
Di perjalanan,Bayu memikirkan ucapan Arjuna dan Bejo. Di saat Arjuna akan membunuh dirinya karena tak menganggapnya sebagai anaknya.
" Ya Allah...Kenapa aku berkata seperti itu kepada putraku" ucap Bayu dalam hati menyesali akan ucapannya waktu itu. Ia berkata seperti itu karena dirinya sangat marah kepada Arjuna.
" Pak jika ada toko pakaian muslimah...Mampir ke toko pakaian muslim ya pak.." ucap Bayu kepada supirnya.
" Siap pak..." ucap supir.
Arjuna menatap ibunya lagi mengenakan sarung sebagai jilbab dan penutup wajah. Saat perjalanan,Bayu yang memakaikan sarung tersebut. Ia terpaksa mengendalikan ibunya secara penuh,karena jika tidak,akan teringat dengan Arjuna.
" Bu....Bayu akan menyembuhkan ibu .." ucap Bayu dalam hati.
Mobil berhenti di pinggir jalan.
Bayu melihat ada toko yang menjual pakaian wanita.
" Bu...Ikut Bayu..." ucap Bayu.
Hana mengikuti Bayu, tatapannya masih kosong karena masih dalam pengaruh hipnotis Bayu.
Sesampai di dalam toko.
Bayu memilih pakaian untuk ibunya. Seorang wanita pelayan toko berdiri tak jauh dari Bayu.
" Mbak... Saya minta tolong" ucap Bayu.
" Minta tolong apa pak?" ucap pelayan.
" Hemm...Pilihkan pakaian untuk ibu saya,dan tolong bantu ibu saya memakai pakaian." ucap Bayu.
" Baik pak..Maaf pak.."
"Usia ibu bapak berapa tahun.." ucap pelayan.
" Anda gak sopan menanyakan umur ke pelanggan. Sudah tahu ini ibu saya di depan anda.Malah nanya umur.." ucap Bayu.
" Maaf pak..." ucap pelayan.
" Pilihkan satu dari pakaian yang terbaik yang anda jual..Jangan tanya warna dan ukuran. Jika anda profesional tentu tahu apa yang anda akan lakukan pada pelanggan." ucap Bayu.
" Mari ikut saya bu..." ucap pelayan.
" Bu...Ikutin wanita itu..." ucap Bayu.
Hana mengikuti pelayan wanita.
Bayu mengikuti dari belakang dan memperhatikan.
Pelayan mengambil beberapa stel pakaian.
" Ibu mau pilih yang mana?" ucap pelayan sambil memperlihatkan pakaian.
" Ambil menurut anda yang bagus,kemudian jilbabnya sesuai dengan pakaian itu" ucap Bayu.
" Kalau ibu anda tidak suka bagaimana pak?" ucap pelayan.
" Saya bilang pilihkan saja... PAHAM..." ucap Bayu membentak.
" I...I ..Iya pak .." ucap pelayan.
" Bagus....Kalau anda karyawanku,sudah kupecat anda karena gak becus melayani permintaan pelanggan. " ucap Bayu.
Pelayan itu segera memilihkan pakaian,kemudian jilbab.
Ponsel Bayu berdering nada panggil. Bayu mengambil ponselnya.
Nampak panggilan dari Sulis.
" Assalam mu'alaikum dek..." ucap Bayu.
" Wa'alaikum salam mas ..Mas lagi di mana?' suara Sulis.
" Di toko pakaian..Belikan baju untuk ibu..." ucap Bayu.
" Ibu gak bawa pakaian kah mas?" suara Sulis.
" Bawa...Cuman ya itu. Ibu gak bawa pakaian muslimnya dek...Ini aku nutup aurat ibu pakai sarung biasa aku pakai untuk shalat...." ucap Bayu.
" Arjuna di mana shujin..." suara Ayu.
" Aku tinggal di warung makan bersama kang Bejo yomesan.." ucap Bayu.
" Apakah Arjuna menghajar sayang lagi ?"suara Diana.
" Enggak yank...Arjuna di tundukkan oleh kang Bejo .."
Bayu melihat pelayan.
" Sudah di pilih semuanya?" ucap Bayu.
" Ini saya sedang memilih manset pak" ucap pelayan.
" Shujin..Aku ingin bertemu dengan Arjuna " suara Ayu.
" Jangan dulu yomesan... Tunggu Arjuna yang menghubungi yomesan.." ucap Bayu.
" Sudah pak..." ucap pelayan.
" Aku kangen dengan Arjuna shujin..." suara Ayu.
" Pakaikan pakaian itu ke ibu..." ucap Bayu.
" Iya pak ..Mari bu" ucap pelayan.
" Ikuti wanita itu bu..."
Hana mengikuti wanita tersebut.
" Yomesan... Jika yomesan memaksa. Arjuna akan marah. Jadi aku mohon bersabar ya sayang..." ucap Bayu.
" Iya shujin..." suara Ayu.
Sementara pelayan bersama Hana,pelayan membuka kain sarung.
Nampaklah wajah cantik Hana.
Pelayan itu terkejut melihat wajah Hana yang begitu cantik. Kulitnya tak ada yang kendor atau keriput. Ia heran,mengapa wanita di depannya di akui sebagai ibu dari pria yang membawanya ibu tersebut. Padahal rambut pria itu sebagian sudah beruban. Sementara wanita di depannya masih sangat muda rambut hitam.
" Jangan bengong mbak...Segera pakaiakan pakaian ibu saya..." suara Arjuna dari luar.
Pelayan itu segera memakaiakan pakaian tersebut. Satu persatu di lepas. Mata pelayan melihat ada bekas merah di leher wanita itu, dan ia melihat gunung di balik penutup masih padat dan kenyal.
Pelayan menduga wanita yang bersamanya itu ibu tiri.
" Enak juga ya,bisa mendapatkan suami orang kaya,tinggal tunggu matinya aja. Langsung mendapatkan harta warisan.." ucap oelayan dalam hati. Ia menduga wanita yang bersamanya itu menggoda ayah dari pria yang membawa wanita tersebut.
Setelah selesai membayar,Bayu melanjutkan lagi perjalanannya.
Bayu memegang ponsel lalu mencari kontak Syaifudin yang ia ketik Kyai sapi. Kemudian menelpon.
