ARJUNA

ARJUNA
HANA MENDATANGI ARJUNA.


__ADS_3

Sore hari.


Nampak Arjuna menyiram bunga. Nurmala datang menghampiri.


" Yank...Kita balik jam enam ya .." ucap Nurmala.


" Iya...." ucap Arjuna.


" Oh iya ...Sayang mau pindah sekolah apa enggak?" ucap Nurmala.


" Hemmm.... Iya...Aku pindah aja yank....Di sini aku teringat terus dan makin benci ..." ucap Arjuna.


" Ini rombongnya bagaimana?" ucap Nurmala.


" Ya di bawa ke sana yank...Aku mau jualan di teras rumah...Boleh gak?" ucap Arjuna.


" Boleh....Setelah pulang kerja. Aku akan bantuin sayang..."


" Apakah sayang masih marah?" ucap Nurmala.


" Marah sama siapa?" ucap Arjuna.


" Sama keluarganya mas Imam..." ucap Nurmala.


" Masihlah....." ucap Arjuna.


" Sayang mau bawa mobilnya kak Tika?" ucap Nurmala.


" Enggak mau ...Mending di jual aja atau di buang." ucap Arjuna.


" Sayang benci sama kak Tika?' ucap Nurmala.


" Aku gak akan benci dengan orang yang aku sayang,meskipun dia tidak menjadi milikku.." ucap Arjuna.


" Sayang ikhlas?" ucap Nurmala.


" Iya...Tapi tidak untuk kematian mbak Dini.." ucap Arjuna.


Setelah jam 6 lewat,mereka pun meninggalkan rumah Kartika menuju rumah Nurmala.


" Yank....Mampir sebentar kerumah si bangsat itu?" ucap Arjuna.


" Sayang mau ngapain..." ucap Nurmala.


" Aku ada perlu sebentar..." ucap Arjuna


" Enggak...Nanti sayang berkelahi lagi..." ucap Nurmala.


" Kalau gak mau,aku lompat...' ucap Arjuna lalu melepas sabuk pengamannya.


" Iya...Iya ...Jangan lompat yank..." ucap Nurmala.


" Gitu donk...." ucap Arjuna.


Sesampai di gerbang rumah Bayu.


Arjuna melihat pintu pagar tertutup dan tak ada siapapun yang menjaga . Kemudian Arjuna keluar dari mobil sambil membawa keris di balik punggungnya.


" Kemana penjaganya..."


Nurmala keluar dari mobil.


Arjuna melompati pagar. Dan melihat tak ada seorangpun yang berjaga.


Tak jauh dari Arjuna,ada dua penjaga yang mengawasi Arjuna dari layar CCTV


Arjuna kembali melompati pagar kedua lalu berjalan sambil mengeluarkan kerisnya.


" Walang Yashpal...Bunuh orang yang kamu temui di rumah ini.." ucap Arjuna.


Keris yang di pegang Arjuna keluar dari sarungnya lalu melesat masuk ke dalam rumah. Sementara Arjuna menunggu di luar.


Tak sampai 5 menit,keris itu muncul kembali,Arjuna tak melihat ada noda darah,itu berarti tak ada siapapun di dalam rumah.


Arjuna beralih ke rumah sebelahnya. Hasilnya pun sama hingga sampai di rumah terakhir.


" Bangkek....Mereka semuanya sudah pergi..." ucap Arjuna dalam hati kesal,ia tak melihat ada noda darah pada keris.


" Nanti kamu akan kembali ke sini,bunuh siapa saja yang ada di rumah ini.." ucap Arjuna.


Arjuna memasukkan lagi kerisnya ke dalam sarungnya kemudian pergi.


Sementara penjaga yang melihat CCTV itu melaporkan ke Bayu.


" Assalam mu'alaikum pak .." ucap penjaga.


" Wa'alaikum salam warah matullah..Ada apa?" suara Bayu.


" Arjuna datang kemari,dia membawa keris. Keris itu melayang di udara pak,lalu masuk ke dalam rumah .." ucap penjaga,ia hanya bisa melihat sampai di halaman rumah. Untuk di dalam rumah,ruang kontrolnya berbeda dengan CCTV penjaga.


