ruang tamu ada 4 pria duduk salah satunya sudah lanjut usia. Mereka membahas perihal pasca serangan yang di kirim oleh mereka.


" Bagaimana..? Apakah mereka tewas ?" ucap pria tua yang bernama Surya. Orang - orang memanggilnya Ki Surya. Ki Surya merupakan ayah dari Ki Sugeng yang tewas terbunuh.


" Berhasil mbah...Kita mengirim secara bersamaan...." ucap Duaji. Duaji adalah keponakan Ki Surya.


" Bagus...." ucap Ki Surya.


" Apakah kita pergi untuk mengeceknya pak?" ucap Aryana. Aryana adalah adik Ki Sugeng.


" Tidak perlu...Aku percaya,kalian bisa melakukannya." ucap Ki Surya sambil memegang jenggotnya yang panjang dan sudah beruban.


# Di sisi Arjuna.


Siang hari.


Nampak Arjuna turun dari sepeda motor miliknya, Liana berdiri di depan pintu menunggu Arjuna meletakkan sepeda motor. Setelah Arjuna datang,mereka pun masuk ke dalam rumah .


Sebuah sepeda motor di kendarai seorang pria yang merupakan pengawal Han tiba di depan pintu gerbang rumah Gabrian. Pengawal itu turun dari sepeda motornya,lalu berjalan kepagar.


" Permisi...."


Muncul satpam di balik pagar .


" Maaf pak,saya ke sini mau nanya . Apakah ada bu Hana di rumah ini.." ucap pengawal.


" Tidak ada pak..." ucap satpam.


" Terima kasih pak..." ucap pengawal lalu berjalan ke motornya. Pengawal itu mengetik pesan lalu di kirim ke Bayu


Di sisi Bayu.


Nampak Bayu duduk di kursi kerjanya,ia memikirkan tentang ibunya. Mengapa bisa berbuat hal yang di larang agama.


Terdengar suara nada pesan,Bayu mengambil ponselnya . Kemudian membuka pesan tersebut


" Kalau ibuku tidak di rumah Gabrian,terus ibuku kemana ya...?"


" Hemmm...Apa mungkin ke rumah kang Bejo..." ucap Bayu dalam hati.


Bayu menelpon Bejo.

__ADS_1


Tuuut....Tuuut....Tuuut...


" Ono opo Bay..." suara Bejo.


" Ibuku ada di rumah sampeyan kah kang?" ucap Bayu.


" Gak ono...." suara Bejo.


" Suwun kang..." ucap Bayu.


" Sek Bay....Ada apa ? Kok tumben kamu mencari ibumu?" suara Bejo.


" Begini kang...Sepertinya ibuku terkena genjutsunya Arjuna..." ucap Bayu.


"Genjutsu? Kok koyok film Naruto..." suara Bejo.


" Istilahnya kang...Kemarin itu Arjuna menghampiri Ayu karena Ayu sakit memikirkan Arjuna. Terus aku berkelahi dengan Arjuna" ucap Bayu.


" Ceritamu jangan di potong - potong,ceritakan secara detail biar aku gak mumet." suara Bejo.


" Baiklah..."


Bayu menceritakan kejadian saat di rumah sakit secara detail tapi tidak menceritakan saat ibunya bercocok tanam dengan Arjuna.


" Begitu kang" ucap Bayu mengakhiri cerita.


" Sek...Tak terawang dulu..." suara Bejo.


" Sekalian terawang 4 angka kang..Harus jitu.." ucap Bayu.


" Juancook..."


3 menit kemudian.


" Menurutku loh ini Bay...Tapi jangan marah.."


" Ibumu kan janda, beberapa pria mencoba melamar tapi ibumu selalu menolaknya dan.."


" Sepertinya Arjuna itu memiliki kemampuan untuk menghipnotis Bay.." suara Bejo.


