ARJUNA

ARJUNA
ARJUNA MEMBEBASKAN HANA DAN MENIKAHI HANA.


__ADS_3

Bayu terkejut melihat Arjuna terbangun.


Setelah memborgol tangan pengawal,Arjuna bergerak cepat merebut borgol dari tangan Bayu,setelah berhasil merebut,Arjuna segera memborgol tangan Bayu Baru tangan kanan di borgol. Bayu segera mundur.


Arjuna menatap ke arah Bayu.


Bayu melihat mata Arjuna berubah menjadi mata Harimau.


" Sial...Dia tidak terkena sirepnya Bejo..." ucap Bayu dalam hati. Bayu berpikir bahwa rencananya akan berhasil. Tapi nyatanya tidak berhasil.


" Bangun yank..."


Hana terbangun.


" Kamu pikir aku akan terkena ilmu sirepmu..."


Arjuna melesat ke arah Bayu,ia mengambil borgol yang belum terikat ,lalu mengaitkan ke tangan Bayu yang sebelah. Setelah itu berdiri di samping Hana


" Mana kerisku?" ucap Arjuna.


" Kerismu ada ...Tolong kembalikan ibuku..Aku janji tidak akan mengganggumu lagi..." ucap Bayu.


Arjuna melesat ke arah Bayu lalu melayangkan pukulan ke perut Bayu.


BUUUUGGHHHH .....


Arjuna melesat mengambil pedang katana,dan memberikan pedang katana pada Hana.


Bayu terduduk. Ia merasakan rasa sakit di bagian perutnya setelah di pukul Arjuna.


" Di mana kerisku? Jika kamu tidak memberikan padaku,dia yang akan memenggal kepalamu"


" Sayang....Penggal kepala dia..."ucap Arjuna


Hana menarik pedang katana di tangannya.


" Sial....Jika aku masih memakai cincinku,aku gak akan takut.." ucap Bayu dalam hati merasa takut jika di penggal oleh ibunya.


" Tunggu..."


Baru satu langkah Hana berjalan Arjuna menahan tangan Hana.


Bayu bangkit sambil menekan tombol radio.


" Bawakan keris itu ke lantai dua..." ucap Bayu dengan terpaksa menuruti ucapan Arjuna.


" Siap pak..." suara pria di radio.


" Arjuna...Aku mohon....Kembalikan ibuku...Apapun yang kamu inginkan. Aku pasti kabulkan..." ucap Bayu.


" Tunggu aku lulus sekolah...Aku akan mengembalikan ibumu, itu yang ku minta padamu..." ucap Arjuna.


" Apa yang kamu sukai dari ibuku?" ucap Bayu.


" Cantik,pintar,dan pandai memasak. Juga jago di ranjang..." ucap Arjuna.


" Aku akan memberikanmu seorang wanita yang seperti ibuku. " ucap Bayu mencoba bernegosiasi agar ibunya bisa ia ambil dari tangan Arjuna.


Muncul seorang pengawal membawa peti kotak kecil berisi keris.


" Bawa ke sini...."


Pengawal melihat ke arah Bayu.


Bayu menganggukkan kepala.


Pengawal itu lantas memberikan kotak itu ke Arjuna.


Bayu memberi kode agar kedua pengawalnya keluar.


Arjuna membuka kotak tersebut dan memeriksa. Nampak sebuah keris di dalam kotak,lengkap dengan catatan. Lalu Arjuna mengambil kerisnya.


Kedua pengawal keluar dari kamar tersebut.


" Aku akan mengembalikan jika sudah waktunya. Dan ..." ucap Arjuna.


Bayu duduk bersimpuh.


" Kumohon...Lepaskan ibuku Arjuna...Dan maafkan segala kesalahanku padamu.." ucap Bayu sambil memohon.


" Kenapa baru sekarang kamu memohon ? Kenapa tidak dari dulu saat mbakku meninggal?" ucap Arjuna.


" Maafkan aku Arjuna...Aku akui aku bersalah karena tidak tahu apa yang di lakukan oleh istriku..." ucap Bayu.


" Tunggu aku lulus..Jika tidak mau menunggu dan kamu masih menggangguku. Maka kerisku ini akan membunuhmu juga semua keluargamu"


" Sayang..Apakah kamu tahu rumah keluarga besarnya dia?" ucap Arjuna.


" Iya..Aku tahu sayang ..Keluarganya ada di Jakarta perumahan Golden Hills..." ucap Hana.


" Bajingan....Ibuku memberitahu perumahan mbah Zhang .." ucap Bayu dalam hati.


" Pintar...Antar aku kesana...Sekarang ya..." ucap Arjuna.


" Baiklah....Aku akan menunggumu sampai lulus.." ucap Bayu akhirnya menuruti ucapan Arjuna.


" Apakah kamu tahu perusahaannya dia yank?' ucap Arjuna.


" Iya..Aku tahu sayang..." ucap Hana.


Arjuna tersenyum penuh kemenangan. Rencananya berhasil.


" Siaaal..... Semua rencanaku berantakan..." ucap Bayu dalam hati. Jika ibunya memberitahu semua alamat perusahaannya,maka dirinya akan hancur bersama keluarganya.


" Ingat itu ucapanku...Jangan kembali ke sini atau membawa polisi bahkan tentara. Jika tidak. Aku akan membunuh semua keluargamu dan semua karyawanmu..."


" Jangan memata - mataiku...Atau berusaha menculik kekasihku. Jika itu kamu lakukan. Aku langsung mencarimu dan keluargamu. Dan aku akan membunuh semua keluargamu..Sekarang kamu keluar dari rumah ini,dan tarik ilmu sirepmu itu..."ucap Arjuna.


Bayu berjalan keluar kamar dengan kondisi tangan terborgol bagaikan penjahat yang di tangkap polisi.


Arjuna dan Hana mengikuti Bayu.


Setelah selesai,Bayu hendak masuk ke dalam mobil melihat ke arah ibunya.


Arjuna mencium pipi Hana.


Bayu menutup pintu lalu mobil yang di tumpangi Bayu segera pergi.


Arjuna dan Hana masuk ke dalam rumah.


Sesampai di dalam kamar tidur.


Arjuna merasa lega,hidupnya kembali normal seperti dulu lagi. Dan dengan leluasa menikmati tubuh Hana setiap hari kapanpun ia mau.


Arjuna memeluk Hana dari belakang dan memasukkan tangannya. Hingga akhirnya mereka bercocok tanam.


Selesai bercocok tanam,Arjuna memeluk Hana dan tertidur.


# Di sisi Bayu


Bayu kembali ke hotel menemui istrinya.


Diana menghampiri Bayu.


" Sayang... Ibu di mana? " ucap Diana.


" Ibu masih bersama Arjuna.Aku gagal membawa ibu. Aku pikir rencanaku akan berhasil. Tadi pagi itu sayang pergi kemana?" ucap Bayu.


" Aku pergi ke rumah anak buahku yank" ucap Diana.


" Apakah sayang berniat memberi pelajaran ke Arjuna? Jika iya,segera hentikan. Arjuna tahu rumah keluarga kita di Jakarta dan juga perusahaan kita..." ucap Bayu.


" Haaah...,!!!?? Serius yank?" ucap Diana terkejut


" Iya serius ... Jika kita mengganggunya. Dia akan membunuh keluarga kita,dan semua karyawan. Tadi aku mencoba menyirep Arjuna. Aku pikir berhasil. Gak tahunya enggak. Dan ibu memberitahukan alamat rumah kita yang ada di jakarta"ucap Bayu.


