ARJUNA

ARJUNA
AKU MEMANG PACARMU


__ADS_3

Hari demi hari Arjuna lalui bersama Dini di rumah Kartika. Pagi berangkat sekolah,pulang sekolah menyiapkan bahan untuk berjualan.


Setiap hari sabtu Nurmala datang kerumah Kartika. Arjuna selalu menanyakan ke Nurmala kapan Kartika pulang. Nurmala memberitahu jika tidak tahu,padahal Nurmala tahu nomor barunya Kartika. Namun tidak memberitahukan ke Arjuna.


Sementara di sisi Kartika.


Kartika akhirnya hamil,berkat usaha dan do'anya di bantu oleh Imam. Saat ini ia tinggal di Jakarta tepatnya perumahan Golden Hills. Kartika ingin sekali menemui Arjuna. Namun ia tak berani. Ia takut Arjuna akan marah dan menyerang Imam.


Tak terasa sudah 3 bulan Kartika tidak ada kabar.


Nampak Arjuna duduk diam menunggu pembeli. Di dalam hatinya,sangat rindu ke Kartika . Bahkan Arjuna memasang foto di rombong jualannya. Sesekali Arjuna melihat foto tersebut .Sambil menunggu pembeli,Arjuna memutar musik agar tidak jenuh.


" Mbak....Kenapa kak Tika lama ya .." ucap Arjuna bertanya ke Dini .


" Aku gak tahu dek...." ucap Dini sambil membaca buku pelajarannya.


Arjuna telah merubah harga menu yang ia jual karena harga promosi telah berakhir. Ia menambahkan bonus bila konsumen beli 10 porsi.Serta adonan untuk membuat Martabak manis di tambahkan.


Karena wajah Arjuna yang tampan rupawan,dan Arjuna yang dulunya jarang menampakkan dirinya. Banyak kaum Hawa datang untuk membeli. Bahkan ada yang memasukkan Arjuna ke dalam media sosial. Pengawal Han yang mengawasi Arjuna hanya bisa melihat dari kejauhan.


Datang tiga cewek menghampiri rombong Arjuna.


" Mas....Beli Kebabnya..." ucap cewek 1.


" Iya kak...Pedas apa manis?" ucap Arjuna.


" Ada rasa cinta gak mas...?" ucap cewek 2.


" Belum ada kak...." ucap Arjuna.


" Kalau ada aku mau ..." ucap cewek 2.


Arjuna tersenyum menghadapi pertanyaan pelanggan.


" Pedas apa manis kak cantik..." ucap Arjuna ramah.


" Pedas ganteng...." ucap cewek 1.


Pukul 21.40.


Arjuna melihat adonan Martabak manis telah habis.


" Mbak....Kita tambahin lagi kah adonan Martabaknya..?" ucap Arjuna.


" Gak usah dek..." ucap Dini.


Datang seorang pemuda.


" Beli Martabaknya..." ucap pemuda itu.


" Maaf kang...Habis. Sisa Kebab saja..." ucap Arjuna.


" Yaaaaaa....Hem...Ya sudah Kebab aja. Dua ." ucap pemuda itu.


" Siap kang...Pedas apa enggak?" ucap Arjuna.


" Pedas..." ucap Pemuda itu


Pukul 22.05.


Arjuna dan Dini membereskan barang dagangannya,setelah selesai membereskan dan mencuci peralatan. Arjuna menghitung uang hasil jualanannya.


" Alahmdulilah....Matur suwun gusti ..Malam ini aku dapat banyak uang..." ucap Arjuna.


" Dek ..Coba kamu tanya ke kak Nur nomornya papah," ucap Dini.


" Heemmm....Iya ya....Kenapa aku gak kepikiran ya..."


Arjuna mengambil ponselnya,lalu menghubungi Nurmala.


Tuuut.....Tuuut.....Tuuut.... Tuuut...


" Haloo sayang..." suara Nurmala.


