ARJUNA

ARJUNA
HANA MENEMUI ARJUNA


__ADS_3

Muncul Desy sambil membawa sebuah kotak.


" Oooo....Ya sudah...Nanti sampai di rumah cerita ya.." ucap Nurmala.


" Iya...." ucap Arjuna.


Chuup..... Nurmala mencium pipi Arjuna lalu pergi.


" Dia siapa?" ucap Desy.


" Nurmala ..." ucap Arjuna.


" Pacarmu...." ucap Desy.


" Kamu cemburu ya....." ucap Arjuna.


Desy diam tak menjawab,raut wajahnya berubah.


Arjuna naik sepeda motor lalu Desy juga ikut naik.


" Jangan ngebut bawa motor .." ucap Desy


" Iya .." ucap Arjuna .


Desy mengarahkan Arjuna ke rumahnya.


Sesampai di rumah Desy


Desy diam tak bicara.


Arjuna menunggu di luar.


Muncul seorang ibu - ibu menghampiri Arjuna.


" Mari masuk .." ucap ibu itu.


Arjuna menoleh.


" Iya bu..." ucap Arjuna lalu mengikuti ibu tersebut.


Sesampai di dalam


" Silahkan duduk dulu...Desy lagi ganti baju..." ucap ibu itu lalu masuk ke dalam.


Arjuna mengeluarkan ponselnya lalu bermain game COC.


Tak lama kemudian muncul ibu yang tadi menyuruh Arjuna masuk membawa nampan berisi gelas minuman,lalu meletakkan di meja.


" Silahkan di minum..." ucap ibu itu.


" Iya bu..." ucap Arjuna sambil menutup ponselnya.


" Kalau ibu boleh tahu...Namamu siapa?" ucap ibu itu.


" Arjuna bu .." ucap Arjuna .


" Oooo...Tinggal di mana?" ucap ibu itu.


" Dekat sini aja bu...." ucap Arjuna.


20 menit kemudian Desy muncul memakai baju santai.


" Des ...Aku pulang ya .." ucap Arjuna


" Aku antar..." ucap Desy.


" Gak usah ..." ucap Arjuna .


" Kamu naik apa pulangnya . Jauh loh..." ucap Desy.


" Jalan kaki..." ucap Arjuna.


" Dah...Ayoo" ucap Desy.


" Ya udah kalau kamu maksa .."


" Bu...Saya pamit pulang dulu .." ucap Arjuna


" Iya..." ucap ibu itu.


Arjuna menyodorkan tangannya ,ibunya Desy menyambut.


Arjuna mencium punggung tangan ibu itu lalu berjalan.


Selama perjalanan,Desy diam saja tak banyak bicara hingga sampai di rumah Kartika.


Pintu pagar terbuka,nampak Kartika sedang menyiram tanaman.


" Assalam mu'alaikum...." ucap Arjuna.


" Wa' alaikum salam..." ucap Kartika lalu melihat ke arah Desy.


Desy menghampiri Kartika lalu bersalaman.


" Tadi kamu ketemu sama Nur ya ?" ucap Kartika.


" Iya kak...Gak sengaja tadi lihat kak Nur ... Terus kak Nur nyamperin aku ..." ucap Arjuna.


Kartika mematikan keran air.


" Aku pikir tadi itu pacarnya ..Ternyata bukan ." ucap Desy dalam hati.


" Mari masuk...." ucap Kartika.


" Aku langsung pulang aja kak...Sudah sore .." ucap Desy.


" Ooo...Begitu..." ucap Kartika.


" Suwun yo Des .. " ucap Arjuna.


" Aku yang makasih sama kamu,karena ngantarin aku ambil kue .." ucap Desy.


Desy pergi meninggalkan rumah Kartika.


1 Jam kemudian Nurmala datang di antar menggunakan mobil kantor.


Arjuna membuka pintu gerbang.


" Loh kak..Mana mobilnya..?" ucap Arjuna tak melihat mobil milik Nurmala.


" Di kantor...Tadi di antar pake mobil kantor" ucap Nurmala.


Malam harinya.