" Maaf sayang....Tadi aku menyuruh anak buahku untuk memblokir tabungan Arjuna dan mengirim surat ke sekolahan Arjuna agar Arjuna di keluarkan dari sekolah..." ucap Diana .


" Telpon dan batalkan semua yang sayang lakukan. Jika Arjuna tahu bila itu ulah kita. Arjuna akan menghabisi keluarga kita..." ucap Bayu.


Diana mengambil ponselnya lalu menelpon.


# Di sisi Arjuna.


Beberapa bulan kemudian.


Pukul 17.10


Nampak Arjuna duduk di ranjang sambil merenung. Dirinya merasakan hidupnya tak memiliki warna. Setiap hari sekolah,pulang sekolah di rumah dan bercocok tanam dan juga belajar.


Hana masuk ke dalam kamar Arjuna dan duduk di samping Arjuna.


" Sepertinya aku harus mengakhiri semua..." ucap Arjuna dalam hati. Ia ingin Hana mencintai dirinya dengan sepenuh hati tanpa ada unsur paksaan. Meskipun di hatinya masih marah dengan Bayu.


Lantas Arjuna mengembalikan Hana seperti semula. Namun sebelum itu,ia mengambil tali dan mengikat Hana.


Nampak Hana kebingungan,ia melihat sekeliling . Hana tak mengenal ruangan tersebut dan melihat Arjuna berdiri di depannya.


" Kenapa aku ada di sini?" ucap Hana.


" Ibu mengikutiku..." ucap Arjuna.


" Mengikutimu?"


Kemudian Hana teringat saat terakhir dirinya di ikat dan di gagahi Arjuna.


" Kurang ajar....Kenapa kamu tega melakukan itu padaku?" ucap Hana.


" Lah....Sayang sendiri yang mau di lanjutkan..Padahal aku cuman ngetes aja."


Hana terdiam.


" Ini adalah rumah om Gabrian,bukan rumahku atau rumah bu Kartika dan juga Nurmala"


" Aku membuat ibu tunduk padaku, namun aku salah membaca mantra, lalu aku ulangi lagi hingga ke tiga kali. Tapi gagal.."


" Ibu manggil aku mas dan sangat mencintaiku..."


" Jujur saja...Aku juga mencintaimu. "


" Sayang selalu mengajariku di saat aku mengerjakan tugas,dan memasak untukku.."


" Aku sangat menyukai masakanmu.."


" Bayu menepati janjinya,selama 2 bulan ini dia tidak mendekatiku lagi. Jika dia mendekatiku,aku akan menghabisi semua keluarganya..." ucap Bayu.


" Kenapa kamu mau menghabisi keluargaku?" ucap Hana.


" Karena Ayu membunuh kakakku" ucap Arjuna.


" Arjuna...Dengarin aku.."


" Ini semua sudah takdir dari Allah.." ucap Hana.


" Jika saja Kartika menemui kami. Tentu tidak akan jadi begini..."


Hana teringat akan mata merah Arjuna.


" Kalian juga tidak memberiku kabar. Jika aku tidak kerumah Dion. Aku tidak akan tahu jika kekasihku telah menikah dengan orang lain..." ucap Arjuna sambil menahan rasa amarahnya.


" Aku mau bertanya,dari mana kamu dapatkan warna mata merah saat kamu berkelahi dengan Imam.." ucap Hana.


" Aku gak pernah melihat warna selain warna hitam putih di mataku. Apakah kamu mencintaiku?" ucap Arjuna.


" Tidak..." ucap Hana.


" Ku ingin jawaban yang jujur.Apakah kamu mencintaiku?" ucap Arjuna.


" Tidak...Demi Allah aku tidak mencintaimu.." ucap Hana.


Arjuna kecewa dengan hasilnya. Ia pikir Hana jatuh cinta kepadanya. Namun ternyata tidak.


Arjuna menghela nafasnya lalu mengambil ponselnya dan memutar video rekamannya agar Hana ingat apa yang pernah ia ucapkan.


" Mas....Aku mencintaimu mas....Jangan tinggalin aku ya..." suara Hana.


Hana tersentak kaget.


" Iya dek...Aku juga mencintaimu.." suara Arjuna.


Arjuna mematikan videonya.


" Aku pikir sayang mencintaiku..Ternyata tidak. Padahal aku merasa senang..."


" Apakah sayang mau pulang?' ucap Arjuna.


" Iya...Aku mau pulang...Lepaskan aku..." ucap Hana.


Arjuna melepaskan tali yang mengikat Hana.


Setelah terlepas.


" Aku sudah membebaskanmu..."


Arjuna mengambil senjata Hana dan pakaian Hana.


" Ini milikmu..." ucap Arjuna sambil memberikan barang milik Hana.


Hana terkejut melihat pedang Katana berada di dalam kamar tersebut.


" Kenapa ada pedangku di sini?" ucap Hana


" Sayang sendiri yang membawanya dari rumah. Saat sayang kabur dari Bayu.." ucap Arjuna.


" Kabur..Aku kabur karena apa?" ucap Hana.


" Karena ingin menyusulku,saat itu si bangsat berhasil mengelabuiku dengan temannya,dan sayang pergi meninggalkan aku di Trenggalek. Kerisku diambilnya."


" Aku pergi kerumahnya..Namun tidak ada siapapun di sana,lalu ku putuskan pulang dan melihat sayang bergelantungan di truk.." ucap Arjuna.


Ingatan Hana muncul saat dirinya mengejar Arjuna hingga di rumah Gabrian. Tapi tidak ingat lagi tentang kejadian di mana Arjuna menundukkan Hana dengan ajiannya tanpa ada kesalahan.


Hana bingung dengan semua kejadian tersebut. Bagaimana bisa dirinya tergila - gila dengan seorang remaja bernama Arjuna. Dan dirinya pasrah dan merasa senang saat Arjuna menikmati tubuhnya.


Arjuna memberikan 200 ribu kepada Hana.


" Arjuna... " ucap Hana.


" Pergilah....Aku membebaskanmu..."


Hana meletakkan barangnya di tempat tidur.


" Kenapa sayang gak pergi.." ucap Arjuna.


" Apakah kamu bisa mengeluarkan mata pelangi?" ucap Hana untuk memastikan,apakah Arjuna anaknya Ayu yang di kira meninggal.


" Mata pelangi? " ucap Arjuna tak paham.


" Iya...Seperti ini" ucap Hana lalu menunjukkan warna matanya.


Arjuna melihat mata Hana tertegun,bagaimana bisa mata Hana berubah menjadi sangat indah. Lalu ia ingat akan ucapan Hana tentang rahasia awet mudanya.


" Hemmm..Enggak,apakah mata itu yang membuatmu awet muda?"


Hana diam tak menjawab.


" Jujur saja...." ucap Arjuna.


" Iya..." ucap Hana.


" Pantesan... Aku pikir karena minum obat atau perawatan .." ucap Arjuna.


" Aku ingin melihat warna merah matamu" ucap Hana.


" Warna merah? Aku mana bisa...." ucap Arjuna karena merasa tak pernah melihat matanya berubah menjadi merah.


" Kamu pasti bisa..." ucap Hana.


