
Setelah dari rumah Hana,Arjuna memutuskan untuk pergi dari rumah Kartika. Di pikiran Arjuna,percuma saja tinggal di rumah Kartika jika Kartika telah menjadi milik orang lain.
Sesampai di rumah Kartika. Arjuna memasukkan pakaian ke dalam tas,tak lupa kerisnya dan dokumen lain. Setelah semuanya masuk dalam tas,Arjuna keluar dari kamar.
" Mau kemana dek...?" ucap Dini melihat Arjuna membawa tas besar.
Arjuna menoleh kearah Dini.
" Mbak di sini aja...Jika ada orang tanya kemana aku pergi,bilang saja tidak tahu ." ucap Arjuna.
Desy muncul dari arah dapur.
" Kamu mau pergi kemana dek...?" ucap Dini.
" Mau menjernihkan pikiranku mbak.." ucap Arjuna lalu pergi.
Desy mengikuti Arjuna.
" Kamu mau kemana Ar?" ucap Desy.
" Liburan .." ucap Arjuna.
" Ikut..." ucap Desy.
Arjuna naik sepeda motor.
" Enggak bisa Des ..." ucap Arjuna lalu menjalankan sepeda motornya.
Arjuna memacu sepeda motornya ke arah rumah Nurmala.
" Bajingan.....Jika saja dia tidak keluar kamar,aku pasti membunuhnya..." ucap Arjuna. Ia masih kesal dan marah terhadap Imam dan Kartika.
Sesampai di rumah Nurmala.
Arjuna menekan tombol bell hingga dua kali.
Namun Nurmala tak kunjung keluar.
" Oh iya ya...Nur kan kerja..." ucap Arjuna dalam hati baru teringat.
Arjuna meraih ponselnya lalu menghubungi Nurmala.
Tuuuut....Tuuuut....Tuuut ...
" Haloo..." suara Nurmala.
" Aku di depan rumah.." ucap Arjuna.
" Aku masih kerja ganteng...Sore nanti baru pulang..." suara Kartika.
" Baiklah...Aku akan menunggu" ucap Arjuna lalu mematikan panggilan.
Arjuna menoleh kanan dan kiri. Lalu ia memutuskan untuk pergi ke warung untuk mengisi makanan.
Sore harinya.
Arjuna kembali ke rumah Nurmala. Ia duduk jongkok di dekat sepeda motor NMAXnya.
Muncul mobil Ayla warna merah,lalu berhenti.
Arjuna melihat plat mobil tersebut.
Nurmala keluar dari mobil lalu menghampiri Arjuna.
" Maaf ya sayang...." ucap Nurmala.
" Iya...Bukain dong pagarnya..." ucap Arjuna.
Nurmala membuka pintu gerbang.
Setelah Arjuna masuk ke dalam rumah,ia duduk di kursi tamu. Nurmala duduk di samping Arjuna.
" Sayang mau nginap di sini?" ucap Nurmala.
" Iya ..Aku mau tanya,jawab dengan jujur..."
" Apakah kak Nur tahu bahwa kak Tika sudah menikah?" ucap Arjuna.
Nurmala memegang telapak tangan Arjuna.
" Maafin aku sayang,kak Tika memintaku untuk tidak memberitahukanmu,dia yang akan memberitahu ke sayang..." ucap Nurmala.
" Tadi aku bertemu dengan kak Tika..."
Arjuna menceritakan saat dirinya di rumah Hana. Namun tak menceritakan perihal pasukan Nyi Loro Kidul.
" Aku minta kepadamu untuk tidak memberitahukan keberadaanku kepada orang lain termasuk kak Tika dan keluarga Bayu.. Jika tidak. Aku akan menghilang dari sini .." ucap Arjuna.
" Baiklah ..."
"Aku janji tidak akan memberitahukan kepada orang lain..." ucap Nurmala.
" Termasuk keluarga .." ucap Arjuna.
" Iya sayang..."
" Jika sayang di sini,terus Dini sama siapa?" ucap Nurmala.
" Sendirian..." ucap Arjuna.
" Kasian Dini sayang ..Dia itu wanita...Jika ada apa - apa gimana? " ucap Nurmala.
" Iya juga ya...."
" Hemmm ....Nanti aja lah...Pusing aku..." ucap Arjuna.
" Ya sudah.....Aku mandi dulu ya sayang..." ucap Nurmala.
" Iya...." ucap Arjuna.
__ADS_1
Nurmala berdiri.
" Mau mandi bareng gak?" ucap Nurmala.
" Nanti aja...Aku lagi pusing..." ucap Arjuna.
Dini berjalan ke arah kamar tidurnya.
