
Dokter memeriksa kesehatan Arjuna.
" Pak Dokter...Aku boleh pulang kan..?" ucap Arjuna.
" Iya boleh..."
" Jika sudah keluar dari rumah sakit ini,ingat pesan saya tadi. Jangan makan sembarang bunga ya.." ucap Dokter.
" Siap pak dokter..." ucap Arjuna.
Akhirnya Arjuna pun di bawa pulang oleh Nurmala. Sebelum pulang,Nurmala lebih dulu memberitahukan ke kakaknya,jika Arjuna di perbolehkan pulang.
Sesampai di rumah Kartika.
Kartika dan Dini menyambut kedatangan Arjuna.
Mereka memeluk Arjuna.
" Padahal tadi mbak mau jengukin kamu dek.." ucap Dini.
" Aku dah sembuh kok mbak..Ngapain mbak jenguk.." ucap Arjuna.
Mereka masuk ke dalam rumah dan berkumpul di ruang keluarga.
" Kak...Masa ada orang ngaku sakit gak bisa gerakin tangan malah bisa berjalan ke tempat tidur ." ucap Nurmala.
" Siapa itu dek..?" ucap Nurmala.
" Tuhh.." ucap Nurmala.
" Lah...Emang bener kak..Aku gak bisa gerakin. Terus aku gak sadar juga jika aku sudah bisa gerakin tanganku.." ucap Arjuna.
" Kakak percaya jika kamu sakit Arjuna..." ucap Kartika.
" Mau pipis lagi gak dek?" ucap Nurmala,sebelumnya ia membantu Arjuna buang air kecil memakai alat penampung,dan ia memegang pisang Arjuna.
" Enggak kak.." ucap Arjuna.
Kartika mengupas Apel lalu di berikan ke Arjuna. Arjuna menerima lalu memakannya.
" Pantes saja kak Tika suka sekali dengan Arjuna,rupanya pisang Arjuna gede juga. Tapi apa bisa masuk semuanya?" ucap Nurmala dalam hati.
1 Jam kemudian.
Nurmala berada dalam kamarnya. Ia membuka salah satu aplikasi,lalu muncul web yang di blokir pemerintah. Namun karena Nurmala memakai aplikasi khusus,ia bisa mengakses website tersebut lalu menekan salah satu video di web tersebut.
" Sial....Mengapa aku jadi ingin sekali merasakan pisang Arjuna,tapii..."
" Jika aku melakukannya..Nanti.." ucap Nurmala dalam hati.
Nurmala lantas berpikir lalu mematikan vidio tersebut dan keluar menemui Arjuna.
Nampak Arjuna sedang tiduran di sofa.
" Dek..." ucap Nurmala.
Arjuna bangun.
" Apa kak?" ucap Arjuna.
" Hemm...Kak Tika mana?" ucap Nurmala.
" Mungkin di kamar kak.." ucap Arjuna.
Nurmala memegang tangan Arjuna.
" Ikut kakak sebentar.." ucap Nurmala.
Arjuna menuruti ucapan Nurmala.
Saat masuk dalam kamar tidur,Nurmala mengunci pintu kamar.
" Kok di kunci kak?" ucap Arjuna.
" Ssst...Diem aja..."
Nurmala kembali menarik tangan Arjuna. Ia duduk sementara Arjuna berdiri di hadapannya.
" Kamu mau gak dek..?: ucap Nurmala.
" Mau apa kak?" ucap Arjuna.
Nurmala tak menjawab,ia melepas pakaian bawah Arjuna.
Arjuna tersentak kaget.
" Kak..." ucap Arjuna.
Nurmala segera menikmati pisang tersebut.
Arjuna tak percaya apa yang di lakukan oleh adik gurunya. Ia ingin menolak,tapi tubuhnya menginginkannya.
Hingga akhirnya.
" Ayo dek..."
Arjuna menurutinya.
" Sakiiit....Pelan - pelan dek..." ucap Nurmala.