" Aku gak bisa...Kalau sayang mau pergi..Pergilah...Aku sudah membebaskan mu..." ucap Arjuna .


Hana melihat foto Dini di meja.


" Selama aku tidak ingat,apakah aku pernah bercerita tentang masa laluku?" ucap Hana.


" Iya..Tentang mantan suami..." ucap Arjuna.


" Selain mantan suamiku?" ucap Hana.


" Gak ada. Karena aku memintamu untuk tidak mengingat keluarga sayang.." ucap Arjuna.


" Apakah orang tuamu pernah keluar kota?" ucap Hana.


" Gak pernah...Kenapa menanyakan orang tuaku?" ucap Arjuna heran.


" Karena mantan suamiku memiliki mata sepertimu"


Arjuna mengambil foto Dini lalu duduk tepi ranjang.


" Apakah setiap setahun sekali badanmu lemas dan tidak bisa di gerakkan.?"


Hana melihat Arjuna diam sambil memandang foto kakaknya,lalu ia duduk di ranjang menjaga jarak dengan Arjuna.


" Saat aku bersamamu. Apakah aku hamil?" ucap Hana memastikan apakah ingatannya nyata atau hanya mimpi.


" Iya,tapi aku gak tahu jika sayang hamil. Tahunya pas ada empat orang datang kemari,sayang terkena pukulan dan merintih kesakitan. Lalu mereka kabur dan aku mengejar mereka kemudian aku membunuhnya karena telah menyakiti orang yang aku sayangi .." ucap Arjuna.


" Jadii...Aku hamil..?" ucap Hana.


" Iya...Aku pikir sayang tidak bisa hamil,makanya aku buang di dalam terus..." ucap Arjuna.


" Apakah kamu selalu menyentuhku?" ucap Hana.


" Iya..Kadang sayang sendiri yang minta di sentuh..." ucap Arjuna.


" Kenapa kamu lakukan itu padaku?" ucap Hana.


" Karena aku membalas dendam atas kematian mbakku.."


" Namun perlahan aku jatuh cinta denganmu..."


Hana ambruk ke belakang.


Arjuna menoleh ke Hana.


" Sayang kenapa?" ucap Arjuna.


" Apakah bulan ini bulan Mei ?" ucap Hana.


" Iya...Sayang sakit?" ucap Arjuna.


" Tidak..Aku merasa lemas saja..." ucap Hana.


Arjuna melihat mata Hana berubah menjadi warna - warni kemudian normal.


"Matanya berubah warna warni?' ucap Arjuna dalam hati.


Arjuna mengangkat tubuh Hana dan meletakkan kembali. Kepala Hana menindih bantal.


" Apakah kamu melihat mataku?" ucap Hana.


" Iya..Matamu cantik,wajahmu juga begitu cantik..." ucap Arjuna.


" Apakah kamu pernah mengalami seperti ini?" ucap Hana.


" Enggak pernah....Aku akan merawatmu" ucap Arjuna.


" Aku gak mau..Panggilkan seorang wanita untuk merawat ku.." ucap Hana.


" Enggak...Aku gak mau. Dulu waktu aku sakit,sayang yang merawatku. Sekarang giliranku yang merawatmu .." ucap Arjuna bersikeras.


" Aku tak ingin kamu menyentuhku.." ucap Hana.


Cuuup.... Arjuna mencium kening Hana.


" Kalau cium bolehkan..." ucap Arjuna.


" Kurang ajar....Jika aku tidak lemas begini,aku akan menghajarmu..." ucap Hana marah.


" Kalau ngomong itu yang komplit sayang. Tadi sayang ngelarang aku menyentuh. Ya sudah aku cium aja ..." ucap Arjuna.


" Jangan mencium dan menyentuhku..." ucap Hana.


" Ooo..Begitu...Yo wes .. " ucap Arjuna.


Arjuna duduk di menyender di samping Hana lalu memainkan ponselnya.


Tak lama kemudian.


Hana merasakan ingin buang air kecil.


" Tolong panggilkan istrinya Gabrian atau anaknya yang cewek atau pembantunya" ucap Hana.


" Buat apa?" ucap Arjuna.


" Aku mau buang air kecil..." ucap Hana.


" Oooo...Sebentar..." ucap Arjuna.


Arjuna meletakkan ponselnya,lalu mengangkat Hana ke kamar mandi.


" Aku gak mau kamu yang bawa Arjuna..." ucap Hana.


" Dah..Diem aja...Aku sudah berulang kali melihat isinya dan merasakannya..Buat apa sayang malu" ucap Arjuna.


Setelah di kamar mandi,Arjuna mendudukkan Hana di kloset duduk . Beruntung Hana hanya memakai rok panjang dan tidak ketat,Arjuna hanya menariknya ke atas. Nampaklah apem Hana yang gundul.


Hana merasa di lecehkan oleh seorang remaja,ingin sekali rasanya langsung memukul dan menghajar Arjuna. Namun karena dirinya tak memiliki tenaga,mau tidak mau diam saja.


" Kemana pakaian dalamku?" ucap Hana baru menyadari.


" Gak sayang pakai....Jadi kalau maen tinggal angkat rok saja..."


" Sudah selesai...?"ucap Arjuna.


" Sudah...." ucap Hana.


Arjuna menekan tombol lalu menceboki Hana setelah itu mengangkat Hana kembali ketempat tidur.


" Bajingan.....Aku akan membalasmu bila aku sudah sembuh nanti" ucap Hana dalam hati di saat Arjuna menceboki dirinya.


" Aku akan merawatmu....Jika butuh apa - apa,ngomong aja ya..." ucap Arjuna.


" Aku tidak mau..." ucap Hana.


" Meskipun sayang tidak mau,aku tetap melakukannya ..." ucap Arjuna.


Arjuna mengambil buku pelajaran dan kembali duduk di dekat Hana yang terbaring lemah.


" Asemm....Makin lama kok makin susah begini" ucap Arjuna menggerutu melihat soal matematika.


Hana diam memperhatikan Arjuna.


Sejam kemudian,Arjuna berebah di samping Hana.

__ADS_1


" Tahu gak yank... Saat sayang menyuruhku berhenti sekolah dan hidup bersama..."


" Aku itu senang tapi sedih.."


Hana tahu apa yang di ucapkan Arjuna,karena dirinya telah ingat kembali. Namun ia diam saja.


" Senang bisa hidup bersamamu,sedih karena aku gak sekolah lagi..."


" Katanya sayang kita buka usaha bersama..."


" Dan sayang akan memberikan uang simpanan sayang .."


" Aku kalau mau,akan ku ambil semua uang sayang..Tapi aku gak mau melakukannya. Karena prinsipku,aku akan berjuang keras untuk membahagiakan orang yang aku sayang dengan keringatku sendiri..."


Kruucuk...Kruuucuk.... Suara perut Hana.


" Sayang mau makan nasi apa buah?" ucap Arjuna.


" Buah saja..." ucap Hana.


Arjuna turun dari tempat tidur lalu berjalan keluar.


Tak lama kemudian Arjuna kembali membawa buah Apel, Pir,air putih dan susu yang di letakkan di nampan.


Arjuna menambahkan bantal ke Hana lalu mengupas buah.


" Buka ..Aaaaaa" ucap Arjuna sambil menyodorkan potongan Apel.