Arjuna duduk sambil membaca buku di ruang keluarga. Nurmala datang menghampiri.


" Sayang...Coba kamu cerita tentang cewek yang tadi bersamamu.." ucap Nurmala.


Arjuna pun menceritakan saat Desy memberi tahu perihal ia pernah melihat Dini berjalan bersama pria dewasa( om -om) hingga meminta dirinya untuk menemani.


" Begitu kak ...." ucap Arjuna.


" Oooo...Begitu..."


" Kamu ada rasa suka sama dia?" ucap Nurmala.


" Enggak...." ucap Arjuna.


Nurmala melihat keadaan sekeliling. Setelah itu mengeluarkan pisang Arjuna dan melahapnya.


" Aku masih belajar kak..." ucap Arjuna.


Nurmala melepaskan pisang tersebut


" Aku pengen...Yuuk main sebentar..." ucap Nurmala.


" Ya deh .." ucap Arjuna .


" Di kamar aja yank..." ucap Nurmala.


Arjuna mengiyakan ajakan Nurmala.


#0.0.0#.


Di sekolah SMA


Arjuna melihat ke depan,sesekali menguap.


Hoooooaaammmm ....


" Sial.....Gara - gara maen sampe jam dua,mataku ngantuk..." ucap Arjuna dalam hati.


Arjuna melihat jam di dinding.


Waktu istirahat masih lama .


Arjuna berdiri lalu berjalan ke depan.


" Bu...Minta izin keluar sebentar untuk menghilangkan ngantuk.." ucap Arjuna kepada ibu guru.


" Iya ...Silahkan." ucap bu guru.


Arjuna berjalan menuju kantin.


Sesampai di kantin Arjuna memesan kopi tanpa gula.


Setelah kopinya jadi,Arjuna duduk lalu menyeruput kopi tersebut.


" Kamu pelajarannya siapa?"


Arjuna kenal suara itu,ia adalah pak Syaiful yang dulu pernah membawa ke dirinya ke ruang BP.Arjuna membalikkan badannya.


" Jawab...." ucap Syaiful.


" Bu Lilis pak...Tadi aku dah izin. Ngantuk banget pak..." ucap Arjuna.


" Ini kan masih jam pelajaran..." ucap Syaiful.


" Yang bilang ini jam istirahat siapa pak?" ucap Arjuna.


" Kembali ke kelas,atau kamu di kasih surat lagi.." ucap Syaiful.


" Saya sudah minta izin,dan di berikan izin...Jika anda memberikan saya surat lagi...Anda berada di luar sekolah akan saya hajar sampai anda tidak bisa berjalan lagi.." ucap Arjuna sambil menatap tajam.


" Emang kamu berani melawan aku?" ucap Syaiful.


" Anda di sini guru,jadi saya menghormati anda sebagai guru. Jika di luar sekolah,akan saya anggap sebagai musuh...Saya tidak takut kepada anda..." ucap Arjuna.


Seorang pria mengawasi Arjuna dari kejauhan tanpa Arjuna sadari.


" Kamu menantang ya...Tunggu di sini..." ucap Syaiful lalu pergi.


Arjuna meminum kopi lalu pergi ke kelas.


Sesampai di kelas,Arjuna melihat bu Lilis masih mengajar. Arjuna duduk dan melihat kedepan.


Tak lama kemudian pak Syaiful datang bersama guru BP yaitu bu Rina.


" Itu bu orangnya.." ucap Syaiful.


Bu Rina menghampiri Bu Lilis.


" Permisi bu Lilis.." ucap bu Rina.


" Iya bu...Ada apa?" ucap bu Lilis.


" Tadi kata pak Syaiful melihat Arjuna berada di kantin,apakah tadi Arjuna ada izin ke ibu?' ucap bu Rina.


" Iya ada. Hanya saja Arjuna tak bilang mau kemana,hanya bilang menghilangkan ngantuknya..." ucap bu Lilis.


" Ooo..Begitu .Baiklah..Terima kasih bu" ucap bu Rina lalu pergi meninggalkan kelas .


