ARJUNA

ARJUNA
MANCING


__ADS_3

Di dalam kamar tidur,Kartika mengunci pintu lalu dudul di samping Arjuna.


" Tadi aku pergi ke toko emas yank..."


" Terus aku periksa kalung sayang.."


" Ternyata itu batu berlian..." ucap Kartika.


" kalau sayang suka ambil saja..." ucap Arjuna lalu menyerahkan surat dari guru BP.


" Apa ini yank?" ucap Kartika.


" Surat cinta..." ucap Arjuna.


Kartika membuka surat tersebut lalu membacanya dalam hati.


Setelah membaca surat tersebut.


" Kenapa sayang berkelahi di sekolah?" ucap Kartika.


" Aku menemui Angga untuk menanyakan kenapa waktu itu berbohong kepadaku,terus Angga mencengkram kerahku . Seperti nantang begitu,ya aku pukul saja." ucap Arjuna.


" Angga pacarnya Dini?" ucap Kartika memastikan.


" Iya.." ucap Arjuna.


Kartika memegang pundak Arjuna.


" Jangan berkelahi lagi ya.." ucap Kartika.


" Aku gak bisa janji " ucap Arjuna.


" Jika sayang berkelahi,bisa - bisa sayang di keluarin dari sekolahan." ucap Kartika.


" Ya kalau aku di hajar gimana yank? Masa gak balas." ucap Arjuna.


" Usahakan jangan berkelahi,mending sayang kabur saja. Yaa.." ucap Kartika.


" Iya sayang..." ucap Arjuna.


" Oh iya,masalah kalung sayang. Aku jadi kepikiran neh yank.." ucap Kartika.


" Kepikiran kenapa yank..?" ucap Arjuna.


" Aku penasaran sama batu liontin Kalung sayang terus aku periksa di toko, ternyata itu berlian,muncul banyak pertanyaan di kepalaku,yang jelas sayang dari keluarga kaya raya. Penyebab sayang di buang terjadi rasa cemburu di keluarga karena sayang pewaris harta warisan,kedua karena ibu sayang hamil dengan selingkuhannya ketiga ayah tiri sayang gak mau kamu ada dan ke empat kamu di tukar dengan bayi lain " ucap Kartika pelan.


" Aku gak tahu,dan jangan bahas kalung itu ya .." ucap Arjuna.


" Baiklah..." ucap Kartika lalu berdiri kemudian mengganti pakaiannya.


" Kata guru BP,dia bisa manggil orang tuaku yank.." ucap Arjuna.


Kartika menoleh sambil melepas celananya.


" Mereka tidak tahu jika orang tua sayang sudah meninggal. Jadi...Jangan salah beransumsi.." ucap Katika,ia tak malu melepas semua pakaian di depan Arjuna,karena Kartika berpikir,buat apa malu,toh setiap hari Arjuna selalu menikmati tubuhnya kecuali halangan.


" Ya siapa tahu bisa manggil arwah ayah dan ibuku yank..." ucap Arjuna.


Kartika tak menjawab,setelah selesai mengganti pakaian.


" Besok sayang jadi cari bibitnya?" ucap Kartika sambil menghampiri Arjuna lalu duduk di samping.


" Emangnya sayang sudah bilang?" ucap Arjuna.


" Belum...." ucap Kartika.


" Ya bilang dulu lah...." ucap Arjuna.


" Hemmm...Besok aku akan bilang pada mereka," ucap Kartika.


Setelah itu mereka keluar kamar.


Kartika pergi ke dapur sementara Arjuna merawat bunganya.


Di saat menyiram tanaman,Arjuna kepikiran tentang ucapan Kartika.


" Aku ini anak orang kaya,tapi mengapa mereka membuangku..." ucap Arjuna dalam hati.


Setelah selesai menyiram tanaman,Arjuna masuk ke dalam rumah.Ia tak melihat Dini,lalu keliling mencari.


Saat Arjuna di dapur.


" Aku sudah mendapat balasan yank dari bu Ayu.." ucap Kartika.


" Apa balasannya?" ucap Arjuna.


" Besok jam sepuluh di suruh datang ke sana..." ucap Kartika.


" Iya...Mbak Dini mana ya.." ucap Arjuna.