" Sial....Ternyata sakit.Tapi kenapa di video itu enggak.." ucap Nurmala dalam hati.
" Jangan gerakin dulu dek..."
Beberapa menit kemudian.
" Ayo dek...Gerakin..." ucap Nurmala.
Nurmala tak lagi merasakan sakit.
Saat ia masih pacaran,ia hanya melakukan peting saja,tak sampai masuk.
Nurmala berusaha menahan suaranya.
1 jam kemudian.
" Dek...Kamu di mana?" suara Kartika.
" Kak Nur...Kak Tika nyariin aku.." ucap Arjuna.
" Ya udah...Datangin aja dek.Tapi jangan bilanv dari kamar kak Nur.." ucap Nurmala.
" Iya kak" ucap Arjuna.
Arjuna mencabut pisangnya.
5 menit kemudian.
Arjuna berjalan mencari Kartika.
Saat berjalan keruang tamu,Kartika muncul dari dalam kamar Dini.
" Dek...Kamu tadi kemana? Kakak cari gak ada." ucap Kartika.
" Di sini - sini aja kak...Ada apa kak?" ucap Arjuna.
" Kakak minta tolong pasangkan gas..." ucap Kartika.
" Oalah..." ucap Arjuna lalu berjalan ke dapur dan memasang regulator ke tabung gas yang masih penuh isi gasnya.
Malam harinya.
Seperti biasa. Arjuna membaca buku pelajarannya,sementara Dini sudah masuk ke dalam kamar tidur. Nurmala telah pulang tadi sore.
Kartika menghampiri Arjuna.
" Dek...Pas aku gak ada,kak Nur ngapain dek?" ucap Katika,ia bertanya saat dirinya tak menjaga di rumah sakit.
" Nganu kak..." ucap Arjuna. Arjuna mengira pertanyaan Kartika saat dirinya bercinta dengan Nurmala.
" Nganu apa dek?" ucap Kartika.
" Itu...Tapi kakak jangan marah ya..." ucap Arjuna.
" Marah? Ya enggaklah..." ucap Kartika.
" Tadi aku sama kak Nur nge#### kak..." ucap Arjuna.
" APAAAAA......!!!!!" ucap Kartika nyaring karena terkejut.
" Se...Serius dek?" ucap Kartika.
" Iya kak...Maaf ya.." ucap Arjuna.
" Kok bisa kalian nge#### di rumah sakit?" ucap Kartika.
" Rumah sakit? " ucap Arjuna.
" Iya...Terus kamu beneran melakukan hal itu di rumah sakit?" ucap Kartika.
" Enggak kak...." ucap Arjuna.
" Lah terus..Kenapa tadi kamu bilang nge#### dek?" ucap Kartika.
" Aku pikir pertanyaan kakak tadi pas dah sampe rumah,terus kak Tika nyariin aku. Aku di kamar kak Tika.." ucap Arjuna.
" Kamu melakukannya dengan adikku?" ucap Kartika.
" Iya kak...Dia menarikku ke kamarnya." ucap Arjuna.
" Apakah Nur masih prawaan?" ucap Kartika.
" Tadinya iya,terus dah enggak kak" ucap Arjuna.
Kartika menekan ponselnya lalu berdiri dan berjalan.
Tak lama kemudian Kartika muncul lagi dan duduk di samping Arjuna.
" Sekarang kakak mau tanya.."
" Jika ada wanita selain aku dan Nur..Menarikmu ke kamar tidur. Terus wanita itu ingin bercinta denganmu..Apakah kamu mau melakukannya?" ucap Kartika.
" Kalau dia cantik,aku mau kak..." ucap Arjuna.
Kartika menghela nafasnya.
" Juna...Dengarin aku..."
" Kamu bebas menyentuhku..Bukan berarti kamu bebas menyentuh wanita lain..."
" Oke...Kamu baru saja menyentuh adikku.."
" Tapi..."