Setelah Dini pergi,Arjuna teringat akan wajah bu Hana . Saat ia melihat,wajah bu Hana masih kencang,tak ada keriputnya. Bahkan tenaganya masih kuat.
" Mengapa bu Hana sangat kuat ya..."
Lalu teringat akan Kartika yang bersimpuh.
Arjuna menghela nafasnya.
" Pantas saja dia menghianatiku,rupanya dia (Imam) berhasil mengabulkan keinginan Tika...Sedangkan aku..?" ucap Arjuna dalam hati .
Arjuna berdiri lalu mengambil tas dan berjalan ke arah kamar tidur. Sebelumnya ia pernah datang kerumah Nurmala. Jadi tahu letak posisi kamar yang akan ia tempati.
#0.0.0#
Di sisi Ayu
Ayu yang mengetahui Arjuna pergi dari rumah Kartika bingung harus mencari kemana. Lalu melihat ke arah Dini.
" Apakah kamu mau ikut denganku?"
Dini menggelengkan kepalanya
" Tidak mau bu...Nanti kalau bu Tika pulang atau Arjuna pulang bagaimana?" ucap Dini.
" Bu Tika ada di rumah ibuku..." ucap Ayu.
" Haaah....!!!! Serius bu...?" ucap Dini tak percaya.
" Iya...Ibu serius...Kalau mau ikut,bawalah pakaianmu..." ucap Ayu.
Dini segera masuk kamarnya,lalu memasukkan beberapa lembar pakaiannya. Setelah itu menemui Ayu.
" Sebentar bu....Saya mau mengunci pintu dulu..." ucap Dini.
" Tidak perlu,nanti anak buah ibu yang menjaga rumah ini...Mari ikut ibu.." ucap Ayu
Akhirnya Dini ikut bersama Ayu.
Sesampai di rumah Hana.
Dini masuk ke dalam rumah bersama Ayu,ia melihat Kartika duduk sambil menangis bersama pemuda dan wanita bercadar yang belum ia kenal.
" Kak Tika....?"
Kartika mendengar suara Dini lantas melihat ke arah Dini.
" Kakak kemana saja selama ini? Adekku selalu menunggu kak Tika,bahkan ia sempat jatuh sakit dan menyebut nama kak Tika ." ucap Dini.
Kartika berdiri lalu berjalan ke arah Dini. Setelah sampai Kartika memeluk Dini.
Dini melepaskan pelukan Kartika sambil menangis.
" Mengapa tak memberi kabar ke kami?"
" Kami selalu menantikan kak Tika datang...?"
" Adikku selalu berdo'a agar kak Tika cepat pulang dan berjualan bersama - sama..Tapi kenapa kak Tika memberi kabar kak...Kenapa?" ucap Dini.
" Maafin kak Tika Dini....Kak Tika telah menikah,kak Tika tak ingin Arjuna tahu .." ucap Kartika.
" Menikah....? Jadi...Kak Tika menghianati Arjuna..."
" Aku tak menyangka kak...Aku pikir kak Tika beneran akan menikah dengan Arjuna adikku. Tapi..." ucap Dini.
" Maafin aku Dini..." ucap Kartika
Dini menggelengkan kepalanya.
" Aku kecewa dengamu bu..." ucap Dini lalu membalikkan badan dan berjalan.
Namun Kartika menahan tangan Dini lalu memeluk Dini dari belakang.
" Maafin aku Din ..." ucap Kartika
Dini melepaskan pelukannya lalu lanjut berjalan lagi
Kartika terduduk,air matanya mengalir deras.
Dini menghentikan langkah lalu membalikkan badannya ke arah Kartika.
" Aku benci kak Tika.. " ucap Dini lalu pergi.
Ayu segera mengejar Dini dan memerintahkan salah satu pengawal untuk mengikuti Dini kemanapun pergi.
" Dini...Tunggu ibu.." ucap Ayu sambil berjalan cepat.
Dini menghentikan langkah kakinya.
" Kenapa ibu tidak memberitahuku bila bu Tika sudah menikah?" ucap Dini.
" Maafin ibu...Ibu sengaja tidak memberitahu agar Tika memberitahukanmu .." ucap Ayu.
Dini lanjut berjalan lagi,di dalam hatinya sangat marah terhadap Kartika yang tidak memberi kabar selama berbulan - bulan.
" Ibu jangan mengikutiku terus...." ucap Dini.
" Ibu khawatir denganmu ...Kamu ini wanita .Jika ada apa - apa bagaimana?" ucap Ayu.
Di belakang Ayu ada 2 pengawal yang mengikuti.
" Ibu bukan siapa - siapa aku,dan aku juga sudah besar. Aku bisa menjaga diri..." ucap Dini.
__ADS_1
Dini berjalan cepat,lalu berlari menyebrangi jalan raya.