" Kalau hipnotis enggak kang.. Sebelum bertemu Arjuna di rumah sakit,ibuku bersikap biasa saja. Tapi mengapa melihat Arjuna berubah sifatnya...Apakah ibuku berakting lagi?" ucap Bayu.


" Aku gak tahu Bay.... Begini saja,bila ketemu ibumu,kamu hipnotis aja. Terus segera bawa ke kyai untuk di obati. Aku curiga ibumu terkena pengaruh sihir.." suara Bejo.


" Sampeyan bisa ngobatin apa enggak kang?" ucap Bayu.


" Tergantung Bay...Ada yang bisa aku obati,ada yang gak bisa aku obati..." suara Bejo.


" Ooo...Begitu .." ucap Bayu.


" Bay...Dah dulu ya...Aku kebelet ngisink" suara Bejo.


" Iyo kang..." ucap Bayu.


Panggilan berakhir.,Bayu meletakkan ponselnya di meja.


Bayu memikirkan ucapan Bejo barusan dan memikirkan kemana ibunya pergi. Tak seperti biasa ibunya pergi begitu saja tanpa bisa di hubungi.


" Kemana ibuku pergi ya .." ucap Bayu dalam hati.


Tiba - tiba ponselnya berdering. Bayu mengambil ponselnya yang tergeletak di meja kerja.


Nampak panggilan dari salah satu Jendral di China menelpon. Bayu menerima panggilan tersebut.


" Haloo..." ucap Bayu.


"Selamat siang. Maaf pak,saya mengganggu anda.. Besok akan ada pertemuan. Dan anda di undang oleh pak presiden. " suara pria.


" Apakah bisa di wakilkan?" ucap Bayu memakai bahasa china.


" Maaf pak. Tidak bisa di wakilkan,karena ini menyangkut rahasia negara..." suara pria.


" Baiklah....Aku akan datang.."


Bayu mematikan panggilan. Kemudian menghubungi sekretarisnya lewat telpon kantor.


" Iya pak..." suara wanita.


" Tolong siapkan pesawatku,dua jam lagi aku ke China dan undur semua jadwalku.." ucap Bayu.


Bayu akan pergi ke China menggunakan pesawat pribadi. Sehingga dirinya bebas kapan saja ia mau pergi ke China tanpa harus membeli tiket pesawat.


" Baik pak..." suara wanita.


Bayu mencari kontak presiden China,setelah ketemu,Bayu menekan tombol panggil.


Tuuuut ...Tuuuut ...Tuuut...


" Haloo pak Bayu...." suara pria yang merupakan presiden China.


" Jancook.... Kenapa selalu mendadak rapatnya" ucap Bayu jengkel. Ia tak peduli ucapannya tidak sopan. Karena presiden China selalu mengundang dalam keadaan mendadak dan itu pun undangan rahasia negara China. Meskipun begitu,ia sangat akrab dengan presiden China.


" Maaf.... Saya saja juga baru di beri tahu..." suara presiden.


" Apakah tidak bisa di undur...." ucap Bayu


" Tidak bisa...Jika bisa,maka saya tidak mengundang anda.."


" Tenang saja,nanti saya suguhkan teh Kotak satu kontainer..."suara presiden.


" Bosan teh Kotak,yang lain saja..." ucap Bayu.


" Bagaimana jika whiski" suara presiden


" Saya tidak suka whiski,kan anda sudah tahu itu..." ucap Bayu.


" Ha...Ha...Ha...Ha...Maaf saya lupa,bagaimana jika wanita cantik. " suara presiden.


" Kalau anda mau mati di bunuh oleh istriku tidak apa - apa...Siapkan saja wanita cantik itu " ucap Bayu.


"Ya Jangan di beri tahu ke istri anda.." suara presiden.


" Saya tidak berani. Ya sudah kalau begitu pak presiden . Saya mau siap - siap untuk pergi...Sampai ketemu besok,dan jangan menghindar bila saya jitak kepala anda" ucap Bayu lalu mematikan panggilan.


