ARJUNA

ARJUNA
PERINGATAN PERTAMA DAN TERAKHIR


__ADS_3

Sore hari.


Nampak Arjuna duduk di ranjang tempat tidur sendirian. Warga sekitar sibuk menyiapkan acara untuk nanti malam. Karena malam nanti adalah malam pergantian tahun.


Arjuna memiliki acara jalan - jalan bersama Nurmala dan Hana.Sehingga ia tak berjualan. Arjuna juga sudah menyewa lahan untuk berjualan,yakni di samping Indomaret.


Arjuna memikirkan akan sikap Hana. Mengapa sikapnya seperti itu kepada dirinya. Lantas Arjuna mengingat kembali mantra yang ia ucapkan dulu saat menggunakan ajian tersebut.


" Sepertinya ada yang salah..."


Arjuna teringat bila ada buku di dalam kotak keris.


" Oh iya...Semoga masih ada.." ucap Arjuna lantas mengambil kotak keris tersebut.


Arjuna membuka kotak tersebut,nampak tak ada keris di dalam kotak itu,hanya ada lapisan dari kulit hewan. Sementara kerisnya Arjuna letakkan di tempat khusus.


Arjuna mengambil kulit hewan itu.


Nampak ada buku yang terbuat dari kulit hewan.


Arjuna mengambil buku tersebut dan membukanya.


Buku itu tertulis huruf jawa ( Honocoroko).


Lantas Arjuna membaca kalimat tentang ajiannya.


" Jiangkreeek....Aku bacanya yang ini kebalik..." ucap Arjuna dalam hati saat selesai membaca.


Arjuna menyimpan kembali kotak keris tersebut lalu berjalan ke teras.


Sesampai di teras Arjuna berjalan ke pagar,karena Nurmala akan datang. Lalu duduk di teras.


Nurmala muncul menggunakan sepeda motor maticnya,karena pintu pagar tidak tertutup.


Setelah memarkirkan motor matic,Nurmala menghampiri Arjuna.


" Sayang...Maaf ya..Malam ini ada acara kantor " ucap Nurmala.


" Batal neh acaranya?" ucap Arjuna.


" Iya...Maaf ya..." ucap Nurmala.


" Ya sudah....Tahu gitu aku jualan aja.." ucap Arjuna.


Nurmala duduk di samping Arjuna,tangannya merangkul Arjuna.


" Besok aja kita jalan - jalan ..." ucap Nurmala.


" Aku gak bisa janji..." ucap Arjuna tak melihat ke arah Nurmala.


" Sayang marah?" ucap Nurmala.


" Sedikit...." ucap Arjuna lalu menoleh ke Nurmala .


" Ini bukan kemauanku...Tapi atasanku sayang...Maaf ya..." ucap Nurmala.


" Jika ikut merayakan bersama teman - teman sayang...Jangan menerima minuman,baik itu cewek apa cowok..Ambil aja sendiri. Takutnya minuman itu di campur obat..." ucap Arjuna.


" Iya sayang..." ucap Nurmala.


Nurmala berdiri lalu masuk ke dalam rumah.


Tak lama kemudian Hana muncul lalu duduk di samping Arjuna.


" Sudah mandi?" ucap Arjuna.


" Belum.... Mas sendiri?" ucap Hana.


" Belum juga ...Sebentar aku tutup gerbang dulu..."


Arjuna berdiri lalu berjalan untuk menutup pagar tak lupa mengunci,setelah itu kembali.


" Yok mandi.." ucap Arjuna.


Hana mengikuti Arjuna.


" Mau kemana mas?" ucap Hana.


" Jalan - jalan..." ucap Arjuna.


Setelah Nurmala pergi,kini tinggal Arjuna dan Hana di rumah.


Hana keluar kamar lalu mendatangi Arjuna yang duduk di kursi ruang tamu.


" Mas..." ucap Hana.


Arjuna melihat ke Hana.


" Cantiknya....." ucap Arjuna melihat Hana begitu cantik dengan riasan bedak tak terlalu tebal,di padu dengan busana yang di kenakan Hana.


Muka Hana memerah.


" Aku biasa aja kok mas .." ucap Hana.


Arjuna berdiri lalu mendekati wajah Hana.


Cuuuupp.....Arjuna mencium pipi Hana.


" Ibu sangat cantik...." ucap Arjuna.


Hana langsung menggelitiki Arjuna.


" Ha....Ha....Ha....Ha....Ha...." tawa Arjuna.


" Diampuut....Aku lupa kalau ku panggil ibu,dia menggelitiku..." ucap Arjuna dalam hati sambil tertawa .


" Ampun Hana ...Ha ...Ha....Ha ...Ha...Ha .." ucap Arjuna.


Hana menghentikan aksinya.


" Kalau mas panggil ibu,aku akan menggelitiki mas...Ingat itu ." ucap Hana.


" Iya...Iya...Ibu..." ucap Arjuna langsung mencium Hana sebelum Hana menggelitiki dirinya.


