ARJUNA

ARJUNA
TINGGAL DI KOSSAN


__ADS_3

# Sebelum Arjuna menemui Hana.


Cuaca terik matahari menyengat meskipun berawan.Arjuna berjalan mencari kos -kosan. Ia bertanya kepada orang - orang yang ia temui. Panas yang menerpa dirinya tak peduli. Ia sangat kesal dengan Nurmala,mengapa dia berbohong dan juga bersekongkol dengan Bayu.


Arjuna melihat ada 2 orang duduk di sebuah pos ronda,lalu datang menghampiri.


" Permisi kang...Di daerah sini kamar kos ada di mana ya" ucap Arjuna .


" Sampeyan lurus aja..Terus ngulon..Teruuuss..Ono parapatan dalan. Sak durunge prapatan ono omah cat Ijo... Nah di situ ada kos -kosaan " ucap pria itu.


" Suwun kang..." ucap Arjuna lalu berjalan lagi.


Sesampai di tempat yang di maksud. Arjuna melihat rumah bercat hijau,lalu ada seorang ibu - ibu di teras rumah .


" Permisi bu..." ucap Arjuna.


" Iya mas..." ucap ibu itu.


" Hemm... Saya lagi mencari kamar kos bu..." ucap Arjuna.


" Saya ada kamar kos...Kebetulan ada yang kosong..." ucap ibu itu.


" Nah...Saya mau bu..." ucap Arjuna.


" Sebentar mas ..Tak ambil kunci dulu.."


Ibu itu masuk ke dalam rumah.


Tak lama kemudian muncul kembali.


" Mari ikut saya mas..." ucap ibu itu .


Arjuna mengikuti dari samping. Bangunan kamar kos ada di samping rumah ibu tersebut. Arjuna melihat ada beberapa pintu.


" Bulanannya berapa bu?" ucap Arjuna


" Murah aja mas ..Masnya sendiri atau bawa teman?" ucap ibu itu sambil membuka salah satu pintu.


" Sendirian saja bu.." ucap Arjuna.


" Empat ratus ribu mas ...Ini kamarnya mas...Kamar mandi di dalam,ada kipasnya,kasur dan lemari pakaian..." ucap ibu itu.


" Bisa kurang gak bu...Saya masih sekolah. Baru kelas satu SMA " ucap Arjuna mencoba menego harga sewa.


" Masnya asli mana?" ucap ibu itu.


" Saya dari desa Sukoharjo..Cuman desa itu sudah tidak ada lagi karena kena longsor .." ucap Arjuna.


" Coba lihat kartunya mas..."


Arjuna memberikan kartu pelajarnya.


" Orang tua mas?" ucap ibu itu.


" Sudah meninggal semua bu ..Kalau gak boleh kurang juga gakpapa. Saya cari tempat yang lain saja bu.." ucap Arjuna.


" Baiklah... Kamu bayar dua ratus ribu saja...Bagaimana mas? Kalau keberatan ya aku gak bisa lagi .Ini sudah paling murah mas" ucap ibu itu.


"Saya mau bu .."


" Alhamdulilah....Matur suwun bu...Mugi - mugi gusti pengeran memberi rejeki yang banyak ke ibu..." ucap Arjuna.


" Amin...." ucap ibu itu.


Arjuna memberi uang 200 ribu.


" Ini bu....Saya bayar untuk bulan ini..." ucap Arjuna.


" Masnya sekolah sambil kerja atau sekolah saja?" ucap ibu itu sambil menerima uang.


" Sebelumnya saya jualan bu,cuman lagi ada masalah ya libur..." ucap Arjuna.


" Jualan apa?" ucap ibu itu.


" Kebab sama Martabak bu..." ucap Arjuna.


" Ooo...Begitu..."


Arjuna menunjukkan foto saat ia berjualan.


" Iya...Terus masnya mau jualan lagi?" ucap ibu itu.


" Rencana seh bu...Tapi gak tahu jadi apa enggak. Oh iya...Nama ibu siapa?" ucap Arjuna .


" Sari...Kalau berjualan,kamar ini gak muat.." ucap ibu itu


" Ya memang gak muat bu ... " ucap Arjuna.


" Kalau mau,tapi harus izin dulu sama suamiku. Nanti masnya bisa berjualan,buat adonan di rumah. Tapi,masnya harus nambah biaya lagi. Bagaimana?" ucap Sari.


" Heemmm...Nantilah bu saya pikir - pikir dulu.." ucap Arjuna.


" Baiklah...Ini kuncinya..Jika keluar kamar,harus di kunci ya..Takutnya ada maling masuk." ucap Sari.


" Iya bu..." ucap Arjuna.


" Kossan ini di tempati orang - orang yang kerja,ada juga yang mahasiswa..." ucap Sari.


" Ooo...Begitu .." ucap Arjuna.


" Pas tinggal satu kamar aja...Tapi jangan beritahu yang lain ya mas...Jika mas bayar murah..." ucap Sari.


" Siaap bu ...." ucap Arjuna.


" Ya sudah...Aku tinggal dulu .." ucap Sari lalu berjalan meninggalkan Arjuna.


Setelah ibu kos pergi,Arjuna menutup pintu tak lupa mengunci,kemudian berebah di kasur .


" Enaknya ngapain ya..."


" Heemmm....."


Arjuna teringat lagi saat Bayu mendatangi dirinya. Dimana Bayu memperlihatkan surat hasil tes DNA .


" Jika dia benar orang tua kandungku,berarti aku anak orang kaya dong..."


Arjuna teringat lagi akan Imam yang merebut kekasihnya.


" Tapi bajingan itu telah merebut Kartika dari tanganku ..."


Arjuna menghela nafasnya.Ia merasa senang,bingung,marah dan benci jadi satu


" Ya gusti...Apa yang harus aku lakukan..."


Arjuna berpikir Jika tinggal bersama orang tuanya,yang ada benci dan marah ketika melihat Kartika Ayu. Karena dua orang itulah yang menyebabkan mbaknya meninggal.


