
Nampak seorang pria dewasa meletakkan ponselnya,ia baru saja selesainmenelpon sahabat. Pria itu adalah Bayu. Bayu berada di ruangan kerja. Di lantai paling atas.
Bayu teringat peristiwa lima belas tahun yang lalu. di mana dirinya berada di China,lalu di telpon oleh Ayu. Bayu terkejut saat di beri tahu oleh Ayu.
Tiba - tiba telpon kantor berdering. Bayu menekan tombol telpon.
" Maaf pak,ada yang ingin bertemu " suara wanita.
" Siapa?" ucap Bayu.
" Saya pak Bayu...Sibuk opo ora" suara pria. Bayu mengenal suara itu. Yakni Daniel sahabatnya.
" Kenapa gak nelpon..." ucap Bayu.
" Males...Sibuk opo ora?" suara Daniel.
" Enggak seberapa...Masuk aja asal bawa teh Kotak..." ucap Bayu.
" Asem... Mbak punya teh kotak gak? " suara Daniel.
" Becanda Niel..Masuk aja.." ucap Bayu.
Tak lama kemudian Daniel masuk lalu.
" Eh Bay..Kebo sudah kamu panggil apa belum?" ucap Daniel.
" Sudah..Tadi aku telpon...Tolong sekalian ambil teh Kotak di kulkas dong..Aku malas ngambil" ucap Bayu.
" Seep...Kalau aku yang ngomong gak di gubris..." ucap Daniel lalu mengambil teh Kotak dan duduk di kursi yang menghadap ke Bayu.
" Tarik aja kupingnya.." ucap Bayu sambil mengambil teh Kotak.
" Gendeng yee...Aku di banting karo kebo.." ucap Daniel.
" Bagus itu..." ucap Bayu.
" Wasssuuu...."
Jika ada orang lain,Daniel dan Bayu bersikap formal. Berhubung hanya berdua saja,mereka berbicara bebas. Kata - kata mutiara pun terlontarkan.
" Eh..Kapan neh mancing pakai kapal Bay? " ucap Daniel.
" Sebentar.."
Bayu membuka ponselnya,ia memeriksa kalender.
" Hemmm....Bulan ini jadwalku padat Niel,bulan depan baru longgar.." ucap Bayu.
" Yo wes..Bulan depan yoo.." ucap Daniel.
" Insya Allah.." ucap Bayu.
" Tak siapkan umpan sepuluh kilo..." ucap Daniel.
" Umpan opo?" ucap Bayu.
" Kodok " ucap Daniel.
" Jancook..."
" Mancing nang laut opo bendungan?" ucap Bayu.
" Yo laut lah..." ucap Daniel.
0.0.0
Tak terasa waktu tlah berlalu cepat.
Arjuna telah selesai mengerjakan ujian semester ganjil dan pembagian rapot. Berhubung Arjuna dan Dini tidak memiliki orang tua,maka yang tanda tangan rapot mereka adalah Kartika.
Saat ini Arjuna sedang duduk menonton tivi, Menonton acara berita di salah satu stasiun telivisi swasta.
Pantang menyerah 🎶
Itulah pedomanmu🎶
Entaskan kemiskinan cita-citamu🎶
Rintangan 'tak menggentarkan dirimu🎶
Indonesia maju, sejahtera tujuanmu🎶
Nyalakan api semangat perjuangan🎶
Dengungkan gema, nyatakan persatuan🎶
Nurmala datang menghampiri.
" Itu terus marsnya..Coba ganti apa gitu.." ucap Arjuna melihat iklan lagu mars salah satu partai.
" Ya emang gitu dek..Kalau kamu protes,datang aja ke.Jakarta.." ucap Nurmala sembari duduk.
" Bukan protes kak...Tapi bosen..Sampe tergiang - giang di kepala terus eeeh..Dari aku kecil sampe sekarang gak ganti - ganti.. " ucap Arjuna.
" Oh iya...Kamu rangking berapa dek?" ucap Nurmala.
" Gak rangking kak..." ucap Arjuna.
" Masuk sepuluh besar apa enggak?" ucap Nurmala.
" Arjuna rangking delapan Nur..." ucap Kartika muncul lalu duduk.
" Wuiiihh...Sekarang tambah pintar. Fisika dapat berapa?" ucap Nurmala.
" Delapan sembilan kak..." ucap Arjuna.
" Kirain seratus..." ucap Nurmala.
" Susah kak..."
" Oh iya kak....Besok aku mau kerumah mbahku..Boleh gak kak?" ucap Arjuna.
" Boleh..." ucap Kartika.
Dini muncul lalu duduk.
" Mbakmu gak kamu ajak Jun?" ucap Nurmala.
" Ajak kemana kak?" ucap Dini.
" Itu kerumahnya mbah Man..Mbak ikut?" ucap Arjuna.
" Ikut..Tapi aku gak mau nginap..." ucap Dini.
" Kamu pernah ke sana dek?" ucap Kartika.
" Sudah kak...Tapi dah lama aku gak ke sana.." ucap Arjuna.
" Emang..Rumahnya mbahmu ada di mana dek? " ucap Nurmala.
