
Arjuna tertegun melihat tubuh Hana.
" Apa aku minta saja ya obat itu,kan lumayan bisa awet muda tapi apakah dia mau...?"
Arjuna teringat akan pengawal yang mengikuti bu Hana.
" Aku suruh dia pergi aja,tapi....Nanti sajalah...' ucap Arjuna dalam hati.
Arjuna menyimpan kalung yang di pakai Hana,lalu berjalan ke teras.
Setelah sampai di teras,Arjuna memutuskan meloncati pagar.
Arjuna melihat kiri dan kanan. Ia melihat 2 mobil hitam terparkir dan beberapa pria. Arjuna menduga itu adalah pengikut bu Hana.
Arjuna berjalan mendekati pria tersebut.
" Di mana bu Hana?" ucap pria 1.
" Kita masih musyawarah. Jangan ganggu. Setelah selesai,bu Hana akan keluar..." ucap Arjuna. Lalu kembali.
" Tunggu...."
Arjuna menghentikan langkahnya.
" Aku ikut..Untuk memastikan bu Hana baik - baik saja..." ucap pria 2.
Arjuna melesat dengan cepat ke pria 2 lalu mencengkram leher dengan kuat.
" Jika kamu ikut,kalian mati...." ucap Arjuna lalu melesat masuk ke dalam
Uhuuuk....Uhuuuk....Uhuuk.... Pria 2 terbatuk - batuk.
" Gilaaa....Cepat banget dia.." ucap pria 3.
" Jadi gimana neh?" ucap pria 1.
" Kita tunggu saja... Ancamannya tidak main - main. Filingku..Dialah yang membunuh Teguh dan Roni..." ucap pria 4.
Sesampainya Arjuna di dalam rumah. Ia bingung harus melakukan apa. Lalu ia masuk ke dalam kamar menemui Hana yang pingsan.
" Kok aku pengen ya...Tapi dia nenek - nenek berwujud janda muda" ucap Arjuna dalam hati.
Arjuna mencabut benda yang menancap di lubang Hana lalu merapikan kain segitiga kemudian rok.
" Hemmm...Sadarkan dia aja sudah...." ucap Arjuna.
Arjuna merapalkan mantranya lalu meletakkan telapak tangan di kening Hana.
Mata Hana perlahan terbuka,lalu ia mencoba bergerak,namun tak bisa. Hana melihat ke samping ada Arjuna .
" Kamu apakan aku bajingan....Lepasin aku .." ucap Hana
" Aku ikat..Habisnya kamu menyerangku.Oh iya,berhubung kamu berbohong,maka kalung yang kamu pakai aku ambil." ucap Arjuna.
" TO..." teriak Hana namun Arjuna segera membekap mulut Hana.
" Asem...Kamu teriak,aku akan menyethubuhimu..." ucap Arjuna menatap tajam,kemudian melepas bekapannya.
" Kenapa kamu melakukan ini padaku?' ucap Hana.
" Kamu bersalah atas kematian mbakku,kedua kamu menyerangku ..Sudah kukatakan padamu,aku tidak ingin berkelahi denganmu..." ucap Arjuna.
" Mengapa kamu memperkhosaku...Aku ini nenekmu..." ucap Hana.
" Memperkhosamu? Aku hanya memasukkan jariku...Bukan khon###ku..." ucap Arjuna.
" Mengapa kamu melecehkanku?' ucap Hana.
" Kamu berdusta dan tidak mau memberitahu rahasia awet mudamu..."
" Kalung apa yang kamu pakai itu?" ucap ucap Arjuna.
" Batu merah delima..." ucap Hana.
" Tumben jujur ... Apakah karena aku ikat?" ucap Arjuna.
" Lepaskan aku Arjuna....Aku janji tidak akan mengganggumu lagi .." ucap Hana.
" Melepaskan Mu? aku bisa saja melepaskanmu,tapi dengan syarat. Bawa Ayu kemari...." ucap Arjuna.
