ARJUNA

ARJUNA
BEJO MEMBANTU BAYU


__ADS_3

Sejak Hana pergi mengikuti Arjuna. Bayu berjuang keras untuk menemukan di mana ibunya berada.


Nampak Bayu duduk di teras rumah yang ada di Jogja menanti kabar tentang ibunya. Sudah 6 hari ibunya belum di temukan.


Terdengar suara nada dering panggilan masuk. Bayu mengambil ponselnya yang ia letakkan di samping. Nampak nama Bejo muncul.


" Halo kang..." ucap Bayu.


" Kamu lagi ada di mana sekarang Bay?" suara Bejo.


" Di rumah..." ucap Bayu.


" Rumah mana?" suara Bejo .


" Jogja yang dekat rumah ibuku..." ucap Bayu.


" Oke...Jangan ke mana - mana,aku mau ke sana..." suara Bejo.


Panggilan berakhir.


Sulis datang menghampiri Bayu.


" Mas gak kerja?" ucap Sulis.


" Enggak...Semua jadwal aku undurkan dulu,pusing aku yank..." ucap Bayu.


Sulis duduk di samping Bayu lalu memberikan teh Kotak.


" Di minum dulu mas..." ucap Sulis.


Bayu menerima,kemudian meminum teh Kotak.


5 menit sebelum Bejo datang.


Ponsel Bayu berdering nada panggil.


Bayu duduk bersama Diana meraih ponselnya.


Nampak panggilan dari komandan pasukan pengawal.


Bayu menerima panggilan tersebut .


" Hallo..." ucap Bayu.


" Assalam mu'alaikum pak...Maaf mengganggu.." suara pria


" Wa'alaikum salam...Apakah anda berhasil menemukan Arjuna?" ucap Bayu.


" Benar sekali pak...Kami menemukan Arjuna.." suara pria.


Bayu berdiri.


" Di mana mereka?" ucap Bayu


" Mereka di Trenggalek pak..." suara pria.


" Oke...Jangan sampai anda kehilangan jejak dan jangan dekati mereka...Aku akan segera ke sana.." ucap Bayu. Lalu mematikan panggilan.


" Apakah ibu sudah di temukan yank?" ucap Diana.


" Sudah...Aku akan pergi ke sana..." ucap Bayu.


" Aku ikut..." ucap Diana.


" Jangan ...Lebih baik sayang di sini. Aku takut kamu di serang Arjuna lagi..." ucap Bayu.


" Kulon nuwon...." suara Bejo.


" Langsung masuk aja kang,gak aku kunci..." ucap Bayu nyaring.


Muncul Bejo dengan ciri khasnya seperti ayah tirinya. Yakni baju khas jawa,dan memakai blankon.


Bejo menghampiri Bayu lalu bersalaman.


" Tak pikir kowe nang Jakarta..." ucap Bejo.


" Maaf kang...Aku mau pergi dulu..." ucap Bayu.


" Diampuut...Aku baru datang moso kowe lungo( pergi) seh ." ucap Bejo.


" Arjuna sudah ketemu .." ucap Bayu.


" Di mana?" ucap Bejo.


" Trenggalek...Ini aku mau ke sana" ucap Bayu.


" Aku ikut..." ucap Bejo.


Mereka berdua akhirnya pergi ke Trenggalek.


Bayu duduk di samping Bejo .


" Bay...Dari ceritamu itu...Aku saranin jangan menemui Arjuna.." ucap Bejo.


" Kenapa bisa begitu kang?" ucap Bayu.


" Arjuna masih marah denganmu,biar aku saja yang menemui Arjuna. Aku akan membujuk dia. "


" Lagian...Dia kejawen,aku juga kejawen.."


" Bila kamu maksa terus kerisnya Arjuna menyerangmu atau ibumu yang menghajarmu lagi gimana?" ucap Bejo .


" Iya juga seh ... "


" Tapi aku akan mengatakan ke dia,jika tidak segera mengembalikan ibuku,aku akan membuat hidupnya di hantui kecemasan..."ucap Bayu.


" Arjuna cemas...Ibumu juga cemas Bayu...Apa kamu gak mikirin ibumu?" ucap Bejo.


" Ya mikir lah kang..." ucap Bayu.


" Makanya itu...Biar aku yang mengahadapi Arjuna..." ucap Bejo.


" Apa sampeyan sanggup melawan kerisnya?" ucap Bayu.


" Aku gak sanggup melawan kerisnya. Tapi aku sanggup meladeni obrolan Arjuna.." ucap Bejo.


" Maksudnya?" ucap Bayu.


" Kan kamu tahu sendiri..Aku itu sering mengobrol dengan tetanggaku,baik yang seusiaku,maupun seperti Arjuna. "


" Jadi aku tahu sifat - sifat mereka...Gak sepertimu..Tahunya buku,pulpen,telpon komputer...Ya kan ." ucap Bejo.


" Enak aja...Aku juga sering berbaur sama karyawanku..." ucap Bayu.