" Heemm...Lebih baik aku tinggal sendiri saja. Daripada tinggal serumah dengan orang yang menyebabkan mbak Dini meninggal..." ucap Arjuna.


Arjuna memejamkan matanya lalu tertidur..


Malam harinya Arjuna terbangun. Ia melihat sekeliling berbeda saat ia bangun tidur seperti biasanya.


" Oh iya....Aku kan ngekos .." ucap Arjuna dalam hati tersadar.


Arjuna bangun lalu mandi. Setelah mengganti pakaian. Ia merasakan perutnya lapar. Arjuna memutuskan membeli makanan di luar.Tak lupa ia membawa kunci rumah Nurmala. Karena ia berniat untuk memgambil buku pelajaran dan juga seragam sekolah di saat Nurmala sudah tidur.


Saat akan mengunci pintu kamar,Arjuna melihat seorang wanita muda hendak masuk ke dalam kamar. Wanita itu melihat ke arah Arjuna lalu tersenyum. Arjuna membalas senyum. Lalu berjalan.


" Masnya baru ya..." ucap wanita itu.


" Iya mbak...." ucap Arjuna .


" Mau kemana?" ucap wanita itu.


" Mau beli makan...Laper aku mbak..." ucap Arjuna.


" Ini aku ada makanan,paling gak habis aku makan.." ucap wanita itu..


" Gak usah mbak .." ucap Arjuna.


" Gakpapa...Daripada aku buang..."


Arjuna berpikir,apakah menerima tawaran dari tetangga kossannya apa beli saja.


" Kalau mau beli juga gakpapa..Aku gak maksa ." ucap wanita itu.


" Baiklah....Aku terima tawaran mbak..." ucap Arjuna


" Ayo masuk..."


Arjuna masuk ke dalam kamar kos wanita itu. Lalu duduk.


" Kamu sendiri atau sama teman?" ucap wanita itu sambil mengambil piring ,gelas,dan sendok.


" Sendirian mbak.."


Wanita itu duduk lalu meraih botol minuman.


" Namaku Arjuna" ucap Arjuna lalu menyodorkan tangannya.


Wanita itu menyambut tangan Arjuna


" Namaku Salwa..." ucap wanita itu lalu melepas jabatan tangannya.


Salwa membuka nasi bungkus.


Arjuna melihat bungkusan nasi itu rupanya nasi goreng. Takarannya lumayan banyak.


" Pantesan dia bilang gak abis,lha wong nasinya banyak banget gitu..." ucap Arjuna dalam hati.


" Kamu kerja di mana?" ucap Salwa.


" Aku gak kerja mbak..." ucap Arjuna.


" Ooo..Kamu kuliah..." ucap Salwa.


" Enggak juga..Aku masih sekolah..." ucap Arjuna .


" Serius kamu masih sekolah...?" ucap Salwa tak percaya ia pikir pemuda tampan yang ia ajak makan seorang pekerja atau mahasiswa.


" Serius mbak...Ngapain juga aku bohong .." ucap Arjuna.


Salwa memberikan nasi goreng yang memakai kertas bungkus ke Arjuna.


" Aku pikir kamu kuliah atau kerja gitu...Ayo makan.." ucap Salwa .


" Iya mbak..." ucap Arjuna lalu menyantap nasi goreng .


" Kalau kamu ngeskos,orang tuamu tinggal di mana?" ucap Salwa.


" Di kuburan..." ucap Arjuna.


" Wasssuu... Di tanya serius malah becanda...Woo...Semprul" ucap Salwa.


" Aku serius mbak...Gak bercanda..." ucap Arjuna.


" Kuburan? Bapakmu tukang gali kubur atau apa?" ucap Salwa .


" Ayah dan ibuku sudah meninggal mbak .Makanya aku jawab di kuburan..." ucap Arjuna


" Eh....!!! Maaf. Kamu serius Juna?" ucap Salwa.


" Iya...Kedua orang tuaku meninggal saat aku masih kelas dua SMP mbak..." ucap Arjuna .


" Maaf ya ..Aku pikir kamu bercanda atau bohong .." ucap Salwa.


" Gakpapa mbak ..." ucap Arjuna.


" Terus kamu sekolah sambil kerja gitu?" ucap Salwa.


" Sebelumnya seh aku buka usaha mbak,jualan. Terus ada masalah,jadi aku pergi ." ucap Arjuna.


" Jualan apa?" ucap Salwa.


" Kebab sama Martabak manis mbak..." ucap Arjuna.


" Hemm..Begitu..." ucap Salwa.


" Mbak Salwa kerja apa kuliah?" ucap Arjuna .


" Kerja...Kalau pulang pergi,habis di ongkos gajiku. Mending aku ngekos..." ucap Salwa.


Nasi goreng yang mereka makan pun telah habis,Salwa menuangkan air ke dalam gelas.


" Mbak sudah lama ngekos di sini?" ucap Arjuna.


" Baru enam bulan..." ucap Salwa.


Arjuna mengambil gelas lalu meminumnya.


" Lumayan lama ya..." ucap Arjuna.


" Iya...Lumayan bisa di tabung,jika pulang pergi. Gajiku habis. Belum lagi jika kesiangan..Bisa kena SP"


" Kamu gak ngerokok Jun?"ucap Salwa.


" Enggak mbak..Kalau aku merokok,duitku cepat habis..." ucap Arjuna


" Bagus itu ..Kamu gak usah merokok. Lebih baik kamu tabung uangnya..."


" Hemmmm...Kamu sekolah di mana Jun?" ucap Salwa.


" Di SMA mbak..." ucap Arjuna.


" Kenapa gak di SMK aja...Bisa langsung kerja ." ucap Salwa.


" Enggak mbak...Aku gak minat..Mbak tinggal sendiri di sini?" ucap Arjuna.


" Berdua sama kamu..." ucap Salwa .


" Mbak bisa aja...." ucap Arjuna.


" Eh Jun...Mbak itu baru pertama kali bertemu orang sepertimu loh ... Mbak pikir kamu kerja atau kuliah,gak tahunya masih sekolah dan gak punya orang tua. Lalu apakah saat itu kamu langsung jualan atau gimana? Maaf mbak kepo.." ucap Salwa.


