
London.
Di salah satu hotel di kota Inggris. Nampak suasana ramai. Karena di hotel itu sedang di laksakan resepsi akad nikah antara Imam dan Kartika .
Kartika memblokir nomor Arjuna dan Dini. Agar mereka tak bisa menghubungi.
Nampak Kartika mengenakan gaun warna putih berjalan menuju meja kecil tempat berlangsungnya akad nikah
Di belakang Kartika ada beberapa keluarga Han dan pengawal berjalan.
Kartika duduk di samping Imam yang mengenakan stelan jas putih,songkok warna putih.
Ayah Kartika beserta istrinya duduk di dekat penghulu,Bayu bersama istri - istrinya dan beberapa anaknya juga ikut. Keluarga besarnya sebagian datang dalam acara itu.
" Arjuna...Maafkan aku...Aku menghianati cintamu..." ucap Kartika dalam hati.
Air mata Kartika keluar,karena dirinya sedih harus berpisah dengan Arjuna. Pria yang sangat ia cintai.
Tak lama kemudian,acara pun di mulai hingga Imam mengucapkan ijab kabul memakai bahasa arab.
" Barakallah......." ucap sebagian yang hadir.
Kartika sah menjadi istri Imam Samudra Han.
Air mata Kartika mengalir deras,ia harus benar - benar melupakan cinta Arjuna,meskipun hatinya terasa sakit. Setiap hari ia selalu bersama Arjuna,yang awalnya biasa saja,namun akhirnya menjadi sangat spesial di hatinya. Kini sudah tidak lagi.
Pandangan Kartika mulai kabur,karena tak kuasa menahan perasaannya. Akhirnya Kartika tergeletak karena pingsan saat penghulu membaca do'a
Sontak saja Imam terkejut melihat Kartika yang sudah sah menjadi istri tiba - tiba pingsan langsung segera menolong Kartika.
Ayu memberikan minyak kayu putih ke Imam.
Imam membuka tutup botol,lalu meletakkan ujung botol ke hidung Kartika.
Perlahan mata Kartika terbuka,
" Sayang ..." ucap Kartika,ia melihat Imam seperti Arjuna.
" Bawa dia istirahat nak..."ucap Sulis.
Kartika tersadar,bahwa yang ia lihat bukanlah Arjuna,melainkan Imam .
Imam segera membawa Kartika. Ia meletakkan tangan di kaki dan pundak Kartika untuk membopong Kartika.
" Aku gakpapa mas ..." ucap Kartika memanggil Imam dengan sebutan mas.
" Tadi sudah sarapan apa belum yank?" ucap Imam.
" Belum...." ucap Kartika.
Setelah acara selesai.
Imam dan Kartika berada dalam kamar hotel.
" Kenapa mas mau menikahiku,padahal mas bisa mendapatkan cewek yang lebih baik daripada aku ini..." ucap Kartika.
" Aku juga gak tahu dek...Sejak pertama kali melihatmu...Aku langsung jatuh cinta padamu..Dan aku gak peduli dengan statusmu itu.."
" Oh iya...Mengapa Arjuna tidak boleh ke London?" ucap Imam.
" Dia sekolah mas...Nanti terganggu pelajarannya...Pas liburan panjang saja ajakin ke London ." ucap Kartika .
" Benar juga...Hemmm....Dek..."
" Aku janji padamu,aku akan menyanyangi dengan tulus,meskipun nanti jika akhirnya yang aku tawarkan itu tidak berhasil membuat sayang hamil,aku tidak akan menikah lagi,hingga nyawa ini lepas dari ragaku.." ucap Imam.
" Baiklah...Aku pegang janjimu..Jika mas ada main dengan wanita lain,aku tak sudi lagi denganmu mas.." ucap Kartika.
Imam mendekatkan wajahnya ke wajah Kartika. Hingga akhirnya mereka pun bercinta.
Setelah Imam menyirami goa Kartika.Imam memeluk Kartika.