Hana. Membuka mulutnya


" Kapan Bayu menemuimu? " ucap Hana


" Hemm...Dua bulan yang lalu. Saat mencoba menyirepku. Untung aku gak ada di rumah. Aku beri peringatan terakhir,jika mendatangiku baik keluarga maupun pasukannya. Aku akan menghabisi keluarganya yang ada di jakarta,serta semua orang yang kerja di perusahaan keluarganya akan aku habisi..." ucap Arjuna.


" Kamu tahu dari mana alamat keluargaku? " ucap Hana.


" Sayang sendiri yang memberitahu semua alamat rumah dan perusahaan" ucap Arjuna.


" Arjuna...Buanglah rasa dendammu itu..Gak baik untuk dirimu. Rasa dendam itu membuatmu semakin jauh dari Gusti pengeran..." ucap Hana.


" Sayang ini seperti Dion loh...Ceramah terus kalau lagi ngumpul.." ucap Arjuna.


" Jika kamu mau...Aku akan memasukkanmu ke pondok pesantren..." ucap Hana.


" Aku gak mau...." ucap Arjuna sambil menyuapi Hana.


" Apakah kamu pernah melihat mata orang tuamu menjadi merah?" ucap Hana.


" Pernah...Saat itu mata bapak kelilipan...Matanya merah,terus aku di suruh beli obat tetes mata."


" Aku mencintaimu Hana ..." ucap Arjuna.


" Aku tidak mencintaimu. " ucap Hana.


" Kenapa kamu tidak mencintaiku?" ucap Arjuna.


" Kamu masih muda,dan kamu punya cita - cita..." ucap Hana.


" Jika umur kita sama?" ucap Arjuna.


" Aku gak mau menikah lagi...." ucap Hana.


" Apakah sayang takut tersakiti lagi seperti dulu itu. Sayang di caci maki dan di hina." ucap Arjuna.


" Iya...." ucap Hana.


" Aku janji padamu,tidak akan menyakitimu. Karena aku bukan orang kaya sepertimu " ucap Arjuna.


" Aku haus" ucap Hana.


" Air putih apa susu?" ucap Arjuna.


" Air putih saja..." ucap Hana.


Arjuna mengambil gelas berisi air putih,lalu menaikkan punggung Hana agar bisa minum.


Setelah minum air putih,Arjuna meminum susu lalu berebah di samping Hana.


" Kenapa dulu sayang di caci dan di hina? " ucap Arjuna.


" Karena aku orang miskin..." ucap Hana.


" Miskin? Kok sayang bisa kaya? Dan uang sayang ada banyak" ucap Arjuna heran.


" Sewaktu aku masih bayi,aku di besarkan oleh kedua orang tuaku. Namun begitu aku tumbuh besar,mereka memberitahuku bahwa mereka bukan orang tua kandungku" ucap Hana.


" Orang tua kandung sayang di mana?" ucap Arjuna.


" Mereka telah meninggal saat aku masih bayi. Meskipun mereka bukan orang tua kandungku,aku telah mengganggap mereka orang tua kandungku sendiri. Mereka memberikan sebuah foto ayah kandungku,dan menunjukkan di mana makam ayahku. Si saat aku kangen,hanya foto itu yang aku lihat,karena aku sekolah di pondok pesantren.Hingga foto itu hancur.."


" Setelah Bayu tumbuh besar dan kuliah di Jakarta,seorang pria tua mengaku bahwa dia adalah kakek kandungku. Aku gak begitu percaya. Namun,saat dia menunjukkan mata pelangi serta foto ayah kandungku,barulah aku percaya bahwa dia adalah kakek kandungku." ucap Hana


" Apakah kakekmu orang kaya?" ucap Arjuna.


" Ia...Dia sangat kaya raya..Selama Bayu kuliah. Aku kerja di kantoran. Gaji yang aku terima. Selalu aku kumpulkan,sebagian ku sedekahkan..." ucap Hana.


" Ceritanya kok sama dengan aku ya..Tapi bedanya orang tua kandungku masih hidup,tapi dia yang mengakibatkan kakakku meninggal" ucap Arjuna dalam hati.


" Tolong jawab jujur,jika umurku 40 tahun, apakah sayang mencintaiku ?" ucap Arjuna.


" Tidak..." ucap Hana.


" Padahal aku berharap,kamu mencintaiku secara sadar....Ternyata tidak..." ucap Arjuna.


" Masih banyak wanita yang seusiamu..Kenapa tidak memilih mereka saja?" ucap Hana.


" Aku gak begitu tertarik. Aku lebih suka yang keibuan seperti sayang" ucap Arjuna.


" Aku ini sudah tua...Umurku lebih 70 tahun..." ucap Hana.


" Gak masalah...Meskipun tua,aku tetap mencintaimu...Dan aku tidak menginginkan hartamu ..Yang ku butuhkan hanyalah perhatian dan kasih sayang. Serta sayang mengajariku dalam belajar..." ucap Arjuna.


" Ada banyak orang yang bisa mengajarimu,kenapa tidak meminta kepada Gabrian saja untuk mendatangkan guru les.." ucap Hana.


" Aku gak mau...Yang ku mau hanyalah sayang..."


" Jika sayang mencintaiku...Aku akan menikah denganmu tapi,secara siri dulu,setelah lulus baru resmi,gimana."ucap Arjuna menawarkan. Sebab ia tahu Hana beragama islam dan mengerti sedikit tentang agama islam.


" Aku tidak mau.." ucap Hana.


" Asem....Kirain gampang..Ternyata susah..." ucap Arjuna dalam hati.


" Baiklah..." ucap Arjuna.


Arjuna bangkit lalu melorotkan rok Hana.


" Apa yang kamu lakukan?" ucap Hana.


" Aku pengen mengulangi kembali di saat sayang sadar..." ucap Arjuna lalu membuka lebar kaki Hana.


" Bajingan....Aku akan membunuhmu..." ucap Hana.


" Aku akan membunuh semua keluarga Bayu selesai aku bercinta denganmu..." ucap Arjuna.


" Ku mohon...Jangan lakukan itu padaku Arjuna..."


Arjuna tak menggubris ucapan Hana,ia menikmati apa yang tersaji di depannya.


" Arjuna...Aku mohon..." ucap Hana memelas.Ia ingin berontak tapi tidak bisa.


Arjuna tidak menjawab.


Gejolak di dalam diri Hana muncul. Sekuat tenaga Hana menahannya.


Namun permainan lidah dan jari Arjuna membuat pertahanannya jebol. Ia mengeluarkan suaranya.


" Gimana? Enakkan.." ucap Arjuna.


" Hentikan Arjuna...Aku mohon..." ucap Hana.


" Enggak....Karena kamu tidak mencintaiku. Maka aku akan melakukannya..." ucap Arjuna.


Arjuna lanjut kembali.


10 menit kemudian.


Arjuna memasukkan sebagian,lalu mengeluarkan lagi,begitu seterusnya.


Hana yang di perlakukan seperti itu nampak tersiksa batinnya.


Arjuna menghentikan aksinya dan melihat wajah Hana.


" Kalau mau lanjut,bilang aku mencintaimu Arjuna.." ucap Arjuna sambil memainkan ujung pisangnya di dinding goa.


Hana yang di landa gejolak dan ingin menikmatinya,karena percuma menolak,sebab Arjuna telah memasukkan pisangnya.


" Aku mencintaimu Arjuna..." ucap Hana.


" Gak dengar.." ucap Arjuna .


