
Kumala Sari melesat menyerang Arjuna, tiba tiba wanita berkebaya hijau muncul di depan Arjuna dan menyerang Kumala Sari.
Kumala Sari terkejut,ia tak sempat menghindar.
Buuuugghhh... Kumala Sari termundur.
" Siapa kamu?mengapa kamu ikut campur?" ucap Kumala Sari.
" Kamu tak perlu tahu siapa aku...Jika kamu menyerang Arjuna lagi.."
" Kamu akan mati..."
" Mundurlah Arjuna,dia bukan lawanmu.."ucap wanita berkebaya hijau.
Arjuna mundur menjauh lalu duduk bersila untuk mengobati luka dalamnya.
" Ciiiih..."
"Aku tidak takut kepadamu.." ucap Kumala Sari lalu melesat menyerang wanita berkebaya hijau selendang kuning.
Muncul lagi 4 wanita bepakaian kebaya hijau selendang merah,lalu membantu wanita selendang kuning yang sedang menghadapi Kumala Sari.
Gerakan Kumala Sari lebih cepat di bandingkan wanita selendang kuning. Dan Kumala Sari berhasil memukul.
Buuughh....Buuugghhh... Wanita selendang kuning terkena pukulan oleh Kumala Sari.
Salah satu wanita selendang merah mengarahkan ajiannya ke Kumala Sari saat Kumala Sari selesai memukul selendang kuning.
Kumala Sari menghindari serangan itu,lalu ia mundur sambil melihat ke belakang.
Saat melihat ke empat wanita berselendang merah .
" Sial...Ternyata pemuda itu banyak yang melindungi.." ucap Kumala Sari.
" Pergi dari sini,atau kami menangkapmu dan menyiksamu.." ucap salah satu wanita selendang merah.
Kumala Sari menghilang,karena jika menghadapi,ia beranggapan akan ada lagi yang datang membantu sebab saat menyerang wanita selendang kuning muncul lagi wanita yang membantu.
Nampak Ayu berjalan mencari keberadaan Arjuna.
Seorang wanita berselendang merah berdiri di belakang Arjuna,ia mengarahkan kedua telapak tangannya untuk menyembuhkan luka dalam yang di derita Arjuna.
Arjuna mengeluarkan seteguk darah lagi.
Ayu menemukan Arjuna duduk bersila di tanah,ia melihat Arjuna mengeluarkan darah dari mulut lantas berlari memghampiri.
" Arjuna...Kamu kenapa?"
Arjuna diam tak menjawab,matanya tertutup,di belakangnya masih ada wanita berselendang merah mengobati Arjuna ,agar Arjuna cepat sembuh dari luka dalam.Namun Ayu tak dapat melihat wanita tersebut.
Sementara ke empat wanita kebaya hijau menjaga Arjuna.
Ayu duduk jongkok menghadap Arjuna.
" Juna......" ucap Ayu.
Arjuna tetap diam lalu mengeluarkan seteguk darah lagi.
Ayu melihat Arjuna muntah darah menjadi khawatir.
" SHUJIIIIN......"
" HAYAKU KOKO NI KITE KUDASAI " Teriak Ayu.
" Arjuna,bertahanlah..." ucap Ayu.
Bayu yang mendengar suara teriakan Ayu lantas berlari ke arah sumber suara Ayu.
Saat Bayu sudah sampai,ia melihat Arjuna duduk bersila.Wanita berselendang sudah pergi meninggalkan Arjuna hanya menyisakan wanita selendang merah yang mengawasi Arjuna dari kejauhan.
" Ada apa yomesan?" ucap Bayu.
" Arjuna....Dia mengeluarkan darah di mulutnya.." ucap Ayu.
Bayu memperhatikan mulut Arjuna,ada bekas darah di bibir,lalu melihat ke bawah,nampak darah di rerumputan juga di baju Arjuna terkena darah.
Bayu segera mengangkat Arjuna.
" Jangan bawa saya ke rumah sakit. " ucap Arjuna lalu membuka matanya.
" Tadi kamu muntah darah..." ucap Bayu.
" Turunkan saya pak.."