Tuuut....Tuuuut ...Tuuuut ..Tuuuut ..
" Assalam mu'alaikum..." suara Kya Syaifudin.
" Wa'alaikum salam warah matullah...Gus ..Sibuk gak?" ucap Bayu.
" Hemm..Sejam lagi aku mau pengajian kitab. Ono opo Bay? Tumben nelpon...Mesti kowe duwe masalah..." suara Kyai Syaifudin.
" He eh gus... Aku jaluk tulung,sampeyan iso gak menghilangkan ilmu sihir..." ucap Bayu.
" Ilmu sihir yang seperti apa?" suara Kyai Saifudin.
" Yang membuat orang jatuh cinta dan menuruti semua keinginan. " ucap Bayu.
" Siapa yang kena sihir itu Bay?" suara kyai Syaifudin.
" Ibuku kang..." ucap Bayu.
" Hemm....Bawa aja ke sini...Nanti aku hubungi temanku..." ucap kyai Syaifudin.
" Siap kang,besok pagi jam 10 an insya Allah aku ke sana. Assalam mu'alaikum..." ucap Bayu.
" Wa'alaikum salam warah matullah .." suara kyai Syaifudin.
# Di sisi Arjuna.
# Sebelum Bejo memasuki mobil untuk mengikuti Arjuna. Seorang pengawal memberikan peti kotak yang terbuat dari kayu jati.
" Apa ini?" ucap Bejo.
" Tadi pak Bayu menyuruh saya untuk mengambil keris Ki..." ucap pengawal.
" Keris? Kerisnya Arjuna?" ucap Bejo.
" Iya Ki..." ucap pengawal.
Bejo mengambil ponselnya lalu masuk ke dalam mobil .
" Ikutin Arjuna " ucap Bejo lalu menelpon Bayu.
Tuuut....Tuuut...Tuuuut. .
" Hallo kang..." suara Bayu.
" Kenapa kerisnya Arjuna kamu kasih ke aku wedus..." ucap Bejo.
" Aku gak ingin keluargaku mati gara - gara keris itu...Tolong sampeyan amankan,dan kalau perlu di kubur..." suara Bayu.
" Juancook...Kowe golek perkoro wae...Kalau Arjuna marah gimana?" ucap Bejo.
" Gak masalah...Dia gak bisa membunuh orang dengan keris itu. Tolong ya kang..." suara Bayu.
" Asem ...Kalau Arjuna ngamuk,aku gak mau bantu gara - gara keris ini..." ucap Bejo
" Tenang aja kang...Semua sudah aku rencanakan..." suara Bayu.
Bejo mematikan panggilan.
# Saat ini.
Arjuna mengemudikan mobil sedan tersebut dengan hati - hati.
Tiiiin......Tiiiinnn..... Suara klakson dari kendaraan belakang.
Arjuna melihat kaca spion.
" Gak urus cook...Mau klakson sampe akimu habis,gak bakalan aku kasih jalan..." ucap Arjuna dalam hati sambil menyetir. Ia tak mau memberi jalan pada kendaraan lain di belakanganya.
Nampak di spidometer menunjukkan angka 40 sementara di depan kosong tak ada kendaraan mobil. Sementara dari arah berlawan arah,kendaraan berseliweran.
Mobil yang menyalakan klakson segera menyalip ketika melihat dari arah berlawanan arah .
"Mas... Dekatin mobilnya Arjuna..." ucap Bejo.
Mobil yang di tumpangi Bejo segera mendekati mobil Arjuna .
Tiba - tiba Arjuna merasakan ingin BAB.
" Diampuut... Kebelet ngisink maneh..." ucap Arjuna.
Arjuna ingin buang air besar lantas mencari mesjid.
Setelah menemukan mesjid,kebetulan mesjid itu mengumandangkan adzan.
Arjuna menepikan kendaraan di pinggir jalan,lalu keluar dari mobil dan berjalan ke mesjid .
Bejo yang mengikuti Arjuna heran melihat Arjuna masuk dalam mesjid.
" Lah .. Arjuna shalat...Berarti dia islam.." ucap Bejo dalam hati.
" Pak...Kami shalat dulu ya..." ucap pengawal.
" Monggo ..." ucap Bejo.
Supir dan pengawal keluar dari mobil
Di saat Bejo menunggu mereka shalat. Ia melihat supir dan pengawal berjalan lalu masuk ke dalam mobil.
" Mana Arjuna..." ucap Bejo.
" Saya gak tahu pak...Saya pikir Arjuna pergi duluan tadi ." ucap supir.
" Belum ada keluar..Itu mobilnya masih ada.." ucap Bejo.
Tak lama kemudian Arjuna muncul dan masuk ke dalam mobil. Setelah itu pergi.
Sang supir segera mengikuti Arjuna dari belakang.
" Sial.... Aku lupa nanyain. Ajian apa yang di pakai Arjuna dan nama kerisnya " ucap Bejo dalam hati teringat hal yang penting.
Bejo berpikir,jika menemui Arjuna lagi. Pasti Arjuna akan bertanya - tanya tentang kejadian tadi. Dan berharap Arjuna tidak sadar hingga sampai di rumah bila kerisnya tidak ada.
Sesampai di Jogja,Bejo memutuskan kembali kerumah. Ia di jemput oleh putranya. Setelah itu pengawal lanjut mengawasi Arjuna hingga sampai di rumah Gabrian.
# Di sisi Bayu.
Selama perjalanan pulang kerumah. Bayu singgah ke mesjid untuk shalat. Setelah selesai shalat,Bayu mampir ke warung makan untuk membeli makanan.
" Kalian pesan aja dan makan di sini..." ucap Bayu berkata pada pengawalnya.
" Siap pak .." ucap pengawal.
Setelah pesanan Bayu di berikan ke Bayu. Bayu berjalan ke mobil dan masuk kedalam mobil.
Bayu membuka cadar ibunya.
" Sekarang ibu makan..."
"Buka mulutnya bu..."
Hana membuka mulutnya,lalu Bayu memasukkan makanan ke mulut ibunya.
" Kunyah,beberapa kali,lalu telan ..." ucap Bayu Bayu .
Setelah selesai makan,Bayu melanjutkan perjalananya. Ia meminta bantuan ke polisi untuk mengawal rombongannya agar cepat sampai di rumah.