" Haloo juga sayang...Aku minta nomornya papah nah yank.." ucap Arjuna


" Untuk apa yank?" suara Nurmala


" Mau menghubungi Tika..." ucap Arjuna.


" Iya nanti aku kasih..Sayang sudah tutup apa masih buka?" suara Nurmala.


" Sudah tutup yank..." ucap Arjuna .


Arjuna dan Nurmala lantas mengobrol seperti biasa.


Setelah selesai mengobrol,Arjuna mencoba menelpon ayahnya Kartika,namun tidak bisa terhubung. Dalam pikiran Arjuna,mungkin ayahnya Kartika sedang sibuk.


Esok harinya.


Arjuna mencoba lagi menghubungi ayahnya Kartika di saat jam istirahat ke dua. Panggilan tersambung .


Tuuut ...Tuuuut ...Tuuut ..


" Halloo Arjuna...." suara ayahnya Kartika.


" Hallo juga pah...Gimana kabarnya?" ucap Arjuna.


" Baik..." suara ayahnya Kartika.


" Pah...Apakah ada kak Tika ?" ucap Arjuna


" Gak ada... Dia lagi keluar..." suara ayahnya Kartika.


" Ooo....Kapan kak Tika kembali pah..." ucap Arjuna.


" Emangnya mas Juna gak ada di kasih kabar?" suara ayahnya Kartika.


" Enggak pah..." ucap Arjuna.


" Kartika melanjutkan studinya di sini..Ambil S 2...Mungkin setahun lagi baru kembali..." suara ayahnya Kartika .


" Studi..? Kuliah kah pah...?" ucap Arjuna.


" Iya...Kuliah...." suara ayahnya Kartika.


" Pah...Aku minta alamat papah..." ucap Arjuna.


" Mas Juna mau ke sini?" suara ayahnya Kartika.


" Iya...." ucap Arjuna.


" Jangan...Nanti sekolahmu bagaimana mas..." suara ayahnya Kartika.


" Nanti pas liburan panjang,aku mau ke sana pah .." ucap Arjuna.


" Nanti papah kasih tahu ke Kartika...Sudah dulu ya mas Arjuna ..Papah sedang sibuk.." suara ayahnya Kartika.


" Iya pah..." ucap Arjuna


Panggilan berakhir.


Arjuna menghela nafasnya.


" Sial ...Malah kuliah lagi di sana...Tapi.."


" Kenapa gak ngasih kabar ke aku? Apakah dia gak mau ku ganggu?" ucap Arjuna dalam hati lalu berjalan ke arah Kantin,lalu memesan kopi.


Di sisi ayahnya Kartika.


Nampak ayahnya Kartika memegang ponsel,lalu menghubungi Kartika.


Tuuut....Tuuut ...Tuuut...


" Halloo pah...." suara Kartika.


" Tadi Arjuna menelponku....Segera selesaikan masalahmu nak.. Lebih cepat lebih baik.." ucap ayahnya Kartika.


" Tika belum siap pah..." suara Kartika.


" Kasian Arjuna.. Dia menderita karenamu ..Berterus terang saja pada dia,meskipun itu sangat menyakitkan. Sudah itu saja yang mau papah bicarakan..." ucap ayahnya Kartika lalu menekan tombol merah.


Di sisi Kartika.


Kartika nampak berjalan mondar mandir di dalam kamar tidur setelah menerima telpon dari ayahnya. Kartika memikirkan ucapan ayahnya.


" Apa yang harus aku lakukan..."


" Jika aku berterang pada Arjuna,dia akan marah..."


Selama Kartika bersama Arjuna,ia tak melihat Arjuna marah,Arjuna selalu bersikap lembut kepada dirinya.


Kartika lantas menelpon Imam.


Tuut .. Tuuut....Tuuut...


" Assalam mu'alaikum ..." suara Imam.


" Wa'alaikum salam...Mas,tadi papah nelpon. Papah habis di telpon sama Arjuna ." ucap Kartika.


" Aku akan menemui Arjuna..." suara Imam.


