
Pagi ini Juna menjemput Amanda untuk berangkat ke kampus bersama.
"Sayang...kamu tau gak hari ini ada mahasiswa baru loh di fakultas kita,,dia pindahan dari Australia."
"Iya."
"Kalo dia ganteng bagaimana?"
"Kenapa memang kalau dia ganteng?"
"Kamu gak takut aku tertarik sama dia?"
"Yakin kamu bisa berpaling dari aku?"
"Kenapa tidak?"
"Aku Arjuna kampus,,,yakin kamu bisa berpaling dari aku?"
Amanda sedikit memendam rasa kesal karena tidak berhasil membuat Juna cemburu,, justru dia yang dipojokkan.
***
Mahasiswa yang dimaksud pun memasuki kampus,, dia keluar dari mobil sport merah dengan kacamata hitam nya. Perawakan tinggi putih dan badan atletis,,, cocok sekali untuk menjadi artis.
"Banyu ,,,,"
"Hai bro Dimas,,,how are you?."
__ADS_1
"Sok Inggris loh."
"Mana Davin,,, kenapa gak nyambut gue?"
"Ada...dia masih nerima telpon dari cewek nya,,,itu baru nongol dia."
"Hai bro,, what's up?"
Mereka bertiga menuju kelas ,,, tak henti semua mata tertuju pada mereka. Apalagi gadis-gadis mereka tidak melewatkan melihat pangeran - pangeran kampus.
Dimas dan Davin cukup populer di kampus dengan wajah tampannya. Dimas , Davin dan Banyu bersahabat sejak SMA. Banyu didaftarkan orang tua nya untuk kuliah di Australia,, namun hanya 4 semester dia bertahan di sana dan sekarang balik ke Indonesia lagi.Mereka menamai diri mereka the prince.
Mereka bertiga masuk ke kelas,,,
Bertemu lah mata Banyu dengan Juna,, wajah yang tidak asing.Mereka sama-sama terkejut.
"Banyu."
"Loh kenal sama si kupret ini?" Tanya Davin.
"Iya,,dia sahabat gue di desa."
"Oh,,, sahabat miskin yang sering loh cerita in dulu." Sahut Dimas.
Dosen datang,, semua diam, materi pun dimulai.
***
__ADS_1
Dimas dan Davin tidak suka dengan Juna karena Juna berhasil mendapatkan gadis paling populer di kampus dengan mudah, Amanda.
Dimas sudah jatuh hati sejak pertama kali bertemu dengan Amanda waktu MOS dulu. Tapi Juna dengan muda membuat Amanda mengejar-ngejar dia.
Sejak itu Dimas mulai memusuhi Juna,dan akhirnya Davin ikut membenci juga. Sekarang mereka juga tau kalo Juna adalah pemuda miskin yang sering dikasihani sahabatnya di desa dulu. Mereka semakin memandang remeh Juna.
***
"Amanda...loh masih yakin mau ngelanjutin hubungan loh ma pemuda miskin dari kampung ini,,,loh g malu kalo temen-temen loh tau?" Ejek Davin.
Amanda tidak merespon,,,
Juna segera mengajak Manda ke kantin.
"Bagaimana,, kamu jadi berpaling dari aku?" Goda Juna
"Apaan sih,,,kamu kog diem aja sih yang di ejek kayak gto sama Davin?"
"Kamu mau aku kayak gimana???? Kenyataan nya memang aku pemuda desa."
"Biar aku yang ngasih pelajaran sama si Davin!!!" Mata Amanda terlihat berkilau.
"Terserah kamu,,,aku malam ini mau ke Bandung ."
"Sayang... kemarin kamu dari luar kota,, sekarang mau keluar kota lagi...kamu seperti ga punya waktu buat aku,,,Paman kamu bagaimana sih ??? Ngajak pacar ku terus gak bisa apa dia mengurus bisnisnya sendiri."Amanda meluapkan emosi nya dan beranjak pergi dari kantin.
Yang membuat Amanda sangat kesal ,,Juna tidak berusaha mencegah nya pergi atau pun mengejar nya. Dia mulai berpikir Juna tidak pernah mencintai nya. Hampir setahun berpacaran Juna tidak pernah mencium nya. Menggandeng tangan nya pun jarang,,, Amanda yang memaksa kalo ingin bergandengan tangan.
__ADS_1