
Nampak di pagar sekolah SMA terpasang umbul - umbul. Untuk memperingati 17 Agustus. para siswa dan siswi memakai seragam olah raga. Karena hari ini adalah lomba lari Marathon. Sebenarnya lomba itu tidak ada,akan tetapi Ayu( istri Bayu ) yang meminta di adakan lomba itu untuk memeriahkan acara 17 an,Ayu menyumbang dana untuk acara tersebut .
Pagi harinya.
Arjuna tiba di sekolah bersama Dini. Lalu Arjuna segera bergabung dengan teman - temannya .
" Ku pikir kamu gak datang Ar.." ucap Dion.
" Datanglah...." ucap Arjuna.
Terdengar suara dari pengeras suara.
Arjuna dan yang lainnya berkumpul.
Para petugas dari kepolisian turut hadir untuk mengamankan acara tersebut,karena acara itu menggunakan jalan raya sebagai rute lomba lari.
Hingga akhirnya lomba lari Marathon pun di mulai.
" Satu....Dua....Tii....Ga......" ucap pak kepala sekolah memberi aba - aba.
Semua peserta lomba lari langsung berlari.
Arjuna berlari di samping Desy.
" Des ....Aku duluan ya..." ucap Arjuna.
" Iya...." ucap Desy
Arjuna menambah kecepatan berlarinya,ia melewati peserta yang ada di depannya.
" Kalau aku lari biasa,gak akan terkejar neh" ucap Arjuna dalam hati,melihat ada peserta yang sudah jauh dari dirinya.
Lantas Arjuna menggunakan ilmu Harimaunya.
Kecepatan lari Arjuna menjadi bertambah.
Satu persatu peserta ia lewati dengan mudah.
Arjuna melihat Angga di depannya,ia langsung segera menyusul,dan akhirnya bisa menyalip Angga.
Angga yang melihat Arjuna lari di depannya segera menambah kecepatan berlarinya,namun Angga tak mampu.
" Bajingan...Larinya kencang banget..." ucap Angga.
Saat Arjuna berada di urutan pertama,ia melihat polisi mengendarai sepeda motor mengawal lomba tersebut berboncengan dengan seorang pria memegang kamera,ia segera menambah kecepatan berlarinya.
" Bapak curang...Naik motor ..." ucap Arjuna sambil berlari di samping polisi yang mengendarai sepeda motor.
" Saya kan ngawal mas ...Gak ikut lomba .." ucap polisi.
Arjuna menoleh ke belakang,ia melihat peserta lomba lumayan jauh. Namun ada saalah satu peserta mengejar Arjuna.
" Masih jauh loh mas...Jangan buru - buru...Nanti capek..." ucap polisi.
Arjuna menoleh ke polisi
" Gak capek pak.....Cuman kesel( letih) " ucap Arjuna.
" Podo wae ..." ucap polisi.
" Ha....Ha ...Ha....Ha....Ha ...Ha...." tawa orang yang membawa kamera merekam lomba.
Seorang pemuda memakai seragam olah raga yang sama dengan Arjuna mendahului Arjuna dan kaca mata hitam.
" Masih 3 kilo lagi mas...." ucap polisi.
" Biarpun seratus kilo,saya masih sanggup pak..." ucap Arjuna .
" Yakin sanggup ..?" ucap polisi.
" Yakin lah...Balapan sama bapak aja masih sanggup kok,tapi bapaknya turun. Jangan naik motor..." ucap Arjuna.
" Lebih enak naik motor mas..." ucap polisi.
Arjuna melihat perut polisi tersebut. Nampak perutnya buncit,tidak rata.
" Lah iya...Lha wong perutnya gede gitu . Mana bisa lomba lari. Paling lari seratus meter dah ngos - ngossan .." ucap Arjuna dalam hati .
Arjuna melihat pemuda itu berjarak 200 meter darinya. Lantas Arjuna menambah kecepatan berlari.
" Njirr.....Cepat juga dia berlari ..." ucap Arjuna dalam hati sambil mengejar.
Perlahan jarak Arjuna dengan pemuda itu semakin mendekat.
Mata Arjuna berubah menjadi mata Harimau,sehingga larinya semakin kencang.
Arjuna berhasil menyamai posisi lalu perlahan meninggalkan pemuda itu.
Pemuda itu tak mau kalah,matanya berubah menjadi pelangi. Sehingga pemuda itu berhasil menyamai Arjuna lalu perlahan meninggalkan Arjuna.