Bayu menurunkan Arjuna.
" Saya tidak apa - apa..." ucap Arjuna,tak mungkin ia cerita bahwa di serang makhluk ghaib wanita bercadar lalu di bantu anak buah kanjeng ratu Nyi Loro Kidul.
Arjuna duduk tanah kembali lalu menutup matanya.
" Kamu sakit apa?" ucap Ayu.
" Saya tidak sakit bu...." ucap Arjuna.
" Shujin,panggil dokter. Aku takut Arjuna mengidap penyakit.." ucap Ayu.
Bayu merogoh ponselnya,lalu menelpon dokter.
" Saya tidak apa - apa bu...Sumpah..Saya hanya butuh istirahat sebentar,karena energi ilmuku berkurang." ucap Arjuna.
" Dah..Kamu tenang saja,ibu yang akan merawatmu...Apakah kamu bisa berjalan" ucap Ayu.
" Bisa bu..." ucap Arjuna.
" Mari ikut ibu..." ucap Ayu.
Arjuna berdiri mengikuti Ayu.
" Bajingan...Aku pikir dia hanya arwah biasa saja. Gak tahunya punya kesaktian."
"Bangkekk..Bangkek.."
"Untung ada anak buah kanjeng ratu Nyi Loro Kidul...Jika enggak ada, aku dah mati..." ucap Arjuna dalam hati.
Sesampai di dalam rumah.
Nurmala melihat arah Arjuna,dan melihat ada noda darah.Nurmala segera menghampiri Arjuna.
" Dek...Kamu kenapa sayang?" ucap Nurmala.
" Aku gakpapa kak..." ucap Arjuna.
" Itu bajumu ada darahnya..." ucap Nurmala.
" Tadi kena duri kak...Terus aku elap pakai baju.." ucap Arjuna.
Arjuna duduk di sofa panjang ruang tamu.. Ia melihat tak ada kartika ataupun yang lainnya.
Kartika duduk di sebelah kanan sementara Ayu sebelah kiri.
Sementara Bayu berdiri melihat ke arah Arjuna.
" Sepertinya ada yang di tutup- tutupin,tapi kok bisa ya dia muntah darah. Apakah yang di ucapkan Ayu itu benar.." ucap Bayu dalam hati.
" Yakin kamu tidak apa - apa?" ucap Ayu.
" Yakin bu...." ucap Arjuna.
Terdengar suara adzan berkumandang.
" Ibu tinggal dulu mau shalat.." ucap Ayu
" Iya bu..." ucap Arjuna.
Ayu berdiri lalu berjalan.Bayu ikut berjalan bersama Ayu.
" Dek...Jujur sama aku,tadi kamu kenapa?" ucap Nurmala.
" Nanti saja aku cerita kak..." ucap Arjuna.
Di sisi Kumala Sari.
Nampak Kumala Sari duduk di kursi singgasananya. Dirinya heran dengan pemuda yang ia hadapi,mengapa bisa ada penjaganya dan penjaganya itu semuanya wanita.
" Sial....Siapa seh dia itu..."
" Awas saja kalau bertemu lagi,aku akan langsung membunuhnya "
" Tapi... Wanita yang menjaga itu tidak asing.."
Kumala Sari mencoba mengingat - ingat.
" Aaarrrrggghhh....Sial...aku tidak ingat.." ucap Kumala Sari.
Di sisi Arjuna.
Setelah seleaai shalat Dzuhur. Ayu kembali mendatangi Arjuna,ia melihat Arjuna duduk bersama Nurmala,tanpa sepatah kata..
" Juna...Kamu sudah baikan...?" ucap Ayu.
" Sudah bu...." ucap Arjuna.
" Aku takut kamu terkena penyakit serius...Ayo ibu antar kamu ke rumah sakit.Biayanya biar ibu yang nanggung.." ucap Ayu.
Kartika muncul bersama Diana.
" Terima kasih atas perhatiannya bu. Tapi saya beneran tidak sakit..." ucap Arjuna.
" Arjuna kenapa dek?" ucap Kartika
" Aku lihat Arjuna muntah darah di taman..." ucap Ayu.