" Jangan kamu menyentuh wanita lain. Dan kamu melakukan itu...Kamu keluar dari rumah ini.." ucap Kartika.
" Iya kak...Aku minta maaf..." ucap Arjuna.
" Kamu harus belajar yang giat dan nilaimu harus bagus. Jangan banyak bermain..." ucap Kartika lalu berdiri dan berjalan ke tempat tidur.
__ADS_1
Terdengar suara pintu tertutup agak kencang.
" Asem....Lha wong dia yang minta kok,ya aku ladenin lah.Lagian bukan kakak kandungku. Cuman kakak angkat" ucap Arjuna dalam hati.
Arjuna berdiri lalu berjalan ke teras rumah untuk mengecek pintu.
Setelah selesai,Arjuna berjalan ke kamar tidur Kartika.
Saat mencoba membuka pintu,pintunya terkunci.
" Asem...Di kunci lagi" ucap Arjuna dalam hati. Ia mengira Kartika sedang halangan.
0.0.0
Pagi harinya.
Arjuna beraktifitas seperti biasanya. Namun ia merasakan sedikit berbeda. Yakni Kartika tidak menegurnya.
Hingga sepulang sekolah,Arjuna kembali melakukan aktifitasnya,yakni merawat bunga hingga sore hari lalu masuk ke dalam rumah.Tak ada Kartika muncul menghampiri Arjuna. Biasanya Kartika muncul membawakan segelas susu putih.
Arjuna berjalan ke arah kamar mandi untuk mandi,ia melihat Kartjka sedang memasak di dapur.
" Tumben..Kenapa aku gak di tegur ya..Apakah dia marah kepadaku?" ucap Arjuna dalam hati.
Malam harinya.
Arjuna tak melihat Kartika keluar dari kamar tidur.
" Asem....Padahal mau tanya soal Fisika...Malah gak muncul...Ya udah.." ucap Arjuna dalam hati.
Esok paginya.
Kartika tidak menegur arjuna.
Di saat sekolah,Kartika menjelaskan materi pelajaran Fisika,namun tak melihat ke arah Arjuna.
" Bajingan....Sepertinya aku telah membuat kesalahan besar..." ucap Arjuna.
Setelah jam pelajaran sekolah selesai,Arjuna dan Dini pulang kerumah. Namun saat dalam perjalanan,Arjuna melihat Kartika menyalipnya.
Sesampai di rumah. Arjuna ingin menemui Kartika dan ingin minta maaf. Arjhna mencari ke seluruh ruangan,namun tak menemukan Kartika,Arjuna yakin Kartika berada dalam kamar tidur.
Tok...Tok...Tok....Arjuna mengetuk pintu.
" Kak...." ucap Arjuna.
Tok....Tok....Tok...
Tak ada jawaban dari Kartika. Arjuna mengambil ponselnya di dalam kantong celana,lalu menelpon Kartika.
" Asem...Gak aktif lagi..." gumam Arjuna lalu berjalan ke teras rumah untuk merawat bunga.
Sesampai di taman,Arjuna memetik mawar lalu memakan kelopak mawar satu persatu.
" Sepertinya bu Tika marah banget ke aku.." ucap Arjuna dalam hati.
Sore harinya,Arjuna melihat Kartika sedang merebus air,ia pun mendekati Kartika.
" Bu...Aku minta maaf jika aku salah sama ibu..." ucap Arjuna.
Kartika diam tak menjawab.
Karena tak ada jawaban dari Kartika,Arjuna berjalan ke kamar mandi.
Malam harinya pun sama. Kartika tak menegur Arjuna.
"Sepertinya aku gak di inginkan lagi tuk tinggal di sini..." ucap Arjuna dalam hati.
Arjuna mengambil 2 stel pakaian lalu di masukkan dalam tas,lalu kotak kayu berisi keris. Dan uang serta buku tabungan..Setelah itu Arjuna berjalan keteras rumah.
Arjuna memgunci pintu depan,lalu meletakkan kunci itu di tanaman Anggrek tempat biasa ia meletakkan kunci rumah di saat akan pergi sekolah .