" Mungkin di kamar.." ucap Kartika.


" Ooo..Di kamar...Masak apa yank?" ucap Arjuna.


" Tumis kangkung,tempe goreng.." ucap Kartika.


" Ada sambelnya apa enggak?" ucap Arjuna.


" Ada,jika sayang mau buatin.." ucap Kartika.


Arjuna mengambil bahan untuk membuat sambal.


Di saat akan makan bersama, Arjuna berjalan ke kamar Dini.


Tok....Tok...Tok...


" Mbak...."


Tak ada jawaban.


Tok....Tok....Tok....


Arjuna mencoba membuka pintu,namun tidak bisa. Lalu Arjuna pun menemui Kartika.


" Yank,ada kunci serep kamar mbak Dini?" ucap Arjuna.


" Sebentar...." ucap Kartika lalu mengambil kunci tersebut dan memerikan kunci serep ke Arjuna.


Setelah pintu kamar Dini di buka oleh Arjuna. Arjuna tidak melihat keberadaan kakaknya.


" Mbak...." ucap Arjuna lalu masuk dan memeriksa kamar mandi.


Kamar mandi terlihat kosong. Arjuna segera mengambil ponselnya untuk menelpon Dini.


Kartika datang menghampiri Arjuna.


Saat akan menelpon,Arjuna melihat pesan dari Dini,ia mengatakan pergi keluar kerumah Angga.


" Mbak pergi ke rumah Angga yank.." ucap Arjuna.


" Balas aja,nanti malam pulang sebelum jam sepuluh. " ucap Kartika.


Arjuna pun mengetik pesan sesuai ucapan Kartika,hanya menambahkan di suruh kak Tika. Lalu Arjuna dan Kartika makan bersama.


Di saat Arjuna sedang makan,terdengar nada pesan. Arjuna mengecek pesan tersebut.


Mbak Dini : Aku gak pulang,besok sore baru pulang.


" Yank...Kata mbak Dini,dia pulang besok sore.." ucap Arjuna.


Kartika menghela nafas lalu meletakkan sendok dan menelan makanannya.


" Jika sering begini,mbakmu bisa liar. " ucap Kartika.


" Liar gimana ?" ucap Arjuna.


" Susah di atur sayang. Dan takutnya dia terjerumus hal - hal yang tidak benar. Contoh memakai obat - obatan terlarang,entah sabu,ganja. Dan terlibat pergaulan bebas.Begitu..."ucap Kartika.


" Besok aku nasehati dia mbak..." ucap Arjuna.


Selesai makan,Arjuna mencuci peralatan yang kotor,setelah itu duduk nonton yutub.


Kartika datang memghampiri Arjuna setelah selesai membereskan dapur.


" Oh iya aku lupa ngasih tahu yank.." ucap Kartika.


Arjuna menoleh ke Kartika sambil menutup aplikasi.


" Ngasih tahu apa?" ucap Arjuna.


" Kata si Bintang anaknya bu Ayu,sayang itu mirip kakaknya.." ucap Kartika.


" Masa seh?" ucap Arjuna.


" Iya..." ucap kartika.


Terdengar nada pesan masuk.Arjuna mengecek.


Desy : Besok kamu ada acara apa enggak.


Saya : Ada.


Kartika melihat ke layar ponsel Arjuna.


Desy : Kirain gak ada.


Saya : Emangnya kenapa Des?


Desy : gakpapa,knp kamu di panggil ke ruang BP ?


Saya : Biasa,aku adu otot.


Desy : Berantem.


Saya : Peluk - pelukan.


Desy : Adu otot kok peluk - pelukan.


Saya : Iya, 2 minggu aku libur sekolah.


Desy : Libur sekolah? Kok bisa.


Saya : ya bisa lah,kan habis adu otot.


Desy : Kamu berantem.


Saya : Peluk pelukan desy...


Deay : Bingung aku,kamu itu berantem atau peluk pelukan seh🤔


Saya : Berkelahi.


Desy :Bilang daritadi kalau berkelahi 😡 .


Saya : 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣.


Arjuna meletakkan ponselnya,karena tak ada pesan pribadi yang masuk. Hanya pesan grub.


" Desy itu teman sekelas ya sayang?" ucap Kartika.