Hingga akhirnya,Bayu sampai di rumah. Para istri Bayu menyambut ke datangan Bayu.
" Assalam mu'alaikum..." ucap Bayu sambil berjalan.
" Wa' alaikum salam..." ucap para istri Bayu.
Sulis melihat ibu mertuanya diam saja tanpa ekpresi seperti biasanya .
" Bu ..."
Hana tak menjawab.
" Ibu kenapa mas?" ucap Sulis
" Ibu aku hipnotis dek...Jika enggak,ibu akan kembali ke Arjuna..."
Diana hendak berkata agar Arjuna di beri pelajaran. Namun ada Ayu di dekatnya. Bila ia berkata seperti itu. Ayu akan marah kepada dirinya.
" Sekarang ibu tidur di kamar ya .." ucap Bayu.
Esok harinya.
Bayu membawa ibunya pergi untuk di obati. Ia pergi bersama dengan istri - istrinya.
Nampak 4 buah mobil mewah memasuki halaman pondok pesantren.
Beberapa pria keluar dari mobil. Bayu dan Hana keluar dari mobil,kemudian Bayu menggandeng Hana . Lalu para istri Bayu keluar kecuali Diana.Diana tidak ikut karena ada keperluan.
Nampak para santri berjalan,di saat Bayu akan lewat,mereka memberi jalan ke Bayu.
Sesampai di depan rumah.
" Assalam mu'alaikum..." ucap Bayu berdiri di depan pintu yang terbuka .
Bayu melihat 3 orang pria,salah satunya gus Syafi.
" Wa'alaikum salam....Masuk aja gus..." ucap Kyai Syaifudin.
Bayu masuk lalu para istrinya langsung masuk ke dalam seperti biasa ia berkunjung ke rumah itu. Kecuali Hana.
" Silahkan duduk."
Bayu bersalaman,sementara Hana diam saja. Setelah bersalaman.
" Ini temanku Bay...Beliau insya Allah bisa menyembuhkan ibumu..." ucap kyai Syaifudin.
Bayu menganggukkan kepala.
" Tak pikir sampeyan gus yang ngobatin..." ucap Bayu.
" Malah aku pikir awakmu iso dewe .." ucap kyai Syaifudin.
" Lah...Kalau aku bisa,aku gak bakalan jaluk tulung kaleh jenengan gus ..." ucap Bayu.
" Yo wes....Sak iki opo sesok?" ucap kyai Syaifudin.
" Tahun depan...Mesisan omah jenengan tak bongkar..." ucap Bayu.
" Asemm... Kalau di bongkar aku tidur di mana... Yo wes...Pak Bahar...Monggo..." ucap Kyai Syaifudin.
" Maaf pak...Sejak kapan ibu anda terkena ilmu sihir?" ucap Bahar.
" Saya gak tahu pak...Yang jelas ibu saya tidak mengenali saya lagi,beliau hanya ingat satu orang saja.." ucap Bayu.
" Baiklah..."
" Pak kyai....Pintunya saya tutup ya ."ucap Bahar.
Sementara rekan Bahar menyiapkan barang untuk mengobati Hana.
" Monggo ..." ucap kyai Syaifudin.
Bahar memakai sarung tangan setelah selesai menutup pintu.
" Mari bu...Silahkan duduk..." ucap Bahar.
" Maaf..Apakah ada tali.?" ucap Bayu.
" Tali untuk apa pak?" ucap Bahar .
" Untuk mengikat ibuku... Nanti dia kabur..' ucap Bayu.
" Ibu bapak tidak akan kabur..." ucap Bahar.
" Kalau ibuku lepas....Anda mau menangkap ibu saya walaupun nyawa anda sebagai taruhannya?" ucap Bayu .
" Maksud bapak apa?" ucap Bahar.
" Gus ...Ada tali gak? Konco sampeyan tak takoni malah balek takon . Tiwas kesel aku jawab." ucap Bayu.
" Ada...Tali rafia " ucap kyai Syaifudin.
" Ya gakpapa gus ... Ada di mana talinya?" ucap Bayu
" Sek...Tak ambil dulu .." ucap Kyai Syaifudin.
Setelah kyai Syaifudin kembali,ia menyerahkan tali ravia ke Bayu.
Bayu menerima lalu mengikat tangan dan kaki ibunya.
Setelah Hana duduk, Bahar memulai pengobatan secara islam. Ia membaca ayat - ayat suci Al Qur'an.
Bayu melepas hipnotis tersebut.
Kesadaran Hana pulih,ia kaget melihat beberapa orang di sekitarnya.
" Mana Arjuna...."
Hana mencoba melepaskan ikatannya.
" Bajingan....Lepaskan aku .." ucap Hana.
" Anda lihat? Jika tidak di ikat,ibu saya akan kabur..." ucap Bayu.
Bahar tetap melakukan proses rukyah meskipun Hana memberontak.
__ADS_1
Sementara kyai Syaifudin diam memperhatikan Hana,tapi mulutnya bergerak mengucapkan dzikir.
" Lepaskan akuu..." ucap Hana sambil mencoba melepas ikatan,lalu ia menggigit simpul tali.
" Bu....Tenang bu..." ucap Bayu .
" Lepaskan aku...Jika tidak,aku akan menghajarmu hingga kamu gak bisa berjalan..." ucap Hana marah.
25 menit kemudian.
Hana menundukkan kepalanya sambil mencoba melepas ikatan di kakinya. Karena tertutupi jilbab yang panjang,Bayu tidak mengetahuinya.
Tak ada reaksi dari tubuh Hana.
Bahar menghentikan membaca ayat - ayat Al Qur'an. Biasanya tak sampai 10 menit. Orang yang terkena gangguan jin akan menampakkan reaksinya.
" Saya menyerah...Sepertinya orang yang mengirim sihir ini sangat kuat..." ucap Bahar.
" Bay...Ikut aku sebentar...."
Bayu mengikuti kyai Syaifudin. Ia di bawa masuk ke dalam kamar.
" Aku mau tanya...Arjuna itu siapa?" ucap kyai Syaifudin.
" Arjuna adalah putraku yang dulu di anggap meninggal Gus .." ucap Bayu .
" Meninggal..Maksudnya?" ucap kyai Syaifudin tidak paham.
