ARJUNA

ARJUNA
SIAPA CEPAT,DIA YANG DAPAT


__ADS_3

Sore hari pukul16.20.


Arjuna membuka matanya,lalu bangun. Ia mendengar suara obrolan Kartika dan Nurmala.


Arjuna berdiri lalu mengambil pakaian bersihnya di laci,dan berjalan ke kamar mandi.


Saat Arjuna berjalan ke kamar mandi,Kartika melihat ke arah Arjuna,Kartika segera menghampiri Arjuna dan memeluknya.


" Maafin kakak ya Juna..."


Air mata Katika keluar.


" Kakak gak akan mengulangi kesalahan kakak..Hiks...Hikss..Hikss..." ucap Kartika.


" Iya kak...Aku juga minta maaf jika aku ada salah..." ucap Arjuna.


Kartika melepas pelukannya.


Kartika mencium pipi Arjuna.


Emmuaaachh...


Emmmuuuaachh...


" Aku belum mandi kak..." ucap Arjuna.


" Jangan kabur lagi ya " ucap Kartika.


" Jika kak Tika diem lagi ya aku kabur lah..." ucap Arjuna.


Kartika memeluk Arjuna lagi.


" Kakak gak akan lagi diemin kamu sayang...Maaf ya..." ucap Kartika.


" Iya kak..." ucap Arjuna.


Kartika melepas pelukannya.


" Dah mandi dulu sana..Kakak masakin makanan kesukaanmu" ucap Kartika.


" Iya kak...." ucap Arjuna.


" Syukurlah...Aku pikir,aku bakal di diemin lagi.." ucap Arjuna dalam hati lega.


Setelah selesai mandi. Arjuna makan bersama - sama.


" Teman - teman juga ikut nyariin kamu dek.." ucap Dini.


" Masa seh?" ucap Arjuna.


" Iya...Kirain kamu mati di hutan..." ucap Dini.


"Ya enggalah..." ucap Arjuna.


" Aku tanya ke mbah Man..Kamu gak kesana.." ucap Dini.


" Rencana seh kesana...Paling jalan kaki dua hari dah sampai.." ucap Arjuna.


" Jangan pergi lagi ya dek.." ucap Dini.


" Iya mbak..." ucap Arjuna.


" Selesai makan,kerjakan PR Fisika,kalau gak di kerjakan kakak hukum push up seratus kali.." ucap Kartika.


" Aseeemmm....Kan aku gak turun kak.." ucap Arjuna.


" Kalau gak mau di hukum,kerjakan. Beres..." ucap Kartika.


" Iya ya...." ucap Arjuna.


Selesai makan,Arjuna mengerjakan PR Fisika bersama kakaknya di ruang tamu.


" Aiisssh...Ini gimana seh ngerjainnya.." ucap Arjuna.


Kartika muncul lalu duduk di kursi sofa. Sementara Arjuna dan Dini duduk di lantai.


" Kalau gak tahu nanya,tapi jangan tanya jawaban ya.." ucap Kartika.


" Ini nah dek...Coba baca dulu..." ucap Dini sambil menunjukkan buku.


Arjuna mengambil buku itu lalu membacanya dalam hati.


" Gantian ya..." ucap Kartika.


" Enggak kak...Ini sudah ketemu jawabannya..." ucap Arjuna.


" Pinteer..." ucap Kartika.


Malam harinya ketika Dini sudah masuk kedalam kamar tidur. Arjuna masih menonton tivi bersama Kartika dan Nurmala.


Arjuna duduk sambil menyender di tembok.


" Dek..." ucap Kartika.


" Iya kak..." ucap Arjuna.


" Apakah kamu masih marah sama kakak?" ucap Kartika.


" Enggak..." ucap Arjuna.


Kartika dan Nurmala berpindah duduk di samping Arjuna.


" Maafin kakak,kakak waktu itu marah dan kecewa denganmu..."