" Apa kamu akan membunuh Ayu ..?" ucap Hana.
" Tentu saja...Setelah itu aku akan memaafkan kalian..." ucap Arjuna.
" Arjuna...Demi Allah...Ayu itu ibu kandungmu..." ucap Hana.
" Aku gak percaya dengan ucapan wanita pembohong ..." ucap Arjuna .
" Aku tidak bohong Arjuna .." ucap Hana.
" Maaf...Kamu sudah berulang kali berbohong. Aku tidak akan mempercayaimu..." ucap Arjuna.
" Maafkan aku Arjuna...
Arjuna menaikkan baju Hana,lalu penutup gunung kembar.
" Arjuna ..Jangan lakukan itu padaku..." ucap Hana.
" Aku hanya memeriksa..." ucap Arjuna lalu memainkan telapak tangan dan jarinya.
" Arjuna..Aku mohon...Jangan lakukan itu padaku nak..." ucap Hana.
" Aku minta obat awet muda..." ucap Arjuna lalu menundukkan kepalanya,ia memainkan lidahnya di ujung gunung.
" Aku tidak punya obat itu ..Itu adalah dari mata pelangi,dan kamu juga memiliki mata pelangi itu..." ucap Hana.
Arjuna memasukkan tangannya dalam kain segitiga .
Hana mendapat serangan dari Arjuna menahan sekuat tenaga.
Bertahun - tahun ia tak pernah di sentuh oleh pria,kini ia di sentuh oleh cucunya sendiri.
" Juna....Lepasin aku Arjuna..Aku mohon..Ssshh" ucap Hana.
" Aku ingin bermain denganmu sebentar...." ucap Arjuna lalu mencaplok gunung Hana lagi.
Hana merasakan lubangnya telah basah akibat permainan jari Arjuna.
" Sial...Seharusnya aku gak datang ke sini..." ucap Hana dalam hati menyesalinya. Ibarata kata Nasi sudah menjadi bubur.
Pertahanan Hana jebol,ia mengeluarkan suaranya. Arjuna terus memainkan jari dan mulutnya.
Hingga akhirnya Hana menaikan pinggulnya.
Arjuna menegapkan tubuhnya.
" Arjuna..Aku mohon...Hentikan " ucap Hana.
Arjuna tersenyum lalu melepaskan celananya. Setelah menggesekkan dan memasukkan helmnya saja,kemudian mengeluarkan lagi,lalu memasukkan lagi.
" Arjuna...Tolong hentikan...."
Arjuna tak menjawab,ia asik memainkan pisangnya.
Hana merasakan pisang Arjuna telah masuk agak ke dalam lagi dari sebelumnya.Hana menikmatinya.Setelah itu Arjuna menjauh dari Hana.
" Kenapa kamu hentikan Arjuna .?" ucap Hana.
" Kamu mau?' ucap Arjuna.
" Aku tidak mau...Lepaskan aku Arjuna..." ucap Hana.
Arjuna kembali melakukan lagi,namun hanya helmnya saja.
" Sempit...." ucap Arjuna lalu memasukkan agak dalam kemudian hanya kepala saja.
Hana yang merasa di permainkan oleh Arjuna dan tak kuat menahan gejolak yang ada di dalam dirinya berkata" Masukkan semua Arjuna.."
" Serius...?" ucap Arjuna.
" Iya ...Aku serius..." ucap Hana.
Arjuna pun memasukkan semuanya,lalu memainkannya. Ia merasakan lubang Hana seperti milik Nurmala.
Hingga akhirnya Arjuna mengeluarkan cairannya.Namun ia buang di luar.
" Aku menawarkan perjanjian untukmu...Kamu di sini menemaniku,dan aku tidak akan memburu keluargamu...Bagaimana?" ucap Arjuna.
" Itu tidak mungkin..Mereka akan membebaskanku..." ucap Hana.
" Ya sudah...Aku tetap akan memburu . Meskipun bersembunyi di ujung dunia sekalipun..." ucap Arjuna.