" Jangan mas ..Nanti kamu kenapa - kenapa.." ucap Kartika.


" Jujur padaku,apakah sayang masih mencintai Arjuna ." suara Imam.


" Sepertinya Imam masih cemburu.." ucap Kartika dalam hati.


" Aku sudah tidak mencintai dia mas...Cintaku hanya untukmu..." ucap Kartika,ia sengaja berbohong pada Imam. Dalam hatinya masih mencintai Arjuna. Namun tak sebesar dulu lagi.


" Baiklah...Nanti aku akan mencari jalan keluarnya..." suara Imam


" Iya mas...Assalam mu'alaikum..." ucap Kartika.


" Wa'alaikum salam warah matullah..." suara Imam.


#0.0.0#


Di sisi Arjuna.


Nampak Arjuna duduk di ruang keluarga. Ia merasakan tubuhnya tidak enak badan.


Dini datang menghampiri.


" Loh..Dek...Gak buat adonan Martabak?" ucap Dini.


" Enggak mbak...Badannku sedikit meriang..." ucap Arjuna.


Dini menempelkan telapak tangan di kening Arjuna. Dini merasakan panas di telapak tangannya. Setelah itu Dini berjalan ke dapur untuk mengambil kompres.


Beberapa menit kemudian Dini kembali,ia melihat Arjuna berbaring di sofa panjang.


Dini memeras kain,lalu di letakkan di kening Arjuna. Ia lakukan itu karena waktu dirinya sakit,Arjuna yang merawat dirinya.


" Mbak...Kapan ya Tika pulang..." ucap Arjuna.


" Mbak gak tahu dek...Oh iya,obat penurun panas itu apa namanya?" ucap Dini.


" Paracetamol mbak..." ucap Arjuna.


Dini berdiri lalu berjalan ke arah kotak P3K.


Ponsel Arjuna berdering,Arjuna mengambil ponselnya di kantong celana. Nampak di layar nama Nurmala .


" Hallo ..." suara Arjuna.


" Sayang sibuk gak?" suara Nurmala.


" Enggak..." ucap Arjuna.


" Kok suara sayang berubah...Sayang sakit?" suara Nurmala.

__ADS_1


" Gak enak badan aja yank..." ucap Arjuna


Dini muncul membawa gelas dan obat


" Sayang gak usah jualan kalau sakit yaa..." suara Nurmala.


" Iya....Apakah ada kabar dari Tika?" ucap Arjuna.


" Belum ada yank....." suara Nurmala.


" Minum obatnya dek .." ucap Dini.


Arjuna bangkit lalu minum obat,setelah itu berebah lagi.


" Kenapa dia lama sekali? Apakah dia melupakanku?" ucap Arjuna.


" Tidak...Kak Tika tidak akan melupakan sayang .." suara Nurmala.


" Kalau tidak melupakanku...Kenapa tidak memberi kabar..." ucap Arjuna .


" Sabar sayang..Mungkin kak Tika lagi fokus untuk kuliahnya di sana...." suara Nurmala.


" Iya....Aku akan sabar menunggunya..." ucap Arjuna.


" Oh iya..Aku mau memberi kabar ke sayang.." suara Nurmala.


" Kabar apa yank...?" ucap Arjuna.


" Aku mendapat promosi jabatan sayang..." suara Nurmala


" Selamat ya...." ucap Arjuna


" Iya...Aku pengen ngajakin sayang makan di luar..." suara Nurmala.


" Lain kali aja yank..." ucap Arjuna.


" Iya...Hemmm...Ya sudah kalau gitu,sayang istirahat aja dulu. Gak usah jualan. Bila sudah sehat,baru jualan lagi..." suara Nurmala.


" Iya..." ucap Arjuna.


" Assalam mu'alaikum .." suara Nurmala.


" Wa'alaikum salam...." ucap Arjuna.


Sore harinya,panas Arjuna makin tinggi. Saat Dini mengganti kain kompres.