" Sekarang...Kamu bebas mencintai wanita lain." ucap Kartika.


" Maksudnya?" ucap Arjuna.


" Heemm...Maksud kak Tika itu. Kamu boleh mencintai wanita lain Juna.." ucap Nurmala.


" Jujur saja ya Jun..."


" Semenjak kamu ada di sini..Hidup kakak menjadi tenang dan sangat bahagia. Perlahan,timbul rasa sayang dan cinta. Hingga akhirnya kita melakukan apa yang seharusnya tidak kita lakukan.."


" Kakak senang sekali,meskipun kita bukan suami istri. "


" Saat kamu bilang bahwa telah melakukan hubungan badan dengan Nurmala,hatiku hancur.."


" Tapi setelah kamu pergi,kakak baru sadar.."


" Ini semua salah kakak...Tak seharusnya kakak melakukan itu padamu.."


" Apakah kamu mencintai Nurmala?" ucap " ucap Kartika.


" Heemmm...Jujur apa enggak kak?" ucap Arjuna.


" Jujur..." ucap Kartika dan Nurmala.


" Enggak kak...."


" Maafkan aku kak..." ucap Arjuna.


" Ini bukan salahmu Juna...Kak Nur melakukan itu karena ingin sekali merasakannya,seperti yang di rasakan kak Tika.." ucap Nurmala.


" Apakah kamu benar - benar mencintaiku?" ucap Kartika.


" Hemmm....Gimana ya kak..Aku bingung..."


" Dulu..Sempat suka,tapi sekarang enggak..." ucap Arjuna.


" Apakah karena kakak diemin kamu?" ucap Kartika.


" Iya..." ucap Arjuna.


Kartika merangkul Arjuna.


" Jika seandainya ada pria yang melamar kak Tika gimana dek?" ucap Nurmala.


" Kalau kak Tika senang dan bahagia dengan pria itu gak masalah." ucap Arjuna.


" Kamu gak marah?" ucap Nurmala.


" Enggak,setelah itu pergi..." ucap Arjuna.


" Kenapa pergi?" ucap Kartika.


" Laah...Jika suaminya kak Tika cemburuan,yang ada berantem terus kak. Mending aku ke kossannya pak haji.." ucap Arjuna.


" Ngapain kamu kesana dek?" ucap Kartika dan Nurmala.


" Ya tinggal di sanalah kak..Soalnya pak haji nawarin aku tinggal di rumah kontrakannya..." ucap Arjuna.


" Baiklah...Kakak janji gak akan nikah jika kamu belum lulus SMA..." ucap Kartika.


" Kenapa begitu kak..?"ucap Arjuna.


" Gakpapa...Ya sudah...Kakak mau tidur duluan..." ucap Kartika lau berdiri dan berjalan ke kamar tidurnya.


" Dek...Sebentar lagi kan kak Nur mau lulus.. Lalu kerja.."


" Kemungkinan kak Nur akan jarang ke sini.." ucap Nurmala.


" Cari kerja di sini aja kak.." ucap Arjuna.


" Gak bisa dek...Di sini susah cari kerjaan.." ucap Nurmala.


" Kak Nur mau cari kerja di mana?" ucap Arjuna.


" Di mana aja,asal bayarannya cocok ya kak kerja..." ucap Nurmala.


" Kak..." ucap Arjuna.


" Iya..." ucap Nurmala.


" Hemmm... Aku ingat ada yang memberikan kartu nama ke kak Tika. Jika aku mau lanjut kuliah,dia mau bayarin,jika nilaiku bagus. Akan di pekerjakan di perusahaannya."


" Coba kak Nur hubungi dia..Siapa tahu kak Nur di terima.." ucap Arjuna.


" Iya juga seh...Kakak gak kepikiran dek..."


" Oh iya... Kamu tidur di kamarku aja dek.." ucap Nurmala.


" Enggak ah...Nanti kak Tika diemin aku lagi..." ucap Arjuna.


