
Pagi hari.
Arjuna membuka mata sebelum adzan Subuh berkumandang. Ia melihat Liana masih tertidur.
" Sudah gede kok ngiler...." ucap Arjuna dalam hati.
Arjuna menggoyang lengan Liana.
" Yank....Bangun...." ucap Arjuna sambil menggoyang lengan Liana.
" Jam berapa?" ucap Liana namun matanya masih terpejam.
" Jam empat...." ucap Arjuna.
" Bangunin aku jam lima..." ucap Liana.
Arjuna turun dari tempat tidur kemudian berjalan ke kamar mandi .
Setelah Arjuna memakai seragam sekolahnya,ia melihat jam.Lalu membangunkan Liana.
" Ayo bangun..." ucap Arjuna.
Liana membuka matanya,ia melihat Arjuna sudah memakai seragam sekolah.
" Kenapa gak bangunin aku yank...Aku kesiangan kan..." ucap Liana lalu bangkit dan turun dari tempat tidur.
" Tadi aku sudah bangunin..." ucap Arjuna.
Liana mengambil ponselnya lalu melihat jam di ponsel.
" Yank...Masih jam setengah lima?" ucap Liana.
" Iya...Lewat sepuluh menit .Bentar pagi jam lima." ucap Arjuna.
" Kupikir jam enam tadi..." ucap Liana lalu pergi meninggalkan Arjuna.
Setelah Liana pergi,Arjuna bingung mau ngapain. Biasanya ia berjalan kaki kemudian berlari ke sekolahnya.
Karena bingung,Arjuna memutuskan untuk menunggu Liana di ruang tamu lalu memainkan ponselnya.
Setelah menunggu akhirnya Liana muncul.
" Sudah sarapan apa belum yank?" ucap Liana.
" Belum .." ucap Arjuna.
" Ayo sarapan dulu...Habis itu kita berangkat" ucap Liana.
Arjuna mengikuti Liana.
Sesampai di meja makan,Arjuna melihat Gabrian dan Evan menyantap roti.
" Ayo Juna...Sarapan dulu .." ucap Gabrian.
" Iya om...." ucap Arjuna lalu duduk.
" Gak usah sungkan...Anggap aja rumah sendiri..Kalau lapar,langsung ambil.." ucap Gabrian.
Arjuna mengambil roti lalu mencelupkan ke minuman susu.
" Gak pakai selai?" ucap Liana.
" Enggak...Gini aja dah enak .." ucap Arjuna.
Gabrian mengeluarkan dompetnya,lalu memberikan 3 lembar uang 100 rb ke Arjuna.
" Ini uang jajanmu Juna..." ucap Gabrian.
" Gak usah om..."ucap Arjuna.
Gabrian memasukkan uang itu ke saku baju Arjuna.
" Om berangkat duluan...." ucap Gabrian lalu pergi.
Setelah selesai sarapan,Arjuna dan Liana ke teras.
Arjuna berjalan ke motornya.
" Yank...Aku ikut ya..." ucap Liana.
" Iya...Tapi pakai helm..." ucap Arjuna.
Liana mengambil helm,kemudian naik ke motor NMAX.
" Tasnya taruh depan yank..." ucap Liana.
Arjuna memindahkan tasnya,kemudian Liana memeluk Arjuna.
Sesampai di sekolahan.
Mereka menjadi pusat perhatian,sebab Liana memeluk Arjuna saat berboncengan.
Tanpa Liana minta,Arjuna melepas pengait helm,karena sebelumnya Liana kesusahan melepas pengait helm tersebut.
" Sial.... Dia telah berhasil merebut hatinya Liana..." ucap salah satu siswa yang naksir ke Liana.
Arjuna dan Liana berjalan menuju kelas,tak ada sepatah kata keluar dari mulut mereka. Hingga mereka berpisah.
Arjuna masuk ke dalam kelas dan duduk. Lalu teman - teman Arjuna datang menghampiri.
" Kamu jadian sama Liana ya Ar?" ucap Deni.
" Iya..." ucap Arjuna.
" Terus Renata?" ucap Rio.
" Aku cuman berteman..." ucap Arjuna.
" Njiirrr....Bisa nangis itu Renata..." ucap Rio.