" Iya ,sering aku usilin dianya yank.." ucap Arjuna.

__ADS_1


" Lama - lama nanti sayang jadi cinta loh sama dia" ucap Kartika.


" Enggak...Aku hanya mencintaimu..." ucap Arjuna.


Emmuaaahh....


Emmmuaaachhh... Kartika mencium pipi Arjuna kiri dan kanan.


" Aku juga mencintaimu sayang..." ucap Kartika.


Ting....Tong.... suara bell.


" Coba cek sayang,siapa yang datang..." ucap Kartika.


Arjuna berdiri lalu berjalan ke teras tak lupa mengambil kunci.


Sesampai di pagar,Arjuna melihat mobil Nurmala.


Arjuna pun membuka pintu pagar.


Nurmala menajalankan mobilnya,lalu Arjuna menutup pagar dan mengunci kembali.


" Tumben datangnya malam kak" ucap Arjuna saat melihat Nurmala keluar dari mobil.


" Tadi aku lembur dek,terus langsung ke sini." ucap Nurmala.


Arjuna masuk ke dalam rumah dan mengunci pintu.


Terdengar suara obrolan antara Kartika dan Nurmala di ruang keluarga. Arjuna berjalan ke ruang keluarga.


" Apa itu kak?" ucap Arjuna melihat bungkusan plastik yang di bawa Nurmala.


" Martabak manis "


" Ambilkan minum dong ganteng..."ucap Nurmala.


" Iya...Air putih apa teh?" ucap Arjuna.


" Teh aja,yang hangat ya..." ucap Nurmala.


Setelah Arjuna meletakkan gelas teh di depan Nurmala,Arjuna mencomot martabak manis lalu memakannya sambil duduk.


" Dini mana?" ucap Nurmala.


" Main kerumah pacarnya kak.." ucap Arjuna.


" Gak pulang lagi?" ucap Nurmala.


" Enggak kak,besok baru pulang..." ucap Arjuna.


" Juna,kamu sebagai adiknya nasehati kakakmu. Jangan sering begitu. Nanti kalau hamil bagaimana" ucap Nurmala.


" Pernah aku nasehati kak,tapi dia bilang aku dah gede. Gak usah kamu nasehati..." ucap Arjuna.


" Dini sekarang agak susah. Beda kayak dulu..." ucap Kartika.


" Kasih ancaman aja,biar dia nurut.." ucap Nurmala.


" Gak bisa...Anak usia Dini itu selalu mengandalkan egonya. Gak mau berpikir panjang.." ucap Kartika.


" Seperti aku dong.." ucap Arjuna.


" Iya..." ucap Kartika dan Nurmala serempak.


" Makanya,jika kamu mau bertindak,di pikir dulu. Jangan langsung maen hajar aja..." ucap Nurmala.


" Arjuna mendapat surat cinta dari guru BP.." ucap Kartika.


" Kamu melakukan apa dek?" ucap Nurmala.


" Pencak silat kak..." ucap Arjuna.


" Pencak silaat??" ucap Nurmala.


" Berkelahi,dua minggu gak boleh masuk sekolah.." ucap Kartika.


" Astaga Juna..Juna...Kamu kelahi gara - gara apa? Kamu merebut pacar orang?" ucap Nurmala.


" Enggak..." ucap Arjuna.


" Lha terus..." ucap Nurmala.


Arjuna menceritakan saat bertemu dengan Angga hingga dirinya di panggil di ruang BP.


" Begitu kak ceritanya.." ucap Arjuna.


" Jangan di ulangi lagi ya...Jika kamu ulangi,guru BP memanggil orang tua dan ketiga kalinya kamu di keluarkan dari sekolah.." ucap Nurmala.


" Iya kak..." ucap Arjuna.


" Besok kamu mau gak jalan - jalan ke alun - alun Jogja dek.." ucap Nurmala.


" Besok aku mau kerumah bu Ayu kak,sama kak Tika.." ucap Arjuna.


" Ooo...Begitu..." ucap Nurmala.


" Kamu ikut ya dek.." ucap Kartika.


" Gak ah..Mending aku di rumah aja.." ucap Nurmala.


" Kamu lupa bahwa Bintang pernah bilang bahwa Arjuna mirip dengan kakaknya.." ucap Kartika.