" Dek...Panasmu kok makin panas seh..Aku antar ke dokter ya .." ucap Dini.


" Gak usah mbak ..Nanti juga sembuh..." ucap Arjuna.


" Kalau besok masih panas,ke puskesmas ya dek.." ucap Dini.


" Iya mbak..." ucap Arjuna.


Dini meninggalkan Arjuna,lalu mengirim pesan ke Nurmala bahwa suhu panas Arjuna makin tinggi.


Sementara itu,Arjuna terlelap tidur.


Pukul 19.30.


Dini menghampiri Arjuna lagi.


" Sayang....Kapan kamu pulang..." ucap Arjuna ,namun matanya masih terpejam.


Dini mengganti kain kompres di kening Arjuna.


" Dek...Makan ya...." ucap Dini.


Arjuna membuka matanya.


" Aku gak lapar mbak..." ucap Arjuna.


Dini mengambil roti yang ada di kulkas Lalu menyuapi Arjuna


" Makan dulu...Nanti sakitmu tambah parah,aku yang kerepotan .." ucap Dini.


Arjuna membuka mulutnya.


" Gak enak mbak..." ucap Arjuna.


" Ya kalau sakit memang gak enak...." ucap Dini.


Setelah itu Dini memberikan obat lalu meninggalkan Arjuna.


Pukul 21.20


Tiba - tiba ponselnya berdering.


Arjuna membuka matanya,lalu mengambil ponselnya.


Nampak nomor panggilan tak di kenal muncul di layar.


Arjuna menekan tombol merah,lalu meletakkan ponselnya lagi.


Terdengar suara nada telpon masuk. Arjuna meraih ponselnya,ia melihat nomor yang tadi menelpon lagi. Mau gak mau Arjuna menerima.


" Haloo...." ucap Arjuna.


" Arjuna...."


Deg....Arjuna mendengar suara yang gak asing. Suara yang selama ini ia rindukan. Arjuna bangkit.


" Halooo..." suara Kartika.


" Sayang...." ucap Arjuna merasa dirinya kembali sehat setelah mendengar suara Kartika meskipun suhu tubuhnya masih panas.


" Iya...Kamu lagi apa?" suara Kartika.


" Aku lagi duduk..Kenapa baru nelpon...Aku kangen banget yank...." ucap Arjuna.


" Iya...Arjuna..." suara Kartika.


" Iya sayang..." ucap Arjuna.


" Minta maaf soal apa?" ucap Arjuna.


" Hemmm...Karena tidak memberimu kabar..." suara Kartika.


" Iya aku maafin...Sayang lagi di mana ini?" ucap Arjuna.


" Aku masih lama untuk kembali...Jika kamu ingin menikah dengan Nurmala. Maka menikahlah..." suara Kartika.


" Aku ingin menikahimu sayang....Baru Nurmala..." ucap Arjuna.


" Gak usah Arjuna ..Aku takut kamu kecewa...Lebih baik kamu menikah dengan adikku saja ya....Agar tidak di pandang sebelah mata oleh tetangga..." suara Kartika.


" Enggak mau....Jika sayang gak mau nikah denganku...Aku gak akan menikahi Nurmala..." ucap Arjuna.


" Aku di sini masih lama " suara Kartika.


"Meskipun lamanya seratus tahun,aku akan menunggu sayang...Karena sayang adalah cinta pertamaku.Aku gak peduli jika sayang tidak mempunyai anak,aku tetap mencintai sayang..Kapan sayang pulang..Aku kangen banget yank.. ." ucap Arjuna.


" Maafkan aku...." suara Kartika.


" Yank....Kapan sayang pulang...."


Tak ada jawaban. Arjuna melihat ke layar,panggilan masih terhubung.


" Halloo...Sayang ...."


Panggilan berakhir.


" Aku kangen sayang ...Kapan sayang pulang..."


Arjuna kembali melihat layar.


" Sial...."


Arjuna menelpon balik ke nomor itu. Namun hanya memanggil saja.