" Putraku tertukar di rumah sakit,saat di telusuri dan menemukan alamat rumah yang membawa putraku,ternyata mereka mengalami musibah,yakni perampokan,pembunuhan dan rumahnya di bakar. Kami kira mayat salah korban kebakaran itu adalah putraku yang tertukar itu gus...Dan"
" Tapi saat putra Bimo bermasalah dengan pacar,kami menemukan pemuda yang mirip dengan Imam. Awalnya saya tidak tahu bahwa pemuda itu adalah putraku,begitu dia berkelahi dengan Imam,saya melihat mata Arjuna memerah. Seperti mataku gus.." ucap Bayu.
" Kenapa ibu sampeyan menyebut nama Arjuna dan lupa ke sampeyan?" ucap kyai Syaifudin.
" Arjuna bukan pemuda seperti pada unumnya,ia di ajari oleh orang yang merawatnya. Lalu menggunakan ilmunya untuk balas dendam ke saya.." ucap Bayu.
" Pak kyai....Bu Hana kabur ..." suara Bahar.
Bayu segera keluar dari kamar lalu berlari.
" Kok bisa ibuku kabur..Apa sampeyan gak jagain ibuku?" ucap Bayu setelah sampai.
" Saya tidak tahu jika ikatan di tangan dan kakinya lepas pak" ucap Bahar.
" Siall....." ucap Bayu lalu berlari keluar tanpa alas kaki mengejar ibunya.
Sesampai di pagar,Bayu melihat seorang pengawal.
" Lari kemana ibuku ?" ucap Bayu.
" Kesana pak...Tadi sudah ada yang mengejar" ucap pengawal sambil menunjuk.
Bayu segera lari ke arah yang di tunjuk. Setelah di persimpangan jalan. Bayu bingung mau lari arah mana,lalu ia teringat arah ke rumah Gabrian. Bayu memutuskan belok ke kanan,namun karena jalanan cukup ramai,Bayu menyebrang menoleh kanan kiri.
Setelah berhasil menyebrang,Bayu menggunakan kekuatannya untuk mengejar ibunya.
Saat berlari ia melihat seorang pengawal berhenti. Ia pun ikut berhenti.
" Di mana ibuku..?" ucap Bayu.
" Maaf pak. Ibu bapak naik di belakang truk,jadi saya tidak mampu mengejarnya.." ucap pengawal.
" Ya sudah....Ayo kita kembali..." ucap Bayu.
Bayu memutuskan kembali dan akan menyusul ibunya ke rumah Gabrian.
Sesampai di rumah kyai Syaifudin,Melisa menghampiri Arjuna.
" Kita susul ibu sekarang yank .." ucap Melisa.
" Iya..Kita pamitan dulu .." ucap Bayu.
#Di sisi Arjuna.
Arjuna fokus menyetir,ia belum menyadari jika kerisnya tidak ada di dalam tasnya lagi.
Sesampai di depan pintu pagar rumah Gabrian,Arjuna membuka kaca mobil lalu menekan klakson.
Tiiiiiin....
" Pak....Bukain gerbangnya .." ucap Arjuna nyaring.
Tiiiiiin....
Pintu gerbang terbuka, Arjuna menekan gas kemudian berhenti.
Arjuna melepas sabuk pengaman dan keluar . Lalu membuka pintu sebelahnya untuk mengambil tas.
Saat akan mengambil,Arjuna merasa ada ganjil.
Arjuna membuka tas,setelah terbuka ia tak mendapati kerisnya lagi .
" Bajingaaan.......Kerisku di ambil...Awas ya kamu Bayu...." ucap Arjuna marah.
Arjuna mau memanggil kerisnya,namun teringat jika kerisnya berada dalam kotak kayu,maka kerisnya tak bisa muncul,lalu ia ingin segera menemui Bayu,tapi berhubung badannya capek karena mengemudi dari Trenggalek sampai Jogja tak ada istirahat. Ia memutuskan besok untuk mengambil kerisnya.
Arjuna berjalan masuk ke dalam rumah.
Saat akan mengetuk pintu, pintu terbuka lebih dulu.
Nampak wanita setengah baya yang sebagai asisten rumah tangga berdiri membukakan pintu. Wanita itu bernama Poniyem.
" Yang lain sudah tidur ya bulek..?" ucap Arjuna.
" Sudah mas..." ucap Poniyem.
Arjuna masuk lalu berjalan menuju kamarnya.
Sesampai di dalam kamar,Arjuna meletakkan tasnya,lalu pergi mandi karena badannya terasa lengket.
Selesai mandi Arjuna langsung berebah di tempat tidur hanya menggunakan celana pendek dan kaos.
Pagi harinya.
Arjuna terbangun dari tidurnya.
Di saat Arjuna hendak bersiap - siap pergi ke rumah Bayu.
Pintu kamar di ketuk.
Tok....Tok....Tok....
" Sayang...." suara Liana.
Arjuna berjalan kepintu.
Ceklek....Ceklek....Kriiiieeeet.....
" Iya...." ucap Arjuna.
Liana memeluk Arjuna.
" Sayang kemana aja....Aku hubungi gak bisa - bisa..." ucap Liana lalu melepas pelukannya.
" Aku ada perlu yank..." ucap Arjuna.
" Sayang mau kemana?" ucap Liana.
" Aku mau pergi mengambil kerisku..." ucap Arjuna.
" Keris..?" ucap Liana.
" Iya...Kerisku di curi sama si bangsat itu..." ucap Arjuna.
" Aku ikut...."
Nampak Arjuna berpikir,jika Liana ikut bisa menghambat.
" Ikut ya sayang...Ku mohon...Pliisssss...." ucap Liana sambil memohon.
" Baiklah...Tapi kamu yang menyetir ya..." ucap Arjuna.
" Siap sayang .... Aku ganti baju dulu ya...Oh iya.."
" Sayang dapat surat.." ucap Liana.
" Surat apa?.." ucap Arjuna.
" Dari sekolah yank... Sayang gak masuk sekolah. Bentar aku ambil..." ucap Liana lalu pergi mengambil.
Tak lama kemudian Liana muncul dan memberikan surat itu ke Arjuna.
Arjuna menerima surat itu dan membukanya,sementara Liana kembali ke kamar tidur untuk mengganti pakaian.
" Siaal...Aku di kasih peringatan dan orang tuaku di suruh datang lagi..." ucap Arjuna dalam hati setelah membaca surat tersebut.