" Maaf,jika permainanku tak bisa memuaskanmu dek..Sebab ini adalah pengalaman pertamaku..." ucap Imam
" Iya mas...Aku tahu itu.."
" Hemm....Aku punya permintaan mas .." ucap Kartika
" Permintaan apa itu dek?" ucap Imam.
" Ketika kita kembali ke Indonesia,jangan bawa aku kerumahku...Dan jangan beritahu ke Arjuna tentang kita..." ucap Kartika.
" Kalau boleh tahu...Mengapa Arjuna tidak boleh tahu kalau adek sudah menikah denganku?" ucap Imam penasaran.
" Sebab...." ucap Kartika.
" Aku tidak akan marah padamu sayang ..Katakanlah .." ucap Imam .
" Sebab Arjuna mencintaiku,dan aku mencintai Arjuna ..." ucap Kartika.
Imam bangkit.
" Kenapa adek baru bilang sekarang .." ucap Imam.
Kartika bangkit.
" Karena aku tak ingin melihat Arjuna sakit hati. Dia sudah menderita karena tidak mempunyai keluarga...Apakah mas marah padaku karena aku mencintai Arjuna" ucap Kartika.
" Apakah adek masih mencintai Arjuna?" ucap Imam.
" Aku berusaha untuk melupakan Arjuna mas ... Karena aku sudah menjadi milikmu...Maafkan aku" ucap Kartika lalu menunduk,air mata keluar mengalir membasahi pipi.
Imam menghela nafas .
" Aku tidak marah padamu....Namun jika aku tahu dari orang lain,aku akan marah..." ucap Imam.
" Apakah mas masih mencintaiku meskipun aku dulu mencintai Arjuna dan..."
" Aku bercinta dengan Arjuna..." ucap Kartika masih menundukkan kepala.
Imam mengepalkan tangannya,ia berusaha menahan amarahnya.
" Aku tetap mencintaimu sayang..." ucap Imam.
" Apakah mas bertanya ke mantan suamiku mengapa aku bercerai dengan dia?" ucap Kartika.
" Iya...Anak buahku menemukan rumah Adam. Aku datang menemuinya dan bertanya mengapa bercerai dengan sayang ." ucap Imam.
" Aku membuktikan bahwa ucapan Adam itu salah,lalu aku bercinta dengan Arjuna. Setiap hari aku bercinta hingga berjalan 2 bulan.."
Hiks....Hiks ...Hiks....
" Aku periksa memakai alat,dan hasilnya selalu negatif. Ternyata ucapan Adam memang benar. Bahwa aku ini mandul.."
" Sejak itulah aku selalu bercinta dengan Arjuna,perlahan aku mencintai Arjuna. Arjuna juga mencintaiku."
Hiks ..Hiks....Hiks....
" Arjuna mengatakan kepadaku,setelah lulus,dia akan menikahiku. Maka dari itu,aku mohon padamu jangan beritahu ke Arjuna bahwa kita sudah menikah. Dan aku mohon kita tidak tinggal di rumahku atau rumah orang tua mas .." ucap Kartika.
Imam menghela nafas. Ia teringat akan Arjuna yang di serang oleh Kumala Sari meskipun dirinya tak dapat melihat makhluk halus,namun ia percaya bahwa Kumala Sari itu ada. Serta ia ingat ucapan ayahnya( Bayu) bahwa Arjuna memiliki pelindung makhluk ghaib.
" Baiklah,aku akan mengabulkan permintaanmu sayang .."
Imam memegang dagu Kartika,lalu perlahan menariknya,sehingga wajah Kartika tidak menunduk lagi.
" Aku tidak marah padamu,karena aku sangat mencintaimu...." ucap Imam.
Kartika memeluk Imam .
#0.0.0#
Indonesia .
Arjuna membuka usaha di bantu Dini dan Nurmala,juga Desy dan Dion.
Arjuna membeli peralatan untuk berjualan bersama Dion. Sementara Nurmala,Dini dan Desy membeli bahan.