" Asem ...Asem ..."


Arjuna lantas teringat ucapan Kartika saat menelpon tadi,tak ada panggilan sayang seperti biasanya.


" Apa yang sedang terjadi? apakah dia mendapatkan pria lain,atau dia sudah di lamar..." ucap Arjuna.


Arjuna mencoba menelpon ayahnya Kartika,namun tidak terhubung.


" Kenapa dia minta maaf padaku? Apa yang sebenarnya terjadi...." ucap Arjuna dalam hati.


Esok harinya.


Arjuna tak masuk sekolah karena masih tak enak badan. Lalu Arjuna mencoba menghubungi Kartika namun tak bisa - bisa. Begitu juga dengan ayahnya Kartika.


Di saat Dini pulang. Muncul Dion bersama Dini dan Desy.


" Ar..." ucap Dion.


Arjuna membuka matanya.


" Opo Yon..." ucap Arjuna


" Sakit ta..." ucap Dion.


" Enggak...Aku lagi tidur aja..." ucap Arjuna


" Oh iya...Aku itu mau ngomong sama kamu,tapi aku lupa - lupa terus..." ucap Dion.


" Mau ngomong apa?" ucap Arjuna.


" Kamu itu hampir mirip Imam anaknya pak Bayu " ucap Dion.


" Iya...Aku sudah tahu..." ucap Arjuna.


" Laah...Emangnya kamu sudah pernah bertemu?" ucap Dion.


" Sudah ..." ucap Arjuna.


" Kirain belum..."


" Kamu tahu bu Hana kan...?" ucap Dion.


" Iya...Aku tahu..." ucap Arjuna.


" Pak Bayu itu putranya bu Hana..." ucap Dion.


" Masa seh?" ucap Arjuna tidak percaya.


" Di kasih tempe kok gak percaya..." ucap Arjuna.


" Gimana ya...Kalau bu Hana itu mbahnya Imam,otomatis suaranya bu Hana itu mbah - mbah dong..." ucap Arjuna.


" Nah itu dia...Tapi nyatanya enggak kan. Terus kalau berjalannya masih tegap..." ucap Dion.


" Tahu Titik Puspa kan Yon..." ucap Arjuna.


" Titik Puspa yang mana?' ucap Dion.


" Artis 3 abad..." ucap Arjuna.


" Iya tahu...Apa hubungannya dengan Titik Puspa Ar..." ucap Dion.


" Suaranya sama apa enggak dengan bu Hana?" ucap Arjuna.


" Beda jauh Ar...Bu Kartika sudah pulang apa belum Ar." ucap Dion.


" Belum Yon..." ucap Arjuna.


" Begini Ar...Aku ke sini itu jenguk kamu sekaligus mau pesan martabak manis.." ucap Dion.


" Aku libur jualan Yon..." ucap Arjuna.

__ADS_1


Desy meletakkan tas plastik berisi roti di meja.


" Gak sekarang Arjuna..." ucap Dion.


" Kapan?" ucap Arjuna.


" Untuk malam Jum'at nanti. Di rumahku ada Yasinan..." ucap Dion.


" Oooo...Buat Yasinan.." ucap Arjuna.


" Iya ... Tapi kasih Diskon ya...."ucap Dion.


" Aku gak bisa kasih Diskon Yon,cuman ngasih bonus .." ucap Arjuna.


" Ya udah deh...Nanti aku pesan 30 Martabak manis varian rasa.." ucap Dion


" Siaap..." ucap Arjuna.


" Sudah makan apa belum dek..?' ucap Dini.


" Belum mbak...." ucap Arjuna.


" Ku pesankan makanan ya dek?" ucap Dini.


" Gak usah mbak...Gorengin endog( telur) aja..." ucap Arjuna.


" Itu aku bawa roti buat kamu Ar..."


Desy mengambil roti ,lalu membuka bungkusnya


" Buka mulutmu Ar..." ucap Desy sambil menyodorkan roti .