" Eh...Renata datang..." ucap Deni.
Mereka pun pergi meninggalkan Arjuna.
" Ar....Nanti kita makan di kantin yuk..Aku yang bayarin..." ucap Renata.
" Maaf Ren...Aku makan di kelas aja..." ucap Arjuna,ia tahu karena Liana membawa bekal.
" Tadi aku mau bawa,cuman kesiangan..." ucap Renata.
" Gak usah repot - repot Ren..." ucap Arjuna.
" Gak kok...Ya sudah,besok aku usahain bangun subuh..." ucap Renata.
" Ren...Aku lebih suka kamu yang dulu..Gak usah repot - repot bawakan aku makanan..." ucap Arjuna.
" Jadi kamu suka aku yang dulu?" ucap Renata.
" Iya... Tapi yang ku maksud suka itu,bukan berarti aku menyukaimu. Aku suka berteman denganmu saja..." ucap Arjuna.
Renata diam,lalu menghadap ke depan. Tak lagi melihat ke Arjuna.
" Sial...Rupanya menyukaiku untuk berteman saja..Apakah Liana berhasil merebut hati Arjuna ya..." ucap Renata dalam hati.
Di saat jam istirahat tiba.
Arjuna memainkan ponselnya menunggu Liana datang . Sementara Renata pergi meninggalkan kelas tanpa sepatah kata terucap ke Arjuna.
Tak lama kemudian Liana muncul lalu duduk di kursi Renata.
Mereka pun makan bersama seperti biasa. Namun tidak ada Renata.
" Baguslah kalau gak ada Renata" ucap Liana dalam hati.
#Skip hingga jam pulang sekolah.
Liana duduk dan memeluk Arjuna ,Arjuna menjalankan sepeda motornya.
Di luar pagar sekolah,Nurmala berdiri menunggu Arjuna pulang, ia sengaja izin dari bosnya karena setiap kerja selalu kepikiran Arjuna dan juga meminta maaf atas kesalahannya.
Nampak Arjuna keluar dari gerbang sekolah,namun tak melihat Nurmala berdiri di samping sepeda motor.
Nurmala yang melihat Arjuna telah keluar,segera saja mengikuti Arjuna.
Sesampainya Arjuna berhenti di pintu gerbang rumah Liana. Nurmala berhenti di samping Arjuna dan turun.
" Sayang ...." ucap Nurmala.
Arjuna melihat ke Nurmala.
" Ada apa? " ucap Arjuna.
" Maafin aku ...Aku tahu aku salah,aku lakukan itu demi dirimu sayang ..." ucap Nurmala.Air mata Nurmala keluar membasahi pipi.
" Dia siapa?" ucap Liana.
" Dia Nurmala,orang yang aku ceritakan waktu itu.."
Pintu pagar terbuka.
" Aku kecewa sekali denganmu .. Kamu sama halnya dengan kakakmu,gak bisa menepati janji ..Maaf hubungan kita cukup sampai di sini..." ucap Arjuna.
" Pliss...Maafin aku sayang..." ucap Nurmala.
Arjuna menghela nafasnya. Ia tak tega melihat Nurmala menangis.
" Aku memaafkanmu,tapi hubungan kita berakhir. Permisi..." ucap Arjuna lalu menarik tuas gasnya.
Nurmala mengejar Arjuna,namun di tahan oleh satpam.
" Maaf mbak,di larang masuk" ucap satpam.
" Aku ingin bicara dengan Arjuna pak" ucap Nurmalam
"Mbak siapanya Arjuna?" ucap satpam.
" Aku pacarnya ..." ucap Nurmala.
" Usir dia pak...." teriak Liana dari kejauhan.
" Maaf mbak....Mbak gak bisa masuk.." ucap satpam.
" Arjunaaa.... Aku gak mau putus denganmu..." ucap Nurmala nyaring.
Arjuna yang mendengar suara Nurmala nampak cuek saja,ia berjalan masuk bersama Liana.
Nurmala hendak menyusul Arjuna,namun di halangi satpam.
" Mbak....Jangan masuk ya..Atau saya akan menyeret anda..Tolong mbak pergi dari sini ..." ucap satpam.