" Diampuut.....Ternyata dia jago berlari .." ucap Arjuna dalam hati kesal. Lantas Arjuna berusaha mengejarnya,ia tak mau menambah kekuatan Harimaunya,karena bisa membuat dirinya berubah menjadi Harimau.
Mata Arjuna berubah menjadi warnah Kuning semua tanpa Arjuna sadari.
Sementara polisi yang mengawal sudah pindah ke posisi pelari urutan pertama.
" Jancook......" ucap Arjuna.
Arjuna mengerahkan semua tenaganya untuk mengejar.
Mata Arjuna berubah menjadi pelangi. Arjuna merasakan kekuatannya meningkat pesat,namun ia tak tahu perubahan warna matanya.
Perlahan Arjuna dapat memperdekat jarak dengan pemuda itu
Garis finish tinggal 300 meter lagi.
" Kalau gagal aku gak bisa traktir...Ayo Arjuna...Kamu bisa....." ucap Arjuna dalam hati menyemangati dirinya.
Arjuna berhasil menyamai lari dengan pemuda tersebut dan meninggalkan pemuda itu.
Terdengar sorakan dari peserta yang tidak ikut dan juga guru - guru sekolah.
" Ayoo Arjuna...."
" Juna...Juna .."
" Juna...Junaa..Ayooo ...."
Arjuna menabrak pita gerbang Finish. sambil mengangkat kedua tangannya . Juru kamera merekam Arjuna saat melewati garis Finish.Akan tetapi tidak dapat merekam mata Arjuna,karena lari Arjuna sangat kencang.
" Prook ..Proook....Prookk.....Proook....Prook.." suara tepuk tangan saat Arjuna melewati garis finish.
Mata Arjuna kembali normal.
Setelah itu Arjuna duduk selonjor di lantai,ia merasakan kakinya pegal sekali. Lalu melihat ada seorang wanita memakai jilbab dan cadar berjalan ke arahnya bersama 4 pria. Wanita itu adalah Ayu ( istri Bayu).
" Asssalam mua'alaikum Arjuna .." ucap Ayu
" Wa'alaikum salam bu..." ucap Arjuna.
" Selamat ya Arjuna..." ucap Ayu.
" Iya bu ..Terima kasih ...Ibu kok ada di sini?" ucap Arjuna.
Ayu duduk di samping Arjuna.Meskipun tempatnya tidak bersih dan pakaiannya mahal Ayu tak peduli.
" Sesekali keluar rumah...Jika di rumah terus ya bosan..." ucap Ayu.
" Pak Bayu kemana bu?" ucap Arjuna.
" Lagi di Jakarta..." ucap Ayu.
" Ooo...Jakarta ..." ucap Arjuna .
Ayu memberikan teh Kotak ke Arjuna sambil menyelipkan kupon undian.
" Ini..Minumlah..." ucap Ayu.
Arjuna menerima teh Kotak tersebut.
" Suwun bu..."
" Eh ..Ini kupon ibu...?ucap Arjuna
" Ambil saja,ibu tidak mau....'ucap Ayu.
Arjuna meminum teh kotak.
" Apakah tadi kamu memakai ilmumu untuk berlari?" ucap Ayu.
" Iya bu...Jika enggak ya kalah aku bu.." ucap Arjuna,gak mungkin ia berbohong,sebab Ayu sudah tahu ilmunya.
Terdengar suara alunan musik dari panggung.
Para peserta lomba lari berdatangan setelah mereka berlari. Dini berjalan bersama Desy,lalu melihat Arjuna duduk bersama wanita bercadar hendak mendekati Arjuna.
" Maaf,jangan mendekat..." ucap pengawal.
" Dia mbakku pak..." ucap Arjuna.
__ADS_1
" Biarkan mereka ke sini.."
Dini dan Desy duduk selonjor di dekat Arjuna.
" Kamu sudah pernah ke Jepang ?" ucap Ayu.
" Belum pernah bu...Jangankan Jepang, Jakarta yang dekat aja gak pernah .." ucap Arjuna.
" Kalau kamu rangking satu,ibu akan mengajakmu pergi ke Jepang..." ucap Ayu.
" Seriuss bu...?" ucap Arjuna.
" Iya....Ibu serius..."
" Ya sudah...Ibu pergi dulu ya..." ucap Ayu.
" Iya bu...." ucap Arjun.
Ayu lalu berdiri dan pergi meninggalkan Arjuna.
" Ibu itu siapa dek?" ucap Dini setelah Ayu pergi.
" Bu Ayu..." ucap Arjuna
" Ooo...Bu Ayu..Kamu kenal dia di mana?" ucap Dini.
" Kenal di rumah sakit,pas kecelakaan itu..." ucap Arjuna.