" Jangan sampai kalian bertemu dengan Arjuna...Jika tidak,Arjuna akan membunuh kalian..." suara Bayu.


" Siap pak..." ucap penjaga.


" Assalam mu'alikum warah matullah..." suara Bayu.


" Wa'alaikum salam warah matullah. " ucap penjaga.


Di sisi Arjuna.


Arjuna sedang dalam perjalanan menuju rumah Nurmala,di samping Arjuna ada Nurmala yang sedang menyetir.


Saat Arjuna melihat kaca spion,ia melihat mobil GrandMax warna hitam yang mengangkut rombong jualannya serta barang - barang lainnya. di belakangnya ada mobil Hitam,namun Arjuna tak tahu merk mobil tersebut karena terhalang mobil GrandMax. Arjuna melihat ke depan lagi.


" Apakah mereka pindah rumah ya..." ucap Arjuna dalam hati.


Arjuna memutuskan pindah dari rumah Kartika,dan juga pindah sekolah,nomor ponselnya pun di ganti.


Sesampai di rumah Nurmala. Arjuna melihat mobil hitam yang ada di belakang mobil GrandMax lewat di depannya.


Arjuna tidak tahu bahwa mobil hitam yang barusan lewat adalah mobil milik keluarga Bayu,yang di dalamnya terdalam 2 orang yang mengikuti Arjuna.


Arjuna membantu menurunkan rombong jualan,kemudian mengangkut vas bunga miliknya.


1 jam kemudian.


Nampak Arjuna duduk di ruang keluarga memainkan ponselnya bersama Nurmala.


" Yank...Ini bagus gak?" ucap Nurmala sambil menunjukkan ponselnya.


Arjuna melihat ke layar ponsel,nampak gambar baju wanita di jual online.


" Kenapa gak beli di pasar aja yank?" ucap Arjuna.


" Malas yank...Belum pergi kesana,belum lagi nawarnya,belum lagi kepanasan,capek..." ucap Nurmala.


" Bagus cuman kainnya aku gak tahu .." ucap Arjuna.


" Reviewnya seh bagus yank...." ucap Nurmala.


" Ya beli aja kalau sayang suka..." ucap Arjuna.


" Belikan donk yank ..." ucap Nurmala.


" Iya...." ucap Arjuna.


Chuuup...Nurmala mencium pipi Arjuna.


" Makasih sayang...."


" Hemm...Yank...Jujur sama aku"


" Sayang masih cinta sama kak Tika?" ucap Nurmala.


" Masih...Cuman sudah gak seberapa lagi. Toh dia sudah bahagia,apa yang dia inginkan akhirnya terwujud .." ucap Arjuna.


" Kalau aku ...." ucap Nurmala.


" Gak usah di tanya sayang ..Jika aku gak sayang dan cinta. Aku gak akan ke sini dan tinggal bersamamu .." ucap Arjuna.


Nurmala memeluk Arjuna.


" Besok sayang jualan apa enggak?" ucap Nurmala.


" Jualan yank... Besok aku beli bahannya dulu..." ucap Arjuna.


Tak lama kemudian mereka masuk ke dalam kamar tidur,lalu bercinta.


Setelah bercinta,Arjuna hendak pergi keluar sambil membawa kerisnya.


" Sayang mau kemana?" ucap Nurmala.


" Keteras dulu yank.." ucap Arjuna.


" Kok bawa keris" ucap Nurmala.


" Gakpapa...Sebentar aja,paling 20 menit..." ucap Arjuna lalu keluar kamar.


Sesampai di teras rumah.


" Walang Yasphal ..Pergilah dan bunuh orang yang kamu temui di rumah itu.Jika tak ada orang atau sudah selesai membunuh,segera kembali.." ucap Arjuna


Keris yang di pegang Arjuna keluar dari sarungnya,lalu melesat sangat cepat menuju rumah Bayu .


Setelah keris itu pergi,Arjuna duduk di undakan lantai sambil menunggu kerisnya kembali.