" Muntah darah...???"
Kartika duduk di samping Arjuna.
" Kamu sakit apa? Jujur jangan bohong..." ucap Kartika cemas.
" Gak sakit kak....Tadi aku habis melawan hantu,ternyata hantunya kuat,Terus aku terkena serangannya..." ucap Arjuna.
" Hantu...?hantu apa?" ucap Kartika.
" Ya hantu kak..." ucap Arjuna.
" Hantunya seperti apa?" ucap Ayu.
" Seperti ibu..." ucap Arjuna.
" Sepertiku...?" ucap Ayu.
" Iya..Dia pakai cadar." ucap Arjuna.
Bayu muncul sambil berjalan ke arah Arjuna.
" Tunggu sebentar..." ucap Ayu.
Ayu melihat Bayu lalu datang menghampiri.
" Makanya...Kalau gak bisa lawan,jangan kamu lawan hantu itu yank..." ucap Kartika.
Tiba - tiba Arjuna mencium lagi aroma bunga,lalu melihat le arah sumber bunga teraebut. Ia melihat wanita itu lagi bersama Bayu dan Ayu.
Bayu datang menghampiri bersama Kumala Sari.
" Bangkek...Dia datang lagi..." ucap Arjuna dalam hati.Dirinya tak sanggup melawan,ia akui wanita bercadar itu sungguh sangat kuat.
Muncul 7 wanita memakai pakaian kebaya warna hijau memakai selendang di belakang Arjuna.
Bayu terkejut melihat kemunculan 7 wanita di dalam rumahnya.
" Jika kamu menyerang Arjuna lagi ,kami akan menyerangmu..." ucap wanita 1 berkebaya hijau.
__ADS_1
Arjuna menoleh kebelakang,ia melihat 7 anak buah kanjeng ratu Nyi Loro Kidul muncul lalu melihat ke depan.
"Maaf... Kalian siapa? " ucap Bayu.
" Kamu tidak perlu tahu siapa kami,jika wanita itu menyerang Arjuna,kami akan bertindak..." ucap wanita 2 kebaya hijau.
" Jiangkreek...Rupanya pak Bayu bisa melihat anak buahnya kanjeng ratu.." ucap Arjuna dalam hati.
" Diampuuut...Ternyata Arjuna bukan orang sembarangan...." ucap Bayu dalam hati.
" Shujin...Ada apa?" ucap Ayu.
" Nanti aku cerita..."
" Aku tidak akan mencelakai Arjuna.." ucap Bayu.
" Jika wanita itu mendekati Arjuna,kamu dan juga keluargamu akan kami bunuh..." ucap wanita 1 kebaya hijau lalu menghilang,di susul rekan - rekannya.
Dalam kepala Bayu muncul banyak pertanyaan,akan tetapi segera ia hilangkan karena ingin menyelesaikan masalah antara Kumala Sari dengan Arjuna.
" Apakah kamu di serang sama dia?" ucap Bayu sambil menunjuk Kumala Sari.
Kartika dan Nurmala hanya melihat ruang kosong,tak ada seseorang.
" Iya pak...." ucap Arjuna.
Bayu menjewer telinga Kumala Sari.
" Kenapa menyerang tamuku cantik...." ucap Bayu kalem tapi dalam hatinya marah. Bayu tak menarik kuat telinga Kumala Sari,hanya menyentuhnya saja.
" Dia mau mencuri bunga..." ucap Kumala Sari.
Bayu melepaskan jewerannya.
" Minta maaf...." ucap Bayu.
" Tidak mau...Dia yang salah dan menantangku..." ucap Kumala Sari.
" Ayolah....Kalau tidak minta maaf,aku akan menghukummu.." ucap Bayu.
" Iya iya...Aku minta maaf..." ucap Kumala Sari.
" Yang ikhlas kalau minta maaf..." ucap Bayu.
" Aku minta maaf karena telah menghajarmu..." ucap Kumala Sari.
" Jangan di ulangi lagi.."
Bayu menghampiri Arjuna.
" Apakah kamu terluka dalam?" ucap Bayu.