Terdengar suara pengundian kupon. Setiap siswa mendapatkan kupon,begitu juga dengan para guru.
" Nomor satu kosong tiga empat.." suara pria.
" Apakah dia yang nabrak Ar?" ucap Desy .
" Bukan....Anaknya yang nabrak aku..." ucap Arjuna.
" Oooo...Kirain dia yang nabrak...." ucap Desy.
Saat panitia menyebut nomor undian.
" Mbak....Itu kan nomormu..." ucap Arjuna.
Dini memeriksa kuponnya.
" Oh iya ..." ucap Dini lalu berdiri dan berlari.
" Juna...." ucap Desy
" Iya..." ucap Arjuna
" Kamu suka tipe cewek yang seperti apa?" ucap Desy.
" Yang berpikiran dewasa ..." ucap Arjuna.
" Ooo...Begitu..." ucap Desy.
" Kalau pikirannya masih ABG,banyak yang mengandalkan egonya,tak mau berpikir dahulu. Dan..."
" Bisa bersikap bagaimana cara menanganinya..." ucap Arjuna.
" Menurutmu,aku gimana?" ucap Desy.
" Jujur apa bohong?" ucap Arjuna.
" Jujur saja,meskipun itu menyakitkan,aku terima .." ucap Desy .
" Heemmm...Gimana ya...Kamu baik,cantik,pinter...Tapi..." ucap Arjuna.
" Tapi apa?" ucap Desy.
" Cemburuan...." ucap Arjuna .
" Semua cewek pasti cemburu melihat pasangannya mesra dengan cewek lain .." ucap Desy. Kemudian Desy menutup mulutnya.
" Kamu cemburu? kan kita temenan..." ucap Arjuna.
" Apakah kamu gak tertarik sama aku?" ucap Desy.
" Tertarik?"
Arjuna berdiri.
" Tali aja gak ada,gimana aku bisa tertarik..." ucap Arjuna lalu berlari ke arah podium.
" Junaaaaa.....Iiisssshh....." ucap Desy lalu berdiri dan berjalan.
Ayu di hampiri seorang cewek membawa toples kaca berisi kertas kupon,lalu Ayu memasukkan tangan ke toples tersebut dan menyerahkan kupon di tangannya
Cewek itu berjalan ke atas panggung.
" Ini dia yang akan mendapatkan hadiah motor NMAX...."
" Satu...Angka pertama...perhatikan kuponnya ya .."
Arjuna memperhatikan kupon yang ia pegang. Angka pertama angka Satu.
" Empat....."
Arjuna melihat kupon pemberian Ayu berangka empat.
" Dua....Hayooo angka terakhirnya berapa???" ucap MC.
Arjuna melihat angka kupon pemberian Ayu bertuliskan Sembilan
Terdengar suara para peserta menyebut angkanya.
" Salah....."
" Salah....." ucap MC.
" SEMBILAN......." teriak Arjuna
" Siapa tadi yang bilang sembilan angkat tangan."
Arjuna mengangkat tangannya.
" Majuuu kesini....." ucap MC.
" Aku..." ucap Arjuna sambil menunjuk dirinya.
" Iya...Mau motornya apa enggak?"
Arjuna berjalan ke panggung.
" Nomornya adalah Satu empat dua sembilan..."
Arjuna mendekati MC lalu menyerahkan kuponnya .
" Benar....." ucap MC.
MC mendekati pak kepala sekolah dan bu Ayu untuk menunjukkan kupon yang ia pegang sama dengan milik Arjuna
" Ini kebetulan,apa emang bu Ayu sengaja memberiku motor ya...Tapi aku kan sudah punya motor..." ucap Arjuna dalam hati bingung dan penasaran.
Pak kepala sekolah memberikan sebuah kunci terbuat dari gabus ke Arjuna sebagai simbol bahwa Arjuna mendapatkan hadiah utama.
Setelah itu pembagian hadiah untuk lomba lari Marathon.
Arjuna berniat motor yang ia dapatkan di berikan ke Dini.
Setelah acara selesai,Arjuna dan Dini kembali kerumah.
Sesampai di rumah,Arjuna melihat motor Kartika sudah ada di rumah. Ia segera menemui Kartika.
" Kaaaaak....." ucap Arjuna agak nyaring.
" Iya..." suara Kartika.
Arjuna menghampiri suara tersebut,nampak Kartika berada di dapur.
" Kak....Aku dapat motor sama juara satu..." ucap Arjuna
" Benarkah itu sayang ..?" ucap Kartika.
" Iya....."