" Tapi mereka diam saja kan,gak seperti Daniel,Bimo yang suka ceplas ceplos. Gak peduli kamu ini bosnya..." ucap Bejo.


" Ya mereka kan sahabatku kang .." ucap Bayu.


" Aku gak ada bersahabat dengan anak - anak remaja. Tapi karena aku sering bertemu ,jadi ya mereka mengganggapku itu sebagai panutan mereka,meskipun kadang keluar kata - kata mutiara dari mulut mereka. "


" Begitu ada gotong royong,atau ku suruh,mereka gak ada yang menolak, paling cuman omongannya aja. Jancook..Aku masih maen mbah. Ya aku jawab aja. Besok warga makan ayam di rumahmu.. Dia langsung berhenti maen dan menuruti ucapanku.." ucap Bejo.


" Jancook....Itu namanya ngancam suu wassuu..." ucap Bayu. Bayu tahu maksud makan ayam di rumah pemuda itu,yakni Bejo mengancam akan menyantetnya.Tapi Bejo tidak akan melakukannya,hanya untuk menakut - nakuti saja.


" Ha...Ha...Ha...Ha...Ha...Ha...Ha..." Bejo tertawa.


" Apa yang Arjuna suka?" ucap Bejo.


" Hemm..Kembang kang" ucap Bayu.


" Kembang apa?" ucap Bejo.


" Ya macem - macem...Mawar ,melati,tulip, anggrek gitu kang" ucap Bayu.


" Selain kembang" ucap Bejo.


" Kembang mawar sama melati kang" ucap Bayu.


" Diamput...Selain kembang weduss..." ucap Bejo.


" Di makan..." ucap Bayu.


" Haah...Maksudmu dia suka makan kembang?" ucap Bejo.


" Iya kang..."


" Aku berencana jika rencana pertama gagal,akan menggunakan rencana terakhir," ucap Bayu.


" Kamu mau meracuni Arjuna?"


Bayu menganggukkan kepala.


" Gendeeeeng...."


" Jika ibumu ikut makan gimana?" ucap Bejo.


" Gak bakalan ibuku juga makan kang..." ucap Bayu.


" Bila Arjuna menyuruh ibumu makan,atau ibumu juga ikut makan gimana?"


Bayu terdiam,ia tak sampai mikir hal tersebut.


" Jangan gegabah...'


" Benar kata mbah Zhang...Kamu itu sering gak berpikir panjang..." ucap Bejo.


" Ya maaf,aku gak mikir sampe situ kang.." ucap Bayu.


" Rencana terakhirmu gak usah kamu laksanakan jika ibumu masih bersama Arjuna. Tapi apa kamu tega melakukannya? Dia darah dagingmu.. Di akhirat nanti kamu akan mempertanggung jawabkan apa yang kamu lakukan" ucap Bejo.


" Itu jalan satu - satunya kang...Aku gak mau Arjuna melakukan hal yang tidak - tidak pada ibuku.." ucap Bayu.


" Apakah kamu sudah mencoba mendekatinya... " ucap Bejo.


" Sudah..Dan itu selalu gagal.." ucap Bayu.


" Sudah pernah menyamar jadi orang lain?" ucap Bejo.


" Sudah...Dia tahu itu aku,padahal suaraku sudah aku ubah seperti suara cewek, dan aku memakai masker dan penutup kepala dari jaketku." ucap Bayu.


" Sering nonton film Drakor apa enggak?" ucap Bejo.


" Aku gak suka film drakor kang..Kecuali film perang atau berantem..." ucap Bayu.


" Aku pernah menonton film drakor bersama Seruni( anak Bejo)."


" Nah ..Di film itu ada seorang pria yang menyukai seorang gadis tapi dia ada membuat kesalahan sehingga gadis itu membencinya, terus dia melakukan segala cara,salah satunya menyamar sebagai guru.."


" Gadis itu kaget..Orang yang benci ternyata menjadi gurunya. Awalnya orang itu menemui jalan buntu. Namun perlahan dia mendekatinya dengan memberikan perhatian . Lama kelamaan rasa marah gadis itu hilang,terus mereka jatuh cinta.." ucap Bejo.


" Kang...Arjuna itu cowok,dan dia anakku...Masa iya Arjuna jatuh cinta sama aku.." ucap Bayu.


" Juancook..."


" Yang nyuruh kamu mendekati Arjuna agar Arjuna jatuh cinta ke kamu itu siapa?" ucap Bejo.


" Lah...Cerita sampeyan tadi tentang film Drakor." ucap Bayu.


" Maksudku itu,kamu menyamar jadi guru,terus berikan dia pemahaman arti dari memaafkan...orang yang bersalah. Kan kamu jebolan pondok pesantren,jadi kamu bisa memberikan wejangan..." ucap Bejo.


Bayu terdiam,ia memikirkan ucapan Bejo yang barusan. Memang selama ini dirinya sangat sibuk mengurusi perusahaannya. Bila bertemu dengan Arjuna bisa di hitung jari.


" Nanti aku coba kang .." ucap Bayu.


