
Arjuna mengambil kunci motornya,lalu naik ke montor dan menyalakan sepeda motor. Kemudian pergi meninggalkan toko Hana.
Sesampai di rumah Dion.
Arjuna melihat teman - teman berkumpul di teras rumah mengupas buah.
" Assalam mu'alaikum...." ucap Arjuna sambil berjalan.
" Wa'alaikum salam...." ucap teman - teman Arjuna.
Arjuna memberikan rokok ke Dion.
" Lah....Rokokku endi Jun..." ucap Tono.
" Rokok klobotnya gak ada..." ucap Arjuna.
" Jiangkreek...Rokokku itu Malboro..." ucap Tono.
" Suwun Ar..." ucap Dion.
Arjuna duduk di samping Arya. Ia hendak membantu,namun tak ada pisau untuk mengupas.
" Gula merahnya ada kan..?" ucap Arjuna.
" Ada,tapi sedikit . Sama kacang tanahnya gak ada .." ucap Dion.
Arjuna berdiri.
" Yo wes ..Tak belikan dulu..." ucap Arjuna.
" Jun...Jangan lupa rokok ya .." ucap Tono.
" Yooo..." ucap Arjuna.
Arjuna berjalan kaki menuju toko Hana,karena letaknya hanya 100 meter dari rumah Dion.
" Sial ...Seandainya Nur bisa cuti,aku pasti bisa ke Inggris .." ucap Arjuna dalam hati.
Arjuna tak jadi pergi ke London,karena tidak tahu alamat rumah ayahnya Kartika,dan ia juga takut nyasar .
Arjuna melihat beberapa mobil lewat,lalu berhenti di depan rumah Hana. Lalu beberapa pria dewasa keluar memakai kaca mata hitam untuk mengamankan daerah sekitar,salah satu pengawal melihat Arjuna. Pengawal mengira Arjuna adalah Imam. Sebab wajahnya hampir mirip. Sehingga pengawal itu membiarkan Arjuna.
Salah satu orang yang keluar dari mobil ia kenali,dia adalah Bintang. Lalu yang lainnya tidak ia kenal. Sebagian wanita memakai jilbab,ada pula yang tidak. Rata - rata mereka berusia masih muda yakni 18 Tahun. Ada pula yang masih anak - anak dan sudah dewasa.
Bintang berjalan tak melihat ke arah Arjuna.
" Cantik juga cewek itu .." ucap Arjuna dalam hati.
" Kak Tika " ucap cewek 1.
" Eh ..!!! Arjuna terkejut dan menghentikan langkahnya. Jarak Arjuna dengan toko Hana hanya 8 meter.
Arjuna mendengarkan obrolan mereka. Ada yang memakai bahasa china,ada pula yang bahasa indonesia.
Para wanita masuk ke dalam toko. Seorang gadis kecil berjalan ke arah Arjuna. Lalu memegang tangan Arjuna dan menariknya.
Arjuna reflek mengikuti gadis kecil itu karena pikirannya teringat Kartika.
Rupanya gadis kecil itu membawa masuk ke melalui pintu rumah yang ada di sebelah toko.
Salah satu gadis menghampiri Arjuna lalu memeluk Arjuna.
Arjuna diam tak membalas maupun bicara.
Gadis itu melepas pelukannya .
" Katanya gak bisa datang mas..." ucap gadis itu yang tidak memakai jilbab. Rambutnya panjang sepundak,wajahnya oval,kulit putih bersih,bermata sipit.
Arjuna diam tak menjawab karena pikirannya ngeblank.
" Kak Tika...Ini ada mas Imam...Katanya gak bisa datang..." ucap cewek 2.
" Mas Imam sedang ada rapat..." suara Kartika.
Deeg......Arjuna tersentak kaget mendengar suara yang tak asing. Suara yang ia kangenin selama ini. Suara yang ia rindukan selama ini. Ia mencoba menghubungi,namun tak bisa sampai sekarang. Dan sekarang ia mendengar suara itu kembali. Namun bukan dari suara ponsel.
" Pakde .." ucap gadis kecil yang menarik tangan Arjuna.
Arjuna diam tak menjawab.
Seorang wanita dewasa menghampiri Arjuna,ia diam memperhatikan Arjuna. Wanita itu tidak memakai jilbab.
" Mirip..." gumam wanita itu.
" Mam..." ucap wanita itu.
Arjuna diam tak menjawab.