Arjuna memperlihatkan amplop berisi uang ke Kartika.
" Ini amplopnya...Lalu motornya nanti di antar . Ya kan mbak?" ucap Dini.
" Iya ..." ucap Dini.
Kartika memeluk Arjuna.
" Selamat ya sayang....."
Kartika melepas pelukannya.
" Terus motor itu untuk siapa?" ucap Kartika.
__ADS_1
" Untuk mbak Dini kak....Boleh gak?" ucap Arjuna
" Boleh...." ucap Kartika.
##0.0.0.0###
Seminggu setelah lomba lari
Kartika mendapat pesan dari Imam,bahwa Imam telah mengetahui penyebab perceraian dirinya dengan Adam. Imam menawarkan pengobatan di singapura dan juga progam bayi tabung jika ia menjadi istrinya dan akan membahagiakan Kartika. Serta Imam juga tahu ayahnya Kartika berada di London.
Kartika menjadi bimbang dengan pesan tersebut. Ia tahu progam bayi tabung biayanya tidaklah murah. Ia sangat mencintai Arjuna,akan tetapi dirinya menginginkan seorang bayi. Kartika meminta waktu ke Imam untuk memberi jawaban ke Imam. Apakah menerima lamaran Imam atau tidak. Sebab Imam langsung melamar dan tidak ingin pacaran.
Kartika hendak berbicara dengan Arjuna,tapi di urungkan. Sebab ia tahu pasti Arjuna akan marah. Lalu Kartika menemui Nurmala di rumah orang tuanya.
Ketika hari sabtu sore.,Kartika pergi menemui Nurmala.
" Mana Arjuna kak...?" ucap Nurmala saat melihat kakaknya datang.
" Dia gak ikut...Ayo ke kamarmu..." ucap Kartika.
" Mau ngapain kak?" ucap Nurmala
" Kakak mau ngomong...Penting..."
Sesampai di dalam kamar.
" Begini....Kamu tahu Imam kan yang ada di rumah pak Bayu itu.." ucap Kartika.
" Iya tahu kak..Orangnya yang mirip Arjuna itu kan ." ucap Nurmala.
" Iya.... Awalnya kakak mendapat makanan,ada pesan di dalamnya berinisial ISH..."
Kartika menceritakan hingga dirinya mendapat pesan yang terakhir dari Imam.
" Kakak bingung dek...Antara tetap bersama Arjuna atau menerima Imam..." ucap Kartika.
" Kalau pilih Arjuna,kakak gak akan punya anak,tapi Arjuna orangnya sangat setia kak dan jujur ..Jika menerima Imam,kakak bisa punya bayi...Tapi Arjunanya gimana kak? Pasti dia marah dan kecewa..." ucap Nurmala
" Nah itu dia...Kakak bingung...Jadi gimana menurutmu?" ucap Kartika.
" Kan kakak tahu,aku juga menyukai Arjuna..Jadi.."
" Jika kakak menerima Imam gak masalah...Aku akan menemani Arjuna .." ucap Nurmala.
" Jadi kakak terima saja lamarannya dia?" ucap Kartika.
" Iya...Wajahnya juga mirip dengan Arjuna. Anggap saja dia Arjuna..." ucap Nurmala.
" Wajahnya memang mirip,tapi kakak gak tahu sifatnya dek...Jika sama Arjuna,kakak tahu sifatnya dia ..." ucap Kartika.
" Jika di lihat seh,dia orangnya baik. Dari anggota keluarganya,dan dia taat beribadah.." ucap Nurmala.
" Kakak bingung dek...Kakak sangat mencintai Arjuna,tapi kakak menginginkan seorang bayi. Dan bila aku melakukan bayi tabung bersama Arjuna,belum tentu uangku cukup..." ucap Kartika.
Nurmala menghela nafasnya.
" Berat kak ..Tapi jika kakak memang pengen punya bayi ya terima saja lamaran Imam..." ucap Nurmala.
Kartika diam tak menjawab.
Tak lama kemudian.
" Dek....Jangan beritahu Arjuna ya ...Biar kakak sendiri yang bilang" ucap Kartika
" Bilang apa kak?" ucap Nurmala.
" Kakak memilih Imam..." ucap Kartika.
" Baiklah...Aku tidak akan bilang ke Arjuna." ucap Nurmala.
Kartika mengambil ponselnya lalu mengetik pesan ke Imam bahwa dirinya mau menerima Imam.
Tak lama kemudian ponsel Kartika berdering nada panggil.
Di layar muncul nama Imam. Kartika menerima panggilan tersebut.
" Hallo...." ucap Kartika.