Nampak Hana berpikir,bila mengiyakan,otomatis ia akan di lecehkan terus oleh Arjuna di tambah ia tak berdaya menghadapi Arjuna. Bila tidak. Maka keluarganya akan tewas.
" Baiklah....Aku akan menemanimu" ucap Hana.
Arjuna melepas cincin ,lalu mengores jarinya dengan kuku Harimau sambil merapalkan mantra di dalam hati. Ia sengaja melakukan itu untuk mengendalikan Hana . Dan ini adalah baru pertama kalinya Arjuna menggunakan ilmu tersebut.Ia ingin melakukan itu ke Dini untuk menurut,tapi tidak ia lakukan.
" Ini..Telanlah darahku.." ucap Arjuna memasukkan jarinya ke mulut Hana.
Hana menuruti ucapan Arjuna.
Arjuna melihat leher Hana bergerak itu tandanya Hana telah menelan darahnya.
Setelah itu Arjuna melepaskan ikatan Hana. Kemudian memakaikan jilbab .
" Sekarang temui pengawalmu dan bilang,bahwa kami di sini menemaniku.. Jangan ada yang berani mendekat..." ucap Arjuna.
" Baiklah..." ucap Hana.
Setelah Hana memberitahu.
Arjuna menunggu Hana di ruang tamu.
" Kamu bisa masak?" ucap Arjuna.
" Tentu saja aku bisa masak..." ucap Hana.
Arjuna memegang tangan Hana lalu mengandeng menuju dapur.
" Nah...Aku ingin bukti,bahwa kamu bisa memasak..."
Hana mengambil bahan masakan,lalu mulai mengolah bahan tersebut.
" Berhenti..."
Hana menghentikan aksinya.
Arjuna melepas jilbab yang di pakai Hana.
" Sekarang lanjut..."
Hana melanjutkan lagi memasaknya.
" Kalau di dalam rumah gak usah pakai jilbab..." ucap Arjuna .
Setelah selesai memasak,Arjuna mencicipi masakan Hana
" Wuueenak tenan masakanmu...." ucap Arjuna.
" Kamu suka?" ucap Hana.
" Tentu saja aku suka....Hemmm ayo kita makan..." ucap Arjuna.
Mereka pun makan bersama.
Arjuna melihat jam di ponselnya.
" Hemmm..Sejam lagi Nur pulang ..Aku WA sajalah .." ucap Arjuna dalam hati lalu mengirim pesan ke Nurmala .
" Kamu itu cantik,kenapa tidak menikah lagi?" ucap Arjuna.
" Aku tidak mau menikah lagi..." ucap Hana.
" Hemm... Jika ada yang menelpon,bilang saja kamu menemaniku sebagai ganti keluargamu..." ucap Arjuna.
" Iya ..." ucap Hana.
" Kalau ku panggil nenek gak mungkin,mbah podo wae .Hemm..."
" Ibu sajalah.." ucap Arjuna dalam hati.
Setelah selesai makan,Arjuna mencuci peralatan makan.
" Biar aku saja... Ucap Hana.
" Gakpapa....Santai aja...Tadi kan ibu yang masak..." ucap Arjuna.
Setelah selesai mencuci piring,Arjuna berjalan ke tera rumah,Hana mengikuti Arjuna. Sesampai di teras,Arjuna menyirami bunga.
" Sini...Biar aku saja..." ucap Hana.
" Gak usah...Ibu duduk saja di situ..." ucap Arjuna.
__ADS_1
Hana menuruti ucapan Arjuna. Ia duduk sambil memandang Arjuna.
Hingga akhirnya Nurmala pulang. Arjuna membuka pintu pagar.
Nurmala yang baru pertama kali melihat wajah Hana kaget.Sebab wajah Hana masih muda. Padahal sudah punya banyak cucu.
" Yank....Dia beneran bu Hana?" ucap Nurmala.
" Aku selalu jujur padamu..." ucap Arjuna.