" Tadinya iya pak...Tapi sudah enggak..." ucap Arjuna.
" Kuat juga ternyata dia, bila orang lain. Mungkin sudah mati.." ucap Bayu dalam hati.
Bayu menghela nafasnya.
" Bila kamu di serang lagi,bilang kepadaku..." ucap Bayu.
" Iya pak...." ucap Arjuna.
Kumala Sari mendengar suara wanita" Keluarlah,jika tidak. Aku akan menangkapmu.."
Kumala Sari yang mendengar suara itu lantas keluar dari rumah.
Sesampai di luar rumah,Kumala Sari melihat sepuluh wanita berkebaya hijau.
" Jika kamu menyerang Arjuna lagi,kita akan menangkapmu dan menyiksamu..." ucap salah satu wanita berkebaya hijau.
" Kalian siapa?" ucap Kumala Sari.
" Kamu tak perlu tahu siapa kami. Kami selalu mengawasi Arjuna. Jika kamu nekat menyerang Arjuna lagi....Kami akan bertindak.." ucap wanita itu lagi.
" Ternyata benar dugaanku,bila aku menyerang lagi,akan ada bantuan yang datang. Dan aku bisa kalah..." ucap Kumala Sari dalam hati.
Kumala Sari menghilang.
Di sisi Arjuna.
Nampak Arjuna menikmati masakan ikan Nila bersama keluarga Bayu. Melisa dan Diana melepas cadarnya karena susah makan jika pakai cadar.
Arjuna melihat wajah Diana dan Ayu lalu melihat makanannya
" Jiangkreek...Istrinya cantik semua..." ucap Arjuna dalam hati.
Tak terasa nasi di piring Arjuna sisa 3 suapan.
" Arjuna...Tambah lagi..." ucap Ayu.
" Iya bu..."
Kartika mengambil nasi lalu di tuangkan ke piring Arjuna.
" Aseemm... Gak muat perutku..." ucap Arjuna.
Imam memperhatikan Kartika saat menuangkan nasi ke piring Arjuna.
" Biar kamu kuat nyiramnya..." ucap Kartika.
Arjuna mengambil separo nasi di piringnya lalu meletakkan di piring Nurmala.
" Habisin kak..." ucap Arjuna.
" Junaaaaaa..." ucap Nurmala.
" Biar kuat nyetirnya kak..." ucap Arjuna.
" Awas ya nanti di rumah..." ucap Nurmala.
" Oh iya...Tadi saat di taman kamu mau ambil bunga apa?" ucap Bayu.
" Ooo...Begitu.."
" Kalau kamu mau..Ambil saja bunga yang ada di taman.." ucap Bayu.
" Serius pak...?" ucap Arjuna.
" Iya..." ucap Bayu.
Arjuna hendak bilang mau mengambil pohon Bonsai keduluan Ayu yang berkata.
" Jangan ambil pohon Bonsai.." ucap Ayu.
" Kok ibu tahu.." ucap Arjuna.
" Gak usah heran kamu Juna..Ibuku tahu segalanya.. Aku aja nyari - nyari barang,ibuku selalu tahu tempatnya..." ucap Imam.
" Umi kan ibumu..." ucap Ayu.
Kartika melihat ke Ayu lalu Arjuna kemudian Imam.
" Apa jangan - jangan bu Ayu ini ibu kandungnya Arjuna.."
Imam melihat ke arah Kartika. Pandangan mata mereka saling bertemu,Imam lantas melihat ke arah lain.
" Tapi gak mungkin deh...Kata Diana,anaknya pak Bayu semuanya masuk pondok pesantren. Jika libur panjang akan berada di rumah..." ucap Kartika dalam hati lalu melihat ke Arjuna.
0.0.0
Sore harinya di rumah Kartika.
Arjuna merapikan tamannya. Ia menggeser pot bunga. Saat hendak pulang dari rumah Bayu,Arjuna di beri beberapa pot bunga.
" Mayan...Dapat bunga mahal.." ucap Arjuna dalam hati sambil melihat bunga Lily pemberian Ayu.
Tak terasa waktu cepat berlalu.