" Beri tahu Arjuna....Aku akan menunggu dia di luar sampai dia kembali pulang kerumah .." ucap Nurmala lalu berjalan ke motornya.
Di dalam rumah.
" Kenapa dia bisa tahu rumahku yank?" ucap Liana sambil berjalan di samping Arjuna.
" Aku gak tahu,mungkin dia mengikuti kita..." ucap Arjuna.
" Aku lihat,dia cantik...." ucap Liana.
" Aku gak mau bahas dia..." ucap Arjuna.
" Baiklah...." ucap Liana .
Liana masuk ke dalam kamarnya,begitu juga Arjuna.
Setelah mengganti pakaian,Arjuna mengambil sabun cuci,lalu mengambil pakaian kotornya untuk di cuci.
Arjuna berpikir,jika Nurmala tahu rumah Liana,pasti Bayu akan muncul menemui dirinya.
" Jika dia muncul,aku akan membunuhnya..." ucap Arjuna dalam hati.
Beberapa menit kemudian.
Liana masuk ke dalam kamar Arjuna,karena Arjuna tak mengunci pintu kamar.
" Sayang....." suara Liana.
" Iyaa ...Aku di kamar mandi..." ucap Arjuna sambil membilas pakaian.
Liana muncul di pintu
" Kenapa gak di kasihkan ke Wati aja yank..Biar dia yang nyuci baju sayang.." ucap Liana.
" Aku masih bisa melakukannya sendiri...Jika gak sanggup. Barulah aku minta bantuan sayang..." ucap Arjuna .
" Heemm...Pakai mesin cuci aja..." ucap Liana.
" Gini aja dah bersih kok...Cuman kotor keringat aja..." ucap Arjuna.
Arjuna kemudian keluar sambil membawa cuciannya.
" Di belakang ada jemuran..." ucap Liana mengikuti Arjuna.
" Belakang mana?" ucap Arjuna.
" Ayo ikut aku yank..."
Arjuna mengikuti Liana,setelah sampai. Arjuna menjemur pakaiannya .
__ADS_1
" Apakah sayang masih mencintai Nurmala?" ucap Liana.
" Enggak...Aku sudah tidak mencintainya..." Arjuna berjalan .
" Punya obeng apa gak yank?" ucap Arjuna.
" Di kotak alat yank..." ucap Liana.
" Kotaknya di mana?" ucap Arjuna.
" Di bawah..." ucap Liana.
Setelah sampai di kotak alat,Arjuna mengambil obeng panjang dan besar. Kemudian berjalan ke halaman. Ia mencongkel tanah mencari buntelan kain yang di tanam. Sebab Arjuna menduga ada seseorang yang menanam benda perdukunan untuk mengirim santet. Dan semua orang yang ada di rumah Gabrian ikut terkena. Jika yang terkena hanyalah kedua orang tua Liana,Arjuna menduga memakai media yang ada sangkut pautnya dengan kedua orang tua Liana,entah rambut,tanggal lahir atau foto.
" Lagi apa yank?" ucap Liana.
" Aku curiga,ada orang meletakkan sesuatu di halaman rumah ini..Sehingga orang - orang yang ada di sini terkena santet yank..." ucap Arjuna sambil mencongkel tanah secara acak.
" Bentuknya seperti apa yank?" ucap Liana.
" Aku gak tahu...yang jelas di bungkus menggunakan kain..." ucap Arjuna.
" Sebentar yank...Aku panggil pak Muin dulu.." ucap Liana lalu pergi meninggalkan Arjuna.
" Sial...Kalau saja aku tahu tempatnya,aku gak bakalan susah mencari " ucap Arjuna dalam hati sambil mencongkel tanah menggunakan obeng.
Seorang satpam yang bernama Karman datang menghampiri Arjuna.
" Lagi nyari apa mas?" ucap Karman.
" Nyari buntelan kain pak..." ucap Arjuna.
" Buntelan kain?" ucap Karman.
" Iya...Hemm.."
" Bapak pernah lihat gak,ada orang yang menaruh sesuatu di dalam tanah .Tapi di bungkus kain..." ucap Arjuna.
" Gak pernah .." ucap Karman.
Liana muncul bersama Muin ( tukang kebun).