" Bagus...Nanti serahkan kepadaku..Aku akan menaklukkan Arjuna tanpa setetes keringat..." ucap Bejo.


" Preeeet....Paling sampeyan kena omelan dan cacian..." ucap Bayu.


" Ngenyeeek( menghina)... Taruhan kah,kalau aku bisa menaklukkan Arjuna.?" ucap Bejo.


" Ayooo...Taruhan apa?" ucap Bayu.


" Kalau aku bisa naklukin Arjuna,kowe rabi maneh..."ucap Bejo.( Kamu menikah lagi).


" Juancoook...."


" Bojoku muring - muring yen aku rabi maneh.." ucap Bayu.( Istriku marah - marah kalau aku nikah lagi).


Pengawal dan supir mendengar ucapan mereka menahan tawa sekuat tenaga..


" Guyu wae ora popo pak...Jan wedus iki pengen jaluk rabi maneh nanging ora wani kondo mbek bojone.." ucap Bejo ( tertawa saja tidak apa - apa pak..Memang kambing ini minta nikah lagi,akan tetapi tidak berani bilang ke istrinya)


" Kalian diam aku pecat...." ucap Bayu.


" Ha....Ha....Ha....Ha...Ha ..Ha...Ha ..Ha..." pengawal dan supirnya tertawa.


" Jancook...." ucap supir dalam hati.


" Urip kok serius terus to....Santai wae lah..." ucap Bejo.


# Esok harinya


Bejo dan Bayu tiba di Trenggalek kemudian menginap. Pagi harinya mereka meluncur ke tempat Arjuna berada.


" Mampir dulu beli kembang .." ucap Bejo.


" Buat siapa kang?" ucap Bayu.


" Buat calon istri adekku yang guanteng dewe..." ucap Bejo.


" Juancok...Wasssu..." ucap Bayu.


" Ya buat Arjuna lah..." ucap Bejo.


Mereka pun mampir membeli kembang. Setelah itu meluncur ke tempat Arjuna.


" Pak...Mereka pergi meninggalkan hotel..." ucap pengawal yang duduk di samping supir.


" Iya...Kita ikuti saja mereka .." ucap Bayu.


Bejo mendekatkan wajahnya ke telinga Bayu.


" Bay...Kalau mereka di hotel,berarti mereka ngentuu...Terus ibumu hamil. Gimana?" ucap Bejo pelan.


" Aku akan membunuhnya" ucap Bayu pelan.


" Jangan....Berikan dia kesempatan Bay..." ucap Bejo pelan.


Bayu menghela nafas.


" Entahlah kang .." ucap Bayu.


" Jangan buru - buru ambil tindakan,sebelum menyesal."


" Arjuna itu hampir sama sepertimu..."


" Apa bila ada yang mengusik,maka di habisi,bedanya cuman Arjuna masih ada rasa belas kasih terhadap orang yang sudah baek dengannya. Jika sebelumnya kamu gak baik sama dia,aku jamin kamu bakalan mati di tangan Arjuna. Tak hanya kamu di habisi,istrimu,ibumu,anak - anakmu juga di bunuh oleh Arjuna..." ucap Bejo.


Bayu diam tak menjawab,apa yang di katakan Bejo memang benar,bisa saja Arjuna membunuh dirinya. Ia pun teringat saat pertama kali bertemu dengan Arjuna.


Arjuna nampak senang dan bahagia bersama Kartika dan Nurmala juga bersama kakaknya. Jika saja ia tahu bahwa Arjuna mencibtai Kartika dan Arjuna anak kandungnya,pasti ia akan melarang Imam untuk menikahi Kartika. Namun semua itu tidak bisa terulang kembali.


Bayu menghela nafasnya.


" Jika aku tahu Arjuna adalah anakku,aku akan melarang Imam melamar Kartika..." ucap Bayu.


" Kalau bertemu dengan Arjuna,kamu mengalah saja,kamu di pukul jangan melawan. Anggap saja itu hukuman,karena kamu bersalah. " ucap Bejo.


" Kalau aku mati gimana kang?" ucap Bayu.

__ADS_1


" Mati ya di kubur ..Gitu aja kok repot" ucap Bejo.


" Juancoooook...." ucap Bayu.


" Arjuna tidak akan membunuhmu bila kamu tidak melawan. Jika melawan,maka dia akan makin beringas..."


" Oh iya...Kamu punya fotonya Arjuna?" ucap Bejo.


Bayu menunjukkan foto Arjuna di ponselnya.


" Ini kang..." ucap Bayu.


Bejo melihat foto Arjuna sekilas mirip Imam.


" Mirip Imam...Tapi lebih ganteng Arjuna..." ucap Bejo.


" Namanya juga adek kakak kang .." ucap Bayu.


" Kamu ada hipnotis Kartika gak Bay?" ucap Bejo.


" Untuk apa aku hipnotis menantuku kang?" ucap Bayu


" Ya untuk nanyain,apakah Kartika masih mencintai Arjuna apa enggak. Jika di suruh milih. Antara Imam atau Arjuna jika dia tahu bahwa Arjuna itu anakmu gimana jawaban Kartika..." ucap Bejo.