" Maaf...Bukannya aku gak percaya,tapi penampilannya itu loh.." ucap Nurmala.
" Makanya itu,aku juga heran...."ucap Arjuna.
Nurmala menghampiri Hana lalu bersalaman tak lupa cium tangan.
" Ibu sama siapa?" ucap Nurmala.
" Sama Arjuna..." ucap Hana.
" Bukan...Maksudku itu ibu ke sini sama siapa?" ucap Nurmala.
" Sama pengawal...Tapi dia sudah pulang..." ucap Hana.
" Ooo...Begitu...Aku ke dalam dulu ya bu..."ucap Nurmala lalu masuk ke dalam.
Setelah Arjuna selesai menyiram bunga . Arjuna masuk ke dalam rumah di ikuti Hana.
" Oh iya...Pakaian ibu ada di sana...Coba ibu telpon suruh ambil pakaian ibu..." ucap Arjuna.
" Iya..." ucap Hana.
Hana dengan patuh mengikuti ucapan Arjuna.
" Apa dia punya kembaran ya ..Tapi beda usia? Atau namanya saja yang sama tapi orangnya berbeda.." ucap Arjuna dalam hati penasaran.
Hana menghampiri Arjuna.
" Ada yang ingin bicara kepadamu?" ucap Hana menyerahkan ponselnya.
" Siapa?" ucap Arjuna.
" Bayu..." ucap Hana.
Arjuna menerima ponsel Hana.
" Haloo...." ucap Arjuna.
" Kamu apakan ibuku?" suara Bayu.
" Sebagai ganti istrimu BANGSAT... Kalau kamu gak suka,serahkan istrimu. Jika gak mau,bu Hana di sini menemaniku.." ucap Arjuna.
" Jangan kamu sentuh ibuku..." suara Bayu.
Arjuna meloudspeker ponsel.
" Bu...Apakah kamu mau aku sentuh?" ucap Arjuna.
" Iya..Aku mau .." ucap Hana.
" Kamu dengar sendirikan...Dia mau ku sentuh" ucap Arjuna.
" KURANG AJAR....KEMBALIKAN IBUKU..." suara Bayu.
" Hei BANGSAT....Jika kamu tak mau ibumu di sini,maka dia akan menjadi mayat setelah bertemu denganmu.. Kamu pilih mana BANGSAT..." ucap Arjuna.
" Dasar anak durhaka...Kembalikan ibuku atau aku bertindak tegas .." suara Bayu.
" Silahkan saja BANGSAT,ibumu akan tewas di hadapanmu,serta keluargamu aku bunuh semua...Aku hanya minta dia temanin aku di sini,atau serahkan Ayu kepadaku. Ibumu memilih menemaniku...Paham..." ucap Arjuna.
" Jangan kamu apa - apakan ibuku..." suara Bayu.
" Siapa kamu,kok nyuruh - nyuruh aku..." ucap Arjuna.
" Aku mohon..,jangan kamu apa - apakan ibuku..." suara Bayu.
" Heemmm... Suruh pengawalmu menjauh dari rumahku ini sejauh 200 meter...Bila mendekat dan aku tahu dia pengawalmu,dia akan mati dengan sendirinya..." ucap Arjuna..
Nurmala keluar kamar tidur.
" " Baiklah...Tapi jangan kamu sakiti ibuku..." suara Bayu.
" Enggak ..Aku gak akan tega menyakiti nenek - nenek...Bisa kualat aku...." ucap Arjuna lalu mematikan panggilan.
" Kenapa yank?" ucap Nurmala.
" Bayu bangsat,dia gak terima bila ibunya di sini...Jika gak mau ya serahkan Ayu atau aku bunuh semua keluarganya...Ya kan bu..." ucap Arjuna.
" Iya...." ucap Hana.
Arjuna mengembalikan ponsel Hana .
" Di dapur ada makanan,tadi bu Hana yang masak..." ucap Arjuna.
" Sayang sudah makan?" ucap Nurmala.