Dini pulang malam hari pukul 19.45.
Sampai di dalam kamar,Dini tak keluar dari kamarnya.
" Akhirnya aku bisa tidur nyenyak..." ucap Dini. Ia merasakan linu di dua lubangnya karena melayani om - om.
Setelah dari rumah Angga,Dini mendapat panggilan dari Usman untuk melayaninya kembali dan di iming - imingi uang. Dini pun menyanggupinya.
0.0.0
3 Hari kemudian.
Sekolah SMP tempat Kartika mengajar.
Nampak Kartika berada di ruang guru bersama guru - guru yang lain.
Seorang pria penjaga sekolah mengetuk ointu sebelum masuk sambil membawa sebuah kantong plastik lalu berjalan di meja Kartika.
" Permisi bu.." ucap penjaga.
" Iya..Ada apa pak?" ucap Kartika.
" Tadi ada orang menyerahkan ini untuk ibu.." ucap penjaga sambil menyodorkan kantong plastik.
" Apa itu pak?" ucap Kartika.
" Katanya seh makanan bu..." ucap penjaga.
Kartika menerima lalu membuka kantong plastik,nampak ada kotak kertas lalu Kartika memgambil dan membukanya.
Kartika melihat di dalam kotak itu berisi kue bolu dan secarik kertas.
##Ini makanan untukmu... Maaf,aku tidak tahu makanan kesukaaanmu. Jadi aku beri bolu saja.
ISH ##
" Terima kasih pak..." ucap Kartika.
Ke esokan harinya.
Kartika mendaoatkan kiriman makanan lagi,namun berbeda dari sebelum.
" I S H ? Siapa ISH itu..?" ucap Kartika dalam hati melihat pesan di dalam makanan tersebut.
Lagi dan lagi. Kartika mendapat kiriman makanan.
" Ciieeeee....Sepertinya ada yang suka dengan ibu.." ucap Hasna yang juga seorang guru.
" Ibu mau...?" ucap Kartika.
" Ya mau dong jika di kasih" ucap Hasna.
Kartika memberikan 1 kotak berisi Pizza. Sebab di dalam kantong plastik terdapat 3 kotak Pizza.
Saat Kartika sampai di rumah,Kartika memberikan Pizza ke Arjuna.
" Wiiiih...Pizza..." ucap Arjuna.
Arjuna menunggu Kartika berganti pakaian ,setelah muncul Kartika duduk di samping Arjuna.
" Tiap hari aku selalu mendapat kiriman makanan yank..." ucap Kartika.
" Dari siapa?" ucap Arjuna.
" Dari ISH..." ucap Kartika.
" I S H?" ucap Arjuna lalu memakan Pizza.
Kartika mengeluarkan kertas lalu di berikan ke Arjuna.
" Ini yank kertasnya.." ucap Kartika.
Arjuna melihat kertas tersebut dan membaca dalam hati.
__ADS_1
# Aku tidak pandai merangkai kata maupun membuat puisi . Sejak aku bertemu denganmu,entah kenapa wajahmu selalu terbayang selalu. Semoga kamu menyukai pemberianku. Maaf hanya makanan yang ku kirim kepadamu.
ISH #.
Arjuna teringat dengan orang yang mirip dengannya yaitu Imam. Ia merasa Imam menyukai Kartika karena sering melihat ke arah Kartika.
" Imam...." ucap Arjuna.
" Imam??? " ucap Kartika.
" Imam putranya pak Bayu.." ucap Arjuna.
" Darimana sayang tahu?" ucap Kartika.
" Waktu itu kita ke rumah pak Bayu,aku lihat Imam sering melihat ke sayang,lalu tanya ke aku saat mancing.." ucap Arjuna.
" Tanya apa?" ucap Kartika.
" Tidurnya di mana,terus suaminya dimana,aku jawab ya aku tidur di kamar kak Nur,terus kak Tika sudah gak punya suami. Dia tanya lagi,cerainya karena apa. Aku jawab tanya aja sendiri...Begitu..." ucap Arjuna.