Lalu muncul Kartika membawa nampan berisi teh Kotak. Kartika melihat ke arah Arjuna yang berdiri di dekat bibinya Imam.
Seketika itu nampan yang di pegang Kartika terlepas.
Braaaaaaakkkk.....suara nampan terhempas ke lantai.
Arjuna menoleh ke arah Kartika.
" Tika...Apakah kamu kenal dia..." ucap wanita itu.
" Jadi wanita yang tadi memakai parfum yang sama dengan Kartika adalah Kartika??" ucap Arjuna dalam hati.
Arjuna berjalan perlahan ke arah Kartika untuk memastikan,apakah benar wanita bercadar itu adalah Kartika.
__ADS_1
Kartika diam tak menjawab pertanyaan bibinya. Ia berjalan mundur tatkala Arjuna berjalan ke arah dirinya.
Dalam hati Arjuna muncul rasa amarah dan kecewa serta rindu yang mendalam jadi satu.
Air mata Arjuna keluar.
" Sayang ...." ucap Arjuna .
" Maafin aku...." ucap Kartika lalu berlari ke arah kamar.
Arjuna mengejar Kartika.
Hana melihat Kartika berlari di kejar oleh Arjuna.
" Gawaat ...." ucap Hana dalam hati lalu mencegah Arjuna.
Saat tangan Arjuna hendak meraih tangan Kartika,Hana lebih dulu memegang tangan Arjuna
Tap....
Kartika berhasil masuk ke dalam kamar,lalu menangis.
" Arjuna...Ibu bisa jelasin ke kamu" ucap Hana
" Arjuna ...!!!! " ucap beberapa orang yang baru mengenal Arjuna .
Arjuna memegang tangan Hana lalu melepaskan tangan Hana yang memegang lengannya.
" Lepaskan ...Aku ingin menemui pacarku .." ucap Arjuna menatap tajam.
" Semuanya ...Tolong keluar dari rumah ini sekarang juga ....." ucap Hana
" PENGAWAAAAAL ....." teriak Hana
Arjuna berusaha melepaskan tangan bu Hana yang mencengkram lengannya.
2 pengawal datang.
" Segera pergi dari sini...Pergilah ke rumah Bayu....Kode 101..." ucap Hana.
" Siap bu..." ucap ke dua pengawal. Mereka paham akan kode tersebut. Segera saja mereka membawa keluarga Han kerumah Bayu.
Arjuna hendak memukul Hana,namun ia urungkan,sebab ia tak berani memukul seorang wanita di tambah Hana orang baik.
Arjuna menarik Hana ke arah kamar di mana Kartika tadi masuk.
Hana mencoba menahan Arjuna dengan kekuatannya .
" Sial ..Kuat juga bu Hana...." ucap Arjuna dalam hati. Arjuna menggunakan ilmu Harimaunya dan juga tenaga dalam .
Usaha Arjuna berhasil,Hana tertarik oleh Arjuna. Sementara pengawal masih mengungsikan keluarga Han. Ada pula yang menghubungi Bayu.
Mata Hana berubah menjadi pelangi. Tenaga Hana bertambah. Kini ia berhasil menahan Arjuna
" Juna....Tolong berhenti .." ucap Hana.
" Sial....Kekuatannya hebat juga bu Hana..." ucap Arjuna dalam hati tak menjawab ucapan Hana .
Arjuna mengeluarkan tenaga lainnya .
Mata Arjuna berubah menjadi merah semua,lalu berubah kuning semua hingga berubah menjadi pelangi.
Arjuna berhasil menarik tangan Hana.
Perlahan Arjuna berjalan ke kamar di mana Kartika berada.
Ketika sampai di depan pintu kamar. Mata Arjuna kembali normal.
" Sayang ...Keluar....Aku ingin bicara...Jika tidak. Aku dobrak pintu ini..."
Arjuna mendengar suara isakan tangis Kartika di balik pintu.
" Maafin aku Arjuna...Maafin aku ...Hiks ...Hiks ..Hiks...." suara Kartika terdengar di telinga Arjuna meskipun suara itu sangat pelan.
" Keluarlah sayang ..." ucap Arjuna berusaha melunak,meskipun di dalam dirinya sangat marah.
Setelah semuanya pergi,kini yang tersisa hanyalah Arjuna,Hana,Kartika dan 3 pengawal.
Ke tiga pengawal berjalan mendekati Arjuna.
Arjuna menoleh ke arah pengawal.