" Aku mencintaimu Arjuna..." ucap Hana.


" Panggil seperti biasanya..." ucap Arjuna.


" Mas....Aku mencintaimu...." ucap Hana.


" Terus ini di lanjut apa enggak dek?' ucap Arjuna yang telah memasukkan separo.


" Lanjutkan saja mas...." ucap Hana pasrah. Karena dirinya juga menginginkannya.


" Siap sayang .." ucap Arjuna.


Arjuna dengan semangat memasukkan semuanya.


Hana menikmati apa yang di lakukan Arjuna terhadap dirinya.


Setelah selesai,Arjuna berebah di samping Hana. Hanya kain selimut yang menutupi mereka.


Arjuna memejamkan matanya,sementara Hana masih terjaga. Ia mengutuk dirinya. Mengapa ia mengulangi hal yang sama.


Esok harinya.


Arjuna tidak masuk sekolah,ia akan merawat Hana hingga Hana kembali sedia kala.


Nampak Arjuna meletakkan ember berisi air hangat dan handuk kecil. Arjuna mencelupkan handuk


" Apakah semua keluarga keluarga sayang akan lemas begini setiap tahunnya?" ucap Arjuna.


" Iya..." ucap Hana.


" Mas...Jawab dengan jujur,apakah mas sering begituan pada wanita lain selain aku?" ucap Hana.


" Gak ada...Hanya sayang aja..." ucap Arjuna sambil meletakkan handuk di ember karena sudah selesai memandikan Hana.


" Lalu wanita yang masuk ke kamar tadi?" ucap Hana.


" Itu Liana...Sebelumnya pernah,tapi sayang minta jangan lakukan ya gak aku lakukan" ucap Arjuna..


" Siapa saja yang pernah mas tiduri?"


" Jawab yang jujur?" ucap Hana.


" Pertama Kartika,terus Nurmala,lalu mbak Dini.." ucap Arjuna.


" Dini kakakmu?" ucap Hana.


" Iya...Dia yang minta,tapi setelah di beritahu Kartika jika kakak adek gak boleh begituan,ya gak aku lakukan lagi. Kemudian sayang dan Liana..." ucap Arjuna.


" Jika aku meminta,apakah mas mau melakukannya?" ucap Hana.


" Jangan lakukan seperti tadi malam yang kita lakukan .." ucap Hana.


' Terus...Kalau aku pengen gimana?" ucap Arjuna.


" Puasa atau bila mampu menikah" ucap Hana.


" Baiklah...Aku akan menikahimu" ucap Arjuna.


" Aku gak mau...Tunggu mas lulus,tapi selama itu jangan sentuh aku..." ucap Hana.


" Oke..." ucap Arjuna.


" Apa yang aku katakan,mas harus menurut jika mas benar - benar mencintaiku" ucap Hana.


" Aku memang sangat mencintaimu .." ucap Arjuna .


" Mas harus maafkan Ayu " ucap Hana.


" Sudah ku maafkan,bulan kemarin aku bertemu dan mengobrol.Tapi aku masih membencinya." ucap Arjuna.


" Maafkan kesalahan Bayu..." ucap Hana.


" Gak bisa....Berulang kali dia membuatku jengkel dan marah..." ucap Arjuna.


" Mas harus masuk agama islam..." ucap Hana.


" Masuk islam? Aku ini kejawen...Piye to.." ucap Arjuna.


" Kalau tidak mau,berarti mas gak mencintaiku."


" Mencintai seseorang harus rela berkorban..." ucap Hana.


Arjuna yang mendengar ucapan Hana menyetujuinya,toh tidak rugi jika masuk islam.


" Baiklah..."


Arjuna mengucapkan dua kalimat sahadat secara sempurna. Hana yang mendengar ucapan kalimat sahadat dari mulut Arjuna terkesima. Ia pikir Arjuna tidak bisa mengucapkannya dengan fasih.


" Sudah...." ucap Arjuna.


" Mas belajar dari siapa?" ucap Hana.


" Dari internet sama teman - teman" ucap Arjuna.


" Apakah mas pernah belajar shalat atau ngaji?" ucap Hana.


" Gak pernah..." ucap Arjuna.


" Hemmmm...Kalau aku anaknya si bangsat,kenapa mataku gak sama,dan kenapa dia menunjukkan surat keterangan itu ya?"


" Apa jangan - jangan surat itu palsu ." ucap Arjuna dalam hati mulai ragu dengan surat keterangan yang di tunjukkan oleh Bayu.


" Tolong pakaikan pakaianku.." ucap Hana.


" Iya..." ucap Arjuna.


Arjuna berjalan ke lemari pakaian.


" Aku ingin memakai pakaian muslim..." ucap Hana.


Arjuna mengambil pakaian muslim,kemudian memakaikan ke Hana.


Setelah selesai memakaikan pakaian Hana tanpa jilbab.


" Apakah sayang akan pergi setelah sembuh? Jika iya,jangan kembali ke sini lagi dan jangan menemuiku" ucap Arjuna.


" Aku akan di sini menemanimu,tapi dengan syarat,aku gak mau tidur seranjang denganmu dan jangan menyentuhku.." ucap Hana.


Arjuna terkejut dengan pengakuan Hana,ia pikir Hana hanya berpura - pura saja.


" Jika memutuskan bersamaku,jangan hubungi si bangsat itu ataupun keluargamu dan yang berhubungan dengan keluargamu.." ucap Arjuna.


" Aku gak bisa...Aku harus menghubungi putraku..." ucap Hana.


Arjuna mulai ragu.


" Kalau begitu,sayang tidak mencintaiku..."


Hana diam. Dia ingin membimbing Arjuna ke jalan yang benar. Tapi syarat yang di berikan Arjuna begitu berat.


" Aku selalu memberi kabar sayang ke Ayu..."


" Jika sayang tetap ingin menghubungi si bangsat itu. Pergilah..." ucap Arjuna lalu berjalan ke arah pintu.


" Tunggu..."


Arjuna menghentikan langkahnya.


" Aku tidak akan menghubungi keluargaku,tapi kamu harus patuh dan tunduk apa yang aku ucapkan..." ucap Hana.


Arjuna membalikkan badannya.


" Apakah sayang serius mencintaiku? " ucap Arjuna untuk memastikan keraguannya.


" Iya mas,aku sangat mencintaimu..." ucap Hana terpaksa berbohong. Agar Arjuna dapat ia kendalikan.


Arjuna merasa senang,akhirnya Hana benar - benar jatuh cinta dengannya,ia pun berjalan ke arah Hana,ketika sampai Arjuna hendak mencium kening Hana.


" Jangan menciumku..." ucap Hana.


" Aku hanya mencium keningmu saja.." ucap Arjuna.


" Aku gak mau mas...Dan turuti ucapanku..." ucap Hana.


Arjuna mengalah,ia merasakan suasananya berbeda dari sebelumnya. Karena sebelumnya Hana dapat ia kontrol.


" Baiklah...Tapi selama sayang gak berdaya,aku yang merawatmu "


Arjuna duduk di lantai sambil bersender di ranjang,dan memainkan ponselnya.Lalu ia teringat untuk mengambil sarapan untuk Hana.


" Oh iya...'


Arjuna berdiri.


" Bentar aku ambil sarapan dulu yank...Mau makan apa? Buah,nasi apa roti? " ucap Arjuna.