Hana yang hendak menggelitiki Arjuna tak jadi,karena Arjuna mencium bibirnya.


Arjuna melepas ciumannya.


" Ayo kita pergi ..." ucap Arjuna sambil memegang tangan Hana


" Ayoo..." ucap Hana.


Sesampai di Alun - alun Jogja.


Hana memegang lengan Arjuna .


Jika orang melihat,mereka adalah pasangan kekasih yang menikmati malam tahun baru.


Tak jauh dari Arjuna dan Hana. Ada pengawal keluarga Han mengawasi Arjuna dan Hana.


" Mau ini gak Na...?" ucap Arjuna menunjuk jajanan berupa kembang gula.


" Mau mas .." ucap Hana


Arjuna membeli makanan tersebut. Kemudian mencari tempat duduk. Setelah dapat,merekapun duduk menempel bagaikan orang pacaran.


" Rame ya di sini mas..." ucap Hana.


" Iya...Rame...." ucap Arjuna.


Arjuna mengambil kembang kapas gula lalu menyuapi Hana.


Hana membuka mulut,setelah itu menyenderkan kepala di pundak Arjuna.


" Mas .." ucap Hana.


" Iya .." ucap Arjuna.


" Lagi..." ucap Hana.


Arjuna menyuapi Hana kembali.


Setelah puas menikmati suasana malam tahun baru,mereka pun pulang meskipun acara kembang api belum di mulai.


Sesampai di rumah,Arjuna belum melihat mobil Nurmala.


" Nur belum pulang mas..." ucap Hana.


" Iya...." ucap Arjuna.


Arjuna menutup pintu dan menguncinya.


" Jika aku membacanya salah,apakah Hana tetap patuh padaku selamanya?" ucap Arjuna dalam hati.


Arjuna menghampiri Hana yang hendak masuk kamar.


" Hana..." ucap Arjuna.


" Iya mas..." ucap Hana.


Arjuna menarik Hana ke dalam kamar lalu menutup pintu dan menguncinya.


" Buka semua pakaianmu ..." ucap Arjuna.


Hana menuruti ucapan Arjuna.


" Menurut..." gumam Arjuna .


" Baiklah....Bangsat,aku akan menikmati tubuh ibumu...Biar kamu rasa..Karena kamu telah mengambil kekasihku" ucap Arjuna dalam hati.


Arjuna membuka pakaiannya lalu menuntun Hana ke tempat tidur untuk bercinta.


Setelah selesai bercinta.


" Mas...." ucap Hana.


" Iya..." ucap Arjuna.


" Aku mencintaimu mas...." ucap Hana.


Arjuna mengusap pipi Hana lalu mencium keningnya.


" Tidurlah...." ucap Arjuna lalu memakai pakaiannya.


" Mas mau kemana?" ucap Hana melihat Arjuna memakai pakaian.


" Menunggu Nurmala datang Hana....Hana sekarang tidur...Oke..." ucap Arjuna.


" Iya mas...." ucap Hana.


Arjuna menunggu Nurmala di ruang tamu.


Sambil memikirkan tentang Hana. Ia tahu bahwa Hana adalah ibu dari orang yang ia benci.


" Jadi dia patuh dan juga jatuh cinta padaku,serta masih ingat pada keluarga. Jika aku minta melupakan. Dia jadi lupa"


" Sementara mantan suaminya kan bukan keluarganya lagi...Pantes saja dia ingat. Terus dia bersikap normal seperti biasanya,di buku gak di jelasin bagaimana korban terkena ajian itu." ucap Arjuna dalam hati.


Hingga jam 1 dini hari Arjuna menunggu Nurmala.


" Apa dia nginap ya,atau di kerjain terus di perkhosa....? Gawat neh .." ucap Arjuna.


Arjuna berdiri lalu berjalan mengambil kunci motor untuk menjemput Nurmala. Tiba - tiba ia ingat bahwa tidak tahu tempat acara tersebut.


Ponsel Arjuna bergetar panjang,ia melihat di layar Nurmala menelpon .


" Haloo...." ucap Arjuna


" Sayang belum tidur?" suara Nurmala.


" Belum ..Pulang apa enggak? Di mana tempat acaranya..Aku mau ke sana..." ucap Arjuna.


" Gak usah yank ..Neh aku lagi dalam perjalanan pulang,macet .." suara Nurmala.


" Oke aku tunggu..." ucap Arjuna .


0.0.0


Tak terasa liburan sekolah telah selesai,Tibalah saatnya Arjuna masuk sekolah kembali. Ia masuk ke sekolah yang dekat dengan rumah Nurmala. Jaraknya tak sampai 1 Km. Setiap hari Arjuna menggenjot Hana di saat Nurmala tak ada di rumah karena Arjuna ketagihan akan jepitan Hana yang masih sempit meskipun usianya tidak muda lagi


Saat ini.


Nampak Arjuna memakai seragam sekolah yang lama.