" Bantu Arjuna mencari buntelan kain..." ucap Liana.
" Siap non..." ucap Muin.
" Nganu mas...Mbaknya yang tadi nunggui di depan pagar..." ucap Karman.
" Ngapain dia di sana ?" ucap Liana.
" Katanya seh menunggu mas Arjuna untuk pulang ke rumah..." ucap Karman.
Arjuna berdiri lalu berjalan menemui Nurmala.
Liana menyusul Arjuna.
Arjuna membuka pintu pagar,ia melihat Nurmala duduk di pinggir jalan,lalu melihat ke arah Arjuna.
Nurmala berdiri lalu berjalan ke Arjuna yang berjalan ke arah dirinya.
" Aku gak akan kembali ke rumahmu...Jadi,pulanglah .." ucap Arjuna.
" Sayang ...Jangan tinggalin aku....Maafin aku,aku janji gak akan mengulangi kesalahanku...." ucap Nurmala.
Liana diam memperhatikan.
" Kesalahanmu tidak hanya sekali...Kamu selalu mengulangi ...Aku sudah berkata padamu untuk tidak menghubungi si bangsat itu..." ucap Arjuna.
Nurmala memegang tangan kanan Arjuna.
" Pliss sayang...."
Nurmala mengeluarkan air matanya.
" Aku sangat menyesal telah melakukan itu padamu...Aku sangat mencintaimu...Setelah kamu pergi. Aku selalu kepikiran denganmu yank... Ini aku izin tidak masuk kerja untuk bisa menemuimu..." ucap Nurmala.
" Maaf.... Aku gak bisa"
Arjuna melepaskan tangan Nurmala.
" Jangan ganggu aku lagi .." ucap Arjuna.
" Aku sangat mencintaimu Arjuna...." ucap Nurmala.
Arjuna menoleh ke Liana.
" Yank...Masuklah ... Aku mau bicara sebentar dengan dia..."
Liana berjalan meninggalkan Arjuna.Lalu berhenti di pintu pagar melihat ke arah Arjuna
Arjuna melihat ke Nurmala.
" Maaf kak Nur....Lupakan aku,aku gak bisa seperti dulu lagi. Pulanglah...." ucap Arjuna.
" Aku gak akan pulang jika sayang tidak mau pulang ke rumah bersamaku,..."
" Jika sayang pulang,aku akan berhenti kerja dan membantu sayang berjualan. Ayo yank..Kita pulang dan berjualan bersama - sama.." ucap Nurmala.
" Maaf...Aku gak bisa..." ucap Arjuna.
" Apakah cewek itu pacar barumu." ucap Nurmala.
" Iya ....Ayahnya memintaku tinggal di rumahnya..." ucap Arjuna.
" Aku rela sayang madu...Tapi aku mohon...Jangan tinggalin aku sayang .." ucap Nurmala.
" Maaf.... Aku gak bisa...Lupakan aku... Aku sudah tidak mencintaimu lagi. Kamu tega menyakiti hatiku,sudah tahu aku sangat membenci Bayu dan keluarganya,malah kamu memasukkan si bangsat itu ke rumah di saat aku gak berdaya. " ucap Arjuna lalu lari meninggalkan Nurmala.
Arjuna menutup pagar lalu berjalan.
" Nanti malam sayang cerita ke aku,tadi sayang ngomong apa aja ke dia .." ucap Liana.
" Iya..." ucap Arjuna lalu lanjut mencari buntelan kain.
Liana duduk memperhatikan Arjuna mencongkel tanah,
Hingga Gabrian pulang,ia melihat Arjuna sedang mencongkel tanah lalu datang menghampiri.
" Sedang apa kamu Juna?" ucap Gabrian.
" Cari buntelan kain om....Aku curiga ada yang menanam buntelan kain untuk mengirim santet om..." ucap Arjuna .
" Lanjut besok aja pak..." ucap Arjuna ke Muin.
" Iya mas " ucap Muin.
Malam harinya.
Pintu kamar terbuka,Liana masuk lalu mengunci pintu,setelah itu berjalan ke arah Arjuna. Liana mengenakan celana pendek dan kaos lengan pendek.
" Yank....Coba sayang cerita ke aku..Apa yang sayang katakan pada Nurmala" ucap Liana.