__ADS_1
" Di Klaten kak.." ucap Arjuna.
" Dekat candi Prambanan? " ucap Nurmala.
" Jauh kak..." ucap Arjuna.
" Kirain dekat..." ucap Nurmala.
" Kalau jalan kaki jauh kak..." ucap Arjuna.
Nurmala menyerang pinggang Arjuna,ia menggelitiki Arjuna.
" Ha....Ha...Ha...Ha....Geli..Kak...Ha...Ha....Ha..." ucap Arjuna sambil tertawa,karena merasakan geli.
" Biarin...Sudah serius malah bercanda..." ucap Nurmala sambil menggelitiki Arjuna.
" Ha....Ha....Ha..Aku gak bercanda kak...Kalau jalan kaki emang jauh...Ha...Ha..Ha..." ucap Arjuna sambil tertawa.
Nurmala menghentikan aksinya.
" Diampuut....Bisa mati ketawa aku jika di gelitiki terus - terusan..." ucap Arjuna dalam hati.
Pagi harinya.
Nampak Arjuna dan yang lainnya bersiap siap untuk pergi ke Klaten.
Arjuna memasukkan pakaiannya,jika dirinya di suruh menginap maka ia sudah siap.
Setelah mereka siap,merekapun berangkat menuju Klaten menggunakan mobil Avanza.
Arjuna duduk di kursi tengah bersama Nurmala.
"Juna... Coba kamu belajar nyetir dek..." ucap Nurmala.
" Takut nabrak aku kak" ucap Arjuna.
" Ya pelan - pelan..Kamu ikut khursus mengemudi..." ucap Nurmala.
" Hemmm...Umurku belum 17 tahun kak.." ucap Arjuna.
" Umur belakangan...Yang penting bisa nyetir.."
" Dulu kak Nur belajar bawa mobil kelas 1 SMP..." ucap Nurmala.
" Ada nabrak gak kak?" ucap Arjuna.
" Ada...Nabrak pagar rumah..."
Nurmala memegang ponselnya,lalu merangkul Arjuna.
" Foto dulu dek..."
Arjuna memasang wajah mengejek.
Nurmala yang melihat hasil foto.
" Yang benar nah dek.." ucap Nurmala.
" Iya iya..." ucap Arjuna.
Nurmala menekan tombol kamera. Arjuna memasang wajah senyumnya.
" Nah..Gitu dong...." ucap Nurmala. Setelah itu ia menguploud foto tersebut ke Instagram. Ia mengetik status BERSAMA ARJUNAKU. Setelah itu Nurmala membuka Face Book.
" Setelah dari Klaten,gimana kamu belajar nyetir dek?" ucap Kartika.
" Kamu gak usah mikir biaya,yang penting kamu mau gak belajar mengemudi?" ucap Kartika.
" Ya mau lah kak.." ucap Arjuna.
" Dek...Nama FBmu apa?" ucap Nurmala.
" Gak punya FB kak" ucap Arjuna.
" IG?" ucap Nurmala.
" Gak punya juga kak" ucap Arjuna.
" Astaga...Mana hapemu.." ucap Nurmala.
Arjuna memberikan ponselnya ke Nurmala.
" Kak Nur mau ngapain?" ucap Arjuna.
" Ya buatin kamu FB sama IG.." ucap Nurmala.
" Percuma kamu buatin dek... Lha wong dia aja jarang maen hp kok" ucap Kartika.
" Kan sudah kelas tiga kak..Sebentar lagi ujian kelulusan..Nanti kalau aku maen hape, terus nilai jeblok,kak Tika ngomel - ngomel.." ucap Arjuna.
" Ya jelaslah ngomel...Maen hape boleh..Asal ingat waktu. Waktunya belajar ya belajar,waktunya maen ya maen.." ucap Kartika.
" Waktunya bercinta?" ucap Nurmala.
" Ya bercinta..."
" Eeee...Apaan seh kamu Nur..." ucap Kartika.
" Upppsss...." ucap Nurmala.
Setelah menempuh perjalanan,akhirnya mereka pun sampai.
Halaman rumah Darmanto lebih luas daripada halaman rumah Kartika. Halaman rumah Darmanto mampu menampung 20 mobil Avanza.
Nampak seorang pria berumur 40 an tahun memakai caping sedang menggaruk padi yang di jemur.Pria itu hanya memakai celana panjang saja. Badan hitam sering terkena panas matahari. Pria itu berhenti menggaruk padi,ia melihat 4 orang keluar dari mobil. Hanya satu orang saja yang ia kenal,yakni Arjuna.
" Junaaaa..." ucap pria itu.
" Paklek*.." ucap Arjuna lalu datang menghampiri.( * Paman).
Arjuna mencium punggung tangan pamannya yang benama Siswanto.
" Itu siapa..." ucap Siswanto yang tidak mengenal Kartika dan Nurmala.
" Guru dan adiknya guruku paklek.." ucap Arjuna.
" Masuk aja..Ada bulekmu di dalam rumah..." ucap Siswanto.
" Mbah Man ada gak ?" ucap Arjuna.
" Tuh..." ucap Siswanto.