" Kak Tika gak akan marah,kak Nur sudah bilang..."


"Kalau aku gak ada..Pakai aja kamarku..." ucap Nurmala.


" Iya kak..." ucap Arjuna.


" Pintu kamar gak ku kunci,jika kamu mau tidur sama kakak,masuk aja.." ucap Nurmala. Lalu pergi.


" Asem...." ucap Arjuna.


Tiba - tiba ponselnya berdering nada pesan,Arjuna mengecek pesan tersebut.


kak Tika : Kakak gak marah kok jika kamu tidur bersama adikku. Asal jangan dengan wanita lain ya. Dan jangan di buang di dalam.


Arjuna : Iya kak.


Tak lama kemudian pesan dari Kartika terhapus.


Arjuna mengecek kembali pintu rumah,lalu masuk ke dalam kamar Nurmala.


" Kirain gak mau tidur sama kak Nur.."


Arjuna berebah di tempat tidur.


" Dek...Kamu ngapain aja seh di hutan itu?" ucap Nurmala.


" Baikin gubuk sama bakar daun kak.." ucap Arjuna.


" Emangnya kamu gak takut ada ular yang masuk terus gigit kamu?" ucap Nurmala.


" Enggak...Kalau di patuk paling mati kak." ucap Arjuna.


Nurmala menarik badan Arjuna,kini mereka saling berhadapan.


" Jangan ke sana lagi ya.." ucap Nurmala.

__ADS_1


" Tenang aja kak, selama aku tidur,ada yang jagain aku.." ucap Arjuna.


" Siapa yang jagain kamu?" ucap Nurmala.


" Kerisku kak..." ucap Arjuna.


" Keris...? Kamu punya keris?" ucap Nurmala.


" Punya kak.." ucap Arjuna.


" Keris mana bisa melindungimu dari bahaya Junaa..." ucap Nurmala.


" Kalau dari hewan berbahaya bisa kak,kecuali benda yang besar seperti pohon.." ucap Arjuna.


" Dah ...Jangan ke sana lagi.."


" Tadi itu banyak wartawan datang kerumah mau meliput kamu dek.." ucap Nurmala.


" Wartawan?" ucap Arjuna.


" Iya...Kamu menghilang gak ada kabar,terus ke hutan lagi. Tim SAR sampe bingung mencari kamu. Mereka menemukan tulang manusia di dalam hutan.." ucap Nurmala.


" Tulang manusia?" ucap Arjuna.


Nurmala mengambil ponselnya,lalu membuka website berita.


" Neh...Kamu baca.." ucap Nurmala.


Arjuna mengambil ponsel Nurmala dan membaca berita dalam hati.


" Ooo...Ini..." ucap Arjuna lalu mengembalikan ponsel.


" Kamu tahu mayat siapa itu?" ucap Nurmala.


" Enggak kak...Dulu aku menemukan mayat itu,tapi wajahnya sudah ada belatungnya kak.." ucap Arjuna.


" Kenapa kamu gak lapor polisi Juna..." ucap Nurmala.


" Mana sempat kak...Aku itu pas lagi cari kayu bakar kak.." ucap Arjuna.


" Kamu gak cerita soal mayat itu ke keluargamu atau tetanggamu dek?" ucap Nurmala.


" Enggak...Ngapain cerita..." ucap Arjuna.


Mereka pun terdiam.


" Dek..." ucap Nurmala.


" Apa kak?" ucap Arjuna.


" Hemmm...Maen lagi yuk..." ucap Nurmala.


" Maen petak umpet?" ucap Arjuna.


" Iya...Inimu ( Nurmala memegang pisang Arjuna di balik kain) di umputin di lubangku.." ucap Nurmala.


" Ayooo...." ucap Arjuna.


Di saat mereka asik bercinta,Dini keluar dari kamarnya. Lalu berjalan pelan ke kamar Nurmala. Begitu sampai di depan pintu,Dini menempelkan telinganya di pintu.