" Aku tinggal bersama guru SMPku mbak..Terus pas SMA,aku jualan." ucap Arjuna.


" Oooo...Begitu...Iya ya..."


" Kamu sama sepertiku..Cuman bedanya mbak jualan saat masih sekolah SD..." ucap Salwa.


" Jualan apa mbak?" ucap Arjuna .


" Es lilin..."


" Tiap hari mbak ke sekolah bawa termos es,saat istirahat mbak jualan..." ucap Salwa.


" Wuiiih....Mbak hebat ya...." ucap Arjuna.


" Iya donk....Siapa dulu...Salwa..." ucap Salwa.


" Mbak punya sodara?" ucap Arjuna.


" Punya...Ada Enam...Mbak yang ke empat" ucap Salwa.


" Banyak banget..." ucap Arjuna.


" Kamu Jun..." ucap Salwa.


" Dua,aku yang kedua.. Yang pertama sudah meninggal..." ucap Arjuna.


" Yang sabar ya....Semua itu cobaan dari tuhan..." ucap Salwa.


" Iya mbak..."


Arjuna melihat kompor portable.


" Mbak masak di dalam kamar?" ucap Arjuna.


" Iya..Jika lagi laper dan malas keluar,mbak masak mie."


" Kamu sudah punya pacar?" ucap Salwa


" Menurut mbak Salwa?" ucap Arjuna.


" Kalau mbak lihat seh...Hemmm... Kamu sudah punya pacar,dan pacarmu lebih dari satu..." ucap Salwa


" Waah....Mbak dukun ya...." ucap Arjuna.


" Gak perlu mbak jadi dukun... Lihat tampangmu aja Play Boy gitu.." ucap Salwa


" Diampuuut..." ucap Arjuna.


" Ha....Ha....Ha...Ha....Ha....Ha....Ha..." Salwa tertawa


Setelah tawanya berhenti.


" Pasti banyak cewek yang naksir kan?" ucap Salwa.


" Iya....Tapi aku gak mau mbak.." ucap Arjuna.


" Iya...Gak mau nolak " ucap Salwa.


" Jiangkrek ..." ucap Arjuna.


Salwa menyentuh pundak Arjuna lalu mendorongnya sambil berkata" Dasar play boy"


" Aku itu bukan play boy mbak...Pacarku pertama satu,terus nambah satu. Jadi dua.." ucap Arjuna.


" Terus kamu mengaturnya gimana? Apakah gak bentrok gitu jika berpaspasan saat kamu jalan bersama pacar yang ke dua lalu bertemu dengan pacar pertama" ucap Salwa.


" Enggak...Malah kedua pacarku itu jalan sama - sama. Dan mereka juga tahu kalau aku menyukai mereka..." ucap Arjuna


" Haaah ....Serius?" ucap Salwa.


" Serius...Tapi sekarang pacarku yang pertama di ambil orang .." ucap Arjuna.


" Kasian...."


" Oh iya..Pacar keduamu kan ada..." ucap Salwa.


" Iya...Tapi aku membencinya mbak.." ucap Arjuna .


" Kenapa benci? Apakah dia selingkuh" ucap Salwa.


" Enggak....Dia berbohong kepadaku.Oh iya mbak...Matur suwun loh nasi gorengnya" ucap Arjuna.


" Lah...Kamu mau kemana Juna..." ucap Salwa.


" Aku ada perlu mbak....Nanti di sambung lagi.." ucap Arjuna.


" Mau bertemu dengan pacar ketigamu ya.. Ya sudah..Hati - hati ya...." ucap Salwa.


" Iya mbak dukun .." ucap Arjuna.


" Kalau mbak dukun,mbak akan mengutukmu biar kamu gak mendapat jodoh..." ucap Salwa.


" Asem...." ucap Arjuna.


Arjuna berjalan keluar rumah kos,lalu menoleh kanan dan kiri.


" Kemana ya....? Heemm...Kesana aja deh..." ucap Arjuna dalam hati,lalu berjalan kaki menikmati suasana malam hari yang sedang malam bulan purnama.


Setelah berjalan cukup jauh,Arjuna melihat ada seorang cewek cantik hendak menyebrang,lalu ada motor melaju sangat cepat. Ia berpikir bahwa cewek itu akan tertabrak dan teringat akan Dini yang meninggal akibat di tabrak truck. Segera saja Arjuna lari dengan cepat sebelum cewek tersebut tertabrak.


Arjuna sampai di tempat cewek itu langsung merangkulnya kemudian berputar. Dan cewek itu melihat kearah motor yang melaju cepat tak melihat ada Arjuna yang berlari ke arahnya.


Arjuna melepaskan rangkulannya sambil berkata " Hati - hati jika menyebrang" lalu berjalan meninggalkan cewek yang ia selamatkan.


" Terima kasih...." ucap cewek itu sambil melihat Arjuna berjalan.


Arjuna mengangkat tangan kanannya lalu menurunkan kembali,tak menoleh ke belakang.


" Sepertinya aku pernah melihat cowok itu,tapi di mana ya? Hemmm..."

__ADS_1


" Ahh....Iya..Di sekolahan..." ucap cewek itu dalam hati teringat akan sosok cowok yang menyelamatkan dirinya.


Di sisi Arjuna..


" Hemm...Jam segini sepertinya Nur sudah tidur...Lebih baik aku ke sana sajalah..." ucap Arjuna dalam hati.


Arjuna berjalan cepat,lalu berlari. Tak lama kemudian ia menggunakan ilmu Harimaunya. Sehingga kecepatan berlarinya sangat cepat.


Tatapan mata yang tajam membuat Arjuna dapat melihat situasi saat dirinya akan lewat.


Arjuna melewati orang yang sedang berfoto. Setelah Arjuna lewat,orang itu melihat hasil jepretannya. Mereka kaget ada sebuah bayangan muncul. Padahal ia tak melihat ada orang berlari di depannya.


Sesampai Arjuna di rumah Nurmala.Arjuna melompati pagar rumah lalu mengawasi sekitar.


