
(Note : Sebenarnya percakapan ini memakai bahasa jawa,tapi aku buat bahasa indonesia saja. Agar dapat di pahami. Hanya sebagian saja memakai bahasa jawa.)
Malam harinya.
Arjuna menghampiri Dini yang sedang bermain ponsel di ruang tamu.
Arjuna duduk di samping Dini.
" Mbak..." ucap Arjuna.
" Hemmm .." suara Dini.
" Malam minggu kemarin mbak jalan sama siapa?" ucap Arjuna.
Dini melihat ke arah Arjuna.
" Aku dah gede ..Jadi,aku bebas berjalan dengan siapapun..." ucap Dini.
" Iya...Mbak sudah gede,tapi jangan begitu mbak. Temanku melihat mbak jalan bersama om - om..." ucap Arjuna.
" Aku jalan mencari uang sekaligus ingin merasakan lubangku ini di masukin kon#### " ucap Dini.
" Jika mbak melakukan itu,nanti mbak kena penyakit AIDS gimana?" ucap Arjuna.
" Kalau kamu gak mau aku begitu ya kamu harus mau bercinta denganku seperti yang kamu lakukan pada bu Tika ." ucap Dini.
" Mbak...Kita ini adik kakak,kita gak boleh melakukan itu..." ucap Arjuna.
" Kalau gak mau. Jangan larang aku melakukan itu..." ucap Dini lalu berdiri dan berjalan.
" Asemmm..." ucap Arjuna.
Arjuna berdiri lalu berjalan ke kamar Kartika.
Sesampai di dalam kamar Kartika,Arjuna melihat Kartika duduk menghadap layar komputer.
Arjuna menghampiri dan berdiri di sebelah kanan.
" Sibuk ya sayang?" ucap Arjuna.
" Iya...Buat latihan soal sayang..." ucap Kartika sambil mengetik.
Arjuna memegang kedua pundak Kartika lalu memijat pelan.
" Tadi di sekolah Desy bilang ke aku kalau dia lihat Dini berjalan sama om - om" ucap Arjuna.
" Terus.." ucap Kartika.
" Barusan tadi aku tanya ke mbak,apakah benar yang di katakan Desy. Dan rupanya apa yang di ucapkan Desy benar teruss..."
" Dia bilang aku dah gede,dan dia akan melakukan itu bila gak mau bercinta denganku..."
" Aku takut mbakku jadi cewek nakal yank..."ucap Arjuna.
Kartika menghentikan mengetiknya lalu membalikkan badan.
" Sayang....Dengarin aku..."
" Meskipun sayang bukan adik kandung,tapi sayang adalah adik sepersusuan dan tercatat dalam kartu keluarga nama ayah sayang sama.."
" Bila Dini hamil anak sayang,sayang tidak bisa menikah. " ucap Kartika pelan takut kedengaran Dini.
" Terus ..Aku biarkan saja gitu?" ucap Arjuna.
" Nanti aku pikirkan jalan keluarnya ." ucap Kartika lalu melanjutkan mengetiknya.
Arjuna kembali memijati pundak Kartika.
Muncul niat isengnya,ia memasukkan tangan di balik kaos kartika lalu memainkan jarinya.
" Yank...Aku lagi ngetik nah .." ucap Kartika.
" Ya sayang ngetik,aku mainin ini aja..." ucap Arjuna.
" Aku gak bisa konsen sayang..." ucap Kartika.
Arjuna mengeluarkan tangannya lalu duduk di ranjang kemudian berebah.
Dalam pikiran Arjuna,ia memikirkan tentang Dini kakaknya. Dirinya gak mau bila Dini terjerumus dan di cap sebagai cewek panggilan dan itu bisa membuat namanya juga jelek.
Tiba - tiba ia teringat anak buah kanjeng ratu Nyi Loro Kidul yang membantunya menghipnotis. Sebab siapa lagi kalau bukan anak buah kanjeng ratu yang membuat Yusuf lupa kejadian itu.
Arjuna bangkit lalu berjalan hendak ke kamarnya.
" Sayang mau kemana? " ucap Kartika melihat Arjuna memegang tuas pintu .
Arjuna menoleh ke Kartika.
" Mau ke kamar yank.." ucap Arjuna.
" Sayang marah?" ucap Kartika.
" Enggak...." ucap Arjuna
" Terus kenapa mau tidur di kamar lain?" ucap Kartika.