" Males kang....Itu urusan pribadinya dia..." ucap Bayu.


" Kalau menurut penerawanganku... Kartika masih mencintai Arjuna..." ucap Bejo.


" Kenapa bisa begitu?" ucap Bayu.


" Ya karena Arjuna selalu ada di rumah menemani Kartika, Kalau Imam jarang di rumah karena pekerjaan di kantor, ke dua Arjuna selalu memberikan perhatian dan kasih sayang ke Kartika setiap hari. Imam hanya saat di rumah saja,itu pun bisa di hitung berapa jam. Hanya hari libur saja Imam memberikan perhatiannya ke Kartika." ucap Bejo.


" Namanya juga tanggung jawab kang...Selalu ada resiko di tanggung dalam mencari nafkah"


" Aku aja kalau di suruh milih,Pilih jadi bos perusahaan atau pilih jadi petani. Aku pilih petani kang... Pagi ke sawah,malamnya ngajarin ngaji..." ucap Bayu.


" Podo Bay...."


" Kamu aja nawarin masuk kerja di kantoran ku tolak,meskipun aku jadi bos. Berangkat pagi pulang sore,belum lagi ada masalah. Bisa tengah malam pulangnya. Kalau jadi petani enak. Pagi berangkat,siang bisa pulang terus momong anak..." ucap Bejo.


Bayu mendapat kabar bahwa Arjuna berhenti di warung makan,ia segera menuju ke tempat tersebut.


Setelah sampai di warung makan.


" Kamu jangan ikut turun,biar aku saja yang ke sana...." ucap Bejo.


Bejo keluar dari mobil,lalu berjalan ke warung makan sambil membawa bungkusan plastik berisi bunga mawar dan melati.


Setelah masuk di warung makan,Bejo melihat Arjuna sedang menyuapi seorang wanita cantik,di depannya ada wanita cantik rambutnya panjang,memakai rok selutut,baju lengan pendek. Pundaknya kelihatan membuka mulutnya saat Arjuna menyodorkan makanan.


" Masa seh itu bulek Hana..." ucap Bejo dalam hati saat melihat Hana.


Bejo memesan makana dan minuman. Lalu duduk di meja sebelahnya Bayu


Sambil menunggu pesanannya jadi,Bejo membuka plastik yang ia bawa. Lalu mengambil beberapa kelopak bunga mawar,kemudian memakannya.


Arjuna melihat ke arah Bejo.


" Kirain aku aja yang suka makan kembang," ucap Arjuna dalam hati.


" Mass....Habis ini kita kemana?" ucap Hana.


" Heemm...Kediri dek.." ucap Arjuna.


" Gimana kalau kita cari rumah aja mas ..." ucap Hana.


" Iya...Kita cari rumah di Kediri...Mau gak dek?" ucap Arjuna.


Hana menyuapi Arjuna.


" Iya mas...Aku mau. Yang penting mas jangan ninggalin aku" ucap Hana.


Sesekali Bejo melirik ke Arjuna.


" Apakah bu Hana terkena pelet ya? " ucap Bejo dalam hati.


" Romantisnya....Pengantin baru ya mas..." ucap Bejo mengawali percakapan dengan Arjuna.


" Iya dong mbah...." ucap Bayu.


Hana melihat ke arah Bejo lalu melihat ke Arjuna.


" Kenapa bulek Hana diam aja ya saat melihatku tadi..." ucap Bejo dalam hati penasaran. Biasanya jika bertemu,pasti menyapa.


" Kalau mbah lihat dan terawang...Masnya bukan orang sini ya.." ucap Bejo.


" Mbah dukun ya...?" ucap Arjuna.


" Bukan...Aku bukan dukun...Aku cuman bisa menerawang..." ucap Bejo.


" Ooo...Begitu...Mbah bisa nerawang empat angka gak? " ucap Arjuna.


" Bisa....Tapi soal tembus dan enggaknya ya kebanyakkan gak tembus.Oh iya,masnya dari mana.." ucap Bejo.padahal ia sudah tahu dari Bayu.


" Tebak aja mbah..." ucap Arjuna.


" Heeemmmm...."


" Giri Harjo..." ucap Bejo.


Pesanan Bejo datang.


" Hampir benar mbah..." ucap Bayu


" Heeemmmm...."


" Sukoharjo...." ucap Bejo.


" Betul mbah...." ucap Arjuna.


Bejo menyantap makanan yang ia pesan.


Arjuna selesai makan,lalu tiba - tiba ia ingin memakan bunga saat melihat pria tua itu makan kembang sambil menunggu pesanannya di antar.


Arjuna berdiri lalu menghampiri Bejo.


" Mbah...Boleh minta kembang mawarnya?" ucap Arjuna.


" Mau nyekar kah mas..?" ucap Bejo.


" Enggak mbah.." ucap Arjuna.


" Terus buat apa?" ucap Bejo.


" Mau ku makan..." ucap Arjuna.