" Baiklah...."
Arjuna menutup buku,lalu menceritkan tentang apa yang ia ucapkan dan apa yang di katakan Nurmala.
" Begitulah...." ucap Arjuna setelah selesai bercerita.
" Aku gak mau di madu..." ucap Liana.
" Iya ...Sayang gak belajar?" ucap Arjuna.
" Enggak...Aku ingin menemani sayang."
Liana berjalan lalu melihat tas pemberian papahnya yang di berikan ke Arjuna,Liana membuka tas tersebut.
" Hapenya belum sayang buka?" ucap Liana.
" Gak sempat yank..." ucap Arjuna.
" Aku buka ya..." ucap Liana.
" Iya...Buka aja .." ucap Arjuna .
Liana membuka plastik pembungkus kotak ponsel.
Setelah ponselnya menyala dan bisa di gunakan.
" Yank...Emailmu apa?" ucap Liana.
" Ada di hapeku yank...Buka aja..." ucap Arjuna.
" Mana hapemu yank?" ucap Liana.
" Dekat lampu tidur,lagi di cas .." ucap Arjuna.
Liana mengambil ponsel Arjuna.
Arjuna berdiri dan mengambil kerisnya di dalam lemari pakaian kemudian kembali duduk.Ia membuka kotak tersebut lalu mengeluarkan kerisnya.
" Walang Yasphal....Jika ada yang mengirim santet,segera kamu halangi ya ..Kamu tunggu saja di atap..Oke..." ucap Arjuna pelan .
Arjuna berjalan ke arah pintu.
" Mau kemana yank?" ucap Liana.
" Keluar sebentar..." ucap Arjuna.
" Paswod emailmu apa yank?" ucap Liana.
" Arjuna tiga enam sembilan..." ucap Arjuna lalu keluar kamar.
Arjuna keluar dari kamar tidur sambil membawa kerisnya.
Evan yang sedang duduk santai di lantai dua melihat Arjuna berjalan ke balkon sambil membawa sesuatu. Karena penasaran,Evan mendatangi Arjuna.
" Itu keris buat apa Juna?" ucap Evan.
" Buat jaga - jaga kang" ucap Arjuna.
" Coba lihat kerismu" ucap Evan lalu hendak mengambil dari tangan Arjuna
Arjuna mengelak saat Evan hendak menyentuh kerisnya.
" Jangan sentuh kang..." ucap Arjuna.
" Ya elah...Aku cuman penasaran aja Juna..." ucap Evan.
" Aku gak mau kamu celaka karena menyentuh kerisku ini..."
Setelah sampai ke balkon.
" Keluarlah...Lakukan apa yang aku suruh tadi..." ucap Arjuna.
Keris yang di pegang Arjuna langsung melesat pergi..
" Eh......!!!??? Evan terkejut melihat keris yang di pegang Arjuna keluar dari sarung dengan sendirinya ,kemudian hilang.
" Bajingan.....Dunia modern begini ternyata masih ada yang seperti itu. Dan ini nyata bukan seperti di film Indosiar. Coba tahu tadi aku rekam..." ucap Evan dalam hati.
" Kok bisa terbang?" ucap Evan.
" Ada sayapnya.." ucap Arjuna.
" Diampuut..."
" Kamu dapat keris itu dari mana?" ucap Evan.
" Warisan...." ucap Arjuna.
" Terus tadi itu kerismu pergi kemana?" ucap Evan.
" Shoping..." ucap Arjuna lalu berjalan meninggalkan Evan.
" Anjeeeeng....." ucap Evan kesal.
Saat Arjuna mau masuk ke dalam kamar,Liana menghampiri Arjuna .
" Ini yank..Hapemu sudah bisa di pakai,jadi sayang pakai hape ini aja..." ucap Liana.
" Oke..." ucap Arjuna.
" Aku tidur di kamarmu lagi ya yank?" ucap Liana.
" Monggo..." ucap Arjuna.
Arjuna menutup pintu.
" Kunci sekalian yank..." ucap Liana.
Arjuna membalikkan badan lalu mengunci pintu,setelah itu berjalan ke lemari pakaian untuk menyimpan sarung keris,kemudian duduk di ranjang.