" Sebentar aja sayang. .Nanti balik lagi ke sini ." ucap Arjuna lalu keluar dari kamar Kartika.
Sesampai Arjuna di kamarnya.
Arjuna duduk bersila di lantai,mata terpejam.
" Kanjeng ratu ...Tolong datang kemari,aku butuh bantuan kanjeng ratu..." ucap Arjuna.
Arjuna mengulangi ucapannya.
Setelah itu menunggu.
Tak sampai 5 menit,Arjuna mencium aroma wangi bunga Melati. Ia pun membuka matanya dan melihat sosok kanjeng ratu Nyi Loro Kidul muncul bersama anak buahnya.
" Ada apa kamu memanggilku Arjuna..." ucap ratu Nyi Loro Kidul.
Arjuna menangkupkan tangan lalu di letakkan di keningnya tak berani melihat Nyi Loro Kidul ratu penguasa pantai selatan tanah jawa.
" Ampun kanjeng ratu...Hamba mempunyai permintaan..." ucap Arjuna.
" Permintaan apa Arjuna..." ucap ratu Nyi Loro Kidul.
" Tolong buat kakak hamba Dini untuk menuruti ucapan hamba. Hamba tak ingin nama hamba dan nama pacarku Tika tercemar. Hamba tak ingin kakak hamba salah jalan kanjeng ratu..." ucap Arjuna.
" Baiklah...Permintaanmu aku kabulkan...Apakah ada permintaan lagi?" ucap ratu Nyi Loro Kidul .
" Itu saja yang hamba minta .." ucap Arjuna.
Arjuna tak lagi mencium aroma bunga,lalu melihat ke tempat Nyi Loro Kidul tadi berada. Saat melihatnya,Nyi Loro Kidul sudah menghilang.
Arjuna lega,ia tak lagi kepikiran mengenai masalah kakaknya,lalu ia berdiri kemudian kembali ke kamar Kartika.Namun sebelum itu ia mencari Dini. Namun saat di lihat di ruang tamu dan ruang keluarga tidak ada,Arjuna memutuskan untuk besok saja berbicara dengan Dini.
Sesampai di kamar Kartika,Arjuna tak melihat Kartika di kursi.
Terdengar suara pintu tertutup,Arjuna melihat ke arah pintu kamar mandi.
Nampak Kartika berjalan ke arah Arjuna yang sudah memakai baju tidur tipis,sehingga onderdilnya kelihatan jelas karena di balik baju tidur Kartika tidak memakai pakaian lagi.
Arjuna berjalan ke arah Kartika.
" Sebentar ya sayang...Aku ke kamar mandi dulu .." ucap Arjuna.
Setelah dari kamar mandi,Arjuna dan Kartika bergumul di ranjang.
Setelah selesai bercinta,Arjuna mengusap wajah Kartika yang nampak ngos - ngosan.
" Yank...." ucap Kartika.
" Iya..." ucap Arjuna.
" Heeemmm.... Jangan sayang turutin keingininan Dini ya..Meskipun dia menjebakmu atau apalah..." ucap Kartika.
" Iya sayang..." ucap Arjuna lalu merangkul Kartika.
Pagi harinya.
Arjuna mendatangi kamar Dini,saat hendak mengetuk pintu,pintu kamar terbuka
" Mbak .."
" Mbak jangan berhubungan badan lagi ya .." ucap Arjuna langsung to the point.
" Iya..." ucap Dini.
" Mbak harus fokus belajar,bila ada yang mengajak mbak untuk bercinta jangan mau. Bila mbak pengen bercinta,pakai saja yang mbak beli itu" ucap Arjuna.
" Iya..." ucap Dini.
" Syukurlah...Dia mau menurut..." ucap Arjuna dalam hati.
Sesampai di sekolah,seperti biasa Arjuna belajar,ia fokus apa yang di jelaskan oleh gurunya. Bila dirinya tidak paham,maka Arjuna bertanya.
Bel tanda istirahat berbunyi.
" Juna .."
Arjuna menoleh ke arah Desy yang menyebut namanya.
" Nanti temanin aku ya..." ucap Desy.
" Ke kantin kan?" ucap Arjuna.
" Bukan ..Ke toko setelah pulang sekolah..." ucap Desy.
" Hemmm ...Aku nunggu mbakku dulu" ucap Arjuna.