" Oh iya..Aku lupa.." ucap Nurmala.


" Ya sudah...Besok kita kesana..." ucap Kartika.


" Iya deh..." ucap Nurmala.


Nurmala berdiri lalu berjalan ke kamarnya.


Kartika berdiri lalu duduk di samping Arjuna.


" Maen apa yank?" ucap Kartika.


" Maen COC yank..." ucap Arjuna.


Kartika meraba celana Arjuna,lalu mengeluarkan isinya. Berhubung Arjuna memakai celana pendek,Kartika lebih mudah membukanya.


Di saat Kartika asik menikmati pisang Arjuna dalam mulutnya muncul Nurmala.


" Ikutan dong..." ucap Nurmala.


" Sini..." ucap Kartika.


Nurmala duduk di sebalah Arjuna.


Arjuna yang sedang maen COC tiba - tiba ponselnya di ambil oleh Kartika.


" Maen ponselnya nanti aja ya sayang..." ucap Kartika.


" Lah terus..." ucap Arjuna.


" Sayang mainin kita.." ucap Kartika.


0.0.0


Esok harinya.


Mereka bersiap - siap pergi ke rumah Bayu setelah selesai mealjukan aktifitas di rumah. Kartika memakai Jilbab,sementara Nurmala tidak.


" Kalau Dini pulang gimana?" ucap Nurmala.


" Sore pulang dia kak..." ucap Arjuna.


20 menit kemudian,mereka meluncur ke rumah Bayu.


Sesampai di depan pintu pagar.


Kartika melihat nomor rumah sama dengan alamat yang di berikan oleh Ayu,lalu ia turun dari mobil.


Seorang pria memakai pakaian serba hitam datang menghampiri.Ia adalah penjaga.


" Selamat siang ibu " ucap penjaga.


" Iya siang..Apakah benar ini rumah bu Ayu.." ucap Kartika.


" Benar sekali..." ucap penjaga.


" Saya mau bertemu dengan bu Ayu." ucap Kartika.


" Apakah ibu sudah buat janji?" ucap penjaga.


" Sudah..Bu Ayu menyuruh saya datang jam segini.." ucap Kartika.


Arjuna membuka jendela lalu mengeluarkan kepalanya.


Penjaga itu melihat ke arah Arjuna,ia pun kaget.


" Pak Imam...Maaf pak..." ucap pejaga.


" Imam...? Imam itu siapa?" ucap Arjuna.


" Anda bukan Imam?" ucap penjaga.


" Bukan pak,saya ke sini karena di suruh datang.." ucap Arjuna.


" Maaf,nama ibu siapa?" ucap penjaga.


" Kartika.." ucap Kartika.


" Ooo..Bu Kartika. Maaf bu. Anda di tunggu di dalam tapi sebelum itu maaf,kami akan memeriksa sebelum masuk.." ucap penjaga lalu memanggil rekan - rekannya untuk memeriksa.


Pintu pagar pertama terbuka,Kartika menjalankan mobilnya,lalu berhenti karena ada pintu pagar lagi.


" Tolong ibu dan semuanya keluar.." ucap penjaga 2.


Kartika keluar dari mobil di susul Nurmala dan Arjuna.


Kartika dan Nurmala di periksa oleh penjaga wanita.


" Ketat banget penjagaannya.." ucap Arjuna dalam hati saat diboeriksa tubuhnya oleh penjaga.


Sementara penjaga yang lain memeriksa di dalam mobil.


Setelah selesai di periksa,penjaga membuka pintu pagar ke dua.


Kartika menjalankan mobilnya.Lalu berhenti di tempat rambu parkir.Mereka keluar dari mobil.


Nampak rumah sederhana di tumbuhi berbagai tanaman bunga dan pepohonan. Ada juga kolam air mancur.Halamannya sangat luas.


Mata Arjuna melihat salah satu tanaman yang membuat dirinya tertarik,yakni pohon Bonsai.


Arjuna berjalan ke arah pohon Bonsai tersebut,setelah sampai ia mengamati secara teliti.


" Yang punya pasti memiliki skiil yang berpengalaman..." ucap Arjuna.


Bayu yang mendengar kabar dari penjaga jika Arjuna telah datang,langsung berjalan ke depan,lalu ia melihat Kartika lalu melihat wanita asing.