" Ambilkan roti dan buah aja mas..." ucap Hana.


" Oke tuan putri .." ucap Arjuna lalu pergi.


10 menit kemudian Arjuna kembali ,kemudian duduk di samping Hana.


Selama menunggu,Hana teringat jika Arjuna tidak pernah sakit setiap bulan. Tidak sama dengan Bayu ataupun cucunya. Hana tidak ingat saat Arjuna lemas tak berdaya.


" Mau di campur atau gimana?" ucap Arjuna.


" Roti aja dulu mas..."


Arjuna mengambil roti tawar,kemudian mencelupkan ke dalam susu dan menyodorkan ke mulut Hana.


" Aku mau pakai selai..." ucap Hana.


" Selai apa?" ucap Arjuna.


" Terserah,yang penting jangan coklat..." ucap Hana.


" Oke...." ucap Arjuna lalu pergi mengambil selai.


" Ya Allah...Ampuni dosa hambamu. Hamba tidak bisa berbuat apa - apa,tubuh hamba lemah tak bertenaga. Jika saja tubuh hamba tidak lemah,hamba tidak mau melakukan zina .." ucap Hana dalam hati.


Tak lama kemudian Arjuna muncul,kemudian menyuapi Hana.


" Sekarang mas seorang muslim.."


" Mas gak boleh berhubungan badan dengan wanita yang bukan istri sah mas..." ucap Hana.


" Kalau pengen gimana?" ucap Arjuna lalu menyuapi Hana.


" Gak Boleh...."


" Mas janji menurut kepadaku..." ucap Hana.


" Iya...Aku akan berusaha..." ucap Arjuna.


" Mas harus melakukan shalat lima waktu.." ucap Hana.


" Aku gak bisa..." ucap Arjuna.


" Nanti aku ajarin mas..."


" Kalau bisa,mas cari rumah sendiri...Gak usah numpang di rumah Gabrian..."ucap Hana.


" Iya...Nanti aku cari kossan..." ucap Arjuna.


" Jangan kossan...Aku gak mau mas .." ucap Hana.


" Jadi harus rumah kontrakan?..." ucap Arjuna.


" Iya mas..."


" Aku mau makan apel..." ucap Hana.


Arjuna memakan sisa roti,lalu mengambil buah apel dan mengupasnya .


Hana menoleh ke Arjuna yang sedang mengupas Apel.


" Kalau ku perhatikan,wajahnya mirip Imam...Tapi apakah dia anaknya Ayu? "


" Gak mungkin...Anaknya Ayu telah meninggal..." ucap Hana dalam hati.


" Apakah mas menyanyangi ibunya mas?' ucap Hana.


" Sayang..." ucap Arjuna.


" Apakah mas punya fotonya?" ucap Arjuna.


" Gak punya...Jika aku punya hape,pasti aku punya..." ucap Arjuna lalu menyuapi Hana.


" Sebelum bencana itu,apa yang mas lakukan sepulang sekolah?" ucap Hana.


" Tidur siang,kadang cari kayu bakar sama merawat bunga..." ucap Arjuna.


" Waktu itu mas sudah punya pacar?" ucap Hana.


" Enggak punya...Dan gak pengen punya pacar..." ucap Arjuna


Hana hendak bertanya tentang keris yang di miliki Arjuna,namun ia tahan. Sebab Hana ingin keris itu ia yang menjaga,agar keluarganya aman di saat Arjuna marah kepada dirinya karena telah membohongi Arjuna.


" Mas pernah puasa?" ucap Hana.


" Pernah..Sayang ingin aku puasa di saat bulan puasa?" ucap Arjuna.


" Iya...Salah satu rukun islam dan kewajiban seorang muslim itu puasa di bulan Ramadhan..Aku ingin mas puasa..Dan itu harus..." ucap Hana.


" Iya...Bulan depan kalau gak salah sudah masuk puasa..." ucap Arjuna.


"Mas tahu rukun islam?" ucap Hana.


" Enggak...." ucap Arjuna.


" Rukun islam ada lima. Pertama Sahadat kedua shalat,ketiga puasa,ke empat membayar zakat dan kelima haji bagi yang mampu..." ucap Hana.


" Sayang pernah naik haji?" ucap Arjuna.

__ADS_1


" Pernah....Tapi aku berangkat haji secara diam - diam. " ucap Hana.


" kenapa diam - diam yank?" ucap Arjuna.


" Aku gak mau di panggil bu haji.."


" Emangnya mas siap untuk berumah tangga?" ucap Hana.


" Siap...Aku akan berjualan ,agar kebutuhan kita tercukupi" ucap Arjuna.


" Jika jualan sepi dan kebutuhan kita butuh banyak gimana?" ucap Hana.


" Aku akan meminta ke om Gabrian.." ucap Arjuna.


" Mas..."


" Dengarin aku,jika sudah berkeluarga,jangan meminta - minta pada orang lain . Mas harus berjuang bagaimana caranya mendapatkan uang ..." ucap Hana.


" Jual motor..." ucap Arjuna.


" Jika motor dan uang tabungan habis? Lalu anak minta jajan" ucap Hana.


" Heemmm...Pusing aku yank..." ucap Arjuna.


" Makanya itu...Sayang harus sekolah sampai selesai kemudian kuliah...." ucap Hana.


" Iya...Nanti aku kuliah..." ucap Arjuna.


" Mas...."


" Tolong panggilkan pembantu mas ." ucap Hana merasakan ingin BAB.


" Mau pipis kah yank?" ucap Arjuna.


" Buang air besar mas..."


Arjuna segera melepas kain segi tiga milik Hana.


' Mas...Aku gak mau kamu menyentuhku..." ucap Hana.


" Jika sembuh,aku berhenti merawatmu" ucap Arjuna lalu menggotong Hana ke kamar mandi.


Hana yang di angkat oleh Arjuna ke kamar mandi jadi teringat saat masih bersama dengan mantan suaminya yakni Agus. Agus selalu senantiasa menemani Hana saat lemah tak bertenaga.


Di saat Arjuna menceboki Hana. Hana diam tidak protes,bahkan saat jemari Arjuna menyentuh daerah sensitifnya.


Setelah selesai,Arjuna mengangkat tubuh Hana kembali ke kasur. Lalu Arjuna mendekatkan wajahnya ke wajah Hana.


" Mas...Jangan cium aku..." ucap Hana memperingatkan.


" aku tidak menciummu,aku hanya ingin melihat wajah cantik kekasihku dari dekat.."


Jantung Hana memompa semakin cepat,lalu memejamkan matanya.


" Jangan tinggalin aku ya..." ucap Arjuna lalu berebah di samping Hana.


Hana membuka matanya dan menoleh ke arah Arjuna.


" Syukurlah dia menuruti ucapanku "


" Semoga saja rencanaku berhasil" ucap Hana dalam hati.


" Hidup awet muda itu enak ya...Bisa lebih lama hidup di dunia ini..." ucap Arjuna.


" lama ataupun sebentar,itu tergantung kita mas. Mas melakukan perbuatan tercela ,akan mendapat balasan yang setimpal di akhirat nanti berupa neraka "


" Mas melakukan kebaikan juga di balas berupa surga."


" Walaupun hidup seribu tahun lamanya,kalau tidak melakukan kebaikan dan perintah Allah,tidak ada gunanya hidup di dunia ini...." ucap Hana.


" Iya...Aku tahu itu dari Dion..."