Dini mendengar suara Nurmala.


" Aaah...Aaaah...Enak sayang terus..Ooouuh.." suara Nurmala.


Dini berjalan kembali ke kamarnya.


Pagi harinya.


Arjuna beraktifitas seperti biasa,Kartika menyapa Arjuna. Ia tak lagi mendiamkan Arjuna.


" Buku pelajaranmu sudah di masukkan dalam tas apa belum Jun?" ucap Kartika.


" Sudah kak.." ucap Arjuna.


" Sudah di periksa?" ucap Kartika.


" Sudah kak..Gak ada yang tertinggal..." ucap Arjuna.


0.0.0


Arjuna dan Dini tiba di sekolah.


Arjuna di sambut oleh semua orang,mereka menanyakan Arjuna pergi kemana. Hingga membuat semua orang panik. Ada juga wartawan yang berdiri di depan pintu pagar menunggu kedatangan Arjuna.


Wartawan itu melontarkan pertanyaan ke Arjuna.


" Tenang...Tenang...Aku gak ke mana - mana, Aku cuman keliling mencari bunga.." ucap Arjuna.


" Jancoook....Cari bunga kok sampe ngilang hampir seminggu..." ucap pria 1.


" Laah...Yang aku cari itu bunga langka..Makanya lama..." ucap Arjuna.


" Paling kembang desa yang di cari Arjuna." ucap pria lain menimpali.


" Ngapain cari kembang desa,neh didepanku banyak kembang sekolah..." ucap Arjuna.


Wartawan taknpuas dengan jawaban Arjuna.


" Apakah anda sedang melakukan sesuatu di dalam hutan.." ucap pria 3.


" Maaf kang...Aku mau masuk dulu. Nanti terlambat,pintunya di tutup.." ucap Arjuna lalu berjalan. Ia menghiraukan ucapan para wartawan.


Saat Arjuna melewati pagar,satpam sekolah melarang wartawan masuk ke dalam sekolah.


Arjuna dan Dini masuk ke dalam kelas.


Teman - teman Arjuna yang baru datang melihat Arjuna sudah masuk nampak kaget dan senang.


Dion yang baru masuk melihat Arjuna ada di dalam kelas lantas menghampiri Arjuna.


" Ar....Kamu darimana saja? Kok gak ada muncul.." ucap Dion.


" Gak kemana - mana Yon...Aku di sini aja..." ucap Arjuna.


" Diampuut..."


" Maaf...Lain kali nanti jika aku pergi,aku akan mengajakmu..." ucap Arjuna.


" Emmooh....Daripada di hutan mending aku di kamar maen game..." ucap Dion.


Tak terasa bel tanda masuk berbunyi.


Tak lama kemudian Kartika muncul dari pintu.


Selesai Kartika mengabsen murid yang hadir.


" Letakkan buku PR di meja..."


Semua murid mengeluarkan bukunya.


" Arjuna..." ucap Kartika.


" Iya bu..." ucap Arjuna.


" Pak kepala sekolah memanggilmu..." ucap Kartika.


Arjuna berdiri lalu berjalan menuju ruang kepala sekolah.


Sesampai di depan pintu,Arjuna mengetuk pintu.


Tok...Tok...Tok...


" Masuk...." suara pak Kepsek.


Arjuna membuka pintu lalu masuk.


" Duduk..."


Arjuna duduk di kursi .


" Apakah kamu tahu kenapa bapak panggil ke sini?" ucap pak kepsek.


" Iya pak..Saya tahu. Karena saya menghilang tanpa pesan..." ucap Arjuna.


" Bagus...."


" Kenapa kamu pergi dari rumah bu Kartika tanpa pamit? " ucap pak Kepsek.


" Maaf pak...Saya tidak bisa menceritakannya.." ucap Arjuna.


" Apakah ada kaitannya dengan asmara?" ucap pak kepsek.


" Tidak pak..." ucap Arjuna.