Pak Syaiful nampak jengkel dan dongkol ke Arjuna.


" Sialan...Awas saja kamu...." ucap Syaiful yang berdiri di lorong.


Seorang pria umurnya sekitar 29 tahun datang menghampiri pak Syaiful.


" Saya sarankan,jangan macam - macam sama Arjuna,atau anda menyesal nanti..." ucap pria itu lalu pergi.


" Apa kamu bilang...?" ucap pak syaiful.


Pria itu tak menjawab ucapan Syaiful. Ia terus berjalan .


Pak Syaiful mengejar pria itu.


" Apa maksud perkataanmu tadi?" ucap Syaiful.


" Anda jengkel terhadap Arjuna dan hendak membalas dendam?. Saran saya jangan anda lakukan. Jika anda tetap melakukannya, anda bisa di berhentikan dari sekolah ini dan di pecat sebagai ASN.." ucap pria itu.


" Pecat..Emang kamu ini siapa? belum ada satu bulan di sini ." ucap Syaiful.


" Saya bukan siapa - siapa,yang memecat anda bukan saya. Permisi..." ucap pria itu lalu pergi.


Di saat jam istirahat.


Arjuna tak tahan dengan kantuknya,ia pun menaruh kedua tangan di meja lalu kepalanya.


" Juna...Kekantin yuk..." ucap Desy.


" Aku gak bisa...Kamu aja sendiri...Ngantuk banget aku Des..." ucap Arjuna.


" Ya udah..." ucap Desy.


Desy pergi meninggalkan Arjuna.


Di saat bel tanda masuk kelas berbunyi.


Desy memegang pundak Arjuna lalu menggoyangkan.


" Bangun Ar .." ucap Desy.

__ADS_1


Arjuna membuka mata lalu menegapkan tubuhnya.


" Mau ke kantin kah Des?" ucap Arjuna.


" Sudah tadi..." ucap Desy.


" Ya sudah..Aku yang ke kantin sendirian ." ucap Arjuna.


" Sudah bell masuk Juna..." ucap Desy


" Oh iya kah...Kenapa gak bangunin aku..." ucap Arjuna..


" Tadi loh sudah aku ajakin .." ucap Desy.


"


#0.0.0#


Sabtu.


Kartika menghampiri Arjuna.


" Sayang jadi ke rumah Dion?" ucap Kartika.


" Iya...Kalau sayang gak bolehin ya aku gak jadi pergi..." ucap Arjuna.


" Pergilah....Tapi pulangnya jangan lewat jam 10 ya..." ucap Kartika.


" Iya sayang ..." ucap Arjuna.


Arjuna lantas bersiap - siap pergi ke rumah Dion.


" Mau kemana dek?" ucap Dini.


" Kerumah Dion mbak..." ucap Arjuna.


" Ikut nah...." ucap Dini.


" Nanti kak Tika sendirian mbak kalau mbak ikut .." ucap Arjuna.


" Pergi aja...Tapi ingat,jam 10 harus ada di rumah..." suara Kartika.


" Ya sudah...Cepetan sana mbak...Jangan lama - lama dandannya..." ucap Arjuna.


Dini lantas masuk ke dalam kamarnya. Arjuna menunggu di ruang tamu sambil menonton yutub musik.


Tak kusangka dirimu berdusta 🎵


Menduakan cintaku selama ini 🎵


Saat diriku jauh darimu🎵


Kau bermain cinta di belakangku🎵.


Setelah mendengarkan beberapa lagu,Dini datang menghampiri Arjuna


" Ayo dek..." ucap Dini .


Arjuna menutup aplikasi dan mengunci layar lalu berdiri dan berjalan ke depan.


Sesampai di rumah Dion.


Arjuna melihat teman - teman SMPnya berkumpul di teras rumah.


" Nah ini dia orangnya..." ucap Tono.


" Tumben Dini ikut..." ucap Arya.


" Emang kenapa kalau aku ikut?" ucap Dini.


" Gakpapa seh..." ucap Arya.


" Ayo Ar...Masuk...Langsung ambil makanan..." ucap Dion.