Arjuna mendengar langkah kaki dari belakang,lalu menoleh. Ia melihat Nurmala berdiri di pintu.


" Sayang tidur aja..." ucap Arjuna.


Nurmala berjalan lalu duduk di samping Arjuna.


" Aku nunggu sayang....Sayang lagi apa seh?' ucap Nurmala.


" Lagi nunggu kerisku yank.." ucap Arjuna.


" Bukannya keris itu sayang pegang..." ucap Nurmala.


Arjuna menunjukkan sarung keris ke Nurmala.


" Neh kalau sayang gak percaya...." ucap Arjuna.


" Looh....Kerisnya kemana yank?" ucap Nurmala.


" Jalan - jalan yank...Dia bosen kalau di kurung terus..." ucap Arjuna.


Di sisi keris Arjuna.


Keris yang di perintahkan oleh Arjuna,bergerak sangat cepat,kecepatannya melebihi kecepatan pesawat tempur Shukoi buatan Rusia.


Tak membutuhkan waktu lama,keris itu tiba di rumah Bayu,lalu melesat ke salah satu rumah. Keris itu menabrak kaca jendela,karena pintunya tertutup. Satu persatu rumah itu di datangi keris Arjuna. Namun tak ada seorang pun di dalam rumah. Penjaga yang mendengar ada suara kaca pecah lantas datang untuk memeriksa.


Keris Arjuna melihat ada dua orang berjalan di halaman rumah lantas melesat dengan cepat.


JLEEEEB...... Keris itu melesat ke dada penjaga dan tembus,lalu menyerang penjaga satunya.


JLEEEB....

__ADS_1


Kedua penjaga itu pun tumbang. Kemudian keris itu mengitari halaman untuk mencari manusia yang ada di halaman.


Setelah mengitari halaman tak menemukan manusia,keris itu kembali lagi ke Arjuna.


Di sisi Arjuna.


Arjuna yang menunggu kerisnya kembali merasakan bahwa kerisnya akan datang.


Nampak keris itu melesat dengan cepat,saat sudah dekat berjarak 2 meter dari Arjuna,keris itu berhenti bergerak sambil melayang di udara


" Apakah ada orang di sana?"


Keris menganggung ke depan.


" Bagus....Masuklah ..." ucap Arjuna .


Keris itu masuk ke dalam sarungnya .


" Gilaaa... Di zaman modern seperti ini masih ada benda seperti itu ..Jika media tahu,pasti heboh..." ucap Nurmala dalam hati .


" Ayoo yank kita masuk..." ucap Arjuna.


Mereka pun masuk ke dalam rumah,lalu tidur.


Di sisi rumah Bayu.


Setelah penyerangan keris di kediaman Bayu,penjaga yang mengawasi CCTV memanggil rekannya,namun tak ada jawaban. Sudah 3 kali ia panggil tak ada jawaban,lalu meminta rekan di sebelahnya untuk mengecek.


Penjaga itu keluar lalu berjalan memasuki area halaman. Mata penjaga melihat rekannya tergeletak di halaman lantas menghampirinya,kemudian memeriksa.


Saat di periksa,penjaga itu terkejut bahwa rekannya telah tewas bersimbah darah. Lalu melaporkan ke rekannya yang mengawasi CCTV.


Penjaga yang mengawas CCTV mendapat laporan bahwa rekan yang memeriksa rumah Bayu tewas segera melaporkan ke komandannya.


#Di sisi Bayu.#


Bayu bersama keluarganya di Jakarta.


Nampak Bayu berjalan menaiki tangga menuju kamar tidur. Tiba - tiba ponselnya begetar panjang. Ia pun segera mengecek siapa yang menelpon malam - malam begini.


Di layar muncul kontak Komandan jaga. Bayu menerima panggilan tersebut.


" Ada apa pak...." ucap Bayu.


" Maaf pak saya mengganggu,saya mendapat laporan bahwa 2 petugas jaga di rumah anda yang ada di Jogja tewas terbunuh pak..." suara pria.


" Siapa pelakunya?" ucap Bayu.