Hana datang menghampiri.


" Aku ikut ya .." ucap Hana.


" Gak bisa ..Aku bukan ke pasar atau ke Mall Hana..." ucap Arjuna.


" Aku sendirian dong di sini..." ucap Hana.


" Setelah pulang sekolah ya aku temanin..." ucap Arjuna


" Aku ikut ya..." ucap Hana.


Arjuna memegang kedua pundak Hana.


" Hana duduk di rumah,lakukan pekerjaan biasa,jika capek istirahat..." ucap Arjuna lalu merapikan pakaiannya.


" Baiklah...Tapi aku pengen ikut.." ucap Hana.


Nurmala muncul.


" Yank....Aku pergi duluan ya..." ucap Nurmala.


" Iya...Hati - hati di jalan....Jangan ngebut..." ucap Arjuna.


" Iya sayang..." ucap Nurmala.


Di saat Arjuna hendak pergi ke sekolah.


" Jangan bukain pintu pagar atau rumah,kecuali aku dan Nur ya Hana..." ucap Arjuna.


" Iya .." ucap Hana.


 " Bila musuhku datang lagi,beritahu aku.Dan bilang pada orang yang datang,bila ngotot masuk dan menemui lagi. Arjuna bertindak tegas..." ucap Arjuna.


" Iya Arjuna...." Hana.


Hana menyodorkan tangannya. Arjuna menyambut dan hendak mencium tangan bu Hana namun keduluan oleh Hana.


' Lah....Kok yang tua cium tangan ke yang muda ..Pelanggaran ini..." ucap Arjuna dalam hati.


" Hati - hati..." ucap Hana.


" Iya ..."


Arjuna melangkahkan kakinya menuju motor.


" Kunci pintu pagarnya ya cantik.." ucap Arjuna.


" Iya mas..." ucap Hana.


Arjuna segera manarik tuas gasnya.


Sesampai di sekolahan.


Arjuna bersikap diam,senyumpun tidak.


Nampak Arjuna berjalan ke arah ruang guru. Lambang seragam yang di pakai Arjuna berbeda dengan lambang seragam yang di pakai para siswa yang ada di sana,sehingga Arjuna menjadi pusat perhatian para siswa,terutama siswi.


Ada 6 siswi berdiri di lorong kelas,Arjuna akan melewati ke 6 siswi tersebut


" Eh.. lihat tuh..." ucap siswi 1 ke teman - temannya.


Ke 4 siswi melihat ke arah Arjuna,hanya 1 siswi tidak,ia fokus menatap layar ponselnya.


" Murid baru ,tampanyaaaa.." ucap siswi 2.


" Iya...Tapi kamu tahu gak dia kelas berapa?" ucap siswi 3.


Arjuna telah melewati ke 6 siswi tersebut.


" Enggak...Lihat aja baru kali ini ." ucap siswi 2.


" Semoga dia belum pacar.." ucap siswi 4.


" Kalian biacarakan apa seh..." ucap siswi 5.


" Kamu seh....lihat hape terus .." ucap siswi 6.


" Aku lagi nonton..." ucap siswi 5.


Di sisi Arjuna.

__ADS_1


Arjuna sampai di depan pintu ruang guru


" Permisi..." ucap Arjuna.


Nampak sebagian guru telah datang dan melihat ke arah Arjuna.


" Cari siapa?" ucap guru wanita 1.


" Saya Arjuna,kata bu Serli di suruh datang ke ruang guru..." ucap Arjuna.


" Ooo...Bu Serli...Sebentar lagi beliau akan datang...Duduk aja dulu Arjuna.." ucap guru wanita 2,yang usianya nampak masih muda di antara para guru lainnya.


Arjuna duduk,lalu menundukkan kepalanya sambil menunggu .


Setelah bu Serli datang. Tak lama kemudian bel tanda masuk sekolah berbunyi


" Mari ikut saya..." ucap bu Serli.


Arjuna berdiri lalu mengikuti bu Serli.


Sesampai di pintu kelas .


" Kamu tunggu di sini,nanti ibu panggil.." ucap bu Serli.


" Baik bu..." ucap Arjuna.


Bu Serli masuk ke dalam kelas.


 Seperti biasa para siswa dan siswi mengucapkan salam.


Setelah memberi salam


" Ibu punya anak murid baru pindahan dari SMA XX...Masuklah..."bu Serli.


Arjuna masuk ke dalam kelas dan berdiri di tengah.


Terdengar suara sebagian para siswi yang melihat wajah Arjuna.


" Guantengeee...."


" Iyooo..Wes duwe pacar po durung yoo.."


" Semoga aja dia belum punya pacar..."


Salah satu siswi yang melihat Arjuna bersikap biasa saja.


" Ganteng juga..Tapi sayang,banyak ceweknya .."ucap siswi itu dalam hati.


" Perkenalkan dirimu " ucap bu Serli .


" Perkenalkan..Namaku Arjuna..Panggil saja Juna..." ucap Arjuna.