" Apakah sayang gak merasa jika mereka itu keluarga sayang?" ucap Kartika.
" Enggak...Gak mungkin dia keluargaku sayang..." ucap Arjuna,sebab Bayu pernah bilang semua anaknya ada di pondok pesantren.
" Dini mana?" ucap Kartika.
" Belum pulang .." ucap Arjuna.
" Nanti bantuin aku ya sayang.." ucap Kartika.
" Bantuin apa?" ucap Arjuna.
" Bersih - bersih " ucap Kartika.
" Iya sayang..." ucap Arjuna
###
Malam harinya.
Kartika hendak berebah di kasur,malam ini ia tak bisa bercinta karena sedang halangan.
Terdengar suara nada pesan masuk. Kartika mengecek pesan tersebut.
0812******** : Assalam mu"alaikum. Maaf saya mengganggu.
" Siapa ya...?" gumam Kartika.
Kartika membalas pesan tersebut.
Saya : Wa'alaikum salam. Maaf anda siapa?
0812****** : Saya ISH. Maaf saya kirim pesan malam - malam begini,padahal sudah saya tahan untuk tidak mengirim pesan.
Saya : Apakah anda Imam ?
0812****** : Anda pintar sekali menebaknya. Makanya murid - muridnya pintar.
" Ternyata benar apa yang di ucapkan Arjuna" ucap Kartika dalam hati lalu membalas pesan.
Saya : Maaf,apa maksud dan tujuan anda mengirim makanan ke saya?
0812******* : Tidak ada maksud apa - apa,itu hanya sebagai bentuk perkenalan saya,maaf jika itu mengganggumu. Jika terganggu,saya tidak akan mengirim makanan lagi.
Kartika mematikan ponselnya,lalu berebah dan tidur.
0.0.0
3 hari kemudian.
Nampak Kartika sedang di ruang guru memeriksa PR anak murid. Muncul penjaga sekolah membawa kotak lumayan besar,lalu di letakkan di meja Kartika.
" Pak Slamet...Ini apa? Kenapa di taruh meja saya.." ucap Kartika.
" Maaf bu..Ini untuk ibu..."
Kartika membuka kotak tersebut,dan isinya adalah kue ulang tahun,bertuliskan namanya.
" Ini bu...." ucap pak Slamet sambil menyerahkan sebuah amplop.
Kartika menerima dan membuka surat tersebut.
# Selamat ulang tahun. Semoga diberikan kesehatan dan rejeki yang banyak .Amiiin.
ISH #
" Dari mana dia tahu ulang tahunku?"
" Arjuna dan Dini saja tidak tahu..Hemmm..." ucap Kartika dalam hati. Setelah berkunjung kerumah Bayu,Kartika tidak ada kontak dengan keluarga Bayu.
Kartika menutup lagi kotak itu dan meletakkan di lantai karena memenuhi meja.
Saat perjalanan pulang,Kartika memberikan kue itu ke orang lain,ia takut Arjuna cemburu saat melihat kue tersebut.
Sesampai di rumah.
" Apakah Imam masih mengirim makanan yank?" ucap Arjuna.
" Iya..." ucap Kartika.
" Aku akan mendatanginya...." ucap Arjuna.
" Jangan sayang....Nanti kalau sayang di serang hantu itu lagi bagaimana?" ucap Kartika.
" Ada yang membantuku..." ucap Arjuna lalu berjalan.
" Jika sayang gak menuruti ucapanku,aku akan marah..." ucap Kartika.
Arjuna menghentikan langkahnya,lalu membalikkan badan dan berjalan ke arah Kartika.
" Aku gak mau dia merebut sayang dari tanganku.." ucap Arjuna.
Kartika memeluk Arjuna.
" Aku gak mau sayang kenapa - kenapa,dan tolong sayang jangan pergi ke sana..." ucap Kartika lalu melepaskan pelukannya.
" Apakah sayang suka sama dia?" ucap Arjuna.
" Tidak....Aku lebih menyukaimu..." ucap Kartika.
" Baiklah....Aku tidak akan ke sana, sayang sudah makan?" ucap Arjuna.