" Baru aja sampe..." ucap Arjuna lalu duduk.


" Kasih selamat dulu ke Dion Juna .." ucap Tono.


" Selamat opo?" ucap Arjuna.


" Lah...Emangnya kamu gak di kasih tahu?' ucap Tono.


" Enggak..." ucap Arjuna.


" Tono bulan depan nikah.." ucap Tono.


" Haah...!!!! Arjuna terkejut.


" Serius Yon..." ucap Arjuna.


" Jangan percaya sama mulut mesumnya Tono." ucap Dion.


" Dion ulang tahun..." ucap Arya.


" Jiangkrek...Kenapa gak ngomong kalau ulang tahun..Coba gitu aku beli tepung .." ucap Arjuna.


" Makanya aku gak ngasih tahu...Kalau ngasih tahu,nanti kamu ngerjain aku..." ucap Dion.


" Yo jelas dong...." ucap Arjuna.


" Diampuut ..."


" Wes ndang melebu kono...Makan sepuasmu.." ucap Dion.


" Okee....Ayo mbak..." ucap Arjuna.


Arjuna dan Dini masuk ke dalam rumah. Sementara Dion mengirim pesan ke Hana sesuai permintaan Hana jika Arjuna datang.


Setelah Arjuna mengambil makanan,Arjuna duduk di teras sambil menyantap makanan.


" Jun....Kamu kelahi sama anak kelas dua belas ya?" ucap Tono.


" Iyooo..." ucap Arjuna.


" Gara - gara apa?" ucap Tono.


" Aku nyariin mbak Dini..Yon kamu aja yang cerita,aku makan neh..." ucap Arjuna.


" Emmohh...Yang punya cerita kamu kok..Nanti aku cerita ada kekurangan atau kelebihan bisa menjadi bumerang buatku..." ucap Dion.


" Jiangkreeek..." ucap Arjuna.


Mau gak mau Arjuna bercerita.


Lagi asik - asiknya bercerita,Hana muncul.


" Assalam mu'aaikum..." ucap Hana.


" Wa'alaikum salam..." ucap Arjuna cs.


Arjuna menjawab salam tapi tak melihat ke arah Hana.


" Arjuna ..." ucap Hana


Hana tersentak kaget melihat paras Arjuna.


" Iya bu..." ucap Arjuna.


" Mbaknya ada di dalam bu..." ucap Dion.


" Tolong panggilkan..." ucap Hana.


Dion berdiri lalu masuk ke dalam.


" Ibu siapa?" ucap Arjuna.


" Saya bu Hana..." ucap Hana.


" Oooo...Yang punya toko itu ya..." ucap Arjuna.


" Benar sekali...."


Muncul Dion bersama Dini.


" Apakah kamu Dini Maharani?" ucap Hana.


" Iya..Ibu siapa?" ucap Dini.


" Gak mirip..." ucap Hana dalam hati.


" Saya bu Hana..." ucap Hana.


Hana menghampiri Dini


Dini menyodorkan tangan,Hana menyambut.


Dini mencium punggung tangan Hana.


Hana membawa masuk Dini kedalam rumah.


Arjuna melanjutkan ceritanya.


Sementara Hana duduk mengobrol dengan Dini.


" Jadi semua keluargamu tidak ada yang selamat?" ucap Hana.


" Iya bu...Tinggal kami berdua saja..." ucap Dini.


" Apakah di dalam anggota keluarga atau kerabat nak Dini ada yang sama dengan Arjuna. Maksud ibu warna kulit?" ucap Hana.


" Tidak ada bu...Hanya Arjuna saja yang kulitnya putih bersih .." ucap Dini.


" Nak Dini dengan Arjuna selisih berapa tahun?" ucap Hana.


" Umur kita sama bu .." ucap Dini.


" Bulan berapa?" ucap Hana.


" Bulan sebelas..." ucap Dini.


" Apakah di bulan sebelas itu Arjuna ada sakit? " ucap Hana


" Gak ada bu..." ucap Dini.


" Ternyata memang bukan..."