" Assalam mu'alaikum..." ucap Bayu sambil berjalan.


" Wa'alaikum salam..." ucap Kartika dan Nurmala.

__ADS_1


Nurmala menyodorkan tangan,namun Bayu membalas menangkupkan tangannya.


" Di mana Arjuna..?" ucap Bayu. Ia penasaran dengan ucapan istrinya Ayu dan anaknya Bintang.


" Di sana pak.." ucap Kartika sambil menunjuk.


Bayu melihat arah yang di tunjuk,ia melihat seorang pria sedang mengamati pohon Bonsai namun posisinya membelakangi,jadi hanya punggung saja yang terlihat.


Bayu berjalan ke arah Arjuna .


Begitu Bayu sampai di belakang Arjuna.


" Kamu suka pohon Bonsai?" ucap Bayu memperhatikan Arjuna.


" Iya...Tapi susah buatnya seperti ini..."


Arjuna membalikkan badan ke arah Bayu.


Bayu yang melihat wajah Arjuna tersentak kaget,wajahnya mirip dengan Imam Samudera.


" Maaf,apakah bapak bernama pak Bayu..." ucap Arjuna.


" Iya,saya Bayu.." ucap Bayu.


Arjuna menyodorkan tangan,Bayu menyambut. Arjuna mencium punggung tangan Bayu lalu melepaskan jabatan tangannya.


" Kulitnya putih,tapi kakaknya tidak. Apakah ibunya selingkuh.." ucap Bayu dalam hati heran dengan fisik Arjuna berbeda dengan kakaknya Arjuna.


" Pohon Bonsai ini siapa yang merawatnya pak..?" ucap Arjuna.


" Istriku.." ucap Bayu.


" Ooo..Istri bapak..." ucap Arjuna.


" Sebenarnya itu bunga milik almarhum ibunya istri saya.." ucap Bayu.


" Pantesan bagus...Kirain bapak yang merawat" ucap Arjuna.


Bayu tersenyum.


" Saya gak ada waktu untuk merawat bunga,ini saja sebenarnya saya ada jadwal,tapi berhubung saya penasaran denganmu. Maka saya undur jadwalnya.."


" Kamu sekolah di mana sekarang?"ucap Bayu.


" SMA pak..." ucap Arjuna.


" Oh iya,saya mau tanya,tolong jawab yang jujur.."


" Apakah kamu bisa menghipnotis?" ucap Bayu penasaran.Sebab sampai saat ini Yusuf tidak mengingat kembali kejadian saat berkelahi dengan Arjuna.


" Gak bisa pak..." ucap Arjuna.


" Saat kamu berkelahi dengan Yusuf,kamu jalan sama siapa?" ucap Bayu.


" Sendirian pak..." ucap Arjuna.


Bayu menatap mata Arjuna untuk menghionotis,karena ia mengira Arjuna berbohong.


Arjuna merasakan ada sesuatu energi yang keluar dari pria yang bernama Bayu lantas ia pun mundur.


" Apakah anda ingin mengajak berkelahi?" ucap Arjuna menatap tajam ke arah Bayu.


" Sial...Sepertinya dia tahu.." ucap Bayu dalam hati menghentikan ilmu hipnotisnya.


" Tidak...." ucap Bayu.


" Jangan bohong pak,apa yang mau bapak lakukan terhadapku.." ucap Arjuna.


" Saya tidak melakukan apapun.." ucap Bayu.


" Baiklah jika bapak tidak mengakuinya..Saya pamit mau pulang..." ucap Arjuna lalu berjalan.


" Tungguu..."


Arjuna menghentikan langkahnya.


" Baiklah....Maafkan saya ,tadi saya mencoba menghipnotismu.." ucap Bayu.


Arjuna membalikkan badan ke arah Bayu.


" Mengapa bapak menghipnotisku?" ucap Arjuna.


" Karena aku ragu dengan jawabanmu tadi.."


Bayu setengah membungkuk ke Arjuna.


" Maafkan saya..." ucap Bayu.


" Iya..Aku maafkan pak..." ucap Arjuna.


Bayu menegapkan badannya lalu menghampiri Arjuna.


" Ayo kita masuk ke dalam.." ucap Bayu.