Arjuna menduga Nurmala sudah tidur,ia pun memutuskan lewat pintu dapur yang ada di belakang. Karena pintu depan rumah memakai grendel. Begitu sampai di pintu dapur. Arjuna membuka kunci secara perlahan. Ketika kuncinya terbuka,Arjuna segera masuk.


Arjuna celingukan melihat suasana. Terdengar suara Nurmala sedang bicara.


Arjuna berjalan perlahan ke arah kamarnya.


" Iya kak...Kapan kak Tika ke sini" suara Nurmala dari dalam kamar saat Arjuna melewati kamar Nurmala.


Perlahan Arjuna menarik tuas pintu lalu masuk ke dalam kamar. Yang pertama Arjuna ambil adalah tas sekolah,kemudian memasukkan buku pelajarannya.


" Sial...Gak muat lagi..." ucap Arjuna dalam hati melihat tasnya tak mampu menampung semua bukunya. Arjuna ingat di kamar Hana yang dulu biasa di tempati Kartika ada tas besar. Arjuna segera saja ke kamar tersebut. Namun saat menarik tuas pintu,pintu terkunci.


" Bajingan...Di kunci lagi..."


Arjuna mencari sesuatu yang dapat menampung bukunya. Ia pun ingat di dapur ada kantong plastik besar yang ia simpan di dapur. Segera saja Arjuna mengambil kantong plastik tersebut.


Terdengar suara langkah kaki kemudian pintu tertutup.


Arjuna segera bersembunyi.


Nurmala berjalan ke dapur,lalu mengambil gelas dan membuka kulkas.


Hingga akhirnya Arjuna mendengar suara pintu tertutup dan suara langkah kaki Nurmala tidak terdengar. Arjuna segera mengambil kantong plastik dan melesat ke kamarnya untuk mengambil semua perlengkapan sekolah. Begitu sudah semuanya ia ambil,Arjuna segera meninggalkan rumah Nurmala.


Sesampainya Arjuna di rumah kossan.


Arjuna mendengar suara musik dan suara cewek samar - samar seperti sedang bercinta saat Arjuna berjalan ke kamarnya.


" Diamput...Ada yang ngentuu.." ucap Arjuna dalam hati.


Begitu masuk ke dalam kamar,Arjuna memutuskan untuk tidur dan tak lagi menggunakan indra pendengaran Harimaunya. Sebab jika masih ia pakai,maka yang ada ia tak dapat tidur.


Pagi hari saat adzan subuh terdengar.


Arjuna terbangun dari tidurnya. Karena suara adzan itu sangat nyaring terdengar. Ia tahu ada sebuah mesjid di dekat rumah kossannya.


Arjuna bangkit lalu mandi,kemudian memakai seragam sekolahnya dan berangkat pagi buta sebelum matahari terbit.


Saat Arjuna keluar dari rumah kossan,ia melihat seorang bapak - bapak memakai pakaian muslim hendak membuka pagar rumah bu Sari.


" Pak..." ucap Arjuna menegur.


" Iya...Mau berangkat sekolah.." ucap bapak itu.


" Iya pak....Assalam mu'alaikum..." ucap Arjuna.


" Wa'alaikum salam...." ucap bapak itu.


Arjuna berjalan menuju sekolahnya. Sebab motornya ia tinggal di rumah Nurmala.


" Hemmm...Kalau jalan kaki capek,mending aku pakai kekuatan Harimauku ajalah..." ucap Arjuna dalam hati.


Arjuna segera menggunakan ilmu Harimaunya dan melesat ke sekolahannya.


Sesampai di depan pintu pagar sekolah. Arjuna melihat pintu pagar masih tertutup.


' Jancook....Kirain sudah buka..." ucap Arjuna.


Mau gak mau Arjuna menunggu di depan gerbang sekolah.


Tak lama menunggu,seorang pria yang menjadi penjaga sekolah muncul dan melihat Arjuna.


" Tumben pagi - pagi ..." ucap penjaga sekolah sambil membuka pintu gerbang.


" Iya pak..." ucap Arjuna.


" Mana motormu?" ucap penjaga sekolah.


" Gak ku bawa pak....Tadi di antar..Soalnya motorku mau di pakai" ucap Arjuna sengaja berbohong.


" Oooo...Begitu..." ucap penjaga sekolah.


Hingga akhirnya Arjuna masuk ke dalam kelas yang tidak terkunci,sebab tidak ada barang berharga di dalam kelas. Arjuna mengambil sapu lalu membersihkan kelas,karena ia mendapat jadwal piket untuk membersihkan kelas. Setelah selesai menyapu,Arjuna tak segera membuang sampah,ia membiarkannya di dekat bak sampah.


Arjuna berjalan ke kursinya lalu duduk dan memainkan ponselnya sembari menunggu jam masuk.


Satu persatu murid berdatangan. Arjuna yang mendengar suara langkah kaki memasuki kelasnya cuek saja,ia tetap memainkan ponselnya.


" Broo....Tadi kamu yang nyapuin lantai kah?" ucap siswa ke Arjuna.


" Iya....Sampahnya lom ku buang..." ucap Arjuna.


Hingga Renata muncul lalu duduk.Ia menoleh ke Arjuna.


" Tadi malam kamu gak jualan Ar?" ucap Renata.


Arjuna diam tak menjawab.


" Sial...Dia selalu mencuekin aku terus .." ucap Renata dalam hati.


Di saat jam istirahat. Arjuna keluar menuju kantin. Karena perutnya lapar belum sarapan.


" Tumben dia keluar kelas..." ucap Renata dalam hati melihat Arjuna keluar kelas.


Sesampai di kantin,Arjuna memilih menu nasi rames(campur),minumnya air putih. Setelah itu duduk dan menyantap makanan yang ia pesan.


Muncul 5 orang siswa di dekat Arjuna. Mereka adalah murid kelas dua belas.


" Weii..Ini meja kita...Minggir sana..." ucap siswa 1.


Arjuna tak menjawab,ia tetap mengunyah makanannya.


