ARJUNA

ARJUNA
TIBA DI RUMAH SAKIT


__ADS_3

Di rumah Sugeng.


Nampak beberapa orang berdatangan untuk melayat. Karena Ki Sugeng meninggal. Beberapa polisi juga ada di sana.


#Flasback On.


Malam hari.


Polisi mendapat laporan dari anaknya Ki Sugeng bahwa ayahnya di bunuh. Mendapat laporan itu,polisi segera meluncur ke TKP. Sesampai di rumah Ki Sugeng. Polisi bertemu dengan anaknya ki Sugeng,lalu mereka masuk ke dalam rumah. Di dalam sebuah ruangan,polisi melihat mayat tergeletak bersimbah darah,lalu mereka memasang garis polisi dan menanyakan perihal kematian Ki Sugeng.


" Begini pak...Tadi itu terdengar suara genteng pecah,lalu kami mencari sumbernya. Pas masuk ke dalam ruangan bapak,aku melihat bapakku tergeletak di lantai,terus ada darah keluar..." ucap pria yang merupakan anak ki Sugeng.


" Apakah bapak anda sedang bersama tamu atau sendirian di kamar itu " ucap polisi.


" Bapak sendirian aja pak...Tidak ada tamu di kamar itu...Hanya pak Yoga saja yang ada di ruang tamu..." ucap pria tersebut.


" Pak Yoga itu siapa?" ucap polisi.


" Yoga itu merupakan klien bapakku pak,biasa dia datang kemari..." ucap pria itu.


" Ada di mana dia?" ucap polisi..


" Itu orangnya pak" ucap pria itu sambil menunjuk ke arah Prayoga.


Polisi itu menghampiri Prayoga,lalu mempertanyakan peristiwa apa saja yang terjadi sebelum dan setelah ki Sugeng terbunuh.


" Begini pak,aku itu datang lalu mengobrol dengan Ki Sugeng,setelah itu Ki Sugeng pergi masuk ke dalam ruangan. Nah...Mungkin lima belas menit atau sepuluh menit lah pak,ada suara genteng pecah,terus gitu aku mendengar keributan. Gak tahunya Ki Sugeng telah mati terbunuh .." ucap Prayoga.


" Apakah sodara yakin jika pak sugeng masuk sendirian?" ucap polisi.


" Yakin pak,setelah itu saya memainkan ponsel saya pak. Tidak memperhatikan lagi" ucap Prayoga.


# Flasback off.


Sebuah mobil hitam berhenti,lalu keluar 3 orang pria,salah satunya sudah lanjut usia.


Keluarga Ki Sugeng melihat 3 pria itu datang lalu menyambutnya.


" Siapa yang membunuh Sugeng?' ucap pria tua.


"Aku gak tahu mbah....Katanya pak Yoga,dia memberi tahu bahwa target pak Yoga masih sehat...Lalu bapak segera masuk ke dalam..Gak lama terdengar suara genteng pecah,kita mencari asal suara tersebut,pas masuk ruangan bapak,kita melihat bapak tergeletak dan sudah meninggal mbah .." ucap anaknya Ki Sugeng.


# Di sisi Arjuna.


Arjuna mengambil ponselnya,kemudian mengirim pesan ke Liana,bahwa dirinya sedang keluar sekolah karena ada perlu.


Sejam kemudian.


" Rumah sakitnya di mana pak? Kok belum sampai - sampai..." ucap Arjuna.


" Di Jakarta mas...." ucap pria itu.


" Waasssuuu......Kenapa gak bilang kalau di jakarta ..." ucap Arjuna.


" Maaf,lupa ngasih tahu .." ucap pria itu.


" Nanti setelah pulang sekolah aja pak....Kita kembali ke sekolah..." ucap Arjuna.


" Kalau bu Ayunya kenapa - kenapa gimana mas? Nanti mas menyesal loh..." ucap pria itu.


" Aku mikirin pacarku ..Dia pulang sama siapa,soalnya ..." ucap Arjuna tak melanjutkan ucapannya karena Ponsel Arjuna bergetar panjang.


" Mas tenang saja...Kita akan menjemput pacarnya mas saat pulang ." ucap pria itu.