" Kami belum tahu pak,...Masih di selidiki. Sebab dalam rekaman CCTV tidak ada penyusup,hanya saat sore hari menjelang magrib ada yang masuk pak.." suara pria


" Siapa yang masuk? Apakah Arjuna?" ucap Bayu.


" Benar sekali pak...Arjuna datang dengan cara melompati pagar .."suara pria.


" Terima kasih atas informasinya..." ucap Bayu lalu mematikan panggilan.


" Untung saja semua keluargaku,aku bawa ke sini . Jika tidak mereka akan mati.." ucap Bayu dalam hati.


Bayu mencari kontak ibunya lalu menelpon.


Tuuut ...Tuuuut ..Tuuuut ...Tuuuuut.....


Tuuuuuut ....


" Assalam mu'alaikum..." suara Hana.


" Wa'alaikum salam bu...Bayu mendapat kabar bahwa 2 penjaga yang ada di rumahku tewas terbunuh bu..." ucap Bayu.


" Rumah sayang yang di mana?" suara Hana.


" Di Jogja bu...Bayu menduga itu perbuatan Arjuna.." ucap Bayu.


" Ibu akan ke sana...." suara Hana.


" Hati - hati bu....Assalam mu'alaikum..." ucap Bayu.


" Wa'alaikum salam...." suara Hana


#Di sisi Hana.#


Setelah Hana terima telpon dari Bayu, Hana segera mengganti pakaiannya lalu meluncur kerumah Bayu memakai sepeda motor.


Sesampai di rumah Bayu.


Hana bertanya ke petugas jaga,petugas itu memberi tahu ke Hana.


Hana segera berjalan ke TKP.


Nampak ada beberapa petugas Forensik sedang mengintrogasi ke petugas penjaga,ada pula yang memfoto mayat .


Hana menghampiri salah satu mayat yang tergeletak.


" Maaf ,anda siapa?" ucap pria 1 yang merupakan Tim Forensik dari POLRI.


" Dia bu Hana...." ucap penjaga.


" Jangan di sentuh mayat itu dengan tangan kosong bu...Gunakan sarung tangan karet" ucap pria 2 lalu memberikan sarung tangan karet ke Hana.


Hana memakai sarung tangan karet,lalu memeriksa mayat tersebut.


Nampak ada noda darah di dada dan ada pakian yang tobek. Hana membalikkan mayat tersebut.


Nampak ada bekas goresan benda tajam di kain serta noda darah .


" Keris Arjuna..." ucap Hana dalam hati lalu berdiri dan melepaskan sarung tangan karetnya .


" Tolong tunjukkan rekaman saat sebelum petugas itu di serang..." ucap Hana ke penjaga CCTV.


" Baik bu...." ucap petugas CCTV.


Petugas CCTV menampilkan rekaman saat kejadian. Namun sayang,posisi korban tak terkena kamera pengawas.


" Apakah ada yang menyusup?" ucap Hana.


" Tidak ada bu....Hanya tadi sore saja Arjuna kembali ke sini..." ucap petugas CCTV.


" Sepertinya aku tak meremehkan kemampuan Arjuna...Aku harus segera bertindak..Jika tidak. Keluarga Han akan celaka..." ucap Hana dalam hati.


#0.0.0#


Rumah Nurmala.


Nurmala pagi - pagi berangkat kerja,kini tinggallah Arjuna seorang diri.


Arjuna telah menaruh kerisnya di tempat khusus,agar jika di panggil langsung segera datang dan tak merusak pintu maupun jendela. Arjuna tahu kemampuan kerisnya itu dari kakeknya ( Ki Suro),keris itu dapat menembus batang pohon yang berdiameter 2 meter sekalipun. Dan mampu menembus plat baja yang tebalnya 1 Cm.


Sebab Ki Suro pernah bercerita ke Arjuna bahwa keris itu di pakai untuk menyerang penjajah . Sudah ribuan nyawa melayang akibat di bunuh keris itu.


Nampak Arjuna bersiap - siap untuk pergi berbelanja,karena nanti malam akan berjualan.