" Yook..." ucap Desy.
" Kemana?" ucap Arjuna.
" Ke kantin lah..." ucap Desy.
Arjuna berdiri lalu berjalan bersama Desy.
Saat berjalan menuju kantin,Dion memanggil Arjuna." AR....."
Arjuna mendengar suara Dion lantas mencari asal suara tesebut. Ketika melihat Dion,Dion memberi kode .
" Aku kesana dulu...." ucap Arjuna.
Desy mengikuti Arjuna
Saat sudah sampai di tempat Dion.
" Ada apa Yon..." ucap Arjuna.
" Malam minggu kita kumpul .." ucap Dion.
" Kumpul di mana? " ucap Arjuna .
" Di rumahku lah....Semuanya sudah ku kontek,tinggal kamu aja yang belum ." ucap Dion.
" Kenapa gak WA aja .." ucap Arjuna .
" Males aku Ar...Mending ngomong langsung.." ucap Dion.
Dion melihat ke Desy lalu mendekatkan wajahnya ke telinga Arjuna
" Dia cewekmu " ucap Dion pelan.
" Bukan ....Aku ke kantin dulu ya .." ucap Arjuna lalu pergi ke kantin
Saat berjalan ke kantin,Arjuna mengambil bunga di taman.
Sesampai di kantin.
" Kamu mau makan apa?" ucap Desy.
__ADS_1
" Kopi aja,tanpa gula .." ucap Arjuna.
" Heeeh....Kok kopi ?" ucap Desy.
" Biar gak tidur melihatmu lagi makan..." ucap Arjuna.
Desy pergi memesan makanan.
Sementara Arjuna duduk.
Tiba - tiba seorang cewek duduk di samping Arjuna.
Arjuna menoleh ke samping kiri .
" Dia pacarmu ya dek?" ucap Dini.
" Bukan mbak..." ucap Arjuna.
Muncul Desy membawa makanan,lalu seorang pemuda membawa nampan berisi mangkuk bakso dan 2 gelas minuman .
" Dini ...!!" ucap Desy.
Dini tersenyum.
" Apa aku ganggu?" ucap Dini.
" Enggak... Cuman aku pesen makannya buat Arjuna aja.." ucap Desy.
Dini berdiri,namun Arjuna menahannya.
" Mbak...Makan baksonya ,aku masih kenyang.."
Dini kembali duduk lalu memakan bakso.
" Maaf ya Des...Baksonya aku kasih mbakku ." ucap Arjuna.
" Iya ..Gakpapa..." ucap Desy
Arjuna memakan bunga Melati.
Desy berdiri hendak memesan makanan lagi.
" Gak usah Des..." ucap Arjuna.
" Gakpapa..Dari pada kamu makan kembang.." ucap Desy.
" Aku masih kenyang ..." ucap Arjuna
Desy berjalan menghiraukan ucapan Arjuna.
" Sepertinya dia suka sama kamu dek.." ucap Dini pelan.
Arjuna tak menjawab.
Tak lama kemudian muncul Desy bersama seorang pemuda yang tadi mengantar mengantar makanan.
Pemuda itu meletakkan makanan Bakso dan es teh .
" Kang ..Piro kabeh iki?" ucap Arjuna .
" Sampun di bayar mas .." ucap pemuda itu lalu pergi .
" Dah ....Kamu makan aja bakso itu...Jangan makan kembang.." ucap Desy .
" Jiangkreeek....Yang ada malah ngantuk aku di kelas .." ucap Arjuna dalam hati.
Mau gak mau Arjuna memakan Bakso tersebut.
" Aku boleh maen kerumahmu gak Jun ..?" ucap Desy.
" Maaf Des ...Bukannya aku gak bolehin. Yang aku tempati itu bukan rumahku. "
"Aku harus izin dulu .." ucap Arjuna.
" Kamu tinggal sama siapa?" ucap Desy
" Sama guru SMP" ucap Dini.
" Rumah orang tuamu?" ucap Desy.
" Gak ada Des..." ucap Arjuna.
" Jangan bahas orang tua kami .." ucap Dini.
" Maaf..."
" Oh iya...Kamu bisa naik sepeda motor kah Din? "ucap Desy.
" Bisa....Kenapa?" ucap Dini.
" Gakpapa ..Cuman nanya aja..." ucap Desy.