1 jam kemudian mereka pun pergi kerumah Bayu.
" Besok sayang masuk sekolah kan?" ucap Liana sambil menyetir.
" Iya...." ucap Arjuna.
" Sayang sama siapa nanti menemui guru BP? " ucap Liana.
" Gak ada yank...Kan aku gak punya orang tua.." ucap Arjuna
" Gimana kalau papahku yang ke sana?" ucap Liana.
" Gak usah yank...Ini urusanku. Aku gak mau papahmu terlibat masalah sepele..." ucap Arjuna .
Sesampai di depan pagar rumah Bayu. Arjuna keluar dari mobil dan melihat dari pagar. Tak ada seorang pun terlihat.
Liana keluar dari mobil.
Arjuna menoleh ke Liana.
" Tunggu di sini .."
Arjuna melompati pagar lalu berlari dan melompati pagar.
Nampak suasana rumah Bayu sepi tak ada kehidupan.
" Bangsat.....Kembalikan kerisku...." ucap Arjuna
BRAAAAAAK.....pintu berhasil di dobrak.
" Bajingan......Dia gak ada di rumah ..." ucap Arjuna dalam hati kesal. Ia pun segera kembali.
" Ayoo kita pulang..." ucap Arjuna.
" Keris sayang mana?" ucap Liana.
" Si bangsat gak ada di rumah..." ucap Arjuna.
Mereka kemudian masuk dalam mobil.
Di dalam hati Arjuna sangat marah,ia berencana membuat perhitungan dengan Bayu jika tidak mengembalikan kerisnya.
" Awas ya kamu Bayu....Aku akan membuatmu lumpuh...Kamu telah membuat kesabaranku habis...." ucap Arjuna dalam hati.
Di perjalanan Arjuna melihat seorang wanita tak memakai jilbab berada di belakang truk box berpegangan besi. Saat wanita itu melihat ke samping.
" Ehhhh....!!!!??? Arjuna kaget. Ternyata wanita itu adalah Hana yang tidak memakai jilbab.
" Yang...Salip trup itu,ada Hana di belakang..." ucap Arjuna.
" Hana...Mana yank?" ucap Liana.
" Ituuu..." ucap Arjuna sambil menunjuk.
" Ehh...iya...." ucap Liana.
Liana segera menyalip mobil box tersebut,Arjuna menurunkan kaca jendela.
" Tekan klakson yank..." ucap Arjuna.
TIIIIIIN......
" PAAAAK.....BERHENTIIIII....." teriak Arjuna sambil memberi kode.
Liana memperlambat laju kendaraan. Arjuna melihat truk box ikut memeperlambat laju kendaraan.
Liana menepikan mobilnya lalu berhenti.
Arjuna keluar dari mobil dan melihat Hana berjalan ke arahnya
" Maas.....!!!" ucap Hana lalu berlari.
Kenek mobil box menghampiri Arjuna.
" Kenapa sampeyan nyuruh berhenti.?" ucap kernet truk.
Hana memeluk Arjuna.
"Sepurane kang ... Wanita ini ada di belakang truk sampeyan...Makanya aku suruh berhenti." ucap Arjuna.
Hana melepaskan pelukannya.
" Masa seh ..?" ucap kernet truk tak percaya.
" Hana ...Tadi kamu di belakang truk itu kan?" ucap Arjuna.
" Iyaa...Tadi aku lari terus naik truk itu mas..." ucap Hana.
" Ya Allah......Jangan di ulangi lagi ya mbak...Bahaya..Nanti kita yang di salahin..." ucap kernet truk.
" Iya...Maaf...Soalnya aku gak bawa uang.." ucap Hana.
Kernet truk lantas kembali ke mobil.
" Mas....Kenapa mas tinggalin aku?" ucap Hana.
" Aku gak ada ninggalin dek..Malahan Hana yang ikut sama Bayu kata si mbah yang aku minta kembang itu... " ucap Arjuna.
" Masa seh mas?" ucap Hana.
" Iya...Aku itu selalu jujur padamu ...Yuk masuk..." ucap Arjuna.
Mereka kemudian masuk ke dalam mobil. Hana berada di belakang.
" Mas...Tadi aku itu di ikat mas...Untung aku bisa kabur terus lari mau kerumah mas..." ucap Hana.
" Di ikat?" ucap Arjuna.
" Iya mas... Ada empat pria,salah satunya pria yang menemuiku di warung itu mas .." ucap Hana.
" Bayu..." ucap Arjuna.
" Iya...Pokoknya itu..Nah terus tangan dan kakiki di ikat pakai tali ravia,lalu aku gigitin yank...Untung aja lepas,terus aku lepas yang di kaki" ucap Hana.
" Tadi aku habis kerumah si bangsat itu..Dia ambil kerisku...." ucap Arjuna.
" Mas kalau mau nemuin dia datangin aja..Mungkin dia masih di sana..." ucap Hana.
" Gak usah dek..."
" Nanti dia datang dengan sendirinya...."
" Sudah makan apa belum dek?" ucap Arjuna.
" Belum mas .." ucap Hana.
"Kita mampir ke warung dulu ya sayang ..." ucap Arjuna.
" Iya sayang..." ucap Liana.
Sesampai di warung,mereka pun memesan makanan lalu duduk.
" Mas..." ucap Hana.
" Iya.." ucap Arjuna.
" Aku mau ambil uang di rumahku mas..." ucap Hana.
" Hemm...."
" Iya dek " ucap Arjuna.
Hana dan Liana hanya makan sedikit daripada Arjuna. Mereka tak mau makan banyak karena takut gemuk.
Sejam kemudian.
Mereka sampai di rumah Hana.
Hana berjalan ke salah satu pot bunga,lalu mengambil kunci dan membuka pintu.
Arjuna dan Liana masuk kedalam.
" Mas...Aku mandi dulu ya....Badanku lengket.." ucap Hana.
" Iya dek..." ucap Arjuna.
Arjuna berjalan ke arah toko lalu mengambil 3 teh kotak dan kembali.
Arjuna berharap Bayu muncul. Jika muncul,ia segera menghajar Bayu karena telah berani mengambil kerisnya.
Setelah Hana selesai mandi,ia menemui Arjuna masih mengenakan handuk.
" Mas..." ucap Hana.