" Boleh...Tapi makannya di sini...Sambil menemaniku..." ucap Bejo.


Arjuna melihat ke Hana.


" Dek...Bentar ya...Aku makan kembang dulu.." ucap Arjuna.


" Iya mas..." ucap Hana.


Arjuna duduk di hadapan Bejo.


" Duduk di sini le..." ucap Bejo menyuruh Arjuna duduk di sampingnya


Arjuna menurut,ia duduk di samping Bejo.


" Kamu doyan makan kembang bangkai apa enggak lee?' ucap Bejo.


" Enggak mbah...Bau.." ucap Arjuna.


Bejo meletakkan sendoknya.


" Mbah pandai menerawang masa depan seseorang memakai telapak tangan.." ucap Bejo mengada - ada,sebenarnya Bejo ingin menghipnotis Arjuna.


" Sini telapak tanganmu..."


Arjuna menunjukkan telapak tangan kanannya,Bejo memegang pergelangan tangan Arjuna.


" Coba lihat garis ini..."


" Kamu pernah mengalami pertiwa yang kelam..."ucap Bejo.


" Iya mbah..." ucap Arjuna.


" Terus garis ini,kamu orangnya tipe setia. Bila menyukai seorang wanita. Kamu akan berusaha untuk memberikan yang terbaik.."


" Tapi akhirnya kamu di kecewakan..." ucap Bejo.


" Iya mbah..." ucap arjuna.


" Terus garis ini..."


" Hemm....Apakah kamu punya sodara?" ucap Bejo.


" Punya mbah...Tapi sudah meninggal" ucap Arjuna.


" Siapa nama saudaramu le..." ucap Bejo.


" Dini mbah..Dia kakakku..." ucap Arjuna.


" Perhatikan garis ini le..."


" Ini garis menunjukkan bahwa ini adalah Dini..."


Arjuna memperhatikan garis tangannya.


" Makin lama garis ini menampakkan wajah Dini "


Arjuna melihat bayangan wajah Dini.


" Dini sepertinya kangen denganmu le..." ucap Bejo.


" Iya mbah...Aku juga kangen mbah.." ucap Arjuna sambil menatap telapak tangannya.


" Rasakan rasa kangen itu le...Agar Dini bisa hadir di sini..."


" Semakin besar rasa kangenmu terhadap Dini,membuat dirimu mengantuk.."


Bejo menutup mata Arjuna dengan telapak tangan Arjuna yang ia pegang.


Arjuna seperti terkena obat bius,ia langsung tertidur saat telapak tangannya menempel di mukanya.


" Makin lama rasa kantuk itu membuat dirimu terlelap.."


" Kamu hanya akan mendengar suara mbah saja..Suara orang lain tidak akan kamu dengar...."


" Dini mendatangimu le...Dia bilang bahwa dia kangen..."


" Lalu dia memintamu untuk jujur padanya...Bila setuju kamu menganggukkan kepala..."


Arjuna menganggukkan kepala.


" Dini menyuruh mbah untuk bertanya padamu. Kamu jawab yang jujur. Bila setuju anggukkan kepalamu"


Arjuna menganggukkan kepalanya.


" Jika kamu berbohong,maka kamu akan menggaruk - garuk rambut saat menjawab pertanyaan..."


" Saat mendengar suara siulan mbah...Kamu terbangun..." ucap Bejo.


Bejo kemudian bersiul.


Arjuna membuka matanya.Layaknya seperti orang yang bangun tidur,Arjuna seperti orang linglung.


" Gimana le....."" ucap Bejo.


" Gimana apanya mbah?" ucap Arjuna.


" Apakah namamu Agung.." ucap Bejo.


" Namaku Arjuna mbah..." ucap Arjuna.


" Oooo ..Arjuna. Apakah Dini itu kakak kandungmu?" ucap Bejo..


" Iya mbah ..." ucap Arjuna sambil menggaruk - garukkan kepalanya.


" Kamu ke sini dengan siapa?" ucap Bejo.


" Dengan pacarku mbah..." ucap Arjuna.


" Gendeng....Mbahnya di pacarin.." ucap Bejo dalam hati.


" Apakah kamu menghipnotis pacarmu?" ucap Bejo.


" Enggak mbah..." ucap Arjuna.


Bejo yang melihat Arjuna tidak menggaruk kepalanya menjadi heran dan penasaran. Kok bisa Hana menyukai Arjuna tanpa hipnotis.


" Apakah kamu pelet?" ucap Bejo.


" Enggak juga mbah..." ucap Arjuna.


" Sial....Kalau jatuh cinta secara alami ya susah aku obati..." ucap Bejo dalam hati.


" Apakah kamu kenal Bayu..." ucap Bejo.


" Bayu yang mana mbah?" ucap Arjuna.


" Bayu orang kaya,mobilnya buanyak..." ucap Bejo.


" Kenal mbah...." ucap Arjuna.


" Kamu masih marah dengan Bayu?" ucap Bejo.


" Masih mbah..." ucap Arjuna.