Siswa 2 mencoba mengambil piring Arjuna. Arjuna segera mencengkram tangan siswa 2 tersebut,lalu mencengkram dengan kuat.


Siswa 2 kesakitan akibat cengkraman Arjuna,lalu memukul kepala Arjuna.


Arjuna mengelak.


" Aku lagi makan..." ucap Arjuna lalu melepas cengkraman siswa 2.


Beberapa siswa mengambil ponsel lalu merekam ke arah Arjuna.


" Ini meja kita...Dan kamu pergi dari sini..." ucap siswa 1.


" Kalau aku ladenin...Aku masuk ruang BP lagi..." ucap Arjuna dalam hati.


Arjuna berdiri lalu mengambil piring dan gelasnya. Ia sengaja mengalah,daripada ribut dan berantem terus masuk ruang BP.


" Awas kamu ya..." ucap siswa 2.


Arjuna mencari tempat untuk makan,ia duduk jongkok,karena tidak menemukan kursi yang kosong.


" Anak kemarin sore mencari masalah dengan senior..." suara siswa yang tak jauh dari Arjuna.


" Kamu menang di sini,jika di luar..Aku bisa membunuhmu..." ucap Arjuna dalam hati sambil mengunyah.


Saat sedang asik makan,tiba - tiba sebuah tangan memegang teh Kotak di depan Arjuna.


Arjuna mendongakkan wajahnya. Ia melihat gadis cantik berdiri sambil menyodorkan teh Kotak,wajahnya oval,kulitnya kuning langsat,rambut lurus sepundak,bodinya langsing,tidak kurus dan tidak gemuk.Ia pernah melihat gadis itu datang ke sekolah memakai mobil.


" Ambillah...." ucap siswi tersebut.


" Terima kasih..Tapi aku sudah ada" ucap Arjuna lalu lanjut makan.


Siswi itu meletakkan teh Kotak di samping gelas .Lalu berjalan meninggalkan Arjuna.


" Terima kasih ..." ucap Arjuna.


Siswi itu berhenti lalu menoleh ke Arjuna.


" Sama - sama" ucap siswi itu lalu berjalan lagi.


" Ternyata dia gak ingat aku.." ucap siswi itu dalam hati sambil berjalan menjauhi Arjuna.


Selesai makan,Arjuna mengembalikan piring dan gelas,kemudian kembali ke kelas.


Hingga akhirnya bel tanda pulang sekolah pun berbunyi.


Arjuna sengaja memilih pulang terakhir.


Setelah agak sepi,barulah ia keluar kelas.


Di saat berjalan di lorong kelas,ia melihat kelas yang akan di laluinya keluar para siswa dan siswi serta guru.


Arjuna menghentikan langkahnya,membiarkan mereka berjalan lebih dulu. Namun ada salah seorang siswi yang melihat Arjuna diam berdiri. Siswi itu yang telah memberikan teh Kotak kepada Arjuna.


Lantas siswi itu menghampiri Arjuna.


" Hai...."


Arjuna diam tak menjawab.


Siswi itu menyodorkan tangannya.


Nampak tatapan para siswa mengarah ke Arjuna saat siswi itu dekat dengan Arjuna.


" Namaku Liana..." ucap siswi itu.


Arjuna menyambutnya.


" Arjuna..." ucap Arjuna lalu melepas jabatan tangannya.


" Kamu tinggal di mana?"


Arjuna diam.


" Aku tinggal gak jauh dari sini..." ucap Arjuna lalu berjalan.


Liana ikut berjalan di samping Arjuna.


" Apakah kamu murid baru di sini? Soalnya aku jarang melihatmu?" ucap Liana.


" Iya..." ucap Arjuna.


" Pantesan...."


" Apakah kamu gak ingat sama aku?" ucap Liana.


" Maksudnya?" ucap Arjuna.


" Kamu menyelamatkan aku dari motor yang melaju kencang" ucap Liana.


" Masa seh?" ucap Arjuna,sebab ia tak memperhatikan wajah cewek yang ia tolong.


" Iya...Terima kasih ya sudah menyelamatkan aku" ucap Liana.


" Sama - sama" ucap Arjuna.


Sesampai di halaman depan sekolah.


" Sampai jumpa besok..." ucap Liana lalu berjalan ke arah mobil yang ia parkir.


Arjuna berjalan menuju rumah kossannya.


Sebuah mobil berjalan pelan,Arjuna melihat mobil itu mirip dengan mobil Liana.


Kaca mobil terbuka.


" Kenapa kamu jalan kaki?" ucap Liana.


" Gakpapa...." ucap Arjuna.


" Ayo masuk ..." ucap Liana.


" Gak usah...Terima kasih atas tawarannya..." ucap Arjuna lalu berbelok kiri.


Liana tak mengikuti Arjuna.


Arjuna berlari lalu memakai kekuatan Harimaunya.


Setelah sampai di kamar kos,Arjuna melepas seragamnya kemudian mencuci pakaian.


Sore harinya.


Arjuna bosan di kamar terus memutuskan keluar kamar. Ia melihat seorang pemuda membuka kunci kamar.


" Waah...Ada tetangga baru.." ucap pemuda itu.


" Iya kang...Sampeyan pulang kerja?" ucap Arjuna sambil menghampiri.


" Iya..."ucap pemuda itu.


Arjuna mengulurkan tangan. Pemuda itu menyambut tangan Arjuna


" Arjuna..." ucap Arjuna memperkenalkan diri.


" Dimas...." ucap pemuda itu.


" Aku ke depan dulu kang..." ucap Arjuna.


" Iya..Aku juga mau mandi...Gerah poool...." ucap Dimas.


Sesampai di teras rumah.


" Ke mana ya ...."


Perut Arjuna tiba - tiba keroncongan.


" Beli nasi sajalah...." ucap Arjuna dalam hati .


Setelah mengisi perut di warteg,Atjuna kembali ke kamarnya sambil mengambil jemuran.


Di saat selesai adzan Magrib.


Tok....Tok....Tok.... Pintu kamar Arjuna di ketuk.