" Sudah....Eh iya ..Ini kan baju bu Hana lagi di ambilkan tuh,aku pinjam dulu baju sayang ya..." ucap Arjuna .
" Iya ....Ambil saja di lemari yank .." ucap Nurmala.
Arjuna berjalan ke arah kamar Nurmala. Setelah mengambil pakaian Nurmala,Arjuna memberikan ke Hana.
" Ini bu....Ibu mandi saja dulu..." ucap Arjuna sambil menyerahkan pakaian ke Hana .
1 jam kemudian.
Mereka berkumpul di ruang keluarga. Hana memakai kaos lengan pendek dan celana pendek. Sama seperti Nurmala.
" Sayang gak jadi jualan?" ucap Nurmala.
" Besok aja yank....Tadi mau pergi belanja bu Hana datang..."ucap Arjuna.
" Oh iya ...Aku masih gak percaya loh kalau dia ini bu Hana yank..." ucap Nurmala.
" Dia kan orang kaya yank....Segala cara pasti di lakukan untuk menjaga tubuhnya..." ucap Arjuna.
" Iya seh...." ucap Nurmala.
Pagi harinya.
Seperti biasa Nurmala pergi berangkat kerja,ia mengirim pesan ke Bayu,bahwa ibunya baik - baik saja. Sebab sebelumnya ia mendapat pesan dari Bayu untuk memberitahukan apa saja yang di lakukan Arjuna terhadap ibunya.
Setelah Nurmala pergi.
" Bu...Mau ikut gak...?" ucap Arjuna.
" Kemana?" ucap Hana.
" Belanja....Kalau ikut,cepatan dandan yang rapi. Gak usah pakai bedak terlalu tebal..Muka ibu sudah cantik..." ucap Arjuna.
Hana yang di puji oleh Arjuna merasa tersanjung. Ia sudah lupa akan keluarganya,sebab Arjuna yang meminta. Yang di ingat hanyalah Arjuna dan Nurmala saja.
" Iya aku ikut.." ucap Hana lalu masuk ke dalam kamar.
Setelah menunggu,akhirnya Hana muncul dengan penampilan berjilbab,tapi tidak memakai cadar .
" Cantiknya...."
Muka Hana memerah.
" Ayo kita pergi .." ucap Arjuna.
Arjuna pergi belanja menggunakan motor NMAXnya. Hana duduk di belakang sambil memeluk Arjuna.
Setibanya di pasar,Arjuna berbelanja bahan untuk jualanannya.
Sementara para pengawal berdiri tak jauh dari Arjuna untuk mengawasi.
" Kamu mau buat apa?" ucap Hana.
" Martabak manis sama Kebab ..." ucap Arjuna.
Selesai berbelanja.
" Mau makan bakso apa enggak bu?" ucap Arjuna.
" Aku gak suka Bakso..." ucap Hana.
Arjuna menoleh kanan dan kiri.
" Heemm ..Rawon ..?" ucap Arjuna .
" Boleh ..." ucap Hana.
" Yukk kesana..." ucap Arjuna .
Di saat Hana selesai menyantap makanan Rawon. Arjuna memperhatikan Hana.Ada sebutir nasi masih menempel. Arjuna mengambil nasi tersebut lalu memakannya.
" Setelah ini kita kemana?" ucap Hana.
" Habis ini kita pulang .." ucap Arjuna.
" Aku ingin membeli sabun..." ucap Hana.
" Iya...Nanti kita mampir.
Arjuna membayar makanan tersebut,lalu pulang.
Sesampai di rumah,Arjuna memasukkan barang belanjaan di lemari dan kulkas. Hana membantu Arjuna memasukkan barang belanjaan.
" Aku mau nanya,kenapa ibu bisa bergerak sangat cepat?" ucap Arjuna.
" Aku memakai amalanku.." ucap Hana.
" Ooo...Begitu...." ucap Arjuna.