Arjuna membuka mulutnya. Desy memasukkan roti di tangannya.


Arjuna memandang wajah Desy yang sedang menyuapi roti.


" Padahal aku sudah bilang kalau kita temenan aja,kenapa dia perhatian padaku?" ucap Arjuna dalam hati.


2 hari kemudian.


Arjuna sudah kembali sehat,namun di pikirannya memikirkan Kartika. Dirinya berusaha menghubungi Kartika,namun tidak bisa. Begitu juga dengan ayahnya Kartika.


Nampak Arjuna tidak konsen mendengar penjelasan dari gurunya.


Di saat bel tanda istirahat. Seperti biasa Desy mengajak Arjuna ke kantin.


" Ar...Ke kantin yuk..." ucap Desy.


" Enggak Des ...Aku gak pengen keluar ..." ucap Arjuna.


" Kamu masih sakit?' ucap Desy.


" Aku sudah sembuh,cuman malas ke kantin.." ucap Arjuna.


" Aku bawakan makanan ya..." ucap Desy.


" Gak Des...." ucap Arjuna.


" Bunga?" ucap Desy.


" Nah...Kalau itu boleh deh .." ucap Arjuna .


Desy berjalan meninggalkan Arjuna.


Arjuna mengambil ponselnya,lalu membuka galeri foto. Ia memandang foto dirinya bersama Kartika.


" Mengapa kamu menghilang sayang..."


" Jika kamu sudah tidak cinta lagi..Katakan padaku...Jangan membuatku tersiksa seperti ini..." ucap Arjuna dalam hati.


Desy muncul membawa bunga mawar dan minuman teh Kotak.


" Ini Ar..." ucap Desy


" Terima kasih cantik...Kamu gak makan?" ucap Arjuna.


" Ini aku beli pentol .." ucap Desy sambil menunjukkan palstik berisi pentol.


" Nanti kamu jadi membuat pesanannya Dion?" ucap Desy


" Jadilah ..." ucap Arjuna.


" Nanti aku bantu..." ucap Desy.


#0.0.0#


Setelah Arjuna menerima telpon dari Kartika,Arjuna berencana akan pergi ke London untuk menyusul Kartika meminta penjelasan mengenai hubungannya. Jika Kartika memustuskan hubungan,maka dirinya akan keluar dari rumah Kartika.


Setiap hari sabtu,Nurmala selalu mengunjungi Arjuna. Seperti biasa,Arjuna dan Nurmala bercinta hingga puas.


Tak terasa waktu cepat berlalu. Tibalah di mana Arjuna telah selesai menghadapi ujian semester.


Arjuna menemui Dion di kelasnya.


" Yon...." ucap Arjuna.


" Opo Ar?" ucap Dion.


" Kamu tahu gak di mana tempat membuat paspor .." ucap Arjuna.


" Coba buka google ..Ada tuh.." ucap Dion.


" Oh iya...." ucap Arjuna.


" Kamu mau buat paspor untuk apa?" ucap Dion.


" Aku mau ke luar negeri Yon..." ucap Arjuna.


" Wuiihhh...Keren .Liburannya ke luar negeri.."


" Padahal aku mau ngundang kamu loh ." ucap Dion.


" Ngundang aku? acara apa?" ucap Arjuna.


" Keponakanku sunat...." ucap Dion.


" Ooo...Kirain kamu yang sunat..." ucap Arjuna.


" Jangkreek...." ucap Dion.


Siang harinya.


Arjuna mengendarai sepeda motor NMAXnya,lalu membelokkan stir motor ke SPBU.


Tak jauh dari Arjuna,ada sebuah mini market di dalam area SPBU.


Seorang wanita memakai jilbab dan cadar keluar dari mini market,lalu melihat Arjuna mengantri. Wanita itu adalah Kartika.


" Juna...." ucap Kartika pelan.


Arjuna melihat ke arah Kartika. Berhubung Kartika memakai cadar,Arjuna tak mengenali Kartika.


