
Kartika,Nurmala dan Dini memutuskan pulang. Sementara Arjuna di suruh menginap oleh Darmanto.
Pukul 19.10
Nampak Arjuna sedang duduk di teras di temani Firda adiknya Jumakir . Firda berusia 19 tahun.
Arjuna membuka aplikasi game bercocok tanam.
" Maen game apa mas?" ucap Firda.
" Game Hay Day.." ucap Arjuna.
" Maen ML gak mas?" ucap Firda.
" Maen.. Tapi gak bisa di tinggal pergi..Kalau yang ini bisa ku tinggal.." ucap.Arjuna.
" Guru mas cantik ya orangnya.." ucap Firda.
Arjuna menutup aplikasi game lalu meletakkan di sampingnya.
" Iya..." ucap Arjuna.
" Ke pasar malam yok mas.." ucap Firda.
" Pasar malam.."
" Dekat apa jauh pasar malamnya..?" ucap Arjuna.
" Dekat..." ucap Firda.
" Ayook...Daripada bosen..." ucap Arjuna.
" Tadi ku ajakin ke kondangan gak mau.." ucap Firda.
" Ogaaah...Aku gak kenal kok" ucap Arjuna.
Firda masuk ke dalam rumah,tak lama kemudian muncul sambil membawa helm.
" Kok pakai helm?" ucap Arjuna.
" Mas mau bayarin jika kena tilang?" ucap Firda.
" Wegaah..." ucap Arjuna lalu pakai helm.
Firda naik motor Vario dan menyalakan sepwda motor itu,lalu Arjuna naik ke sepeda motor.
" Mau cari apa dek?" ucap Arjuna.
" Gak cari apa - apa..Cuman mau ngajakin mas jalan - jalan aja.." ucap Firda.
Sesampai di pasar malam. Arjuna melihat beberapa wahana bermain.
" Pernah naik itu gak mas?" ucap Firda sambil menunjuk wahana bermain lingkaran besar.
" Sudah..." ucap Arjuna.
" Kalau yang itu..?" ucap Firda menunjuk permainan dadu,berhadiah rokok.
" Aku gak ngerokok dek.." ucap Arjuna.
" Coba aja mas.Nanti rokoknya kasihkan ke mas Jumakir atau gak bapakku.." ucap Firda.
" Ya sudah.." ucap Arjuna.
Arjuna mengeluarkan uang 20 ribu. Ia di beri beberapa potongan kertas sebagai taruhan. Di depan Arjuna ada gambar angka dadu sebagai tempat taruhan.
" Asemm...Kalau maen begini gak pakai mata bathin ya jelas kalah lah.." ucap Arjuna dalam hati.
Lantas Arjuna menggunakan ilmu mata bathinnya. Ia melihat angka dadu yang ada di balik ember penutup dadu.
Arjuna meletakkan semua kertas di angka 4 merah.
Tak lama kemudian,ember penutup dadu di buka.
Nampak angka dadu menunjukkan angka 6 hitam,4 merah 2 biru.
Arjuna mendapatkan 2 kali lipat kertas sebagai taruhan.
" Mas bisa maen..?" ucap Firda.
" Asal nebak aja " ucap Arjuna. Tak mungkin ia berkata jujur memakai ilmu mata bathinnya.
Pria yang membuka ember dadu lantas menutup dadu itu,kemudian mengguncang dadu tersebut.
Arjuna memakai ilmunya lagi.
" Hemm..4 Biru.." ucap Arjuna dalam hati lalu meletakkan semua kertas di gambar dadu .
Lagi dan lagi. Arjuna selalu memenangkan taruhan tersebut. Arjuna menukarkan kertas yang ia dapatkan menjadi rokok.
" Mayan...Dapat 4 slop rokok..Modal cuman 20 ribu.." ucap Arjuna dalam hati lalu pergi.
" Sialan bocah itu,untung dia pergi. Jika enggak. Habis modalku..." ucap pria yang mengocok dadu berkata dalam.hati.
2 jam kemudian.
" Pulang yuk dek.." ucap Arjuna.
" Bentar mas..." ucap Firda sambil memilih sandal.
Arjuna melihat seorang pemuda. Tangan pemuda itu mencoba mengambil dompet seorang ibu - ibu yang sedang sibuk memilih baju.
" Jaga dompet dan tasnya,jangan sibuk memilih barang yang mau di beli,Copet ada di mana - mana." ucap Arjuna nyaring
Ibu yang sedang sibuk memilih pakaian mendengar suara Arjuna lantas menarik tasnya kedepan,yang semula di samping. Pemuda yang hendak mengambil dompet ibu itupun gagal mengambil lalu pergi.
" Kenapa mas?" ucap Firda.
" Tadi itu ada yang mencoba mengambil dompet milik ibu itu.." ucap Arjuna.
" Ooo..Begitu.." ucap Firda.
" Sudah belum seh dek...?" ucap Arjuna.
" Ukuran yang aku suka gak ada.." ucap Firda.