" Iya..." ucap Arjuna.
" Pakaianku gak ada yang seksi mas ." ucap Hana.
Arjuna berjalan ke arah kamar Hana.
Hana mengikuti Arjuna.lalu mengunci pintu kamar.
" Pakai jilbab aja yank..." ucap Arjuna.
" Nanti mas naksir cewek lain..." ucap Hana.
" Enggak ... " ucap Arjuna.
" Terus Liana gimana?" ucap Hana.
" Liana itu dalam pengaruhku dek .." ucap Arjuna.
" Mas...Aku lebih suka mas hanya cinta sama aku.. Dan tidak membagi cintanya mas ke wanita lain..." ucap Hana.
" Adek cemburu?" ucap Arjuna.
" Iya...Aku cemburu mas ..." ucap Hana.
Arjuna memeluk Hana.
" Dia buat selingan aja dek...Cintaku hanya untukmu..." ucap Arjuna lalu melepas pelukannya dan melepas pengait handuk Hana.
" Cuman dia aja ya mas...Jangan ada wanita lain..." ucap Hana.
Arjuna meneyang salah satu bukit kembar dengan mulutnya. Lalu melepaskan.
" Iya dek..." ucap Arjuna.
" Mas pengen ya...?" ucap Hana.
" Iya...Tapi adek pakai baju muslim gak usah pakai pakaian dalam..." ucap Arjuna .
" Iya mas..." ucap Hana.
Hana menuruti ucapan Arjuna,setelah itu Arjuna segera bercocok tanam tanpa melepas baju dan jilbab Hana.
Sejam kemudian mereka pun pergi dari rumah Hana meluncur ke rumah Gabrian. Hana membawa pakaian dan peralatan ninjanya berupa Shuriken dan pedang Katana.
Dalam perjalanan,Arjuna memikirkan rencana yang akan ia lakukan.
Sesampai di rumah Gabrian.Arjuna tidak melihat keanehan seperti waktu itu. Hanya ada 1 mobil Alphard di pinggir jalan.
Di saat Arjuna telah masuk rumah,Gabrian menemui Arjuna.
" Arjuna..." ucap gabrian.
__ADS_1
" Iya om..." ucap Arjuna.
" Tadi Bayu ke sini...Dia bilang kembalikan Hana,maka kerismu akan di kembalikan..." ucap Gabrian.
" Iya om..."ucap Arjuna.
" Bajingan,ternyata dia megambil kerisku buat jaminan..."
" Aku aja mau nyembuhin gak bisa.."
" Heemmmm...Oh iya...Aku tanyakan aja ke mbah man..."ucap Arjuna dalam hati.
Arjuna mencari kontak mbah Darmanto lalu menelpon.
Tuuuuut.....Tuuuut .. Tuuuut ...Tuuuuut ....
" Halloo....." suara Darmanto.
" Hallo mbah Man...Ini aku Arjuna.." ucap Arjuna.
Arjuna berjalan menjauh.
" Piye kabare...Kok gak pernah muncul lagi?' suara Darmanto.
" Apik mbah...Mbah cara mengembalikan seperti semula itu gimana mbah? Aku memakai ajian itu ke seorang wanita..." ucap Bayu.
" Berapa kali kamu memakai ajian itu le?" suara Darmanto.
" 3 kali mbah...Yang pertama aku salah mengucapkannya...Yang ke dua dan ketiga enggak salah,tapi gagal...Malahan orangnya tergila - gila padaku mbah" ucap Arjuna.
" Salahnya di bagian mana?"
Arjuna memberi tahu letak kesalahannya.
" Hemmm...Apakah wanita yang kamu targetkan itu masih muda dan pernah berumah tangga?" suara Darmanto.
" Iya mbah...Dan sudah lama menjadi janda.." ucap Arjuna.
" Pantesan...Berarti,dalam dirinya itu ingin sekali memiliki suami,akan tetapi dia gak mau melakukannya. " suara Darmanto.
" Terus gimana mbah?" ucap Arjuna
" Tunggu 5 tahun...Dan jangan kamu lakukan lagi ajian itu...Dia akan kembali normal dengan sendirinya.." suara Darmanto.
" Serius mbah...?" ucap Arjuna.
" Ya semoga aja,soalnya mbah belum pernah melakukan kesalahan dan tidak ada yang pernah melakukan kesalahan sepertimu le...." suara Darmanto.
" Suwun mbah..." ucap Arjuna.
" Kapan dolan rene..." suara Darmanto.
" Hemmm...Minggu mbah...Tapi aku gak nginap yoo.." ucap Arjuna.
" Iyoo...." suara Darmanto.
Arjuna mematikan panggilannya.
" 5 tahun ya...Hemmm....Lama juga ya .." ucap Arjuna dalam hati.
Arjuna lantas menghubungi Ayu.
Tuuuut....Tuuutt ....Tuutt....Tuuut....
" Assalam mu'alaikum..." suara Ayu.
" Wa'alaikum salam....Aku langsung saja,beritahu ke bangsat itu jika ibunya tidak akan sembuh..Dan jika memaksa,maka berakhir menjadi gila selamanya.. Itu saja yang mau ku sampaikan" ucap Arjuna.
" Ibu kangen...Kapan kita bertemu lagi..." suara Ayu.
" Aku masih jengkel dan marah sama bangsat itu...Jadi aku belum bisa menemuimu bu..Maaf" ucap Arjuna.
Arjuna mematikan panggilannya. Kemudian berjalan ke kamarnya.
Sesampai ia di dalam kamar.
" Itu pedang buat apa dek?" ucap Arjuna melihat Hana meletakkan pedang di bawah tempat tidur.
" Buat jaga - jaga mas.....Jika ada orang yang mengganggu kita,langsung aku bunuh..." ucap Hana.
Arjuna menggelengkan kepalanya .
Ponsel Arjuna berdering nada panggil, Arjuna melihat di layar sebuah nomor baru. Ia mematikan panggilan tersebut.
Tak lama kemudian berdering lagi.
" Jangkrek...Ganggu aja..." ucap Arjuna sambil mematikan panggilan,lalu memblokir nomor tersebut.
Terdengar suara nada pesan. Arjuna melihat pesan itu dari Ayu. Ia pun membuka pesan tersebut.
From bu Ayu.
