
Bibi mendaftar kan Juna ke sekolah baru.
Ini sekolah SMA terbaik di kota ini.
Paman Samsul dan Bibi Retno sangat menyayangi Juna. Kasih sayang mereka membuat Juna lupa dengan kesedihannya.
Juna juga masih sering berkirim kabar pada temannya di desa ,,,dia juga sering bertelepon dengan Bapaknya.
***
Karena anak baru ,di sekolah Juna lebih banyak menghabiskan waktu di perpustakaan sehingga dia tidak punya banyak teman.
Di sekolah dia ikut ekskul musik,, gitar mulai menjadi temannya,,dia mulai tertarik dengan musik.
Juna mulai belajar musik ,mengarasemen ulang lagu,tapi tetap lah,, suaranya pas - pas an.
Selain ikut ekskul musik Juna juga ikut ekskul basket. Tinggi badannya 165 cm, cukup untuk menarik perhatian pelatih memasukkannya di tim inti.
***
Di belakang rumah ada sedikit tanah pekarangan yang tidak digunakan. Untuk mengusir kebosanan Juna minta ijin ke Bibi untuk bercocok tanam aneka macam sayuran dengan bibit yang di bawa dari desa.
Waktu panen pun tiba... Hasil nya cukup melimpah. Bahkan walaupun sudah diberikan ke tetangga masih sisa banyak,, belum besoknya kalo panen lagi,Karena mereka tinggal di kompleks perumahan mereka tidak cukup banyak mengenal tetangga.
__ADS_1
Akhirnya Juna mencoba menjual online. Dan tanggapan konsumen cukup memuaskan. Dari ketok tular,sosial media dan online shop, hasil penjualan nya cukup untuk mengisi rekening Juna,,Juna bahkan tidak malu menawarkan ke staf pengajar di kantor guru sekolah nya dan mereka memberikan respon yang positif.
"Terserah apa kata teman-temanku toh aku memang pemuda desa." Pikir nya dalam hati.
Juna berpikir bagaimana kalo mencoba menawarkan di supermarket dan minimarket.
Juna mulai dari mengirimkan proposal melalui email . Hatinya berdecak tidak karuan ketika membaca notifikasi dari Hp nya .
Juna mulai mempelajari file kerja sama nya,,di situ dia cukup terkejut dengan jumlah pengiriman sayur organik yang diminta.
Juna menelepon bapak di desa kira-kira siapa yang punya lahan yang cukup untuk memenuhi permintaan sayur dari supermarket,, Juna mendapat jawaban yang memuaskan.
Juna mulai mendesain label untuk sayur organiknya. Aku mulai menghitung dan merencanakan pengiriman dan distribusinya.
Alhamdulillah,, dengan doa dan dukungan dari bapak, Paman Samsul dan Bibi Retno, usahanya memperlihatkan hasil yang memuaskan.
***
Walaupun sibuk berbisnis Juna tetap tidak melupakan sekolahnya. Dia masih ingat pesan Bapak dan Ibuk untuk menjadi sarjana.
Saat itu ada pertandingan basket antar sekolah ,, sekolah Juna sebagai tuan rumah.
Rico , salah satu pemain inti tim basket sekolah mengalami kecelakaan. Pelatih mencari Juna.
__ADS_1
Juna sempat ragu untuk ikut berpartisipasi, karena sudah lama dia tidak mengikuti ekskul karena kesibukan nya. Pelatih meyakinkan bahwa dia pasti bisa.
Juna bergabung dengan tim,
"Juna,,,, Juna ,,,,Juna......" ,sorak tim
Child dan penonton.
Juna melambai dan melempar senyum pada mereka.
"Bismillah." Ucapnya dalam hati.
Walaupun lama tidak bermain basket,,Juna biasa berolahraga kecil di rumah,, Apalagi aku terbiasa berjemur merawat perkebunan sayur organik nya.
"Pritttttt."
Tanda pertandingan basket berakhir.
Skor 54-52 untuk sekolah nya.
Semua bersorak untuk kemenangan sekolah.
Dan yang membuat Juna kaget , penonton bersorak memanggil namanya.
__ADS_1
Juna cukup tidak enak hati kepada rekan tim yang lain..Karena ini pertama kali dia mengikuti pertandingan dan itupun final dan dia yang dianggap pahlawan.