Tok....Tok...Tok...


Arjuna mendengar ketukan pintu,ia heran,padahal pintu pagar di kunci dari dalam setelah Nurmala pergi,ia pun waspada akan ancaman,lalu Arjuna berjalan menuju pintu yang lain menuju depan rumah tak lupa membawa keris yang ia selipkan di balik punggung untuk berjaga - jaga.


Saat berada di samping rumah,Arjuna mengintip.


Nampak seorang wanita memakai pakaian merah berjilab dan bercadar,lalu melihat ke arah pintu pagar. Pintu pagar masih terkunci.


" Sepertinya dia bu Hana...." ucap Arjuna dalam hati lalu menampakkan diri.


" Assalam mu'alaikum nenek...." ucap Arjuna.


Wanita bercadar itu menoleh ke arah Arjuna.


" Wa'alaikum salam..."


Tebakan Arjuna benar,ia mendengar suara wanita itu adalah bu Hana


Arjuna berjalan sambil waspada bila dirinya di sergap.


" Apakah kamu membunuh dua orang penjaga di rumah putraku?" ucap Hana langsung to the point.


" Heemmmm...."


" Kasih tahu apa enggak ya ..." ucap Arjuna.


" Kemarin..."


" Kamu apakan tubuhku ..?"


Arjuna diam tak menjawab.


" Cepat katakan... Atau..." ucap Hana.


" Atau apa?" ucap Arjuna.


",Aku membunuhmu..." ucap Hana pelan.


mengancam. Sebab dirinya merasa di lecehkan saat tidak sadarkan diri.


Arjuna tersenyum sambil berjalan mondar mandir . Ia juga mempertajam indra pendengarannya.


Terdengar suara pria di balik tembok.


" Suruh pengawal mbah menjauh dari rumah ini sejauh 100 meter ....." ucap Arjuna.


" Dia tahu kita di sini" suara pria terdengar oleh Arjuna.


" Mereka hanya mengantarku saja..." ucap Hana.


Arjuna mengangkat tangan kanannya,lalu merubah kukunya menjadi kuku Harimau.


" Aku hitung sampai tiga....Kalau tidak menyingkir,aku akan menghampirinya dan merobek lehernya dengan kuku tajamku ini..."


Arjuna menatap tajam ke arah Hana.


" Satu ...."


" Dua....." ucap Arjuna


" Kalian menjauhlah " ucap Hana .


" Pilihan yang tepat....Tunggu di sini,aku akan membukakan pintu..." ucap Arjuna.


" Bicara di sini saja..." ucap Hana.


" Kalau gak mau,silahkan nenek pergi dari sini,karena nenek telah memasuki halaman orang lain tanpa izin tuan rumah..." ucap Arjuna.


" Kamu juga melakukannya...Kamu memasuki rumah putraku tanpa izin dari putraku" ucap Hana.


" Dasar nenek - nenek...." ucap Arjuna.


" Cepat katakan,apa yang kamu lakukan kemarin?" ucap Hana emosi.


" Tunggu di sini....Aku akan membukakan pintu " ucap Arjuna


Setelah Arjuna berkata,dirinya lenyap dari hadapan Hana.

__ADS_1


" Kecepatannya sungguh luar biasa cepat,aku harus berhati - hati .." ucap Hana dalam hati


Pintu rumah terbuka,muncullah Arjuna


" Silahkan masuk......"


Hana memasuki rumah sambil waspada.


" Silahkan duduk...." ucap Arjuna.


Hana duduk sambil melihat ke Arjuna.


" Apa yang kamu lakukan terhadapku?" ucap Hana.


" Masih ingat pertanyaanku yang kemarin nek?" ucap Arjuna.


" Pertanyaan yang mana?" ucap Hana.


" Mengapa nenek awet muda. Padahal umurnya sudah tua,tapi masih mulus dan seksi..." ucap Arjuna.


" Iya...Aku ingat...Kamu apakan tubuhku?" ucap Hana menatap tajam.


" Aku hanya memeriksa,apakah nenek memakai susuk apa tidak...Setelah aku periksa tidak ada,setelah itu aku pakaikan lagi pakaian nenek" ucap arjuna.