" Lalu kenapa kamu pergi tanpa pamit? Semua orang mencemaskanmu..." ucap pak Kepsek.


" Iya pak. Saya minta maaf,saya janji tidak akan mengulangi lagi.." ucap Arjuna.


Pak Kepsek menghela nafasnya.


" Arjuna...Bapak tahu apa yang sedang kamu alami..."


" Tapi...Kamu harus ingat,dengan siapa kamu tinggal. Jangan maen pergi saja..."


" Bapak melihat dari awal kamu masuk sekolah ini sampai sekarang.."


" Tidak ada namamu di ruang BP..."


" Kamu sudah kelas tiga,sebentar lagi ujian kelulusan.."


" Buat almarhum orang tuamu tersenyum..."


" Jika kamu ulangi lagi,orang tuamu akan sedih melihat anaknya bersikap seperti itu.." ucap pak Kepsek.


" Iya pak..." ucap Arjuna.


" Apakah kamu tidak nyaman tinggal bersama dengan bu Kartika?" ucap pak Kepsek.


" Nyaman pak..Dan saya sangat senang sekali tinggal bersama bu Kartika.. " ucap Arjuna.


" Saat kamu menghilang,bu Kartika tidak mau mengajar karena kepikiran sama kamu. "


" Apa yang kamu cari di dalam hutan itu?" ucap pak Kepsek.


" Berarti bu Kartika gak memberitahuku jika aku keliling Jogja." ucap Arjuna dalam hati.


" Bunga Anggrek pak.." ucap Arjuna.


" Jangan di ulangi lagi ya nak.." ucap pak Kepsek.


" Iya pak..." ucap Arjuna.


" Belajar yang rajin,kurangi bermainnya. Agar nilaimu bagus.." ucap pak Kepsek.


" Iya pak.." ucap Arjuna.


" Bapak lihat nilai rapotmu bertambah bagus."


" Tingkatkan lagi ya..." ucap pak kepsek.


" Iya pak.." ucap Arjuna.


" Ya sudah...Sekarang kamu kembali ke kelasmu.." ucap pak kepsek.


" Baik pak terima kasih atas nasehatnya..." ucap Arjuna lalu pergi meninggalkan ruangan pak kepala sekolah.


0.0.0


Malam harinya.


Arjuna tidak lagi menonton tivi. Ia membaca buku pelajarannya.


" Dek...Tadi pak kepala sekolah tanya apa?" ucap Kartika.


Arjuna pun menceritakan tentang obrolannya bersama pak kepala sekolah.


" Begitu..."


" Kirain kamu berkata jujur kepada pak kepsek." ucap Kartika.

__ADS_1


" Ya enggaklah kak...Jika jujur,kak Tika bisa di pecat. Terus nama baik kita tercemar dan masuk berita.." ucap Arjuna.


" Pinter...:


" Dek..Kamu masih nonton apa enggak." ucap Kartika.


" Aku gak nonton tivi kak..."ucap Arjuna.


Kartika mematikan tivi,tak lupa mencabut stop kontak dan kabel antena agar terhindar dari serangan petir.


" Dek...Selama Nur gak ada. Kamu tidur di kamarnya Nur saja...Ya.." ucap Kartika.


" Iya kak.." ucap Arjuna.


Kartika duduk di samping Arjuna.


" Dek..."


Arjuna meletakkan bukunya.


" Setelah kamu lulus kuliah dan bekerja,lalu menikah,tapi istrimu tidak bisa hamil gimana dek? Apaķah kamu akan menikah lagi?" ucap Kartika.


" Enggak kak..." ucap Arjuna.


" Jika istrimu menyuruh untuk nikah lagi apakah kamu akan nikah lagi?" ucap Kartika.


" Gak tahu kak..." ucap Arjuna.


" Kok gak tahu..." ucap Kartika.


" Kan aku masih sekolah kak..." ucap Arjuna.


