
Malam hari pukul 19.10
Nampak Arjuna mencoba menghubungi Dini memakai WA.
" Asem...Masih gak aktif.."ucap Arjuna dalam hati.
Arjuna mencoba menelpon menggunakan pulsa.
" Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan..." suara operator wanita.
Arjuna mematikan panggilan.
" Masih gak aktif kak... " ucap Arjuna.
" Apakah kamu tahu rumah pacarnya dek?" ucap Nurmala.
" Enggak kak..." ucap Arjuna.
" Coba telpon keluargamu yang di Klaten dek.." ucap Kartika.
Arjuna menghubungi Jumakir.
" Halo..." suara Jumakir.
" Dek....Mbakku sudah datang belum..?" ucap Arjuna.
" Belum mas...Seharusnya jika perginya pagi,siang dah sampai.." suara Jumakir.
" Kalau dah sampai di sana kasih tahu ya.." ucap Arjuna.
" Iya mas..." suara Jumakir.
Panggilan berakhir.
" Belum sampe ke Klaten kak..." ucap Arjuna.
" Kak...Coba periksa kamarnya Dini,siapa tahu Dini menyimpan alamat atau nomor telpon.." ucap Nurmala.
" Sebentar..." ucap Kartika lalu berjalan ke kamar Dini.
Sesampai di pintu,Kartika tidak bisa membuka pintu. Ia pun segera mengambil kunci serepnya.
Begitu pintu kamar bisa terbuka,Kartika segera mencari informasi.
Saat membuka laci paling bawah samping tempat tidur.
" Ehh....!!!!?? Kartika terkejut melihat benda yang terbuat dari silikon berbagai bentuk.Ada pula yang elektrik.
" Sial....Aku gak tahu jika dia mempunyai barang ini di rumahku" ucaap.Kartika dalam hati.
Arjunna masuk ke dalam kamar Dini
" Sudah dapat apa belum kak?" ucap Arjuna.
Kartika mendorong laci yang berisi mainan Silikon.
" Belum dek..."
" Apakah kamu tahu kebiasaannya mbakmu?" ucap Kartika.
__ADS_1
" Kebiasaan apa kak?" ucap Arjuna.
" Coba lihat.." ucap Kartika sambil menarik laci.
Arjuna mendekati Kartika dam melihat benda yang ada di laci yang di buka oleh Kartika.
" Buseeet....( Arjuna mengambil salah satu mainan karet tersebut). Ini bentuknya kok hampir mirip ya.." ucap Arjuna lalu menaruh kembali dan mengambil alat lainnya.
" Apakah mbakmu tahu jika kita sering bercinta dek?" ucap Kartika.
" Iya kak..." ucap Arjuna sambil menekan tombol ON.
Eh.....!!!! Arjuna terkejut benda yang ia pegang bergetar.
" Ini benda buat apa ya...?" ucap Arjuna bingung. Jika bentuknya seperti Stepen Arjuna sudah paham,namun yang bentuknya seperti mic ia tidak paham.
" Kamu gak pernah nonton film bhokep dek?" ucap Kartika.
" Pernah..Sekali kak. Emang ini buat apa seh?" ucap Arjuna.
" Itu sama fungsinya dengan yang ini ( Kartika menunjuk stepen karet) Tapi dia hanya getar saja.." ucap Kartika.
Arjuna mematikan alat itu lalu meletakkan kembali,dan menghubungi Dion.
Tuuut....Tuuuut....Tuuut...
" Ya Ar...." suara Dion.
" Tahu rumahnya Angga gak Yon?" ucap Arjuna.
" Angga siapa?" suara Dion.
" Pacarnya mbakku..." ucap Arjuna.
" Coba tanya ke teman - temanmu Yon..Soalnya mbakku izin ke Klaten sama pacarnya. Tapi sampe sekarang gak sampe ke Klaten..." ucap Arjuna.
" Iya...Nanti aku tanya.." suara Dion.
" Suwun yoo.." ucap Arjuna lalu mematikan panggilan.
Arjuna berjalan keluar kamar.
Sementara di tempat Dini berada.
Nampak Dini melayani Angga setelah dirinya melayani Usman.
Angga mencabut pisangnya. Nampak cairan putih kental merembes.
" Kamu bawa pilmu kan yank?" ucap Angga.
" Bawa yank..." ucap Dini.
" Di minum yank..." ucap Angga.
" Iya..." ucap Dini lalu mengambil pil itu di dalam tas,lalu meminumnya.
Usman masuk ke dalam kamar,akan tetapi ia tidak sendiri. Ia membawa seorang teman.
" Gimana?" ucap Usman kepada temannya.
__ADS_1
" Boleh juga..." ucap temannya Usman.
" Om siapa?" ucap Dini melihat orang asing masuk.
Teman Usman mendekati Dini.
" Om ingin mencicipi tubuhmu cantik..Nanti kamu akan ku kasih uang.." ucap teman Usman.
" Tapi om...Aku capek dan perutku laper..." ucap Dini.
" Angga..Kamu keluar beli makanan.." ucap Usman.
" Siap om..." ucap Angga.
" Nah...Sambil menunggu ,kita maen dulu ya..." ucap teman Usman lalu menyerang Dini.
Selesai teman Usman menggarap Dini,giliran Usman yang menggarap Dini.
Setelah selesai. Dini di beri makan.
Dini segera makan,ia tak memperdulikan tubuhnya yang belum di tutup kain.
" Ini uangmu.." ucap teman Usman memberi uang 3 lembar 100 ribu ke Dini.
" Om....Pacarku mana?" ucap Dini tak melihat Angga.
" Pulang..."
" Kamu di sini temani om selama dua hari.." ucap Usman.
" Apaaa? Dua hari?" ucap Dini.
" Iya....Karena om sudah membayarmu.." ucap Usman.
" Nah...Kebetulan neh.. ( Teman Usman mengeluarkan uang lagi),jika kamu mau melayani om lagi selama 2 hari,om akan memberi uang ini. Mau gak?" ucap teman Usman.
Dini melihat ke bapak yang bicara tadi dan melihat uang yang di pegang.
" Mau om..." ucap Dini.
" Pinter....Ini duit untukmu. Setelah makan kita maen lagi ya.." ucap teman Usman sambil memberikan uang ke Dini.
0.0.0
Esok harinya pukul 9.10.
Arjuna menggunakan sepeda motor Supra Fit mencari keberadaan Dini yang belum ada kabarnya.
" Jangkreek....Ternyata begini ya jika aku menghilang,orang - orang sibuk mencariku. Sekarang..."
" Aku pusing mencari mbakku" ucap Arjuna dalam hati.
" Paling dia ngentu " suara Stephen.
" Iya...Aku tahu Jon..." ucap Arjuna dalam hati.
Di pinggir jalan,Angga sedang menyalakan sepeda motornya,dan Arjuna melihat ke arah Angga.
" Itu kan Arjuna..." ucap Angga dalam hati melihat Arjuna naik sepeda motor ke arahnya.
__ADS_1
Arjuna berhenti di dekat Angga.
Angga yang melihat Arjuna berhenti timbul rasa gelisahnya,takut perbuatannya terbongkar.