" Kalau kamu tidur di kamarku terus,nanti aku khilaf gimana yank?" ucap Arjuna.
" Sayang nikahi aku..." ucap Liana.
" Jangkreek...." ucap Arjuna lalu berebah.
Liana ikut berebah menempel ke Arjuna.
__ADS_1
" Heemm...Yank. Kalau kita nikah,sayang mau punya anak berapa?" ucap Liana.
" Seratus .." ucap Arjuna.
" Haaah....!!! Mana bisa aku yank..." ucap Liana.
" Nikah aja belum...Kok mikir anak .." ucap Arjuna.
" Yank....Aku penasaran deh..." ucap Liana.
" Penasaran kenapa?" ucap Arjuna.
" Sayang tinggal di rumah Kartika dan Nurmala itu,apakah sayang melakukan hubungan badan apa enggak?" ucap Liana.
" Kalau iya kenapa yank?" ucap Arjuna.
" Serius yank" ucap Liana.
" Iya...Kartika itu janda ,dia bercerai karena suaminya selingkuh. Dan mantan suaminya bilang kalau Kartika itu mandul. Lalu Kartika melakukan hubungan badan denganku, setelah itu timbul rasa sayang dan cinta. Ia berpesan jangan suka berbohong. Aku selalu jujur pada dia. Tapi kenyataannya dia yang berbohong padaku....." ucap Arjuna.
" Terus...Sayang melakukannya setiap hari?" ucap Liana.
" Iya...Kecuali dia halangan" ucap Arjuna.
" Terus..Sayang buang di luar apa di dalam?" ucap Liana.
" Di dalam..." ucap Arjuna.
" Kartika hamil dong yank?" ucap Liana.
" Enggak....,Meskipun berulang kali aku membuang di dalam,dia tidak hamil dan aku tetap menikahi dia. Gak masalah dia gak bisa hamil...." ucap Arjuna.
" Hajar aja Juna..." suara Steven muncul tiba - tiba.
" Heemmm....Yank...Aku jadi pengen..." ucap Liana.
" Jiancoook...Bikin aku kaget" ucap Arjuna dalam hati
" Pengen apa?" ucap Arjuna.
" Pengen seperti sayang melakukannya ke Kartika." ucap Liana.
" Apalagi jika masih bersegel...Ayo sudah..." suara Steven.
" Sayang yakin?"
Liana menganggukkan kepala.
" Gak nyesal?" ucap Arjuna.
" Enggak...Karena aku mencintaimu,dan kamu calon suamiku..." ucap Liana.
" Bukannya aku gak mau sayang...Tunggu aku menyelesaikan tugasku,bila dukun itu sudah mati,barulah kita melakukannya? Gimana?" ucap Arjuna.
Liana membalikkan badannya,Arjuna merangkul Liana.
" Jangan marah donk..." ucap Arjuna.
" Sayang gak serius sama aku,apa sayang masih mencintai wanita itu? kan dia lebih cantik daripada aku" ucap Liana.
" Aku serius sayang ,Bagiku ..Kamu sangat cantik.." ucap Arjuna.
" Apakah kamu masih mencintai mantanmu yank?" ucap Liana.
" Enggak...Aku membencinya..."
Arjuna mendengar suara ledakan,dan ledakan itu bukanlah suara petasan ataupun ban pecah. Suara itu terdengar tak hanya sekali saja.
" Tunggu di sini... Jangan keluar kamar ya sayang..." ucap Arjuna lalu segera turun untuk melihat ke luar.
" Sayang mau kemana?" ucap Liana.
" Dukun itu mengirim santet lagi" ucap Arjuna lalu menutup pintu.
" Diampuut...Malah pergi..Secelup atau dua celup gitu...Baru pergi ." suara Steven.
Arjuna sampai di balkon lantai dua. Ia melihat cahaya merah terbang melayang mencoba menyerang orang - orang namun di tangkis oleh Walang Yashpal.
" Bajingan....Dukun itu mengirim santet lagi.." ucap Arjuna dalam hati.
" Pergilah ke pengirim santet itu Yasphal...Biar aku yang mengurus kiriman santet itu." ucap Arjuna.
