ARJUNA

ARJUNA
Maya (1)


__ADS_3

Pagi ini Juna menjemput Amanda untuk berangkat ke kampus bersama. Dia juga tidak lupa membawa oleh-oleh yang dijanjikan kemarin. Sebuah tas batik yang cantik.


Akan tetapi Amanda sudah diantar supir kata satpam rumah nya.


Juna melanjutkan perjalanan ke kampus ,,, ia melihat sosok yang dikenal nya.


"Maya ,, gak dijemput Banyu?"


"Tadi katanya mau jemput...tapi belum datang juga,, jadi saya mau naik angkot aja."


"Masuk lah.. kita berangkat sama-sama."


"Gak usah pak ,,saya naik angkot saja,,,saya takut nanti ada yang salah faham."


"Siapa yang kamu panggil Pak?? Masuklah ada yang ingin aku diskusi kan juga sama kamu ."


Maya terpaksa masuk ,,, dia juga ada kuis pagi ini... takut juga kalo angkot gak lewat - lewat.


"Maya,,,kamu sudah berbicara pada Banyu tentang kamu bekerja dengan ku."


"Iya ,,, saya sudah kasih tau dia kalo saya sudah bekerja di sebuah perusahaan produk pertanian organik."

__ADS_1


"Maya,, boleh aku minta tolong?"


"Iya Pak."


"Pertama stop panggil aku Pak. Kedua jangan berbicara formal padaku,,anggap aku tetap sebagai temanmu,,, Ketiga aku tidak mau dibantah."


Maya hanya bisa mengangguk dan berkata iya.


Mereka pun tiba di kampus,,Juna mengantar Maya sampai di depan gedung fakultas nya.


***


Banyu,Dimas, Davin dan Juna sekarang sudah berteman,,, tentu saja atas saran Banyu,,, tidak ada alasan bagi Dimas dan Davin untuk benci lagi kepada Juna, toh sekarang mereka sudah punya gebetan sendiri-sendiri.


Banyu sosok pria anak bunda,,, Mel selalu menggunakan Bundanya Banyu untuk menekan Banyu . Akhirnya siapa yang harus mundur,,Maya tentunya.


Banyu tidak pernah tahu kalo bunda dan Mel sering mengancam Maya untuk menjauhi Banyu.


Hinaan , cacian karena hanya seorang anak panti yang berani bermimpi memiliki hubungan dengan seorang Banyu.


Sakit hati pasti,,,Maya sudah berusaha menjauhi Banyu,,tapi Banyu selalu mendekati nya. Maya ingin sekali menceritakan perlakuan Bundanya dan Mel terhadap nya,,Tapi mengetahui sifat Banyu,,Banyu pasti tidak akan mudah percaya begitu saja.

__ADS_1


Karena itulah Maya mencari pekerjaan,,dia ingin bekerja dan akan pelan - pelan pergi dari kehidupan Banyu.


***


"Maya..." Teriak Banyu yang sedari tadi menunggu Maya sampai kelasnya selesai.


Maya datang menghampiri dan dengan berat hati berbohong,


"Maaf Nyu,,, aku harus segera bekerja,,,ada banyak barang di gudang yang harus aku periksa stoknya."


"Kamu marah karena aku tidak ngasih kabar tidak bisa menjemput mu tadi pagi ya,,,maaf kan aku,, bunda tiba-tiba nebeng mobil aku buat ke rumah temannya,,aku takut bunda marah dan darah tinggi nya kumat lagi kalo tau kita masih sama - sama."


"Ya sudah ,, kenapa gak kita akhiri saja,,jadilah anak yang berbakti pada bunda mu ." Ucap Maya lirih seraya pergi meninggalkan Banyu.


Butiran hangat mulai membasahi pipi Maya. Dia tidak mau bermimpi menjadi Cinderella. Saatnya bangkit.


***


Flash back


Beberapa Minggu yang lalu Maya begitu percaya pada kesungguhan hati Banyu,,Banyu tak gentar ketika Bundanya mengancam akan mengambil fasilitas nya jika tetap nekat berhubungan dengan nya.

__ADS_1


Fasilitas Banyu benar di cabut,mobil,ATM, credit card dll,, dia pulang ke rumah Davin untuk membuktikan dia tidak takut dengan ancaman Bundanya.


Tentu nya Maya amat sangat bersimpati kepada pengorbanan Banyu.


__ADS_2