" Beli di pasar pagi aja..." ucap Arjuna.
" Ya sudah yuk...Pulang.." ucap Firda.
Sesampai di rumah.
Arjuna memberikan rokok yang ia dapat ke Jumakir dan Siswanto.
" Banyak banget rokoknya mas..." ucap Jumakir saat menerima rokok.
__ADS_1
" Dapat hadiah tadi.." ucap Arjuna.
" Hadiah..?" ucap Jumakir.
"Maen tebak dadu.." ucap Arjuna.
" Modal berapa tadi mas?" ucap Jumakir.
" Dua puluh ribu aja..." ucap Arjuna.
" Tekor itu bandar..." ucap Siswanto.
Muncul Darmanto.
" Yo jelas tekor lah paklek..." ucap Arjuna.
" Endi jatahku?" ucap Darmanto.
" Loh...Mbah Man ngerokok.." ucap Arjuna.
" Enggak...Kamu cuman bawa rokok aja lee?" ucap Darmanto.
" Iya mbah Man...Lha wong di suruh maen sama dek Firda kok.." ucap Arjuna.
" Eh mas...Nama adik gurumu tadi siapa?" ucap Jumakir.
" Nurmala.." ucap Arjuna.
" Sudah punya pacar apa belum?" ucap Jumakir.
" Gak tahu..." ucap Arjuna.
" Kok gak tahu mas...Kan mas tinggal serumah.." ucap Jumakir.
" Dia kuliah di kota ..Hari libur baru datang,kadang gak datang..." ucap Arjuna.
" Gurumu itu sudah punya suami apa belum?" ucap Jumakir.
" Belum...." ucap Arjuna.
0.0.0
Arjuna hanya 2 hari saja tinggal di rumah Darmanto. Setelah pulang di jemput oleh Kartika.
Nampak Arjuna sedang memangkas daun pohon Bonsainya denban menggunakan gunting kecil.
Lalu berhenti dan memperhatikan lagi. Mana yang perlu di potong.
" Jiangkreek... "
" Aku lihat di gambar bagus pohonnya. Ini kok berantakan ya..." ucap Arjuna saat melihat hasil ia memangkas daun pohon Bonsainya.
Arjuna memetik bunga mawar,lalu memakan kelopak bunga Mawar tersebut.
" Heemm...Sepertinya aku harus sabar.." ucap Arjuna dalam hati.
Pohon Bonsai milik Arjuna merupakan pohon bonsai Cemara bajul. Umurnya pun masih terbilang muda. Arjuna memilih pohon itu karena harganya paling murah. Sementara yang bagus harganya sangat mahal.
Kartika datang menghampiri.
" Dek...Belikan garam sama Masako ya.." ucap Kartika.
" Bentar mak.." ucap Arjuna tanpa sadar karena tak melihat ke arah Kartika,karena ia masih memperhatikan pohon Bonsainya. Ia merasa yang memanggil itu adalah ibunya yang biasa menyuruh pergi membeli sesuatu.
" Mamak..?" ucap Kartika.
" Maaf kak..." ucap Arjuna.
" Kamu teringat mamakmu ya dek?" ucap Kartika.
" Iya kak.."
Arjuna meletakkan guntingnya lalu menghampiri Kartika.
" Mana uangnya kak?" ucap Arjuna.
Kartika memberikan uang ke Arjuna.
" Garam 2 bungkus,Masako ayam 1 renteng ya dek" ucap Kartika.
" Iya..." ucap Arjuna lalu berjalan mengambil sepedanya.
" Kalau kamu mau beli jajan,beli aja pakai uang kembalian itu.." ucap Kartika.
Sasampai Arjuna di toko sembako. Arjuna mengambil 2 bungkus garam dan 1 renteng Masako. Kemudian mengambil permen Lolipop.
Selesai Arjuna berbelanja. Arjuna mengamati lagi pohon Bonsainya,kemudian mengambil ponsel dan mengecek di yutub.
" Semoga ada tutorialnya.." ucap Arjuna sambil mengetik.Di mulutnya terdapat permen lolipop rasa susu.
Setelah dapat channel mengenai pohon bonsai,Arjuna menonton channel tersebut.
Dini datang menghampiri Arjuna yang duduk menatap layar ponselnya.Kemudian duduk di samping Arjuna.
" Nonton apa Jun?" ucap Dini.
" Pohon Bonsai mbak.." ucap Arjuna.
" Dek...Kamu gituan ya sama kak Tika.." ucap Dini pelan.
Arjuna menoleh ke Dini.
" Gituan apa mbak?" ucap Arjuna.
" Ngen####... "
Arjuna diam tak menjawab,ia melihat lagi ke layar ponselnya.
" Kenapa diam dek?" ucap Dini.
" Tanya aja sama kak Tika mbak.." ucap Arjuna.
" Kamu itu adekku... Masa iya ku tanya sama orang lain." ucap Dini.
Arjuna menghela nafas,lalu mempause video.