Bayu memiliki 2 kwarnegaraan ,yakni Indonesia dan China. Sehingga ia bebas keluar masuk ke China, dan sesampai di China,Hanya menunjukkan kartu ke petugas,Bayu melewati pos pemeriksaan oleh pihak imigrasi China dengan mudah,dan tidak ikut antrian.


# di sisi Arjuna.


5 Hari setelah kedatangan Hana.


Nampak Arjuna duduk di tepi kolam renang .


Hana berenang memakai pakaian renang dilehernya nampak kalung batu merah Delima,Arjuna mengembalikan kalung tersebut ke Hana.


Arjuna berpikir,


Tak lama kemudian Hana keluar kolam dan duduk di samping Arjuna.


" Mas...." ucap Hana


" Iya..." ucap Arjuna.


" Pindah yuk mas..." ucap Hana.


" Pindah kemana?" ucap Arjuna.


" Ke rumahku..." ucap Hana.


" Aku gak mau..." ucap Arjuna.


" Terus mas maunya pindah ke mana?" ucap Hana.


" Tunggu aku lulus,setelah itu pindah . Jika gak lulus,susah cari kerja yank..." ucap Arjuna.


" Mas gak usah kerja,aku punya tabungan..." ucap Hana.


" Ada berapa tabunganmu dek?" ucap Arjuna.


" Lima puluh tiga trilyunan mas..." ucap Hana.


"Haaaa...!!! Serius yank...?" ucap Arjuna tak percaya .


" Iya mas ...Jadi mas gak usah kerja ...." ucap Hana.


" Itu uang apa daun...Banyak betul..." ucap Arjuna dalam hati.


Terbesit di pikiran Arjuna untuk mengambil uang milik Hana,lalu teringat akan ucapan ibunya jika pria lah yang bekerja mencari uang bila berumah tangga.


" Gimana mas?" ucap Hana.


" Nanti aku pikirkan yank...Yok masuk,nanti masuk angin..." ucap Arjuna.


" Ya mas kerokin...." ucap Hana.


" Kerokannya hilang" ucap Arjuna.


Hana mendorong Arjuna.


Byuuuuurrr.... Arjuna tercebur di kolam.


Hana melompat ke kolam menghampiri Arjuna lalu berciuman.


" Mas .." ucap Hana.


" Iya dek..." ucap Arjuna.


" Anuku basah..." ucap Hana.


" Maen di kamar aja..." ucap Arjuna.


Mereka kemudian keluar dari kolam renang.


" Mass...Gendooong..." ucap Hana manja.


Arjuna menggendong Hana,lalu berjalan masuk ke dalam rumah.


# Malam harinya,


Nampak Arjuna menyantap makanan bersama keluarga Gabrian.


" KELUAR KAMU BAJINGAN...." suara teriakan pria dari depan rumah.


Arjuna menghentikan makannya.


" Kalian di sini saja...Jangan keluar..." ucap Arjuna.


Arjuna berdiri lalu berjalan. Hana menyusul Arjuna


Sesampai di ruang tamu,Arjuna melihat 4 orang berdiri. Salah satunya pria lanjut usia.


Mereka adalah Ki Surya,Duaji ,Heri dan Aryana.


Lalu ada satpam.


" Maaf mas,mereka menerobos masuk..." ucap satpam.


Arjuna memberi kode untuk keluar. Satpam tersebut kembali depan.


" Ada apa pak...?" ucap Arjuna.


" Panggil dukunmu menemui kami sekarang..." ucap Duaji.


"Sepertinya mereka adalah pelaku yang mengirim santet.." ucap Arjuna dalam hati menduga tiga pria itu adalah dukun.


" Dukun? Maaf...Jenengan niki sinten ?" ucap Arjuna.


" Aku Susno Duaji....Ingin menantang dukun yang melindungi rumah ini..." ucap Duaji.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2