Ini saya Bayu,saya ingin ibuku segera kamu pulangkan ke rumah kami. Apa yang kamu inginkan pasti aku berikan. Aku mohon..
Arjuna segera membalas.
To Ayu.
Ngapain aku pulangkan,lha wong aku ketemu di jalan gelantungan di truk. Untung aku lihat ,dan kembalikan kerisku bangsat. Jika enggak ibumu selamanya akan seperti ini.
Setelah itu meletakkan ponselnya.
" Apa yang akan Hana lakukan jika bertemu dengan Bayu?" ucap Arjuna.
" Aku akan menghajarnya mas.." ucap Hana .
" Pinter...Oh ya,jangan tatap matanya. Dia bisa menghipnotis mu melalui pandangan mata" ucap Arjuna.
" Pantesan...Aku gak ingat apa - apa mas setelah dari warung makan itu..." ucap Hana.
" Pantesan...Berarti dia kena hipnotis toh. Ya gak bakalan bisa . Jika sadar pasti berontak. " ucap Arjuna dalam hati.
" Mas...."
" Gimana kita pindah dari sini .." ucap Hana.
" Aku pengen sekolah dek...Tunggu aku lulus ya .." ucap Arjuna.
" Waktu itu mas mau...Gimana seh" ucap Hana.
Arjuna mendekati Hana lalu memegang kedua pundaknya.
" Sabar..." ucap Arjuna.
Hana memeluk Arjuna.
" Aku gak mau mas bermain dengan wanita lain..." ucap Hana.
" Hemm...Kalau Liana aja gimana?" ucap Arjuna.
Hana melepas pelukannya.
" Aku cemburu mas ...Dan aku marah..." ucap Hana.
Arjuna menggaruk - garuk kepalanya.
" Oke....Tapi aku sekolah ya dek..." ucap Arjuna.
" Kalau mas gak nyentuh wanita lain,aku izinin mas sekolah..." ucap Hana.
" Iya sayang" ucap Arjuna.
" Janji .." ucap Hana
" Janji...." ucap Arjuna.
Hana memeluk Arjuna lagi.
" Aku sangat mencintaimu mas....." ucap Hana.
Arjuna membalas pelukan Hana.
" Aku juga mencintaimu .." ucap Arjuna.
Hana melepas pelukannya.
" Mas mau makan apa?" ucap Hana.
" Sup aja..Jangan lupa sambel..." ucap Arjuna.
" Aku masak dulu ya mas..." ucap Hana.
" Iya..." ucap Arjuna.
Setelah Hana pergi.
Arjuna duduk di tepi ranjang,ia memikirkan apa yang harus ia lakukan.
Sejak dirinya bertikai dengan Bayu. Kehidupannya berubah.
" Duh gusti...Apa yang harus aku lakukan..." ucap Arjuna dalam hati.
Arjuna ingin masih bebas menikmati masa mudanya,walaupun sudah memiliki kekasih.
Arjuna berpikir apakah harus melepaskan semuanya,yakni melepas Hana. Sementara dirinya tak bisa menyembuhkan Hana.
Dirinya ingin wanita yang di cintai tulus mencintai dirinya tanpa ada unsur paksaan ataupun ilmunya. Sementara untuk Liana,dirinya tak seberapa mencintai Liana. Ia hanya ingin menikmati tubuh Liana saja.
# Di sisi Bayu.
Nampak Bayu bersama istrinya berada tak jauh dari rumah Gabrian. Mereka berada dalam mobil.
" Pak... Ada mobil masuk ke dalam rumah pak Gabrian..." ucap pengawal.
" Apakah di dalam mobil itu ada Arjuna.." ucap Bayu.
" Tunggu sebentar pak...."
Tak lama kemudian.
" Setelah di cek menggunakan drone benar pak...Mobil itu ada Arjuna,seorang gadis dan bu Hana pak " ucap pengawal.
Bayu hendak menemui Arjuna,tapi di urungkan.
Ponsel Ayu berdering nada panggil.
Ayu mengambil ponselnya di dalam tas kecil.
" Siapa yang nelpon yomesan..?" ucap Bayu.
" Arjuna shujin..."
" Assalam mua'laikum...."
" Ibu kangen... Kapan kita bertemu lagi.." ucap Ayu.
Bayu melihat Ayu telah selesai berbicara.
" Yomesan...Arjuna bilang apa?" ucap Bayu.
" Dia bilang,bahwa ibu tidak bisa di sembuhkan,bila memaksa. Ibu akan menjadi gila selamanya. Dan Arjuna belum ingin menemuiku" ucap Ayu.
Mendengar hal itu lantas Bayu menelpon Arjuna. Namun tak di angkat oleh Arjuna. Saat yang ke tiga kali Bayu menelpon.
" Siaal..Nomorku di blokir sama dia.." ucap Bayu dalam hati.
Lantas Bayu menghubungi Bejo.
Tuuuut.....Tuuut....Tuuut....Tuuuut....
" Halooo...." suara anak perempuan yang masih anak - anak.
" Ada mbah Bejo..." ucap Bayu.
" Ada...Bental..." suara anak perempuan.
" Halloo..." suara Bejo.
" Kang....Aku jaluk tulung..." ucap Bayu.
" Jaluk tulung opo?" suara Bejo.
" Nanti malam sampeyan sirep semua penghuni rumah pak Gabrian.." ucap Bayu.
" Nanti Arjuna tambah marah loh...Ini aja aku terawang dia sangat marah sama kamu" suara Bejo.
" Aku gak peduli dia marah...Yang penting ibuku selamat...." ucap Bayu.
" Oke...Kirim alamatnya yoo.." suara Bejo.
" Iya kang...Ini aku serlok..." ucap Bayu.
Bayu mematikan panggilan. Kemudian mengirim lokasi saat ini ia berada.
# Di sisi Arjuna.
Pukul 22.30.
Nampak Arjuna baru selesai menyiram benihnya ke Hana yang masih memakai pakaian muslim.
" Mas ...." ucap Hana sambil merapikan pakaiannya. Ia tak menggunakan kain segi tiganya. Karena Arjuna yang meminta.
" Iya dek..." ucap Arjuna sambil memakai celananya.
" Jika aku sudah tua,aku tak bisa melayanimu mas...Aku takut mas ninggalin aku karena bosan ." ucap Hana.
Arjuna memegang pipi Hana.