Mereka pun berjalan masuk ke dalam rumah.


" Oh iya,di mana kakakmu?" ucap Bayu sambil berjalan.


" Tidak ikut pak.." ucap Arjuna.


Sesampai di dalam rumah. Arjuna melihat banyak wanita bercadar,namun ada satu orang yang membuat dirinya terkejut. Arjuna melihat pemuda yang wajahnya hampir mirip dengannya dan pemuda itu melihat ke arah Kartika yang sedang mengobrol dengan wanita bercadar.


" Imam...." ucap Bayu.


Imam menoleh ke arah Bayu.


Beberapa istri Bayu melihat ke arah Arjuna.


" Iya bi...." ucap Imam.


Bayu memberi kode untuk mendekat.


Imam berdiri lalu berjalan ke arah Bayu.


" Gimana...Mirip kan..." ucap Bintang saat Imam dan Arjuna berdiri berdampingan.


" Iya mirip..." ucap Sulis.


Melisa berdiri lalu menghampiri Arjuna. Saat sudah dekat,Melisa mendekatkan wajahnya ke Arjuna.


" Kamu Arjuna..." ucap Melisa lalu mundur.


" Iya kak..." ucap Arjuna.


Melisa melihat Imam lalu Arjuna lagi.


" Panggil aku ibu..Ibu Melisa..." ucap Melisa.


" Iya bu..." ucap Arjuna.


" Arjuna..Dia istriku.." ucap Bayu.


" Ooo..Istri bapak..Eh..!!!"


" Istri bapak bukannya bu Ayu?" ucap Arjuna.


" Sayang...Kemarilah..."


Arjuna memanggil semua istrinya untuk mendekat. Setelah mendekat.


" Ini adalah istri - istri saya.." ucap Bayu.


" Jancook...Banyak banget istrinya..." ucap Arjuna dalam hati.


Lalu muncul Kumala Sari berpakaian bercadar.


Arjuna mencium aroma bunga,lalu melihat ke arah Kumala Sari.


" Dia kan..." gumam Arjuna. Ia teringat wanita bercadar saat liburan di air terjun Kedung Pedut.


Arjuna memasang sikap waspada akan ancaman bila wanita itu menyerangnya.


" Mengapa dia melihat Kumala Sari ya..? Apa jangan - jangan dia bisa melihatnya" ucap Bayu dalam hati penasaran.


Bayu memperkenalkan istri - istrinya ke Arjuna. Setelah itu duduk.


Kumala Sari berada berdiri di belakang Bayu.


" Kalau semua ngumpul,rumah ini gak muat.." ucap Bayu.


" Yang lainnya kemana pak?" ucap Arjuna.


" Sekolah di pondok pesantren.." ucap Bayu.


" Ooo..." ucap Arjuna.


" Maksud saya itu semua keluarga besar...." ucap Bayu.


" Kirain anak bapak ada lima puluh..." ucap Arjuna.


" Ha...Ha...Ha....Ha.....Ha...."


" Maunya seh begitu tapi istri - istriku gak sanggup Juna...." ucap Bayu.


" Maaf pak..." ucap Arjuna.


" Iya..." ucap Bayu.


" Apakah pak Bayu bisa memanggil orang yang telah mati..?" ucap Arjuna.


" Tidak bisa. Jika sudah meninggal,arwahnya akan berada di alam Barzah " ucap Bayu.


" Ooo..Begitu..Kirain bisa.." ucap Arjuna.


" Memangnya kenapa kalau ayahku bisa?" ucap Imam.


" Ya aku mau minta tolong panggilkan arwah kedua orang tuaku kang " ucap Arjuna.


" Kamu mirip sepertiku,apakah orang tuamu atau keluargamu ada keturunan orang China?" ucap Imam.


" Gak ada kang..." ucap Arjuna.


"Juna... Di minum minumannya..." ucap Ayu.


" Iya bu..." ucap Arjuna lalu mengambil teh kotak dan meminumnya.


Nurmala memperhatikan Imam.


" Naah....Kebetulan kamu ada dibsini..Ayo ikut saya.." ucap Bayu.


" Kemana pak?" ucap Arjuna.


" Mancing..." ucap Bayu.


.


.


.


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG.


__ADS_2