Setelah makan,Arjuna dan Desy kembali ke kelas.
Para siswi yang naksir ke Arjuna melihat Arjuna berjalan bersama seorang siswi tak jadi mendekati Arjuna.
Di saat siang hari jam istirahat ke dua.
Arjuna mengeluarkan botol air minum dan ponselnya,lalu minum dan bermain game.
Desy mendekati Arjuna.
" Heemm Juna .."
Arjuna menoleh ke Desy
" Nanti kakakmu pulang sendiri ya pakai motormu...Terus kamu bonceng aku.." ucap Desy.
" Emang kamu mau beli apa seh ?' ucap Arjuna.
" Ada deh..." ucap Desy.
" Okee...." ucap Arjuna lalu melihat ke layar ponselnya.
Sementara murid - murid yang lain ada yang tidur di lantai sambil menunggu jam masuk pelajaran,ada pula yang bermain ponsel.
Hooooaaaammm.... Arjuna menguap.
" Asem....Kalau gak ngopi bisa ngantuk aku.." ucap Arjuna dalam hati lalu menutup gamenya dan berjalan menuju kantin.
"Juna..."
Arjuna menoleh ke Desy
" Mau kemana ?" ucap Desy.
" Ngopi....Ngantuk..." ucap Arjuna lalu berjalan.
" Aseem...Kalau saja Tika gak ngerjakan tugasnya,aku gak bakalan ngantuk..." ucap Arjuna dalam hati.
Saat berjalan ke kantin,Arjuna melihat 5 siswa berdiri di dekat pintu kelas. 5 orang itu adalah orang yang pernah mengeroyok Arjuna,namun di hajar oleh pengawal keluarga Han.
Ke 5 orang itu memberikan jalan untuk Arjuna .
" Kantin yuk ngopi...." ucap Arjuna. Ia sengaja bersikap baik karena yang membuat masalah adalah Angga.
" Enggak...Makasih..." ucap pria 1.
" Aku yang bayarin..." ucap Arjuna.
" Kamu aja yang ke sana ." ucap pria 2.
" Yakin gak mau? .." ucap Arjuna.
" Aku mau..." ucap pria 3.
" Yook..." ucap Arjuna.
Akhirnya Arjuna berjalan dengan salah satu 5 pria tadi .
" Oh iya,kita belum kenalan...Namaku Arjuna. Sampeyan?" ucap Arjuna sambil menyodorkan tangannya.
" Indra..." ucap pria itu.
" Maaf loh soal yang kemarin itu..." ucap Arjuna.
" Seharusnya aku yang minta maaf ke kamu..." ucap Indra.
Sesampai di kantin Arjuna memesan kopi dan Bakso untuk Indra.
Setelah itu duduk di kursi,Arjuna duduk berhadapan dengan Indra.
" Kamu jago juga berkelahi..." ucap Indra.
Arjuna tersenyum.
" Aku masih pemula ,oh iya..."
Seorang pelayan kantin meletakkan pesanan Arjuna di meja.
" Di makan baksonya .." ucap Arjuna.
" Kamu ..?" ucap Indra
" Aku cuman pengen ngopi aja...Oh iya,setelah aku pulang dua orang yang membantuku itu ngapain? " ucap Arjuna.
" Mereka mengancam kita,bila kita macam - macam denganmu lagi. Kita di culik.."
Indra berbicara sambil makan bakso. Sementara Arjuna menyeruput kopi pahit yang ia pesan.
" Aku pikir itu hanya main - main saja ancamannya..Besoknya aku melihat pria yang menghajarku ada di depan rumahku.." ucap Indra .
" Seriuss ...??" ucap Arjuna .
" Iya...Seriuss ..Ngapain aku bohong sama kamu .." ucap Indra.
" Maaf,soalnya kamu berteman sama orang pembohong...Jadi aku gak seberapa percaya.." ucap Arjuna.
" Kamu kenal sama orang itu?" ucap Indra .
" Aku gak kenal,cuman.."
" Aku kenal siapa yang nyuruh..." ucap Arjuna
" Siapa?" ucap Indra .
" Aku gak bisa ngasih tahu...Jika ngasih tahu,kamu di culiknya ." ucap Arjuna.
" Oh iya..Kamu ikut lomba lari marathon itu kah? " ucap Indra.