Karena tak melihat kiri kanan,Ada sebuah truck melaju kencang.
BRAAAAKKK......Dini tertabrak truck yang melaju kencang.
" DINI...AWAAASSSS...." teriak Ayu saat Dini belum tertabrak.
Truck yang menabrak Dini tak berhenti,truck itu terus malaju kencang.
Seorang pengawal menghentikan pengendara motor yang melintas,lalu meminta tolong untuk mengejar truk yang telah menabrak Dini.
Ayu berjalan ke arah Dini yang tergeletak di aspal.
Para pengendara yang lewat berjalan perlahan karena pengawal memberi kode untuk memperlambat laju kendaraan.
Saat Ayu sudah sampai,di tempat Dini.
" Panggil panggil yang lain untuk membawa mobil....Cepat .." ucap Ayu melihat Dini bersimbah darah.
Pengawal segera saja menghubungi rekannya yang berada di rumah Hana untuk datang membawa mobil.
Di rumah Hana.
Imam menghampiri Kartika yang masih terduduk menangis.
" Sayang ..Jangan bersedih terus ..Nanti anak kita juga ikut sedih." ucap Imam berusaha membujuk Kartika.
" Mas ... Aku gak bisa tenang jika aku masih bersalah mas ..Hiks...Hiks...Hiks.." ucap Kartika.
Seorang pengawal datang .
" Maaf pak..Bu ..Saya mengganggu, ada kabar dari bu Ayu jika cewek yang di ikutinya tertabrak truck.." ucap pengawal
Kartika berdiri.
" Mas ...Kita segera ke sana mas..." ucap Kartika .
" Ayoo...."
" Mbah putri mau ikut?" ucap Imam bertanya ke Hana.
" Iya...." ucap Hana.
Kartika pun pergi bersama Imam dan Hana .
Setibanya di rumah sakit,Kartika menghampiri Ayu .
" Bagaimana keadaan Dini bu..." ucap Kartika.
" Nyawanya tidak dapat di selamatkan..Dini menghembuskan nafasnya saat perjalanan kerumah sakit .." ucap Ayu.
Kartika masuk kedalam ruangan,lalu membuka penutup kain yang menutupi tubuh Dini yang tak bernyawa lagi.
Kartika sangat sedih dan terpukul. Ia tak dapat mengeluarkan air matanya,karena seharian ia menangis. Tiba - tiba pandangan Kartika kabur,lalu pingsan .
Imam yang berada di samping Kartika melihat istrinya pingsan langsung menahan tubuh Kartika.Lalu membopong tubuh Kartika.
Di sisi Arjuna.
Nampak Arjuna duduk sambil menghapus foto Kartika yang ada dalam galeri ponselnya.
Nurmala datang sambil membawa cemilan,lalu duduk di samping Arjuna.Ia melihat Arjuna sedang menghapus foto kakaknya.
" Buka mulutmu yank..." ucap Nurmala sambil menyodorkan makanan ke mulut Arjuna.
Arjuna membuka mulutnya,lalu Nurmala memasukkan makanan yang ada di tangannya.
" Apakah ada obat awet muda yank?" ucap Arjuna sambil menghapus foto.
" Ada....Tapi mahal yank...." ucap Nurmala.
" Ooo...Begitu ..Pantesan aja..." ucap Arjuna.
" Pantesan kenapa yank...?" ucap Nurmala.
" Aku melihat bu Hana neneknya Imam wajahnya masih nampak muda. "
" Biasanya kan sudah ada keriputnya..." ucap Arjuna.
" Kalau di rawat ya gak bakalan yank..." ucap Nurmala.
Tiba - tiba ponsel Nurmala bergetar. Nurmala mengambil ponselnya lalu melihat nama Tika menelpon.
Nurmala mematikan panggilan tersebut.
Ponsel Nurmala kembali bergetar lagi,Nurmala melihat ke layar nama kakaknya menelpon. Nurmala mematikan lagi hingga tiga kali.
Kemudian muncul pesan. Nurmala melihat pesan tersebut dan tersentak kaget ,sebab isi pesan itu memberitahu bahwa Dini meninggal karena kecelakaan.
" Yank...." ucap Nurmala.
" Iya..." ucap Arjuna.
" Dini yank.." ucap Nurmala.
Arjuna menoleh.
" Mbakku kenapa?" ucap Arjuna.
" Kecelakaan..."
Ponsel yang di pegang Arjuna terlepas.
Lalu berdiri dan berlari.
Nurmala segera menyusul Arjuna.
" Sayang ..Tunggu aku...Aku ikut..." ucap Nurmala.
__ADS_1
" Cepetan yank..." ucap Arjuna.