Nampak Arjuna menempelkan spanduk jualan di rombong,setelah selesai memasang .
" Beres dah ..Tinggal nunggu pembeli " ucap Arjuna dalam hati.
Nurmala memberikan segelas susu ke Arjuna,ia membantu Arjuna karena hari ini adalah hari minggu.
" Neh ganteng...Susunya..." ucap Nurmala .
__ADS_1
" Terima kasih...." ucap Arjuna sambil menerima.
Arjuna duduk di kursi plastik,lalu minum.
" Kak....Sudah dua minggu. Kok belum ada kabar ya..." ucap Arjuna
" Sabar Juna ...Mungkin kak Tika sedang sibuk..." ucap Nurmala .
" Kak Nur tahu rumahnya papah?" ucap Arjuna.
" Dulu seh tahu,terus papah pindah. Jadi gak tahu lagi rumah papah..." ucap Nurmala.
" Ar....Aku balik dulu ya..." ucap Dion.
" Loh...Belum jam sepuluh Yon..." ucap Arjuna.
" Asemm....Aku ada tugas Ar..." ucap Dion
" Oke....Suwun yooo...." ucap Arjuna.
" Iya...Assalam mu'alaikum..." ucap Dion.
" Wa'alaikum salam..." ucap Arjuna dan Nurmala .
" Tutupnya jam berapa Ar?" ucap Desy.
" Heemmm ..Paling jam sepuluh Des. Kamu mau pulang kah?" ucap Arjuna.
" Sebentar lagi..." ucap Desy.
Arjuna memandang ponselnya,ia melihat chatnya dengan Kartika masih centang satu.
" Sayang....Aku buka usaha neh...Ayo cepatan pulang ..Kita jualan sama - sama..." ucap Arjuna dalam hati.
Nurmala berdiri lalu berjalan menuju pintu rumah.
" Mau kemana kak?" ucap Arjuna.
" Mandi Juna....Mau ikut?" ucap Nurmala.
" Enggak kak...." ucap Arjuna.
" Ada speker kecil gak Ar?" ucap Desy.
" Gak ada..Buat apa speker Des?" ucap Arjuna.
" Ya buat nyetel musik sambil nunggu pembeli agar gak bete' " ucap Desy.
" Besok lah aku beli Des ...Oh iya,kalau mau buat Kebab atau martabak manis buat aja Des ..." ucap Arjuna .
" Gak bisa aku Ar...." ucap Desy.
Arjuna berdiri.
" Kamu mau apa?" ucap Arjuna.
" Martabak ketan aja Ar,pake keju..." ucap Desy.
" Oke...." ucap Arjuna.
Arjuna menyalakan kompor untuk membuat martabak ketan untuk Desy.
Setelah Martabak ketan jadi.
" Ini Des .." ucap Arjuna sambil menyerahkan.
" Makasih ..." ucap Desy.
Sebuah sepeda motor berhenti,lalu pengendara itu turun dari motornya.
" Mas ...Beli martabak kacang campur coklat ya..." ucap pria itu.
" Siap ...Spesial atau biasa kang. " ucap Arjuna.
Pria itu melihat daftar menu dan harga.
" Spesial aja deh..." ucap pria itu.
Arjuna membuatkan pesanan pria tersebut,setelah selesai.
Pria itu memberikan uang.
Arjuna memberikan uang kembalian.
" Matur suwun kang..." ucap Arjuna.
Pria itu lantas pergi.
" Tadi kamu buat adonannya banyak apa sedikit Ar?" ucap Desy
" Sedikit aja Des ...Kalau banyak takut gak habis,bisa rugi aku..Juga ini baru pertama kali buka.." ucap Arjuna.
" Buatkan aku Kebab Ar...Tiga aja.." ucap Desy.
" Okee ..." ucap Arjuna.
Arjuna lantas membuatkan Kebab.
Setelah jadi Kebabnya.
" Ini Des Kebabnya..."