" Ikut lah..Rugi kalau gak ikut..Lima puluh kilo aja tetap aku ikut.." ucap Arjuna.
" Emang kamu sanggup?" ucap Indra.
" Ngeremehin aku? aku menghajar kalian aja mampu menghadapinya..." ucap Arjuna.
" Setelah kamu pukul aku,aku gak bisa tidur. Sakit badanku.." ucap Indra.
" Mau lagi?" ucap Arjuna.
" Enggak...."
" Oh iya...Dini itu asli kakakmu kah?"ucap Indra.
" Iya ...." ucap Arjuna.
" Masa seh...?" ucap Indra gak percaya.
" Juancoook...."
" Kalau kamu gak percaya,tanyain aja ibuku atau mbakku langsung..." ucap Arjuna.
" Aku mana tahu rumahmu .."
__ADS_1
" Oh iya...Kamu berapa sodara kandung ?"ucap Indra.
" Satu aja ... Sampeyan?" ucap Arjuna .
" Tiga...Aku yang ke dua..." ucap Indra .
Muncul Dion berjalan ke arah Arjuna.
" Wasssu...Ngopi gak ngajak - ngajak" ucap Dion.
" Laah .Ku pikir kamu tidur di kelas Yon .." ucap Arjuna.
" Malas aku..." ucap Dion.
" Dah pesan sana ..Aku yang bayarin..." ucap Arjuna .
Dion berjalan ke warung untuk memesan kopi.
" Kamu main PUBG kah Jun?" ucap Indra
" Jarang ...Kalau COC sering.." ucap Arjuna.
" Apa nama IDmu?" ucap Indra
" Arjuna titik D titik R..." ucap Arjuna .
Dion muncul lalu duduk di samping Arjuna.
" Eh Ar....Waktu itu bu Hana datang kerumahku ." ucap Dion.
" Bu Hana siapa?" ucap Arjuna.
" Tonggoku yang punya toko itu loh .. Waktu ku suruh beli ke tokonya.." ucap Dion.
" Terus .." ucap Arjuna.
" Dia tanya..Apakah aku teman sekelasnya Arjuna ? aku jawab iya bu..Terus dia tanya lagi,apakah setiap bulan ada izin sakit. Aku jawab gak ada .." ucap Dion.
" Kenapa dia menanyakan tentangku padamu?" ucap Arjuna.
" Mana ku tempe Ar..." ucap Dion.
" Kenapa gak ngasih tahu lewat WA?" ucap Arjuna.
" Malas ..Kalau lewat WA,pas kita ketemu gak ada bahan untuk mengobrol.." ucap Dion.
" Jangkreek..." ucap Arjuna.
" Jangan lupa loh .Malam minggu.." ucap Dion.
" Jek suwiii Yon...." ucap Arjuna.(Masih lama)
" Aku kan cuman mengingatkan aja..Siapa tempe kamu lupa ." ucap Dion.
" Seandainya di sini bisa ngerokok..Mantap ini.." ucap Indra selesai menghabiskan baksonya.
" Kenapa gak merokok di sana lagi?" ucap Arjuna
" Setelah perkelahian itu,di sana di pasang CCTV...Jadi gak aman untuk merokok lagi.." ucap Indra.
" Ya naik ke atap aja..." ucap Arjuna.
" Panas cook..." ucap Indra.
" Putusin kabelnya.." ucap Dion pelan
" Bagus juga idemu...." ucap Indra.
" Apa enaknya seh asap rokok itu? kok kalian senang merokok..?" ucap Arjuna.
" Rasanya wueenak Ar...Apa lagi habis makan..Ya gak kang .." ucap Dion.
" Betul tuh..." ucap Indra.
Arjuna mengeluarkan bunga Mawar yang ia kantongi.
" Masih enakkan ini..." ucap Arjuna lalu memakan kelopak bunga Mawar .
" Kamu kan Demit (Hantu) . Jadi wajarlah suka makan kembang .." ucap Dion.
" Njiiirrr....Makan kembang .." ucap Indra .
" Sampeyan mau ?" ucap Arjuna sambil menyodorkan bunga Mawar ke Indra
" Enggak....Aku bukan Demit" ucap Indra.
" Dia ini keturunannya Suzana...Makanya kayak gitu .." ucap Dion.
" Oh iya..Brp nomor hapemu?" ucap Indra.