Selesai memasukkan barang belanjaan,Arjuna duduk di lantai menyender di tembok sambil memainkan ponselnya. Di samping Arjuna terdapat kantong plastik berisi bunga.
Hana datang menghampiri lalu duduk di samping Arjuna.
" Nanti kamu jualan di mana?" ucap Hana.
" Rencana seh depan rumah .."
Arjuna pun teringat jika dirinya ingin pindah sekolah .
" Oh iya...Aku kan mau pindah sekolah..." ucap Arjuna.
" Mau pindah sekolah di mana?" ucap Hana.
" Dekat sini - sini aja .."
Arjuna bingung harus berbuat apa untuk pindah sekolah,lalu teringat Bayu.
" Oh iya bu...Coba hubungi Bayu,bilang padanya uruskan berkasku untuk pindah sekolah.." ucap Arjuna.
Hana mengambil ponselnya lalu duduk di samping Arjuna.
" Asaalam mu'alaikum bu..." suara Bayu.
"Di loudspeker bu .." ucap Arjuna.
Hana menekan gambar speker.
" Wa'alaikum salam....Arjuna memintaku untuk menghubungimu agar kamu mengurusnya berkas pindah sekolah.." ucap Hana.
" Bu...Kenapa ibu berubah...Apa yang di lakukan Arjuna ke ibu?" suara Bayu.
" Bisa apa enggak? Kalau gak bisa ya sudah .." ucap Arjuna.
" Bisa....Tapi kamu jangan apa - apakan ibuku.." suara Bayu.
" Oke ... Aku ingin sekolah di dekat sini..." ucap Arjuna
" Baiklah...Apakah aku bisa bertemu dengan ibuku?" suara Bayu.
" Aku menolaknya...Selama bu Hana ada di sini ..Kamu atau keluargamu di larang bertemu...Paham..." ucap Arjuna.
" Ayah mohon...Sebentar saja..." suara Bayu.
" Kamu itu bukan ayahku....Sekali lagi kamu mengaku - ngaku sebagai orang tuaku...Kamu gak akan bisa bicara dengan ibumu..Paham..."
" Ibu sama anak sama aja...Tukang bohong....BANGSAT...."ucap Arjuna lalu menekan tombol merah.
" Apakah kamu tidak suka dengan orang yang berbohong?" ucap Hana.
" Iya ...Sebab Kartika mengajariku untuk berkata jujur dan dia suka pria yang jujur...Dan ibu jangan berbohong kepadaku." ucap Arjuna.
" Baiklah...Aku tidak akan berbohong padamu.."
Arjuna mengambil bunga mawar lalu memakannya .
" Kenapa kamu makan kembang?" ucap Hana.
__ADS_1
" Ibu mau? " ucap Arjuna lalu mengambil kelopak mawar dan menyodorkan ke mulut Hana.
Hana membuka mulut dan memakan kelopak mawar tersebut.
" Nanti jualan di mana?" ucap Hana
" Depan rumah..." ucap Arjuna lalu berebah,kepalanya di paha Hana.
Hana mengusap rambut Arjuna.
" Jika kamu jualan...Apakah itu tidak menggamu sekolah?" ucap Hana.
" Tidak...Selama menunggu pembeli,aku membaca buku.." ucap Arjuna.
" Sama...Aku juga begitu.." ucap Hana.
" Maksudnya?" ucap Arjuna.
" Aku berjualan sembako,sambil menunggu pembeli aku selalu membaca buku .." ucap Hana.
" Kirain ngerumpi .." ucap Arjuna.
' Tidak...Aku tidak suka gosipin tetangga..." ucap Hana.
" Apakah ibu masih bisa hamil?' ucap Arjuna.
" Bisa...Sebab aku masih bisa halangan.." ucap Hana.
" Aku mau tidur sebentar...Bangunin aku jam 3 ya ..." ucap Arjuna.
" Iya..." ucap Hana.