" Jika kamu bertemu dengan Bayu,apa yang akan kamu lakukan?" ucap Bejo.


" Menghajarnya mbah .." ucap Arjuna.


" Jika dia membalas gimana?" ucap Bejo.


" Ya aku bunuh..." ucap Arjuna.


" Jadi kalau gak balas,gak kamu bunuh" ucap Bejo.


" Iya mbah...Paling dia kesakitan,minimal badanya berdarah atau patah tulang." ucap Arjuna.


Bejo melihat ke arah luar,lalu melihat Bayu berdiri di samping mobil . Lalu melihat ke Arjuna.


" Apa yang kamu lakukan terhadap Hana?" ucap Bejo.


" Biasalah mbah..." ucap Arjuna.


" Kamu bercinta?" ucap Bejo.


" Iya..." ucap Arjuna.


" Kok bisa Hana jatuh cinta dengamu?" ucap Bejo.


" Ya bisalah mbah..." ucap Arjuna.


Bejo memegang tangan Arjuna.


" Lihat ke telapak tanganmu.."

__ADS_1


Arjuna melihat ke telapak tangannya.


" Perhatikan sidik jari jempolmu"


" Semakin lama,kamu semakin ngantuk.."


Bejo menutup mata Arjuna,Arjuna kembali tertidur.


" Keluarkan saja apa yang kamu pendam Arjuna..."ucap Bejo.


Bejo memberi kode ke Bayu agar Bayu menghampirinya.


Bayu melihat kode dari Bejo,ia pun berjalan ke arah Bejo di ikuti para pengawal.


Hana melihat Bayu.


" Kamu mau menghajar Arjuna lagi?" ucap Hana menatap tajam.


" Tidak ..Aku hanya menemui mbah ini..." ucap Bayu lalu duduk di hadapan Bejo.


" Arjuna...Katakan padaku,apakah kamu menginginkan untuk tinggal bersama orang tua kandungmu?" ucap Bejo.


" Sebenarnya ingin mbah...Tapi berhubung aku membencinya,jadi aku gak mau..." ucap Arjuna.


" Apa yang kamu lakukan terhadap ibuku?" ucap Bayu.


Arjuna diam tidak menjawab.


" Apa yang kamu lakukan terhadap Hana sebelum Hana menyukaimu?" ucap Bejo.


" Hana terkena ajianku mbah...Sehingga Hana menurut apa yang aku perintahkan. Awalnya seh aku melakukan itu untuk balas dendam. Karena Ayu dan bangsat itu telah membuat Dini meninggal"


" Terus lama - kelamaan aku jatuh cinta..." ucap Arjuna.


" Oooo..Jadi kamu jatuh cinta sama Hana.." ucap Bejo.


" Iya mbah...Terus Nurmala memasukkan si bangsat itu ke rumahnya di saat aku sakit. Bangsat itu memperlihatkan hasil tes DNA.."


" Aku terkejut melihat hasil tes tersebut." ucap Arjuna.


" Apakah ibuku hamil?" ucap Bayu.


" Terus kalau sudah tahu bahwa Bayu adalah ayah kandungmu,kenapa kamu mencintai Hana?" ucap Bejo.


" Aku perlahan tidak mencintai dia mbah,begitu tahu. Terus aku coba menormalkan lagi bu Hana,aku gagal. Malah Hana mengejarku hingga ke rumah om Rian.." ucap Arjuna.


" Oooo...Jadi kamu pernah menormalkan Hana seperti dulu lagi" ucap Bejo.


" Iya..Aku aja heran,kok gak normal,begitu di cek ternyata salah dalam pengucapan ajian itu. Setelah pulang dari Jakarta aku coba lagi'


" Ku pikir berhasil. Gak tahunya makin parah,Hana semakin cinta padaku, dan aku menjadi cinta dengan Hana" ucap Arjuna.


" Aneh...Jika dia bisa membuat orang jatuh cinta dan bisa melepaskannya,kenapa malah gak bisa..." ucap Bejo dalam hati.


" Jika Bayu mendatangimu...Apa yang akan kamu lakukan..." ucap Bejo.


" Bertarung sampai mati...." ucap Arjuna.


" Kenapa bertarung sampai mati?" ucap Bejo.


" Ya karena aku membencinya dan dia juga mau membunuhku meskipun aku ini anaknya..."


Air mata Arjuna keluar meskipun terpejam akibat di hipnotis oleh Bejo.


" Padahal aku itu gak tega melakukannya karena dia ayahku. Tapi dia sudah gak mau menganggapku sebagai anaknya ya aku bunuh saja dengan kedua tanganku bila nanti bertemu..." ucap Arjuna.


Bayu tersentak kaget mendengar ucapan Arjuna.


" Weduss...Kamu dengar kan ucapan Arjuna?" ucap Bejo.


" Dengar kang..." ucap Bayu.


" Di antara wanita yang dekat denganmu..Siapaa yang kamu cintai?" ucap Bejo.


" Kartika lalu Hana ..." ucap Arjuna.