" Sayang..." ucap Kartika.


" Kakak pengen...?" ucap Arjuna.


" Iya,tapi kamu masih belajar.." ucap Kartika.


" Ayoo..." ucap Arjuna.


20 menit kemudian.


Arjuna berada di dalam kamar Kartika. Ia menggerakkan tubuhnya menghajar Kartika.


Sementara di dalam kamar Dini.


Dini yang selalu ingin di sentuh oleh Arjuna tidak terwujud. Sebagai pelampiasannya,ia menggunakan sayuran sebagai pengganti pisang. Dan juga Ia tidak memiliki pacar.


" Terus..Aah..Ouuh.. Enak dek...Aaah..." ucap Dini.


0.0.0.0


Hari berganti minggu,minggu berganti bulan.


Tak terasa Ujian kelulusan pun tiba.


Arjuna hanya sebentar saja merawat tamannya. Pohon Bonsai ia biarkan bergitu saja tanpa di potong.


Kartika yang melihat Arjuna belajar menghadapi ujian kelulusan tak berani mengganggu Arjuna.


Setelah ujian kelulusan selesai.Arjuna merasa lega.


Nampak Arjuna keluar kelas bersama teman - temannya.,ia baru saja selesai mengerjakan soal ujian terakhir.


" Ton...Kamu jadi masuk SMK." ucap Arjuna.


" Jadilah...Biar aku bisa baikin mesin. Kamu sendiri lanjut kemana?" ucap Tono.


" Entahlah...Antara SMA atau gak SMK..." ucap Arjuna.


" SMK aja,itu si Gono masuk SMK Jun..SMK itu banyak jurusannya,gak hanya mesin aja. Dan yang lulus dah siap kerja." ucap Tono.


" Hemmm...Entahlah..." ucap Arjuna.


" Kita konvoi yuk.." ucap Doni.


" Aku gak ikut.." ucap Arjuna.


" Kenapa gak ikut Jun?" ucap Doni.


" Kembangku berantakan...Seminggu lebih gak aku urus.." ucap Arjuna.


Sesampai di rumah,Arjuna mengganti pakaian,lalu mengambil peralatan mengerjakan tanamannya.


Ting.... Tong... suara bell.


" Pakeeet....." suara pria.


Arjuna meletakkan skop kecilnya,lalu berjalan ke pintu.


Saat di lihat dari celah pintu pagar,Arjuna melihat seorang pria memakai helm,jaket memegang bungkusan.


" Cari siapa kang?" ucap Arjuna.


" Ngantar paket kang atas nama Dini..." ucap pria itu.


Arjuna membuka pintu pagar.


" Sudah di bayar apa belum kang?" ucap Arjuna sambil menerima kotak di bungkus dengan plastik.


" Sudah kang..Maaf saya foto dulu kang buat bukti jika paket ini di terima." ucap pria itu lalu memfoto Arjuna.


" Matur suwun yo..." ucap Arjuna.


" Sama - sama kang..." ucap pria itu lalu pergi.


Arjuna menutup pintu pagar lalu Dini keluar.


"Itu paketku ya dek.." ucap Dini.


" Iya mbak..." ucap Arjuna lalu menyerahkan paket tersebut.


Dini menerima lalu berjalan ke kamar tidurnya untuk membuka paket tersebut.


Sesampai di kamar,Dini mengunci pintu kemudian membuka paket tersebut.


Saat bungkusan plastik telah di buka,nampaklah kotak bergambar pria bule. Lalu Dini membuka kotak tersebut.


Dini memegang benda terbuat dari silicon. Ia merasa senang akhirnya barang yang ia pesan datang. Lalu ia pun mencoba benda tersebut.


0.0.0


Setelah menerima Ijazah. Arjuna memutuskan melanjutkan sekolahnya di SMA


Nampak Arjuna duduk di teras rumah sambil memainkan game ML.


Kartika datang menghampiri.


" Dek...."