Sore hari jam 5,Arjuna telah selesai menyiapkan bahan untuk berdagang. Kini ia tinggal duduk menunggu pembeli di temani Hana. Hana saat ini tidak memakai cadarnya. Hanya memakai jilbab saja.
Tiba - tiba Hana teringat akan mantan suaminya. Dulu mantan suaminya juga begitu, membuka usaha,lalu Hana membantunya.
Arjuna menoleh ke arah Hana yang duduk melamun. Lalu menyentuh pundak Hana.
Hana menoleh ke Arjuna.
" Jangan melamun ...Nanti ada pembeli datang jadi kabur..." ucap Arjuna.
Ucapan Arjuna sama persis yang di katakan oleh mantan suaminya saat dirinya melamun.
" Maaf...Aku hanya teringat dengan mantan suamiku..." ucap Hana.
" Ooo...Begitu...Kalau boleh tahu .Kenapa ibu berpisah?" ucap Arjuna mencoba mencari tahu.
" Keluarganya tak merestui kami...Lalu mereka memisahkan kami .." ucap Hana.
" Sebentar...Ibu kan orang kaya,kenapa tidak di restui ..?" ucap Arjuna bingung.
" Dulu aku hanyalah anak yatim piatu,orang tuaku meninggal saat aku masih bayi. Dan aku di besarkan oleh orang lain.." ucap Hana.
" Ooo...Begitu..." ucap Arjuna.
Muncul seorang pria,pria itu merupakan pengawal Han. Di kantong bajunya terdapat ponsel yang sedang menelpon Bayu melalui video Call.
" Bu ...Beli martabak ketan dua sama martabak kacang satu .." ucap pria itu.
Arjuna berdiri.
" Spesial atau biasa?" ucap Arjuna .
" Yang spesial ...Oh iya,Kebabnya empat.." ucap pria itu.
Arjuna membuat Martabak,sementara Hana membuat Kebab.
Saat Hana meletakkan bahan isian Kebab,Arjuna melihat Hana meletakkan bahan tidak sesuai.
" Bukan begitu bu....Begini caranya..." ucap Arjuna lalu mencontohkan.
" Maaf...Aku baru kali ini membuat Kebab .." ucap Hana.
" Tidak apa - apa..." ucap Arjuna.
Selesai memberikan pesanan pria itu pergi.
Nurmala datang mengendarai sepeda motor.
" Maaf sayang...Tadi aku ada rapat..." ucap Nurmala.
" Iya...." ucap Arjuna.
" Buatin Kebab donk yank...Aku laper..." ucap Nurmala .
" Mandi dulu....Baru makan..." ucap Arjuna.
" Oke...." ucap Nurmala.
Setelah Nurmala selesai mandi,ia menghampiri Arjuna.
" Mana Kebabku yank..." ucap Nurmala.
" Dingin apa hangat?" ucap Arjuna.
" Hangatlah sayang...Kalau dingin mana enak .." ucap Nurmala.
" Sebentar..Ini ku panaskan dulu" ucap Arjuna lalu meletakkan Kebab yang sudah jadi ke loyang.
" Bu Hana mana?" ucap Nurmala.
" Ke dalam..." ucap Arjuna.
Setelah Kebabnya panas,Arjuna memasukkan ke dalam wadah kertas lalu di berikan ke Nurmala .
" Selama aku gak ada,apakah sayang kelonan dengan bu Hana?" ucap Nurmala.
" Enggak...Cuman tidur di pahanya aja sebentar,lalu aku nyiapin bahan jualan..." ucap Arjuna.
" Aku punya permintaan yank...' ucap Nurmala.
" Apa itu?" ucap Arjuna.
" Jangan bercinta dengan bu Hana..." ucap Nurmala.
" Tergantung....Kalau dia menginginkannya gimana?" ucap Arjuna.
" Jangan mau yank..." ucap Nurmala
" Sayang cemburu?" ucap Arjuna.
" Iya...Aku cemburu..."
" Apakah tadi sudah ada yang beli?" ucap Nurmala.