" Makanan favoritmu apa Juna..."


" Apakah kamu sudah punya pacar"


" Berapa nomor telponmu..." suara para siswi.


Arjuna diam tak menjawab pertanyaan yang di lontarkan kepadanya.


" Arjuna...Duduklah di sebelah Renata.." ucap bu Serli.


" Bu...Kok dia duduk di sampingku?"ucap siswi yang bernama Renata tak terima.


" Hanya di sebelahmu yang kosong..." ucap bu Serli.


Arjuna berjalan ke arah Renata lalu duduk dan menatap ke depan.


Renata nampak tak suka dengan Arjuna yang duduk di sampingnya.


" Ayo anak - anak....Buka bukunya..." ucap bu Serli.


Renata membuka buku pelajarannya. Sementara Arjuna belum memiliki buku tersebut.


Renata tak mau berbagi buku dengan Arjuna.


Karena Arjuna tak memiliki buku cetak,ia pun diam saja menyimak,sesekali menulis apa yang di jelaskan.


" Asem...Pelit banget cewek di sebelahku..."ucap Arjuna dalam hati. Ia pun hanya bisa diam saja.


Arjuna yang melihat gurunya menerangkan pelajaran Fisika jadi teringat tentang Kartika. Setelah kepergian Kartika,Arjuna sering mendapat soal - soal yang susah untuk di kerjakan. Sehingga nilainya Anjlok,berbeda saat masih bersama Kartika. Arjuna selalu mempertahankan nilai Fisikanya.


Hingga akhirnya bel tanda istirahat pun berbunyi.


Arjuna memasukkan buku tulisnya,lalu membuka ponselnya.


Nampak panggilan tak terjawab dari Hana.


Renata pergi meninggalkan kursinya,ia tak menoleh sedikitpun ke Arjuna.


Sementara sebagian siswa dan siswi datang menemui Arjuna.


Arjuna menelpon Hana.


Tuuuut....Tuuut...Tuuut....


" Halo.." suara Hana.


Arjuna berdiri lalu meninggalkan orang - orang yang ingin berkenalan dengan Arjuna.


" Maaf,tadi aku lagi belajar..Makanya gak aku angkat.. Ada apa? Apakah dia datang lagi?" ucap Arjuna.


" Mas....Tadi ada yang datang..." suara Hana.


" Siapa yang datang?" ucap Arjuna.


" Tukang paket..." suara Hana.


" Ooo...Tukang paket..." ucap Arjuna.


" Iya ..Tapi masa dia bilang apakah sudah lupa sama aku...Ya aku jawab lupa..Kamu siapa" suara Hana.


Arjuna berhenti di tempat yang sepi.


" Sepertinya keluarga si BANGSAT itu gak bisa aku percaya .." ucap Arjuna dalam hati.


" Dia mengaku apa?" ucap Bayu.


" Dia bilang..Aku adikmu..Edwin..Begitu..." suara Hana.


" Apakah dia masih ada?" ucap Arjuna.


" Sudah pergi..." suara Hana.


" Oke....Jika ada yang menekan bell atau mengetuk pintu,jangan di buka ya,meskipun dia pengantar paket atau yang memberi kabar tidak - tidak..." ucap Arjuna.


" Iya mas ...Kapan kamu pulang ...Aku takut.." suara Hana.


" Sabar...Siang aku pulang ..Dah dulu ya...Aku mau nelpon dia dulu .." ucap Arjuna.


" Jangan di matikan...Aku takut..." suara Hana.


" Aseemm..... Apakah mantraku ini membuat korban jatuh cinta kepadaku ya..." ucap Arjuna dalam hati.


" Nanti aku telpon lagi....Oke..." ucap Arjuna


" Iya .." suara Hana.


Arjuna mematikan panggilannya,lalu mengaktifkan kartu yang ke dua,kemudian menelpon Bayu.


Tuuuut....Tuuut....Tuuut....Tuuut....


Tuut.....Tuuuttt...Tuuut....


" Sial...Gak di angkat " ucap Arjuna dalam hati sambil mematikan panggilan.


Lau Arjuna hendak menelpon kembali,namun tiba - tiba muncul di layar Bayu menelpon.


Arjuna menerima panggilan tersebut.


" Aku sudah memperingatkan kamu, Kamu dan keluargamu jangan mendekati Hana ..Kenapa masih saja melanggar? Kamu menantangku?" ucap Arjuna.


" Maaf Arjuna....Aku belum ada memberitahu ke semua keluargaku..." suara Bayu.


" Maaf saja tidaklah cukup,karyawan membuat kesalahan saja di beri surat peringatan,aku akan mengirim peringatan itu.Ini peringatan pertama dan terakhir,melanggar lagi. Aku bantai semua keluargamu." ucap Arjuna.


Arjuna mematikan panggilannya.


" Kurang ajar...Mentang - mentang aku gak ada di rumah...Mereka seenaknya datang.." ucap Arjuna dalam hati.