" Kartika sudah punya suami...." ucap Bejo


" Iya memang sudah punya,aku rela melepaskannya. Karena dia cinta pertamaku. " ucap Arjuna.


" Coba kamu dekatin ibumu,dan lakukan dengan ilmumu Bay.." ucap Bejo.


" Iya kang..." ucap Bayu lalu mendekati Hana untuk menghipnotisnya.


" Kamu mau apa?" ucap Hana.


" Aku ingin minta maaf saja bu ." ucap Bayu sambil menatap mata ibunya.


" Jika kamu memukul kekasihku lagi. Aku yang akan menghajarmu hingga kamu tidak sanggup berdiri.." ucap Hana.


Mata Hana berubah hijau sesaat,lalu normal kembali.


" Bu...Ibu harus menurut dengan ucapanku.."


" Ayo kita pulang bu..." ucap Bayu.


Hana menghampiri Arjuna.


" Mas ..Ayo kita pulang..." ucap Hana.


Bayu terkejut,seharusnya ibunya mengikuti ucapannya,tapi kenapa masih teringat dengan Arjuna Ia pun menghampiri ibunya.


" Bu...Lupakan Arjuna bu...Ayo kita pulang..." ucap Bayu. Dirinya ingin membawa ibunya untuk di obati.


" Arjuna....Bayu meminta maaf,dia menarik ucapannya..Apakah kamu memaafkan Bayu."ucap Bejo.


" Iya..Aku maafin..Tapi kalau dia minta aku tinggal bersamanya. Aku tidak mau" ucap Arjuna.


" Baiklah..."


" Kamu gak sekolah?" ucap Bejo


" Enggak...Padahal aku pengen sekolah,tapi berhubung Hana memintaku berhenti ya aku berhenti.." ucap Arjuna.


" Bila Hana kembali ke Bayu gimana ?" ucap Bejo.


" Ya sukur alhamdulilah kalau Hana kembali...Jadi aku bisa sekolah" ucap Arjuna.


" Jika Hana kembali,apakah kamu masih mencintai Hana?" ucap Bejo.


" Masih..." ucap Arjuna.


" Kenapa masih mencintai Hana?' ucap Bejo.


" Dia cantik,pintar mengajariku,terus pintar memasak dan goyangannya membuat aku ketagihan meskipun usianya sudah tua. Tapi jepitannya masih terasa enak..." ucap Arjuna.


" Sempruul...."


" Saranku...Cari saja wanita lain untuk kamu kelonin..." ucap Bejo.


" Iya mbah...." ucap Arjuna.


" Kamu sudah punya apa belum? Kalau belum mbah bantu carikan.." ucap Bejo.


" Sudah mbah..." ucap Arjuna.


" Siapa?" ucap Bejo.


" Liana..." ucap Arjuna.


" Ooo...Liana..."


" Arjuna,entah kenapa tiba - tiba Bayu mendatangimu..."ucap Bejo.


Arjuna mengepalkan tangannya. Nafasnya berubah seperti orang marah.


" Bagus kamu datang...Ayo kita bertarung..Aku atau kamu yang mati.." ucap Arjuna.


" Untung aku hipnotis,jika enggak. Bayu bisa mampus di tangan anaknya sendiri..." ucap Bejo dalam hati.


" Bayu bersimpuh meminta maaf kepadamu,dia menyesali atas ucapan dan tindakannya waktu itu"


Arjuna membuka telapak tangannya.


" Bayu bilang,bunuhlah aku. Aku memang pantas untuk kamu bunuh.."


" Apakah kamu masih ingin bertarung dengan Bayu?' ucap Bejo.


" Enggak mbah..Dia sudah minta maaf dan menyerah. Buat apa aku membunuhnya" ucap Arjuna.


" Pintar.. Bayu berkata padamu. Arjuna,maukah kamu tinggal bersama ayah" ucap Bejo.


" Enggak...Aku gak sudi tinggal bersamamu meskipun kamu orang kaya raya,hartamu di mana - mana" ucap Arjuna .


" Kenapa kamu gak mau Juna?" ucap Bejo.


" Dia pria pembohong....Aku paling benci dengan orang yang bohong" ucap Arjuna.


" Oooo...Begitu..."


" Sekarang yang kamu rasakan adalah rasa ngantukmu semakin berat. Semakin kamu tahan maka ngantukmu itu tidak dapat di tahan ."


Hooooaamm.... Arjuna menguap.


" Pada hitungan ke tiga..Kamu akan bangun dan sadar kembali..."


" Satu.....Dua....Tiga....." ucap Bejo.


Arjuna membuka matanya,lalu menegapkan tubuhnya. Ia menoleh kanan dan kiri,dan mendapati Hana tidak ada di tempatnya.


Arjuna berdiri.


" Mau kemana lee..." ucap Bejo.


" Mbah lihat pacarku apa enggak?" ucap Arjuna.


" Yang tadi makan bersamamu..?" ucap Bejo.


" Iya mbah..." ucap Arjuna.