" Kalau tinggal di rumah kontrakan apakah gak bahaya ?"


Hana diam tak menjawab.


" Nanti kalau di tanya sama pak RT mana kartu keluarganya gimana? Sayang gak bawa KTP"ucap Arjuna.


" Aku akan pulang untuk mengambil.." ucap Hana.


" Jika tetangga nanya,kita punya hubungan apa gimana? " ucap Arjuna.


" Bilang saja kalau aku ini bibimu..."ucap Hana.


" Hemmm...Okee..." ucap Arjuna.


" Jika di luar rumah jangan panggil aku sayang,panggil saja bulek..." ucap Hana.


" Mending di sini aja" ucap Arjuna.


" Kalau beli rumah?" ucap Hana.


" Uangku gak cukup untuk beli rumah..." ucap Arjuna.


" Nanti aku yang beli.." ucap Hana.


" Tambah jauh sekolahku yank... ." ucap Arjuna.


" Bangun sebelum shalat subuh,setelah shalat subuh. Barulah berangkat sekolah..." ucap Hana.


" Baiklah...Lalu bagaimana dengan Liana" ucap Arjuna.


" Apakah mas mencintai Liana?" ucap Hana.


" Gak terlalu..." ucap Arjuna.


" Apakah di perumahan ini ada rumah yang di jual?" ucap Hana.


" Setahuku gak ada..." ucap Arjuna kemudian turun dari tempat tidur untuk membuang air bekas Hana mandi.


Hana melihat Arjuna mengangkat ember dan berjalan ke kamar mandi.


" Setelah aku mendapatkan keris itu...Aku akan pergi meninggalkanmu..." ucap Hana dalam hati.


40 menit kemudian.


Arjuna duduk di samping Hana sambil membaca buku.


Hana diam sambil berpikir sesekali melihat ke Arjuna yang sedang membaca buku.


" Mas..."


Arjuna menoleh.


" Mas sudah seorang muslim...Aku ngajarin mas bacaan shalat..." ucap Hana.


" Setelah ujian,aku belajar shalat yank..." ucap Arjuna.


" Mas sudah janji mau menurut" ucap Hana.


" Iya deh..." ucap Arjuna sambil menutup buku dan meletakkan buku tersebut


" Sebelum mas shalat. Mas harus bersuci dahulu" ucap Hana.


" Bersuci ?' ucap Arjuna.


" Iya.. Badan kita harus suci dari hadas kecil dan besar..."


" Karena mas telah menggauliku,mas harus mandi wajib.." ucap Hana.


" Aku sudah mandi tadi pagi sayang..." ucap Arjuna.


" Mas sudah tahu niat mandi junub"


Arjuna menggelengkan kepalanya.


" Berarti mas belum mandi wajib. Sebelum mas membasuh air,mas baca niat" ucap Hana.


" Niatnya gimana?"


Hana memberitahu niat mandi junub.


" Jadi aku mandi dulu neh?' ucap Arjuna.


" Boleh....Nanti lima menit sebelum adzan,mas pergi ke mesjid untuk ikut shalat" ucap Hana.


" Aku belum bisa" ucap Arjuna.


" Maaaas...." ucap Hana.


" Iya..Iya ..Nanti aku ke mesjid ." ucap Arjuna.


" Di mesjid,sayang ikutin saja gerakan orang shalat ketika sudah di mulai ." ucap Hana.


" Iya.." ucap Arjuna.


" Sebelum shalat,mas harus wudhu.." ucap Hana.


" Kenapa harus wudhu dulu,emangnya gak bisa langsung shalat?" ucap Arjuna.


" Gak bisa mas...Syarat shalat itu ya harus suci dari hadast kecil dan besar. Mandi wajib itu menghilangkan hadas besar,sedangkan wudhu menghilangkan hadas kecil..." ucap Hana.


Arjuna teringat Bayu dapat menghilang,lalu ia pun bertanya" Kenapa si bangsat itu bisa menghilang?" ucap Arjuna.


" Siapa yang mas maksud?" ucap Hana.


" Bayu .." ucap Arjuna.


" Ya memang dia bisa menghilang mas ." ucap Hana.


" Apakah adek bisa menghilang? " ucap Arjuna.


" Enggak bisa mas .." ucap Hana


" Siapa yang mengajarkan ilmu menghilang itu?" ucap Arjuna. Ia ingin bisa menghilang seperti Bayu.


" Mungkin seseorang yang mengajarinya.." ucap Hana.


" Kirain.."


Arjuna melihat pedang katana di atas lemari kecil.


" Aku tadi lihat ada senjata seperti ninja,apakah adek seorang ninja?" ucap Arjuna.


" Iya mas...." ucap Hana.


Arjuna mengambil salah satu Shuriken.


" Senjata ini,sayang bisa memakainya?" ucap Arjuna.


" Bisa .." ucap Hana.


" Sebentar..."


" Apakah sayang pernah membunuh ?" ucap Arjuna


" Menurut mas gimana?" ucap Hana.


" Hemmm...Pernah. Terus sudah berapa orang yang sayang bunuh?" ucap Arjuna.


" Gak banyak mas ..." ucap Hana.


" Jawab yang jujur...Aku paling benci orang yang bohong..." ucap Arjuna.


" Aku gak ingat mas,ada berapa yang kubunuh" ucap Hana.


" Jiangkreeek....Ternyata dia psikopat..Waassssuuu" ucap Arjuna dalam hati.


" Setelah sayang sembuh...Pergilah dari rumah ini.." ucap Arjuna.


" Kenapa mas mengusirku? Katanya mas mencintaiku?" ucap Hana.


" Aku takut,pas aku tidur. Kamu membunuhku" ucap Arjuna.


" Mas...Aku tidak sembarangan membunuh mas. Mas tahu pondok pesantren Langitan?" ucap Hana.


" Aku gak tahu,apa hubungannya denganmu?" ucap Arjuna.


" Aku mondok di sana mas ..Dan saat itu terjadi peristiwa yang sangat mencekam"


" Tokoh agama terutama dari islam banyak yang di bunuh oleh sekelompok golongan yang membenci agama islam "


" Kami berusaha melindungi para ustadz dan Kyai mas..."


" Beberapa orang mencoba masuk dan menyerang. Aku bersama santri lainnya melawan.Yang datang gak hanya 5 orang,bahkan pernah yang datang itu 50 orang mas.."


" Mas lihat bekas sayatan di punggungku?" ucap Hana.


" Iya aku lihat" ucap Arjuna.


" Itu bekas luka akibat terkena tebasan,beberapa santri ada yang tewas..."ucap Hana.


" Jadi kamu membunuh orang yang menyerang pondok pesantren?" ucap Arjuna.


" Iya mas...Dan itu termasuk Jihad. Jika aku mati,aku masuk surga mas..." ucap Hana.


Arjuna yang mendengarkan pengakuan Hana menjadi lega.


" Apakah kamu ada niat membunuhku?" ucap Arjuna.


" Enggak mas..Tapi jika mas menggauliku lagi sebelum kita menikah,aku terpaksa akan membunuh mas.."


" Apakah mas mau menggauliku lagi?"


Arjuna menggelengkan kepala.


" Mas ...."


" Aku tidak akan melukai orang yang aku cintai.. "


" Apakah mas tetap mengusirku?ucap Hana.


" Aku ragu... " ucap Arjuna.