Arjuna melihat ke layar,Liana menelpon.


" Halloo..." ucap Arjuna.


" Sayang pergi kemana" suara Liana.


" Rumah sakit yank..." ucap Arjuna.


" Rumah sakit mana? Siapa yang sakit?apakah mantan mas yang sakit?" suara Liana.


" Jakarta,yang sakit bu Ayu,dia masuk rumah sakit. Mukanya pucat dan seseorang mendatangiku,menunjukkan video bu Ayu. Karena kasihan,aku datangi saja. Setelah itu aku kembali lagi..." ucap Arjuna


" Jauh betul yank ..Terus sayang pulangnya gimana? " suara Liana


" Aku aja gak tahu,pas sudah di jalan kok gak sampe - sampe,ku tanyain kenapa gak sampai - sampai,rupanya ada di Jakarta rumah sakitnya,tak pikir dekat aja . Nanti sayang pulangnya naik mobil Grab aja ya..." ucap Arjuna.


" Gak usah yank...Nanti aku minta di jemputin. Sayang serius kan yang sakit itu bu Ayu,bukan mantan sayang atau sayang menemui mantan sayang" suara Liana.


" Iya ...Aku serius,nanti tak foto ketika aku sampai..." ucap Arjuna.


" Iya...Ya sudah kalau gitu yank....Jika mau pulang WA aku ya.." suara Liana.


" Iya sayang..." ucap Arjuna.


Panggilan berakhir.


" Semoga aja gak ada Kartika dan bu Hana ucap Arjuna dalam hati.


" Bapak ini keluarganya pak Bayu apa bukan?" ucap Arjuna.


" Bukan mas,saya hanya pengawal. Kalau gak percaya ini kartu tanda pengenal saya mas .." ucap pria itu lalu memberikan kartu tanda pengenal.


Arjuna menerima dan melihat kartu tersebut .


" Jiangkreek....Ternyata dia anggota TNI...." ucap Arjuna dalam hati lalu mengembalikan kartu tersebut.


Setiba di Jakarta.


Mobil yang di tumpangi Arjuna keluar dari gerbang tol,kemudian beberapa kendaraan menghampiri mobil tersebut,salah satunya ada mobil patwal yang berada di depan.


Terdengar suara sirine mobil polisi.

__ADS_1


" Jiangkreek....Seperti pejabat aja..." ucap Arjuna dalam hati.


Karena di kawal polisi,rombongan mobil yang membawa Arjuna dapat dengan mudah menembus kemacetan di jalan raya.


Setelah sampai di rumah sakit,pintu di buka salah satu pria yang memakai jas hitam dan memakai kaca mata.


Arjuna melepas sabuk pengaman,lalu keluar dari mobil.


" Mari mas...Ikut saya..." ucap pria yang membawa Arjuna.


Arjuna mengikuti pria tersebut. Ia melihat suasana di dalam rumah sakit lumayan ramai.


Sesampai di depan pintu ruang rawat inap.


" Silahkan masuk mas...Bu Ayu ada di dalam.." ucap pria itu.


Arjuna mendorong pintu,kemudian masuk. Ia melihat Ayu istri Bayu terbaring dan melihat seorang wanita berjilbab dan bercadar duduk di sofa. Wanita itu adalah Diana istri Bayu.


Diana menghampiri Ayu.


" Kak...Ini Arjuna sudah datang .." ucap Diana.


Arjuna berjalan ke arah Ayu.


Ayu membuka mata.


" Ada di mana dia Na..." ucap Ayu dengan suara paraunya.


Arjuna berhenti di samping ranjang dan menatap bu Ayu. Ia merasa iba melihat kondisi bu Ayu saat ini,berbeda dengan sebelumnya,ia pikir tadi bu Ayu hanya berpura - pura sakit saja.


" Aku memaafkanmu bu.." ucap Arjuna.


Ayu menoleh ke samping.


" Arjuna...Anakku..." ucap Ayu lalu mengeluarkan air matanya. Ia sangat merindukan Arjuna.


" Maafkan kesalahan kami Arjuna..." ucap Diana.