Desy memberikan uang ke Arjuna.
" Gak usah Des....." ucap Arjuna menolak uang Desy.
" Ini kan kamu pertama kali buka,dan gak boleh nolak rejeki..." ucap Desy.
Arjuna menerima,lalu memberikan uang kembalian,Arjuna memberikan diskon ke Desy.
" Aku pulang ya Ar..." ucap Desy.
" Kirain sampe tutup Des .." ucap Arjuna.
" Enggak...Ne mamaku WA aku,kok belum pulang - pulang .." ucap Desy.
" Ya sudah deh....Suwun yooo..." ucap Arjuna.
" Iya ..." ucap Desy lalu pergi.
Arjuna duduk di kursi plastik,kemudian membuka galeri foto.
Nampak foto Kartika di ponsel Arjuna.
" Kenapa sayang perginya lama?" ucap Arjuna dalam hati.
Dini muncul dan menghampiri Arjuna.
" Desy mana dek?" ucap Dini.
"Sudah pulang mbak..." ucap Arjuna lalu mengantongi ponselnya.
Seminggu kemudian.
Pukul 18.10.
Arjuna menarik rombong menuju depan pagar,kemudian meletakkan bahan - bahan.
Setelah selesai ,Arjuna duduk menunggu pembeli.
Sambil menunggu pembeli,Arjuna membuka buku pelajarannya.
Karena baru buka,Arjuna mematok harga murah,dari penjual yang lain.
Datang 2 cewek berboncengan sepeda motor berhenti. Mereka turun dari sepeda motor lalu memesan.
" Mas....Pesan Kebabnya..Satu pedas dan satu enggak pedas.." ucap cewek 1.
" Siap kak...." ucap Arjuna.
" Ganteng juga di lihat dari dekat..." ucap cewek 2.
" Masnya sudah punya pacar apa belum?" ucap cewek satu.
Arjuna tersenyum tak menjawab ucapan cewek tersebut.
__ADS_1
Setelah pesanan Kabab jadi.
" Ini kak pesanannya..." ucap Arjuna.
" Bisa pesan antar gak mas?" ucap cewek 1 sambil memberi uang .
" Bisa kak.." ucap Arjuna sambil menerima.
" Tapi masnya yang ngantar..." ucap cewek 2.
" Maaf,kalau saya yang ngantar,siapa yang jaga jualananku ini.." ucap Arjuna sambil mengambil uang kembalian.
" Masnya cari karyawan...Mas buka lowongan apa enggak? Aku mau dong jadi karyawannya mas..." ucap cewek 1.
" Maaf kak...Untuk sementara saya tidak membutuhkan karyawan...Terima kasih kak..." ucap Arjuna sambil memberikan uang kembalian.
Setelah ke dua cewek itu pergi. Arjuna kembali melanjutkan belajarnya.
Muncul Dini lalu duduk di samping Arjuna.
" Sudah ada yang beli apa belum dek?" ucap Dini
" Sudah mbak...Tadi 2 orang beli..." ucap Arjuna.
2 jam kemudian.
" Gak ada yang beli dek..." ucap Dini.
" Ya sabar mbak...." ucap Arjuna.
Muncul bapak - bapak turun dari sepeda motor. Lalu melihat daftar menu.
" Pesan Kebab delapan, 5 pedas,tiga tidak pedas lalu martabak kacang dua,ketan 1 spesial semua..." ucap bapak itu.
" Siap pak..." ucap Arjuna.
" Hemm..Bu Tika kemana?" ucap bapak itu.
" Lagi Dinas pak..." ucap Arjuna.
" Dinas kemana?" ucap bapak itu.
" Luar pulau jawa..." ucap Arjuna.
" Oooo...Begitu..." ucap bapak itu
Dini berdiri lalu membantu Arjuna membuat Kebab,sementara Arjuna membuat Martabak manis.
Setelah pesanan bapak itu jadi
" Ini pak ..."
