
Untuk beberapa hari Mel melupakan bucinnya ke Banyu,,tanpa disadari nya. Mel sadar belajar sholat tak semudah yang dia pikirkan,,karena itu dia berniat minta tolong ke Juna. Mel membuat janji bertemu dengan Juna di kafe.
"Ada apa?"
"Gue butuh bantuan loh."
"Bukannya kemarin loh bilang Banyu sudah mulai penasaran ma loh dan mesage loh duluan?,,, berhasil donk saran gue"
"Bukan masalah Banyu.."
"Terus apalagi?"
"Gue mau loh ajarin gue sholat."
Juna terkejut,,dia tersedak minuman yang diminumnya.
"Serius???"
"Iya,,,saat gue sholat,,gue ingat kenangan gue ma Bunda ,,,waktu kecil bunda sering ngajak gue sholat,,,tapi sejak bunda pergi ninggalin gue ma bokap... sudah g ada lagi yang ngajak gue sholat,,bokap juga sibuk,, gue agak lupa bacaan nya..udah gue coba belajar lewat YouTube tapi buat gue g fokus.."
"Ya loh hubungin bunda loh lagi aja minta ajarin dia,,loh pasti tau kan bunda loh ada dimana sekarang dan pergi kemana?"
Mel kaget dengan ucapan Juna ... apakah Juna tidak paham arti kalimat 'pergi ninggalin' yang dikatakan Mel tadi
"Bunda gue udah meninggal... gimana caranya gue hubungin dia?"ucap Mel pelan.
__ADS_1
"innalilahi wa innailaihi roji'uun,, sorry gue g maksud,,"ternyata kita punya nasib yang sama," ucap Juna dalam hati.
"Gue g mau ada salah paham atau fitnah..loh minta ajarin teman loh yang sesama perempuan aja" imbuh Juna
"G ada?
"Ya loh nyari guru ngaji aja.. sekalian belajar ngaji."
"G mau..."
"Loh mau ada yang salah paham tentang kita.. lagi pula 2 hari lagi gue balik.."
"Gue malu kalo belajar sama orang lain"
"Terus sama gue loh g malu???"
****
Juna dibuat bingung dengan sikap Mel. Dia juga tidak dia takut ada fitnah jika seseorang tau dia sering bertemu dengan Mel.
Tapi Juna juga kasihan ada seseorang yang mau berusaha berubah lebih baik dan dia harus menolak membantu nya.
"Gimana mau ya?" desak Mel sambil meraih dan menggenggam tangan Juna di meja.
"Iya...tapi loh harus serius.. karena gue cuma akan segera balik..dan lepasin tangan loh kita bukan muhrim. " jawab Juna setuju.
__ADS_1
Mel tidak sadar apa yang dilakukan nya,,,dia mengumpat dalam hati, " Sial...apa yang sudah gue lakuin sih???"
Sementara itu di sudut kafe tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang mengawasi mereka . Mereka tidak sadar jika sudah diawasi sejak pertama pertemuan mereka.
Waktu dhuhur tiba...Juna segera mencari masjid terdekat dengan di ikuti Mel. Waktu itu jamaah masjid sudah selesai sholat berjamaah. Juna hendak sholat sendiri tapi tiba - tiba terdengar suara Mel .
"Hei tunggu... tunggu in gue..!!!" teriak Mel sambil berlari ke arah Juna dan membawa mukena.
" Loh apaan sih .. tempat sholat perempuan di sebelah sana,,ini tempat sholat laki-laki." ucap Juna pelan.
"Kita sholat bareng..gue malu kalo nyetel bacaan sholat di masjid." bujuk Mel
Setelah mengambil nafas berat Juna mengajak Mel untuk sholat berjamaah di luar masjid saja.
Selesai sholat Juna bertanya dalam hati," G salah apa gue ngimamin seorang gadis."
"Setelah ini loh mau kemana? " tanya Mel.
"Gue rasa cukup kebersamaan kita hari ini...gue mau lanjutin liburan gue,, ok." tegas Juna
"Dan masalah belajar sholat loh..sudah cukup pelajaran buat hari ini.." tambah Juna.
Mel hanya manggut.. ntah kemana sifat angkuh Mel beberapa hari ini.
Sepasang mata masih mengawasi mereka. Bahkan mengambil gambar tanpa mereka sadar i.
__ADS_1
"Bos,, saya kira sudah cukup yang kita dapatkan untuk hari ini",kata pria yang mengawasi Mel dan Juna di telefon.
"Baik, lakukan sesuai rencana" , jawab orang yang dipanggil bos tadi.