" Tadi ada seseorang datang menghampiri pacarmu,ngakunya seh anaknya. Terus pacarmu ikut orang itu?" ucap Bejo.


" Serius mbah?" ucap Arjuna tak percaya.


" Iya...Kalau gak salah tadi dia nyebut namanya itu Bayu...Iya Bayu..." ucap Bejo.


" Siaal....Kok bisa seh Hana ikut sama si bangsat itu..."


Arjuna teringat jika kunci mobil ada sama Hana.


" Jiangkrek...Kalau kuncinya di bawa aku gak bisa bawa mobil..." ucap Arjuna dalam hati.


Arjuna mengambil ponselnya lalu menelpon Hana.


Tuuuut....Tuuuuut....Tuuuuut ...Tuuuut....


Tuuuut....Tuuuuut....Tuuuuut ...Tuuuut....


Arjuna mematikan panggilan,lalu menelpon lagi.


Tuuuut....Tuuuuut....Tuuuuut ...Tuuuut....


" Angkat dong....Aku gak bisa pulang neh..." ucap Arjuna.


" Kamu mau pulang kemana lee?" ucap Bejo.


" Ke Jogja mbah..." ucap Arjuna.


Bejo mengeluarkan dompetnya,lalu memberikan uang ke Arjuna.


" Ini buat ongkos ke Jogja.


" Suwun mbah...Tapi aku membutuhkan kunci mbah..." ucap Arjuna.


" Kunci mobil?" ucap Bejo.


" Iya..."


" Barang - barangku ada di mobil mbah..Kunci mobil sama Hana..." ucap Arjuna.


" Mbah kebelet nguyuh le..." ucap Bejo alasan lalu berjalan meninggalkan Arjuna.


Begitu agak jauh dari Arjuna,Bejo menelpon Bayu.


Tuuut....Tuuuut ...Tuuuut ..Tuuut....


" Ya kang..." suara Bayu.


" Berhenti dulu,kunci mobil di bawa sama Hana,Arjuna gak bisa pulang..." ucap Bejo.


" Iya kang....Nanti pengawalku yang mengantar kunci mobil. Kang,tolong ambilkan cincinku yang di pakai Arjuna" suara Bayu


" Aku gak bisa,Arjuna sudah sadar..Jika aku hipnotis,dia tahu dan bisa marah sama aku..Cepetan antar kuncinya jangan lupa STNK.." ucap Bejo lalu mematikan panggilan setelah itu kembali ke tempat Arjuna.


" Mbah....Berapa lama tadi pacarku pergi?" ucap Arjuna.


" Sekitar 20 menit le..." ucap Bejo.


" Sial....Sudah jauh ini..."


" Kalau aku pecahin kacanya,sayang banget..."ucap Arjuna dalam hati.


" Jangan rusakkin mobilnya le....Mahal itu kaca mobilnya" ucap Bejo.


" Kok mbah tahu..." ucap Arjuna.


" Ya tahulah...Ini aku terawang. Akan ada orang yang akan mengantar kunci mobil,jadi kamu tunggu saja.." ucap Bejo.


Akhirnya Arjuna menunggu.


Setelah sekian lama menunggu,akhirnya ada seorang pria memberikan kunci dan STNK ke Arjuna.


" Ini mas kunci dan STNKnya..." ucap pengawal.


" Suwun pak .."


" Mbah...Aku balik dulu...." ucap Arjuna sambil mengulurkan tangan.


" Iyooo...Hati - hati le...." ucap Bejo menyambut tangan Arjuna.


Arjuna mencium punggung tangan Bejo setelah berjalan ke parkiran dan masuk ke dalam mobil.


Karena Arjuna lama tidak menyetir mobil,ia pun sangat berhati - hati ketika menjalankan mobil sedan tersebut. Secara perlahan Arjuna menekan tuas gas,lalu melihat spion.Setelah di jalanan,Arjuna menjalankan mobil itu secara lambat tidak berani sampai 40km/jam.


Bejo segera menyusul Arjuna,ia naik mobil bersama pengawal.


" Sepertinya dia baru belajar naik mobil .." ucap Bejo melihat mobil yang di kendarai Arjuna lebih lambat dari kendaraan lain meskipun arus lalu lintas lancar.


Sementara di sisi Arjuna.


Arjuna menyetir sambil berfikir,bagaimana bisa ia tidak tahu Hana pergi,lalu teringat pria tua yang bersamanya.


" Jangan - jangan dia menghipnotis aku?"


" Diampuut....Kalau tahu dia akan menghipnotis. Gak bakalan aku turuti ucapannya..." ucap Arjuna dalam hati.


Sementara di sisi Bayu.


Bayu duduk di samping ibunya yang nampak diam tak bicara,tatapannya kosong. Bayu masih menghipnotis ibunya. Jika tidak,ibunya akan kembali ke Arjuna.

__ADS_1


" Bu...Bayu akan menyembuhkan ibu...." ucap Bayu dalam hati. Ia akan membawa ibunya ke seorang kyai. Bila tidak bisa,maka Bayu akan membawa ke rumah Bejo.


__ADS_2