Arjuna melimpati pintu pagar lalu berjalan kaki,sementara ponselnya ia tinggalkan di meja ruang tamu.
" Kemana ya...." ucap Arjuna dalam hati sambil berjalan.
Tak lama kemudian,Arjuna telah memutuskan kemana ia harus pergi.
Pagi harinya.
Kartika dan Dini bangun seperti biasanya,mereka belum menyadari jika Arjuna pergi dari rumah.
Saat Dini sarapan,barulah menyadari jika adiknya belum ada muncul.
" Dek....Ayo sarapan..Nanti telat..." ucap Dini agak nyaring.
Namun Arjuna tak kunjung muncul,bahkan suara pun tak ada.
Muncul Kartika yang telah siap berangkat,hanya tinggal sarapan saja.
" Kak...Lihat Juna gak? " ucap Dini.
" Enggak..." ucap Kartika lalu duduk.
Dini menghentikan sarapannya,lalu mencari Arjuna.
" Dek....Kamu di mana..." ucap Dini sambil berjalan. Saat di kamar mandi tamu,Dini melihat hanya ruang kosong,lalu berjalan ke kursi,tak menemukan Arjuna.
Dini menghampiri Kartika.
" Kak...Arjuna gak ada kak?" ucap Dini.
" Mungkin tidur di kamar Nur..." ucap Kartika.
Dini berjalan ke arah kamar Nurmala. Saat di buka pintunya,kamar itu kosong .
" Dek....Ayo sarapan...Nanti telat.." ucap Dini.
Nampak Kartika berjalan ke arahnya.
" Kak...Arjuna gak ada kak..." ucap Dini.
Kartika mengambil ponsel,ia membuka blokiran kontak Arjuna lalu menelpon.
Terdengar suara rington ponsel dari ruang tamu.
Kartika berjalan ke ruang tamu.
Saat sampai,ia melihat ponsel Arjuna berdering di meja..
Kartika bergegas mencari tas milik Arjuna di tempat biasa Arjuna meletakkan tasnya. Namun Kartika tak menemukan tas tersebut. Lalu ia membuka lemari pakaian.
Kartika tak melihat kotak kayu yang berisi keris.
" Siaaaal......" ucap Kartika menjadi khawatir tentang Arjuna. Ia mengetahui bila Arjuna telah pergi meninggalkan rumah.
" Kak...Arjuna di mana kak?" ucap Dini.
" Kakak gak tahu..." ucap Kartika.
Kartika bingung,antara mencari Arjuna atau pergi mengajar.
Di lihatnya jam tangan. Waktu mendekati jam masuk sekolah.
" Ayo kita pergi..Nanti terlambat..." ucap Kartika.
" Tapi Arjuna kak...?" ucap Dini.
" Mungkin dia telah pergi duluan.." ucap Kartika.
Kartika berjalan ke depan di ikuti Dini. Saat di pintu,ia menarik pintu,namun terkunci.
Kartika mengambil kunci cadangan miliknya,dan mengunci kembali.
Dini berjalan ke salah satu tanaman Anggrek tempat biasa Arjuna meletakkan kunci rumah. Dini melihat kunci di dalam pot tersebut dan mengambilnya.
" Kak...Ini kunci yang biasa di bawa Arjuna." ucap Dini.
"Din... Kamu tahu gak tempat biasa yang sering di kunjungi Arjuna?" ucap Kartika.
" Tempat....?" ucap Dini.
" Iya...Biasa kalau Arjuna pergi,itu kemana?" ucap Kartika.
"Banyak kak...Kadang di rumah teman,kadang di rumah bulek..." ucap Dini.
" Bulek siapa?" ucap Kartika.
" Bulek Suwarti.." ucap Dini.
" Di mana rumahnya?" ucap Kartika.
" Rumahnya ya terkena longsoran kak di desaku" ucap Dini.