Hana merasakan tenaganya pulih kembali,lalu mencoba menggerakkan tangan.


Setelah bisa menggerakkan tangan,Hana berusaha untuk duduk.


Arjuna yang melihat Hana mencoba bangun,mendekati Hana dan membantu.


" Mas.... Gak percaya sama aku?" ucap Hana.


" Aku sedikit ragu...Karena aku telah menggaulimu ,tentu kamu akan balas dendam. Apakah sudah bisa bergerak." ucap Arjuna.


" Sudah...." ucap Hana.


" Jika ingin pergi,silahkan pergi. Aku membebaskanmu..." ucap Arjuna.


" Mas sudah gak cinta lagi ?" ucap Hana.


" Aku masih mencintaimu...Tapi jika.." ucap Arjuna belum selesai berkata,di potong oleh Hana.


" Aku janji,tidak akan membunuhmu mas ..Karena aku sangat mencintaimu.."


Arjuna diam tak menjawab,lalu bergerak untuk turun dari tempat tidur.


Hana menahan tangan Arjuna.


" Mas..."


" Mas masih ragu dengan ucapanku?" ucap Hana lalu memeluk Arjuna dari belakang.


" Kalau kamu mencintaiku,bagaimana kalau kita menikah?" ucap Arjuna.


Hana tersentak kaget.


" Mas...Mas kan masih sekolah." ucap Hana.


" Ya nikah siri...Untuk membuktikan bahwa sayang benar - benar mencintaiku..." ucap Arjuna.


Hana melepaskan pelukannya.


" Aku gak mau mas...Mas harus lulus sampai kuliah,barulah kita nikah" ucap Hana.


" Tapi aku maunya nikah siri dulu,jika gak. Aku gak bisa menyentuhmu..." ucap Arjuna.


Hana bingung harus berkata apa,ia tak menduga akan menjadi seperti ini. Dan tak sesuai dengan rencananya.


" Aku...."ucap Hana.


" Jika gak mau..Pergilah dari sini...Percuma juga jika tinggal bersama tapi aku tak boleh menyentuhmu.." ucap Arjuna.


" Ya Allah..Apa yang harus aku lakukan...Apakah aku harus menerima dia sebagai suamiku..." ucap Hana dalam hati bingung


Arjuna mengambil tas besar,lalu mengambil pakaian milik Hana.


" Mas...."


Arjuna diam tak menjawab


Hana turun dari tempat tidur lalu berjalan ke arah Arjuna.


" Mas...Jika aku pergi,apakah mas akan membunuh keluargaku?" ucap Hana.


" Iya...." ucap Arjuna.


" Jika aku menikah denganmu .Apakah mas tetap membunuh keluargaku?" ucap Hana.


" Enggak..." ucap Arjuna.


" Ya Allah...Apakah yang harus aku lakukan.."


" Jika saja dia tak memiliki keris itu,aku tidak mau melakukannya ya Allah..." ucap Hana dalam hati.


" Baiklah mas....Aku mau menikah denganmu.." ucap Hana. Karena tak ada jalan lain selain menerima permintaan Arjuna.


Arjuna berhenti memasukkan pakaian Hana lalu mendekati Hana.


" Serius sayang mau menikah denganku?" ucap Arjuna.


" Iya mas..." ucap Hana.


Arjuna memeluk Hana.


" Terima kasih gusti....Do'aku terkabul...."


Arjuna melepas pelukannya.


" Kita keluar cari penghulu terus nikah..." ucap Arjuna.


" Sekarang mas?" ucap Hana.


" Iya... " ucap Arjuna.


" Mas yakin dengan keputusannya mas nikah hari ini?" ucap Hana.


" Yakin...Karena aku gak mau berpisah denganmu..." ucap Arjuna.


" Terus Liana?" ucap Hana.


" Kita tinggal di rumah sewaan aja,nanti aku buka usaha..." ucap Arjuna.


" Mas berhenti sekolah?" ucap Hana.


" Enggak...Aku tetap sekolah..Atau kita tetap tinggal di sini?" ucap Arjuna.


" Terserah mas ...Aku ikut,jika mas pindah,ya kita pindah. Jika enggak ya gakpapa. Tapi menurutku,mas pindah aja.." ucap Hana.


" Kalau pindah,aku berhenti kerja dong" ucap Arjuna.


" Mas kerja di mana?" ucap Hana.


" Aku kerja sama om Gabrian...Melindungi keluarganya dari santet..." ucap Arjuna.


" Hemmm...Mas di bayar berapa?" ucap Hana.


" Dia ngasih aku 10 juta tiap bulan,dan setiap hari aku di kasih uang buat beli jajan..." ucap Arjuna.


" Terserah mas aja,tapi lebih enak itu rumah sendiri..." ucap Hana.


" Ya sudah...Begini aja,setelah aku lulus kan tabunganku sudah banyak tuh,kita beli rumah terus kita tinggal di situ .." ucap Arjuna.


" Iya mas..Tapi mas jangan menyentuh Liana atau wanita lain ya." ucap Hana.


" Iya sayang.. Demi gusti pangeran yang memberiku hidup,aku tidak akan menyentuh wanita lain selain dirimu...."ucap Arjuna.


" Baiklah....Aku mandi dulu ya mas..." ucap Hana.


" Iya...." ucap Arjuna.


1 jam kemudian


Hana duduk di depan cermin.


" Kita nikahnya di mana yank?" ucap Arjuna.


" Mas mau nikah resmi apa siri?" ucap Hana.


" Siri aja dulu...Nanti setelah aku lulus sekolah,barulah nikah resmi...Gimana yank?" ucap Arjuna.


" Kalau nikah siri,kita datangin kyai saja yank..." ucap Hana.


" Aku gak bisa ngomong kalau di depan kyai yank... Sayang aja ya..." ucap Arjuna.


" Katanya mau nikah siri...Mas harus berani bilang .." ucap Hana.


" kalau yang resmi,aku berani yank...Sayang aja ya..." ucap Arjuna.


" Kita berdua yang bilang..." ucap Hana.


" Nah ..Kalau berdua,baru aku berani..." ucap Arjuna.


Setelah semuanya siap,mereka pun pergi dengan menggunakan mobil milik Gabrian.


Hana duduk di kursi kemudi,sementara Arjuna duduk di samping Hana.


Setelah sampai di salah satu pondok pesantren,mereka pun menghadap ke seorang kyai. Arjuna mengutarakan maksud dan tujuannya di bantu oleh Hana. Hana mengaku bila orang tuanya telah meninggal dan telah lama menjanda.


1 jam kemudian.


Nampak Arjuna menjabat tangan kyai,ia akan melakukan nikah secara siri.


Sementara Hana duduk di samping Arjuna.


Hana merasa senang,dan bingung.


Senang akhirnya bisa punya suami lagi meskipun suaminya masih remaja,bingung karena jalan yang ia pilih,Hana hendak menghubungi Bayu,namun tidak bisa.


Hana mendengarkan saat Arjuna mengucapkan kalimat ijab kabulnya.


" Bagaimana saksi?" " ucap kyai .


" Saah...." ucap para ustadz yang mengajar di pondok pesantren tersebut.

__ADS_1


" Barakallah...." ucap kyai.


Arjuna merasa senang dan lega. Akhirnya Hana menjadi miliknya seutuhnya. Ia bisa menyentuh Hana kapan saja yang ia mau.


__ADS_2