" Jangan mendekatiku..Atau aku bunuh kalian...." ucap Arjuna menatap tajam,matanya berubah menjadi mata Harimau yang siap menerkam mangsa.
Hana melihat perubahan mata Arjuna.
" Mundurlah ..." ucap Hana masih tetap memegang lengan Arjuna.
Ke tiga pengawal itu mundur.
Arjuna melihat ke arah Hana.Dengan gerak cepat,Arjuna bepindah posisi,ia mengunci tangan Hana.
" Keluar sayang....Atau bu Hana aku bunuh...." ucap Arjuna sengaja berbuat begitu,agar Kartika mau keluar. Dirinya hendak mendobrak namun tak berani,karena Kartika berada di balik pintu.
" Jangan keluar...Tetaplah di dalam..." ucap Hana.
" Jiangkreek ..." ucap Arjuna dalam hati.
" Baiklah....Aku akan membunuh semua istri pak Bayu jika gak mau keluar...."
" Walang Yashpal...Datanglah ..." ucap Arjuna.
__ADS_1
Hana mencoba melepaskan kuncian Arjuna,namun tak bisa,lalu ia menginjak kaki Arjuna.
Arjuna merasakan sakit di kakinya akibat di injak oleh Hana. Sehingga kunciannya lepas.
Hana berhasil melepaskan diri.
" Arjuna...Ibu bisa jelasin ke kamu,tolong tenangkan dirimu..." ucap Hana.
" Jika Kartika tidak keluar,aku tidak akan tenang...."
Arjuna merasakan kerisnya akan datang,karena Arjuna tak menyimpan di lemari,namun di tempat khusus,agar jika di butuhkan bisa datang.
" Keluarlah sayang...." ucap Arjuna.
" Arjuna ...Mari duduk nak .." ucap Hana lembut agar Arjuna tenang .
" Jangan coba merayuku..." ucap Arjuna.
Muncul keris Arjuna,keris itu melayang di depan Arjuna.
Hana yang melihat keris itu muncul terkejut.
" Suruh Kartika keluar,atau keris ini membunuh semua keluarga Bayu .." ucap Arjuna mengancam.
" Gawat .." ucap Hana dalam hati. Dirinya tak menduga jika pemuda bernama Arjuna memiliki sebuah keris yang mampu melayang dengan sendirinya.
Muncul Bayu bersama Imam.
Arjuna melihat ke arah Imam.
Muncul rasa amarah yang begitu sangat besar.
Mata Arjuna berubah menjadi merah semua.
" Bangsat....."
" Kamu telah berani merebut kekasihku ..." ucap Arjuna. Nafasnya berat,ingin rasanya membunuh.
" Tak mungkin...." ucap Bayu.
Muncul Kumala Sari di samping Bayu.
" Kamu harus mati...." ucap Arjuna.
Mata Arjuna berubah menjadi mata Harimau. Kukunya berubah menjadi cakar Harimau.
Kemudian muncul 10 wanita memakai pakaian kebaya hijau dengan selendangnya.
Kumala Sari memunculkan pasukannya.
Nampak puluhan pasukan Kumala Sari muncul.
Setelah pasukan Kumala Sari muncul . Mereka menyerang pasukan Nyi Loro Kidul.
Nyi Loro Kidul muncul bersama pasukannya .
Kumala Sari tersentak kaget melihat sosok Nyi Loro Kidul,begitu pula dengan Bayu dan Hana.
Pasukan Nyi Loro Kidul membantu rekannya yang kewalahan menghadapi pasukan Kumala Sari.
Pertempuran antara kedua belah pihak tak terelakkan. Imam tak dapat melihat pertempuran itu,hanya Bayu,Hana dan Arjuna saja yang dapat melihat. Namun Arjuna tak mau melihat pertempuran tersebut,matanya masih menatap ke arah Imam. Orang yang telah merebut kekasihnya.
Bayu memberikan cincin merah delima ke Imam.
" Pakai ini..." ucap Bayu. Ia lakukan itu untuk berjaga - jaga,sebab melihat sebuah keris melayang mengitari Arjuna.
Imam memakai cincin pemberian ayahnya.
" Jangan ganggu Arjunaku .." ucap Nyi Loro Kidul .
Di samping Nyi Loro Kidul masih ada 10 pasukannya .
Arjuna melesat ke arah Imam.
Bayu dan Hana hendak membantu,namun karena melihat sosok Ratu makhluk ghaib yang belum mereka kenal,tak berani bergerak lebih dulu.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1