Arjuna menyerahkan bungkusan plastik berisi makanan. Sementara bapak itu memberikan selembar uang seratus ribuan.
Arjuna mengambil uang kembalian lalu menyerahkan ke bapak itu.
" Matur suwun pak..." ucap Arjuna.
" Iyaaa ..Sama - sama..." ucap bapak itu.
" Kalau sabar,pasti ada pembelinya mbak .." ucap Arjuna.
" Iyaa ..." ucap Dini.
Pukul 22.10.
Arjuna melihat jam di ponselnya.
" Kita tutup jam sepuluh atau jam sebelas mbak?" ucap Arjuna.
" Jam sepuluh aja dek...Ngantuk tahu .." ucap Dini.
" Ya udah,kita tutup sekarang..." ucap Arjuna.
Saat Arjuna dan Dini membereskan peralatan,muncul pak RT.
" Assalam mu'alaikum..." ucap pak RT.
" Wa' alaikum salam....Pak RT..." ucap Arjuna.
" Sudah habis ta?" ucap pak RT.
" Belum pak,cuman sudah jam sepuluh...Jadi tutup ..." ucap Arjuna
" Mau pesan kebab dua belas..." ucap pak RT.
" Siap pak RT ....Pedas semua kah pak?" ucap Arjuna.
" Iya ..Buat di pos Ronda .."
Arjuna meletakkan kembali peralatan,lalu membuat Kebab. Ia melihat adonan Martabak manis tersisa sedikit. Lantas Arjuna membuat Martabak tersebut.
" Kirain kalian juga ikut sama bu Kartika " ucap pak RT.
" Jauhnya pak...Kalau dekat aja pasti aku nyusul..." ucap Arjuna.
" Iya seh...Jakarta itu jauh..." ucap pak RT .
" Jakarta?? " ucap Arjuna.
" Iya Jakarta..Waktu itu bu Kartika datang minta surat..." ucap pak RT.
" Ke London paling itu pak..." ucap Arjuna.
" Iya kah..." ucap pak RT.
" Iya..Waktu itu bu Kartika bilang ke aku bahwa mau pergi ke London untuk menjenguk ayahnya..." ucap Arjuna.
" Oooo...Begitu..."
" Hemmm....Kalian masih sekolah kan...?" ucap pak RT.
" Masih pak..." ucap Arjuna dan Dini.
"Bapak salut sama kalian berdua.Meskipun masih sekolah,kalian bekerja mencari uang. Bapak do'akan semoga dagangan kalian laris terus.. ".ucap pak RT.
" Amiiin...." ucap Arjuna .
Setelah pesenan pak RT jadi.
" Ini pak..." ucap Arjuna
" Loh...Bapak gak pesan martabak..." ucap pak RT.
" Itu gratis pak RT,buat bapak - bapak yang ngumpul di pos Ronda..." ucap Arjuna.
" Ooo...Begitu ..Suwun yoo .." ucap pak RT.
Setelah pintu pagar di gembok. Arjuna mencuci peralatan jualanannya. Kemudian menghitung uang penghasilannya.
" Matus suwun Gusti....Malam ini aku mendapatkan rejeki yang banyak..."
Arjuna memberikan uang ke Dini.
" Ini mbak....Buatmu..." ucap Arjuna.
" Simpan aja dulu dek...Uangku masih ada..." ucap Dini.
" Yo wes kalau gitu .." ucap Arjuna.
Meskipun keuntungannya tidak banyak karena masih Diskon,Arjuna tetap bersyukur.
" Besok harga normal kan dek?" ucap Dini.
" Iya mbak...." ucap Arjuna .
" Kak Tika kapan pulangnya ya dek..." ucap Dini.
" Gak tahu aku mbak..."
Arjuna menyenderkan punggungnya di sofa.
" Dah sebulan lebih dia gak ada kabar..." ucap Arjuna.
" Kamu kangen ya dek...?" ucap Dini.
__ADS_1
" Kangen banget....." ucap Arjuna.