Ketiga pria itu juga melihat ke arah Arjuna.


" Daripada aku di tuduh,mending cabut lah...." ucap Arjuna.


" Wooi..."


Arjuna mendengar suara itu cuek saja.


" Sini kamu...." ucap pria 1 mencoba memanggil orang yang baru ia lihat


Sesampai di dalam kelas,Arjuna duduk membuka tas untuk mengambil botol air minum. Di dalam tasnya terdapat kotak plastik.


" Perasaan aku gak bawa kotak ini deh..."


Arjuna mengambil kotak itu lalu membukanya.


Nampak isi di dalam kotak itu nasi,lauk ayam goreng dan sayur dalam kantong plastik.


" Ini kerjaannya bu Hana neh..." ucap Arjuna dalam hati.


Karena perut Arjuna masih kenyang, Arjuna hanya minum air putih saja,setelah itu menaruh ke dua tangan di meja dan menunduk. Posisi kening menyentuh tangan.


Seorang siswi datang menghampiri.


" Hai...Boleh kenalan .."


Namun Arjuna tetap menunduk.


" Sombong banget..." ucap siswi tersebut.


Hingga akhirnya bel tanda masuk sekolah berbunyi.


Saat guru masuk ke dalam kelas,Arjuna menegapkan tubuhnya,ia melihat seorang bapak - bapak duduk di kursi guru.


" Arjuna...." ucap guru tersebut.


" Iya pak..." ucap Arjuna.


" Ini buku dan seragammu..." ucap guru itu sambil menunjuk tumpukan buku cetak.


Arjuna berdiri lalu berjalan untuk mengambil.


" Terima kasih pak...." ucap Arjuna lalu kembali ke kursinya.


Pelajaran pun di mulai,Arjuna membuka buku tersebut . Ia diam memperhatikan penjelasan yang di terangkan. Sesekali mencatat yang tidak ada di buku.


Hingga akhir jam istirahat ke dua pun tiba.


Arjuna mengambil kotak makan di dalam tas,lalu memakannya. Renata yang melihat Arjuna makan bekal dari rumah.


" Dia bawa bekal dari rumah..." ucap Renata dalam hati.


Arjuna makan sambil mengirim pesan ke Hana dan Nurmala.


Renata berdiri lalu berjalan meninggalkan kursinya.


Selesai makan,Arjuna meletakkan kepalanya di tangannya yang ia letakkan di meja.


Beberapa siswi dan siswa yang ingin mendekati Arjuna melihat Arjuna seperti itu tidak jadi mendekat.


Hingga tak terasa bel tanda pulang pun terdengar.


Arjuna memasukkan peralatan sekolah.


Nampak Arjuna berjalan tanpa ada sorang teman,seorang siswa mendekati Arjuna.


" Hai...Kamu tinggal di mana" ucap siswa itu yang masih satu kelas dengan Arjuna.


Arjuna diam tak menjawab .


" Jika aku ngomong,yang ada mereka maen kerumah,dan sering berkunjung kerumah..." ucap Arjuna dalam hati.


" Sombong banget..." ucap siswa itu dalam hati karena Arjuna tak menjawab perkataannya.


Sesampai di rumah.


Arjuna di sambut Hana.


" Lama banget kamu mas..." ucap Hana.


" Namanya juga sekolah..."


 Arjuna berkata sambil melepas sepatu .


Hana membuka tas Arjuna lalu memeriksa kotak makan.


" Tadi Hana yang masukin kotak bekal itu ya?" ucap Arjuna.


" Iya...Biar mas gak laper di sana..." ucap Hana.


Arjuna berdiri lalu mengambil tas dan berjalan ke kamar.


" Besok mau aku bawakan bekal gak mas?" ucap Hana sambil mengikuti Arjuna


" Boleh...Tapi jangan banyak - banyak nasinya...Tadi pas di sekolahan ngantuk..." ucap Arjuna.


" Ya maaf..." ucap Hana.


" Aku mau ganti pakaian..." ucap Arjuna.


Hana keluar dari kamar Arjuna.


Setelah mengganti pakaian,Arjuna duduk di teras sambil memegang kerisnya.


" Walang ...Pergi dan bunuh orang - orang yang ada di rumah itu lagi...Setelah tak ada orang sama sekali,kembalilah .." ucap Arjuna.


Keris yang di pegang Arjuna segera melesat pergi,hanya sarung keris saja yang tertinggal.


Sesampainya keris itu di halaman rumah Bayu.


Ada seorang berada dalam rumah tersebut. Yakni Bayu. Bayu ingin tahu,apakah ucapan Arjuna bukan hanya sekedar ucapan atau emang di lakukan.


Keris itu segera masuk salah satu rumah untuk membunuh. Begitu tak ada orang,keris itu berpindah kerumah satunya..


Saat keris itu masuk di dalam rumah yang di tempati Bayu.