" Sampeyan aja..." ucap Arjuna sambil mengeluarkan ponselnya
" 0877######## " ucap Indra.
Arjuna menekan tombol panggil.
Ponsel Indra bergetar panjang.
" Itu nomorku.." ucap Arjuna sambil mematikan panggilan.
Terdengar suara bel tanda masuk.
" Asem ...Belum lima menit dah masuk aja.." ucap Dion.
Arjuna menghabiskan kopinya lalu membayar. Setelah itu kembali.
" Thanks ya bakso dan kopinya.." ucap Indra.
" Iya kang ." ucap Arjuna
" Aku balik kekelas dulu ." ucap Indra
" Aku juga mau balik ke kelas ." ucap Arjuna.
Saat berjalan ke kelas,Arjuna mendengar suara namanya di panggil.
" Arjuna ..."
Arjuna kenal suara itu,ia adalah pak Wawan. Salah satu gurunya. Arjuna lantas menoleh lalu mendatangi pak Wawan.
" Ini...Kamu tulis di papan tulis,bapak ada perlu .." ucap Wawan.
" Siap pak..." ucap Arjuna lalu berjalan ke kelasnya.
Sesampai di kelas.
Nampak teman - temannya ada yang masih mengobrol,ada pula yang tiduran.
Arjuna berdiri di depan papan tulis.
" Man teman....Pak Wawan memberi aku tugas menulis di papan tulis. Jika nanti di periksa buku kalian gak mencatat,maka kena hukuman..." ucap Arjuna lalu mengambil spidol untuk menulis. Arjuna sengaja berkata seperti itu agar teman - temannya mau menulis .
" Pak Wawannya kemana Juna?' ucap Wiwik.
" Lagi mojok sama janda .." ucap Kifli.
" Aku gak tahu...." ucap Arjuna.
Selesai menulis materi.
" Kamu paham gak materi itu Juna?" ucap Santi.
" Hemmm...Sedikit paham" ucap Arjuna.
" Kalau perasaanku ke kamu,kamu paham apa enggak..." ucap Santi.
"HUUUUUUUUUUUUU...." suara teman - teman Arjuna.
Arjuna tersenyum lalu berjalan ke kursinya.
" Senyummu membuat aku meleleh Arjuna..." ucap Santi.
Arjuna diam tak menanggapi.
Setelah jam pelajaran sekolah selesai. Arjuna memberikan kunci motor ke Dini.
" Nanti kamu pulang sama siapa ?" ucap Dini.
" Sama Desy mbak..." ucap Arjuna.
Arjuna pun pergi bersama Desy.
Desy memeluk Arjuna.
Arjuna menghentikan motornya.
" Des...Jangan peluk..." ucap Arjuna
" Emang kenapa?" ucap Desy.
" Aku gak mau..." ucap Arjuna
Desy melepas pelukannya. Arjuna menarik tuas gas.
Sementara Desy memberi arahan ke Arjuna.
" Aku gak punya SIM loh..." ucap Arjuna takut di tilang
" Tenang aja,kita kan pakai helm dan gak ngebut ." ucap Desy enteng.
Sesampai di tempat tujuan,Arjuna menunggu di luar.
Di seberang jalan Arjuna melihat beberapa pria dan wanita berjalan ke arah mobil yang terparkir. Salah satu wanita itu Arjuna mengenalinya.
" Itu kan kak Nur .." gumam Arjuna .
Nurmala pun melihat Arjuna,ia berkata ke salah satu teman kerjanya lalu menyebrang jalan.
" Kok sayang ada di sini..." ucap Nurmala.
" Ngantarin teman.." ucap Arjuna.
" Teman...??Cewek apa cowok?" ucap Nurmala.
" Cewek kak...Aku dah bilang juga ke kak Tika..." ucap Arjuna.
Muncul Desy sambil membawa sebuah kotak.
" Oooo....Ya sudah...Nanti sampai di rumah cerita ya.." ucap Nurmala.
" Iya...." ucap Arjuna.
Chuup..... Nurmala mencium pipi Arjuna lalu pergi.
" Dia siapa?" ucap Desy.
" Nurmala ..." ucap Arjuna.
" Pacarmu...." ucap Desy.
" Kamu cemburu ya....." ucap Arjuna.
Desy diam tak menjawab,raut wajahnya berubah..
.
.
.
.
BERSAMBUNG
__ADS_1