" Belum lapar...Nanti sore saja kita makannya.." ucap Kartika.
Kartika berjalan ke kamarnya dan mengunci pintu kamar,setelah itu ia mengambil ponselnya.
Saya. : Jangan kirim makanan lagi.
Kartika meletakkan ponsel di kasur lalu melepas pakaiannya.
Terdengar bunyi nada pesan.
Setelah mengganti pakaian,Kartika mengecek pesan tersebut.
Imam : Maaf,aku hanya ingin mengirimkan kue ulang tahun saja. Sebenarnya aku ingin menemuimu, tapi aku lagi di Jepang.
" Jepang? Kok dia bisa kirim dan tahu ulang tahunku ya..." ucap Kartika dalam hati.
Muncul pesan dari Imam.
Imam : Pasti kamu bertanya - tanya,mengapa aku bisa mengirim makanan itu kepadamu.
Imam : Maaf,ini mungkin terlalu cepat aku mengatakannya.
Imam : Sejak aku bertemu denganmu,entah mengapa jantungku ini berdebar - debar.Aku jatuh cinta kepadamu.
Imam : Aku mencari tahu informasi tentangmu.
Imam : Maaf,sebenarnya aku ingin mengatakan ini ketika bertemu nanti. Tapi, aku belum sempat dan masih ada pekerjaanku.
" Apa jangan - jangan Imam menyuruh penjaga untuk membuang adiknya,lalu bu Ayu tidak mengetahuinya. Heemmm..Coba aku tanya tentang kalung Arjuna.
Kartika mengirim foto kalung berlian ke Imam.
Saya. : Maaf,apakah kamu kenal dengan kalung ini.
Imam :Tidak...Ada apa dengan kalung itu.
Saya. :Tidak apa - apa.Aku hanya bertanya saja.
" Mungkin bu Ayu tahu..." ucap Kartika dalam hati lalu mengirim foto ke Ayu dan mempertanyakan kalung tersebut.
Imam : apakah kamu marah denganku?
Saya : Tidak..Anda orang kaya,pasti banyak wanita di sekelilingmu .
Imam : Jika di luar rumah,wanita itu hanyalah karyawan, jika di rumah,keluargaku yang mengelilingi aku.
Saya : Aku tak percaya omongan orang kaya sepertimu.
Imam : Yang aku katakan adalah kejujuranku.
Kartika membersihkan chat dengan Imam.
Muncul balasan dari Ayu.
Bu Ayu : Saya tidak pernah mempunyai kalung itu dan baru kali ini melihatnya. Ada apa kamu menanyakan kalung itu.
Saya : Tidak ada apa - apa bu.
Bu Ayu : Selamat ulang tahun ya..
" Eh...Kok dia tahu ya..?"
" Oh iya...Imam kan anaknya..." ucap Kartika dalam hati.
Saya : Terima kasih bu.
Kartika menekan tombol Offline. Lalu keluar menemui Arjuna.
Nampak Arjuna duduk di sofa memainkan ponselnya.
Kartika menghampiri Arjuna dan duduk di samping Arjuna.
" Yank..." ucap Kartika.
" Iya.." ucap Arjuna.
" Badanku pegal..."
Arjuna menutup aplikasi lalu memijat pundak Kartika.
" Sayang tahu tanggal kelahiranku?" ucap Kartika.
" Enggak...Kok tumben sayang nanya tanggal lahir? Apa sayang lagi ulang tahun?" ucap Arjuna.
" Iya....Aku ulang tahun hari ini." ucap Kartika.
Arjuna memegang telapak tangan Kartika.
" selamat ulang tahun ya sayang..." ucap Arjuna.
" Iya sayang...Terima kasih..." ucap Kartika.
Emmmuaaachh...Emmuuuuaaachh.... Arjuna mencium pipi Kartika.
" Sayang mau kado apa?" ucap Arjuna.
" Aku tidak butuh kado sayang.. Yang aku inginkan hanyalah selalu bersamamu hingga tua dan nafasku berhenti, Dan sayang jangan selingkuh..." ucap Kartika.
" Iya sayang...." ucap Arjuna.
__ADS_1