" Kalau iya kenapa mbak?" ucap Arjuna.
" Ya gakpapa seh... "
" Kamu merayu kak Tika ya dek?" ucap Dini.
" Enggak..." ucap Arjuna.
" Dek..." ucap Dini.
__ADS_1
" Heemmm..." suara Arjuna.
" Aku mau melakukan itu lagi" ucap Dini.
Arjuna menoleh ke Dini.
" Maaf mbak..Bukannya aku gak mau.."
" Kita ini adik kakak.." ucap Arjuna.
Dini berdiri lalu berjalan masuk ke dalam rumah.
0.0.0
20 Januari.
Sore hari.
Arjuna baru saja selesai makan,lalu ia menonton tivi.
Di saat pukul 6 sore tepat.
Arjuna merasakan tubuhnya lemas tak bertenaga,ia pun berebah di kursi.
" Asem..kenapa badanku lemas begini.." ucap Arjuna dalam hati.
Lalu Arjuna teringat akan pesan kanjeng ratu,bahwa dirinya akan merasa lemas saat usianya bertambah.
Arjuna mencoba untuk bangun.
" Aku harus bisa..."
Batu mustika yang ada dalam diri Arjuna tak mampu menahan. Karena kekuatan Harimau yang di miliki Arjuna telah sempurna. Hanya warna mata saja yang mampu di tahan.
" Jiangkreeek...." ucap Arjuna menyerah. Ia tak mampu bangun.
Arjuna mengeluarkan kekuatan Harimau yang ada dalam dirinya.
Mata Arjuna berubah menjadi mata Harimau ,lalu ia berusaha bangun.
Perlahan Arjuna bisa duduk.Ia mencoba untuk berdiri.
Arjuna dapat berdiri,lalu ia berusaha berjalan.
Dengan perlahan Arjuna melangkahkan kakinya menuju dapur. Untuk mengambil air minum.
Kartika muncul dan melihat Arjuna berjalan perlahan.
" Kenapa kamu dek?" ucap Kartika.
" Badanku lemas kak.." ucap Arjuna.
Kartika menghampiri Arjuna. Saat melihat mata Arjuna,Kartika terkejut.
" Matamu kenapa dek?" ucap Kartika.
" Aku pakai ilmu Harimauku kak.." ucap Arjuna.
Kartika memapah Arjuna.
" Kamu istirahat aja,biar kakak ambilkan.." ucap Kartika.
" Aku mau minum kak.." ucap Arjuna.
Kartika memapah Arjuna ke kamarnya. Setelah itu ia pergi kedapur.
Tak lama kemudian Kartika kembali.
Kartika melihat mata Arjuna kembali normal.
" Ini minumnya dek.." ucap Kartika.
Arjuna berusaha mengambil gelas di tangan Kartika.
" Gak bisa kak.." ucap Arjuna.
Kartika membantu Arjuna minum,lalu meletakkan gelas di atas meja kecil. Kemudian memegang kening Arjuna.
" Gak panas" ucap Kartika saat menyentuh kening Arjuna.
" Ke rumah sakit ya dek.." ucap Kartika.
" Gak usah kak..." ucap Arjuna.
" Kamu itu sakit,panas enggak. Tapi badanmu lemas.." ucap Kartika lalu memakai pakaian.
Setelah selesai berpakaian,ia mengambil dompet dan ponsel serta tas kecil.
" Ayoo..Kakak bawa ke rumah sakit.." ucap Kartika.
" Gak usah kak..Nanti sembuh sendiri.." ucap Arjuna.
" Kamu itu sakit sayang...Aku khawatir banget.." ucap Kartika.
" Ya udah deh.." ucap Arjuna.
Arjuna memakai kekuatan Harimaunya kembali. Sebab tak mungkin Kartika sanggup menahan tubuhnya.
Batu mustika di dalam tubuh Arjuna perlahan retak.
Sesampai di rumah sakit.
" Kak..Aku gak bisa memakai ilmuku lagi..Tenagaku dah habis.." ucap Arjuna.
" Iya...Nan.."
Kartika belum sempat selesai bicara,melihat Arjuna menutup mata.
" Dek...Bangun..Dek..Kamu kenapa..Dek..." ucap Kartika khawatir
Kartika menggoyangnan tubuh Arjuna,namun Arjuna tak kunjung membuka matanya.
Kartika keluar dari mobil.
" TOOLOOOONG......TOLOOONG..." teriak Kartika.
Teriakan Kartika di dengar orang - orang di sekitar,lantas beberapa orang menghampiri Kartika.
" Ada apa bu.." ucap pria.
" Tolong adik saya pak...Tadi dia sadar,terus tiba - tiba gak sadar..Badannya lemas.." ucap Kartika.
" Mana adik ibu.." ucap pria itu lagi.
" Dalam mobil pak.." ucap Kartika..
__ADS_1
Pria itu lantas membuka pintu mobil,ia memeriksa nafas Arjuna,kemudian membawa Arjuna masuk ke dalam rumah sakit.