Bayu terkejut melihat keris itu bergerak sangat cepat. Ia pun segera menghindari serangan tersebut.


" Jancoook.....Arjuna gak main - main rupanya..." ucap Bayu melihat keris itu kembali menyerang dirinya. Segera saja ia menghilang dari rumah itu.


Setelah di telpon Arjuna,Bayu segera kerumahnya yang di jogja,karena ada istri - istrinya,lalu menyuruh mereka segera pergi,sebab Arjuna akan mengirim ancaman.


Setelah tak menemukan seseorang pun,keris itu mengitari halaman hingga melewati pagar kemudian melesat ke arah bangunan tepat di mana ruang control CCTV.


Keris itu menembus tembok beton.


2 orang penjaga duduk mengawasi layar CCTV kaget tembok di dekatnya jebol,namun mereka tak sempat menghindar. Keris itu membunuh 2 penjaga. Setelah membunuh,keris itu kembali ke Arjuna.


Setelah kerisnya kembali,Arjuna duduk sambil mengerjakan PR Fisika di dalam kamar. Jika ia kerjakan malam hari,takutnya tidak bisa mengerjakan.


Hana datang lalu berdiri di samping Arjuna.


" Mas lagi apa?" ucap Hana.


" Mengerjakan PR...." ucap Arjuna.


Hana memperhatikan soal - soal di buku pelajaran. Saat membaca soal dalam hati,rumus - rumus Fisika yang ada dalam otak Hana muncul.


" Mas bisa mengerjakan soal ini?" ucap Hana.


" Hemm... Bisa...Tapi ada yang gak bisa..." ucap Arjuna.


" Yang mana yang gak bisa mas?" ucap Hana.


Arjuna menunjuk salah satu soal.


Hana mengambil buku tulis Arjuna dan pulpen,kemudian menulis di bagian belakang buku.


" Hana bisa mengerjakan?" ucap Arjuna.


" Sebentar." ucap Hana mengambil buku Arjuna,lalu membaca dalam hati. Setelah itu menulis di buku.


Arjuna memperhatikan Hana menulis.


" Gilak.....Padahal dah nenek - nenek...Tapi bisa ngerjakan soal Fisika .." ucap Arjuna dalam hati.

__ADS_1


" Ini hasilnya..." ucap Hana.


" Kamu hebat,sudah cantik pintar lagi..." ucap Arjuna.


Muka Hana merah merona akibat di sanjung Arjuna


" Mas bisa aja..." ucap Hana


" Ajarin dong cantik...Aku masih bingung .." ucap Arjuna


Hana memberitahu Arjuna mengerjakan soal soal tersebut. Arjuna diam menyimak .


" Mas sudah paham....?" ucap Hana.


Arjuna memegang dagu Hana.


" Paham cantik .." ucap Arjuna.


Arjuna merasa senang ada yang bisa mengajarinya belajar .


Setelah selesai mengerjakan PR ,Arjuna memperlihatkan Joninya ke Hana. Hana yang melihat segera saja menservis si Joni.


Arjuna merem melek akibat Joninya di servis oleh Hana.


"Hana .. Buka celanamu " ucap Arjuna.


Hana melepas celananya. Kemudian Arjuna memberi kode untuk memasukkan si Joni dalam sarang. Hana menuruti Arjuna,ia pun memasukkan si Joni dalam sarangnya. Setelah itu bergerak maju mundur.


.0.0.0.


Di sisi Bayu.


Sementara Bayu yang dari jauh mengawasi Arjuna dan ibunya lewat kamera CCTV menjadi bingung akan sifat ibunya. Jika Arjuna ia tahu bahwa Arjuna bersikap biasa saja,namun juga perhatian. Sementara ibunya bersikap seperti menyukai Arjuna.


" Aneh....Bila berakting,tidak mungkin ibuku tidak mengenali paman Edwin ... Pasti akan berbicara seperti biasa karena Arjuna tak ada di rumah...Heemmm...."


Bayu mendapat informasi dari Nurmala bahwa bu Hana bersikap biasa saja saat dirinya ada di rumah.


" Apa yang hamba harus lakukan ya Allah...Hamba tak ingin mereka melakukan hal yang di larang agama..Namun jika hamba bersikeras menemui ibuku. Arjuna akan nekat membunuh keluarga hamba..."


Suara telpon kantor berbunyi.


Bayu menekan tombol.


" Ada apa?" ucap Bayu.


" Maaf pak,saya cuman mengingatkan sepuluh menit lagi bapak ada rapat. "suara sekertaris Bayu yang seorang wanita.


" Oke... Terima kasih telah mengingatkan.." ucap Bayu. Kemudian menutup laptopnya dan pergi meninggalkan ruangannya.


#.0.0.0.#


Di sisi Arjuna.


Nampak Arjuna terbangun dari tidur siangnya,ia melihat Hana tidur,tangannya memeluk dirinya.


Perlahan Arjuna memyingkirkan tangan Hana.


Mata Hana terbuka.