" Juna...." suara Salwa.


Arjuna berdiri lalu membukakan pintu.


" Ada apa mbak?" ucap Arjuna


" Ayo makan yuk . Ini mbak beli nasgor lagi.." ucap Salwa.


Arjuna mengikuti Salwa tak lupa ia mengunci kamarnya.


Sesampai di dalam kamar Salwa .


Seperti biasa Salwa menyiapkan peralatan makan.


" Aku tadi sore sudah makan loh mbak .." ucap Arjuna.


" Itu kan sore...Sekarang dah malam..." ucap Salwa.


" Tiap hari mbak beli nasgor?" ucap Arjuna.


" Kadang nasi rames...Cuman nasi ramesnya itu sedikit porsinya..." ucap Salwa.


" Bagus dong...Jadi mbak gak buang makanan..." ucap Arjuna.


" Ya tapi mbak bisa membagi denganmu..."


Arjuna menyerahkan uang seratus ribu le Salwa.


" Apa ini?" ucap Salwa.


" Besok tolong belikan nasi rames 2 bungkus mbak..." ucap Arjuna.


" Oke....Lauknya apa?" ucap Salwa.


" Telor dadar..." ucap Arjuna.


Setelah makan,mereka pun mengobrol ngalor ngidul. Kadang tertawa. Arjuna melihat jam sudah jam sebelas,ia pun memutuskan untuk ke kamarnya


" Kenapa gak tidur di sini aja?" ucap Salwa.


" Gak mbak....Aku tidur di kamarku aja..." ucap Arjuna.


Esok pagi hari.


Seperti biasa Arjuna menunggu penjaga sekolah membuka pintu gerbang hingga ia masuk ke dalam kelas.


Di saat istirahat pertama,Arjuna tidak keluar kelas,ia memakan roti yang ia beli saat berangkat sekolah.


Renata yang melihat Arjuna bersikap diam dan cuek pun tak mau menegur Arjuna.


Di saat istirahat ke dua,Arjuna memutuskan pergi ke kantin,karena perutnya terasa lapar.


Arjuna berjalan ke kantin, Liana yang melihat Arjuna berjalan segera menghampiri Arjuna.


" Mau kemana Jun" ucap Liana ketika sudah di samping Arjuna.


" Kantin...." ucap Arjuna


Sesampai di kantin,ia melihat keadaan kantin tidak seramai istirahat pertama. Ia pun memesan makanan.


" Bu...Air putih ya..." ucap Arjuna setelah memesan makanan. Ia membayar langsung makanan yang ia pesan. Sementara air putih gratis.


Setelah jadi,Arjuna duduk di meja yang kosong.


Liana datang lalu meletakkan teh Kotak di dekat Arjuna


" Ini buatmu...." ucap Liana lalu duduk berhadapan.


" Terima kasih..." ucap Arjuna


" Tumben kamu ke kantin jam ke dua...?" ucap Liana.


" Malas keluar..." ucap Arjuna .


Liana diam setelah Arjuna berbicara,ia memperhatikan Arjuna yang sedang makan.


" Dia berbeda dari cowok yang aku kenal..." ucap Liana dalam hati. Biasanya cowok yang ia temui sering marayu atau menggombal. Namun saat berhadapan dengan Arjuna. Arjuna malah kebanyakan diam.


Liana membuka sedotan lalu menusuk dan memberikan ke Arjuna karena Arjuna baru selesai makan.


" Ini minum..."


Arjuna menerima lalu meminum teh Kotak


" Kenapa kamu selalu diam?" ucap Liana.


" Gakpapa....Kenapa kamu selalu mengikutiku?" ucap Arjuna.


" Aku penasaran aja sama kamu... Ternyata kamu berbeda dari cowok yang ku kenal dan kamu menyelamatkan nyawaku..." ucap Liana.


Arjuna melihat beberapa siswa melihat ke arahnya.


" Jangan - jangan,kamu mengikutiku ke kamar mandi ya..." ucap Arjuna.


" Diih...Ngapain aku ikutin kamu ke kamar mandi..." ucap Liana.


" Kirain.... Oh iya ..Suwun teh Kotaknya Na..." ucap Arjuna .


" Iya..."


" Kenapa kemarin kamu jalan kaki?" ucap Liana.


" Lagi pengen aja..." ucap Arjuna .

__ADS_1


" Kalau gak salah motormu NMAX kan..." ucap Liana.


" Iya..." ucap Arjuna.



ilustrasi Liana.


Dua orang siswa datang menghampiri,salah satunya duduk di samping Liana


" Aku cari rupanya kamu di sini " ucap siswa1 yang duduk di samping Liana.


" Jangan ganggu aku " ucap Liana menatap tajam.


Arjuna berdiri lalu berjalan meninggalkan Liana.


Liana yang melihat Arjuna berjalan,langsung berdiri.


" Mau kemana sayang..." ucap siswa 1.


" Aku bukan pacarmu..." ucap Liana lalu pergi mengejar Arjuna.


" Sepertinya Liana menyukai anak baru itu daripada kamu..." ucap siswa 2.


" Anjeeng...." ucap siswa 1..


Di sisi Arjuna


Liana berhasil menyamai langkah Arjuna .


" Juna .."


" Nanti pulangan aku antar ya?"ucap Liana.


" Terima kasih atas tawarannya.. Tapi aku jalan kaki saja .." ucap Arjuna .


" Serius gak mau?" ucap Liana.


" Iya...." ucap Arjuna lalu masuk ke kelas.


Di saat jam pulang,Arjuna memilih berdiam dahulu menunggu teman sekelasnya keluar semua. Setelah sepi,Arjuna berdiri.


Muncul Liana dari pintu.


" Diampuut....Dia malah muncul..." ucap Arjuna dalam hati sambil berjalan.


" Juna....Mamaku ingin bertemu denganmu" ucap Liana.


" Aku ada perlu..Maaf .." ucap Arjuna,ia tak ingin bertemu atau kerumah Liana.


" Sebentaaaar aja...Pliisss...."


Arjuna diam tak menjawab.