" Tapi apa yang di ucapkan Dini adalah kebenaran,lalu apakah ibunya selingkuh.."ucap Hana dalam hati.


Hana ingin sekali menanyakan itu,tapi tidak jadi. Karena itu adalah aib keluarga Arjuna.


" Apakah ibumu sering keluar rumah.? pergi kemana gitu.." ucap Hana


" Kalau keluar rumah ya ke tempat keluarga bu..Soalnya satu desa itu adalah keluarga kami .." ucap Dini .


" Apakah ibumu pernah bertemu seseorang yang kulitnya sama dengan Arjuna?" ucap Hana.


" Heemmm .."


" Gak ada bu ..Tapi gak tahu jika aku sedang sekolah..." ucap Dini.


" Oooo...Begitu..." ucap Hana


"Ha....Ha....Ha...Ha ...Ha ...Ha....Ha....." suara tawa di teras.


" Jancoook ..." suara Tono.


" Waktu itu Ayu memberitahu soal kalung,apa maksudnya ya..." ucap Hana dalam hati.


Hana mengeluarkan amplop,lalu di berikan ke Dini.


" Ini untukmu,dan satunya untuk Arjuna..." ucap Hana sambil memberikan dua amplop ke Dini.


" Terima kasih bu ..." ucap Dini.


" Ibu pamit pulang dulu ..Assalam mu' alaikum..." ucap Hana .


" Wa'alaikum salam . " ucap Dini..


Di sisi Arjuna.


" Lina masih sama kamu kah Ton?" ucap Arjuna.


" Enggak ..." ucap Tono.


Hana muncul dari dalam.


" Dion...Ibu pulang dulu .." ucap Hana.


" Oh iya bu .." ucap Dion.


" Arjuna ..." ucap Hana.


" Iya bu...." ucap Arjuna.


Arjuna melihat bola mata Hana


" Assalam mu'alaikum..." ucap Hana.


" Wa'alaikum salam..." ucap Arjuna dan Dion.


Setelah Hana pergi.


" Coba tebak umurnya bu Hana berapa?" ucap Dion.


" empat puluh .." ucap Tono.


" Tiga puluh .." ucap Arya


" Tiga lima " ucap Arjuna.


" Salah...." ucap Dion.

__ADS_1


" Terus berapa?" ucap Tono


" Aku gak tahu ..." ucap Dion.


" Jiangkreek ...Ngasih tebakan kok gak tahu jawabannya." ucap Arya.


" Dari bola matanya sekita tiga puluh sampai tiga lima lah Yon.." ucap Arjuna.


" Pakdeku aja waktu itu umur enam puluh lima,pas itu sudah ada bu Hana..." ucap Dion.


" Serius Yon..." ucap Tono.


" Aneh...Kalau sudah tua,kenapa jalannya tegak,lalu suaranya masih muda? bola matanya juga..." ucap Arjuna dalam hati penasaran dengan sosok bu Hana


" Seriuus....Ngapain aku bohong..." ucap Dion.


" Awet muda..." ucap Arjuna.


" Iya...."


" Kalau jam tiga malam itu ada suara bu Hana lagi ngaji...Tapi..." ucap Dion.


" Tapi apa?" ucap Arya


" Jangan merokok di dalam rumahnya bu Hana saat bertamu atau pas dia ada kita nyalakan rokok. Jika ngeyel di hajarnya .." ucap Dion.


" Kok gitu...Galak banget ya.." ucap Tono.


" Dia itu gak suka asap rokok, pernah itu pak kades kerumah bu Hana. Pak Kadesnya merokok,langsung di buang bungkus rokok sama koreknya keluar ..." ucap Dion.


" Kalau suaminya perokok,berat tuh .." ucap Dian .


" Iya ..Sampe sekarang bu Hana sendirian. Gak menikah lagi..Tapi orangnya baik banget sama tetangga ..Waktu itu aku pernah di kasih sepeda baru dari bu Hana.. " ucap Dion .


" Kok bisa dia ngasih kamu sepeda?" ucap Tono.