" Assalam mu'alaikum...." suara Imam.
" Wa'alaikum salam...Maaf,aku menerimamu bukan semata - mata karena hartamu. Aku menerimamu karena kamu dapat mengabulkan keinginanku..." ucap Kartika.
" Iya..Aku tahu itu...Aku bukanlah lelaki yang sempurna,namun...Aku akan berusaha untuk yang terbaik untukmu...Kalau bisa,dua minggu kita berangkat ke London,dan kita menikah di sana...Bagaimana?" suara Imam.
" Menikah?" ucap Kartika.
" Iya....Menikah. Dalam islam tidak boleh pacaran. Aku menyukaimu dan kamu menyukaiku itu sudah cukup bagiku. Untuk paspor dan tiket pesawat,biar aku saja yang mengurusnya.Oh iya ..Jangan lupa beri tahu ke Arjuna..." suara Imam.
" Maaf...Jangan bawa Arjuna..." ucap Kartika.
" Kenapa jangan sayang?" suara Imam.
" Jika kamu memaksa,aku tidak jadi. Dan jangan menggangguku..." ucap Kartika.
" Baiklah jika itu yang kamu inginkan.." suara Kartika.
" Cukup aku saja yang pergi,adikku tidak bisa ikut karena belum mendapatkan hak cutinya,Dini biarkan di sini untuk menemani Arjuna...Dan jangan beritahu ke Arjuna mengenai aku menikah denganmu.." ucap Kartika.
" Kenapa begitu sayang...." suara Imam.
" Aku belum bisa mengatakannya...Jika kamu memberitahu atau keluargamu memberitahu ke Arjuna bahwa kita nikah,aku membatalkannya dan jangan hubungi aku.." ucap Kartika.
" Baiklah...Baiklah....Aku dan keluargaku tidak akan memberitahu ke Arjuna." suara Imam.
" Assalam mu'alaikum..." ucap Kartika.
" Wa'alaikum salam warah matullah..." suara Imam.
Katika mematikan panggilan.
" Dek.... Dua minggu lagi aku ke London..." ucap Kartika.
" Dia minggu?" ucap Nurmala.
" Iya ...Jangan beritahu ke Arjuna atau Dini ya dek jika kakak menikah dengan Imam..." ucap Kartika
" Siap kak...." ucap Nurmala
" Yook kerumah kakak..." ucap Kartika.
Esok harinya di rumah Kartika.
Arjuna duduk di ruang tamu nonton film di ponselnya ,lalu Kartika dan Nurmala datang menghampiri.
" Sayang...." ucap Kartika lalu duduk.
Arjuna melihat ke arah Kartika.
" Ya..." ucap Arjuna.
" Papah menelpon...Kita di suruh datang ke sana..." ucap Nurmala.
" Ke sana mana?" ucap Arjuna.
" Ke London sayang ...Nah..Nurmala tidak ikut,karena belum mendapatkan hak cuti...Jadi.." ucap Kartika.
" Sayang mau ke London sendirian..?" ucap Arjuna.
" Iya....Aku mau ngajakin sayang,tapi sayang sekolah..." ucap Kartika.
" Jika aku dapat cuti,aku akan mengajakmu sayang ke London...Tapi pas kamu libur panjang .." ucap Nurmala.
" Kapan ke Londonnya yank?" ucap Arjuna.
" Dua minggu lah...Soalnya harus buat paspor dulu...." ucap Kartika.
" Baiklah ...Berapa lama sayang di sana?" ucap Arjuna.
" Hemmm..Gak tahu..Tapi kalau dah selesai,aku pulang kok yank..." ucap Kartika.
" Jangan lupa oleh - olehnya ya..." ucap Arjuna.
" Itu pasti sayang .." ucap Kartika lalu mencium pipi Arjuna.
Chuup....
" Maafkan aku Arjuna....."ucap Kartika dalam hati.
0.0.0
Tak terasa waktu cepat berlalu,tibalah hari di mana Kartika akan pergi ke London.
Kartika memilih hari masuk sekolah,jika hari libur,tentu Arjuna akan ikut mengantar. Sebelum berangkat,malamnya Kartika bercinta dengan Arjuna sampai puas,ia sengaja melakukan itu untuk terakhir kalinya ia bercinta dengan Arjuna.
Kartika di jemput oleh supir keluarga Han.
Saat perjalanan ke rumah Bayu,Kartika meneteskan air matanya. Ia terpaksa menikah dengan Imam karena dirinya sangat menginginkan seorang bayi.
" Maafkan aku sayang...." ucap Kartika dalam hati.
__ADS_1