" Kita berangkat dulu,setelah pulang sekolah,kita cari Arjuna" ucap Kartika.
0.0.0
Di sisi Arjuna.
Arjuna tiba di gubuk tengah hutan tempat biasa ia bersama mbah kakungnya dulu.
Kemudian ia tidur.
Pagi harinya.
Arjuna bangun laku membersihkan dedaunan yang mengotori depan gubuk,kemudian membakarnya secara bertahap.
" Hemmm...Enaknya ngapain ya...?" ucap Arjuna dalam hati sambil memandang api yang membakar daun kering.
Arjuna tak dapat menemukan ide tentang apa yang akan ia kerjakan di gubuk tersebut.
Akhirnya Arjuna mengeluarkan kerisnya untuk di ajak mengbrol sambil melakukan aktifitas.
" Kamu kalau di kasih untuk bercinta dengan wanita cantik mau gak?"ucap Arjuna sambil menunggu air mendidik. Ia akan merebus mie.
Keris itu menganggukkan kepala ke depan.
" Cabul juga ya kamu..." ucap Arjuna .
0.0.0
Setelah pulang sekolah,Kartika dan Dini berada di ruang keluarga.
" Din...Sudah ingat apa belum di mana Arjuna biasanya berkunjung" ucap Kartika.
" Mungkin ke gubuk kak..." ucap Dini.
" Gubuk tengah hutan itu?c ucap Kartika.
" Iya kak..." ucap Dini.
" Kamu tahu jalan menuju gubuk itu?" ucap Kartika.
" Enggak hapal kak,cuman sekali aja ke sana. Yang hapal cuman Arjuna" ucap Dini.
Terlintas di pikiran Kartika untuk memanggil tim BASARNAS,namun ia urungkan.
" Sial...Jika aku akan begini jadinya,aku gak akan mendiamkan Arjuna.." ucap Kartika dalam hati.
__ADS_1
" Kak...Ayo kita kesana.." ucap Dini.
" Kemana?" ucap Kartika .
" Ke hutan mencari Arjuna.." ucap Dini.
" Jika tersesat gimana?"
" Besok kakak akan memanggil tim SAR untuk mencari Arjuna...." ucap Kartika.
Esok paginya.
Kartika menghubungi Tim BASARANAS untuk meminta bantuan mencari Arjuna yang di perkirakan berada di tengah hutan.
0.0.0
Di sisi Arjuna.
Arjuna bosan dengan apa yang ia lakukan. Di tambah tak ada bunga makanan cemilannya.
Ia pun memutuskan untuk pergi ke tempat lain untuk mencari pengalamannya.
Arjuna memakai kekuatan Harimaunya untuk keluar dari hutan,setelah menemukan jalan raya,Arjuna tak menggunakan kekuatannya.
" Ke sana atau ke sana ya..." ucap Arjuna saat berada di pinggir jalan bingung mau jalan kemana.
" Ke sana sajalah..." gumam Arjuna.
Sejam kemudian Kartika dan Dini datang membawa tim Sar lalu mereka berjalan menyisiri hutan mencari keberadaan Arjuna.
" ARJUNAA...." Teriak salah satu tim sar sambil berjalan menyisiri hutan.
Teriakan memanggil Arjuna sering terdengar.
7 jam kemudian.
Tim SAR menemukan sebuah gubuk. Mereka pun memanggil tim lainnya untuk datang.
Kartika dan Dini yang ikut mencari mendatangi gubuk tersebut.
Salah satu tim SAR melihat bekas daun di bakar,ada yang mencoba membuka pintu gubuk namun tak bisa,karena pintunya di gembok.
Kartika dan Dini sampai di gubuk.
" Apa benar itu gubuknya?" ucap petugas SAR bertanya pada Dini.
" Benar pak...Itu gubuknya..." ucap Dini.
" ARJUNAAAAAAAA....." teriak Kartika.
Tim SAR menyisir sekitar gubuk radius 1 KM.
Namun tak menemukan Arjuna.