Walang Yashpal melesat ke arah di mana santet itu berasal.
# Di tempat lain.
Nampak Ki Sugeng sedang duduk bersila,di depannya ada macam - macam benda dan bunga. Serta ada tungku berisi bara api yang mengeluarkan asap beraroma menyan.
Mulutnya komat kamit membaca mantra. Ia merasa serangannya gagal,dan mengirim serangan lagi.
BRAAAAAK.....suara benturan dari atap genteng.
Sebuah keris muncul melesat cepat ke arah Ki Sugeng.
Ki Sugeng yang mendengar suara nyaring itu terkejut,dan melihat ada benda melesat ke arahnya. Ia segera menghindar.
" Bajingan....Siapa yang menyerangku..." ucap Ki Sugeng.
Keris itu muncul lagi dari arah belakang Ki Sugeng. Dengan sangat cepat keris itu melesat.
Ki Sugeng tak sempat menghindar.
Jleeeb...... Keriis itu menusuk punggung Ki Sugeng mengenai jantung,lalu tembus ke dada.
Ki Sugeng ambruk setelah keris itu menembus tubuhnya.
Setelah membunuh Ki Sugeng,keris itu kembali ke Arjuna.
Setelah sampai di tempat Arjuna.
Nampak ada Liana bersama keluarganya,dan juga satpam di teras rumah. Liana memberitahukan ke orang tuanya. Jika ada yang mengirimi santet lagi.
Arjuna memegang kerisnya lalu mengamati keris tersebut.
" Puinter...Kerja bagus...Nanti tak rendam air kembang satu kolam,3 suro baru tak ambil."
Keris bergerak lalu memukul kepala Arjuna memakai gagang.
TOOOK.....suara benturan gagang keris dengan kening Arjuna.
" Jancook...Sakit tahu..." ucap Arjuna sambil memegang keningnya.
Gabrian yang melihat Arjuna menahan tawanya. Ia merasa bersyukur Arjuna dapat melindungi keluarganya,dan juga Arjuna tidak meminta imbalan.
Arjuna membalikkan badannya.
" Dukunnya sudah mati...." ucap Arjuna.
"Juna... Apakah kerismu itu yang membunuh si dukun itu ?" ucap Gabrian.
" Iya om...Aku cuman memberitahu,jangan coba - coba menyentuh kerisku ini. Bila tetap menyentuh. Aku gak bertanggung jawab bila keris ini membunuh kalian..." ucap Arjuna lalu masuk ke dalam rumah.
" Jika aku yang pegang gimana?" ucap Liana.
" Lebih baik jangan....Dan turuti ucapanku...Sebelum menyesal..." ucap Arjuna kemudian berjalan masuk.
" Baiklah..." ucap Liana.
" Jadi dukun itu gak akan menyerang ke sini lagi Juna ?" ucap Gabrian sambil berjalan mengikuti Arjuna.
" Enggak om....Kecuali dukun itu punya saudara atau keluarga yang juga mempunyai ilmu perdukunan,mereka akan mencari tahu siapa yang membunuh keluarganya itu. Aku masuk kamar dulu om " ucap Arjuna.
" Tunggu dulu Juna...Hemm...Apakah kamu yakin,kerismu itu membunuh orang yang mengirim santet.?" ucap Gabrian.
" Yakin om....Kerisku ini bisa menjebol pintu,bahkan tembok rumah juga hancur" ucap Arjuna.
" Wuuiihh...Sakti juga kerismu Juna..." ucap Evan.
Sesampai di dalam kamar Arjuna menyimpan kerisnya.
Liana mengunci pintu kamar Arjuna,lalu masuk kamar mandi.
Sementara Arjuna duduk memainkan ponsel barunya.
" Yank....." suara Liana dari kamar mandi
" Apa sayang..." ucap Arjuna.
Pintu kamar mandi terbuka sedikit.
" Tolong ambilkan pembalut sama sempakku yank.. Aku halangan .." ucap Liana
" Di kunci apa enggak kamarmu yank?" ucap Arjuna.
" Di kunci ..Ini kuncinya" ucap Liana.
Arjuna menghampiri Liana mengambil kunci,setelah itu ke kamar Liana.
20 menit kemudian.