Arjuna menoleh. Ia melihat Darmanto berjalan di samping rumah bersama seorang anak kecil.
Arjuna menghampiri Darmanto.
" Mbah Man.." ucap Arjuna sambil berjalan.
Darmanto menoleh ke arjuna.
__ADS_1
" Kapan datangnya?" ucap Darmanto.
Arjuna bersalaman tak lupa cium tangan.
" Baru aja mbah..." ucap Arjuna.
" Ayoo masuk..." ucap Darmanto.
Mereka pun masuk ke dalam rumah lalu duduk.
Muncul istri Siswanto.
" Ealah....Ono tamu to..Ini Arjuna kan.." ucap istri Siswanto.
" Iya bulek..." ucap Arjuna.
Arjuna bersalaman dan cium tangan. Lalu Dini
" Iki sopo..?" ucap istrinya Siswanto saat Dini mencium tangannya.
" Ini guruku bulek,dan ini adiknya.." ucap Arjuna.
" Saya Kartika bu...Dan ini adik saya Nurmala.." ucap Kartika.
Terdengar suara alunan musik dari tempat tetangga yang sedang mengadakan acara hajatan.
" Tadi ini bulek mau rewang ke tempat tetangga.." ucap istrinya Siswanto.
" Ya gakpapa bulek..Kalau mau rewang,ya rewang aja..." ucap Arjuna.
" Sebentar...Tak kebelakang dulu.." ucap istrinya Siswanto lalu pergi.
Arjuna melihat anak perempuan yang ada di pangkuan Darmanto.
" Ini siapa mbah?" ucap Arjuna.
" Cucu mbah..." ucap Darmanto.
" Asem...." ucap Arjuna.
" Anaknya bulekmu .." ucap Darmanto.
" Ooo..Tak pikir anaknya mbah Man.."
Arjuna melihat kiri dan kanan.
" Firda sama Jumakir mana mbah? "ucap Arjuna tak melihat adik sepupunya.
" Rewang..."ucap Darmanto.
Muncul Jumakir dari pintu. Usia Jumakir 25 tahun. Ia melihat ada banyak orang duduk,dan melihat Arjuna.
" Looh... Mas Arjuna..Kapan kamu datang?" ucap Jumakir memanggil Arjuna dengan tambahan mas,karena silsilah keluarga lebih tua Arjuna.
" Baru aja Jum..." ucap Arjuna.
Jumakir menghampiri Arjuna,lalu bersalaman.
" Ini mbak Dini kan..?" ucap Jumakir.
" Iyo..Sopo maneh yen gak Dini..." ucap Dini.
" Lah iki sopo mas?" ucap Jumakir.
" Saya kakak angkatnya Arjuna.." ucap Nurmala.
" Oalah....Mas punya kakak angkat.."
" Kok baru datang ke sini mas?" ucap Jumakir.
" Iya..Baru ada waktu aku Jum..." ucap Arjuna.
" Maaf yo mas..Aku gak bisa lama - lama.. Kebelet ngising aku..." ucap Jumakir lalu pergi.
" Pantesan..Daritadi aku mencium bau..." ucap Arjuna.
40 menit kemudian.
Nurmala dan Kartika mulai jenuh,karena hanya ada Darmanto bersama cucunya saja.
" Dek...Ke Candi yook..." ucap Nurmala.
" Ayook.."
" Mbah Man...Aku mau ke Candi Prambanan..." ucap Arjuna.
" Sebentar...."
Darmanto berdiri lalu berjalan dan masuk ke dalam salah satu pintu. Tak lama kemudian keluar.
Darmanto menyeramkan sebuah kartu ke Arjuna.
" Ini...Pas masuk tunjukkan kartu ini.." ucap Darmanto.
" Ini buat apa mbah Man?" ucap Arjuna.
" Kalian masuk tidak akan membayar,cukup bilang keluarga mbah Darmanto dan tunjukkan kartu itu.." ucap Darmanto.
" Siap mbah..." ucap Arjuna.
Kemudian mereka pergi ke Candi Prambanan.
Setelah sampai di tempat loket masuk,Arjuna menunjukkan kartu yang di berikan kakeknya ke petugas.
" Kami keluarga mbah Darmanto.." ucap Arjuna.
Petugas memeriksa kartu tersebut.
" Berapa orang? " ucap petugas.
" Empat orang.." ucap Arjuna.
Petugas memeberikan tiket dan mengembalikan kartu ke Arjuna.
Di dalam kawasan Candi Prambanan,Arjuna berfoto - foto bersama Dini, Nurmala dan Kartika.
Setelah puas menikmati pemandangan Candi Prambanan,lantas mereka pergi ke tempat penjual makanan.
Saat berjalan menuju lokasi penjual makanan. Kartika melihat mantan suaminya yakni Adam berjalan ke arahnya. Adam melihat Kartika.
Kartika ingin sekali menonjok Adam. Namun ia urungkan.
" Tika..." ucap Adam.
Kartika terus berjalan tak mau menjawab.
" Tadi itu siapa kak?" ucap Arjuna.
" Pria pembohong...." ucap Kartika.
__ADS_1