" Jam berapa mas?" ucap Hana.


" Jam setengah empat..." ucap Arjuna.


Arjuna bangun dan meregangkan tubuhnya.


Kreetek....Kreetek....Kreetek.... Kreteek... suara tubuh Arjuna.


Saat Hana berdiri,ia memeluk Arjuna.


" Nanti malam mas jualan ..?" ucap Hana.


' Ya jualan Hana ..." ucap Arjuna.


Cuuup..... Hana mencium pipi Arjuna.


" Besok aku ikut mas ke sekolah ya..." ucap Hana.


Arjuna menggaruk - garukkan kepalanya.


" Kalau dia ikut,mana bisa masuk" ucap Arjuna dalam hati.


" Aku kesepian di rumah .." ucap Hana.


" Gak bisa....Hana di rumah aja..."


Hana melepas pelukannya dan menekukkan wajahnya.


Arjuna memegang kedua pundak Hana.


" Kan pulang sekolah aku selalu ada di sini..."


Arjuna memegang lengan Hana.


" Yookk kita buat adonan Martabak.." ucap Arjuna.


Arjuna memakai pakaiannya,begitu juga dengan Hana.


Sesampai di dapur,Arjuna mengeluarkan bahan untuk membuat adonan Martabak.


" Buat berapa kilo mas?" ucap Hana.


" Seperti biasa aja dek..." ucap Arjuna sambil mengambil Mixer di lemari.


" Mas...." ucap Hana.


" Iya..." ucap Arjuna.


" Coba ulangi lagi ucapan yang tadi" ucap Hana.


" Yang mana?" ucap Arjuna pura - pura lupa.


" Iisssh... Yang itu .." ucap Hana.


" Iya..." ucap Arjuna.


" Sebelumnya..." ucap Hana.


" Apa ya ..."


Hana meletakkan tepung lalu berjalan meninggalkan Arjuna.


Arjuna segera mengejar lalu menangkap tangan Hana.


" Gitu aja ngambek..Nanti cantiknya hilang loh dek..." ucap Arjuna.


Hana memeluk Arjuna sambil berkata" Aku gak ngambek kok mas..." Lalu Hana melepas pelukannya .


Arjuna berjalan kembali ke meja dapur.


Hana datang dan memeluk Arjuna dari belakang.


" Mas...." ucap Hana.


" Heemm...." suara Arjuna sambil mengaduk adonan memakai Mixer.


" Aku mencintaimu..." ucap Hana.


" Iya...Tolong ambilkan baskom itu dong Han.." ucap Arjuna.


Hana melepaskan pelukannya lalu mengambil baskom dan meletakkan di dekat Arjuna.


" Mas....Kenapa aku tidak ingat keluargaku.." ucap Hana.


" Waktu itu kan kamu cerita kalau teringat mantan suami sama orang tua yang sudah meninggal.." ucap Arjuna.


" Iya...Tapi selain itu aku gak ingat ..." ucap Hana.


" Ya gak usah di bahas... Lupakan saja. Terutama mantan suamimu. "ucap Arjuna.


" Iya mas..."


" Sekarang aku dah tidak ingat lagi..." ucap Hana.


" Pinter...Bila ada orang lain yang mengaku saudara atau keluarga,itu orang jahat... Hajar saja..." ucap Arjuna.


" Iya mas...." ucap Hana.


#0.0.0#


Malam hari pukul 19.20.


Arjuna duduk berjualan di temani Hana di teras IndoMaret.


" Mas...." ucap Hana.


" Iya..." ucap Arjuna.


" Hemmm ..Gak jadi..." ucap Hana.


Muncul 2 gadis berdiri dekat rombong Kebab milik Arjuna.


" Mas....Pesan kebabnya.." ucap gadis 1.


Arjuna berdiri.


" Beli berapa mbak..." ucap Arjuna ramah.


" Satu saja...." ucap gadis 1.


" Aku pesan Martabak kacang spesial mas .." ucap gadis 2.


" Siap mbak..." ucap Arjuna.


Arjuna membuat adonan Martabak manis,sementara Hana membuat Kebab.


" Masnya mirip artis Korea..." ucap gadis 1.


" Artis apa presiden Korut..?" ucap Arjuna.


" Kalau presiden Korut aku takut mas..." ucap gadis 1.


" Takut apa?" ucap Arjuna


" Mas ngerudal aku,setelah itu mas ninggalin aku..." ucap gadis 1.


" Diampuut...." ucap Arjuna dalam hati.


" Bisa aja mbaknya ini...Yang ada aku di pentungi sama bapakmu mbak..." ucap Arjuna.


Tak jauh dari Arjuna,Renata datang dengan motor maticnya,lalu turun. Saat menoleh ia melihat Arjuna.


" Seperti Arjuna..." gumam Renata.


Karena penasaran Renata pun menghampiri Arjuna.


" Masnya sekolah atau sudah kuliah..." ucap gadis 2.