" Aku gak akan bosan dek..." ucap Arjuna.
" Mas..." ucap Hana.
" Iya sayang...." ucap Arjuna lalu naik ketempat tidur.
" Mas suka aku pakai pakaian ini,atau yang seksi mas?" ucap Hana.
" Dua duanya...." ucap Arjuna lalu berebah dan memeluk Hana.
Tak lama kemudian Hana tertidur.
Arjuna melihat Hana sudah tertidur,lantas turun dari tempat tidur dan duduk bersila di lantai.
" Kanjeng ratu.... Tolong datang kemari kanjeng ratu...." ucap Arjuna..
Tak lama kemudian Nyi Loro Kidul muncul di hadapan Arjuna yang berjarak 3 meter bersama dengan anak buahnya.
Arjuna mencium aroma wangi bunga.
" Ada apa Arjunaku..." ucap ratu Nyi Loro Kidul.
Arjuna menangkupkan kedua telepak tangan dan meletakkan di kening.
" Ampun kanjeng ratu....Hamba tidak bisa membuat wanita yang ada di tempat tidur itu kembali normal. Hamba ingin dia normal kembali kanjeng ratu.." ucap Arjuna
" Bukankah itu lebih bagus jika dia berada di bawah kekuasaanmu Arjuna ." ucap ratu Nyi Loro Kidul.
" Ampun kanjeng ratu. Hamba ingin wanita itu mencintai hamba dengan kesadarannya dia sendiri.Hamba sudah mencoba untuk memulihkannya,tapi hamba gagal." ucap Arjuna.
" Baiklah..."
Ratu Nyi Loro Kidul mengarahkan jari telunjuknya ke Arjuna. Nampak sebuah sinar melesat ke kepala Arjuna.
" Kamu lakukan sendiri. Aku sudah memberimu ilmu untuk mengembalikan ajian yang salah waktu kamu ucapkan itu dan kamu jangan langsung tidur. Sebab ada orang yang akan mengirim sirep ke rumah ini. Kamu harus keluar dulu Arjuna..." ucap ratu Nyi Loro Kidul.
" Baik kanjeng ratu..." ucap Arjuna.
Ratu Nyi Loro Kidul menghilang bersama ank buahnya.
Arjuna tak mencium aroma bunga,lalu ia bangkit dan menghampiri Hana. Setelah itu Membaca ajian yang di berikan Nyi Loro Kidul sambil melukai jarinya,dan memasukkan ke dalam mulut Hana
Arjuna melihat Hana menelan darahnya . Setelah itu Arjuna menggunakan ajiannya lagi untuk menundukkan Hana,ia memiliki rencana setelah di beritahu oleh Nyi Loro Kidul.
Arjuna naik di atap genteng milik tetangga untuk mengawasi dari kejauhan. Ia melihat satpam yang berjaga masih duduk memainkan ponselnya.
Hingga akhirnya satpam itu tertidur.
" Sial...Ternyata ada yang memakai ilmu sirep...Berarti orang itu juga sakti .." ucap Arjuna dalam hati.
5 menit kemudian Arjuna kembali masuk ke dalam kamar,lalu membangunkan Hana dengan ajian yang ia miliki.
Mata Hana perlahan terbuka.
" Dengarin aku,Jika ada orang yang ingin membawamu hajar saja" ucap Arjuna pelan.
" Iya,apakah sayang mau menikmati tubuhku" ucap Hana.
" Nanti aku nikmati tubuhmu...Berpura pura tidur saja..Ya sayang..." ucap Arjuna.
Mereka berpura - pura tidur ,Arjuna menggunakan indra pendengaran Harimaunya.
Tak lama kemudian,Arjuna mendengar suara langkah kaki. Perlahan suara langkah kaki itu tidak seberapa nyaring. Lama kelamaan suara langkah kaki itu semakin jelas dan mendekat. Terdengar suara pintu terbuka namun bukan pintu kamar Arjuna yang terbuka. Lalu terdengar suara langkah kaki. Arjuna menyakini ada 3 orang yang sedang berjalan.
Pintu kamar sengaja tidak Arjuna kunci. Ia akan menyergap dan menyerang orang
Kriiiiieet ... Pintu kamar terbuka.
Bayu bersama seorang pengawal berdiri di depan pintu. Lalu Bayu berjalan masuk ke dalam kamar di ikuti pengawal,Bayu berdiri di samping tempat tidur dekat dengan Hana. Sementara pengawal berdiri di dekat Arjuna sambil memegang borgol.
Bayu melihat ibunya memakai jilbab memeluk Arjuna. Lalu mengeluarkan borgol. Agar ibunya tidak berontak saat sadar.
Pengawal memberi tahu ke Bayu memakai kode,jika dirinya kesulitan untuk memborgol Arjuna,Sebab Arjuna berada di tengah merangkul Hana.
Arjuna melepaskan pelukannya dan berubah posisi telentang sambil mengeluarkan kekuatan Harimaunya. Ia membuka sedikit matanya untuk melihat.
Perlahan pengawal mengarahkan borgolnya ke tangan Arjuna.
Arjuna membuka matanya.
" Eeh.....!!!!??? Pengawal terkejut melihat Arjuna membuka matanya.
Arjuna segera merebut borgol di tangan pengawal,lalu memborgol kedua tangan pengawal itu.
Bayu terkejut melihat Arjuna terbangun.
Setelah memborgol tangan pengawal,Arjuna bergerak cepat merebut borgol dari tangan Bayu,setelah berhasil merebut,Arjuna segera memborgol tangan Bayu Baru tangan kanan di borgol. Bayu segera mundur.
Arjuna menatap ke arah Bayu.
Bayu melihat mata Arjuna berubah menjadi mata Harimau.
" Sial...Dia tidak terkena sirepnya Bejo..." ucap Bayu dalam hati. Bayu berpikir bahwa rencananya akan berhasil. Tapi nyatanya tidak berhasil.
" Bangun yank..."
Hana terbangun.
" Kamu pikir aku akan terkena ilmu sirepmu..."
Arjuna melesat ke arah Bayu,ia mengambil borgol yang belum terikat ,lalu mengaitkan ke tangan Bayu yang sebelah. Setelah itu berdiri di samping Hana
" Mana kerisku?" ucap Arjuna.
.
.
..
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
BERSAMBUNG.