" Bohong...." ucap Hana tak percaya.


" Kamu yang pembohong.. Mengapa kamu tak memberitahu kami jika Kartika menikah dengan si BANGSAT itu,dan kenapa kamu tidak mengantarkan Kartika untuk menemui Dini,malah kamu membawa Dini ke rumahmu HAAAAH....."


Hana terdiam.


" Jika kamu membawa Kartika kepada kami...Mbakku gak akan mati...."


" Kamu marah karena aku melihat tubuhmu? Aku lebih marah karena kamu menyebabkan mbakku mati .." ucap Arjuna.


" Aku minta maaf..." ucap Hana,ia sadar jika dirinya bersalah. Karena tak menyuruh Kartika menemui Arjuna dan Dini.


" Kamu masih mempermasalahkan tubuhmu yang aku lihat? "


"Jika saja kamu jujur padaku,aku tidak akan berbuat seperti itu kepadamu..."


Arjuna berdiri lalu berjalan meninggalkan Hana.


Tak lama kemudian Arjuna kembali. Sambil membawa amplop coklat besar dan dua teh Kotak.


Arjuna meletakkan amplop itu di depan Hana serta teh Kotak.


" Ambillah...Aku tak butuh pemberian dari wanita BANGSAT itu....Aku masih bisa mencari sendiri..." ucap Arjuna.


" Maafkan kesalahan Ayu Arjunaa..." ucap Hana.


Arjuna meminum teh kotak tersebut,lalu meletakkan di meja.


" Aku belum bisa memaafkan kesalahan wanita itu...."


" Aku sudah berpesan ke mbakku untuk di rumah saja selama aku pergi untuk menenangkan pikiranku "


" Aku berencana mengajak mbakku ke rumah ini...." ucap Arjuna.


" Apakah kamu tidak mau memaafkan kesalahan ibu kandungmu?" ucap Hana.


" Dia bukan ibu kandungku..Camkan itu..." ucap Arjuna.


" Saat Ayu melahirkan di rumah sakit,bayinya tertukar...." ucap Hana.


" Jangan mendongeng di sini....Pertanyaanmu sudah aku jawab..Sekarang jawab pertanyaanku.. Mengapa bisa awet muda?" ucap Arjuna.


" Karena aku menjaga wudhuku..." ucap Hana.


" Demi Allah? "


Hana terdiam,tak mungkin mengiyakan ucapan Arjuna.


" Rupanya benar....Kamu juga pandai berdusta..." ucap Arjuna.


" Karena mata pelangi" ucap Hana.


" Ha....Ha....Ha....Ha....Ha.....Ha....Ha..." Arjuna tertawa lalu diam


" Emangnya Jamrud apa,ada pelangi di matamu...." ucap Arjuna.


Hana merubah matanya menjadi pelangi.


" Lihatlah mataku..." ucap Hana.


" Ogah....Nanti aku di hipnotis,terus kamu menciumiku dan memperkhosaku karena aku brondong tampan,ya kan" ucap Arjuna


" Ciiih....Ngapain juga aku memperkhosamu.... Aku gak tertarik padamu .." ucap Hana.


" Kenapa tidak menikah? Malah milih status janda" ucap Arjuna.


" Aku tidak ingin menikah..." ucap Hana.


" Semua yang nenek katakan,aku tidak percaya...Oh iya di minum nek tehnya " ucap Arjuna.


" Apakah kamu membunuh dua pengawal itu?" ucap Hana.


" Buat apa aku jujur pada nenek jika nenek saja pandai berdusta. Kata temanku,nenek selalu mengaji di malam hari... Lepas saja jilbab nenek itu jika masih berdusta. Gak pantas seorang muslimin berjilbab tapi berdusta..." ucap Arjuna.


" Aku tidak berdusta ...Apa yang aku katakan benar adanya..." ucap Hana.


" Kalung yang nenek pakai itu kalung apa?" ucap Arjuna.


" Sial...Dia selalu mengujiku..Jika aku memberitahukannya..Dia akan merebut kalung ini..." ucap Hana dalam hati.