" Sekolah mbak..." ucap Arjuna lalu menoleh,ia melihat Renata berdiri.


" Ada Renata" ucap Arjuna dalam hati,lalu melihat ke arah loyang Martabak.


" SMA kah?" ucap gadis 1.


" Masih PAUD mbak..." ucap Arjuna.


" Wuiiih...Aku mau dong jadi guru PAUDnya..." ucap gadis 2.


" Boleh...Tapi bilang dulu ke pak presiden ya mbak.." ucap Arjuna.


" Di sekolah pendiam,di luar enggak....Dasar cowok aneh..." ucap Renata dalam hati lalu masuk ke dalam Indomaret.


Arjuna melihat Renata berjalan ke arah Indomaret .


Tak lama kemudian Renata muncul kembali.


" Beli Martabak kacang,yang spesial 2 " ucap Renata.


" Siap mbak...." ucap Arjuna.


" Setiap malam kamu jualan?" ucap Renata.


" Iya mbak ..Buat sehari - hari...Kadang juga libur .." ucap Arjuna.


#0.0.0#


Di sisi Bayu.


Bayu mendapat laporan bahwa pengawal yang mengawasi CCTV tewas terbunuh. Luka yang di derita sama dengan luka pada pengawal yang terbunuh bulan kemarin.


Nampak Bayu berdiri sambil memegang senter menyoroti tembok yang jebol.


" Diampuut.....Keris apa yang di pakai Arjuna ."


" Tembok tebal begini bisa di tembusnya" ucap Bayu dalam hati sambil memperhatikan tembok yang bolong.


Setelah kejadian itu,Bayu tak lagi menaruh penjaga di rumahnya. Dan ia mengumpulkan keluarganya.


Bayu duduk di kursi tengah,di sebelah kanan dan kiri ada keluarganya,mereka semua sudah berkeluarga.


" Terimakasih telah berkumpul di sini..."


" Maaf saya mengumpulkan kalian,karena ini menyangkut keluarga Han."


" Tentu kalian tahu ibuku bersama Arjuna di rumah Nurmala..."


" Tadi siang Arjuna menelponku...."


" Dia marah terhadapku dan memberi surat peringatan..."


Bayu menampilkan gambar melalui proyektor.


" Foto ini saya ambil di rumahku yang ada di Jogja...Dan ini adalah bangunan ruang control CCTV "


" Lalu ini korban tewas ..."


" Arjuna benar - benar membunuh orang yang ada di rumahku...Jadi..."


" Saya mohon kepada kalian semua...Tolong jangan menemui Arjuna dan tolong beritahu yang lain..."


" Jika kalian ada yang menemui Arjuna..."


" Arjuna akan membantai kita semua" ucap Bayu.


" Apakah kamu sudah memberitahunya,bahwa dia anakmu?" ucap Tian Fei.


" Sudah kakek....Dia gak mau tahu..."


" Biar saya saja yang menanganinya..." ucap Bayu.


" Apakah Hana yang melaporkan bahwa aku tadi ke sana?" ucap Edwin.


" Bayu gak tahu paman...Menurut Bayu iya. Ibuku melaporkan ke Arjuna,siang ya Arjuna menelpon,dia marah dan ia memberi ancaman pertama dan terakhir. Bila melanggar,dia akan menghabisi semua keluarga kita.."ucap Bayu.


" Kenapa tidak kita tangkap saja Arjuna itu Bayu ..." ucap Zhang( kakek buyut Bayu)


" Tidak bisa mbah uyut..." ucap Bayu


" Kenapa tidak bisa?" ucap Zhang.


" Arjuna di mempunyai keris,keris itu muncul ketika di panggil...Ke dua"


" Arjuna memiliki pelindung dari kerajaan ratu pantai Selatan..." ucap Arjuna.


" Ratu pantai Selatan? Bukankah itu hanya mitos saja?" ucap Gabriel.


" Itu bukan mitos Briel...Apakah kamu percaya bila ada orang yang bisa menghilang?" ucap Bayu.


" Aku tidak percaya...." ucap Gabriel.


Bayu menghilang dari tempat duduknya.


Orang - orang yang berkumpul itu terkejut,kecuali kakek Zhang. Karena sebelumnya Bayu menunjukkan ilmu itu.


Bayu muncul di belakang Gabriel.


" Bagaimana? Apa kamu masih gak percaya?" ucap Bayu.


" I...I...Iya..Aku percaya...." ucap Gabriel.


Bayu kembali ke kursinya lalu duduk.


" Jadi....Jangan ada yang mengganggu Arjuna atau menemui ibuku..Biar aku sendiri yang menemuinya bila sudah tiba saatnya.."


" Bila kalian atau keluarga kalian menemui Hana,dan Arjuna tahu..."

__ADS_1


" Aku gak bisa berbuat apa - apa...Keluarga Han akan hancur...Seperti kita menghancurkan musuh besar keluarga kita sampai ke akar - akarnya..." ucap Bayu.


__ADS_2