Kartika berjalan ke sebuah mobil hitam,lalu masuk ke dalam mobil.


Di sisi Arjuna.


" Kalau isi di pom mini dapatnya sedikit,di pom bensin lama....Aseem..." ucap Arjuna dalam hati.


Malam hari pukul 19.20. Arjuna menghubungi Nurmala


" Yank....Aku mau minta tolong neh.." ucap Arjuna


" Minta tolong apa sayang" suara Nurmala.


" Temanin aku buat paspor .." ucap Arjuna.


" Sayang mau pergi ke London?" suara Nurmala.


" Iya...Aku kangen banget sama Tika .." ucap Arjuna.


" Baiklah...Nanti aku bantu ya sayang..." suara Nurmala


" Makasih sayang. Seandainya sayang dapat cuti,bisa tuh kita kesana ..." ucap Arjuna.


" Iya...Tapi aku gak bisa sayang. Oh iya,sayang pintar bahasa Inggris?" suara Nurmala.


" Gak seberapa lancar seh...." ucap Arjuna.


" Lebih baik tunda dulu..Nanti sayang nyasar di sana gimana?" suara Nurmala.


" Iya juga ya...." ucap Arjuna.


" Yank...." suara Nurmala.


" Iya...." ucap Arjuna.


" Hemm..... Gimana kalau sayang pindah sekolah...Biar kita serumah gitu..." suara Nurmala.


" Gimana ya...." ucap Arjuna.


" Mau ya....Kalau sayang di sana,aku di sini selalu kesepian...." suara Nurmala.


" Jualananku gimana yank?" ucap Arjuna.


" Gampang.....Sayang bisa buka di depan rumah seperti di sana ..." suara Nurmala.


" Nantilah yank...Aku pikirkan dulu .." ucap Arjuna.


" Mau ya sayang....Aku selalu kangen sama kamu..." suara Nurmala.


" Aku tanya ke mbak Dini dulu mbak...Mau gak dianya..." ucap Arjuna.


" Oke deh ...Oh iya,Desy sering istirahat sama kamu" suara Nurmala.


" Sering..." ucap Arjuna.


" Apakah sayang ada rasa suka ke Desy..?" suara Nurmala.


" Enggak yank....Hanya teman biasa saja..." ucap Arjuna .


#0.0.0#


Liburan sekolah.


Minggu.


Arjuna pergi ke rumah Dion untuk mengobrol ,sementara Dini bermain ke rumah Desy.


Dalam perjalanan menuju rumah Dion. Arjuna berhenti di depan toko Hana. Ia hendak membeli rokok buat Dion.


Saat masuk ke dalam toko. Yang menjaga toko adalah Kartika.


Kartika terkejut melihat Arjuna datang,lalu ia bersikap biasa


" Bu...Beli rokok Surya 16" ucap Arjuna.


Arjuna mencium aroma parfum yang ia kenal,yakni parfum yang biasa di pakai oleh Kartika. Saat bertemu dengan Hana atau anak cewek waktu itu,Arjuna mencium wangi parfum mereka,namun tak sama dengan parfum yang di pakai Kartika.


Kartika memberikan rokok ke Arjuna.


Arjuna memandang mata Kartika sambil menyerahkan uang 50 ribu.


Kartika mengalihkan pengelihatannya,lalu mengambil uang kembalian dan menyerahkan ke Arjuna tanpa sepatah katapun.


" Terima kasih bu..." ucap Arjuna sambil menerima uang kembalian,tanpa memeriksa. Arjuna memasukkan ke dalam kantong celana.


Kartika tak menjawab ucapan Arjuna.


Arjuna berjalan menuju motornya sambil berkata" Wanginya sama dengan pacarku.."


Kartika mendengar ucapan Arjuna.

__ADS_1


" Aku memang pacarmu " ucap Kartika dalam hati.


Ingin sekali Kartika berkata minta maaf karena telah menghianati cintanya. Namun Kartika tak mampu berkata. Di hatinya ia merasa sedih.


__ADS_2