" Waktu itu aku minta di belikan sepeda buat sekolah...Tapi mamakku bilang pake sepeda ontel aja..."


" Kalau sepedanya bagus aja gakpapa ku pake...Jadi aku merengek minta belikan sepeda. Gak lama kemudian bu Hana datang bawa sepeda gunung. Terus di kasihkan ke aku .." ucap Dion.


" Wuiiih.....Enak ya punya tetangga seperti bu Hana .." ucap Dian.


" Iya ..Apa lagi kalau lebaran....Aku dapat angpao seratus ribu ..." ucap Dion


" Njiir ...Kamu sudah gede gitu masa masih minta angpao ..Gak malu sama bulu djembutmu kah Yon .." ucap Tono.


" Diampuut.....Aku gak minta..Tapi di kasih...." ucap Dion.


Dini muncul dari dalam.


" Dek...Sudah jam setengah sepuluh .." ucap Dini.


Arjuna mengecek jam di hape.


" Oh iya...Aku balik dulu ya ...Soalnya bu Tika ngasih tahu pulang jam sepuluh,gak boleh lewat .." ucap Arjuna.


" Ya elah...Ini kan malam minggu Juna...WA aja bu Tika kalau kamu masih di rumah teman. Jam dua belas baru pulang ." ucap Tono .


" Gak ah ..Nanti aku gak bisa masuk rumah kalau di gembok...Yon..Aku pulang dulu ." ucap Arjuna


" Iya...." ucap Dion.


Arjuna mengulurkan tangan ke Dion.


Dion menyambut tangan Arjuna.


" Selamat ulang tahun ya...Semoga menjadi dambaan orang tuamu...Dan mendapat jodoh ." ucap Arjuna


" Asem...Kalau jodoh jangan dulu...Aku masih sekolah...Suwun yoo.." ucap Dion.


Akhirnya Arjuna dan Dini meninggalkan rumah Dion.


Sesampai di depan rumah Kartika. Dini turun lalu menekan bel pintu.


Tak lama kemudian pintu pagar terbuka.


Arjuna menarik tuas gas.


0.0.0


Pagi harinya.


Arjuna membersihkan halaman rumah,setelah itu menyiram bunga.


Di saat menyiram bunga,Dini muncul sambil memegang ponsel Arjuna yang berdering nada panggil.


" Dek....Desy nelpon .." ucap Dini.


" Angkat aja mbak..." ucap Arjuna sambil menyiram bunga.


" Halooo..." ucap Dini.


" Dini....Arjunanya ada...?" suara Desy.


" Ada...."ucap Dini.


" Aku mau ngomong sama Arjuna..." suara Desy.


" Dek....Dia mau ngomong sama kamu" ucap Dini.


Arjuna mematikan keran lalu menghampiri Dini.


Dini menyerahkan ponsel ke Arjuna.


" Ya des...Ada apa?" ucap Arjuna.


" Kamu sibuk kah?" suara Desy.


" Iya ..Aku sibuk ada apa?" ucap Arjuna.


" Aku mau maen kerumahmu..." suara Desy.


" Hemmm...Datang aja...." ucap Arjuna.


" Oke...Aku kesana ya...." suara Desy.


Panggilan berakhir.


Arjuna mengantongi ponselnya lalu lanjut menyiram bunga.


Di saat Arjuna sedang memindahkan pot bunga,Desy muncul naik sepeda motor maticnya.


Arjuna menoleh ke arah Desy lalu lanjut memindahkan pot. Agar tidak bosan melihat bunga.


Desy menghampiri Arjuna.


" Kamu ngapain Ar?" ucap Desy.


" Mindahin hatimu...." ucap Arjuna sambil mengangkat pot bunga.


Desy melihat ke arah bunga Tulip.


" Ini kan bunga Tulip...." ucap Desy.


" Iya...Itu bunga dari belanda..." ucap Arjuna .


" Serius ini dari belanda..?" ucap Desy.


" Kalau gak percaya ya sudah..." ucap Arjuna.


" Kamu beli di mana bunga Tulip ini Ar..?" ucap Desy.


" Di kasih...." ucap Arjuna.