" Kenapa kalian membuangku?" ucap Arjuna.


" Ibumu tidak membuangmu...Kamu tertukar dengan bayi lain Arjuna..." ucap Diana.


Ayu perlahan bangkit,awalnya tak ada semnagat hidup lagi karena Arjuna membenci dirinya,kini ada kekuatan di dalam dirinya karena Arjuna telah memaafkan kesalahannya.


" Arjunaaa...." ucap Ayu.


" Jujur....Aku masih membencimu bu...Tapi aku gak tega melihat kondisimu seperti ini..." ucap Arjuna.


" Ibu minta maaf Arjuna ..." ucap Ayu.


" Aku sudah memaafkanmu bu...Tapi jika ibu menginginkan aku tinggal bersamamu.. Maaf,aku tak bisa. Jika memaksa,aku akan pergi jauh dari sini..." ucap Arjuna.


Ayu perlahan menggeser tubuhnya,lalu turun dari tempat tidur. Diana yang melihat Ayu hendak turun,langsung berlari ke arah Ayu,dan membantu Ayu.


Ayu memeluk Arjuna. Arjuna diam saat di peluk. Lalu mencium pipi Arjuna kemudian memeluk lagi.Rasa rindunya yang selama ini Ayu rasakan telah terobati. Ia bertemu dengan Arjuna dan bisa memeluk Arjuna.


" Boleh saja menemuiku,tapi hanya ibu saja yang menemuiku,dan jangan mengaku bila aku ini anakmu..Karena ibuku telah meninggal..." ucap Arjuna.


Ayu melepas pelukannya.


" Ibu ingin ikut bersamamu..." ucap Ayu.


" Tidak...Aku tidak mau...Kalau kamu ngotot ikut denganku,kerisku akan membunuhmu juga semua keluargamu.." ucap Arjuna.


" Kamu tega membunuh ibu kandungmu sendiri? Sebelum kamu membunuh Ayu,aku akan membunuhmu lebih dulu,aku tak peduli kamu darah daging suamiku.." ucap Diana marah.


" Sudah dek...Biar aku saja..."


" Baiklah...Ibu tidak akan ikut bersamamu..." ucap Ayu.


" Bagus..."


" Jangan hubungi aku...Aku akan menghubungimu. Bila ingin bertemu,jangan mendatangiku...Kita ketemunya di luar saja,dan jangan panggil aku anakmu. Panggil nama saja. Aku gak mau menerima pemberian darimu atau suami bangsatmu bahkan keluargamu. Karena aku bukan anakmu..." ucap Arjuna.


" Juna....Kamu itu anaknya Bayu...." ucap Diana.


" Kamu diam ,aku gak bicara denganmu dan aku akan membunuhmu bila bicara lagi..." ucap Arjuna.


" Diana...Diam Lah,biar aku yang bicara..."


" Jika itu keinginanmu,ibu akan mengabulkannya..Asal ibu bisa bertemu denganmu nak..." ucap Ayu.


" Ya sudah kalau begitu...Aku mau kembali ke sekolahan ." ucap Arjuna lalu berjalan.


" Tunggu dulu Arjuna..."


Arjuna menghentikan langkahnya.


" Bagaimana ibu bisa menemuimu lagi?" ucap Ayu.


" Apakah nomormu masih sama seperti dulu?" ucap Arjuna tanpa menoleh ke Ayu.


" Iya masih..." ucap Ayu.


" Nanti aku hubungi ,dan jangan menghubungiku bila aku tak ada menghubungimu..." ucap Arjuna.


" Kapan kamu menghubungi ibu..?" ucap Ayu.


" Heemmm..Akhir bulan,semoga lekas sembuh bu..." ucap Arjuna lalu berjalan lagi.


Di saat akan membuka pintu,pintu terbuka dengan sendirinya lalu. Arjuna melihat Bayu yang mendorong pintu.


" Arj..." ucap Bayu tak sempat menyelesaikan ucapannya Arjuna memukul perutnya.


Buuuugghh.... Arjuna memukul Bayu di bagian perut.

__ADS_1


" Menyingkir atau aku membunuhmu..."