" Sepertinya Arjuna telah pergi dari pondok ini.." ucap ketua tim SAR.
" Pak...Tolong cari lagi pak.." ucap Kartika.
" Maaf hari sudah mulai gelap,kami tidak berani melanjutkan pencarian ini,besok saja kami lanjutkan.." ucap ketua tim SAR.
Mereka pun kembali pulang.
Sesampai di rumah. Kartika lemas karena berjalan sangat jauh.
" Kak...Bagaimana jika adekku gak ketemu..." ucap Dini.
" Maafkan kakak..Jika kakak tidak marah dan mendiamkannya..."
" Arjuna tentu tidak pergi dari rumah Ini." ucap Kartika menyesali perbuatannya.
0.0.0.0
Di sisi Arjuna.
Arjuna berjalan kaki di tengah malam,lalu melihat ada orang - orang berkumpul di pos Ronda.
Salah seorang pemuda menggampiri Arjuna.
" Maaf...Kamu siapa dan mau kemana?" ucap pemuda itu.
" Aku Dwi,hanya numpang lewat saja.." ucap Arjuna lalu lanjut berjalan.
Di saat berjalan,ia melihat rumah di kelilingi tembok setinggi 2 meter. Di samping tembok ada lahan kosong yang di tumbuhi pepohonan dan semak
Arjuna melihat pohon setinggi 10 meter lantas Arjuna memutuskan istirahat di atas pohon itu. Dengan kekuatan Harimaunya,ia sangat mudah memajat pohon tersebut. Lalu Arjuna menyenderkan tubuhnya. Ia dapat melihat di balik tembok yang tingginya 3 meter tersebut.
" Enak ya kalau jadi orang kaya..Apapun yang di inginkan bisa di beli" ucap Arjuna dalam hati.
Tak lama kemudian Arjuna memejamkan matanya.
Pukul 3.30.
Arjuna mendengar suara orang mengaji di balik tembok 3 meter tersebut. Arjuna terbiasa mendengar suara orang mengaji,namun suara yang ia dengar ini sungguh sangat berbeda.
" Kenapa jam segini ada orang yang mengaji ya,tapi suaranya kok seperti gimana gitu.." ucap Arjuna dalam hati mendengar suara wanita mengaji.
Karena penasaran,Arjuna berdiri lalu ia memakai ilmunya untuk melesat menuju di atap rumah tersebut
Gerakan Arjuna sangat cepat,meskipun pagar itu di pasang kawat berduri,ia mampu melewati pagar tersebut tanpa terluka.
Arjuna sampai di atap genteng salah satu rumah di mana suara itu berasal.
Arjuna berebah di atap genteng sembari mendengarkan suara wanita sedang mengaji.
Sementara wanita yang sedang membaca Al Qur'an mendengar suara aneh di atas genteng.
" Jika kamu tidak berbuat jahat,maka temui aku,jika mau berbuat jahat,segera pergi dari sini sebelum aku menelpon polisi." ucap wanita itu.
Arjuna yang mendengar suara wanita itu kaget,aksinya di ketahui.
" Maaf...Aku hanya terpesona akan suara indahmu yang sedang mengaji,aku tidak berbuat jahat..."ucap Arjuna tetap bebaring.
" Turunlah..Dan temui aku di pintu depan.." suara wanita.
" Apakah kamu mau menangkapku?" ucap Arjuna.
" Tidak...Aku hanya ingin menemuimu.." suara wanita.
" Oke...." ucap Arjuna lalu turun dari atap genteng dan berjalan ke pintu depan.
Sambil menunggu wanita itu datang,Arjuna duduk di depan pintu.
Arjuna mendengar langkah kaki,lalu suara kunci.
Ceklek....Kriiiieeeeeet.....
Arjuna menoleh. Ia melihat seorang wanita memakai mukena,akan tetapi wajahnya di tutupi kain.
" Apakah kamu lapar?" ucap wanita itu.