Kartika duduk di samping Arjuna.


" Mumpung kamu belum sekolah..Gimana kalau kamu kursus mengemudi?" ucap Kartika.


" Umurku belum tujuh belas tahun kak.." ucap Arjuna berbicara sambil melihat ke layar ponsel.


" Gak masalah...Yang penting kamu bisa menyetir dulu.." ucap Kartika.


" Kursusnya di mana kak..?" ucap Arjuna.


" Sebentar..." ucap Kartika.


Kartika membuka ponselnya,lalu menelpon.


" Yessss....Menang..." ucap Arjuna lalu menutup aplikasi game tersebut dan meletakkan di sampingnya.


Arjuna melihat Kartika selesai menelpon.


" Kak...Aku pengen beli motor.." ucap Arjuna.


" Motor apa?" ucap Kartika.


" Yang seken aja kak..Supra Fit.." ucap Arjuna.


" Kamu gak mau beli yang baru..?" ucap Kartika.


" Gak punya duit kak..Kalau kredit aku gak bisa bayar..." ucap Arjuna.


" Nanti kakak bantu carikan.."


" Besok kakak antar kamu kursus mengemudi..." ucap Kartika.


0.0.0


Seminggu kemudian.


Arjuna telah mahir mengemudi,namun Arjuna belum berani membawa mobil milik Kartika.


Nampak Arjuna memakai seragam sekolah lamanya,hari ini adalah hari pertama ia masuk sekolah. Begitu juga dengan Dini.


Arjuna berangkat ke sekolah menggunakan sepeda motor Supra yang ia beli dari uang pemberian dari orang lain.Ia membonceng Dini.


Letak sekolah SMA berdekatan dengan Pondok pesantren yang di dalam juga terdapat sekolahan,Jaraknya hanya berjarak 300 meter dari sekolah SMA.


Sesampai di sekolah SMA,Arjuna bertemu kembali sebagian teman - teman sekelasnya. Lalu mereka pun bersalaman.


" Ar..Kamu dah tahu belum..Kamu di kelas apa?" ucap Dion.


" Belum.." ucap Arjuna.


" Kamu di kelas A.." ucap ucap Dion.


" Masa seh...? Kok kamu tahu?" ucap Arjuna.


" Ada di papan pengumuman.." ucap Dion.


Tak beberapa lama bel tanda masuk sekolah pun berbunyi.


TEEEET.....TEEEEET......TEEEEET.....


Semua siswa dan siswi berkumpul di lapangan untuk upacara.


Selesai upacara,mereka di kumpulkan menurut kelas bagi murid baru.


Seorang pemuda yang memakai pakaian putih abu - abu celana panjang memegang kertas,lalu menyebut nama yang ada di dalam kertas.


" Arjuna Dwi Raharjo..." ucap pemuda itu.


" Hadir kak..." ucap Arjuna.


Arjuna mendengar suara bisik - bisik para wanita.


" Namanya Arjuna,pantesan aja..Ganteng orang"


" Tapi sayang kita gak satu kelas."


" Rumahnya di mana ya.."


Arjuna yang mendengar suara itu tak menanggapinya. Ia diam saja sambil melihat ke arah depan.


Setelah selesai mengabsen.


" Baiklah...Apakah kalian sudah tahu ruangan kelas kalian..?" ucap pemuda itu.


" Belum kak..." ucap semua orang.


" Mari ikuti aku.." ucap pemuda.


Sesampai di dalam kelas.


" Silahkan kalian menempati kursi belajar kalian..." ucap pemuda itu.


Mereka pun segera menuju kursi lalu duduk.


Arjuna segera berlari ke meja paling belakang dekat dengan jendela. Begitu sampai,ia langsung duduk.


" Sial...Sudah keduluan..." ucap seorang murid baru yang hendak duduk di kursi yang diduduki Arjuna.


" Siapa cepat,dia yang dapat.." ucap Arjuna

__ADS_1


__ADS_2