' Baru satu orang yang beli..." ucap Arjuna.
Tak lama kemudian Hana muncul lalu duduk di kursi plastik.
Tak terasa sudah pukul 21. 50.
Arjuna hanya mendapatkan pembeli 3 orang saja. Lalu ia pun segera mengemasi barang dagangannya.
" Untung aku buatnya sedikit" ucap Arjuna dalam hati.
" Ini masih ada,mau di buang?" ucap Hana.
" Enggak...Aku masak bu..." ucap Arjuna.
" Aku coba buat ya..." ucap Hana.
" Silahkan...." ucap Arjuna.
Selama Hana membuat Martabak,Arjuna membereskan peralatan.
Esok harinya.
Hana membersihkan rumah setelah Nurmala pergi,sementara Arjuna merawat bunga,setelah itu mengumpulkan pakaian kotornya.
" Sini...Biar aku saja yang mencuci ." ucap Hana.
" Aku bisa sendiri..." ucap Arjuna
" Gakpapa....Sekalian aku juga mencuci bajuku..." ucap Hana.
" Yo wes ..." ucap Arjuna menyerahkan pakaian kotornya ke Hana.
Menjelang siang hari,Hana duduk di sofa sambil memijat punggungnya. Arjuna yang melihat bu Hana kecape'an lantas memegang ke dua pundaknya lalu memijat bu Hana.
Hana menikmati pijatan Arjuna.
" Kalau capek istirahat aja ..Gak usah di paksa " ucap Arjuna sambil memijat.
Oh iya,Rambut Hana di semir warna kuning,seperti orang bule. Yang aslinya sudah uban semua.
" Iya...." ucap Hana.
" Kenapa gak di semir warna hitam saja rambutmu bu?" ucap Arjuna.
" Aku pengennya warna ini.." ucap Hana.
" Kalau hitam,ibu jadi semakin cantik..Nanti di rubah warna hitam ya..." ucap Arjuna.
" Iya...." ucap Hana.
Setelah Arjuna memijati Hana,ia mengajak Hana keluar untuk membeli semir rambut dan juga cemilan. Setelah itu kembali ke rumah.
Hana masuk ke dalam kamar untuk menyemir rambutnya.
Setelah selesai mandi,Hana menemui Arjuna.
Arjuna yang melihat Hana tampilannya berubah menjadi sangat cantik,timbul rasa sukanya ke Hana.
" Kamu semakin cantik Hana ..." ucap Arjuna.
" Gombal..." ucap Hana tersipu malu.
" Beneran....Lama - lama aku bisa jatuh cinta kepadamu..." ucap Arjuna.
Hana memukul pelan dada Arjuna.
Arjuna memeluk Hana
Hana tersentak kaget lalu ia membalas pelukan Arjuna.
Arjuna melepaskan pelukannya.
" Ayo kita makan...Laper perutku ." ucap Arjuna.
Hana menganggukkan kepalanya.
Arjuna menggandeng Hana ke dapur. Lalu menarik kursi untuk Hana.
Hana duduk di kursi.
" Kamu duduk saja,biar aku yang melayanimu..." ucap Arjuna.
Arjuna mengambil piring,lalu menaruh nasi,kemudian sayur dan lauk.
Hana yang di perlakukan seperti itu teringat akan Agus yang dulu melayaninya saat makan bersama. Timbul rasa cinta di dalam diri Hana kepada Arjuna.Ia telah lupa bahwa Arjuna adalah cucunya.
Arjuna memakan nasi yang di piring,dan melihat ke arah Hana. Hana belum menyentuh makanan di piring.
" Makan dong ..."
Hana diam tak menjawab.
Arjuna beralih tempat duduknya ke samping Hana.
" Mau aku suapin?" ucap Arjuna.
Hana menganggukkan kepalanya.
Arjuna menyuapi Hana.
" Apa dia suka padaku? "
" Kalau dia menyukaiku,Nurmala bagaimana?" ucap Arjuna dalam hati.
.
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1