" Ooo ..Kirain kamu beli.." ucap Desy


" Gak sanggup aku Des ..Mending bunga lokal saja yang aku beli .." ucap Arjuna.


Muncul Kartika membawa minuman.


" Ada tamu...." ucap Kartika .


" Iya kak...." ucap Desy.


" Bentar ya,..Ini minuman buat Arjuna..." ucap Kartika


" Gakpapa kak ...Gak di kasih minum juga gakpapa" ucap Desy.


" Gak usah di kasih kak..Ini Desy minum air keran aja sudah cukup..." ucap Arjuna.


" Apa kamu bilang?" ucap Desy sambil melotot.


" Oh iya lupa..Kamu kan gak suka minum air keran,tapi air kobokan..." ucap Arjuna.


Kartika masuk ke dalam rumah untuk membuatkan minuman untuk Desy.


Desy duduk di lantai teras,diam mengamati Arjuna.


" Kamu gak jalan - jalan Ar...?" ucap Desy.


" Jalan - jalan lah .." ucap Arjuna.


" Kemana? ikut dong ." ucap Desy.


"Ke dapur,ke taman,ke kamar..." ucap Arjuna .


" Njirrr ...Itu bukan jalan - jalan.." ucap Desy.


" Aku lebih sering di rumah aja Des ..Kadang pergi ke hutan..." ucap Arjuna


" Ngapain di hutan?" ucap Desy.


" Cari kuntil anak terus ku paku kepalanya dan ku jadikan pacar..." ucap Arjuna.


" Itu kan cuman film..." ucap Desy.


" Cari bunga Des .." ucap Arjuna


" Bunga? bunga apa?" ucap Desy.


" Tuh Anggrek...." ucap Arjuna sambil menunjuk ke arah bunga Anggrek.


" Sama siapa kehutan?" ucap Desy.


" Sendirian..." ucap Arjuna.


" Kami gak takut tersesat?" ucap Desy.


" Enggak...Ada gusti pangeran yang memberitahu jalan keluarnya..." ucap Arjuna.


Arjuna mengambil air minum lalu duduk dan meminum .


" Waktu itu kamu beli kue apa Des?" ucap Arjuna


" Kue ulang tahun ..." ucap Desy.


Kartika muncul lalu meletakkan minuman di dekat Desy .


" Silahkan..." ucap Kartika.


" Terima kasih kak ..Jadi gak enak ngerepotin..." ucap Desy .


" Emang kamu selalu ngerepotin Des ..." ucap Arjuna.


" Apaaa...? " ucap Desy.


Arjuna melihat seekor cacing bergerak di tanah.


" Gakpapa....Ada cacing lewat.." ucap Arjuna.


Desy langsung berdiri dan agak menjauh dari tempat duduknya.


" Usir Junaa....." ucap Desy.


" Kamu takut cacing?" ucap Arjuna


" Iyaa ...." ucap Desy.


Arjuna memungut cacing tersebut.


" Nah Des...." ucap Arjuna sambil memberikan cacing ke Desy.


Desy lari menjauh.


" Buang Juna.....Geli tahu .." ucap Desy.


Arjuna meletakkan cacing itu ke pot,lalu kembali duduk.


Muncul Nurmala membawa kue.


" Itu kan cewek yang waktu itu mencium Arjuna." ucap Desy dalam hati


Nurmala duduk di samping Arjuna. Lalu mencium pipinya.


Chuup....


" Di makan kuenya ya ganteng..." ucap Nurmala.


" Iya cantik..." ucap Arjuna.


Desy melihat Arjuna di cium oleh Nurmala menjadi cemburu,lantas ia duduk di sebelah Arjuna.


" Besok jadi ikut lomba lari?" ucap Nurmala.


" Jadi dong kak..." ucap Arjuna.


" Kalau menang...Traktir ya .." ucap Nurmala.


" Boleh....Tapi cuman lima juta aja kak hadiahnya..." ucap Arjuna.


" Gakpapa...Yang penting traktir..." ucap Nurmala.

__ADS_1


__ADS_2