Arjuna mendengar suara wanita itu seperti masih remaja,ia hendak memanggil mbak takut salah bicara,lalu memutuskan memanggil ibu.
" Enggak bu....Di tasku ada makanan dan minuman.." ucap Arjuna.
" Mengapa kamu masuk ke halaman rumahku dan naik ke genteng?" ucap wanita itu .
Arjuna berdiri.
" Kan sudah saya bilang tadi buu...Saya mendengar suara ibu mengaji...Begitu..." ucap Arjuna.
" Di mana rumahmu?" ucap wanita itu.
" Saya gak punya rumah bu...Rumah orang tuaku terkena longsor..." ucap Arjuna.
" Longsor...Rumah orang tuamu ada di mana ?" ucap wanita itu.
" Desa Sukoharjo..Desaku sudah tenggelam bu...Hanya aku dan mbakku yang selamat" ucap Arjuna.
" Di mana mbakmu?" ucap wanita itu.
" Di rumah guruku..."ucap Arjuna.
" Kenapa kamu tidak tinggal bersama gurumu?" ucap wanita itu.
" malas bu...Saya di diemin sama guruku,jadinya Saya pergi ..." ucap Arjuna lalu berjalan.
Muncul seorang bapaknya,berkumis dan berjenggot,keningnya menghitam. Memakai sarung,baju muslim dan songkok bewarna putih.Bapak itu melihat ke arah Arjuna.
" Tunggu..."
Arjuna menghentikan langkahnya lalu menoleh ke wanita itu.
" Ini aku ada sedikit rejeki buatmu.." ucap wanita itu.
" Maaf bu...Aku masih punya uang...Aku pergi dulu ya bu...Assaalam mu'alaikum..." ucap Arjuna.
" Tunggu sebentar..." ucap bapak itu.
" Iya pak..." ucap Arjuna.
" Mengapa kamu bisa ada di rumahku?" ucap bapak itu.
" Bu...Ibu saja deh yang ngasih tahu,aku males ngomong lagi" ucap Arjuna.
" Saat aku sedang mengaji mendengar suara di atap pak...Terus aku bilang Jika kamu tidak berbuat jahat,maka temui aku,jika mau berbuat jahat,segera pergi dari sini sebelum aku menelpon polisi,dia bilang Maaf...Aku hanya terpesona akan suara indahmu yang sedang mengaji,aku tidak berbuat jahat. " ucap wanita itu.
" Namamu siapa?" ucap bapak itu.
" Arjuna pak..Maaf jika saya mengganggu..." ucap Arjuna.
" Mari mas Arjuna...Kita bicara di dalam saja " ucap bapak itu ramah.
" Bapak gak nelpon polisi kan?" ucap Arjuna.
" Enggak mas..Ayo masuk.."
Arjuna masuk ke dalam rumah.
" Silahkan duduk...." ucap bapak itu.
Sementara wanita yang memakai mukena masuk ke dalam dapur.
" Mengapa malam - malam begini mas Arjuna keluyuran? Apa yang mas lakukan?" ucap bapak itu.
" Nganu pak..Saya kabur dari rumah guruku.." ucap Arjuna.
" Kabur..Kenapa mas kabur dari rumah guru mas? Apakah guru mas melakukan hal yang tidak pantas?" ucap bapak itu.
" Nganu pak..Saya ada berbuat kesalahan,saya sudah minta maaf. Tapi guruku tetap diam,tidak mau menjawab dan menegurku lagi.." ucap Arjuna.
" Rumah mas ada di mana?" ucap bapak itu.
" Rumah saya terkena longsor pak..Ayah dan ibu saya tewas terkena longsoran...." ucap Arjuna.
" Innalilahi...."
Muncul wanita yang memakai mukena tadi membawa segelas teh lalu di letakkan di meja. Kemudian masuk ke dalam lagi.
" Jadi...Setelah bencana itu,kamu tinggal bersama gurumu.." ucap bapak itu.
__ADS_1
" Iya pak..." ucap Arjuna.