" Yank....Gagal neh malam ini .." ucap Liana.
" Ya sabar yank..." ucap Arjuna.
" Tapi aku pengen yank .." ucap Liana.
" Nanti aja....Ayo tidur..." ucap Arjuna.
Mereka kemudian berebah,Liana memeluk Arjuna kemudian mencium pipi Arjuna.
Emmuaach.....
Arjuna merangkul Liana.
" Yank...Nanti kalau kita melakukannya jangan di buang di dalam ya . Soalnya mamah bilang jangan sampai aku hamil.." ucap Liana.
" Iya..." ucap Arjuna.
" Mana enak kalau di luar,tapi kalau di dalam dia bisa tekdung bisa gawat .."
Arjuna teringat akan Hana. Setiap kali bercinta,ia selalu membuang di dalam. Karena rasanya lebih enak buang di dalam daripada di luar.
" Hana hamil gak ya...."
" Heemmm...Sepertinya enggak deh.Kan dia nenek - nenek,gak mungkin dia bisa hamil ucap Arjuna dalam hati.
Esok paginya.
Arjuna sudah berada di dalam kelas menyimak penjelasan dari gurunya yakni bu Serli
Tiba - tiba ada pria memakai jas muncul dan mengetuk pintu.
" Pemisi bu..." ucap pria itu
" Iya..." ucap bu Serli.
" Saya ada perlu dengan Arjuna bu..." ucap pria itu
Arjuna mendengar namanya di sebut menoleh ke pria itu.
" Kenapa dia mencariku ya..." ucap Arjuna dalam hati.
" Silahkan pak..." ucap bu Serli.
Pria berjas itu berjalan masuk ke arah Arjuna berada.
" Mas Arjuna...Mari ikut aku...Sebentar saja.."
Arjuna berdiri. Pria itu berjalan ke luar kelas,Arjuna mengikuti pria itu . Lalu berhenti agak jauh dari kelas Arjuna.
" Saya hanya menyampaikan amanah saja mas .."
Pria itu mengeluarkan ponselnya,lalu memperlihatkan sebuah video ke Arjuna .
Arjuna melihat ke video tersebut.Nampak dalam video itu ada Ayu terbaring di ranjang rumah sakit,tangannya tertancap selang infus.Wajahnya tidak di tutupi cadar.mukanya pucat
" Juna....Maafin umi nak ...Umi memang bersalah padamu...Umi ingin bertemu denganmu sayang." suara Ayu.
" Ibunya mas saat ini di rumah sakit,beliau selalu menyebut nama mas. Karena tiap hari selalu memikirkan mas. Badannya kurus,karena tidak mau makan. Aku mohon pada mas,temui bu Ayu walau hanya sebentar saja..Sebelum mas menyesal nanti jika bu Ayu telah meninggal karena memikirkan mas... "
Arjuna terdiam sambil melihat video tersebut. Dalam hatinya ia masih marah,namun karena melihat kondisi bu Ayu,dirinya menjadi iba.
" Mas... Jika aku menjadi mas,aku akan mendatangi,lalu memaafkan bu Ayu. Setelah itu pergi lagi. Jika mas mau menemui bu Ayu,aku akan mengantar mas..." ucap pria itu.
" Baiklah....Aku akan menemuinya..." ucap Arjuna.
" Alhamdulilah....Tunggu sebentar mas..Aku mau meminta izin dulu pada guru mas..." ucap pria itu.
" Iya ..Tapi jangan bilang kalau aku menemui bu Ayu,jika sampeyan bilang begitu,aku membunuhmu ,bilang saja ada keperluan mendadak.." ucap Arjuna.
" Iya mas...Mas tenang saja..Rahasia mas aman..." ucap pria itu lalu pergi.
Arjuna menggunakan pendengaran Harimaunya,ia mendengar pria itu berbicara dengan bu Serli,dan sesuai apa yang di minta oleh Arjuna.
Tak lama kemudian pria itu menghampiri Arjuna.
" Mari mas..." ucap pria itu.
Arjuna mengikuti pria tersebut,sesampai di halaman parkir,Arjuna masuk ke dalam mobil Toyota Alphard.
__ADS_1
Pria itu segera membawa Arjuna ke rumah sakit .