" Hanya kalung biasa..." ucap Hana.


" Dari batu apa?" ucap Arjuna.


" Ini hanya kaca...." ucap Hana.


" Demi Allah kalau itu yang merah itu adalah kaca bukan batu Merah Delima?" ucap Arjuna.


" Baiklah....Jika kamu tak mau mengakuinya,kamu akan di buru oleh polisi.." ucap Hana mengalihkan pertanyaan Arjuna.


" Jangan asal menuduh jika tidak punya bukti.." ucap Arjuna.


" Kerismu yang menjadi buktinya..." ucap Hana.


" Kerisku? Apakah aku ada di sana saat kejadian?" ucap Arjuna.


" Tidak..Tapi kerismu dapat bergerak sendiri..." ucap Hana.


" Dan aku juga bisa menuntutmu,karena telah membawa mbakku pergi,dan membuat mbakku meninggal..."


Hana terdiam. Lalu ia berdiri.


" Aku pulang dulu ...Assalam mu'alaikum " ucap Hana lalu berjalan.


Hana menghentikan langkahnya karena Arjuna muncul di depannya.


" Ini ketinggalan..." ucap Arjuna sambil menyerahkan map coklat.


Hana menerima lalu berjalan.


" Lubang nenek masih sempit pas aku coba masuki...." ucap Arjuna.


Hana menghentikan langkahnya.Lalu menoleh ke arah Arjuna.


" Kamu menyethubuhiku?' ucap Hana lalu berlari dan melayangkan pukulan ke Arjuna.


Arjuna menghindari serangan Hana.


" Rasanya seperti masih gadis..." ucap Arjuna sambil menghindar.


" Bajingan....." ucap Hana marah besar sambil menyerang Arjuna.


Arjuna menangkap tangan,kemudian merebahkan di lantai,dan segera menguncinya.


Hana yang di landa rasa amarah mencoba melepaskan kuncian Arjuna.


" Kenapa marah...? Kan memang benar kan? Apa yang aku katakan adalah kejujuran dan aku tak sepertimu yang pandai berdusta ." ucap Arjuna.


" Aku bunuh kamu..." ucap Hana lalu meningkatkan kekuatannya.


Arjuna memukul bagian belakang Hana.


Buuughhhh....


Hana pingsan sebelum kekuatannya penuhnya muncul.


" Asem....Nyusahin aja ini nenek - nenek..." ucap Arjuna.


Arjuna berdiri lalu mengambil tali untuk mengikat Hana. Setelah dapat. Arjuna membuka jilbab,lalu melepas kalung Hana,kemudian mengikat Hana dan membawanya di kamar tidur.


Arjuna memandangi Hana.


" Dasar orang kaya...Pintar berbohong..Pantas aja kaya, seperti caleg yang membohongi masyarakat dengan janji manisnya.."


" Enaknya di apakan ya..."


" Hemmm....Telpon Nur aja lah.." ucap Arjuna.


Arjuna menghubungi Nurmala untuk memberitahukan bahwa Hana ada di rumah dalam keadaan terikat. Arjuna juga sudah menceritakan saat dirinya melawan Bayu dan Hana dan juga saat dirinya memeriksa tubuh Hana.


Setelah menelpon Nurmala,muncul niat iseng ke Arjuna.


Arjuna mengambil benda yang terbuat dari silikon yang dulu punyanya Dini. Kemudian Arjuna memberi pelumas dengan liurnya lalu di masukkan dalam lubang Hana.


" Beres dah....Gitu sih tukang bohong...." ucap Arjuna.


Arjuna mengikat Hana menyilang seperti huruf X. Kedua tangan dan kakinya terikat. Arjuna melakukan itu ke Hana sebagai pelajaran,karena tak memberitahukan ke dirinya atau ke Dini bila Kartika menikah dengan Imam serta menyebabkan Dini meninggal.


" Ini belum seberapa bu Hana...Aku akan membunuh semua keluargamu...Terutama anakmu Ayu......" ucap Arjuna dalam hati.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2