" Pulangnya aku antar..."ucap Liana.


" Aku ada perlu Lia..." ucap Arjuna.


Liana mengambil ponselnya lalu menelpon.


" Neh...Bicara saja dengan mamaku jika kamu gak mau datang kerumah.."ucap Liana.


" Jiangkreek..."


" Iya...Iya ..Aku kerumahmu .." ucap Arjuna.


" Nah gitu dong ..Halo mah...Arjuna mau datang datang kerumah..." ucap Liana lalu menyimpan ponselnya.


Sesampai di mobil Liana,Arjuna masuk ke dalam mobil.


" Aku cerita ke mamaku,jika aku di tolong oleh kamu..Nah ..Mamahku ingin bertemu denganmu..."


" Oh iya...Kamu punya berapa saudara Ar" ucap Liana sambil mengemudikan mobilnya.


" Dua..." ucap Arjuna.


" Kamu yang ke berapa?" ucap Liana.


" Ke dua..." ucap Arjuna.


Sesampai di rumah Liana


Arjuna melihat rumah Liana lumayan besar dan bertingkat. Ada beberapa mobil berjejer rapi,juga ada sepeda motor.


" Malu aku Na..." ucap Arjuna merasa minder.


Liana memegang lengan Arjuna.


" Gak usah malu...Ayoo..." ucap Liana sambil menarik Arjuna.


Arjuna mengikuti tarikan tangan Liana.


" MAAH...Aku pulang..."


Liana melepas tangan Arjuna .


Arjuna melihat seorang wanita yang ia yakini ibunya Liana muncul dan berhenti di depannya. Wajahnya masih terlihat cantik meskipun sudah berumur.


" Mah....Ini kenalin...Arjuna..." ucap Liana.


Arjuna mengulurkan tangan ke ibunya Liana.


Ibunya Liana menyambut. Arjuna mencium tangan ibunya Liana.


" Tampan juga..." ucap ibunya Liana dalam hati.


" Mari...Silahkan duduk..."


Arjuna duduk di kursi sofa.


" Maaf ya...Tante memintamu datang kemari.." ucap ibunya Liana .


" Iya gakpapa tante..." ucap Arjuna.


Muncul seorang wanita membawa nampan berisi gelas air minum,lalu di letakkan di meja.


" Terima kasih telah menyelamatkan nyawa anak tante .." ucap ibunya Liana.


" Iya tante...Kebetulan saja saya lewat..." ucap Arjuna.


" Oh iya...Kamu tinggal di mana?" ucap ibunya Liana.


" Lumayan jauh tante kalau dari sini.." ucap Arjuna.


Ibunya Liana memegang tangan Arjuna lalu meletakkan amplop putih" ini dari tante...Mohon di terima ya..." ucap ibunya Liana.


" Gak usah tante...." ucap Arjuna menolak.


" Gakpapa...Itu gak sebanding nilainya dengan apa yang kamu lakukan" ucap ibunya Liana.


" Terima kasih tante..." ucap Arjuna.


" Ya sudah...Tante tinggal dulu ya..." ucap ibunya Liana lalu pergi.


" Juna..." ucap Liana


" Iya ..." ucap Arjuna.


" Kamu punya kenalan orang pintar gak?" ucap Liana.


" Bu Serli orang pintar tuh" ucap Arjuna.


" Aaazzz.. Bukan itu...Yang aku maksud itu dukun..." ucap Liana.


" Dukun...Buat apa? Kamu mau melet aku? Maaf aku gak bisa di pelet.." ucap Arjuna .


" Dengarin dulu..."


" Papaku 2 bulan ini kakinya sakit..."


" Sudah di bawa berobat kerumah sakit,namun kata dokter papaku sehat - sehat aja..." ucap Liana.


" Kecapek'an itu..." ucap Arjuna.


" Kalau capek,di pijat aja sudah sembuh..Ini masih sakit..." ucap Liana.


" Bisa jalan gak?" ucap Arjuna.


" Bisa,tapi gak bisa lama...." ucap Liana.


" Di mana papamu...." ucap Arjuna.


" Di kamar...." ucap Liana.


" Antar aku ke kamar papamu" ucap Arjuna .


" Kamu bisa ngobatin kah?" ucap Liana.


" Enggak...Cuman aku mau lihat aja .." ucap Arjuna .


" Kirain bisa ngobatin..." ucap Liana.


" Mau gak? Kalau gak mau ya sudah..Aku gak maksa .." ucap Arjuna.


Liana berdiri .


" Ayoo...."


Arjuna mengikuti Liana .


" Maah...." ucap Liana ketika sampai di depan pintu kamar.


" Iya...." suara ibunya Liana.


Pintu terbuka.


" Arjuna bisa nyembuhin papah..." ucap Liana.


" Aku gak bilang bisa Liana...Cuman aku mau lihat aja....Aseemm" ucap Arjuna.


" Mari masuk..."


Arjuna masuk lalu berdiri di dekat ayahnya Liana yang terbaring.


" Dia Arjuna pah....Yang menyelamatkan Liana.." ucap ibunya Liana.


Arjuna menyodorkan tangannya untuk bersalaman.


" Oooo...Arjuna .." ucap ayahnya Liana sambil menyambut tangan Arjuna.


Arjuna mencium punggung tangan ayahnya Liana lalu melepaskan jabatan tangan. Setelah itu menggunakan mata bathinnya untuk melihat penyakit ayahnya Liana.


" Tolong buka selimutnya"


Ibunya Liana membuka selimut.


Arjuna melihat sesuatu di dalam kedua dengkul ayahnya Liana.


" Ada telur ayam kampung?" ucap Arjuna.


" Buat apa Ar?" ucap Liana.


" Kalau gak ada,tolong belikan....Enam butir telur ayam kampung. Jangan telur biasa .." ucap Arjuna


" Sebentar..." ucap ibunya Liana lalu pergi.


" Kami bisa mengobati papahku?" ucap Liana.


" Semoga saja bisa .." ucap Arjuna.


" Papahku sakit apa Ar?" ucap Liana.