Bayu menyingkir sambil menahan rasa sakitnya.


" Jika aku melihatmu lagi,aku membunuhmu..." ucap Arjuna.


Diana baru saja membantu Ayu langsung berlari ke arah Arjuna hendak menyerangnya.


Arjuna melihat ke arah Diana,ia menggunakan ilmu Harimaunya lalu melesat dan mencengkram leher Diana.


Diana tak sempat menghindar,ia mencoba melepaskan diri dari cengkraman Arjuna.


" Arjuna...Jangan nak...Lepaskan Diana.." ucap Ayu.


" Aku sebenarnya gak mau menyakiti wanita,tapi berhubung kamu salah satu penyebab mbakku meninggal,aku tak peduli..." ucap Arjuna.


Diana menendang dada Arjuna ,namun tendangan Diana tak membuat Arjuna goyah.


Bayu segera berlari ke arah Arjuna untuk menyelamatkan Diana.


Arjuna melepaskan cengkeramannya ,lalu menendang dada Bayu.


Buuuugghhh..... Bayu termundur dan terjatuh ke lantai.


Uhuuuuk....Uhuuuuk....Uhuuuk.... Diana terbatuk - batuk,sebab tadi ia tak bisa bernafas saat di cengkram oleh Arjuna.


Arjuna hendak menyerang Bayu kembali,namun mendengar suara seperti orang terjatuh ke lantai, Arjuna menoleh ke arah Ayu.


" Cukup nak...Jangan berkelahi..."


4 pengawal muncul dari pintu masuk.


" Ibu mohon padamu Arjuna,jangan berkelahi..." ucap Ayu sambil berusaha berdiri dari lantai karena ia terjatuh.


" Baiklah.... Jika ibu bertemu denganku..Harus sendirian tanpa di temani seseorang pun,termasuk si BANGSAT itu( Arjuna menunjuk Bayu" ucap Arjuna lalu pergi meninggalkan ruangan tersebut.


Bayu berdiri lalu menolong Diana.


" Aku gakpapa...Bantulah Ayu sayang..." ucap Diana.


" Apakah sayang terluka?" ucap Bayu.


" Tidak...Tadi hanya sesak nafas saja " ucap Diana.


Bayu menghampiri Ayu,kemudian merebahkan Ayu di ranjang.


" Aku mau masuk,tadi aku lupa foto..." suara Arjuna.


Diana berjalan ke pintu.


" Pergi kamu sana...Jangan kembali lagi" ucap Diana.


" Aku gak peduli,jika kamu halangi jalanku,aku membunuhmu" ucap Arjuna.


" Biarkan dia masuk..." suara Ayu.


Diana memberi jalan. Arjuna masuk ke dalam kemudian memfoto Ayu yang terbaring di ranjang.


" Aku tadi janji akan memfoto orang yang aku temui pada pacarku..." ucap Arjuna lalu berjalan.


" Jika kamu mencelakai keluargaku lagi..Aku akan bertindak tegas,meskipun itu harus membunuhmu..Aku gak peduli bahwa yang ku bunuh adalah darah dagingku sendiri." ucap Bayu marah sambil menatap Arjuna yang berjalan. Ia tak terima Arjuna mencekik leher Diana hingga kesakitan dan sulit bernafas.


Arjuna menghentikan langkahnya,lalu menoleh ke Bayu.


" Kalau mau sekarang.."


"Ayo...Aku akan meladenimu.."


" Sampai kiamat pun,aku gak akan menganggap kamu itu bapakku.. "ucap Arjuna sambil menatap Bayu.


Kumala Sari muncul di samping Bayu.


Tak sampai 5 detik,10 prajurit Nyi Loro Kidul muncul di belakang Arjuna.


" Rupanya Nyi Loro Kidul selalu mengawasi Arjuna..." ucap Bayu dalam hati.


" Shujin...Jangan sayang,bila kamu menyakiti dia. Aku tidak akan memaafkanmu..." ucap Ayu.


Bayu berjalan pelan ke arah Arjuna.


Arjuna mengantongi ponselnya,dan siap melawan Bayu.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


BERSAMBUNG.


__ADS_2