" Ada yang mengirim teluh(santet). Teluh itu mengenai dengkul papahmu..." ucap Arjuna.


" Serius..." ucap Liana


Muncul ibunya Liana.


" Tunggu ya . Telurnya masih di beli..." ucap ibunya Liana .


" Tuh...Benar kan mah...Papah kena santet..." ucap Liana


" Santet? " ucap ibunya Liana.


" Iya..Katanya Arjuna ada sesuatu di dengkul papa..." ucap Liana.


Mereka diam menunggu pembantu datang.


" Lama banget seh .." ucap Liana.


" Sabar...." ucap Arjuna.


Ayahnya Liana hanya diam sambil memperhatikan Arjuna.


Tak lama kemudian muncul pria.


" Maaf nyonya ..Ini telurnya..." ucap pria itu sambil berdiri di depan pintu yang terbuka.


Ibunya Liana datang menghampiri,lalu menyerahkan telur ayam kampung ke Arjuna.


Arjuna menerima lalu mengambil sebutir telur.


Mulut Arjuna komat - kamit membaca mantra,lalu menempelkan telur ke dengkul ayahnya Liana kemudian menggerak - gerakan telur tersebut.


Tak sampai 5 menit,Arjuna mengambil telur kemudian beralih ke kaki sebelahnya.


Setelah selesai,Arjuna melihat ke anggota tubuh yang lain.


Ada sesuatu di tangan sebelah kiri ayahnya Liana.


" Tangan sebelah kiri apakah sakit om?" ucap Arjuna.


" Iya...." ucap ayahnya Liana


" Ternyata dia bisa mengetahui penyakitku...Puji tuhan...." ucap ayahnya Liana dalam hati merasa senang,ia pikir teman putrinya itu hanya berakting saja.


Arjuna segera mengobati.


Begitu selesai.


" Coba om bangun terus berjalan..." ucap Arjuna.


Ayahnya Liana bangkit lalu turun dari tempat tidur,kemudian berdiri dan berjalan.


Saat berjalan,ayahnya Liana tak merasakan sakit lagi,tak seperti sebelum di obati oleh Arjuna.


" Gimana pah..." ucap ibunya Liana.


" Gak sakit lagi mah...."


Ayahnya Liana menghampiri Arjuna lalu memeluknya.


" Terima kasih ya Arjuna..Kamu telah menolong om..." ucap ayahnya Liana.


" Iya om...." ucap Arjuna.


Ayahnya Liana melepas pelukannya.


Ibunya Liana memeluk Arjuna.


" Terima kasih ya Arjuna...Maafin tante,tadi sempat meragukanmu " ucap ibunya Liana lalu melepas pelukannya.


" Iya tante .."


" Jika ingin melihat santet itu,ambil piring lalu pecahkan telur itu..."ucap Arjuna .


Karena penasaran,ibunya Liana mengambil piring lalu memecahkan telur tersebut.


Nampak kuning telur hancur,dan beberapa benda asing. Diantara pecahan beling,paku payung kecil dan batu kerikil.


" Ya tuhan...Pah...Lihatlah pah..." ucap ibunya Liana.


Liana dan ayahnya datang menghampiri,lalu melihat ke piring.


Mereka terkejut melihat benda yang bercampur dengan telur.


" Om...Tante...Saya pamit pulang ya..." ucap Arjuna.


" Tunggu sebentar Juna..."


Ayahnya Liana menghampiri Arjuna


" Om ganti baju dulu...Om akan antar kamu ke rumah..." ucap ayahnya Liana.


" Gak usah om...." ucap Arjuna.


" Gakpapa...Liana...Temanin Arjuna dulu ya..." ucap ayahnya Liana.


" Iya pah..." ucap Liana.


" Ayo mah...Kita ganti pakaian dan pergi kerumah Arjuna.." ucap ayahnya Liana.


" Maaf Om...Tante...Saya gak punya rumah,jadi om dan tante gak usah mengantar saya..." ucap Arjuna.


" Gak punya rumah? Maaf,apakah kamu di usir dari rumah?" ucap ayahnya Liana.


" Bukan om....Orang tuaku sudah meninggal. Jadi saya nyewa kamar kos .." ucap Arjuna.


" Haaah...Seriuss Ar kamu ngekos?" ucap Liana.


" Iya....Saya pamit pulang om...." ucap Arjuna lalu berjalan.


" Tunggu....."


Arjuna menghentikan langkahnya.


" Hemmm....Kamu mau gak tinggal di rumah om?" ucap ayahnya Liana.


" Terima kasih atas tawarannya om. " ucap Arjuna.


" Liana....Antar Arjuna pulang..." ucap ayahnya Liana.


" Iya pah...." ucap Liana.


Arjuna berjalan bersama.


" Sumpah...Aku pikir kamu cuman mengada - ngada aja loh Ar" ucap Liana sambil menyetir.


" Sepertinya ada yang gak suka atau dendam " ucap Arjuna.


" Papahku?" ucap Liana.


" Iya.... Terus mengirim santet... Tapi kenapa kamu berpikir ayahmu kena santet?" ucap Arjuna.


" Awalnya aku gak percaya sama hal begituan Juna...Terus aku cari di internet... " ucap Liana.


" Ooo...Begitu..." ucap Arjuna.


" Kamu gak punya keluarga lagi kah Ar?" ucap Liana.


" Punya,cuman malas aku ke sana.." ucap Arjuna.


" Apakah jauh tempatnya?" ucap Liana.


" Iya.....Turunkan aku di sana" ucap Arjuna sambil menunjuk.


Liana menghentikan mobilnya.


" Yang mana kossanmu Ar?" ucap Liana.


Arjuna membuka pintu.


" Agak jauh lagi...Suwun yo..." ucap Arjuna lalu menutup pintu dan berjalan.

__ADS_1


Liana keluar mengikuti Arjuna.


Namun saat di pertigaan jalan,Liana tak menemukan Arjuna,ia pun celingukan mencari. Setelah mencari tak menemukan Arjuna,Liana memutuskan kembali ke mobil dan pulang ke rumah.


__ADS_2